cover
Contact Name
Febi Dwi Widayanti
Contact Email
febidwi07@gmail.com
Phone
+6281334744616
Journal Mail Official
febidwi07@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang Jl. Danau Sentani No. 99 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Likhitaprajna: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang
ISSN : 14108771     EISSN : 25804812     DOI : 10.37303/likhitaprajna
Core Subject : Education,
Jurnal Likhitaprajna merupakan jurnal open access yang dipublikasikan dua kali setahun dan diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Wisnuwardhana Malan. Jurnal ini merupakan hasil penelitian atau kajian teori tentng pendidikan dan pembelajarannya.
Articles 210 Documents
KONTRIBUSI ALIRAN SOCIOLOGICAL JURISPRUDENCE TERHADAP PEMBANGUNAN SISTEM HUKUM INDONESIA Putra, Marsudi Dedi
Jurnal Likhitaprajna Vol 16 No 2 (2014): September 2014
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.2 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v16i2.38

Abstract

Sociological jurisprudence menekankan perhatiannya pada kenyataan hukum daripada kedudukan dan fungsi hukum dalam masyarakat. Kenyataan hukum pada dasarnya adalah kemauan publik, jadi tidak sekedar hukum dalam pengertian law in books tetapi sesuai kebutuhan masyarakat hukum demi terciptanya kepastian hukum (positivism law) dan living law sebagai wujud penghargaan terhadap pentingnya peranan masyarakat dalam pembentukan hukum dan orientasi hukum. Peran strategis hakim dalam perspektif sociological jurisprudence adalah menerapkan hukum tidak hanya dipahami sebagai upaya social control yang bersifat formal dalam menyelesaikan konflik, tetapi sekaligus mendesain penerapan hukum itu sebagai upaya social engineering. Tugas yudisial hakim tidak lagi dipahami sekedar sebagai penerap undang-undang terhadap peristiwa konkrit (berupa berbagai kasus dan konflik) atau sebagai sekedar corong undang-undang (boncha de la loi) tetapi juga sebagai penggerak social engineering.Kata kunci : sociological jurisprudence, pembangunan, sistem hukum
PENGEMBANGAN PROFESIONAL PEMIMPIN PENDIDIKAN Suryanti, Eny Wahyu
Jurnal Likhitaprajna Vol 16 No 2 (2014): September 2014
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.106 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v16i2.39

Abstract

Peningkatkan kualitas pendidikan yang efektif dan efisien, perlu didukung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Oleh karena itu, diperlukan adanya proses pengembangan SDM tersebut, salah satunya tercermin dalam pribadi kepala sekolah. Kepala Sekolah merupakan salah satu komponen pendidikan yang paling berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya yang diterapkan dunia pendidikan, sehingga menuntut penguasaan kepala sekolah secara professional. Peningkatan profesionalisme kepala sekolah perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dan terencana, sebab kepala sekolah merupakan pemimpin pendidikan yang bertanggung jawab dalam meningkatkan profesionalisme tenaga kependidikan lainnya.Kata kunci: Profesional, Pemimpin, Pendidikan
BIMBINGAN KONSELING NILAI DAN KESEJAHTERAAN MANUSIA Suarniati, Ni Wayan
Jurnal Likhitaprajna Vol 16 No 2 (2014): September 2014
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.009 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v16i2.40

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut tanggung jawab dari ilmuwan dan pengguna untuk tidak hanya memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi perkembangannya sendiri, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tepat untuk peningkatan martabat dan kesejahteraan manusia. Perdebatan tentang apakah ilmu pengetahuan itu bebas nilai atau tidak menjadi keniscayaan untuk ditelaah, khususnya dalam ilmu pendidikan termasuk Bimbingan dan Konseling. Bimbingan dan Konseling tidak bebas nilai berdasarkan analisis terhadap pemahaman tentang Bimbingan Konseling, kedudukan BK dalam pendidikan, penelitian-penelitian maupun praktek-praktek yang dilakukan BK. Dalam prakteknya, Bimbingan dan Konseling adalah pekerjaan berbasis nilai, layanan etis normatif, dan bukan layanan bebas nilai. Seorang konselor perlu memahami betul hakekat manusia dan perkembangannya sebagai makhluk sadar nilai dan perkembangannya ke arah normatif-etis untuk kesejahteraan manusia.Kata kunci: Bimbingan dan Konseling, nilai dan kesejahteraan
KAJIAN YURIDIS UNDANG-UNDANG NOMOR 12 TAHUN 2006 TENTANG KEWARGANEGARAAN INDONESIA Kristiawan, Indria
Jurnal Likhitaprajna Vol 16 No 2 (2014): September 2014
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.204 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v16i2.41

