cover
Contact Name
Febi Dwi Widayanti
Contact Email
febidwi07@gmail.com
Phone
+6281334744616
Journal Mail Official
febidwi07@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang Jl. Danau Sentani No. 99 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Likhitaprajna: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang
ISSN : 14108771     EISSN : 25804812     DOI : 10.37303/likhitaprajna
Core Subject : Education,
Jurnal Likhitaprajna merupakan jurnal open access yang dipublikasikan dua kali setahun dan diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Wisnuwardhana Malan. Jurnal ini merupakan hasil penelitian atau kajian teori tentng pendidikan dan pembelajarannya.
Articles 210 Documents
PENGARUH MODEL THINK-PAIR-SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS VII SMP KARTIKA IV 8 MALANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Supomo, Warno Edy
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.207 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.52

Abstract

Penelitian ini dirumuskan, Apakah Pengaruh Model Think-Pair-Share (TPS) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam Pembelajaran PKn di Kelas VII SMP Kartika IV 8 Malang Tahun Pelajaran 2017/2018? dan Bagaimanakah Pengaruh Model Think-Pair-Share (TPS) dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam Pembelajaran PKn di Kelas VII SMP Kartika IV 8 Malang Tahun Pelajaran 2017/2018. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Kuantitatif. Subjek penelitian tindakan adalah siswa Kelas VII SMP Kartika Malang dengan jumlah siswa 36 orang, terdiri dari laki-laki 18 orang dan perempuan 18 orang. Langkah-langkah analisis data meliputi; 1) mereduksi data, 2) menyajikan data, 3) menyimpulkan data. Hasil penelitian diharapkan bermanfaat, teoretis maupun bersifat praktis maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Perencanaan peningkatan motivasi dengan penerapan model Think-Pair-Share (TPS) siswa Kelas VII SMP Kartika IV 8 Malang Tahun Pelajaran 2017/2018 pada siklus I dikategorikan belum maksimal karena berbagai hambatan yang dialami oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Akan tetapi, perencanaan pada siklus II semua hambatan yang dihadapi pada siklus I sudah dapat diantisipasi sehingga pembelajaran dapat dioptimalkan; (2) Pelaksanaan peningkatan motivasi siswa Kelas VII SMP Kartika IV 8 Malang Tahun Pelajaran 2017/2018 pada siklus I dikategorikan belum mencapai target yang diinginkan karena berbagai kendala yang dialami oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Namun pada siklus II terjadi perubahan peningkatan yang signifikan karena semua kendala dapat diantisipasi dan direvisi dari berbagai kekurangan yang dihadapi pada siklus I. Pada  siklus I  aktivitas siswa belum menampakkan keseriusan baik kegiatan kelompok maupun pada kegiatan presentasi kelas. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan aktivitas siswa, terlihat pada keaktifan siswa bertanya dan merespons pertanyaan.Kata kunci: model think pair share, motivasi belajar siswa
PROSES HUKUM PEMBERHENTIAN PRESIDEN DAN/ATAU WAKIL PRESIDEN MENURUT UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1945 Putra, Marsudi Dedi
Jurnal Likhitaprajna Vol 18 No 2 (2016): September 2016
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.518 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v18i2.53

Abstract

Salah satu bukti kedaulatan rakyat adalah melakukan pemilihan Presiden secara langsung, maka sebagai konsekuensi logisnya, selama jangka waktu tertentu Presiden harus dijamin tidak dijatuhkan melalui mekanisme pertanggungjawaban politik. Mekanisme pemberhentian Presiden melalui pertanggungjawaban haluan negara tidak benar untuk tetap dipertahankan. Presiden dan/atau Wakil Presiden hanya dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh MPR atas usul DPR, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden.Kata kunci: impeachment, presiden dan/atau wakil presiden, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 
SIMBOL-SIMBOL KEKUASAAN DALAM KOMUNIKASI LISAN Kustyarini, Kustyarini
Jurnal Likhitaprajna Vol 18 No 2 (2016): September 2016
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.654 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v18i2.54

Abstract

Salah satu wacana penting dalam dunia studi teks adalah perselisihan tentang interpretasi antara dua tradisi pemikiran, yaitu hermeneutika Romantis dan Strukturalisme. Pada tingkat metodologis, Hermeneutika Romantis menawarkan ‘pemahaman’ (understanding) sebagai metode yang absah dalam memaknai teks sebagai bentuk ekspresi manusia, sedangkan strukturalisme meyakini ‘penjelasan’ (explanation) sebagai metode yang cocok untuk menangkap pengertian sebuah teks.Teks memiliki ‘otonomi’ nya sendiri yang tidak dibatasi oleh maksud pengarang dan horisonnya sehingga dapat diinterpretasi dalam berbagai cara. Secara epistemologis, Ricoeur melancarkan kritik atas hermeneutika romantis dan strukturalisme. Dengan alur analisis seperti apa Ricoeur sampai pada kritik tersebut?.Epistemologi merupakan sudut pandang yang dapat digunakan untuk melihat teori interpretasi. Epistemologi berasal dari kata episteme dalam bahasa Yunani yang berarti pengetahuan. Ada 3 persoalan utama dalam epistemologi: (1) tentang sumber pengetahuan, (2) watak pengetahuan, dan (3) kebenaran pengetahuan Metode yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah model penelitian histories-faktual mengenai tokoh, yaitu model penelitian yang memusatkan salah satu pemikiran tokoh (Bakker & A.Charris Zubair, 1990:61-65).Kata kunci: simbol kekuasaan, komunikasi lisan 
MENUMBUHKAN RASA BANGGA GENERASI MUDA TERHADAP BAHASA INDONESIA SEBAGAI BAHASA NASIONAL DAN INTERNASIONAL Werdiningsih, Endang
Jurnal Likhitaprajna Vol 18 No 2 (2016): September 2016
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.189 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v18i2.55

