cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 1,943 Documents
Applying Social Cognitive Theory To Understand Factors Influencing Adolescent Physical Activity: A Systematic Review Fernandez, Maria Jia; Makhfudli, Makhfudli; Fauziningtyas, Rista
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50185

Abstract

Physical activity can improve the physical and mental health of adolescents so it is an important aspect for adolescents. However, data from around the world show that adolescents have consistently experienced a decline in physical activity. Less than 20% of adolescents meet WHO physical activity standards. Many studies have found factors that affect physical activity, but only a few studies have combined all of these factors into one complete theory. This systematic review aims to identify and synthesize the main factors that affect physical activity among adolescents according to social cognitive theory. This systematic review refers to the PRISMA 2020 guidelines, with inclusion criteria for healthy adolescents aged 10-24 years, articles included in English published in 2020-2025, were quantitative studies using cross-sectional study study research design and physical activity as independent variables using a theoretical social-cognitive approach. The quality of the study assessment by JBI critical assessment tool and used a narrative approach based on the theme of the social cognitive theory. Social cognitive theory is a solid basis for determining the complex components that influence adolescent physical activity. Interventions used to improve adolescent physical activity should prioritize self-efficacy social support an integrated and interacting family, school and community Kata Kunci: Physical activity, Social cognitive theory, Adolescents, cross-sectional study
Efektivitas Pemberian Jus Alpukat dan Jus Semangka Terhadap Penurunan Hipertensi pada Ibu Hamil di Klinik Wili Medika Rangkasbitung Banten Tahun 2025 Sanda, Rika; Nurhayati, Rita; Mabruroh, Nuri Nurul; Sutarno, Maryati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50193

Abstract

Hipertensi dalam kehamilan merupakan masalah kesehatan yang dapat meningkatkan risiko komplikasi serius pada ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas jus alpukat dan jus semangka terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil dengan hipertensi di Klinik Wili Medika Rangkasbitung, Banten tahun 2025. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui Efektivitas Intervensi Jus Alpukat dan Jus Semangka dalam Menurunkan Tekanan Darah pada Derita Hipertensi di Klinik Wili Medika Rangkasbitung Banten Tahun 2025. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan rancangan pre-test dan post-test pada dua kelompok perlakuan. Sampel penelitian berjumlah minimal 30 ibu hamil trimester II–III dengan hipertensi ringan–sedang, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Intervensi diberikan berupa konsumsi jus alpukat atau jus semangka sebanyak 200 ml/hari selama tujuh hari, dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis menunjukkan kedua intervensi efektif menurunkan tekanan darah (p < 0,05). Jus semangka menghasilkan penurunan lebih besar (Observed MH Statistic = 39.000, p = 0,001) dibandingkan jus alpukat (Observed MH Statistic = 35.000, p = 0,000). Rata-rata tekanan darah kelompok jus semangka turun dari 2,69 menjadi 1,19, sedangkan pada kelompok jus alpukat dari 2,44 menjadi 1,38. Disimpulkan bahwa jus semangka lebih efektif sebagai intervensi jangka pendek karena kandungan L-citrulline yang mempercepat vasodilatasi, sementara jus alpukat berperan dalam stabilisasi elektrolit jangka panjang. Kedua jenis jus dapat dijadikan alternatif terapi non-farmakologis yang aman, alami, dan mudah diterapkan pada ibu hamil dengan hipertensi. Saran untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan dengan jumlah sampel yang lebih besar dan jangka waktu intervensi yang lebih panjang, agar hasil yang diperoleh semakin kuat dan dapat digeneralisasikan.
Analisis Kualitas Pelayanan Bidan dalam Ante Natal Care di Puskesmas Klari Karawang Jawa Barat Tahun 2025 Hilmah, Siti; Sutarno, Maryati; Jati, Bayu Laksamana
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50194

