cover
Contact Name
Zurrahmi
Contact Email
zurrahmi10@gmail.com
Phone
+6285265992150
Journal Mail Official
zurrahmi10@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Ners
ISSN : -     EISSN : 25802194     DOI : 10.31004
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer yang dapat menunjang tindakan keperawatan Jurnal Ners dikelola dan diterbitkan oleh Program Studi Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jurnal Ners adalah pengembangan dari Jurnal Program Studi Keperawatan STIKes Tuanku Tambusai yang mulai melakukan publikasi cetak tahun 2012 seiring dengan perubahan bentuk Institusi menjadi Universitas Pahlawan
Articles 2,415 Documents
Effectiveness of Dance Pregnancy Modification on Improving Depression Levels in High-Risk Pregnant Women Wiwit Vitania; Eftyaningrum Dwi Wahyu Astutik
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40156

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of Pregnancy Dance modification on improving depression levels and serotonin hormone levels in high-risk pregnant women. The research design used was Quasi Experiment with the Nonequivalent Control Group Design approach. The number of samples in this study was 24 participants, which were divided into two groups: 12 samples of the intervention group and 12 samples of the control group. Based on the Wilcoxon test, the asymp. Sig <0.05 value indicates a significant difference between the pretest and posttest scores, which indicates a positive effect of Pregnancy Dance in reducing depression levels in high-risk pregnant women. After the intervention, there was a greater decrease in depression scores in the Pregnancy Dance group compared to the control group. The control group, which received pregnancy exercise intervention, also experienced a decrease in depression scores with an average decrease of 7.25. However, the analysis showed that the asymp. Sig value 0.000 <0.05, with a greater average decrease in scores in the intervention group than in the control group. In conclusion, although both activities are effective in reducing depression levels, Pregnancy Dance proved to be superior, especially in addressing anxiety and emotional stress, thanks to its more prominent elements of relaxation, body expression and social support.
Evaluation of The Suitability of High-Alert Medication Storage in the Pharmaceutical Warehouse of the Indonesian Red Cross (PMI) Bogor Hospital Nyayu Siti Aminah Lily Elfrida; Alya Ramadhani Baladraf; Nisa Najwa Rokhmah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40356

Abstract

The storage of high-alert medications requires evaluation to prevent medication errors and inappropriate drug use and to facilitate the monitoring as well as control of these medications. Hospitals need to develop policies for managing high-alert medications. Therefore, the storage system must be established and aligned with actual conditions to ensure accurate drug delivery. This study aimed to describe the storage of high-alert medications in the pharmacy warehouse of PMI Bogor Hospital in 2023, determine the level of compliance with the storage of high-alert medications, assess the impact of storage practices on drug damage, and describe the knowledge and behavior of warehouse staff regarding high-alert medication storage. The results showed that the average compliance rates were as follows: 71% for Look-Alike Sound-Alike (LASA) medications (good), 73% for high-concentration electrolytes (good), 88% for narcotics (very good), 76% for psychotropics (good), and 75% for precursors (good). The staff's knowledge was rated as very good, with an average score of 9.17, while their behavior was rated as good, with a score of 9.5.
Hubungan Penerimaan Diri Individu dan Lama Sakit dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) Zahra Putri Isnaini; Sri Rahayu
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40390

Abstract

Sistemik Lupus Eritematosus (SLE) merupakan penyakit yang dapat terjadi karena menurunnya sistem imun tubuh dan menyerang kembali ke seluruh sistem organ tubuh manusia. Penyakit ini juga disebut dengan penyakit seribu wajah. Pada odapus yang terdiagnosis SLE tidak akan mudah menerima dirinya dengan penyakit kronis, serta mewujudkan kualitas hidup yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri individu dan lama sakit dengan kualitas hidup pada penderita SLE. Jenis penelitiannya menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional Study. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 98 partisipan dari pasien SLE di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD dr. Moewardi Surakarta. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner demografi, kuesioner penerimaan diri, dan kuesioner SLE QoL. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara penerimaan diri individu dengan kualitas hidup mempunyai nilai p-value 0,000 dan lama sakit dengan kualitas hidup mempunyai nilai p-value 0,001. Berdasarkan penelitian ini didapatkan kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara penerimaan diri individu dan lama sakit dengan kualitas hidup pada penderita sistemik lupus eritematosus (SLE).
Citra Tubuh dengan Regulasi Makan pada Remaja di SMA Muhammadiyah Manado Cut Mutiya Bunsal; Rakhmawati Agustina; Endang Puji Ati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40539

