cover
Contact Name
Yussi Pratiwi
Contact Email
jrskt@unj.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jrskt@unj.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Jakarta
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan
ISSN : 23028467     EISSN : 23030720     DOI : https://doi.org/10.21009/JRSKT.
Core Subject : Science,
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan (JRSKT) is the journal for the publication of original studies and occational reviews in the field of science and applied chemistry. It is published electronically two times a year
Articles 110 Documents
Pengaruh Penambahan Biokar Sekam Padi Terhadap Penyerapan Gas CO2 (Carbon Dioxide) Dan Kuat Tekan Pada Plester Dinding Reza Arrafi Rasyid; Erdawati Erdawati; Darsef Darwis
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 1, Maret 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.131 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.081.02

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini dilakukan pengolahan limbah sekam padi menjadi biokar sebagai zat aditif dalam mortar yang berperan sebagai absorben gas CO2 di dalam mortar. Tujuan penelitian ini selain untuk memanfaatkan limbah sekam, tetapi juga untuk mengetahui pengaruh penambahan biokar sekam padi terhadap penyerapan gas CO2 dan kuat tekan pada plester dinding. Pada penelitian ini biokar yang digunakan adalah biokar yang dipirolisis pada suhu 500ºC selama 8 jam. Penambahan biokar dilakukan dengan presentase 0; 10; 12,5 dan 15% dalam campuran mortar dengan komposisi Portland Cement (PC):Pasir (PS) sebesar 1:4 dan faktor air semen sebesar 0,6. Selanjutnya dilakukan pengujian kuat tekan mortar dilakukan setelah perawatan 7 dan 28 hari dan serapan gas CO2. Hasil dari pengukuran kuat tekan dan serpan gas CO2 menunjukan bahwa semakin banyak penambahan presentase biokar dalam campuran mortar akan menurukan kekuatan plester dinding dan penyerapan gas CO2 pada plester. Kata kunci: Biokar, karbon dioksida, kuat tekan, mortar. Abstract Biochar utilization in various fields of life, where biocar is an additive in mortar that acts as CO2 absorbent in the mortar. This study aims to determine the effect of the addition of biochar rice husk form CO2 absorption and compressive strength on wall plaster. The biochar used was characterized by SEM-EDX and FTIR, while the standard plaster samples, 10% biocar+plaster, and 15% biocar+plaster used SAA. In this study biocar which had been pyrolyzed at 500 °C at a pressure of 10 psi, then added at 0; 10; 12.5 and 15% in mortar mix with the composition of Portland Cement (PC):Sand (PS) was 1:4 and Portland Cement (PC): water (W) of 0.6. Mortar compressive strength testing on 7 and 28 treatment days. From the results of the study, the optimal percentage of biocar addition was 10% with compressive strength of 18.5 MPa and CO2 absorption of 0.14 ppm. More biochar additions to the plaster reduce the strength and absorption of CO2 gasplaster. Keywords: Biochar, carbon dioxide, compressive strength, mortar
Pengaruh Massa Bio-char Kayu Akasia (Acacia mangium) Dan Waktu Perendaman Bio-char Terhadap Adsorpsi Sebum Buatan aulia al azizi; Erdawati Erdawati; Suhartono Suhartono
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 1, Maret 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.559 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.081.05

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini dibuat adsorben berupa Bio-char dari kayu akasia (Acacia mangium). Bio-char kayu akasia dibuat dengan cara dipirolisis. Sebum buatan dibuat dengan cara mencampurkan bahan-bahan penyusunnya sesuai komposisi berdasarkan literatur, yaitu squalene, asam lemak, trigliserida, ester wax dan kolesterol yang kemudian dilarutkan dengan toluena. Bio-char kemudian direndam ke dalam larutan sebum dengan variasi massa dan waktu. Kandungan gugus fungsi dari Bio-char kayu akasia ditunjukan melalui hasil analisis FTIR bahwa terdapat gugus amina, karboksil dan hidroksil. Hasil penelitian menunjukan bahwa semakin besar massa Bio-char maka akan semakin optimum daya adsorpsinya dengan waktu optimum 20 menit. Adsorpsi sebum buatan oleh Bio-char kayu akasia mengikuti isoterm adsorpsi yang menunjukan bahwa Bio-char kayu akasia bertipe mesopori. Kata kunci: adsorpsi, bio-char, mesopori, sebum Abstract In this research, an adsorbent was made in the form of Bio-char from acacia wood (Acacia mangium). Acacia wood Bio-char is made by pyrolysis. Artificial sebum is made by mixing the ingredients according to the composition based on literature, namely squalene, fatty acids, triglycerides, ester waxes, and cholesterol which are then dissolved with toluene. Bio-char immersed in a sebum solution with variations in mass and time. The functional group content of acacia wood Bio-char is shown through the results of the FTIR analysis that there are amine, carboxyl, and hydroxyl groups. The results showed that the greater mass of Bio-char, it’s more optimum the adsorption power, with the optimum time of 20 minutes. Adsorption of sebum made by acacia wood Bio-char follows the adsorption isotherm which shows that the Bio-char of acacia wood is mesoporous Keywords: adsorption, Bio-char, mesoporous, sebum
Adsorbsi Pewarna Direct Black 38 Menggunakan Komposit Silika Mesopori Dari Abu Sekam Padi/Karbon Aktif Dari Tempurung Kelapa Dilma Purnama Ubit; Yusmaniar Yusmaniar; Erdawati Erdawati
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 1, Maret 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.303 KB) | DOI: 10.21009/JRSKT.081.01

