cover
Contact Name
James Maramis
Contact Email
jmaramis@unklab.ac.id
Phone
+6281248012266
Journal Mail Official
jmaramis@unklab.ac.id
Editorial Address
Kampus Universitas Klabat, Jl. Arnold Mononutu, Airmadidi, Kab. Minahasa Utara, Sulawesi Utara
Location
Kab. minahasa utara,
Sulawesi utara
INDONESIA
Klabat Journal of Nursing
Published by Universitas Klabat
ISSN : -     EISSN : 26857154     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Klabat Journal of Nursing (KJN) is the official peer-reviewed research journal of Faculty of Nursing, Universitas Klabat (UNKLAB). This journal aims to promote advancement in nursing and health care through the dissemination of the latest research findings. KJN covers a wide range of nursing topics such as nursing education, clinical practice, advanced nursing issue and policy related to the nursing profession. This journal publishes two issues per year in April and October. KJN intended readership includes nurse educator, researcher, manager, and nurse practitioner at all levels. KJN accepts submission from all over the world. All accepted articles will be published on an open-access basis and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2022): New Start" : 13 Documents clear
PENGARUH KOGNITIF DAN PENDAPATAN ORANG TUA PADA PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEPERAWATAN Manoppo, Arlien Jeannete
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.787

Abstract

ABSTRACT Good learning achievement is highly desired by students in their lectures, cognitive and income of students' parents have a role in their achievement. The purpose of this study was to analyze the effect of cognitive and parental income on learning achievement. Analytical observational method with cross-sectional approach was chosen in this study with 296 respondents through consecutive sampling technique. The findings of this study are that most of the students' cognitive abilities are good 159 (53.7%), the income of parents of students is in the good category 186 (62.8%), and the learning achievement shown by students is very good 147 (49.6 ). Simultaneously and partially, students' parents' cognitive and income had a significant effect (p<0.05) on academic achievement. Cognitive odds ratio value is 4.853 and parents' income is 1.678 so that the contribution of cognitive influence to learning achievement is greater than parents' income. The addition of other independent variables needs to be done to get maximum learning achievement because the influence given by the independent variable on the logistic regression model that is formed is only 19.8%. KEYWORDS: cognitive, learning achievement, parental income ABSTRAK Prestasi belajar yang baik sangat diinginkan mahasiswa dalam perkuliahannya, kognitif dan pendapatan orang tua mahasiswa memiliki peran dalam pencapaiannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kognitif dan pendapatan orang tua pada prestasi belajar. Metode observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dipilih dalam penelitian ini dengan 296 responden melalui teknik consecutive sampling. Temuan hasil dari penelitian ini adalah sebagian besar kognitif mahasiswa adalah baik 159 (53,7%), pendapatan orang tua mahasiswa dalam kategori baik 186 (62,8%), serta prestasi belajar yang ditunjukkan oleh mahasiswa adalah sangat baik 147 (49,6). Secara simultan dan parsial, kognitif dan pendapatan orang tua mahasiswa mempunyai pengaruh yang signifikan (p<0.05) terhadap prestasi akademik. Nilai odds ratio kognitif adalah 4,853 dan pendapatan orang tua adalah 1,678 sehingga kontribusi pengaruh kognitif terhadap prestasi belajar lebih besar dibandingkan pendapatan orang tua. Penambahan variabel independen lainnya perlu dilakukan untuk mendapatkan prestasi belajar yang maksimal karena pengaruh yang diberikan variabel independen pada model regresi logistik yang terbentuk hanya 19,8%. Kata kunci: kognitif, pendapatan orang tua, prestasi belajar
HUBUNGAN PENGGUNAAN KONTRASEPSI HORMONAL DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN PADA IBU-IBU DI DESA MOTOLING Shintya, Lea Andy
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.798

