cover
Contact Name
Yussi Pratiwi
Contact Email
jrskt@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jrskt@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan
ISSN : 23028467     EISSN : 23030720     DOI : https://doi.org/10.21009/JRSKT.
Core Subject : Science,
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan (JRSKT) is the journal for the publication of original studies and occational reviews in the field of science and applied chemistry. It is published electronically two times a year
Articles 93 Documents
Pengaruh Penambahan Biokar Sekam Padi Terhadap Penyerapan Gas CO2 (Carbon Dioxide) Dan Kuat Tekan Pada Plester Dinding Reza Arrafi Rasyid; Erdawati Erdawati; Darsef Darwis
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 1, Maret 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.131 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.081.02

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah sekam padi menjadi biokar sebagai zat aditif dalam mortar yang berperan sebagai absorben gas CO2 di dalam mortar. Tujuan penelitian ini selain untuk memanfaatkan limbah sekam, tetapi juga untuk mengetahui pengaruh penambahan biokar sekam padi terhadap penyerapan gas CO2 dan kuat tekan pada plester dinding. Pada penelitian ini biokar yang digunakan adalah biokar yang dipirolisis pada suhu 500ºC selama 8 jam. Penambahan biokar dilakukan dengan presentase 0; 10; 12,5 dan 15% dalam campuran mortar dengan komposisi Portland Cement (PC):Pasir (PS) sebesar 1:4 dan faktor air semen sebesar 0,6. Selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan mortar dilakukan setelah perawatan 7 dan 28 hari dan serapan gas CO2. Hasil dari pengukuran kuat tekan dan serpan gas CO2 menunjukan bahwa semakin banyak penambahan presentase biokar dalam campuran mortar akan menurukan kekuatan plester dinding dan penyerapan gas CO2 pada plester. Kata kunci: Biokar, karbon dioksida, kuat tekan, mortar. Abstract Biochar utilization in various fields of life, where biocar is an additive in mortar that acts as CO2 absorbent in the mortar. This study aims to determine the effect of the addition of biochar rice husk form CO2 absorption and compressive strength on wall plaster. The biochar used was characterized by SEM-EDX and FTIR, while the standard plaster samples, 10% biocar+plaster, and 15% biocar+plaster used SAA. In this study biocar which had been pyrolyzed at 500 °C at a pressure of 10 psi, then added at 0; 10; 12.5 and 15% in mortar mix with the composition of Portland Cement (PC):Sand (PS) was 1:4 and Portland Cement (PC): water (W) of 0.6. Mortar compressive strength testing on 7 and 28 treatment days. From the results of the study, the optimal percentage of biocar addition was 10% with compressive strength of 18.5 MPa and CO2 absorption of 0.14 ppm. More biochar additions to the plaster reduce the strength and absorption of CO2 gasplaster. Keywords: Biochar, carbon dioxide, compressive strength, mortar
Pengaruh Massa Bio-char Kayu Akasia (Acacia mangium) Dan Waktu Perendaman Bio-char Terhadap Adsorpsi Sebum Buatan aulia al azizi; Erdawati Erdawati; Suhartono Suhartono
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 1, Maret 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.559 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.081.05

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini dibuat adsorben berupa Bio-char dari kayu akasia (Acacia mangium). Bio-char kayu akasia dibuat dengan cara dipirolisis. Sebum buatan dibuat dengan cara mencampurkan bahan-bahan penyusunnya sesuai komposisi berdasarkan literatur, yaitu squalene, asam lemak, trigliserida, ester wax dan kolesterol yang kemudian dilarutkan dengan toluena. Bio-char kemudian direndam ke dalam larutan sebum dengan variasi massa dan waktu. Kandungan gugus fungsi dari Bio-char kayu akasia ditunjukan melalui hasil analisis FTIR bahwa terdapat gugus amina, karboksil dan hidroksil. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar massa Bio-char maka akan semakin optimum daya adsorpsinya dengan waktu optimum 20 menit. Adsorpsi sebum buatan oleh Bio-char kayu akasia mengikuti isoterm adsorpsi yang menunjukan bahwa Bio-char kayu akasia bertipe mesopori. Kata kunci: adsorpsi, bio-char, mesopori, sebum Abstract In this research, an adsorbent was made in the form of Bio-char from acacia wood (Acacia mangium). Acacia wood Bio-char is made by pyrolysis. Artificial sebum is made by mixing the ingredients according to the composition based on literature, namely squalene, fatty acids, triglycerides, ester waxes, and cholesterol which are then dissolved with toluene. Bio-char immersed in a sebum solution with variations in mass and time. The functional group content of acacia wood Bio-char is shown through the results of the FTIR analysis that there are amine, carboxyl, and hydroxyl groups. The results showed that the greater mass of Bio-char, it’s more optimum the adsorption power, with the optimum time of 20 minutes. Adsorption of sebum made by acacia wood Bio-char follows the adsorption isotherm which shows that the Bio-char of acacia wood is mesoporous Keywords: adsorption, Bio-char, mesoporous, sebum
Adsorbsi Pewarna Direct Black 38 Menggunakan Komposit Silika Mesopori Dari Abu Sekam Padi/Karbon Aktif Dari Tempurung Kelapa Dilma Purnama Ubit; Yusmaniar Yusmaniar; Erdawati Erdawati
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 1, Maret 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.303 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.081.01

