cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Promosi Kesehatan dalam Meningkatkan Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Siswa di SD Muhammadiyah 24 Jakarta Muh Agung S; Ella Nurlaella Hadi; Rohman Daka; Mufti As Siddiq M. Irzal; Erwin Gunawan
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.38591

Abstract

Anak-anak merupakan kelompok yang rentan terhadap masalah kesehatan gigi seperti gigi berlubang dan bau mulut, yang dapat mengganggu fungsi gigi dan aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak promosi kesehatan menggunakan poster terhadap pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak di SD Muhammadiyah 24 Jakarta pada tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental satu kelompok pre-post-test dengan 42 anak berusia 10-11 tahun dari kelas 5A dan 5B. Metode ceramah dengan poster digunakan sebagai intervensi. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test dan dianalisis menggunakan uji-t dependen. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 60 sebelum intervensi menjadi 79,05 setelah intervensi. Peningkatan yang signifikan secara statistik diamati (p-value = 0,005), yang menunjukkan efektivitas intervensi. Kesimpulan: Penggunaan ceramah dan poster secara signifikan meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang kesehatan gigi dan mulut. Strategi ini dianggap efektif untuk mempromosikan pengetahuan kesehatan gigi yang lebih baik di kalangan anak-anak Kata Kunci: Anak-anak, ceramah, kesehatan gigi dan mulut, pengetahuan.
Hubungan Electronic Health Literacy dengan Penerapan Gaya Hidup Sehat pada Mahasiswa S1 Keperawatan Universitas Andalas Roza Armayuni; Esthika Ariany Maisa; Susmiati Susmiati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.38732

Abstract

College students are vulnerable to unhealthy lifestyles such as lack of medical check-up and low levels of physical activity. Electronic health literacy is one of the factors that contributes to a person's healthy lifestyle. This study aims to determine the correlation between electronic health literacy and nursing students healthy lifestyles at Andalas University. This research is a quantitative study with a correlational design and cross sectional approach. It was conducted from September 2023 - July 2024 with 250 respondents taken using the proportional stratified random sampling technique. Data collection using the Electronic Health Literacy Scale (E-HEALS) and Health Promotion Lifestyle Profile II questionnaires (HPLP II). The median of electronic health literacy was 32,00 categoried as high electronic health literacy and healthy lifestyles was 126,00 categoried as moderate. After conducting Spearman statistical test, it found that there was a positive significant with a moderate relationship between electronic health literacy and the application of healthy lifestyle in respondents (p = 0,000, r = 0,453, r2 = 0,227). It is expected that nursing students can improve their electronic health literacy and healthy lifestyle behaviour by improving their basic knowledge and skills of both.
Koeksistensi Psoriasis Pustular Generalisata Dan Sistemik Lupus Eritematosus: Kasus yang Langka Della Amanda; Muhammad Iqbal Fauzi; Teguh Priyanto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.39412

Abstract

Introduction: Psoriasis and systemic lupus erythematosus (SLE) shares immunological and genetic risk factors. The coexistence of both conditions is extremely rare, with a prevalence of about 0.69%. The following case report outlines a rare case of generalized pustular psoriasis (GPP) coexisting with SLE and highlights the challenges in managing the patient. Case Report: A woman presented with complaints of pus-filled bumps all over her body. Her previous treatment history included methotrexate and cyclosporine for 2 years, and there were increased transaminase enzyme levels. Physical examination revealed pustules, patches, and erythematous plaques that are multiple and well-defined, and a positive lake of pus sign with a generalized distribution. The BSA score was 87% and the SLEDAI score was 10. The therapy administered was a 300 mg injection of secukinumab. Discussion: The coexistence of GPP and SLE is rare. The upregulation of Th1 and Th17 immune pathways can sustain chronic inflammation in both psoriasis and SLE. Managing such cases poses a challenge to clinicians. Methylprednisolone therapy for SLE may trigger psoriasis relapses, whereas phototherapy as an adjuvant therapy for psoriasis may lead to SLE flare-ups. The elevated transaminase enzyme levels in this patient also posed a challenge in appropriate therapy selection. Studies have shown an increase in IL-17 expression in patients with SLE and psoriasis. Administering biological agents that inhibit IL-17 may be considered as a therapy option for patients with psoriasis and SLE. Conclusion: The coexistence of GPP and SLE is a rare case and poses unique challenges in its management. Secukinumab may be considered as a therapeutic option for patients with GPP and SLE.
Gambaran Kadar Kreatinin Pada Penderita Tuberkulosis (TBC) Oktafirani Al Sas; Hery Prambudi; Grestiya Nur Ega Ziza
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.39609