Abstract

Pemeriksaan kehamilan sangat penting dilakukan oleh ibu hamil sesuai dengan standar pelayanan, apabila tidak optimal maka dapat menyebabkan keterlambatan dalam mendeteksi komplikasi kehamilan. Beberapa faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan ANC diantaranya usia, pendidikan, masa kerja dan satatus kepergawaian. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui analisis kualitas bidan dalam layanan ante natal care di Puskesmas Klari Karawang Jawa Barat Tahun 2025. Metode Penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah bidan yang bekerja di Puskesmas Klari Karawang Jawa Barat sebanyak 27 bidan dengan tehnik total sampling. Instrumen menggunakan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian ini sebagian besar bidan dengan usia ≥ 44 tahun 66,7%, pendidikan Profesi/S1/D4 sebanyak 55,6%, masa kerja ≥ 5 tahun sebanyak 74,1%, status kepegawaian PNS 74,1%, dan kualitas pelayanan bidan dalam ante natal care baik 66,7%. Ada hubungan yang signifikan antara usia (p = 0,026), pendidikan (p = 0,037), masa kerja (p = 0,023), dan status kepegawaian (p = 0,023) dengan kualitas pelayanan bidan dalam ante natal care. Usia, pendidikan, masa kerja dan status kepegawaian berhubungan dengan kualitas pelayanan bidan dalam ante natal care. Bidan, disarankan untuk terus meningkatkan kompetensi profesional melalui pelatihan, workshop, maupun pembelajaran mandiri, sehingga kualitas pelayanan ANC dapat tetap optimal. Bidan juga diharapkan menerapkan pedoman standar pelayanan secara konsisten, memanfaatkan pengalaman kerja untuk meningkatkan akurasi pemeriksaan dan edukasi ibu hamil, serta mengembangkan keterampilan komunikasi agar kepuasan pasien meningkat.
Inovasi Kearifan Lokal dalam Optimalisasi Terapi Laktasi untuk Mengatasi Produksi ASI Rendah Ildayanti, Ildayanti; Thalib, Kiki Uniatri; Irma, Irma
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50233

Abstract

Hipogalaktia menghambat pencapaian target ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas kombinasi terapi payudara dan pijat oksitosin dengan minyak Mandar dalam meningkatkan produksi ASI. Penelitian eksperimental acak terkontrol pada 60 ibu postpartum dengan hipogalaktia (kelompok eksperimen n=30, kontrol n=30). Kelompok eksperimen mendapat kombinasi terapi payudara dan pijat oksitosin dengan minyak Mandar selama 14 hari. Outcome primer adalah volume ASI 24 jam; outcome sekunder meliputi skor LATCH, BSES, dan kenaikan berat badan bayi. Peningkatan volume ASI pada kelompok eksperimen secara signifikan lebih tinggi (63,2±21,8% vs 14,0±10,2%, p<0,001). Volume ASI post-test mencapai 734,2±156,8 ml versus 512,4±148,2 ml pada kontrol (p<0,001). Skor LATCH meningkat menjadi 8,7±1,2 versus 6,4±1,5 pada kontrol (p<0,001). Skor BSES meningkat menjadi 42,3±5,8 versus 35,2±6,1 pada kontrol (p<0,001). Kenaikan berat badan bayi adalah 28,5±8,2 gram/hari versus 21,3±6,9 gram/hari pada kontrol (p<0,001). Tingkat kepatuhan 95,8% dengan efek samping minimal (6,7%). Kombinasi terapi payudara dan pijat oksitosin dengan minyak Mandar efektif meningkatkan produksi ASI melalui mekanisme sinergis multipathway. Intervensi ini aman dan dapat diterima secara budaya, berpotensi diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan maternal sebagai solusi evidence-based yang mengoptimalkan kearifan lokal Indonesia.
Peran Imunoterapi dalam Kanker Paru mengenai Update dan Tantangan: Literature Review Hafid, Anugerah Dwitami; Rijal, Syamsu; Arief, Erwin
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50288

Abstract

Kanker paru adalah penyakit ganas yang sel-sel abnormalnya tumbuh dan bermula pada paru-paru itu sendiri bernama kanker paru primer. Imunoterapi merupakan salah satu teknik pengobatan berbagai jenis tumor dengan dampak yang dapat ditangani. Imunoterapi adalah jenis pengobatan yang menggunakan sistem kekebalan tubuh sendiri untuk melawan penyakit, terutama kanker, atau untuk mengelola reaksi alergi. Penelitian dengan metode Tinjauan Pustaka, yang dilakukan dengan mengumpulkan data melalui penelusuran jurnal di Google Scholar, PubMed, Gale dan akses penelusuran pustaka terkait lainnya dengan topik penelitian dengan menggunakan kata kunci terpilih, yaitu: Imunoterapi, Kanker Paru, Update, Tantangan. Penelitian ini menggunakan 1 jurnal nasional dan 9 jurnal internasional.
Program Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Gizi Keluarga sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Masa Kehamilan Ermanto, Budi; Jati, Bayu Laksamana
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50306