Abstract

Indonesian has become a state language and national language over the years is not able to be proud of our young people. The phenomenon was apparent when they speak not fully understand about Indonesian.The lack of pride that one of them is influenced by the government, the public, and teacher in implementing the learning process. With a variety of regulations have been promulgated on the use of Indonesian, government has not do real action against violations committed by the public. The Society is more proud to use a foreign language than Indonesian, and young people are less interested in learning Indonesian so that learning can notcreate an attitude of pride in his own language.Keywords: pride, youth, Indonesian
PENGARUH PENGALAMAN PENDIDIKAN DAN HASIL BELAJAR TERHADAP HASIL MICROTEACHING Ningrum, L. Endah Cahya
Jurnal Likhitaprajna Vol 18 No 2 (2016): September 2016
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.327 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v18i2.56

Abstract

Pendidikan yang berkualitas bergantung pada kualitas kompetensi yang dimiliki oleh guru. Seorang guru yang berkualitas harus memiliki kualifikasi dan kompetensi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara variabel bebas terhadap variabel terikat. Variabel bebas tersebut yaitu Pengalaman Pendidikan (X1) dan Hasil Belajar (X2), sedangkan variabel terikatnya yaitu Hasil Microteaching (Y1). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif menggunakan teknik analisis regresi. Total populasi pada penelitian ini adalah 101 mahasiswa, sedangkan sampel yang digunakan sebanyak 81 responden dengan teknik pengambilan sampel proportional random sampling. Data yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari angket dan dokumentasi. Angket yang dibuat diuji validitas dan reliabilitas oleh ahli dan telah dilakukan uji coba. Dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data dari tempat penelitian yang berupa daftar kumpulan nilai mahasiswa. Hasil analisis terdiri dari deskriptif data dan uji hipotesis. Uji hipotesis dilakukan setelah uji prasyarat analisis data terpenuhi yaitu uji normalitas dan linieritas. Berdasarkan hasil analisis diperoleh kesimpulan yaitu ada pengaruh yang signifikan Pengalaman Pendidikan dan Hasil Belajar yang mempengaruhi Hasil Microteaching sebesar 32,3%.Kata kunci: pengalaman pendidikan, hasil belajar, hasil microteaching
PENINGKATAN KREATIVITAS SISWA DENGAN MODEL PENDIDIKAN SEBAYA (STUDI KASUS DI TMI AL-AMIEN PRENDUAN SUMENEP) Kuswandi, Iwan
Jurnal Likhitaprajna Vol 18 No 2 (2016): September 2016
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.11 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v18i2.57

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana pendidikan sebaya dilaksanakan di lembaga TMI Al-Amien Prenduan? Serta apa saja bentuk peningkatan kreativitas siswa TMI melalui pendidikan sebaya tersebut?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Setelah dilakukan penelitian, maka ditemukan hasil bahwa: Pertama, kegiatan ektrakurikuler yang ada di TMI Al-Amien Prenduan (diistilahkan Kompetensi Pilihan). Para tutornya terdiri dari santri kelas V dan Kelas VI TMI Al-Amien Prenduan. Bahkan mereka juga ada yang menjadi pendidik sebaya pada kegiatan tadarus al-Qur’an dan kegiatan ibadah nawafil lainnya. Kedua, sebagai pendidik sabaya, maka santri Kelas V dan VI TMI termotivasi untuk menjadi teladan bagi adik kelasnya, dengan meraih prestasi perlombaan di bidangnya. Para tutor termotivasi untuk mencetak santri berprestasi, karena nama turornya pasti akan dituliskan juga di laporan Warta Singkat. Santri yang sukses berprestasi di luar pondok, maka nama tutornya juga akan menggema saat acara Apel Tahunan.Kata kunci: kreativitas siswa, pendidikan sebaya 
MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD (STUDENTS TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) Khasanah, Fitria
Jurnal Likhitaprajna Vol 18 No 2 (2016): September 2016
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.181 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v18i2.58