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini adsorben komposit silika mesopori dan karbon aktif dibuat untuk mengadsorpsi zat warna direct black 38. Silika mesopori dibuat dari abu sekam padi dan karbon aktif dibuat dari tempurung kelapa. Silika direaksikan dengan NaOH menjadi larutan natrium silikat lalu direaksikan dengan PEG yang selanjutnya PEG diekstraksi secara solvotermal sehingga menghasilkan produk silika mesopori dengan luas permukaan dan pori yang lebih besar. Silika mesopori diproses menjadi komposit dengan karbon aktif yang telah diaktivasi sebelumnya dengan larutan ZnCl2. Kandungan dari komposit silika mesopori/karbon aktif ditunjukkan melalui hasil analisis SEM bahwa komposit hasil sintesis menunjukkan penyebaran karbon dan silika terlihat pada morfologi komposit. Hasil analisis EDX menunjukan komponen penyusun komposit yaitu 38,6% karbon; 46,8% oksigen dan 14,6% silika. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi optimum yang diperlukan untuk adsorpsi direct black 38 dengan komposit silika mesopori/karbon aktif yaitu pH 2 dan waktu optimum 30 menit. Adsorpsi direct black 38 oleh komposit silika mesopori/karbon aktif mengikuti isoterm adsorpsi Langmuir. Oleh karena itu, adsorpsi yang terjadi membentuk lapisan monolayer dengan kapasitas adsorpsi 68,493 mg g-1 Kata kunci: abu sekam padi, adsorpsi, karbon aktif, komposit, PEG, silika mesopori Abstract In this research, mesopore silica/activated carbon composite adsorbent was formed for dye adsorption direct black 38. The mesopore silica was from rice husk ash and activated carbon was from coconut shell. This rice husk ash is processed into sodium silicate solution and the solution was hybrid with PEG. Then PEG was extracted with solvotermal method to produce a higher surface area of mesopore silica. The mesopore silica was processed into composite with activated carbon that has been activated by ZnCl2 solution. The mesopore silica/activated carbon composite was analysed by SEM and showed the distribution of carbon, silica and oxygen as composite morphology. The EDX analysis showed that the composite contains of 46.8% carbon; 3.6% oxygen and 14.6% silica. The results showed that the optimum condition required for the adsorption of direct black 38 dye with mesopore silica/activated carbon composite pH was 2 and the optimum contact time was 30 minutes. Adsorption of direct black 38 by mesopore silica/activated carbon composite followed Langmuir adsorption isotherm and formed a monolayer layer with adsorption capacity 68.493 mg g-1. Keywords: activated carbon, adsorption, composite, mesopore silica, PEG, rice husk ash Abstrak Pada penelitian ini adsorben komposit silika mesopori dan karbon aktif dibuat untuk mengadsorpsi zat warna direct black 38. Silika mesopori dibuat dari abu sekam padi dan karbon aktif dibuat dari tempurung kelapa. Silika direaksikan dengan NaOH menjadi larutan natrium silikat lalu direaksikan dengan PEG yang selanjutnya PEG diekstraksi secara solvotermal sehingga menghasilkan produk silika mesopori dengan luas permukaan dan pori yang lebih besar. Silika mesopori diproses menjadi komposit dengan karbon aktif yang telah diaktivasi sebelumnya dengan larutan ZnCl2. Kandungan dari komposit silika mesopori/karbon aktif ditunjukkan melalui hasil analisis SEM bahwa komposit hasil sintesis menunjukkan penyebaran karbon dan silika terlihat pada morfologi komposit. Hasil analisis EDX menunjukan komponen penyusun komposit yaitu 38,6% karbon; 46,8% oksigen dan 14,6% silika. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi optimum yang diperlukan untuk adsorpsi direct black 38 dengan komposit silika mesopori/karbon aktif yaitu pH 2 dan waktu optimum 30 menit. Adsorpsi direct black 38 oleh komposit silika mesopori/karbon aktif mengikuti isoterm adsorpsi Langmuir. Oleh karena itu, adsorpsi yang terjadi membentuk lapisan monolayer dengan kapasitas adsorpsi 68,493 mg g-1 Kata kunci: abu sekam padi, adsorpsi, karbon aktif, komposit, PEG, silika mesopori Abstract In this research, mesopore silica/activated carbon composite adsorbent was formed for dye adsorption direct black 38. The mesopore silica was from rice husk ash and activated carbon was from coconut shell. This rice husk ash is processed into sodium silicate solution and the solution was hybrid with PEG. Then PEG was extracted with solvotermal method to produce a higher surface area of mesopore silica. The mesopore silica was processed into composite with activated carbon that has been activated by ZnCl2 solution. The mesopore silica/activated carbon composite was analysed by SEM and showed the distribution of carbon, silica and oxygen as composite morphology. The EDX analysis showed that the composite contains of 46.8% carbon; 3.6% oxygen and 14.6% silica. The results showed that the optimum condition required for the adsorption of direct black 38 dye with mesopore silica/activated carbon composite pH was 2 and the optimum contact time was 30 minutes. Adsorption of direct black 38 by mesopore silica/activated carbon composite followed Langmuir adsorption isotherm and formed a monolayer layer with adsorption capacity 68.493 mg g-1. Keywords: activated carbon, adsorption, composite, mesopore silica, PEG, rice husk ash
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN SUSU SKIM TERHADAP KADAR ASAM AMINO PADA YOGURT SARI KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) Dita Ayu Purwani
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.082.04

