cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,354 Documents
The Effectiveness of Red Spinach Consumption, Lavender Aromatherapy, and Oxytocin Massage on Increasing Breast Milk Production Among Breastfeeding Mothers At Pmb Ulva Aliah Sahidah In 2025 Mayunita, Abela; Isika, Lina
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55658

Abstract

Background : Breast milk is a natural fluid produced by the mother’s mammary glands and serves as the primary source of nutrition for infants, containing complete nutrients and antibodies to enhance the baby’s immune system. Breast milk plays an important role in supporting optimal growth and development of infants. However, many breastfeeding mothers still experience insufficient or non-smooth breast milk production. Various non-pharmacological efforts can be implemented to increase breast milk production, including the consumption of red spinach which is rich in iron and essential nutrients, the use of lavender aromatherapy to promote relaxation, and oxytocin massage which stimulates the release of the oxytocin hormone to facilitate milk flow. The combination of these three methods is expected to improve breast milk production in breastfeeding mothers. Purpose of Writing : This study aimed to determine the effectiveness of red spinach consumption, lavender aromatherapy, and oxytocin massage on increasing breast milk production among breastfeeding mothers at PMB Ulva Aliah Sahidah in 2025. Research Methods : This study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach. The sample consisted of 50 breastfeeding mothers selected using a specific sampling technique. The interventions included regular consumption of red spinach, application of lavender aromatherapy to induce relaxation, and oxytocin massage performed according to standard procedures. Breast milk production was measured before and after the interventions using an observation sheet. The collected data were analyzed using statistical tests to determine differences in breast milk production before and after the intervention. Research Results : The results showed an increase in breast milk production after the administration of red spinach, lavender aromatherapy, and oxytocin massage. Before the intervention, most mothers experienced low or insufficient milk production, while after the intervention, most mothers showed smooth and increased milk production. Statistical analysis indicated a significant difference in breast milk production before and after the intervention. Conclusions and Recommendations : The provision of red spinach, lavender aromatherapy, and oxytocin massage was proven to be effective in increasing breast milk production among breastfeeding mothers. It is recommended that healthcare providers implement this combination of interventions as supportive non-pharmacological methods to enhance breast milk flow. Future research is suggested to involve larger sample sizes and explore additional factors influencing breast milk production.
Analisis Kualitas Air Parameter Ph, Tds, dan Kekeruhan Pada Pamsimas Akibat Air Limbah Industri Plastik: Sebuah Studi Kasus di Dusun Sirah Kabupaten Boyolali Shifa, Arfitania Firly As; Purnamasari, Salsabila
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55670

Abstract

Aktivitas industri berpotensi memengaruhi kualitas lingkungan, khususnya sumber air yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan domestik. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas air PAMSIMAS dan air limbah industri plastik pada parameter pH berdasarkan SNI 6989.11:2019,TDS berdasarkan SNI 6989.27:2019 ,dan kekeruhan berdasarkan SNI 06-6989.25-2005 , serta menilai hubungan antara kualitas kedua sumber air tersebut di Dusun Sirah. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel air PAMSIMAS dan air limbah industri plastik dianalisis secara fisikokimia dan diuji menggunakan korelasi Rank Spearman. Penentuan titik pengambilan sampel didasrkan pada SNI 8990:2021 sehingga menghasilkan 3 titik PAMSIMAS dan 25 air titik limbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas air PAMSIMAS memenuhi baku mutu air untuk keperluan higiene dan sanitasi sesuai Permenkes RI No. 2 Tahun 2023. Pada air limbah industri plastik, parameter pH masih berada dalam rentang yang dipersyaratkan berdasarkan Permen LH No. 11 Tahun 2025, namun nilai TDS dan kekeruhan relatif tinggi sehingga memerlukan pengolahan lanjutan. Hasil uji korelasi menunjukkan hubungan negatif yang lemah dan tidak signifikan (r = −0,221; p > 0,05), sehingga air limbah industri belum berdampak langsung terhadap kualitas air PAMSIMAS, namun tetap memerlukan pengolahan dan pemantauan lanjutan.
Hubungan Antara Beban Kerja Mental dan Dukungan Rekan Kerja dengan Stres Kerja Pada Pekerja di PT. Jamu Air Mancur Sabela, Mona Kurnia; Dhani, Sheena Ramadhia Asmara
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55671