Abstract

Pengunaan kontrasepsi hormonal bertujuan untuk mencegah kehamilan saat berhubungan seks. Ada efek samping dari kontrasepsi hormonal salah satunya adalah kenaikan berat, karena didalam kontrasepsi hormonal terdapat hormon Depo Medroxy progresteron Axetate (DMPA) yangmenyebabkan meningkatnya nafsu makan.. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kenaikan berat badan pada ibu-ibu di desa Motoling. Metode penelitian yaitu survey analitik menggunakan pendekatan crosssectional . Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampe 80 responden. Hasil Penelitian: gambaran penggunaan kontrasepsi hormonal ibu-ibu di desa Motoling, suntik berjumlah 40 responden (50,0%), pil 22 responden (27,5%), dan implan 18 responden (22,5). Untuk gambaran kenaikan berat badan pada ibu-ibu di desa Motoling 43 responden (53,7%) mengalami kenaikan berat badan 2 - 4 kg, 28 responden (35,0 % ) mengalami kenaikan berat badan > 5kg, dan 9 responden (11,3) mengalami penurunan berat badan. Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan kontrasepsi hormonal dengan kenaikan berat badan pada ibu-ibu di desa Motoling dengan p-value 0,033 < 0,05. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal mempunyai hubungan terhadap kenaikan berat badan dari ibu-ibu di Desa Motoling. Rekomendasi bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk dapat meneliti lebih lanjut dengan jumlah responden yang lebih banyak, variabel khusus kontrasepsi suntik 1 bulan dan 3 bulan. Kata kunci : Berat badan, Kontrasepsi KB
HUBUNGAN KADAR HEMOGLOBIN DAN LAMA HEMODIALISA TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA Rantepadang, Andreas
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.788

Abstract

Kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kualitas hidup sebelum menderita gagal ginjal kronik. Lama hemodialisa dan kadar hemoglobin berkaitan erat dengan kualitas hidup pada pasien hemodialisa. Tujuan: Mengetahui hubungan kadar hemoglobin dan lama hemodialisa terhadap kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional, teknik pengampilan sampel dengan cara purposive sampling, instrumen untuk mengukur kualitas hidup menggunakan Kidney Disease Quality of Life Short Form (KDQOL-SF) dan kadar hemoglobin dan lama hemodialisa diambil dari data rekam medis pasien. Hasil: Dari 43 responen yang memenuhi kriteria penelitian, 39 responden (90.7%) berada pada kadar hemoglobin yang tidak normal, 38 responden (88.4%) yang sudah lama menjalani hemodialisa >12 bulan, 31 responden (72.1%) berada pada kualitas hidup kurang. Kesimpulan: tidak ada hubungan kadar hemoglobin dan lama hemodialisa terhadap kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa. Rekomendasi: Bagi penderita gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa tetap melakukan terapi hemodialisa secara rutin dan mempertahan kadar Hb. Untuk penelitian selanjutnya agar jumlah sampel ditambah dan dilakukan ditempat yang berbeda.
DUKUNGAN KELUARGA DAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAGERAT KOTA BITUNG Pitoy, Frendy Fernando; Padaunan, Ellen; Herang, Cristoforus Stary
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.785