Abstract

Remaja mulai memperhatikan penampilan fisik mereka dibandingkan aspek lain di dalam dirinya. Citra tubuh berkaitan erat dengan perilaku makan namun regulasi makan menjadi faktor yang menghindarkan remaja dari perilaku makan yang buruk. Pengukuran regulasi makan diperlukan untuk mengetahui kesadaran makan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan citra tubuh dengan regulasi makan. Penelitian dilakukan di SMA Muhammadiyah Manado menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel total sampling yang berjumlah 54 siswa. Alat ukur yang digunakan menggunakan kuesioner Body Image Scale for Youth (BISY) untuk mengukur body image, dan kuesioner Self-Regulation of Eating Behaviour Questionnaire (SREBQ) untuk mengukur regulasi makan. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang memiliki citra tubuh negatif sebesar 51,8% dan positif 48,2%; sedangkan regulasi makan yang rendah sebesar 37,1% dan tinggi 62,9 %. Uji chi square menunjukkan terdapat hubungan citra tubuh dengan regulasi makan dengan p value 0,014 (<0,05). Citra tubuh baik negatif maupun positif dapat mempengaruhi regulasi makan siswa. Pihak sekolah perlu memberikan edukasi kepada siswa tentang kesehatan mental dan pengaturan pola makan untuk menghindari gangguan makan dapat mempengaruhi performa belajar di sekolah
Hubungan Lama Kerja dengan Stress Kerja Pada Pekerja Bagian Weaving 2 PT X di Sukoharjo Rizky Nandhika Wulan Sari; Sri Darnoto
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40921

Abstract

Pekerja perlu mendapat banyak perhatian dan perlindungan pribadi karena mereka adalah sumber daya yang digunakan dalam proses produksi. Pekerja yang bekerja langsung diproduksi memiliki tekanan yang cukup tinggi dari lingkungan sekitar. Dampak negative tekanan lingkungan kerja berakibat pada gangguan pada tubuh manusia. Gangguan ini dapat berdampak pada penurunan produksi dan gangguan lainnya. Setiap tempat kerja memiliki berbagai kemungkinan risiko yang dapat membahayakan kesehatan pekerja atau menyebabkan penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan seperti stress kerja. Penelitian ini menggunakan metodologi cross-sectional dan desain penelitian kuantitatif. Dengan jumlah sampel sebanyak 161 responden, pengambilan sampel dilakukan dengan cara mengumpulkan data sekaligus mengamati atau mengumpulkan data. Pekerja Weawing 2 PT X di Sukoharjo diberikan kuesioner yang harus diisi guna memperoleh data tersebut. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan masa kerja, berdasarkan temuan uji Chi-Square yang menunjukkan nilai P sebesar 0,309>0,05. Temuan penelitian menunjukkan bahwa stres kerja dan durasi kerja tidak berkorelasi signifikan. Workers need a lot of personal attention and protection as they are the resources used in the production process. Workers who work directly in production have high pressure from the surrounding environment. The negative impact of work environment pressure results in disturbances to the human body. These disorders can result in decreased production and other disorders. Every workplace has various possible risks that can endanger workers' health or cause work-related diseases such as occupational stress. This study used cross-sectional methodology and quantitative research design. With a sample size of 161 respondents, sampling was done by collecting data while observing or collecting data. Weawing 2 PT X workers in Sukoharjo were given a questionnaire that had to be filled in to obtain the data. There is no significant relationship between job stress and tenure, based on the findings of the Chi-Square test which shows a P value of 0.309>0.05. The research findings indicate that job stress and duration of employment are not significantly correlated.
Metode Social Story dan Positive Reinforcement untuk Mengurangi Perilaku Tantrum pada Anak dengan Autisme Frida Rufina Apriresti; Tiara Diah Sosialita
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.40979

Abstract

Tantrum behavior is one of the observable impacts in children with autism spectrum disorders. Previous studies have shown various benefits of implementing the social story method in children with autism spectrum disorders. The purpose of this study was to determine the benefits of the social story method when combined with positive reinforcement to reduce tantrum behavior in children with autism spectrum disorders. This study was a single case study with an A-B-A-B research design. The subject in this study was one kindergarten student and had been diagnosed with autism spectrum disorder from the results of the CARS Test or Childhood Autism Rating Scale. The results of this study indicate that the social story method combined with positive reinforcement is effective in reducing the frequency of tantrum behavior in the subject.
Analisis Dukungan Sosial Terhadap Lansia dengan Dementia di Negara Maju dan Negara Berkembang : Systematic Literature Review Juki Irma Lumbantoruan; Rita Damayanti; Muh Agung S; Soraya Permata Sujana
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41023

Abstract

Demensia menjadi salah satu penyebab utama kecacatan dan ketergantungan pada lansia di seluruh dunia, termasuk di negara maju dan berkembang. Dukungan sosial yang melibatkan keluarga, teman sebaya, dan komunitas, memegang peran penting dalam memengaruhi kualitas hidup lansia dengan demensia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dukungan sosial terhadap lansia dengan demensia di negara maju dan berkembang. Studi ini menggunakan metode systematic literature review dengan melakukan pencarian literatur di database ProQuest, Scopus, PubMed, dan Google Scholar. 10 artikel direview termasuk studi dari Eropa, Jepang, Australia, dan Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa dukungan sosial yang kuat dapat membantu meningkatkan kesejahteraan lansia dan mengurangi stigma. Di negara maju, pendekatan holistik yang mencakup aspek bio-psiko-sosial sudah lebih baik, sementara di negara berkembang peran keluarga sebagai pengasuh utama menjadi kunci, meskipun menghadapi keterbatasan layanan kesehatan formal. Penelitian ini juga mengungkap pentingnya program edukasi, pengembangan komunitas yang inklusif, dan pengurangan stigma dalam mendukung lansia dengan demensia di berbagai konteks budaya. Dukungan sosial dalam komunitas dan keluarga, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia, sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia dengan demensia dan mengatasi tantangan yang ada.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN KEBERADAAN BAKTERI ESCHERICHIA COLI PADA MINUMAN ES TEH DI DESA GONILAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Isnaini Septiyana; Windi Wulandari
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41054

