cover
Contact Name
Irfan H. Djunaidi
Contact Email
jnt@ub.ac.id
Phone
0341553513
Journal Mail Official
jnt@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis (JNT)
Published by Universitas Brawijaya
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis (JNT) adalah jurnal bebas akses yang diterbitkan oleh Minat Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya. JNT adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. JNT bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan tentang nutrisi ternak ruminansia, nutrisi ternak non-ruminansia dan ilmu makanan ternak.
Articles 133 Documents
The Use of Molasses as Additive with Different Ensiling Time and Physical Quality, pH and Nutritive of Value Maize Stover Silage Hartutik Hartutik; Marjuki Marjuki; Asri Nurul Huda; Hazanah Poespitasari Ndaru; Yuanita Nur Arsianty; Binti Nur Rohmah
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 4, No 2 (2021): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2021.004.02.3

Abstract

The objectives of this experimental research was to determine the effect of different ensiling time of maize stover silage with molasses as additive on physical quality, pH and nutritive value. The experiment used Factorial Randomized Completely Design (RCD) of two factors (maize stover = A and maize stover + 10% molasses = B), 3 ensiling time (0, 7, 14 days) and 4 replications. The treatments consisted of (A0 = maize stover without incubation, A1 = maize stover incubated for 7 days, A2 = maize stover incubated for 14 days) and (B0 = maize stover + 10% molasses without incubation, B1 = maize stover + 10 % molasses incubated for 7 days, and B2 = maize stover + 10 % molasses incubated for 14 days). The variable was measured physical quality, pH and nutritive value. The results showed that incubation time of A and B gave significant effect on physical quality and pH silage, maize stover silage without and with 10 % molasses incubated 14 days gave the best result of physical quality and pH (A = 4.00 and B = 3.89) silage. The result showed that incubation time of A and B gave highly significant effect (P<0.01) on Dry Matter (DM) and Ether Extract (EE), however it did not give significant effect (P>0.05) on Organic Matter (OM). It can be concluded that maize stover silage with 10% molasses incubated for 14 days could increase physical quality, decreased pH and maintain nutritive value.
Performa Ayam Kub Fase Starter yang Diberi Pakan Tambahan Tepung Daun Kesum (polygonum minus huds) Wahidin Yoga Febriyanto; Retno Budi Lestari; Yuli Arif Tribudi
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 4, No 2 (2021): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2021.004.02.8

Abstract

Penambahan tepung daun Kesum (Polygonum minus Huds) dalam pakan bertujuan sebagai pakan tambahan yang diharapkan mampu meningkatkan performan ayam KUB fase stater. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 100 ekor ayam KUB dan dibagi untuk 5 perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Penelitian terdiri dari 5  macam perlakuan pakan yaitu pakan komersial (P0), pakan komersial + 1% tepung daun kesum (P1), pakan komersial + 2% tepung daun kesum (P2), pakan komersial + 3% tepung daun kesum (P3), dan pakan komersial + 4% tepung daun kesum (P4). Peubah yang diamati adalah konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian perlakuan tepung daun kesum memberikan pengaruh terhadap performa ayam KUB fase starter. Pemberian tepung daun kesum sebesar 2% pada pakan memberikan hasil terbaik terhadap konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan dan konversi pakan pada ayam KUB fase starter dengan rataan sebesar 850,40±77,13 g/ekor; 426,97±17,54 g/ekor; 395,62±17,82 g/ekor; 426,97±17,54 g/ekor and 1,99±0,22. Disarankan pemberian tepung serai kesum pada pakan ayam KUB sebanyak 1 % dari jumlah pakan.
Kualitas Fisik dan Kimia Jerami Jagung yang Difermentasi dengan Trichoderma Harzianum Siti Nur Anisah; Prof. Dr. Ir. Siti Chuzaemi, MS. IPU
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 4, No 2 (2021): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2021.004.02.4