Abstract

Yoghurt is a probiotic drink containing amino acids. The basic ingredients of yoghurt is cow's milk. But cow's milk is easy to spoil and therefore it replaced with red beans. This study aims to determine the effect of addition skim milk to red bean extract to produce yoghurt with six variations. The amino acids levels in red bean extract yoghurt are analyzed using HPLC. The optimum concentration in 6 concentration variations is 80% skim milk and 20% red bean extract. Based on the results of the HPLC chromatogram showed that the amino acid glutamatic has the highest peak with levels of 1,74 x w/w
THE DESIGN OF A NITROGEN ANALYZER AS NITROGEN DETECTOR IN THE VEHICLE Budi Yasri
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.082.03

Abstract

Nitrogen Analyzer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kadar nitrogen pada suatu tempat (chamber) yang akan diuji. Dalam hal ini pengukuran kadar nitrogen dilakukan untuk mengetahui bahwa depot pengisian gas nitrogen pada kendaraan bermotor mengisi udara gas berupa nitrogen secara murni. Pengukuran dengan Nitrogen Analyzer ini bertujuan untuk mengawasi dan melindungi konsumen terhadap transaksi jual beli gas nitrogen pada ban kendaraan yang menggunakan generator nitrogen, biasanya terdapat di SPBU. Nitrogen Analyzer yang akan dibuat menggunakan sensor oksigen untuk mendapatkan nilai kadar oksigen, kemudian mengalkulasi kadar gas nitrogennya dengan asumsi udara yang ada hanya oksigen dan nitrogen. Prinsip kerja prototipe nitrogen analyzer adalah mendeteksi keberadaan oksigen yang mengubah sistem ideal pada sensor menjadi suatu sinyal tegangan. Sinyal tegangan keluaran dari sensor memiliki orde kecil sehingga diperlukan rangkaian amplifikasi untuk menguatkan sinyal keluaran tersebut agar dapat dibaca oleh mikrokontroler Arduino Uno. Mikrokontroler akan mengubah sinyal tegangan menjadi output digital berupa biner, kemudian dapat ditampilkan menjadi besaran nitrogen yang diperoleh dengan perhitungan 100% dikurangi kadar oksigen yang diperoleh. Pada program diatur supaya angka yang muncul merupakan kadar nitrogen. Penampilan kadar nitrogen ditampilkan pada LCD sebagai antarmuka penyampaian pengukuran kadar nitrogen dengan user. Penambahan penunjukkan pengukuran lainnya seperti pengukuran besaran suhu dan tekanan berfungsi sebagai parameter penunjang kegiatan pengujian agar didapatkan hasil yang optimal. Nitrogen Analyzer yang dibuat diuji berdasarkan respon karakteristik dinamik sensor dengan hasil akhir alat ini dapat membedakan keberadaan antara udara bebas dengan gas nitrogen dan hasilnya cukup baik karena sudah menunjukkan perubahan yang signifikan dan berfungsi sesuai dengan apa yang diharapkan. Oleh sebab itu, nitrogen analyzer ini dapat digunakan pada bidang pengawasan transaksi jual beli nitrogen pada ban kendaraan di depot pengisian SPBU, dengan pengembangan sistem dan metode pengujian yang lebih baik.
Adsorpsi Pewarna Eosin Y Menggunakan Komposit Silika Gel Termodifikasi 3- aminopropiltrietoksisilan (APTES)-Karbon Aktif dari Bahan Alam Ahmad Nubail; Yusmaniar yusmaniar; Arif Rahman
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.082