Abstract

Abstract Tuberculosis disease or TB Pulmonary is a contagious infection that requires regular and long-term treatment. Maximum treatment can be obtained with proper adherence to medication for patients with the disease. The role of family support is important in achieving the maximum treatment by patients so that the patients remain obedient in the treatment. This study aims to determine the relationship between family support and medication adherence in TB Pulmonary patients in the work area of Sagerat Health Center, Bitung City. The research method used was a descriptive correlation with a consecutive sampling technique which was conducted from February to March 2021 with a total of 30 participants. The results showed that most of the participants, which is 82% were in the category of obedient in taking the medication and 64% had good family support in the treatment. Furthermore, the results showed that there was no significant relationship between family support and medication adherence in TB Pulmonary patients in the work area of Sagerat Public Health Center, Bitung City with a p value of 0.363. It is recommended for the patients with TB Pulmonary in the work area of Sagerat Health Center who are still not compliant with treatment to pay more attention to the importance of doing the right treatment according to the direction of the local health service. Keywords: Tuberculosis, Family Support, Medication Adherence Abstrak Penyakit Tuberculosis atau yang sering disebut TB Paru adalah infeksi menular yang membutuhkan pengobatan yang rutin dan cukup lama. Untuk mendapatkan pengobatan yang maksimal, dibutuhkan kepatuhan mengkonsumsi obat yang baik dari penderita penyakit. Peran dukungan keluarga merupakan hal penting dalam mencapai maksimalnya pengobatan yang dilakukan oleh penderita agar tetap patuh dalam pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di wilaya kerja Puskesmas Sagerat, kota Bitung. Metode penelitian yang digunakan yaitu menggunakan descriptive correlation dengan teknik pengambilan sampel yaitu consecutive sampling yang dilakukan pada bulan februari sampai maret 2021 dengan jumlah partisipan sebanyak 30 orang. Hasil yang didapat menunjukkan bahwa sebagian besar partisipan yaitu 82% berada pada kategori patuh minum obat dan 64% memiliki dukungan keluarga yang baik dalam pengobatan. Lebih lanjut, hasil menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas Sagerat, kota Bitung dengan nilai p= 0.363. Direkomendasikan kepada penderita TB Paru di wilaya kerja Puskesmas Sagerat yang masih tidak patuh dalam pengobatan untuk lebih memperhatikan pentingnya melakukan pengobatan yang benar sesuai arahan layanan kesehatan setempat. Kata kunci : Tuberkulosis, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Minum Obat
HUBUNGAN TINGKAT ADIKSI GAME ONLINE DENGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK PADA PELAJAR SMA Maramis, James Richard; Maengkom, Kent Stephanus
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.801

Abstract

Statistik global menunjukkan bahwa lebih dari 2 miliar orang yang memainkan game. Di Indonesia 10,15% kelompok usia remaja terindikasi mengalami adiksi terhadap game online, sementara 49% remaja dengan kelompok umur 15-19 masuk dalam kategori aktivitas fisik rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan tingkat adiksi game online dengan tingkat aktivitas fisik pada pelajar SMA. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasi dengan menggunakan teknik convenience sampling. Hasil penelitian menunjukan gambaran tingkat adiksi game online termasuk dalam kategori kecanduan ringan dan gambaran tingkat aktivitas fisik termasuk dalam kategori aktivitas fisik rendah. Hasil uji spearmen correlation menunjukan p value = 0,01 p<0,05 yang artinya ada hubungan yang signifikan antara tingkat adiksi game online dengan tingkat aktivitas fisik, dan nilar r = -0,230. yang artinya hubungan keduanya adalah rendah serta memiliki arah negatif. Rekomendasi bagi pelajar agar dapat meningkatkan aktivitas fisik 30 menit perhari atau 150 menit perminggu dengan melakukan gerak badan atau olahraga yang digemari secara aktif dan membagi waktu secara seimbang dalam bermain game agar tidak mengarah kepada adiksi. Serta rekomendasi bagi peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian sehubungan dengan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi baik adiksi game online maupun aktivitas fisik. Kata Kunci: Adiksi game online, aktivitas fisik, pelajar ABSTRACT Global statistics show that more than 2 billion people are playing the game. In Indonesia, 10.15% of the adolescent age group is indicated to be addicted to online games, while 49% of adolescents in the 15-19 age group are in the low physical activity category. The purpose of this study was to determine the relationship between the level of online game addiction and the level of physical activity in students in Senior High School. The research design used is quantitative correlation using the convenience sampling technique. The results showed that the description of the level of online game addiction was in the category of mild addiction and the description of the level of physical activity was included in the category of low physical activity. The statistic shows p-value = 0.01 p <0.05, which means that there is a significant relationship between the level of online game addiction and the level of physical activity, r = -0.230. which means that the relationship between the two is low and has a negative direction. Recommendations for students to be able to increase physical activity by 30 minutes per day or 150 minutes per week by doing sports or sports that are actively liked and dividing time in a balanced way by playing games so as not to lead to addiction. As well as recommendations for further researchers to conduct research in relation to other factors that can affect both online game addiction and physical activity. Keywords: online game addiction, physical activity, students
POSISI DUDUK DAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA KARYAWAN KANTOR Purnawinadi, I Gede; Sitanggang, Yohanes Binor
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.789