Abstract

Riset dilakukan untuk mengetahui dan mengevaluasi pengaruh fermentasi jerami jagung dengan Trichoderma harzianum pada inkubasi tertentu terhadap kualitas fisik (aroma, warna, tekstur) dan kualitas kimia (analisis proksimat). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan laboratorium dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (jerami jagung tanpa fermentasi), P1 (jerami jagung + 6% Trichoderma harzianum inkubasi 24 jam), P2 (jerami jagung + 6% Trichoderma harzianum inkubasi 48 jam), P3 (jerami jagung + 6% Trichoderma harzianum inkubasi 72 jam), P4 (jerami jagung + 6% Trichoderma harzianum inkubasi 96 jam), P5 (jerami jagung + 6% Trichoderma harzianum inkubasi 120 jam). Data dianalisis dengan menggunakan analysis of variance (ANOVA) dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan (UJBD). Hasil analisis statistik terhadap nilai kandungan bahan kering, bahan organik, protein kasar dan serat kasar menunjukkan perbedaan yang sangat nyata (P<0,01).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fermentasi jerami jagung dengan Trichoderma harzianum pada lama inkubasi yang berbeda mempengaruhi kualitas fisik dan meningkatkan kandungan nutrisi.
Study Kasus Total Produksi Pucuk Tebu (Saccharum officinarum l) Sebagai Pakan Ternak di Kabupaten Malang Hanif Fathur Rohman; Hanief Eko Sulistyo
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 4, No 2 (2021): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2021.004.02.5

Abstract

Riset dilakukan untuk mengetahui produktivitas limbah pucuk tebu di lahan irigasi dan lahan non irigasi diukur dengan beberapa parameter. Survei lapangan dan observasi laboratorium dilakukan untuk pengambilan data. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji T tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan sawah irigasi dan lahan sawah tadah hujan memiliki perbedaan yang sangat nyata (P <0,01) pada panjang pucuk tebu, jumlah daun, berat pucuk tebu, pada limbah pucuk tebu. Berbeda nyata (P<0,05) pada produksi bahan kering, bahan organik, dan protein kasar. Perbedaan unsur hara serta ketersediaan air pada lahan sawah irigasi dan lahan sawah tadah hujan menyebabkan perbedaan produktivitas serta nilai nutrisi pucuk tebu. Perbedaan dilahan sawah irigasi dan lahan sawah tadah hujan disebabkan tanaman tebu di lahan sawah irigasi lebih tercukupi kebutuhan unsur hara serta pertumbuhan yang normal daripada tanaman tebu yang berada dilahan sawah tadah hujan.
Using Red Oncom (Neurospora Sitophila spp) and Black Oncom (Rhizopus Oligosporus) in feed formulation on Performance and Intestinal Properties of Broiler Danung Nur Adli; Osfar Sjofjan
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 4, No 2 (2021): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2021.004.02.1

Abstract

The purpose of this research was to determine the dietary effect of red oncom (Neurospora sitophila spp) and black oncom (Rhizopus oligosporus) on performance and intestinal properties of broiler in different levels. The materials used for this research were 100 unsex broiler (20 days old) with Lohmann strain. Method was used in this experiment was Completely Randomize Design with 5 treatments and 4 replications. The treatment were as follows, T0: basal diet without additive, T1: basal diet + (0.25% red oncom (Neurospora sitophila spp) and 0.25% black oncom (Rhizopus oligosporus), P2: basal diet + (0.5% red oncom (Neurospora sitophila spp) and 0.5% black oncom (Rhizopus oligosporus), T3: basal diet + (0.5% red oncom (Neurospora sitophila spp) and 0.25% black oncom (Rhizopus oligosporus),  and T4: basal diet + (0.75% red oncom (Neurospora sitophila spp) and 0.5% black oncom (Rhizopus oligosporus). The result showed that red oncom (Neurospora sitophila spp) and black oncom (Rhizopus oligosporus) has significantly enhanced (p<0.05) on intestinal properties. It can be concluded that red oncom (Neurospora sitophila spp) and black oncom (Rhizopus oligosporus) in feed gives a positive result on the broiler intestinal properties.
Evaluasi Kualitas Fisik dan Kandungan Digestible Energy Dari Fermentasi Kulit Ubi Kayu (manihot utilissima) Menggunakan Aspergillus oryzae. Siti Chuzaemi; Anton Wahyono
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 4, No 2 (2021): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2021.004.02.6

