cover
Contact Name
Irfan H. Djunaidi
Contact Email
jnt@ub.ac.id
Phone
0341553513
Journal Mail Official
jnt@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. Veteran Malang 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis (JNT)
Published by Universitas Brawijaya
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis (JNT) adalah jurnal bebas akses yang diterbitkan oleh Minat Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Brawijaya. JNT adalah jurnal peer-reviewed yang diterbitkan dua kali setahun pada bulan Maret dan September. JNT bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan tentang nutrisi ternak ruminansia, nutrisi ternak non-ruminansia dan ilmu makanan ternak.
Articles 143 Documents
A Literature Review: Nutritional Potential, Antinutritional Factors, and Flavonoids of Chaya (Cnidoscolus Aconitifolius) Leaves as Ruminant Feed Putri, Aprillia Ika; Marjuki; Hartutik
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.4

Abstract

Chaya (Cnidoscolus aconitifolius) leaves have gained attention as an alternative feed for ruminants due to their high nutritional value and beneficial bioactive compounds. This review examines their nutritional content, antinutritional factors, and flavonoid compounds. Chaya leaves are rich in protein (14–29%), fiber, vitamins, and minerals that are essential for livestock productivity. However, certain antinutritional compounds, such as cyanogenic glycosides, tannins, and saponins, may limit their utilization unless they are properly processed. Processing methods like drying and fermentation can help reduce these compounds. Additionally, the flavonoids found in Chaya leaves demonstrate antioxidant and anti-inflammatory properties, which could potentially enhance animal health. Therefore, Chaya leaves show promise as a sustainable feed resource, although further research is needed to optimize their use while minimizing the effects of antinutritional factors.
Peningkatan Kualitas Silase Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) Melalui Penambahan Absorban Lokal Pada Berbagai Level Fikri, Diony Ahlul; Nahiro, Dwi Khairu; Susanti, Astrina Tita; Kurniawan, Alvi Fahmi; Hermanto; Subagiyo, Ifar; Huda, Asri Nurul; Ndaru, Poespitasari Hazanah; Meirezaldi, Onni
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan absorban dedak padi, sekam padi, dan pollard pada level 12,5%; 22%; 32,4% terhadap kadar air, warna, dan kandungan nutrisi silase rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang dipanen pada musim hujan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap, dilanjutkan analisis kadar air, penilaian organoleptik warna, dan pengukuran komposisi kimia sebelum dan sesudah ensilase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pollard dan dedak padi pada level ?22% mampu menurunkan kadar air hingga kisaran 66–69%, mendekati standar ideal ensilase, serta mempertahankan warna hijau kekuningan yang segar. Perlakuan dengan kadar air terkendali memperlihatkan penurunan minimal pada protein kasar dan serat yang lebih baik dibandingkan perlakuan dengan kadar air tinggi. Warna silase berhubungan erat dengan kadar air dan keberhasilan fermentasi, sehingga dapat digunakan sebagai indikator visual kualitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa pemilihan jenis dan level absorban yang tepat mampu mengoptimalkan proses ensilase rumput odot, menjaga kualitas fisik, mempertahankan nutrisi, dan memberikan manfaat aplikatif bagi peternak di daerah tropis dalam mengelola hijauan berkelembaban tinggi.
Pertumbuhan dan Kandungan Nutrisi Rumput Odot (Pennisetum Purpureum CV. Mott) pada Pemberian Berbagai Pupuk Organik Utomo, Budi; Nurfitriani, Rizki Amalia; Setiawan, Duta; Ningsih, Niati; Yulinarsari, Alditya Putri; Anifiatiningrum
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 8 No. 2 (2025): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis September
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2025.008.02.5