Abstract

Low back pain is a symptom in the form of pain in the lumbosacral area (lower back) caused by various reasons, one of which is a sitting position, where the body weight rests on the buttocks by touching a horizontal object. A good sitting position if the back is straight, the head is not bent and the position of the thighs is parallel to the floor. The purpose of this study was to determine the relationship between sitting position and low back pain in employees. This research method uses descriptive analytic with a cross-sectional approach. The number of samples was calculated using the slovin formula as many as 52 respondents. The results of the study: the majority of employees (96.1%) are in a sitting position with a moderate to high level of risk. Then the most low back pain was in mild pain 46.2% (24 respondents). There is no significant relationship with the value 0.345 (p value > 0.05). The sitting position of employees has the largest percentage category, which is moderate risk and the largest low back pain is mild pain. It is expected that employees will pay attention to their sitting position while working and can rest or stretch their muscles between work hours in order to get optimal work results. Keywords: employees, low back pain, sitting position. Nyeri punggung bawah merupakan suatu gejala berupa rasa nyeri di daerah lumbosakral (punggung bawah) yang ditimbulkan oleh berbagai sebab, salah satunya adalah posisi duduk, dimana berat badan bertumpu pada bokong dengan bersentuhan pada suatu benda yang horizontal. Posisi duduk yang baik apabila punggung tegak lurus, kepala tidak menunduk dan posisi paha sejajar dengan lantai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara posisi duduk dengan nyeri punggung bawah pada karyawan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dihitung menggunakan rumus slovin sebanyak 52 responden. Hasil penelitian: mayoritas karyawan (96,1%) berada pada posisi duduk dengan tingkat resiko sedang hingga tinggi. Kemudian nyeri punggung bawah terbanyak berada pada nyeri ringan 46,2% (24 responden). Tidak ada hubungan yang signifikan dengan nilai 0,345 (p value > 0,05). Posisi duduk karyawan memiliki kategori persentase terbesar ialah risiko sedang dan nyeri punggung bawah terbesar ialah nyeri ringan. Diharapkan karyawan untuk tetap memperhatikan posisi duduk pada saat berkerja dan dapat istirahat atau peregangan otot disela waktu kerja agar mendapat hasil pekerjaan yang optimal. Kata Kunci: karyawan, nyeri punggung bawah, posisi duduk.
EFIKASI DIRI DAN GENDER PADA PRESTASI BELAJAR Anderson, Elisa
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.786

Abstract

ABSTRACT The individual's belief in himself that he can complete something he is living is self-efficacy and gender is one of the discriminations in nursing services. In nursing student learning achievement, self-efficacy and gender play a role in their achievement. The purpose of this study was to analyze the effect of self-efficacy and gender on learning achievement. This research method is cross-sectional involving 301 respondents through consecutive sampling technique. The results of this study were that the students' self-efficacy was good 153 (50.8%), most respondents were 255 women (84.7%), and the highest learning achievement was very good 147 (48.9). Self-efficacy has a significant relationship (p=0.010; p<0.05) and gender has no significant relationship (p=0.326; p>0.05) on learning achievement. Further research by adding other independent variables needs to be done to find out other factors related to learning achievement, and multivariate analysis needs to be done to find out how much influence these factors have on learning achievement. KEYWORDS: gender, learning achievement, self-efficacy ABSTRAK Kepercayaan individu terhadap dirinya bahwa dapat menyelesaikan sesuatu yang sedang dijalaninya adalah efikasi diri dan gender merupakan salah satu diskriminasi dalam pelayanan keperawatan. Pada prestasi belajar mahasiswa keperawatan, efikasi diri dan gender berperan dalam pencapaiannya. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh efikasi diri dan gender terhadap prestasi belajar. Metode penelitian ini adalah cross-sectional yang melibatkan 301 responden melalui teknik consecutive sampling. Hasil penelitian ini adalah efikasi diri mahasiswa adalah baik 153 (50,8%), responden terbanyak adalah perempuan 255 (84,7%), serta prestasi belajar terbanyak adalah sangat baik 147 (48,9). Efikasi diri mempunyai hubungan yang bermakna (p=0,010; p<0,05) dan gender tidak mempunyai hubungan yang bermakna (p=0,326; p>0,05) terhadap prestasi belajar. Penelitian lanjutan dengan menambahkan variabel independen lainnya perlu dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor lain yang berhubungan dengan prestasi belajar, serta perlu dilakukan analisis multivariat untuk dapat mengetahui seberapa besar pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap prestasi belajar. KATA KUNCI: efikasi diri, gender, prestasi belajar
HUBUNGAN BURNOUT DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PERAWAT DI RSUD MARIA WALANDA MARAMIS Tandilangi, Abigail; Ticoalu, Jeremy
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.802