Abstract

Riset dilaksanan untuk mengetahui tingkat penggunaan Aspergillus oryzae terhadap kualitas fisik dan kandungan digestible energy pada fermentasi kulit ubi kayu. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan sehingga terdapat 12 unit yang kemudian diuji menggunakan Duncan Jarak Berganda. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian antara lain P0 (kulit ubi kayu + Aspergillus oryzae 0%), P1 (kulit ubi kayu + Aspergillus oryzae 1%), P2 (kulit ubi kayu + Aspergillus oryzae 2%), P3 (kulit ubi kayu + Aspergillus oryzae 3%) yang semua perlakuan difermentasi selama 96 jam pada kondisi aerob. Parameter yang diamati adalah kualitas fisik serta kandungan Digestible Energi (DE) ubi kayu. Hasil analisa statistik tingkat penggunaan kapang yang berbeda memberikan pengaruh yang positif terhadap aroma dan warna. Tingkat penggunaan Aspergillus oryzae yang berbeda pada fermentasi kulit ubi kayu berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan DE. Maka, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh nyata dari tingkat penggunaan Aspergillus oryzae yang berbeda terhadap kualitas fisik dan kandungan energi hasil fermentasi kulit ubi kayu.
The correlation between sex and additive on blood biochemistry, and gut morphometric of broiler Gallusia Marhaneny Nur Isty; Danung Nur Adli
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 5, No 1 (2022): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2021.005.01.1

Abstract

The correlation between sex and additive on blood biochemistry, and gut morphometric of broiler was investigated. First experiment were day-old-chicks of Ross 308 placed among control and experimental. The first experiment were used 56 Ross 308 broiler with aged 35 days including 28 males and 28 females as control, and 28 males and 28 females supplemented with or without probiotics. The second experiment were used nonlinear models of Gompertz models to predict between sex and probiotic effect on the growth performance. The data analyses were uses two-way of variance between probiotic and sex (male-female). At the end experiment (35 aged d) thus probiotic and sex were significant difference (p > 0.05) on live weight (g), glucose (mg/dL), and villus height (µm). Data were statistically analyses using of SAS University version 4.0 red hat (64-bit). To sum up, the interaction between group × sex was significant for body weight (g), villus height (µm) and trends reduce amount of glucose (mg/dL) of broiler and non-linear models were effective to comparison between in vivo and predicted models
Analisis kandungan dan profil lemak limbah minyak goreng sebagai pakan suplemen ternak Ria Amelia Febriani Hutasoit; Hartutik Hartutik
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 5, No 1 (2022): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/10.21776/ub.jnt.2021.005.01.6

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi dan menganalisis limbah minyak goreng dari restoran ayam goreng sebagai pakan tambahan berdasarkan kandungan lemak, asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Pengambilan data dilakukan dari sampel minyak goreng bekas dan minyak goreng rumah makan ayam goreng di Kota Malang yang terdiri dari P1 dan P2, keduanya menggunakan minyak MG1, P3 menggunakan minyak MG2 dan P4 menggunakan minyak MG3. Sampel limbah minyak goreng dan minyak mentah dianalisis kadar lemaknya di Laboratorium Saraswanti Indo Genetech Bogor, Jawa Barat. Analisis kandungan asam lemak jenuh dan tidak jenuh dilakukan di Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah survei di restoran ayam goreng di Kota Malang, pengambilan sampel, kemudian dilanjutkan analisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas antar restoran ayam goreng tidak memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kadar lemak, asam lemak jenuh dan asam lemak tidak jenuh. Rata-rata kadar lemak 99,906%, jenuh 13,677%, dan tidak jenuh 81,194%. Minyak goreng baru dan limbah minyak goreng masing-masing memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak, asam lemak jenuh, dan asam lemak tidak jenuh. Minyak segar kandungan lemak 99,930%, jenuh 1,790%, dan tak jenuh 90,275%. Kandungan lemak dalam limbah minyak goreng adalah 99,882%, asam lemak jenuh 25,564%, dan asam lemak tak jenuh 72,113%. Kandungan asam lemak jenuh tertinggi adalah M. Palmitate 25,69% sedangkan pada asam lemak tidak jenuh Cis-9-octadecanoate 48,06%. Berdasarkan hasil penelitian bahwa limbah minyak goreng dari restoran ayam goreng berpotensi untuk dijadikan pakan tambahan.
Pematahan proses dormansi benih tanaman centro (Centrosema Pubescens) dengan penggunaan PEG (Polyeth-Ylene Glycol) 6000 R. Adhitya Parama Arthawijaya; Hanief Eko Sulistyo; Siti Nurul Kamaliyah; Herni Sudarwati
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 5, No 1 (2022): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/10.21776/ub.jnt.2021.005.01.2