Abstract

Pewarna Eosin Y telah berhasil diuji kapasitas serta persen adsorpsi menggunakan adsorben silika gel, karbon aktif dan komposit silika gel APTES-karbon aktif dari bahan alam. Penentuan optimasi pH dan kontak waktu menunjukkan bahwa ketiga adsorben berada pada pH optimum dan waktu kontak masing-masing sebesar 4 dan 30 menit. Penentuan model isotherm adsorpsi eosin Y terhadap komposit silika gel termodifikasi APTES-karbon aktif mengikuti isotherm adsorpsi Langmuir dengan kapasitas adsorpsi dan konstanta Langmuir masing-masing sebesar 21,28 mg g-1 dan 0,165.
SINTESIS BESI BERVALENSI NOL MENGGUNAKAN POLIFENOL DARI EKSTRAK BIJI KOPI Apriliani; Setia Budi
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.082.02

Abstract

Polifenol merupakan senyawa alam yang dapat mereduksi ion Fe3+/Fe2+ menjadi Fe0 (nZVI). Penggunaan polifenol sebagai reduktor adalah alternatif untuk mengurangi sifat toksisitas dari efek samping hasil sintesis nZVI dengan reduktor NaBH4. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa ekstrak bahan alam yang mengandung polifenol dapat mensintesis nZVI sedangkan ekstrak yang tidak mengandung polifenol tidak dapat mensintesis nZVI. Sintesis nZVI dilakukan dengan mencampurkan FeSO4 dengan ekstrak CGA dan ekstrak non-CGA biji kopi robusta. Hasil uji FTIR menunjukkan nZVI berhasil disintesis hanya dengan reduktor ekstrak CGA. Partikel nZVI diukur dengan PSA yang menunjukkan rata-rata ukuran partikel terkecil terbentuk pada perbandingan FeSO4:ekstrak CGA sebesar 1:4 yang ditunjukkan dengan nilai D2 sebesar 71,96 nm.
Ekstraksi Astasantin dari Tepung Kulit Udang dengan Metode Maserasi untuk Uji Aktivitas Antioksidan Erirska Putri; Riskiono Slamet; Erdawati Erdawati
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.082.05

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dan rasio perbandingan antara tepung kulit udang dengan pelarut terhadap banyaknya ekstrak Astasantin yang dihasilkan dan untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak Astasantin. Hasil penelitian menunjukan waktu optimum untuk ekstraksi Astasantin dari tepung kulit udang dengan metode maserasi yaitu selam 5 hari. Rasio perbandingan optimum antara tepung kulit udang dengan pelarut pada proses maserasi yaitu, sebanyak 1:8 (5 gram tepung kulit udang dalam 40 mL pelarut aseton). Kemudian melakukan karakterisasi ekstrak Astasantin menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dan Spektrofotometer Inframerah. Selanjutnya ekstrak diukur konsentrasinya menggunakan KCKT dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPHPanjang gelombang maksimum ekstrak menggunakan Spektrofotometer UV-Vis adalah 468 nm, hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa senyawa ekstrak yang dihasilkan berupa senyawa Astasantin. Karakterisasi spektrum inframerah menguatkan indikasi bahwa gugus fungsi yang terkandung dalam ekstrak merupakan gugus fungsi senyawa Astasantin, hal ini didukung dengan munculnya puncak pada bilangan gelombang 3369,64; 2924,09; 1712,79 dan 1620,21 cm-1. Hasil pengukuran konsentrasi ekstrak Astasantin menggunakan KCKT yaitu sebesar 7,466 ppm, sedangkan uji aktivitas antioksidan ekstrak Astasantin dengan metode DPPH memberikan nilai IC50 sebesar 338,500 ppm.
Pengujian Kandungan Residu Pestisida pada Kacang Kedelai dan Gandum menggunakan Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry (LC MS/MS) Muharman, Jemmi; Sabrina, Aisyah
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 9 Nomor 2, Desember 2023
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.092.02