Abstract

Perkembangan dunia kerja yang semakin kompleks meningkatkan tuntutan pekerjaan dan tekanan psikologis, khususnya pada pekerja bagian produksi, sehingga berpotensi menimbulkan stres kerja. Stres kerja dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain beban kerja mental sebagai tuntutan pekerjaan dan dukungan rekan kerja sebagai faktor psikososial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara beban kerja mental yang dihadapi dan dukungan rekan kerja dengan stres kerja yang dialami oleh pekerja bagian produksi di PT. Jamu Air Mancur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja produksi sebanyak 85 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen penelitian setiap variabel berupa kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden tergolong dalam kelompok beban kerja mental sedang (56,5%), dukungan rekan kerja sedang (76,5%), dan stres kerja sedang (51,8%). Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara beban kerja mental dan stres kerja (r = 0,272; p = 0,012), sedangkan hubungan antara dukungan rekan kerja dan stres kerja menunjukkan arah negatif namun tidak signifikan (r = -0,189; p = 0,083). Temuan ini menunjukkan bahwa stres kerja pada pekerja produksi lebih dipengaruhi oleh beban kerja mental dibandingkan dukungan rekan kerja.
Hubungan Sedentary Activity dengan Kesehatan Mental Mahasiswa Tiala, Nur Hijrah; Agustanti, Dwi; Wahyudi, Fajar Desma
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55674

Abstract

Sedentary activity merupakan salah satu pola perilaku yang semakin meningkat pada mahasiswa seiring dengan tuntutan akademik dan penggunaan teknologi yang intensif. Pola hidup yang kurang aktif ini diduga berkontribusi terhadap berbagai masalah kesehatan mental, khususnya depresi, kecemasan, dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas sedentari dengan tingkat kesehatan mental pada mahasiswa. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional terhadap 84 responden pada November 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner sedentary activity dan instrumen DASS-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (54,8%) memiliki tingkat aktivitas sedentari rendah (< 2jam/hari). Sebagian besar mahasiswa berada pada kategori normal untuk depresi (81,0%) dan stres (70,2%), meskipun ditemukan prevalensi kecemasan yang cukup tinggi pada tingkat sedang hingga sangat berat. Hasil uji statistik menyimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas sedentari dengan depresi, kecemasan, maupun stres. Meskipun demikian, perbedaan nilai mean rank mengindikasikan adanya kecenderungan penurunan kondisi psikologis pada kelompok dengan aktivitas sedentari tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan mental mahasiswa dipengaruhi oleh faktor yang bersifat kompleks dan multifaktorial.
Analisis Pengaruh Stres Kerja dan Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Perawat dengan Organizational Citizenship Behavior Variabel Mediasi (Studi Perawat Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo Prasetyo, Rosyid; Hermawati, Adya; Suci, Rahayu Puji
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55709

Abstract

Kinerja perawat merupakan faktor kunci dalam menentukan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Tingginya tuntutan kerja dapat menimbulkan stres kerja, sementara komitmen organisasi menjadi faktor penting yang memengaruhi perilaku kerja dan kinerja perawat. Organizational Citizenship Behavior berperan sebagai perilaku ekstra yang dapat memperkuat hubungan antara stres kerja, komitmen organisasi, dan kinerja perawat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja perawat dengan Organizational Citizenship Behavior sebagai variabel mediasi di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 48 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert. Analisis data menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Organizational Citizenship Behavior mampu memediasi pengaruh stres kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja perawat di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit Nirmala Suri Sukoharjo. Stres kerja dan komitmen organisasi terbukti berpengaruh signifikan (P-Value 0,049 dan 0,021) terhadap kinerja perawat melalui Organizational Citizenship Behavior, sehingga peningkatan perilaku Organizational Citizenship Behavior berperan penting dalam memperkuat kinerja perawat. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan stres kerja yang efektif, penguatan komitmen organisasi, serta peningkatan perilaku Organizational Citizenship Behavior merupakan strategi penting dalam meningkatkan kinerja perawat. Oleh karena itu, manajemen rumah sakit perlu mengembangkan kebijakan yang mendukung kesejahteraan perawat, membangun budaya organisasi yang positif, dan mendorong perilaku kerja ekstra guna meningkatkan mutu pelayanan keperawatan. Kata Kunci: Stres Kerja, Komitmen Organisasi, Organizational Citizenship Behavior , Kinerja Perawat
Effectiveness of the Role of SMS/WhatsApp Reminders, Blood Pressure Self-Monitoring, and Preeclampsia Education on the Early Detection of Gestational Hypertension at Kosambi Clinic, Tangerang, in 2025 Mayunita, Abela; Hastuti, Yana Karunia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55713

