cover
Contact Name
Muhammad Najmuddin
Contact Email
almishbah@iainpalu.ac.id
Phone
+6285299320048
Journal Mail Official
almishbah@iainpalu.ac.id
Editorial Address
Gedung Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu Jalan Diponegoro No.23, Lere, Palu, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi
ISSN : 19785313     EISSN : 24422207     DOI : 10.24239
Al Mishbah Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi is an academic peer-reviewed journal that publishes the latest issues in the field of dawah and communication, including areas of dawah discourse, such as Islamic counseling and the development of Islamic societies. Since 2012, the journal has been published regularly twice in one year June and December. The primary audience of Al Mishbah Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi is academics, students, practitioners, and those who have an interest in the field of dawah and communication.
Articles 196 Documents
PERAN KOMUNIKASI TERHADAP KESEHATAN MENTAL SPIRITUAL GENERASI Z DI ERA MODERN Aspar, Aspar; Said, Nurhidayat Muhammad
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol0.Iss0.424

Abstract

This research aims to examine the role of communication on the spiritual mental health of generation Z in the modern era, focusing on the impact of social media on mental health, the utilisation of digital da'wah for spiritual awareness, and the application of Sufism in managing the influence of technology. This type of research is qualitative with a library research method to collect data from various library sources, such as books, journals, and scientific works related to the object of research. Good interpersonal communication provides important emotional support for Generation Z, supporting their mental well-being. While social media has its benefits, its negative impacts, such as information pollution and social pressure, need to be considered. Utilising digital platforms for da'wah and spiritual content can strengthen Generation Z's spiritual awareness. Approaches such as Sufism help them develop a healthy digital ethic, avoid technology dependency, and maintain a spiritual connection with God, although challenges such as misinformation and unrealistic expectations need to be managed wisely Abstrak Penelitian ini bertujuan mengkaji peran komunikasi terhadap kesehatan mental spiritual generasi Z di era modern, dengan fokus pada dampak media sosial terhadap kesehatan mental, pemanfaatan dakwah digital untuk kesadaran spiritual, serta penerapan tasawuf dalam mengelola pengaruh teknologi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan untuk mengumpulkan data dari berbagai sumber pustaka, seperti buku, jurnal, dan karya ilmiah terkait objek penelitian. Komunikasi interpersonal yang baik memberikan dukungan emosional penting bagi Generasi Z, mendukung kesejahteraan mental mereka. Meskipun media sosial memiliki manfaat, dampak negatifnya, seperti polusi informasi dan tekanan sosial, perlu diperhatikan. Pemanfaatan platform digital untuk dakwah dan konten spiritual dapat memperkuat kesadaran spiritual generasi Z. Pendekatan seperti tasawuf membantu mereka mengembangkan etika digital sehat, menghindari ketergantungan teknologi, dan menjaga hubungan spiritual dengan Tuhan, meski tantangan seperti informasi salah dan ekspektasi tak realistis perlu dikelola dengan bijak.
STRATEGI DAKWAH ONLINE: MEMANFAATKAN YOUTUBE DAN PODCAST UNTUK PENYEBARAN ISLAM zulfahmi, zulfahmi
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol0.Iss0.403

Abstract

Adapting da'wah strategies to technological developments is essential to ensure Islamic messages remain relevant and accessible to an increasingly digitally connected audience. By utilizing technology such as social media, YouTube and podcasts, da'wah can reach a wider audience, including the younger generation who are more familiar with digital platforms. Technology also makes it possible to deliver more interactive and interesting da'wah through video, audio and other multimedia content. In addition, technological adaptation allows the spread of da'wah more quickly and efficiently, overcoming geographical and time limitations. With digital analytics, preachers can measure the impact and effectiveness of the content delivered, as well as adjust their strategies based on audience feedback. Abstrak Penyesuaian strategi dakwah terhadap perkembangan teknologi sangat penting untuk memastikan pesan-pesan Islam tetap relevan dan dapat dijangkau oleh audiens yang semakin terhubung secara digital. Dengan memanfaatkan teknologi seperti media sosial, YouTube, dan podcast, dakwah dapat menjangkau khalayak yang lebih luas, termasuk generasi muda yang lebih akrab dengan platform digital. Teknologi juga memungkinkan penyampaian dakwah yang lebih interaktif dan menarik melalui video, audio, dan konten multimedia lainnya. Selain itu, adaptasi teknologi memungkinkan penyebaran dakwah yang lebih cepat dan efisien, mengatasi keterbatasan geografis dan waktu. Dengan analitik digital, pendakwah dapat mengukur dampak dan efektivitas dari konten yang disampaikan, serta menyesuaikan strategi mereka berdasarkan umpan balik audiens.
MEDIA DIGITAL SEBAGAI BASIS PENINGKATAN KEAGAMAAN BAGI GENERASI MILLENIAL tunnajah, roudho; Simamora, Irma Yusriani; Zahra, Ilya; Sari, Rini Mayang; Hadisa, Asmaul; Pratama, Diki
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol0.Iss0.450

Abstract

This study explores the contribution of digital media in strengthening spiritual values ​​among the millennial generation who actively use digital platforms. The method used is a qualitative literature review of various references regarding the function of social media in understanding Islam. The main results show that digital media is effective in spreading spiritual values ​​due to easy access, efficient costs and time, and the ability to reach the right audience. Millennials can quickly find spiritual materials that suit their needs. Digital media also increases religious understanding and awareness through lectures, discussions, and online communities. However, there are risks associated with the spread of inaccurate spiritual information and consumption of instant content that can reduce the depth of spiritual thinking. Therefore, the use of digital media needs to be combined with good digital literacy in order to have a positive impact on the development of the religiosity of the millennial generation. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran media digital dalam memperkuat nilai-nilai spiritual di kalangan generasi milenial yang aktif menggunakan platform digital. Metode yang dipakai adalah tinjauan literatur kualitatif dari berbagai referensi mengenai fungsi media sosial dalam memahami Islam. Hasil utama menunjukkan bahwa media digital memiliki efektivitas dalam menyebarkan nilai spiritual berkat kemudahan akses, biaya dan waktu yang efisien, serta kemampuan untuk mencapai audiens yang tepat. Generasi milenial bisa dengan cepat menemukan materi spiritual yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Media digital juga meningkatkan pemahaman dan kesadaran beragama melalui ceramah, diskusi, serta komunitas daring. Namun, ada risiko terkait dengan penyebaran informasi spiritual yang tidak akurat dan konsumsi konten instan yang bisa mengurangi kedalaman pemikiran spiritual. Oleh karena itu, pemanfaatan media digital perlu dipadukan dengan literasi digital yang baik agar dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan religiusitas generasi milenial
DAKWAH BIL QALAM: ANALISIS PESAN DAKWAH DALAM NOVEL KISAH CINTA INSAN DAN KAMIL KARYA KINOYSAN Dinata, Yuriyan; Rusyanti, Sonia
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol0.Iss0.449

Abstract

The development of written media as a means of da'wah communication has become increasingly relevant in the modern era, especially through popular literary works such as novels. One of the novels that contains Islamic values is Kisah Cinta Insan dan Kamil by Kinoysan. This study aims to analyze the forms of da'wah messages in the novel, both in terms of da'wah communication approaches (rational, emotional, and motivational appeals) and from the aspect of Islamic content (morality, worship, and sharia). This research uses a descriptive qualitative approach with content analysis methods. Data is obtained through an in-depth reading of the novel's text, which is then classified based on message categories and types of da'wah appeals. The results of the study show that the most dominant da'wah messages in this novel are conveyed through motivational appeals, followed by rational and emotional appeals. Meanwhile, from the aspect of Islamic content, sharia messages are the most dominant, followed by worship and morality. The da'wah messages are conveyed through the narrative of the characters and the storyline, which resonates with the real-life experiences of the readers, particularly the young Muslim generation. The delivery, which is not preachy yet touches on emotional and spiritual aspects, makes this novel an effective and inspiring media for da'wah bil qalam. In conclusion, Kisah Cinta Insan dan Kamil successfully serves as a contemporary da'wah medium that combines educational and aesthetic values in a communicative narrative form. Abstrak Perkembangan media tulisan sebagai sarana komunikasi dakwah semakin relevan di era modern, terutama melalui karya sastra populer seperti novel. Salah satu novel yang memuat nilai-nilai keislaman adalah Kisah Cinta Insan dan Kamil karya Kinoysan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk pesan dakwah dalam novel tersebut, baik dari segi pendekatan komunikasi dakwah (imbauan rasional, emosional, dan motivasional) maupun dari aspek substansi isi keislaman (akhlak, ibadah, dan syariah). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam terhadap teks novel, kemudian diklasifikasikan berdasarkan kategori pesan dan jenis imbauan dakwah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan dakwah dalam novel ini paling banyak disampaikan melalui imbauan motivasional, diikuti oleh rasional dan emosional. Sementara itu, dari aspek substansi keislaman, pesan syariah muncul paling dominan, disusul oleh ibadah dan akhlak. Pesan-pesan dakwah disampaikan melalui narasi tokoh dan alur cerita yang dekat dengan realitas kehidupan pembaca, terutama generasi muda Muslim. Penyampaian yang tidak menggurui namun menyentuh aspek emosional dan spiritual menjadikan novel ini sebagai media dakwah bil qalam yang efektif dan inspiratif. Kesimpulannya, novel Kisah Cinta Insan dan Kamil berhasil menjadi sarana dakwah kontemporer yang menggabungkan nilai edukatif dan estetis dalam satu bentuk naratif yang komunikatif.
PERAN TEKNOLOGI DALAM MEMPERKUAT DAKWAH ISLAM DI ERA DIGITAL Hakim, Amarul
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol0.Iss0.457

Abstract

The development of technology in the digital era has brought significant changes to various aspects of life, including the delivery of Islamic da'wah. Modern technology, especially social media, instant messaging applications, and digital content, offers great opportunities for preachers to convey religious messages more widely, quickly, and interactively. Digital da'wah not only allows for the spread of Islamic values in a creative and innovative way but also plays a role in building a moderate and harmonious understanding amidst the challenges of globalization. In addition to being a means to expand the reach of da'wah, technology is also an important tool in combating extremism and misinformation that can harm the community. By utilizing technology wisely, Islamic da'wah can develop dynamically, adaptively, and relevantly for all groups, particularly among the younger generation who have grown up with digital technology, this paper examines the strategic contribution of technological advancements to the enhancement of Islamic da’wah, the challenges faced, and the opportunities that can be maximized to create a positive impact on the community. Abstrak Perkembangan teknologi di era digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam penyampaian dakwah Islam. Teknologi modern, terutama media sosial, aplikasi pesan instan, dan konten digital, menawarkan peluang besar bagi para pendakwah untuk menyampaikan pesan agama secara lebih luas, cepat, dan interaktif. Dakwah digital tidak hanya memungkinkan penyebaran nilai-nilai Islam secara kreatif dan inovatif, tetapi juga berperan dalam membangun pemahaman yang moderat dan harmonis di tengah tantangan globalisasi. Selain menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dakwah, teknologi juga menjadi alat penting dalam melawan ekstremisme dan misinformasi yang dapat merugikan umat. Dengan memanfaatkan teknologi secara bijak, dakwah Islam dapat berkembang secara dinamis, adaptif, dan relevan bagi semua kalangan, terutama generasi muda yang akrab dengan teknologi digital. Artikel ini mengeksplorasi peran strategis teknologi dalam memperkuat dakwah Islam, tantangan yang dihadapi, serta peluang yang dapat dimaksimalkan untuk menciptakan kebermanfaatan untuk umat.
NILAI TOLERANSI BERAGAMA DALAM DAKWAH HABIB HUSEIN JA’FAR AL-HADAR PADA YOUTUBE DALAM PODCAST LOG IN Darmawati, Faras; Khairuddin, Khairuddin
Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi Vol 21 No 1 (2025)
Publisher : Komunitas Dosen Dakwah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/al-mishbah.Vol0.Iss0.422

Abstract

This study aims to analyze the values of religious tolerance in the preaching of Habib Husein Ja’far Al-Hadar on the Log In podcast on YouTube. The research employs a library-based media study approach with content analysis as the primary technique, supported by data from relevant literature. The findings indicate that Habib Husein Ja’far effectively leverages digital platforms to creatively and effectively convey messages of religious moderation, particularly to Generation Z. Through interactive discussions, humor, and simple language, values of tolerance are delivered in a light yet profound manner, emphasizing the importance of respecting differences in multicultural societies. These include interfaith dialogue, maintaining unity amidst diversity, and rejecting extremism. These messages successfully reach a broader audience and align with the demands of preaching in the digital era. The study concludes that YouTube platforms hold significant potential as contemporary preaching tools to foster social harmony. This research recommends optimizing digital media as a preaching space that promotes religious moderation, involving more interfaith figures in constructive dialogues. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai toleransi beragama dalam dakwah Habib Husein Ja’far Al-Hadar pada podcast Log In di YouTube. Metode penelitian menggunakan pendekatan kajian media pustaka dengan analisis konten sebagai teknik utama, didukung data dari literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Habib Husein Ja’far memanfaatkan platform digital untuk menyampaikan pesan moderasi beragama seperti dialog antar agama, menjaga persatuan dalam keberagamaan dan menolak ekstremisme, secara kreatif dan efektif, khususnya kepada Generasi Z. Melalui diskusi interaktif, humor, dan bahasa yang sederhana, nilai-nilai toleransi disampaikan secara ringan namun mendalam, memperkuat kesadaran tentang pentingnya menghormati perbedaan di masyarakat multikultural. Pesan-pesan ini mampu menjangkau audiens yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan dakwah di era digital. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Platfrom Youtube memiliki potensi besar sebagai sarana dakwah kontemporer untuk membangun harmoni sosial. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi media digital sebagai ruang dakwah yang mendukung moderasi beragama, dengan melibatkan lebih banyak tokoh lintas agama dalam dialog-dialog yang konstruktif.