Abstract

Keaktifan siswa kelas XI MIA 3 SMA Negeri 5 Malang rata-rata masih 60%  dari total keseluruhan siswa yang ada dengan  KKM sekolah yaitu 75. Berdasarkan masalah tersebut perlunya dilakukan perbaikan proses pembelajaran pada siswa dengan tujuan agar siswa dapat ikut berperan aktif. Sehingga ”Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa?”Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 5 Malang tahun pelajaran 2015/2016.  Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIA 3 dengan obyek penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tahapan dalam penelitian ini yaitu: (1)Plan, (2)Act, (3) observe, (4)  reflect. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (1) Observasi, (2)  Angket, 3) Wawancara, (4) Tes, (5) Dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis yang digunakan adalah reduksi data yaitu kegiatan pemilihan data, penyederhanaan data serta transformasi data kasar dari hasil catatan lapangan.Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas XI MIA 3 SMA Negeri 5 Malang dapat disimpulkan bahwa Model pembelajaran kooperatif tipe STAD di kelas XI MIA 3 SMA Negeri 5 Malang dapat meningkatkan keaktifan siswa. Hal ini terbukti dengan meningkatnya keaktifan siswa dari setiap siklusnya yaitu sebelum pembelajaran (0%), siklus I meningkat (21,01%), siklus II meningkat (30,56%), dan siklus III meningkat (50,46%). Kesimpulan tersebut memberikan implikasi bahwa, guru mampu memotivasi siswa agar aktif selama pembelajaran berlangsung.Kata kunci: STAD, keaktifan
PENGARUH KEMAMPUAN BERBICARA SISWA MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF DENGAN METODE SIMULASI PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Utami, Sri
Jurnal Likhitaprajna Vol 18 No 2 (2016): September 2016
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.941 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v18i2.59

Abstract

Dalam pembelajaran bahasa Indonesia memerlukan pendekatan belajar yang perlu dilakukan sebagai alat penunjang Kegiatan Belajar Mengajar. Dalam pembelajaran di sekolah baik Sekolah Dasar [SD], Sekolah Menengah Pertama [SMP], maupun Sekolah Menengah Atas [SMA] mata pelajaran yang diajarkan salah satunya adalah mata pelajaran bahasa Indonesia. Mata pelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu mata pelajaran pokok yang diajarkan di SD, SMP, maupun SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan komunikatif dengan menggunakan metode simulasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada kemampuan berbicara siswa. Dari hasil pengujian hipotesis dengan uji-t diketahui bahwa H1 diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbicara siswa yang diajar dengan menggunakan metode konvensional di kelas control dan kemampuan berbicara siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan komunikatif di kelas eksperimen. Hasil pengujian sekaligus membuktikan bahwa ada pengaruh kemampuan berbicara siswa terjadi karena perbedaan perlakuan yang diberikan kepada setiap kelompok siswa.Kata kunci: pengaruh, pendekatan komunikatif, berbicara
MEMINIMALISIR KESALAHAN KONSEP KOMBINATORIK MELALUI PEMBELAJARAN PACE Rahayuningsih, Sri
Jurnal Likhitaprajna Vol 18 No 2 (2016): September 2016
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.009 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v18i2.62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses meminimalkan kesalahan konsep kombinatorik melalui model pembelajaran PACE pada mahasiswa semester III Universitas Wisnuwardhana Malang. Metode pengambilan datanya dilakukan secara verbal, sehingga penelitian ini tergolong penelitian kualitatif. Pengambilan data diawali dengan mahasiswa diminta untuk mengerjakan soal yang berkaitan dengan masalah kombinatorik. Mahasiswa yang banyak mengalami kesalahan dilanjutkan dengan wawancara oleh peneliti. Dari data yang diperoleh dilanjutkan dengan penerapan model pembelajaran PACE yang terdiri dari (1) project; (2) activity; (3) cooperative; dan (4) exercise. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami kesalahan berkurang, hal ini berartikesalahan konsep kombinatorik dapat diminimalkan dengan penerapan model pembelajaran PACE.Kata kunci: konsep, kombinatorika, pembelajaran PACE 
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENILAIAN MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA Yuniarto, Eko
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 2 (2017): September 2017
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.65 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i2.63

Abstract

Tujuan penelitian yang didapatkan yaitu, pengembagan instrumen penilaian motivasi belajar mahasiswa pendidikan matematika pada matakuliah fisika dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Instrumen yang dikembangkan berupa kuosioner dengan lima skala Likert. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP-Unidha yang menempuh matakuliah Fisika dasar. Dari hasil peneltian dapat diketahui  bahwa sebanyak 13,33% mahasiswa yang memiliki motivasi tinggi mendapatkan nilai A, sebanyak 26,67% mahasiswa mendapatkan nilai A-, sebanyak 36,67% mendapatkan nilai B+, sebanyak 23,33% mahasiswa mendapatkan nilai B, dan tidak ada mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah B. Sedangkan untuk mahasiswa dengan motivasi sedang, tidak ada mahasiswa yang mendapatkan nilai A, sebanyak 20% mahasiswa mendapatkan nilai A-, sebanyak 20% mahasiswa mendapatkan niai B+, sebanyak 60% mahasiswa mendapatkan nilai B, dan tidak ada mahasiswa yang mendapatkan nilai dibawah nilai B. Instrumen yang dikembangkan ini efektif dan dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa Universitas Wisnuwardhana.Kata Kunci: instrumen penilaian, motivasi belajar, pendidikan matematika

Page 5 of 21 | Total Record : 210