Abstract

Tuberkulosis menjadi masalah kesehatan yang dapat menyebabkan kematian jutaan orang setiap tahunnya. Pencegahan tuberkulosis di Indonesia dilakukan dengan cara mengkonsumsi obat secara rutin selama 6 bulan tanpa terputus. Efek negatif konsumsi obat anti tuberkulosis (OAT) akan mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang ditandai dengan meningkatnya kadar kreatinin. Meningkatnya kadar kreatinin dalam darah merupakan pertanda adanya kerusakan pada fungsi ginjal. Kreatinin dapat digunakan untuk membantu dalam menilai efek nefrotoksik dari obat anti tuberkulosis dan memastikan fungsi ginjal tetap terjaga selama pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase kadar kreatinin di bawah normal normal, dan di atas normal pada penderita tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun. Metode penelitian ini menggunakan survei deskriptif, dan analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan metode pemeriksaan kadar kreatinin menggunakan metode enzimatik. Hasil penelitian didapatkan kadar kreatinin di bawah normal sebanyak 0 sampel atau 0%, kadar kreatinin normal sebanyak 20 sampel atau 66,7%, dan kadar kreatinin di atas normal sebanyak 10 sampel atau 33,3%. Kesimpulan, kadar kreatinin didapatkan rata-rata sebanyak 0,93 mg/dL, dengan persentase kadar kreatinin dibawah normal sebanyak 0%, persentase normal 66,7%, dan persentase di atas normal sebanyak 33,3%.
Determinan Penurunan Fungsi Kognitif Pada Lansia di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh Amelia Fadlina; Radhiah Zakaria; Irwan Saputra; Asnawi Abdullah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.39848

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia menimbulkan berbagai masalah sosial, ekonomi, dan kesehatan. Masalah kesehatan yang sering terjadi pada usia lanjut ialah Penurunan Fungsi Kognitif. Puskesmas Baiturrahman sebagai salah satu puskesmas yang memiliki jumlah lansia tertinggi dan memiliki sasaran program lansia yang dilaksanakan secara rutin, sehingga penelitian ini bertujuan menilai tentang faktor apa saja yang mempengaruhi Penurunan Fungsi Kognitif pada lansia di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif bersifat analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh lansia 60-70 tahun di Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh Tahun 2022 berjumlah 1531 lansia. Sampel diambil melalui teknik purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi dan eksklusi dan didapatkan sebanyak 319 sampel. Analisis data menggunakan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh signifikan antara aktivitas fisik, merokok, hipertensi, depresi, pendidikan dan pekerjaan terhadap penurunan fungsi kognitif. Pekerjaan merupakan variabel yang paling dominan memengaruhi penurunan fungsi kognitif. Orangtua yang tidak bekerja akan berisiko hampir 10,2 kali mengalami penurunan fungsi kognitif dibandingkan dengan yang bekerja (OR=10,2 95%CI=2,4-42,4 P=0,001). Peneliti menyarankan agar adanya pendekatan melalui peningkatan beraktivitas fisik, menghindari merokok dan penyakit hipertensi, serta tetap melakukan pekerjaan atau kesibukan agar terhindar dari adanya penurunan fungsi kognitif di usia tua.
Analysis Of Factors Relating To The Utilization Of Posbindu For The Elderly In The Working Area Of Baiturrahman Health Center, Banda Aceh City Nila Kusma; Meutia Zahara; Ira Puspita Sari; Asnawi Abdullah; Irwan Saputra
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.39868