Abstract

Negara Indonesia merupakan negara yang berdasarkan atas hukum, dimana segala aturannya didasarkan atas hukum yang berlaku dan dalam segala hal yang mengenai dengan urusan negara serta  yang bersangkutan dengan  warga negara diatur dalam suatu aturan yang baku dimana aturan itu dipakai sebagai patokan dalam melaksanakan kegiatan berbangsa dan bernegara. Salah satu hal dimana aturan hukum yang masih belum mencapai suatu keadilan yakni mengenai aturan tentang kewarganegaraan atau status kewarganegaraan Indonesia, disini hal tentang status kewarganegaraan masih belum mendapat jaminan dan masih belum tercipta adanya keadilan karena masih terdapat diskriminasi. Aturan mengenai status kewarganegaraan dari perkawinan campur masih belum dapat menjamin hak, kewajiban serta wewenang yang harus dimiliki oleh seorang warga negara kuturunan. Dalam kenyataanya aturan hukum tentang status kewarganegaraan masih bersifat diskriminatif dan sering timbul permasalahan yang dialami oleh  seorang yang melakukan perkawinan campur mengenai status anak dari hasil perkawinan campur tersebut.Kata Kunci: UU Kewarganegaraan No 12 Tahun 2006
PENGEMBANGAN BUDAYA ORGANISASI DI SEKOLAH Suryanti, Eny Wahyu
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.777 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.45

Abstract

Budaya organisasi memiliki pengaruh yang signifikan pada keefektifan suatu organisasi dan prestasinya. Penerapan konsep budaya organisasi di sekolah sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penerapan konsep budaya organisasi lainnya. Keberadaan sekolah sebagai organisasi pendidikan memiliki peran dan fungsi untuk berusaha mengembangkan, melestarikan dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada para siswanya. Budaya organisasi di sekolah merupakan cermin kerangka pencapaian mutu pendidikan di sekolah. Nilai dan keyakinan pencapaian mutu pendidikan di sekolah menjadi hal yang utama bagi seluruh warga sekolah dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berakhlak mulia.Kata Kunci: Budaya, Organisasi, Sekolah
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN KEMAMPUAN AWAL TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI Setiawan, Nur Candra Eka
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.158 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.46

Abstract

Teachers in SMAN 1 Turen had tried to apply innovative learning models but some problems occurred in the implementation. The improvement of learning quality which emphasized on learning process could be done by giving students scientific experience. The scientific experience which was implemented in Hypothetical-Deductive Learning Cycle (HDLC), Student Teams Achievement Divisions (STAD) and Direct Instruction method (DI) was expected to be able to improve the students’ achievement and higher order thinking skills. This research aimed to know the difference of the effect of using HDLC, STAD and DI based on prior knowledge on the chemical equilibrium toward achievement and high ordered thinking skill of XI IPA SMAN 1 Turen students. This research used a quasi experiment design with factorial design: 3x2. The research was performed in SMAN 1 Turen, research sample were chosen using cluster random sampling technique, consist of 3 classes, which are XI IPA 2 class (36 students) using HDLC, XI IPA 3 class (36 students) using STAD and XI IPA 4 class using MPL. The Instrument validity and reliability test showed that 30 questions were valid with content validity of 95,3% and the reliability of 0,917. Data was analyzed using program Statistical Package for Social Sciences 16.0 version for windows on significance degree a(alpha)= 0,05 with ANOVA test. The research showed that (1) There was a difference on students’ achievement and high order thinking skills of science XI SMAN 1 Turen students using HDLC, STAD and DI on the chemical equilibrium; (2) There was a difference on students’ achievement and high order thinking skills of science XI SMAN 1 Turen students with high and low level of prior knowledge on the chemical equilibrium; (3) There was a difference of students’ achievement and high ordered thinking skill using HDLC, STAD and DI with different prior knowledge.Keywords: learning models, prior knowledge, chemistry achievement, high order thinking skills
HUBUNGAN ANTARA PRESTASI BELAJAR PKn DENGAN TINGKAT KESADARAN MORAL SISWA KELAS VII DI MTs SUNAN KALIJOGO KABUPATEN MALANG Pujiati, Eko
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.316 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.47