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai jenis pupuk organik terhadap profil pertumbuhan dan kandungan nutrisi rumput odot (Pennisetum purpureum cv. Mott). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan, yaitu P0 (tanpa pupuk), P1 (pupuk organik padat/POP), P2 (pupuk organik cair/POC), P3 (kombinasi POP dan POC), dan P4 (pupuk urea). Parameter pertumbuhan yang diamati meliputi jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, bobot kering, dan bobot segar, sedangkan kandungan nutrisi meliputi bahan kering (BK), protein kasar (PK), serat kasar (SK), lemak kasar (LK), dan abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik secara signifikan meningkatkan pertumbuhan rumput odot. Perlakuan P1 meningkatkan jumlah daun, bobot kering, bobot segar, dan kandungan PK; P2 meningkatkan jumlah tunas dan LK; P3 meningkatkan panjang tunas; P4 meningkatkan SK; sedangkan P0 menghasilkan kandungan BK dan abu tertinggi. Pupuk organik padat direkomendasikan untuk budidaya rumput odot guna memperoleh hasil optimal.
Evaluasi Kualitas Pakan Sapi Berbasis Ketela Pohon (Manihot esculenta Crantz) Berdasarkan Perbedaan Varietas dan Kandungan Glikosida Sianogenik Ndaru, Poespitasari Hazanah; Kusmartono; Mashudi; Nuningtyas, Yuli Frita; Kartika, Aprilia Dwi; Pariasa, Imaniar Ilmi
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis March
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2026.009.01.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas silase berbasis umbi dan daun ketela pohon (Manihot esculenta Crantz) sebagai pakan ternak ruminansia berdasarkan perbedaan varietas dan kandungan glikosida sianogenik. Penelitian menggunakan empat varietas ketela pohon, yaitu ketela pohon ketan (KE), ketela pohon jawa (JK), ketela pohon kuning (KU), dan ketela pohon kretek jawa (KJ), dengan enam ulangan pada setiap perlakuan sehingga terdapat 24 unit percobaan. Silase dibuat dari campuran daun dan umbi dengan perbandingan 1:10 melalui fermentasi anaerob selama 21 hari pada suhu ruang. Hipotesis penelitian ini adalah perbedaan varietas ketela pohon memengaruhi kandungan HCN bahan pakan, dan proses ensilase mampu menurunkan kadar HCN sehingga lebih aman digunakan sebagai pakan ruminansia. Kadar HCN dianalisis menggunakan metode spektrofotometri, sedangkan data dianalisis dengan ANOVA dan dilanjutkan uji Duncan apabila terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar HCN campuran daun dan umbi sebelum ensilase berkisar antara 55,26–72,63 mg/kg, kemudian menurun menjadi 22,10–29,05 mg/kg setelah ensilase. Proses ensilase menurunkan kadar HCN sebesar 60,00% pada seluruh varietas. Kadar HCN tertinggi sebelum ensilase terdapat pada varietas KE, yaitu 72,63 mg/kg, sedangkan terendah pada KU, yaitu 55,26 mg/kg. Setelah ensilase, kadar HCN tertinggi tetap terdapat pada KE, yaitu 29,05 mg/kg, sedangkan terendah pada KU, yaitu 22,10 mg/kg. Hasil ini menunjukkan bahwa ensilase efektif menurunkan kandungan HCN pada ketela pohon dan berpotensi meningkatkan keamanan penggunaannya sebagai pakan ternak ruminansia.
Mangosteen Peel Meal as a Natural Feed Additive: Effects on Production Performance and Feed Efficiency in Antibiotic-Free Broiler Chickens Sadarman, Sadarman; Harahap, Rakhmad Perkasa; Friyanto, Dedi; Hidayatulloh, Muhammad Andika; Maharaja, M. Adil; Nurfitriani, Rizki Amalia; Andriani, Mira; Syahniar, TM; Baihaqi, Zein Ahmad
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis March
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2026.009.01.4

Abstract

This study was conducted to evaluate the effect of different levels of mangosteen peel meal (Garcinia mangostana Linn.) supplementation in commercial rations on feed consumption, body weight gain, and feed conversion ratio of broiler chickens. A total of 100 broiler chicks aged 8 days with uniform body weight were randomly assigned to four dietary treatments with five replications, each consisting of five birds. The treatments were: T1 (control, commercial ration without mangosteen peel meal), T2 (commercial ration + 2.50% mangosteen peel meal), T3 (commercial ration + 3% mangosteen peel meal), and T4 (commercial ration + 3.50% mangosteen peel meal). The experiment was conducted using a Completely Randomized Design (CRD). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) and Duncan's multiple range test. The results showed that supplementation of mangosteen peel meal up to 3.50% did not significantly affect (P>0.05) feed consumption, body weight gain, and feed conversion ratio of broilers. The average feed consumption ranged from 603 to 640 g/bird, body weight gain ranged from 296 to 310 g/bird, and feed conversion ratio ranged from 1.99 to 2.17. It was concluded that mangosteen peel meal supplementation up to 3.50% in commercial rations did not improve the production performance of broilers.
Evaluasi Pemberian Pakan Complete Feed Domba (CFD) Berbahan Baku Lokal Pada Usaha Penggemukan Domba Ditinjau Dari Nilai Ekonomi Dipeternakn UD Kambing Burja Lawang Kabupaten Malang Ningtyas, Novi Faradilla Dwi; Aini, Fitria Nur; Sunaryono, Joko Gagung
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis March
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2026.009.01.8