Abstract

Abstrak Pada penelitian ini adsorben komposit silika mesopori dan karbon aktif dibuat untuk mengadsorpsi zat warna direct black 38. Silika mesopori dibuat dari abu sekam padi dan karbon aktif dibuat dari tempurung kelapa. Silika direaksikan dengan NaOH menjadi larutan natrium silikat lalu direaksikan dengan PEG yang selanjutnya PEG diekstraksi secara solvotermal sehingga menghasilkan produk silika mesopori dengan luas permukaan dan pori yang lebih besar. Silika mesopori diproses menjadi komposit dengan karbon aktif yang telah diaktivasi sebelumnya dengan larutan ZnCl2. Kandungan dari komposit silika mesopori/karbon aktif ditunjukkan melalui hasil analisis SEM bahwa komposit hasil sintesis menunjukkan penyebaran karbon dan silika terlihat pada morfologi komposit. Hasil analisis EDX menunjukan komponen penyusun komposit yaitu 38,6% karbon; 46,8% oksigen dan 14,6% silika. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi optimum yang diperlukan untuk adsorpsi direct black 38 dengan komposit silika mesopori/karbon aktif yaitu pH 2 dan waktu optimum 30 menit. Adsorpsi direct black 38 oleh komposit silika mesopori/karbon aktif mengikuti isoterm adsorpsi Langmuir. Oleh karena itu, adsorpsi yang terjadi membentuk lapisan monolayer dengan kapasitas adsorpsi 68,493 mg g-1 Kata kunci: abu sekam padi, adsorpsi, karbon aktif, komposit, PEG, silika mesopori Abstract In this research, mesopore silica/activated carbon composite adsorbent was formed for dye adsorption direct black 38. The mesopore silica was from rice husk ash and activated carbon was from coconut shell. This rice husk ash is processed into sodium silicate solution and the solution was hybrid with PEG. Then PEG was extracted with solvotermal method to produce a higher surface area of mesopore silica. The mesopore silica was processed into composite with activated carbon that has been activated by ZnCl2 solution. The mesopore silica/activated carbon composite was analysed by SEM and showed the distribution of carbon, silica and oxygen as composite morphology. The EDX analysis showed that the composite contains of 46.8% carbon; 3.6% oxygen and 14.6% silica. The results showed that the optimum condition required for the adsorption of direct black 38 dye with mesopore silica/activated carbon composite pH was 2 and the optimum contact time was 30 minutes. Adsorption of direct black 38 by mesopore silica/activated carbon composite followed Langmuir adsorption isotherm and formed a monolayer layer with adsorption capacity 68.493 mg g-1. Keywords: activated carbon, adsorption, composite, mesopore silica, PEG, rice husk ash Abstrak Pada penelitian ini adsorben komposit silika mesopori dan karbon aktif dibuat untuk mengadsorpsi zat warna direct black 38. Silika mesopori dibuat dari abu sekam padi dan karbon aktif dibuat dari tempurung kelapa. Silika direaksikan dengan NaOH menjadi larutan natrium silikat lalu direaksikan dengan PEG yang selanjutnya PEG diekstraksi secara solvotermal sehingga menghasilkan produk silika mesopori dengan luas permukaan dan pori yang lebih besar. Silika mesopori diproses menjadi komposit dengan karbon aktif yang telah diaktivasi sebelumnya dengan larutan ZnCl2. Kandungan dari komposit silika mesopori/karbon aktif ditunjukkan melalui hasil analisis SEM bahwa komposit hasil sintesis menunjukkan penyebaran karbon dan silika terlihat pada morfologi komposit. Hasil analisis EDX menunjukan komponen penyusun komposit yaitu 38,6% karbon; 46,8% oksigen dan 14,6% silika. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi optimum yang diperlukan untuk adsorpsi direct black 38 dengan komposit silika mesopori/karbon aktif yaitu pH 2 dan waktu optimum 30 menit. Adsorpsi direct black 38 oleh komposit silika mesopori/karbon aktif mengikuti isoterm adsorpsi Langmuir. Oleh karena itu, adsorpsi yang terjadi membentuk lapisan monolayer dengan kapasitas adsorpsi 68,493 mg g-1 Kata kunci: abu sekam padi, adsorpsi, karbon aktif, komposit, PEG, silika mesopori Abstract In this research, mesopore silica/activated carbon composite adsorbent was formed for dye adsorption direct black 38. The mesopore silica was from rice husk ash and activated carbon was from coconut shell. This rice husk ash is processed into sodium silicate solution and the solution was hybrid with PEG. Then PEG was extracted with solvotermal method to produce a higher surface area of mesopore silica. The mesopore silica was processed into composite with activated carbon that has been activated by ZnCl2 solution. The mesopore silica/activated carbon composite was analysed by SEM and showed the distribution of carbon, silica and oxygen as composite morphology. The EDX analysis showed that the composite contains of 46.8% carbon; 3.6% oxygen and 14.6% silica. The results showed that the optimum condition required for the adsorption of direct black 38 dye with mesopore silica/activated carbon composite pH was 2 and the optimum contact time was 30 minutes. Adsorption of direct black 38 by mesopore silica/activated carbon composite followed Langmuir adsorption isotherm and formed a monolayer layer with adsorption capacity 68.493 mg g-1. Keywords: activated carbon, adsorption, composite, mesopore silica, PEG, rice husk ash
Karakterisasi Minyak Hasil Pirolisis Berbahan Dasar Serut Gergaji Kayu Akasia (Acacia mangium) dengan Variasi Suhu pada Pirolisis Elida Togatorop; Erdawati Erdawati; Sugeng Priyanto
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 9 Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.091.02