Abstract

Background: Gestational hypertension and preeclampsia are major contributors to maternal and fetal morbidity and mortality. Early detection through routine blood pressure monitoring is often hindered by low adherence to antenatal care (ANC) visits, limited maternal knowledge, and suboptimal self-monitoring practices. Simple technology-based interventions such as SMS/WhatsApp reminders, home blood pressure self-monitoring, and preeclampsia education may improve early detection of gestational hypertension. Objective: To determine the effectiveness of SMS/WhatsApp reminders, blood pressure self-monitoring, and preeclampsia education in improving early detection of gestational hypertension among pregnant women at Kosambi Clinic, Tangerang, in 2025. Methods: This study employed a pre-experimental design using a one-group pretest–posttest approach. A total of 30 pregnant women (gestational age 20–37 weeks) meeting the inclusion criteria were recruited. The intervention (approximately 1 month) consisted of structured SMS/WhatsApp reminders, training and recording of blood pressure self-monitoring, and preeclampsia education. Data were collected using observation sheets, questionnaires, and blood pressure measurements before and after the intervention. Normality was assessed using the Shapiro–Wilk test, and pre–post differences were analyzed with a paired sample t-test at a significance level of ≤0.05\le 0.05≤0.05. Results: Prior to the intervention, 53.6% of participants had blood pressure ≥140/90\ge 140/90≥140/90 mmHg. After the intervention, most participants had normal blood pressure (86.67%) and the proportion with hypertension decreased to 13.33%. Mean blood pressure decreased from 147.30 to 132.10, and the paired sample t-test indicated a statistically significant difference (p ≤0.05\le 0.05≤0.05). Conclusion: The combined intervention of SMS/WhatsApp reminders, blood pressure self-monitoring, and preeclampsia education was effective in supporting early detection and improving blood pressure control among pregnant women, potentially reducing the risk of complications related to gestational hypertension.
Effectiveness of The Role of Sms/Whatsapp Reminders, Blood Pressure Self-Monitoring, and Preeclampsia Education on The Early Detection of Gestational Hypertension At Kosambi Clinic, Tangerang, Tangerang, in 2025 Mayunita, Abela; Hastuti, Yana Karunia
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55715

Abstract

Surgery is an invasive medical procedure performed by opening a specific body part, usually through an incision, for the purpose of treating or correcting a pathological condition. In this procedure, the body part requiring surgery is opened for repair according to medical indications. Once the repair is complete, the incised area is then sutured to restore tissue integrity (Wekoadi et al., 2018)Finger-holding therapy, or finger-holding relaxation, is a form of relaxation therapy derived from the Japanese acupressure technique known as Jin Shin Jyutsu. This technique involves gentle finger touches combined with slow, controlled breathing to help balance the flow of energy within the body. Each finger and palm are believed to be associated with specific emotional and energetic states. The process of gently holding fingers can create a warm sensation in the hands, which has a calming effect and helps create a feeling of relaxation and comfort. This effect plays a role in helping relieve anxiety, reduce tension, and alleviate symptoms such as headaches (Adani and Kurniawan, 2023).The type of research used is quantitative, with a pre-experimental design (one-group pre-post test), which involves measuring the effect of the finger hold relaxation technique in reducing pre-operative patient anxiety before and after the intervention.Bivariate analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test showed a significant difference between anxiety levels before and after the finger-hold relaxation technique intervention, with a p-value of 0.000 (p < 0.05). This result indicates that the reduction in anxiety levels following the intervention was statistically significant. All respondents experienced a decrease in anxiety scores after the intervention, indicating that the finger-hold relaxation technique provided relaxation, increased calm, and helped patients manage anxiety before undergoing surgery.The finger-holding relaxation technique has various benefits, including helping reduce pain, fear, and anxiety, calming the mind, improving emotional control, providing a sense of comfort, and improving blood flow. Therefore, this technique can be used as a simple, safe, and easy-to-implement non-pharmacological intervention in nursing practice (Hartono et al., 2021). This is consistent with research by Indrawati (Yade Kurnia Sari & Septa Nelli, 2024), which explains that holding fingers while taking deep breaths can reduce and even heal physical and emotional tension. This finger-holding relaxation technique warms the energy entry and exit points in the meridians (energy pathways within the body) located in the fingers. This then provides a spontaneous stimulation effect when held. This stimulation then flows to the brain and then continues to the nerves in the affected organ, hopefully clearing blockages in the energy pathways.
Analisis Pemberian Program Makan Bergizi Gratis (Mbg) Terhadap Minat Belajar dan Status Gizi Remaja di Smp Negeri 3 Cikarang Selatan Tahun 2025 Puspitasari, Amalia Indah; Lestari , Intan Tri; Hamidah , Siti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55716

