cover
Contact Name
Edy Suryawardana, SE., MM.
Contact Email
solusi@usm.ac.id
Phone
+6285101187614
Journal Mail Official
solusi@usm.ac.id
Editorial Address
Soekarno Hatta street Tlogosari Semarang Central Java
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
SOLUSI
Published by Universitas Semarang
ISSN : 27162532     EISSN : 14125331     DOI : 10.26623
SOLUSI scientific magazine is a collection of quality scientific journals from various social science disciplines including economics, accounting, management and business. Topics raised in journals are adapted to current themes that can help practitioners and academics develop their knowledge and experience. The published journals are the results of studies and deep thoughts from competent and talented writers in their fields. The peer reviews as the directors are partners who always provide instructions and direction so that the scientific magazine SOLUSI is getting better and developing.
Articles 488 Documents
Kepuasan Praktisi Perpajakan melalui Literasi serta Kualitas Sistem dengan Mediasi Implementasi Coretax Aida Fitrin Anjani; Melvin Rahma Sayuga Subroto; Gigih Aulia Hilmiawan
Solusi Vol. 24 No. 3 (2026): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i3.14620

Abstract

Akselerasi transformasi digital melalui sistem administrasi perpajakan yang baru menuntut kesiapan adaptasi dan infrastruktur teknologi yang mumpuni agar tidak mengganggu aktivitas operasional para praktisi. Keberhasilan transformasi tersebut tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan pengguna dalam memahami dan mengimplementasikan sistem secara efektif sebagai bagian dari reformasi administrasi perpajakan. Penelitian ini menguji efek mediasi dari implementasi Coretax dalam menjembatani pengaruh literasi perpajakan serta kualitas sistem perpajakan terhadap tingkat kepuasan praktisi perpajakan. Melalui desain explanatory survey berbasis pendekatan kuantitatif, data primer dihimpun melalui penyebaran kuesioner dan diperoleh sebanyak 93 responden praktisi perpajakan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang memenuhi kriteria dengan teknik purposive sampling. Pemodelan persamaan struktural berbasis Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) diaplikasikan untuk memproses data dengan bantuan software SmartPLS versi 4.1.1.7. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh hubungan langsung dan tidak langsung antarvariabel berarah positif dan signifikan. Kualitas sistem perpajakan meningkatkan kepuasan praktisi perpajakan serta mendukung keberhasilan implementasi Coretax. Literasi perpajakan memperkuat implementasi Coretax, sedangkan implementasi Coretax meningkatkan kepuasan praktisi perpajakan sekaligus memediasi hubungan literasi perpajakan dan kualitas sistem perpajakan terhadap kepuasan praktisi. Temuan penelitian membuktikan bahwa kepuasan praktisi pajak yang optimal dapat dicapai melalui keberhasilan implementasi Coretax yang didukung secara efektif oleh keandalan kualitas sistem perpajakan serta tingginya tingkat literasi perpajakan.
Green Consciousness dalam Meningkatkan Emotional Attachment dan Customer Loyalty Coffee Shop Omia Crefioza; Nia Nadilla
Solusi Vol. 24 No. 3 (2026): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i3.14701

Abstract

Peningkatan kesadaran akan isu lingkungan hidup (Green Consciousness) semakin menjadi perhatian utama masyarakat, termasuk konsumen di industri kopi. Di Indonesia, tren konsumsi kopi semakin berkembang, terutama di kota-kota besar. Tak hanya itu, pertumbuhan coffee shop juga berjamuran di Kota Padang. Banyak konsumen kini tidak hanya mencari kualitas kopi, tetapi juga mencari pengalaman yang sesuai dengan nilai-nilai keberlanjutan, etika, dan ramah lingkungan. Praktik-praktik “green”, seperti penggunaan kemasan ramah lingkungan, pengelolaan sampah yang baik, dan produk yang berasal dari sumber yang berkelanjutan, menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Namun, meskipun konsep keberlanjutan ini semakin banyak diterapkan oleh coffee shop, belum banyak penelitian yang secara spesifik mengkaji hubungan antara Green Consciousness   dengan Emotional Attachment dan Customer Loyalty di industri kopi. Emotional Attachment antara konsumen dengan brand dapat meningkatkan loyalitas mereka, yang pada akhirnya mendorong perusahaan untuk tetap kompetitif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Green Consciousness   dalam praktik bisnis coffee shop dapat meningkatkan Emotional Attachment dan Customer Loyalty, khususnya di kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh konsumen coffee shop yang sudah menerapkan konsep ramah lingkungan di Kota Padang.  Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS.
Maslahah Business Agility: Driving Competitive Advantage for Sustainable Tourism Destinations Wijianto Wijianto; Riawan; Sri Hartono
Solusi Vol. 24 No. 3 (2026): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i3.15317