Abstract

Kualitas hidup adalah penilaian seseorang terhadap kehidupannya yang dapat dipengaruhi oleh burnout yaitu stres kerja sehingga dapat menganggu pelayanan keperawatan serta kesehatan dari perawat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan burnout dengan kualitas hidup pada perawat di RSUD Maria Walanda Maramis. Desain penelitian menggunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari 61 perawat di RSUD Maria Walanda Maramis terdapat 40 perawat (65,6%) berada pada burnout kategori rendah, 21 perawat (34,3%) memiliki burnout pada kategori sedang, 33 perawat (54,1%) memiliki kualitas hidup pada kategori tinggi, 26 perawat (42,6%) memiliki kualitas hidup pada kategori sangat tinggi, serta 2 perawat (3,3%) memiliki kualitas hidup pada kategori sedang. Ada hubungan burnout dengan kualitas hidup pada perawat di RSUD Maria Walanda Maramis dengan nilai p 0,010 < 0,05; r = -0,329. Uji partial correlation menunjukkan ada hubungan burnout dengan kualitas hidup pada perawat di RSUD Maria Walanda Maramis bila ditinjau dari ruang perawatan dengan nilai p 0,007 < 0,05; r = - 0,344. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya untuk dapat meneliti faktor lain yang mempengaruhi burnout seperti masa kerja. Abstract Quality of life is a person's assessment of his life that can be influenced by burnout, namely work stress which can interfere with nursing services and the health of nurses. The purpose of this study was to determine the relationship between burnout and quality of life for nurses at the Maria Walanda Maramis Hospital. The research design used descriptive correlation with a cross-sectional approach. The sampling technique used was purposive sampling. The results showed that among 61 nurses at Maria Walanda Maramis Hospital there were 40 nurses (65.6%) in the low burnout category, 21 nurses (34.3%) had burnout in the moderate category, and 33 nurses (54.1%) had quality of life in the high category, 26 nurses (42.6%) had a quality of life in the very high category, and 2 nurses (3.3%) had a quality of life in the moderate category. There is a relationship between burnout and the quality of life of nurses at Maria Walanda Maramis Hospital with a p-value of 0.010 < 0.05; r = -0.329. The partial correlation test showed that there was a relationship between burnout and the quality of life of nurses at the Maria Walanda Maramis Hospital when the nursing ward aspect is added with a p-value of 0.007 <0.05; r = - 0.344. Recommendations for further researchers to be able to examine other factors that affect burnout such as nurses’ tenure.
PENGGUNAAN AROMATERAPI UNTUK NYERI PADA PASIEN MEDIKAL-BEDAH DI INDONESIA: SEBUAH TINJAUAN INTEGRATIF Langingi, Nova Lina; Saluy, Priscillia M.; Kaparang, Grace Fresania
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.790