Abstract

Every day humans need water to survive. Water is the main ingredient in making tea, juice and other bevereges. Therefore to prevent health problems, drinking water must meet all health standards, including chemical, physical, radioactive and microbiological. Microbial contamination can occur due to management that does not comply with hygiene standards, environmental conditions, cleanliness of equipment, management behavior, processing space, and quality of raw materials. One indicator of drinking water quality and safety is the presence of fecal coliform bacteria including Escherichia coli. The purpose of this study was to describe the knowledge and identify the presence of Escherichia coli bacteria in iced tea in Gonilan village UMS. The research design is descriptive to describe the knowledge of trade related to sanitary hygiene and determine the prevalence of Escherichia coli bacteria in iced tea. The sample of this study were 20 iced tea traders and 20 cup packaged iced tea. Accidental sampling was the method used for sampling. Analisis of the result using univariate test and comparing the result of Escherichia coli test with PERMENKES No. 2 of 2023. The results showed that of the 20 samples tested, 2 iced teas (10%) were positive for Escherichia coli. The knowledge of traders about sanitary hygiene is good as seen from 20 samples of ice tea tested only 2 iced teas (10%) were positive for Escherichia coli.
Penerapan Intervensi Swedish Massage Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Dengan Gangguan Tidur Prahasti Anggun Kusuma Wardani; Beti Kristinawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41071

Abstract

Tingginya angka kejadian penyakit diabetes melitus merupakan faktor risiko terjadinya gangguan kualitas tidur. Gangguan tidur menyebabkan peningkatan frekuensi terbangun, kesulitan untuk kembali tidur, dan ketidakpuasan terhadap tidur yang akhirnya berujung pada penurunan kualitas tidur secara keseluruhan. Setiap orang memerlukan tidur yang cukup, sebaiknya minimal 8 jam tiap malam. Dengan melakukan teknik relaksasi, otomatis ketegangan dapat berkurang, sehingga memudahkan seseorang untuk tertidur. Salah satu strategi non farmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah terapi swedish massage. Swedish massage dapat meningkatkan sirkulasi darah dengan membantu relaksasi otot dan mengurangi ketegangan, yang mendukung tidur yang lebih nyenyak. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas swedish massage pada pasien diabetes melitus dengan gangguan tidur. Metode  yang digunakan adalah studi kasus dengan metode wawancara dan pemberian intervensi. Sedangkan instrument yang digunakan adalah kuesioner   Pittsburgh   Sleep   Quality   Index   (PSQI). Hasil studi kasus yang didapati setelah dilakukan intervensi swedish massage selama 3 hari, pasien mengalami peningkatan kualitas tidur. Sehingga swedish massage efektif dalam meningkatkan kualitas tidur pada pasien diabetes melitus dengan gangguan tidur.
Penerapan Intervensi Teknik Relaksasi Genggam Jari Pada Pasien CA Mammae Dengan Masalah Nyeri Akut Sinta Pitasari; Beti Kristinawati
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.41072

Abstract

Carcinoma mammae, atau kanker payudara didefinisikan sebagai tumor ganas yang tumbuh dalam jaringan payudara, termasuk kelenjar susu dan saluran kelenjar. Carcinoma mammae adalah kondisi di mana sel-sel payudara kehilangan kontrol terhadap mekanisme normalnya, yang mengakibatkan pertumbuhan yang tidak normal, cepat, dan tidak terkendali. Pasien kanker, terutama pada stadium lanjut, sering mengalami nyeri yang berdampak pada kesehatan fisik dan emosional mereka, dengan lebih dari 70% pasien mengalaminya. Nyeri ini dapat bersifat akut atau kronis dan disebabkan oleh faktor fisik dan non-fisik. Manajemen nyeri terdiri dari dua strategi: farmakologis dan non-farmakologis. Teknik non-farmakologis untuk mengatasi nyeri termasuk kompres hangat dan dingin, pijat, distraksi, serta relaksasi. Di antara teknik tersebut, relaksasi nafas dalam dan genggaman jari merupakan metode yang efektif untuk mengurangi nyeri tanpa efek samping. Tujuan studi kasus ini yaitu untuk mengetahui bagaimana Hasil Penerapan Intervensi Teknik relaksasi genggam jari terhadap nyeri pada pasien ca mammae. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada pasien Ca Mammae yang mengalami masalah nyeri dan diberikan dengan intervensi relaksasi genggam jari. Hasil dari studi kasus ini setelah diberikan intervensi relaksasi genggam jari yang dilakukan selama 3 hari yaitu secara signifikan terbukti untuk mengurangi nyeri pada pasien Ca mammae.

Page 93 of 242 | Total Record : 2415