Abstract

Percobaan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan PEG 6000 dan lama perendaman terhadap perkecambahan biji Centrosema pubescens dilakukan dengan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Perlakuan pertama adalah konsentrasi larutan polietilen glikol 6000 (0, 3, 6 dan 9%) dan yang kedua adalah lama perendaman (3, 6 dan 9 jam). Data dianalisis menggunakan analisis varian dan untuk pengujian selanjutnya ditentukan dengan uji jarak berganda duncan. Peningkatan konsentrasi larutan PEG hingga 6% meningkatkan laju perkecambahan menjadi 88,44%, laju pertumbuhan serempak menjadi 84,44%, panjang kecambah menjadi 13,00 cm, panjang akar menjadi 6,83 cm dan bobot segar menjadi 6,83 g, kemudian menurun. Sedangkan penambahan waktu perendaman dalam larutan PEG hingga 6 jam meningkatkan daya perkecambahan menjadi 82,00%, laju pertumbuhan serempak menjadi 77,33%, panjang kecambah 12,60 cm, panjang akar hingga 4,00 cm dan berat segar menjadi 6,45 g, kemudian menurun.
Respon titer antibodi avian influenza (AI) burung puyuh terhadap penambahan Immunbooster Growth Promoter Novi Andriani; Budi Utomo; Mila Amelia; Tania Agustina Putri Mahardika; Siti Nailil Ngazizah; Hebi Irawan; Ardina Tanjungsari
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol 5, No 1 (2022): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Maret
Publisher : Jurnal Nutrisi Ternak Tropis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/10.21776/ub.jnt.2021.005.01.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon titer antibody AI yang terbuat dari Allium sativum, Centella asiatica dan Curcuma zedoaria pada burung puyuh. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-Juli 2021. Lokasi penelitian di Omah Puyuh Farm, Dusun Kejuron, Desa Plosorejo, Kecamatan Gampengrejo, Kediri, Jawa Timur. Sebanyak 100 ekor puyuh (Coturnix-coturnix japonica) berumur 15 hari dibagi menjadi 5 perlakuan dan 4 ulangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah T0 (perlakuan kontrol) = diinduksi vaksin AI subtipe H5N1 dalam bentuk emulsi umur 32 hari dan AGP dengan dosis 0,3 gram/kg ransum; T1= IGP herbal 0,5 gram/kg ransum; T2 = IGP herbal 1 gram/kg ransum; T3= IGP herbal 1,5gr/kg ransum; P4 : IGP herbal 2 gram/kg ransum. Pengukuran titer IgG menggunakan uji Hemaglutination Inhibisi. Pengambilan sampel serum darah dilakukan 3 minggu pasca vaksinasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelompok perlakuan dengan dosis pemberian IGP antara 0,5-1,5 gram/kg ransum diketahui dapat meningkatkan titer IgG secara efektif terhadap perlakuan kontrol (T0) dengan nilai pengukuran titer IgG sebesar (≥2⁴). Data penelitian ini menunjukan bahwa IGP berpotensi dapat meningkatkan produksi IgG dalam darah serta dapat dijadikan alternatif pengganti antibiotik sintetis

Page 6 of 14 | Total Record : 133