Abstract

ABSTRAK Aromaterapi sering disalahartikan dalam opsi penanganan nyeri. Penggunaan aromaterapi pada pasien dewasa di Indonesia diinvestigasi dengan penelitian tinjauan integratif Whitemore and Knoff, memuat artikel yang dipublikasi tahun 2012-2021, full paper, dalam Bahasa Indonesia, dari google cendekia, dan fokus pada pasien nyeri medikal-bedah, dengan kata kunci “aromaterapi untuk nyeri” dilaporkan dalam diagram pelaporan PRISMA. Enam artikel memenuhi kriteria “tinggi” oleh QualSyst tool. Ditemukan bahwa, indikasi penggunaan dari aromaterapi dalam bidang medikal adalah nyeri kepala dan kanker, dimana aromaterapi lavender serta aromaterapi lemon (kombinasi dengan progressive muscle relaxation). Selanjutnya, dalam bidang bedah, indikasi penggunaan aromaterapi adalah nyeri paska bedah mayor, post-laparatomy dan fraktur ekstremitas, dimana aromaterapi lavender, aromaterapi lemon dan juga lemon yang dikombinasi dengan guided imagery adalah pilihan-pilihan aromaterapi. Umumnya aromaterapi diberikan melalui administrasi inhalasi. Secara umum, ditemukan aromaterapi efektif menurunkan nyeri pada pasien medikal bedah. Perawat dapat mempertimbangkan penggunaan aromaterapi lemon dan lavender untuk manajemen nyeri. Bagi manajemen Rumah Sakit untuk dapat mempertimbangkan penggunaan aromaterapi ini karena terbukti efektif dengan efek samping minimal dan rendah biaya. Kata kunci: aromaterapi, Indonesia, medikal-bedah, nyeri ABSTRACT Aromatherapy is often misinterpreted in pain management options. The use of aromatherapy in adult patients in Indonesia was investigated with Whitemore and Knoff integrative review design, including articles published in 2012-2021, full paper, in Indonesian, from Google Scholar, and focus on patients of medical-surgical pain, with the keyword of "aromatherapy for pain" reported in PRISMA reporting diagram. Six articles meet "high" criteria by the QualSyst tool. It was found that, indications of the use of aromatherapy in the field of “medical” are headaches and cancer, where lavender aromatherapy and lemon aromatherapy (combined with progressive muscle relaxation). Furthermore, in the field of “surgical”, indications of the use of aromatherapy are major post-surgical pain, post-laparatomy and fractures of extremities, where lavender aromatherapy, lemon aromatherapy and lemon combined with guided imagery are aromatherapy options. Generally, aromatherapy is administered via inhalation. In general, it was found that aromatherapy is effective in pain alleviation for medical-surgical patients. Nurses may consider the use of lemon and lavender aromatherapy for pain management. For hospital management to consider the use of aromatherapy because it has been proven effective with minimal side effects and low cost. Keywords: aromatherapy, Indonesia, medical-surgical, pain
HUBUNGAN MOTIVASI DENGAN KINERJA KADER BALITA Manoppo, Ivanna; Rumambi, Arlinda A
Klabat Journal of Nursing Vol. 4 No. 1 (2022): New Start
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Klabat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37771/kjn.v4i1.782

Abstract

Abstract Posyandu is one form of health service to overcome and find nutritional problems in toddlers. If the kader do not carry out their roles properly, the concequence is that the nutritional status of children under five cannot be detected early. The purpose of this study was to determine the relationship between motivation and performance of toddler cader in the working area of the Kema Health Center. The research design used was descriptive correlative with cross sectional approach. Using total sampling technique. The number of research samples was 97 respondents. The results of the frequency and percentage statistical tests showed that 70,1% had high motivation and 29,9% had low motivation. As for the results of the performance of cadres 75,3% had good performance, 23,7% had sufficient performance, 1% had poor performance. The results of the spearmean rank/rho statistical test show p-value=0,707>0,05 which means that there is no significant relationship between motivation and the performance of toddler cadres. Recommended for further researchers it is recommended to look for other factors that affect performance namely knowledge and training.

Page 1 of 2 | Total Record : 13