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Innovativeness, Proactiveness, dan Risk Taking terhadap Maslahah Business Agility serta implikasinya terhadap Competitive Advantage Tourism Destination. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya dinamika industri pariwisata yang menuntut destinasi wisata memiliki kemampuan adaptasi yang cepat, fleksibel, dan berkelanjutan. Di sisi lain, kajian yang mengintegrasikan konsep business agility dengan nilai-nilai maslahah dalam pengembangan keunggulan bersaing destinasi wisata masih terbatas. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data diperoleh melalui survei terhadap 307 pengelola dan pelaku usaha destinasi wisata yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis IBM SPSS AMOS untuk menguji hubungan kausal antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Innovativeness, Proactiveness, dan Risk Taking berpengaruh positif dan signifikan terhadap Maslahah Business Agility, dengan Risk Taking menjadi variabel yang memberikan pengaruh paling dominan. Selain itu, Maslahah Business Agility terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Competitive Advantage Tourism Destination. Temuan ini mengindikasikan bahwa kemampuan destinasi wisata untuk beradaptasi secara cepat dan fleksibel dengan tetap berorientasi pada kebermanfaatan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat mampu meningkatkan keunggulan bersaing secara berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan konsep Maslahah Business Agility sebagai konstruk baru dalam manajemen strategi yang mengintegrasikan Business Agility, Dynamic Capability Theory, Entrepreneurial Orientation Theory, dan perspektif Maslahah dalam ekonomi Islam. Penelitian ini juga memperkenalkan Maslahah Business Agility sebagai variabel mediasi antara Entrepreneurial Orientation dan Competitive Advantage Tourism Destination, sehingga memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan manajemen strategi berbasis nilai Islam pada sektor pariwisata.
Brand Loyalty dan Customer Dissatisfaction Membentuk Brand Switching melalui Variety Seeking Elisabeth Rotua Simamora; Andhy Tri Adriyanto; Adhi Pradiptya
Solusi Vol. 20 No. 4 (2022): October
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v20i4.15576

Abstract

Perilaku beralih merek (brand switching) pada konsumen produk input pertanian merupakan fenomena yang belum banyak dikaji, meskipun berdampak langsung pada keberlanjutan usaha penyedia sarana produksi pertanian. Artikel ini menganalisis bagaimana Brand Loyalty dan Customer Dissatisfaction membentuk Brand Switching, baik secara langsung maupun melalui Variety Seeking sebagai variabel intervening, pada petani pengguna produk pupuk Broad Plus di Demak. Studi ini meneliti 96 petani yang dipilih secara purposive sampling, dengan kriteria pernah membeli produk minimal dua kali, dan dianalisis ulang menggunakan pendekatan analisis jalur (path analysis) serta uji Sobel untuk menguji efek mediasi. Fenomena penurunan volume penjualan Broad Plus selama tiga tahun berturut-turut serta inkonsistensi temuan penelitian terdahulu mengenai arah pengaruh Brand Loyalty terhadap Brand Switching menjadi landasan kebaruan kajian ini, yang memosisikan konteks agraris sebagai pelengkap literatur brand switching yang selama ini didominasi produk digital dan gaya hidup perkotaan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Brand Loyalty berpengaruh positif signifikan terhadap Variety Seeking namun tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Brand Switching; sebaliknya, Customer Dissatisfaction berpengaruh positif signifikan terhadap Variety Seeking maupun Brand Switching, dan Variety Seeking terbukti memediasi pengaruh kedua variabel independen tersebut terhadap Brand Switching. Temuan ini mengindikasikan bahwa ketidakpuasan konsumen, bukan lemahnya loyalitas semata, merupakan pemicu utama perpindahan merek pada segmen petani, sehingga strategi retensi pelanggan pada industri agroinput perlu diarahkan pada penjagaan mutu produk dan penyediaan variasi yang memadai.
Optimalisasi Kinerja Bisnis Berkelanjutan Melalui Pengembangan Sistem Point of Sale Berbasis ERP Bayu Setyo Nugroho; Sri Marhaeni Salsiyah; Azizah; Jumi; Nor Aina
Solusi Vol. 24 No. 3 (2026): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i3.15847