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara prestasi belajar Pkn dengan tingkat kesadaran moral siswa, yaitu kesadaran siswa untuk mematuhi norma yang berlaku di masyarakat, baik itu norma keagamaan, norma hukum, norma kesopanan maupun norma kesusilaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII MTs Sunan Kalijogo Kabupaten Malang yang berjumlah 40 siswa. Untuk memperoleh data prestasi belajar digunakan metode dokumentasi, yaitu melihat nilai total dari ulangan harian, sikap, tugas dan Ujian Akhir Semester pada semester ganjil, dan untuk memperoleh data tingkat kesadaran moral siswa digunakan metode kuisioner dengan instrument berupa angket. Teknik analisis data yang digunakan adalah  teknik analisis product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara prestasi belajar PKn dengan tingkat kesadaran moral keagamaan siswa, tidak ada hubungan antara prestasi belajar PKn dengan tingkat kesadaran moral hukum siswa, tidak ada hubungan antara prestasi belajar PKn dengan tingkat kesadaran moral kesopanan siswa dan tidak ada hubungan antara prestasi belajar PKn dengan tingkat kesadaran moral kesusilaan siswa. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini, kiranya dapat dijadikan pertimbangan bagi orang tua dan guru dalam meningkatkan pembinaan kesadaran moral sekaligus prestasi belajar siswa.Kata kunci: prestasi belajar PKn, tingkat kesadaran moral
IMPLEMENTASI METODE DISKUSI PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR PADA SISWA KELAS VII DI SMP NU HASYIM ASYARI MALANG TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Koesmiyati, Endang
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.627 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.48

Abstract

Pengalaman belajar Pendidikan Kewarganegaraan dapat dilaksanakan di dalam maupun di luar kelas dengan metode diskusi. Siswa diharapkan aktif dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah dan berpartisipasi sebagai warga negara yang efektif dan bertanggung jawab, berpikir kritis, terlibat dalam pembangunan bangsa dan negara serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. masalah dalam penelitian ini dapat dijabarkan adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana peningkatan prestasi belajar dengan menerapkan metode diskusi Siswa Kelas VII SMP NU Hasyim Asyari Malang?; (2) Apakah Dengan Menerapkan Metode Diskusi Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII SMP NU Hasyim Asyari Malang?. Dari hasil keseluruhan yang diperoleh, kemudian dilakukan perbandingan guna mengetahui apakah metode diskusi benar-benar dapat meningkatkan daya serap anak terhadap pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang dapat diketahui dari meningkatnya nilai-nilai yang didapat pada latihan. Pada tes A maupun pada tes B, kedua-duanya mengalami kenaikan nilai yang cukup baik. Hal ini berarti menandakan bahwa dengan diadakannya metode diskusi di kelas benar-benar dapat meningkatkan daya serap anak didik terhadap pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Pokok Bahasan Masyarakat Politik, hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan prestasi belajarnya.Kata kunci: prestasi belajar, pendidikan kewarganegaraan, metode diskusi
UPAYA PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR PKn DENGAN MODEL DEBAT UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI SISWA KELAS VIII SMP PGRI 8 MALANG Bariyah, Khoirotul
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.697 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.50