Abstract

Abstrak Bahan bakar merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan sehari-hari dengan penggunaan yang sangat signifikan. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan bahan bakar alternatif berbasis biomasa dengan metode pirolisis lambat. Pada proses pirolisis lambat menggunakan variasi suhu 250°C, 300°C, dan 350°C. Suhu optimum minyak hasil pirolisis serut gergaji kayu akasia diperoleh pada suhu 300°C. Minyak hasil pirolisis dari serut gergaji kayu akasia yang dihasilkan memiliki karakteristik fisika yakni viskositas 4,62 cSt, densitas 0,99 gram/mL, dan pH 3,53 serta mengandung komponen senyawa fenol, alkohol, keton dan senyawa asam organik. Dari senyawa komponen yang diperoleh adalah dominan mengandung senyawa fenol yang merupakan hasil degradasi lignin. Kata kunci: GC-MS, minyak pirolisis, pirolisis Abstract Fuel is one of the needs that is very important for everyday life with a very significant use. This research was conducted to obtain biomass-based alternative fuels using slow pyrolysis method. The slow pyrolysis process use temperature variations of 250 °C, 300 °C, and 350 °C. The optimum temperature of the oil from the acacia sawdust pyrolysis was obtained at 300 °C. Pyrolysis oil from acacia wood saw drawnings produced has physical characteristics viscosity 4.62 cSt, density 0.99 g/mL, and pH 3.53 and contains components of phenol compounds, alcohols, ketones and organic acid. From the component obtained, phenol compounds are the result of lignin degradation. Keywords: GC-MS, pyrolysis oil, pyrolysis
Optimasi Konsentrasi Katalis CaO dari Cangkang Kerang Hijau (Perna viridis) dalam Reaksi Transesterifikasi Minyak Biji Karet (Hevea braziliensis) pada Pembuatan Biodiesel Eni Yunita; Zulmanelis Darwis; Yusmaniar Yusmaniar
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 9 Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.091.03