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia berdampak pada laju pertumbuhan penduduk. Lansia lebih berisiko mengalami penyakit degeneratif. Posbindu merupakan salah satu tempat alternatif terdekat yang dapat digunakan lansia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun pemanfaatan layanan posbindu di wilayah kerja Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh masih rendah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan posbindu pada lansia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari lansia berusia >60 tahun yang berjumlah 208 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, dan hasil pemeriksaan posbindu lansia dicatat. Analisis data menggunakan uji regresi logistik berganda dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan posbindu pada lansia di wilayah Puskesmas Baiturrahman adalah pengetahuan, status kesehatan, PTM dan alasan memiliki waktu luang. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan penggunaan posbindu pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Baiturrahman adalah alasan memiliki waktu luang (OR=10.22; 95%CI=1.21 – 86.07; p-value = 0.032). Diharapkan kepada para lansia untuk mengikuti kegiatan posbindu bagi lansia dan menambah pengetahuannya tentang pentingnya posbindu dengan mengikuti penyuluhan dan saran dari kader dalam mengikuti kegiatan posbindu. Selain itu diharapkan keluarga juga meluangkan waktunya untuk mendampingi lansia selama kegiatan posbindu dan mendukungnya dalam menghadiri kunjungan posbindu lansia.
Literature Riview Efektifitas Program Konseling Ibu Hamil dan Keluarga Terhadap Tindakan Pencegahan Resiko Tinggi Pada Kehamilan Tuti Haryani; Erika Erika; Reni Zulfitri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.39883

Abstract

Program pembangunan kesehatan di Indonesia masih di prioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan khususnya pada kelompok rentan yang salah satunya adalah kelompok ibu. Ibu adalah sosok yang melahirkan dan mengantarkan generasi penerus bangsa menjadi manusia yang berguna bagi negara. Pengelolaan kehamilan yang baik pada ibu sejak masa pertama kehamilan dapat mencegah terjadinya Angka Kematian Ibu (AKI). Salah satu cara yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu hamil adalah dilakukannya komunikasi efektif melalui promosi kesehatan dengan cara konseling. Konseling dapat mempengaruhi perubahan sikap dan perilaku ibu hamil dalam keteraturan kunjungan ANC dan mengenali tanda-tanda bahaya pada kehamilan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui pengaruh program konseling ibu hamil dalam keluarga terhadap kunjungan antenatal care dan perilaku pencegahan resiko tinggi dalam kehamilan. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature. Artikel yang diambil dari tahun 2018 sampai tahun 2023 untuk mengetahui pengaruh program konseling terhadap kunjungan ANC dan perilaku pencegahan resiko tinggi dalam kehamilan. Kata kunci dalam mencari jurnal “ Konseling, Ibu Hamil, antenatal care, Perilaku,Resiko Tinggi Kehamilan” dengan kata kunci bantu “ AND dan OR”. Kriteria yang menjadi literature adalah full text, Bahasa Indonesia, terdapat kata kunci tersebut. Ditemukan 12 artikel yang sesuai dengan kriteria. Berdasarkan artikel yang ditemukan, konseling dapat meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku ibu dalam mengetahui secara dini tanda bahaya dalam kehamilan guna menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI). Kesimpulan program konseling dapat meningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku ibu hamil dalam mencegah terjadinya resiko tinggi pada kehamilan.
Literatur Riview : Efektivitas Program Mentorship Terhadap Peningkatan Pengetahuan, Keterampilan dan Kompetensi Perawat Nur Ainun; Erika Erika; Sri Wahyuni
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.39932