Abstract

Di tengah ketatnya persaingan ritel digital, UMKM skala mikro kerap menghadapi kendala kegagalan adopsi teknologi akibat hambatan perilaku (behavioral barriers) dan keterbatasan sumber daya, sebagaimana dialami pada proses operasional manual di Tania Mart. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan Kinerja Bisnis Berkelanjutan (Sustainable Business Performance) melalui perancangan dan implementasi sistem Point of Sale (POS) yang terintegrasi dengan Purchase Management berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) Odoo. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) yang dirancang secara berpusat pada pengguna (user-centric). Pengujian sistem divalidasi menggunakan User Acceptance Test (UAT) dengan melibatkan seluruh pengelola dan staf operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian UAT memperoleh tingkat pemenuhan (Fulfillment Level) pada kategori Fully Fulfilled (100%), yang membuktikan bahwa pendekatan ini berhasil mereduksi hambatan literasi digital pengguna sesuai kerangka Technology Acceptance Model (TAM) dan Resource-Based View (RBV). Implementasi sistem ini terbukti memicu peningkatan kinerja yang signifikan pada dimensi ekonomi meliputi efisiensi waktu transaksi kasir, akurasi pelaporan keuangan secara real-time, dan kecepatan layanan serta dimensi lingkungan melalui reduksi konsumsi kertas (paperless). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi POS-ERP Odoo tidak hanya memperkuat efisiensi operasional harian UMKM, tetapi juga mendukung praktik bisnis ritel yang ramah lingkungan dan berkelanjutan jangka panjang.
Implementasi Aplikasi ULTIMA, Nilai Inti Perusahaan, dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Samsul Bahri; Marnoto; Cahyani Tunggal Sari Sari; Achmad Junaidi
Solusi Vol. 24 No. 3 (2026): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i3.15457

Abstract

Transformasi digital mendorong organisasi mengimplementasikan aplikasi internal untuk meningkatkan efektivitas kerja dan kinerja karyawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan Aplikasi ULTIMA dan kualitas layanan internal terhadap kinerja karyawan dengan menguji peran mediasi nilai inti perusahaan dan beban kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4. Data diperoleh dari 96 responden melalui probability sampling pada salah satu perusahaan penyedia layanan teknologi informasi dan komunikasi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Aplikasi ULTIMA dan kualitas layanan internal tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja karyawan. Sebaliknya, nilai inti perusahaan dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Penggunaan Aplikasi ULTIMA berpengaruh positif terhadap beban kerja, sedangkan kualitas layanan internal berpengaruh positif terhadap nilai inti perusahaan dan beban kerja. Nilai inti perusahaan memediasi hubungan kualitas layanan internal terhadap kinerja karyawan, sedangkan beban kerja memediasi hubungan penggunaan Aplikasi ULTIMA dan kualitas layanan internal terhadap kinerja karyawan. Keterbatasan penelitian terletak pada objek tunggal dan desain cross-sectional. Penelitian mendatang disarankan memperluas objek, responden, dan variabel penelitian untuk menguji generalisasi temuan.   
Danantara Sebagai Model Sovereign Wealth Fund: Reformasi Tata Kelola Aset Negara Indonesia Ari Nugroho Cahyono; Nia Rifanda Putri; Arif Rahmawan
Solusi Vol. 24 No. 3 (2026): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i3.15539