Abstract

Abstrak Pestisida berperan penting untuk membasmi hama dan serangga dalam bidang pertanian agar diperoleh hasil pertanian yang baik. Tetapi, pestisida yang diaplikasikan pada hasil pertanian akan meninggalkan residu yang membahayakan jika dikonsumsi. Oleh sebab itu, penentian ini dilaksanakan bertujuan untuk menganalisis kadar pestisida seperti azoxystrobin, carbaryl, dan difenoconazole dalam kacang kedelai dan gandum sesuai dengan batas nilai paparan yang normal. Pengujian kadar pestisida dilakukan dengan menggunakan metode QuEChERS EN 15662:2018 menggunakan Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry (LC MS/MS). Pengujian kadar residu pestisida pada kacang kedelai dan gandum memperoleh hasil yang masih memenuhi syarat PERMENTAN Nomor 53 Tahun 2018. Kata kunci: : azoxystrobin, carbaryl, difenoconazole, gandum, kedelai, pestisida, QuEChERS Abstract Pesticides play an important role in eradicating pests and insects in the agricultural sector in order to obtain good agricultural results. However, pesticides applied to agricultural products will leave residues that are dangerous if consumed. Therefore, this determination was carried out with the aim of analyzing the levels of pesticides such as azoxystrobin, carbaryl, and difenoconazole in soybeans and wheat in accordance with normal exposure value limits. Testing for pesticide levels was carried out using the QuEChERS EN 15662:2018 method using Liquid Chromatography Tandem Mass Spectrometry (LC MS/MS). Testing pesticide residue levels in soybeans and wheat obtained results that still met the requirements of PERMENTAN Number 53 of 2018. Keywords: azoxystrobin, carbaryl, difenoconazole, pesticides, soybeans, QuEChERS, wheat
Analisis Kandungan Logam Dan Ftalat pada Komponen Eletronik menggunakan XRF dan Py/GC-MS Lestari, Ayu Zakiyah; Maulida, Nabilah
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 10 Nomor 1, Juni 2024
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.101.02

Abstract

Abstrak Perkembangan elektronik pada bidang industri mempengaruhi kehidupan sehari hari. Penggunaannnya yang berlebihan dapat meningkatkan resiko berbahaya pada penggunanya. Salah satu faktor bahaya pada komponen elektronik yang digunakan adalah terdapatnya logam dan flatat. RoHS merupakan regulasi Uni Eropa yang mengatur pembatasan penggunaan zat-zat berbahaya seperti Pb, Hg, Cd, dan Cr6+, serta PBB, PBDE, DIBP, DBP, BBP, dan DEHP dalam produk-produk elektronik dan listrik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan zat-zat berbahaya yang diatur oleh RoHS pada sampel komponen elektronik. Metode yang digunakan adalah skrining awal menggunakan XRF dan penetapan kadar ftalat dengan Py/GC-MS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel tidak mengandung logam berat (Cd, Hg, Cr), DIBP, BBP, dan turunan Br. Kandungan Pb, DBP, dan DEHP yang terdeteksi memiliki konsentrasi rendah dan tidak melebihi batas maksimum penggunaan ftalat yang ditetapkan oleh RoHS, sehingga part elektronik tersebut dapat digunakan dalam produksi. Kata kunci: elektronik, ftalat, logam, Py-GC-MS, RoHS, XRF Abstract The development of electronics in the industrial sector affects daily life. Its excessive use can increase the risk of harm to its users. One of the hazardous factors in the electronic components used is the presence of metals and flattates. RoHS is a European Union regulation that regulates restrictions on the use of hazardous substances such as Pb, Hg, Cd, and Cr6+, as well as PBB, PBDE, DIBP, DBP, BBP, and DEHP in electronic and electrical products. This study aims to determine the content of RoHS-regulated hazardous substances in electronic component samples. The methods used were preliminary screening using XRF and determination of phthalate levels by Py/GC-MS. The results showed that the samples did not contain heavy metals (Cd, Hg, Cr), DIBP, BBP, and Br derivatives. The detected Pb, DBP, and DEHP contents had low concentrations and did not exceed the maximum limit of phthalate use set by RoHS, so the electronic parts could be used in production. Keywords:electronics, metals, phthalates, Py-GC-MS, RoHS, XRF

Page 7 of 10 | Total Record : 93