Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI SOCIAL MEDIA MARKETING DENGAN PELATIHAN INVENTARISASI BARANG BERBASIS DIGITAL Nanang Adie Setyawan; Suharmanto Suharmanto; Mellasanti Ayuwardani; Mona Inayah Pratiwi; Khairul Saleh; Sri Eka Sadriatwati; Sri Marhaeni Salsiyah; Umar Farouk; Bayu Setyo Nugroho; Endang Sulistiyani; Inayah Inayah; Hadiahti Utami; Ana Putri Nastiti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.47785

Abstract

Seiring dengan kemajuan teknologi, trend di dunia bisnis menjadi semakin bervariasi. Salah satunya adalah trend digital marketing. Digital marketing adalah suatu kegiatan pemasaran atau promosi sebuah brand atau produk menggunakan media digital atau internet. Tujuan digital marketing adalah untuk menarik konsumen dan calon konsumen secara cepat. Seperti yang kita ketahui, penerimaan teknologi dan internet di masyarakat sangat luas, sehingga tidak heran jika kegiatan pemasaran secara digital dijadikan pilihan utama oleh perusahaan-perusahaan. Akibatnya, perusahaan saling berkompetisi membuat konten yang menarik untuk ditampilkan dalam pemasarannya di dunia maya. Media Sosial telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, seiring dengan peningkatan kepemilikan telpon genggam atau gawai lainnya. Fenomena ini menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan penjualan dengan menggunakan media sosial sebagai sarana untuk meningkatkan penjualan baik itu produk maupun jasa. Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan penguasaan dalam teknologi informasi khususnya media social marketing. Strategi bisnis yang tidak efektif akan membawa kerugian bagi pelaku bisnis. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pelaku UMKM yang menjual produk hanya dari toko fisik. Pendampingan penggunaan Sosial Media bagi UMKM ini membekali peserta pelatihan agar memiliki kemampuan menggunakan Social Media Marketing secara optimal sehingga dapat memasarkan produk maupun jasa secara lebih luas, yang pada akhirnya terjadi peningkatan omset dalam penjualan.
Influence of FOMO and Trends on iPhone Purchasing Decisions: A Generation Z Perspective in Semarang City Lathifah; Makmun Riyanto; Bayu Setyo Nugroho
Admisi dan Bisnis Vol. 26 No. 3 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Politeknik Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/ab.v26i3.6917

Abstract

The intensifying role of digital social influence combined with continuous exposure to online trends has encouraged impulsive buying behavior among Generation Z. Despite this, limited research has directly explored how Fear of Missing Out (FOMO) and Trends contribute to purchasing decisions, particularly in the context of premium products like the iPhone. To address this research gap, the present study analyze the influence of Fear Of Missing Out (FOMO) and Trends on iPhone Purchase Decisions, specific focus Generation Z consumers in Semarang City. This study adopts a quantitative design through the use of a survey. The sample was determined using purposive sampling, with criteria specifying that respondents must be members of Generation Z in Semarang who have previously purchased an iPhone and are actively engaged with iPhone-related trends. Data analysis was conducted employing multiple linear regression. The findings and discuss demonstrate that both FOMO and Trends significantly shape purchasing decisions, with FOMO showing a greater impact compared to Trends. These results indicate that the greater the fear of being left out and the higher the engagement with trends, the stronger the tendency to make a purchase. Therefore, the study suggests that companies such as iBox should leverage digital social dynamics by designing marketing strategies based on exclusivity, limited product launches, and collaborations with influencers to reach Generation Z consumers more effectively.   Meningkatnya dorongan sosial di ranah digital serta paparan intens terhadap tren media sosial telah mendorong munculnya perilaku konsumsi impulsif pada Generasi Z. Meski demikian, kajian akademik yang secara khusus meneliti peran Fear of Missing Out (FOMO) dan Tren dalam membentuk keputusan pembelian, khususnya pada produk premium seperti iPhone, masih relatif terbatas. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dirancang untuk menelaah secara mendalam bagaimana FOMO dan Tren memengaruhi Keputusan Pembelian iPhone dengan menitikberatkan pada Generasi Z di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Responden dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria bahwa mereka merupakan bagian dari Generasi Z di Kota Semarang yang pernah membeli iPhone sekaligus aktif mengikuti tren terkait produk tersebut. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa baik FOMO maupun Tren berkontribusi signifikan terhadap keputusan pembelian, dengan FOMO terbukti memberikan pengaruh yang lebih kuat dibandingkan Tren. Temuan ini menegaskan bahwa semakin besar rasa takut tertinggal dan semakin tinggi keterlibatan dalam tren, semakin besar pula kecenderungan seseorang untuk melakukan pembelian. Oleh sebab itu, penelitian ini merekomendasikan agar perusahaan seperti iBox memanfaatkan dinamika sosial digital melalui strategi pemasaran berbasis eksklusivitas, peluncuran produk terbatas, serta kolaborasi dengan influencer guna menjangkau konsumen Generasi Z secara lebih optimal. Kata Kunci: FOMO, Tren, Keputusan Pembelian, Generasi Z, iPhone
Optimalisasi Kinerja Bisnis Berkelanjutan Melalui Pengembangan Sistem Point of Sale Berbasis ERP Bayu Setyo Nugroho; Sri Marhaeni Salsiyah; Azizah; Jumi; Nor Aina
Solusi Vol. 24 No. 3 (2026): July
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/slsi.v24i3.15847

Abstract

Di tengah ketatnya persaingan ritel digital, UMKM skala mikro kerap menghadapi kendala kegagalan adopsi teknologi akibat hambatan perilaku (behavioral barriers) dan keterbatasan sumber daya, sebagaimana dialami pada proses operasional manual di Tania Mart. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan Kinerja Bisnis Berkelanjutan (Sustainable Business Performance) melalui perancangan dan implementasi sistem Point of Sale (POS) yang terintegrasi dengan Purchase Management berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) Odoo. Penelitian ini menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) yang dirancang secara berpusat pada pengguna (user-centric). Pengujian sistem divalidasi menggunakan User Acceptance Test (UAT) dengan melibatkan seluruh pengelola dan staf operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian UAT memperoleh tingkat pemenuhan (Fulfillment Level) pada kategori Fully Fulfilled (100%), yang membuktikan bahwa pendekatan ini berhasil mereduksi hambatan literasi digital pengguna sesuai kerangka Technology Acceptance Model (TAM) dan Resource-Based View (RBV). Implementasi sistem ini terbukti memicu peningkatan kinerja yang signifikan pada dimensi ekonomi meliputi efisiensi waktu transaksi kasir, akurasi pelaporan keuangan secara real-time, dan kecepatan layanan serta dimensi lingkungan melalui reduksi konsumsi kertas (paperless). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa integrasi POS-ERP Odoo tidak hanya memperkuat efisiensi operasional harian UMKM, tetapi juga mendukung praktik bisnis ritel yang ramah lingkungan dan berkelanjutan jangka panjang.