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat di Indonesia. Tingginya angka kasus, rendahnya pemahaman masyarakat, serta masih minimnya perilaku pencegahan menjadikan pendidikan kesehatan sebagai intervensi penting untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku masyarakat, khususnya di lingkungan kerja dengan risiko penularan tinggi seperti PT SEPCO III. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimental tipe one group pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan PT SEPCO III berjumlah 30 orang yang ditentukan dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan (pilihan ganda) dan perilaku (checklist), yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan melalui ceramah interaktif dan leaflet. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji paired sample t-test dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan dan perilaku responden setelah intervensi. Sebelum pendidikan kesehatan, mayoritas responden berada pada kategori pengetahuan cukup (60%) dan perilaku pencegahan kurang baik (73,3%). Setelah intervensi, responden dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 76,6% dan perilaku baik meningkat menjadi 70%. Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 untuk pengetahuan dan p = 0,002 untuk perilaku, yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku pencegahan TBC. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan TBC pada karyawan PT SEPCO III. Intervensi berbasis edukasi yang interaktif dan partisipatif perlu diperkuat dalam program promosi kesehatan untuk mendukung target eliminasi TBC 2030 di Indonesia.
Perbandingan Efektivitas Ikan Gabus dan Senam Kegel Terhadap Penyembuhan Luka Perineum di Pmb Tambun Selatan Tahun 2025 Wahyuni, Nur Ismi; Jumaeroh2, Siti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50349

Abstract

Latar Belakang: Upaya percepatan penyembuhan luka perineum dapat dilakukan melalui terapi nutrisi maupun latihan fisik. Ikan gabus (Channa striata) dikenal kaya akan albumin yang berperan penting dalam proses penyembuhan luka dengan meningkatkan sintesis kolagen, proliferasi sel, serta mempercepat proses angiogenesis. Sementara itu, senam kegel merupakan latihan otot dasar panggul yang bermanfaat dalam melancarkan aliran darah ke area perineum, sehingga dapat membantu mempercepat proses regenerasi jaringan. Tujuan: Untuk Mengetahui Perbandingan Efektivitas Ikan Gabus Dan Senam Kegel Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Di PMB Tambun Selatan Tahun 2025 Metode: penelitian Quasy eksperimen dengan kelompok intervensi dan kontrol . Variabel independen dalam penelitian ini adalah konsumsi ikan gabus dan senam kegel , variabel dependennya adalah lama penyembuhan luka perineum. Total reponden dalam penelitian ini adalah 30 responden Hasil: perbedaan antara kelompok pemberian ikan gabus dengan melakukan senam kegel dari rata – rata terlihat kelompok pemberian ikan gabus rata- rata dengan nilai yang kecil yaitu 6,40 hari dibandingkan kelompok melakukan senam kegel 8,67 hari, sehingga perbandingan kelompok ikan gabus dan senam kegel di dapat nilai t = -5,557, Uji statistic di dapatkan nilai P-value = 0,000 yang artinya Adanya Perbandingan Efektivitas Ikan Gabus Dan Senam Kegel Terhadap Penyembuhan Luka Perineum Kesimpulan dan Saran: Memberikan informasi yang bermanfaat mengenai pilihan sumber protein yang dapat membantu proses penyembuhan luka perineum secara alami, mudah didapat, dan terjangkau
Pengaruh Kualitas Layanan Dan Inovasi Layana Kesehatan Terhadap Kepuasan Pasien Dan Berimplikasi Kepada Loyalitas (Studi Di Puskesmas Bontang Utara 1) Santika, I Wayan; Zulfikar, Taufik; Rahmiyati, Ayu Laili
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50350