Abstract

Pembentukan Daya Anagata Nusantara (Danantara) menandai transformasi fundamental dalam sistem tata kelola aset negara di Indonesia melalui pengadopsian model Sovereign Wealth Fund (SWF) terintegrasi. Penelitian kualitatif deskriptif-eksploratif ini bertujuan untuk: (1) menganalisis mekanisme reformasi tata kelola aset negara di bawah naungan Danantara, dan (2) mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan profesionalisme manajemen serta kontribusi ekonomi-fiskal nasional secara menyeluruh. Data primer diperoleh melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terstruktur bersama pihak regulator (Kementerian Keuangan), praktisi BUMN (PT Adhi Karya Tbk), dan akademisi (Universitas Jenderal Achmad Yani), yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana secara berkesinambungan hingga mencapai kejenuhan data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: pertama, mekanisme reformasi dilaksanakan melalui konsolidasi portofolio aset secara terpusat (superholding) berstandar global serta integrasi Sistem Informasi Akuntansi guna mengatasi permasalahan fragmentasi kelembagaan dan ambiguitas akuntabilitas BUMN pada era pra-pembentukan. Kedua, Danantara berhasil menggeser paradigma dan budaya birokrasi menuju manajemen investasi yang independen, berbasis kompetensi, serta profesional, sekaligus memproyeksikan peningkatan nilai aset (value creation) dan optimasi kontribusi dividen bagi APBN. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan operasional Danantara tidak hanya ditentukan oleh keunggulan desain kelembagaan di atas kertas, melainkan sangat bergantung pada konsistensi penegakan tata kelola di tingkat operasional, pengawasan independen, serta mitigasi risiko politis melalui penyusunan berbagai pedoman teknis regulasi turunan. Penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan bagi pemerintah untuk memperkuat kerangka hukum dan transparansi demi menjamin keberlanjutan investasi nasional
Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam Membentuk Willingness to Pay Shabrina Munthazah; Habsyah Fitri Aryani
Solusi Vol. 24 No. 3 (2026): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i3.15600

Abstract

Kesadaran konsumen terhadap keberlanjutan yang kian tumbuh membuat praktik Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi pertimbangan penting dalam membentuk kesediaan membayar (willingness to pay) suatu produk, termasuk di industri kedai kopi modern Indonesia yang berkembang pesat. Kajian mengenai pengaruh ketiga dimensi ESG terhadap willingness to pay masih relatif sedikit dan hasilnya belum seragam, khususnya pada dimensi governance. Studi ini bertujuan mengkaji pengaruh dimensi environmental, social, dan governance terhadap willingness to pay pada konsumen Kopi Fore, dengan memadukan Importance Performance Map Analysis (IPMA) dan Necessary Condition Analysis (NCA) untuk menghasilkan prioritas manajerial yang lebih komprehensif. Pendekatan yang dipakai bersifat kuantitatif melalui teknik purposive sampling; data diolah dengan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) yang dilengkapi IPMA dan NCA. Hasilnya menunjukkan ketiga dimensi ESG berpengaruh positif dan signifikan terhadap willingness to pay, dengan model mampu menjelaskan 50,4% variasinya. Dimensi social tercatat paling berpengaruh dan menjadi prioritas utama dilihat dari tingkat kepentingan dan kinerjanya, sedangkan governance justru berkinerja paling rendah sehingga perlu perhatian lebih. NCA turut mengonfirmasi ketiga dimensi ESG sebagai syarat minimum (necessary conditions) bagi tercapainya willingness to pay tertentu, dengan social sebagai penentu utama. Temuan ini mengarahkan perusahaan agar memprioritaskan penguatan program sosial tanpa melupakan perbaikan berkelanjutan pada aspek lingkungan dan tata kelola.