Abstract

Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) termasuk mata pelajaran wajib yang memiliki arti strategis yang harus diikuti oleh seluruh siswa MTs di seluruh Indonesia. Karena sifatnya sebagai mata pelajaran umum, sering terjadi salah persepsi terhadap tujuan mata pelajaran ini khususnya di kalangan siswa SMP PGRI 8 Malang. Siswa terkadang menganggap kurang penting terhadap penyelenggaraan mata pelajaran ini, sehingga hasil belajar mereka kebanyakan tidak sesuai dengan potinsi yang dimiliki oleh siswa yang bersangkutan. Motivasi dan hasil belajar siswa perlu ditingkatkan melalui penerapan model pembelajaran debat. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui motivasi siswa kelas VIII SMP PGRI 8 Malang setelah melaksanakan pembelajaran dengan model debat dan Mengetahui prestasi siswa kelas VIII SMP PGRI 8 Malang setelah melaksanakan pembelajaran dengan model debat, yang dianggap dapat dicapai melalui penerapan model pembelajaran debat. Metode dan teknik penelitian menggunakan Penelitian tindakan Kelas dengan subyek penelitian berjumlah 37 orang pada kelas VIII SMP PGRI 8 Malang. Analisis data menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I rata-rata motivasi belajar siswa hanya 70,33%, rata-rata hasil belajar baru mencapai 7,01%, sehingga siswa yang telah tuntas hanya mencapai 74,82% dan yang belum tuntas mencapai 16,52%. Pada siklus II rata-rata motivasi belajar meningkat sampai 85,55%, rata-rata hasil belajar meningkat sampai 7,80%, siswa yang tuntas menjadi 89,96% dan siswa yang tidak tuntas mengalami penurunan hingga 7,88%. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran debat dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar.Kata kunci: motivasi, prestasi, debat
PENERAPAN MODEL MORAL REASONING UNTUK MENINGKATKAN KEBERANIAN MENGEMUKAKAN PENDAPAT DAN MENGAMBIL KEPUTUSAN PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS VIII SMP NU NURUL HUDA PAKIS KABUPATEN MALANG Suarniati, Ni Wayan
Jurnal Likhitaprajna Vol 19 No 1 (2017): April 2017
Publisher : FKIP Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.82 KB) | DOI: 10.37303/likhitaprajna.v19i1.51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran dengan model Moral Reasoning dan untuk mengetahui peningkatan keberanian mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan setelah menggunakan model Moral Reasoning pada siswa SMP NU NURUL HUDA Pakis Kabupaten Malang. Pada penelitian ini populasi yang digunakan adalah siswa kelas VIII di SMP NU NURUL HUDA Pakis Kabupaten Malang yang berjumlah 38 siswa. Dengan menggunakan tahapan Penelitian Tindakan Kelas yang meliputi aspek (1) Perencanaan (2) Pelaksanaan (3) Pengamatan (4) Refleksi. Pada tahap pengumpulan data, peneliti melakukan langkah-langkah yang digunakan yaitu teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik dokumentasi. Hasil belajar yang diperoleh dari siklus I masih dikategorikan kurang, bahwa dari 36 siswa yang memiliki kemampuan mengemukakan pendapat 6 siswa, kemampuan mengambil keputusan 7 siswa, kemampuan menghargai orang lain 13 siswa, dan kemampuan bekerja sama 15 siswa. Pada siklus II ada peningkatan dan dikategorikan cukup, bahwa dari 36 siswa yang memiliki kemampuan mengemukakan pendapat 13 siswa, kemampuan mengambil keputusan 15 siswa, kemampuan menghargai orang lain 20 siswa, dan kemampuan bekerja sama 19 siswa. Pada siklus III juga meningkat dan dikategotikan baik, bahwa dari 36 siswa yang memiliki kemampuan mengemukakan pendapat 22 siswa, kemampuan mengambil keputusan 20 siswa, kemampuan menghargai orang lain 27 siswa, dan kemampuan bekerja sama 30 siswa. Dengan demikian Penelitian Tindakan Kelas tentang penerapan model Moral Reasoning untuk meningkatkan keberanian mengemukakan pendapat dan mengambil keputusan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sehingga kompetensi dan hasil belajar siswa juga meningkat.Kata kunci: moral reasoning, mengemukakan pendapat, mengambil keputusan

Page 4 of 21 | Total Record : 210