Abstract

Persaingan dalam industri pelayanan kesehatan menuntut rumah sakit untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu layanan agar dapat memenuhi kebutuhan serta harapan pasien. Dua faktor utama yang diyakini memengaruhi keberhasilan rumah sakit dalam mempertahankan pasien adalah kualitas layanan dan inovasi layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas layanan dan inovasi layanan kesehatan terhadap kepuasan pasien, serta implikasinya terhadap loyalitas pasien. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Sampel penelitian berjumlah 99 responden pasien rawat jalan yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Layanan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap Kepuasan Pasien (p-value = 0,141; t hitung = 1,487), sedangkan Inovasi Layanan Kesehatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pasien (p-value = 0,029; t hitung = 2,216). Lebih lanjut, Kepuasan Pasien berpengaruh positif dan signifikan terhadap Loyalitas Pasien (p-value = 0,000; t hitung = 3,581). Kualitas Layanan tidak berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pasien secara langsung (p-value = 0,093), sedangkan Inovasi Layanan Kesehatan berpengaruh signifikan (p-value = 0,014). Analisis mediasi menunjukkan bahwa kepuasan pasien berperan sebagai variabel intervening yang memperkuat hubungan kualitas layanan dan inovasi dengan loyalitas pasien. Nilai R² sebesar 0,368 untuk kepuasan pasien dan 0,531 untuk loyalitas pasien menunjukkan kontribusi model tergolong moderat hingga kuat. Kesimpulannya, loyalitas pasien dapat ditingkatkan melalui kepuasan yang dibentuk oleh kombinasi kualitas layanan dan inovasi. Rumah sakit perlu memperkuat inovasi berbasis teknologi digital, meningkatkan empati tenaga kesehatan, serta memperbaiki komunikasi interpersonal agar kepuasan dan loyalitas pasien terbangun secara berkelanjutan. Kata kunci: Kualitas Layanan, Inovasi Layanan Kesehatan, Kepuasan Pasien, Loyalitas Pasien
Efektivitas Teknik Pelvic Rocking Dengan Birthing Ball Terhadap Lama Persalinan Kala I Pada Ibu Bersalin Di Wilayah Kerja Puskesmas Bahu Kota Manado Bolong, Sitti Aisya Nazwa S.; Desiyanti, Irne Wida; Rahim, Hindun
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50372

Abstract

Prolonged first stage of labor increases the risk of complications for both mother and baby. Pelvic rocking with birthing ball is a non-pharmacological method that is believed to accelerate cervical dilation and shorten labor duration. This was conducted to determine the effectiveness of these techniques on laboring mothers at the Bahu Health Center. This research method uses a Quasi-Experimental design with a post-test only design approach. The sample consisted of 34 primigravida mothers in the first stage of labor, divided into two groups: intervention (pelvic rocking + birthing ball) and control (walking). Sampling is done with total sampling technique.. Data were collected using observation sheets and partographs. Data analysis using Welch’s t-test due to non-homogeneous variance. The result showed that the mean duration of first stage labor in the intervention group was 232.41 minutes, while the control group was 323.88 minutes. Time difference of 91.47 minutes with a significance value of p = 0,002 (p < 0,05) indicating a significant difference. Pelvic rocking with a birthing ball is effective in accelerating labor time of the first stage. It is recommended that healthcare workers implement these techniques as a non-pharmacological alternative in maternity care.
Family Support dan Quality Life Apakah Berhubungan Pada Pasien Dengan CKD on HD? Sruyaman, Ade; Sinaga, Wilda; Wijaya, Sapondra; Syukri, Mohd.; Salsabila, Nadia; Roni, Roni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.50376

Abstract

Cronic Kidney Desease (CKD) merupakan penyakit yang terjadi dengan tingkat insidensi, morbiditas, dan mortalitas yang tinggi setelah pasien terdiagnosis, penderita CKD semakin lama akan mengalami keterbatasn fisik dan sosial, selain itu penderita CKD akan mengalami pembatasan makanan, dan cairan hal ini menyebabkan keterbatasan fisik dan fungsional. Modalitas terapi ginjal yang paling banyak digunakan dalam mempertahankan hidup orang dengan CKD adalah hemodialisis, terapi pengganti ginjal tidak sepenuhnya menggantikan fungsi ginjal, sehingga aspek psikososial khususnya dukungan keluarga menjadi sangat penting dalam menjaga kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien CKD yang menjalani hemodialisis di Kota Jambi. Dengan desain cross-sectional sebanyak 150 responden direkrut melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Family Support Scale dan WHOQOL-BREF, kemudian dianalisis dengan uji Pearson correlation test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien (p=0.020 -0.1911). Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan keluarga dalam perawatan, sehingga intervensi keperawatan diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek klinis tetapi juga memperkuat peran keluarga dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisa.