cover
Contact Name
Azwinur
Contact Email
welding@pnl.ac.id
Phone
+628126930456
Journal Mail Official
welding@pnl.ac.id
Editorial Address
Jl. Banda Aceh-Medan Km. 280,3, Buketrata, Mesjid Punteut, Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, 24301
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Journal of Welding Technology
ISSN : 27161471     EISSN : 27160475     DOI : -
The main scope of the journal is to publish original research articles in the area of Welding Technology The main focus of the journal is on experimental research. The scope of the journal includes;
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021): December" : 5 Documents clear
Analisis pengaruh variasi arus terhadap kekuatan tarik dan kekerasan pada pengelasan material SM 400 B Wahyu Agung Almuzikri; Usman Usman; Bukhari Bukhari
Journal of Welding Technology Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v3i2.2510

Abstract

Arus merupakan salah satu parameter pada pengelasan karena sangat berpengaruh terhadap kekuatan sambungan material hasil pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi arus pengelasan terhadap kekuatan tarik dan kekerasan pada pengelasan SMAW dengan elektroda E 7016. Penelitian ini menggunakan bahan baja karbon rendah jenis JIS G3106 Grade SM 400 B. Bahan diberi perlakuan arus pengelasan dengan variasi arus 100 Ampere, 130 Ampere dan 160 Ampere dengan menggunakan las SMAW polaritas terbalik dengan elektroda dihubungkan dengan katup positif dan logam induk dihubungkan dengan katup negatif, posisi pengelasan dengan menggunakan posisi pengelasan 1G mendatar atau bawah tangan, jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 60°. Spesimen dilakukan pengujian kekuatan tarik dan pengujian kekerasan metode Rockwell. Hasil pengujian kekuatan tarik pada kelompok spesimen variasi arus 100 Ampere, 130 Ampere dan 160 Ampere, nilai kekuatan tarik tertinggi terdapat pada arus pengelasan 130 Ampere yaitu sebesar 50,10 Kgf/mm², sedangkan elongation tertinggi pada variasi arus 100 Ampere yaitu sebesar 16,46%. Dan untuk nilai kekerasan tertinggi terdapat pada weld pada variasi arus 160 Ampere yaitu sebesar 77,70 HRC. Dan jenis-jenis patahan yang terjadi pada uji tarik adalah patah ulet
Kaji eksperimen pengaruh variasi elektroda dan kuat arus pengelasan SMAW pipa baja AISI 1026 terhadap nilai kekerasan dan pengujian magnetic particle Sopiansyah Sopiansyah; Ilyas Yusuf; Sumardi Sumardi
Journal of Welding Technology Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v3i2.2511

Abstract

Kekuatan sambungan pengelasan sangat dipengaruhi oleh pemilihan elektroda yang benar dan arus yang sesuai sehingga tidak menimbulkan cacat las, untuk mengetahui jenis cacat las yang terjadi diperlukan pengujian seperti pengujian tidak merusak. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengkaji tentang kualitas hasil sambungan las pada proses las SMAW dengan variasi elektroda dan arus pengelasan pada material pipa baja AISI 1026. Metode penelitian berupa pengelasan dengan variasi elektroda AWS E7016 dan E7018, kemudian dilakukan pengujian liquid penetrant dan magnetic particle untuk mengindentifikasi cacat pengelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikasi cacat las yang minim dari variasi arus pengelasan 80 A, 100A, dan 120 A adalah dengan menggunakan arus pengelasan 100 A dengan elektroda AWS E7016. Nilai kekerasan tertinggi pada daerah weld 39,3 HRC dengan menggunakan arus pengelasan 120 A dengan elektroda AWS E7016 dan nilai kekerasan tertinggi pada daerah HAZ kanan 36,28 HRC dengan menggunakan arus pengelasan 120 A dengan elektroda AWS E7018 dan HAZ kiri 36,20 HRC dengan menggunakan arus pengelasan 120 A dengan elektroda AWS E7018 Dari data hasil pengujian kekrasan material AISI 1026 didapat hasil pada data kekerasan base material rata-rata 30,15 HRC.  
Analisa ketangguhan dan kekerasan pada pengelasan GTAW pelat baja AISI 1050 terhadap pengaruh sudut keruncingan elektroda tungsten Zulfiadi Zulfiadi; Samsul Bahri; Nurlaili Nurlaili
Journal of Welding Technology Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v3i2.2523

Abstract

Pengelasan adalah GTAW (Gas Tungsten Arc Welding) merupakan teknik pengelasan dengan menggunakan Argon sebagai gas pelindung, serta nyala busur listrik yang berasal dari elektroda Tungsten dengan benda kerja. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi sifat fisik dan mekanik suatu bahan setelah proses pengelasan. Pada penelitian ini, berfokus pada pengaruh variasi sudut keruncingan elektroda tungsten terhadap ketangguhan, kekerasan dan struktur makro baja AISI 1050. Proses las dilakukan dengan memvariasikan sudut keruncingan elektroda tungsten (Ewth-2) 150, 300, 600 dan 900 dengan arus pengelasan 120 A dengan menggunakan filler AWS A5. 18 ER70S-G pada pelat dengan ketebalan 10 mm. Berdasarkan hasil struktur makro didapati bahwa semakin kecil sudut keruncingan elektroda tungsten yang digunakan menghasilkan  lebar lasan semakin melebar. Nilai impak tertinggi adalah sebesar 3,71 Joule/mm2 dengan sudut keruncingan elektroda tungsten 15 derajat, dan menunjukkan bahwa semakin kecil sudut keruncingan elektroda tungsten maka semakin besar harga nilai impak yang diperoleh. Sedangkan untuk hasil uji kekerasan didapatkan nilai kekerasan tertinggi 48,60 HRC pada bagian HAZ dengan sudut keruncingan elektroda tungsten 60 derajat, dan cenderung sama untuk semua sudut keruncingan elektroda tungsten.
Analisa kekuatan sambungan kampuh V pengelasan carbon steel dengan stainless steel menggunakan elektroda E 309 terhadap kekuatan impact Rizam Alfahmi; Saifuddin Saifuddin; Mawardi Mawardi
Journal of Welding Technology Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v3i2.2548

Abstract

Kekuatan sambungan las sangat penting pada proses hasil pengelasan. Sehingga semua parameter las harus benar-benar diperhatikan termasuk jenis kampuh dan elektroda yang digunakan. Proses las SMAW banyak digunakan di industri karena proses ini menghasilkan kualitas las yang baik, penyetelan mesin yang mudah dan berbiaya relative murah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan sambungan kampuh V pada pengelasan material yang berbeda yaitu carbon steel dengan stainless steel menggunakan elektroda E 309 terhadap kekuatan impact dengan melakukan variasi arus 80A dan 95A. Material yang digunakan adalah baja karbon AISI 1050 dengan baja tahan karat SUS 304. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengelasan pada kedua material tersebut menggunakan arus 80 A dan 95 A, jenis elektroda yang digunakan adalah E309. Setelah pengelasan dilakukan pengujian impak untuk mengetahui kekuatan atau ketangguhan sambungan hasil pengelasan. Hasil pengujian menunjukkan material tanpa pengelasan atau material dasar diperoleh nilai impact 3,2 J/mm2. Spesimen pengelasan arus 80 A, diperoleh nilai rata-rata uji impact 3,44 J/mm2 dan pada spesimen pengelasan arus 95 A, diperoleh nilai rata-rata impact 3,54 J/mm2. Adanya perbedaan laju pada garis grafik berdasarkan perlakuan pengelasan diakibatkan besaran arus las yang berbeda akan berdampak terhadap ketahanan pukulan dan serepan energi pada material yang telah dilas dengan arus berbeda
Analisis variasi arus pengelasan Submerged Arc Welding pada proses build-up beam material SM490YA terhadap perubahan distorsi menggunakan metode eksperimen dan numerik Rega Kurniawan; Muhamad Ari; Dika Anggara
Journal of Welding Technology Vol 3, No 2 (2021): December
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jowt.v3i2.2507

Abstract

Proses Pengelasan SAW (Submerged Arc Welding) dengan arus besar secara kontinyu mengakibatkan panas yang masuk juga secara kontinyu pada satu titik. Hal ini mengakibatkan ekspansi yang signifikan jika terkena panas dan penyusutan jika mengalami pendinginan dan distorsi pada material. Pada penelitian ini, eksperimen dilakukan dengan variasi arus las. Pemodelan numerik struktural – termal dilakukan dengan software berbasis elemen hingga, dengan menggunakan data dari eksperimen sebagai validasi. Distrosi yang terjadi pada eksperimen dan pemodelan mendapatkan hasil yang mendekati. Distorsi sudut yang paling minimum pada eksperimen pengelasan SAW Single 450A sebesar 1,0˚ dan 1,2˚, sedangkan pada pemodelan numerik sebesar 1,15 ˚.

Page 1 of 1 | Total Record : 5