Abstract

Asuhan keperawatan merupakan bagian dari pelayanan kesehatan dituntut untuk terus menerus meningkatkan mutu dalam pemberian asuhan keperawatan yang professional. Sehingga perawat diharapkan dapat terus meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensinya dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas yang sesuai dengan harapan pasien dan keluarga. Program mentorship menjadi salah satu metode yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi perawat. Mentorship merupakan proses transfer ilmu, keterampilan dan sikap dari seorang mentor kepada mentee. Diharapkan setelah dilakukan program mentorship perawat yang sebelumnya tidak tahu menjadi tahu, yang tidak mau menjadi mau dan yang tidak mampu menjadi mampu. Tujuan penelitian: untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan program mentorship terhadap pengetahuan, keterampilan dan kompetensi perawat. Metode : Penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Artikel yang diambil dari tahun 2019 sampai tahun 2024 untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan program mentorship terhadap pengetahuan, keterampilan dan kompetensi perawat. Ketika mencari jurnal digunakan kata kunci “mentorship, mentoring, perawat, pengetahuan, keterampilan dan kompetensi”. Selain itu digunakan juga kata kunci bantu (AND, OR,) agar pencarian yang dilakukan menghasilkan artikel yang lebih spesifik. Kriteria yang menjadi pemilihan artikel adalah artikel yang fulltext yang menyertakan kata kunci yang telah ditentukan sebelumnya. Hasil : Jumlah artikel yang sesuai kriteria sebanyak 6 artikel berasal dari Google Scholar, 2 artikel dari Portal Garuda Jurnal Indonesia, 2 artikel dari Pubmed dan 2 artikel dari Science Direct. Berdasarkan literatur yang telah dianalisa program mentorship salah satu metode yang dapat dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi perawat. Kesimpulan : Pelaksanaan program mentorship dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi perawat.
The Influence of Early Marriage History on Stunting Risk: A Systematic Literature Review Ade Fadly H Masse; Ella Nurlaella Hadi; Mufti As Siddiq M. Irzal; Rezki Nurfatmi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40001

Abstract

Stunting, a chronic growth condition characterized by a height-for-age Z-score below -2 SD of the WHO median, poses significant health, developmental and cognitive challenges. This systematic literature review investigates the relationship between early marriage and the prevalence of stunting, emphasizing its impact on intergenerational malnutrition. Using databases such as ProQuest, Scopus, PubMed and Google Scholar, the study screened 6,679 articles and narrowed them down to 11 high-quality studies based on PRISMA guidelines. Findings showed that children born to teenage mothers face a higher risk of stunting due to lack of nutrition knowledge, limited access to health services and socioeconomic constraints. Early marriage is significantly correlated with high-risk fertility behaviors, including short birth spacing and high parity, which exacerbate stunting rates. In addition, cultural norms that encourage early marriage further exacerbate these challenges. The study highlights the need for multidimensional interventions that focus on delaying marriage and childbirth, improving maternal education, increasing access to healthcare, and empowering women through community- based programs. These strategies aim to break the intergenerational cycle of malnutrition, thereby advancing sustainable development goals and improving children's well-being in the long term.
Aspek Sosial Budaya Terhadap Partisipasi Pria Dalam Penggunaan Kondom Pada Program Keluarga Berencana: Sebuah Tinjauan Sistematik Literatur Yuniko Ibnu Latif; Rita Damayanti; Soraya Permata Sujana; Miftahun Najah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40032

Abstract

Penggunaan kondom sebagai metode kontrasepsi pria masih menghadapi berbagai kendala yang dipengaruhi oleh norma sosial dan budaya di banyak negara. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur yang membahas aspek sosial budaya yang memengaruhi keputusan pria dalam menggunakan kondom dalam program keluarga berencana. Artikel diperoleh melalui basis data PubMed, Scopus, dan ProQuest dengan mengikuti panduan PRISMA untuk seleksi artikel. Sebanyak 14 artikel yang mencakup wilayah Asia, Afrika, dan komunitas pengungsi dianalisis dalam penelitian ini. Hasil tinjauan menunjukkan adanya pengaruh norma sosial dan agama terhadap penggunaan kondom, preferensi budaya terhadap metode kontrasepsi, pengaruh migrasi terhadap perubahan sikap terhadap kondom, serta dominasi pria dalam pengambilan keputusan keluarga berencana. Kendala ini diperburuk oleh kurangnya akses terhadap edukasi dan informasi kesehatan. Sebagai solusi, strategi seperti edukasi berbasis komunitas, kampanye yang melibatkan pria secara aktif, dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan sangat direkomendasikan. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk pengembangan kebijakan dan program yang lebih efektif dalam mendorong partisipasi pria dalam penggunaan kontrasepsi, mendukung upaya pencapaian tujuan kesehatan global. Kata Kunci: Kondom, Norma Sosial, Budaya, Kontrasepsi Pria, Keluarga Berencana

Page 92 of 242 | Total Record : 2415