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi optimum katalis CaO pada karakteristik metil ester yang dihasilkan, yaitu densitas (40 °C), viskositas kinematik (40 °C), dan bilangan asam. Katalis CaO diperoleh dari kalsinasi cangkang kerang hijau selama 4 jam pada suhu 1000 °C dan dikarakterisasi dengan XRD. Ekstraksi minyak biji karet dilakukan dengan metode sokletasi menggunakan pelarut n-heksana selama 7,5 jam yang dilanjutkan dengan proses degumming menggunakan 2,5% (b/b sampel) H3PO4 pekat. Pra-esterifikasi dengan perbandingan massa minyak:metanol 1:3 menggunakan 0,5% (b/b sampel) H2SO4 pekat pada suhu 65 °C. Transesterifikasi dengan perbandingan massa minyak:metanol 1:4 menggunakan katalis CaO dengan konsentrasi 2,5; 5,0; 7,5; 10,0; dan 12,5 % (b/b sampel) pada suhu 65 °C. Hasil penelitian menunjukan konsentrasi optimum katalis CaO adalah 5,0% dengan karakteristik metil ester yaitu nilai densitas (40 °C) 0,8832 g/mL, viskositas kinematik (40 °C) 5,22 mm2/s, dan bilangan asam 1,42 mg KOH/g sampel. Analisa GC-MS pada kondisi optimum menunjukan komposisi terbesar  metil ester yang dihasilkan adalah metil oktadekenoat, metil heksadekanoat, dan metil stearat Kata kunci: cangkang kerang hijau, katalis CaO, metil ester, minyak biji karet, transesterifikasi Abstract Research on optimizing the concentration of CaO catalyst from green mussel shell (Perna viridis) in the transesterification reaction of oil (Hevea braziliensis) has been conducted. This research aims to obtain the optimum concentration of CaO catalyst on the characteristics of methyl esters produced, which are density (40 °C), kinematic viscosity (40 °C), and acid numbers. CaO catalysts were obtained from calcination of green mussel shells for 4 hours at 1000 °C and characterized by XRD. Rubber seed oil extraction was carried out using the socletation method using n-hexane solvent for 7.5 hours followed by a degumming process using 2.5% (w/w sample) of concentrated H3PO4. Pre-esterification with 1:3 oil:methanol mass ratio using 0.5% (w/w sample) concentrated H2SO4 at 65 °C. Transesterification with 1:4 oil:methanol mass ratio using CaO catalyst with concentration of 2.5; 5.0; 7.5; 10.0; and 12.5% (w/w sample) at 65 °C. The results showed that the optimum concentration of CaO catalyst was 5.0% with the characteristics of methyl ester namely density value (40 °C) 0.8832 g/mL, kinematic viscosity (40 °C) 5.22 mm2/s, and acid number 1,42 mg KOH/g sample. GC-MS analysis at optimum conditions shows the largest composition of methyl esters produced is methyl octadecenoate, methyl hexadecanoate, and methyl stearate Keywords: green mussel shell, CaO catalyst, methyl ester, rubber seed oil, transesterification
Pengaruh Penambahan Triptamin sebagai Antioksidan untuk Gasoline Nur Mei Alfi Fajrin; Zulmanelis Zulmanelis; Yusniati Yusniati
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 9 Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.091.04

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi triptamin sebagai antioksidan untuk gasoline serta pengaruhnya terhadap sifat fisik gasoline. Metode yang digunakan yaitu pengujian aktivitas antioksidan melalui uji periode induksi dan massa gum, sedangkan untuk sifat fisik yang diujikan diantaranya densitas, viskositas kinematik dan warna. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai induksi dan kadar gum setelah penambahan triptamin sebanyak 500 ppm. Nilai induksi yang diperoleh yaitu 1300 menit dan nilai gum sebesar 56,2667 g/50 mL. Hasil uji densitas dan viskositas gasoline diperoleh penurunan nilai dibandingkan tanpa antioksidan. Pada nilai warna gasoline terjadi penurunan nilai setelah ditambahkan triptamin sebesar 16.6, sedangkan tanpa antioksidan diperoleh 20,1. Berdasarkan data yang diperoleh diketahui bahwa triptamin dapat digunakan sebagai zat antioksidan untuk gasoline. Kata kunci: antioksidan, amina aromatik, gasoline Abstract This research aims to investigate the potential of tryptamine as an antioxidant for gasoline and its effect on gasoline physical properties. The method used this research is the antioxidant activity of tryptamine tested by induction period and mass of gum, while physical properties tested were density, kinematic viscosity, and color. The results of the induction value and gum level test showed an increase after the addition of tryptamine as much as 500 ppm. Induction and gum value obtained is 1300 minutes, and 56.2667 g/50 mL. The results of the density and gasoline viscosity test obtained value decrease compared without antioxidants. The value of gasoline color decline in value after added by tryptamine as much as 16.6, while without antioxidants obtained as much as 20.1. Based on the data in this research, it can be concluded that tryptamine can be act as an antioxidant for gasoline. Keywords: antioxidant,aromatic amine, gasoline
Pengaruh Variasi Komposisi Susu Skim Terhadap Kadar Asam Amino pada Yogurt Sari Jagung Manis (Zea mays L. saccharata) Tania Farida; Suhartono Suhartono; Irma Ratna Kartika
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 9 Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.091.05