Abstract

Berdasarkan data Dinas Kesehatan melalui e-PPGBM 2024, tercatat sebanyak 3.948 anak mengalami stunting di Kabupaten Bekasi, empat kecamatan tertinggi di kabupaten Bekasi adalah Muaragembong, Cibarusah, Cibitung dan Tambun Selatan. Masalah gizi pada remaja masih menjadi perhatian karena dapat berdampak pada kesehatan dan proses pembelajaran di sekolah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi sekaligus mendukung kesiapan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Program Makan Bergizi Gratis terhadap minat belajar dan status gizi remaja di SMP Negeri 3 Cikarang Selatan tahun 2025 melalui analisis gabungan dua penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental untuk variabel minat belajar dan variabel status gizi. Populasi pada penelitian ini berjumlah 398 siswa. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 10% dan didapatkan sebanyak 80 siswa. Minat belajar diukur sebelum dan sesudah pelaksanaan Program MBG menggunakan kuesioner, sedangkan status gizi dinilai berdasarkan indeks massa tubuh dan lingkar lengan serta kuesioner FFQ. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat, dengan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan minat belajar sebelum dan sesudah program serta uji chi-square untuk menganalisis hubungan Program MBG dengan status gizi remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan minat belajar yang bermakna antara sebelum dan sesudah pelaksanaan Program MBG berdasarkan hasil uji Wilcoxon dengan p value 0,000 (p<0,005). Selain itu, hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara Program Makan Bergizi Gratis dengan status gizi remaja dengan p value 0,007 (p<0,005). Penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis berpengaruh terhadap peningkatan minat belajar dan berhubungan dengan status gizi remaja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan dan penguatan program makan bergizi sebagai upaya terpadu peningkatan kesehatan dan kualitas pembelajaran remaja di sekolah.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Breast Care Pada Ibu Post Partum Terhadap Kejadian Mastitis Anggraini, Nofa; Candra, Vivian Ade; Elisabeth, Astri
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55717

Abstract

Latar Belakang : Mastitis merupakan salah satu komplikasi yang sering terjadi pada ibu postpartum, yang dapat dicegah melalui pengetahuan yang baik tentang Breast Care. Pengetahuan tentang Breast Care yang memadai diyakini dapat mengurangi risiko terjadinya mastitis melalui ptaktik perawatan payudara yang benar. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan tingkat pengetahuan breast care pada ibu post partum terhadap kejadian mastitis. Metode Penelitian : Deskriptif Korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang dirawat di Ruang Maternity Rumah Sakit Anna Pekayon dan RSIA Permata Bunda Ketapang pada bulan November – Desember 2025, sebanyak 80 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.. Hasil Penelitian : Mayoritas Ibu pospartum di RS Anna Pekayon berpengetahuan cukup 45%, dan tidak mengalami kejadian mastitis (57,5%), sedangkan di RSIA Permata Bunda Ketapang mayoritas ibu pospartum berpengetahuan cukup (50%), dan kejadian mastitis (70%). Adanya hubungan tingkat pengetahuan breast care pada ibu post partum terhadap kejadian mastitis, dengan nilai p value < 0,005. Kesimpulan dan Saran : Ada hubungan tingkat pengetahuan breast care pada ibu post partum terhadap kejadian mastitis. Diharapkan tenaga kesehatan memberikan informasi yang lebih mendalam tentang Breast Care, termasuk teknik menyusui yang benar dan tanda-tanda dini mastitis.
Pengaruh Teknik Relaksasi Genggam Jari Pada Rheumatoid Arthritis Terhadap Penurunan Skala Nyeri di Rw 013 Kelurahan Jatikramat Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi Tahun 2025 Abdul Khamid; Aini, Yuanita Nur
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55818

Abstract

Pendahuluan:World Health Organization (WHO)tahun 2023 memperkirakan rheumatoid arthritis mencapai 0,3 – 1% dari populasi dewasa. Rheumatoid arthritis merupakan penyakit autoimun kronis yang menimbulkan nyeri sendi. Salah satu terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri adalah teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan skala nyeri pada rheumatoid arthritis di RW 013 Kelurahan Jatikramat Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi Tahun 2025.Tujuan Untuk mengetahui pengaruh teknik relaksasi genggam jari pada rheumatoid arthritis terhadap penurunan skala nyeri. Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan metode kuantitatif dengan desain one group pre test – post test dengan jumlah sampel 64 responden. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga yang tinggal di RW 013 Kelurahan Jatikramat Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi yang mengalami rheumatoid arthritis.Hasil berdasarkan hasil penelitian responden yang mengalami penurunan skala nyeri setelah diberikan teknik relaksasi genggam jari. Hasil uji statistik menunjukkan p = 0,000 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh signifikan teknik relaksasi genggam jari terhadap penurunan skala nyeri pada rheumatoid arthritis. Kesimpulan penelitian untuk teknik relaksasi genggam jari berpengaruh terhadap penurunan skala nyeri pada rheumatoid arthritis di RW 013 Kelurahan Jatikramat sehingga meningkatkan kesembuhan pasien dalam mengurangi nyeri.