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar asam amino pada yogurt sari jagung manis berdasarkan pengaruh variasi komposisi susu skim dengan menggunakan HPLC (High Performance Liquid Chromatography). Yogurt dengan variasi 20% sari jagung manis dan 80% susu skim merupakan variasi komposisi terbaik dalam pembuatan yogurt sari jagung manis dengan menghasilkan kadar total asam amino sebesar 10,31% b/b dan terdeteksi puncak asam amino yang tertinggi pada kromatogram, yaitu asam glutamat sehingga yogurt sari jagung manis dapat dijadikan sebagai bahan pangan bergizi. Kata kunci: HPLC, kadar asam amino, variasi komposisi susu skim, yogurt sari jagung manis Abstract This study aims to know he amino acid content on sweet corn yogurt based on the influence variation of skim milk composition using HPLC (High-Performance Liquid Chromatography). Yogurt with a variation of 20% sweet corn and 80% skim milk is the best composition in the manufacture of sweet corn yogurt that produces a total amino acid content of 10.31% w/w and detecs the highest peak amino acid on chromatogram is glutamate acid, with the result that sweet corn yogurt can be used as a nutritious food. Keywords: amino acid content, HPLC, sweet corn yogurt, variation of skim milk composition
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN SUSU SKIM TERHADAP KADAR ASAM AMINO PADA YOGURT SARI KACANG MERAH (Phaseolus vulgaris L.) Dita Ayu Purwani
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.082.04

Abstract

Yoghurt is a probiotic drink containing amino acids. The basic ingredients of yoghurt is cow's milk. But cow's milk is easy to spoil and therefore it replaced with red beans. This study aims to determine the effect of addition skim milk to red bean extract to produce yoghurt with six variations. The amino acids levels in red bean extract yoghurt are analyzed using HPLC. The optimum concentration in 6 concentration variations is 80% skim milk and 20% red bean extract. Based on the results of the HPLC chromatogram showed that the amino acid glutamatic has the highest peak with levels of 1,74 x w/w
Ekstraksi Karbon Aktif Bebas Silika dari Arang Sekam Padi untuk Adsorpsi Zat Warna Methyl Orange Djoko Hartanto; Yusmaniar Yusmaniar; Erdawati Erdawati
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 9 Nomor 1, Juni 2023
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.091.01

Abstract

Abstrak Ekstrak karbon aktif bebas silika disintesis dari arang sekam padi berhasil diperoleh melalui perbandingan mol karbon:NaOH sebesar 1:3. Hasil karakterisasi SEM pada karbon aktif menunjukkan morfologi materialnya berbentuk butiran dan hasil karakterisasi EDX menunjukkan komposisimya terdiri dari 93.29% karbon; 6.71% oksigen dan 0% silika. Hasil karakterisasi FTIR karbon aktif bebas silika menunjukkan tidak adanya puncak silika pada bilangan gelombang 1100 cm-1. Berdasarkan hasil karakterisasi SAA, karbon aktif bebas silika memiliki luas permukaan sebesar 6.0018 m2g-1 yang tergolong jenis mikropori. Proses adsorpsi dari karbon aktif bebas silika dalam penyerapan zat warna methyl orange optimum pada massa adsorben sebanyak 200 mg dan maksimum pada massa adsorben 250 mg. Kata kunci: adsorpsi, karbon aktif bebas silika, methyl orange. Abstract The extraction of activated carbon free silica from rice husk with 1:3 mole ratio of carbon : sodium hydroxide has been successfully performed. The SEM result on activated carbon show the morphology of the material is granular and the EDX result showed the composition consisted of 93.29% carbon, 6.71% oxygen, 0% silica. The result of characterization FTIR not showing silica any peak of silica in wavelength 1100 cm-1. Based of characterization of SAA, indicates the material of activated carbon free silica has a surface area of 6.0018 m2/g, has a microporous type. The adsorption process on methyl orange pigment optimum at 200 mg and maximum at 250 mg. Keywords: adsorption, activated carbon free silica, methyl orange.
THE DESIGN OF A NITROGEN ANALYZER AS NITROGEN DETECTOR IN THE VEHICLE Budi Yasri
Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 2, Oktober 2019
Publisher : Program Studi Kimia Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRSKT.082.03

Abstract

Nitrogen Analyzer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kadar nitrogen pada suatu tempat (chamber) yang akan diuji. Dalam hal ini pengukuran kadar nitrogen dilakukan untuk mengetahui bahwa depot pengisian gas nitrogen pada kendaraan bermotor mengisi udara gas berupa nitrogen secara murni. Pengukuran dengan Nitrogen Analyzer ini bertujuan untuk mengawasi dan melindungi konsumen terhadap transaksi jual beli gas nitrogen pada ban kendaraan yang menggunakan generator nitrogen, biasanya terdapat di SPBU. Nitrogen Analyzer yang akan dibuat menggunakan sensor oksigen untuk mendapatkan nilai kadar oksigen, kemudian mengalkulasi kadar gas nitrogennya dengan asumsi udara yang ada hanya oksigen dan nitrogen. Prinsip kerja prototipe nitrogen analyzer adalah mendeteksi keberadaan oksigen yang mengubah sistem ideal pada sensor menjadi suatu sinyal tegangan. Sinyal tegangan keluaran dari sensor memiliki orde kecil sehingga diperlukan rangkaian amplifikasi untuk menguatkan sinyal keluaran tersebut agar dapat dibaca oleh mikrokontroler Arduino Uno. Mikrokontroler akan mengubah sinyal tegangan menjadi output digital berupa biner, kemudian dapat ditampilkan menjadi besaran nitrogen yang diperoleh dengan perhitungan 100% dikurangi kadar oksigen yang diperoleh. Pada program diatur supaya angka yang muncul merupakan kadar nitrogen. Penampilan kadar nitrogen ditampilkan pada LCD sebagai antarmuka penyampaian pengukuran kadar nitrogen dengan user. Penambahan penunjukkan pengukuran lainnya seperti pengukuran besaran suhu dan tekanan berfungsi sebagai parameter penunjang kegiatan pengujian agar didapatkan hasil yang optimal. Nitrogen Analyzer yang dibuat diuji berdasarkan respon karakteristik dinamik sensor dengan hasil akhir alat ini dapat membedakan keberadaan antara udara bebas dengan gas nitrogen dan hasilnya cukup baik karena sudah menunjukkan perubahan yang signifikan dan berfungsi sesuai dengan apa yang diharapkan. Oleh sebab itu, nitrogen analyzer ini dapat digunakan pada bidang pengawasan transaksi jual beli nitrogen pada ban kendaraan di depot pengisian SPBU, dengan pengembangan sistem dan metode pengujian yang lebih baik.

Page 7 of 11 | Total Record : 110


Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 12 Nomor 1, Juni 2026 Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 11 Nomor 2, Desember 2025 Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 11 Nomor 1, Juni 2025 Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 10 Nomor 2, Desember 2024 Vol. 10 No. 1 (2024): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 10 Nomor 1, Juni 2024 Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 9 Nomor 2, Desember 2023 Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 9 Nomor 1, Juni 2023 Vol 8 No 2 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 2, Oktober 2019 Vol 8 No 1 (2019): Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 8 Nomor 1, Maret 2019 Vol 7 No 1 (2017): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 7 Nomor 1 Juli 2017 Vol 4 No 2 (2014): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 4 Nomor 2 Desember 2014 Vol 3 No 2 (2013): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 3 Nomor 2 Desember 2013 Vol 3 No 1 (2013): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 3 Nomor 1 Juli 2013 Vol 2 No 2 (2012): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 2 Nomor 2 Desember 2012 Vol 2 No 1 (2012): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 2 Nomor 1 Juni 2012 Vol 1 No 2 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 2 Desember 2011 Vol 1 No 1 (2011): JRSKT - Jurnal Riset Sains dan Kimia Terapan, Volume 1 Nomor 1 Juni 2011 More Issue