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi manajemen pakan Complete Feed Domba (CFD) berbahan baku lokal terhadap performa produksi dan nilai ekonomi usaha penggemukan domba di Peternakan UD. Kambing Burja Lawang, Kabupaten Malang. Pakan CFD dirancang untuk mengoptimalkan kebutuhan nutrisi domba dengan menggunakan bahan lokal seperti pongkol singkong, kulit kopi, kulit singkong, dan bungkil kopra, untuk mengurangi ketergantungan pada hijauan yang berfluktuasi serta menekan biaya produksi. Penelitian ini dilakukan selama dua bulan (November 2024 - Januari 2025) menggunakan metode observasi dan wawancara. Sampel domba dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan jenis ternak (Dorper, Awassi, Lokal), jenis kelamin, umur dan kondisi kesehatan. Data yang dikumpulkan meliputi konsumsi pakan, analisis kadar air, bobot badan awal dan akhir, pertambahan bobot badan harian (PBBH) konversi pakan serta analisis efisiensi dan analisis kelayakan finansial (R/C Ratio, B/C Ratio, ROI, Payback Period, dan BEP). Hasil penelitian menunjukan bahwa pakan Complete Feed Domba (CFD) berbahan baku lokal sudah memenuhi standar NRC dan memiliki kualitas nutrisi yang sesuai, sehingga mampu menghasilkan rata-rata konsumsi bahan kering sebesar 1,48 kg/ekor/hari atau 4,5% dari bobot badan, dengan rata-rata pertambahan bobot badan harian sebesar 245,0±76,6 g/ekor/hari, nilai efisiensi sebesar 17,7%, dan konversi pakan (FCR) sebesar 5,6 yang menunjukan efisien cukup baik. Secara sisi ekonomi, usaha ini layak dijalankan dengan nilai R/C Ratio 1,24, B/C Ratio 0,24, ROI 13,1% per periode, dan periode balik modal (Payback period) selama 1,4 tahun. Titik impas usaha (BEP unit) tercapai pada penjualan minimal 21-22 ekor domba/periode dengan harga jual minimal Rp. 2.460.700/ekor. Hasil penelitian ini merekomendasikan penggunaan pakan Complete Feed Domba (CFD) berbahan baku lokal sebagai alternatif strategis dalam usaha penggemukan domba, guna meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan secara ekonomis. 
Evaluasi Efisiensi Nutrisi dan Performa Produksi Ayam Broiler Dengan Metode Penjarangan di Kandang Closed House Kholilatus Sa'diyah; Ali, Usman; Sumartono
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis March
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2026.009.01.5

Abstract

Masyarakat Indonesia umumnya lebih memilih daging ayam untuk dikonsumsi. Berdasarkan Badan Pangan Nasional pada tahun 2022 konsumsi daging ayam sebesar 7,15 kg/kapita/tahun dan tahun 2023 sebesar 7,46 kg/kapita/tahun. Level konsumsi tersebut meningkat 4,3% dalam satu tahun. Populasi ayam pedaging yang bertambah menyebabkan HPP (Harga Pokok Produksi) meningkat. Sehingga dibutuhkan efisiensi supaya menekan HPP tersebut salah satunya dengan melakukan penjarangan ayam kerdil dan ayam betina yang kurang produktif untuk mengoptimalkan density atau kepadatan kandang hingga mencapai 12-17 ekor/m2. Namun, beberapa peternak tidak bersedia melakukan penjarangan. Berdasarkan permasalahan di atas maka, dilakukan suatu analisis terhadap upaya peternak sebelum melakukan panen ayam pedaging yaitu perlakuan penjarangan dan tidak. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis performa akhir ayam pedaging yaitu ADG (Average Daily Gain), Deplesi, FCR (Feed Conversion Ratio), BW (Body Weight), IP (Indeks Performa) dan IOFC. Sampel yang digunakan yaitu 20 peternak ayam pedaging yang dipelihara pada kandang tertutup. Semua peternak tersebut bermitra dengan PT GMS dimana DOC, pakan dan OVK yang sama. Teknik analisis menggunakan deskriptif kuantitatif, dan dihitung dengan Uji-t tidak berpasangan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan rata-rata nilai ADG tidak penjarangan 59,11 g, penjarangan 59,81 g, Deplesi tidak penjarangan 6,84%, penjarangan 3,96%, FCR tidak penjarangan 1,67 dan penjarangan 1,51, selanjutnya BW tidak penjarangan 2,20 kg, penjarangan 1,98 kg, nilai IP tidak penjarangan 330, penjarangan 380, serta IOFC tidak penjarangan Rp 3.940/kg, penjarangan Rp 5.734/kg. Kesimpulan penelitian ini adalah metode penjarangan pada ayam pedaging yang dipelihara pada kandang tertutup tidak berpengaruh nyata terhadap ADG namun, berpengaruh nyata terhadap Deplesi, FCR, BW, IP dan IOFC. Sehingga dapat dikatakan metode penjarangan pada PT GMS merupakan inovasi yang mampu meningkatkan produktivitas ayam pedaging dibandingkan dengan metode panen tanpa penjarangan. Hasil dari penelitian ini diharapkan menjadi manfaat bagi peternak serta menjadi pedoman untuk penelitian di masa mendatang guna mengembangkan inovasi di bidang peternakan.
Correlation Between Intake of Crude Protein, TDN, and CA in Dry Phase Dairy Cows with Birth Weight and Body Size of Holstein Friesian Calf Kuncoro, Kristian Hadi; Harjanti, Dian Wahyu; Hartanto, Rudy; Saleha, Rischa Amalia
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis March
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2026.009.01.1

Abstract

This study aimed to evaluate the relationship between Crude Protein (CP), Total Digestible Nutrient (TDN), and Calcium (Ca) intake in dry-stall dairy cows on birth weight and body size of Holstein Friesian calves. The study used an observational method with purposive sampling of dry-stall Holstein Friesian dairy cows in the early 8th month of gestation with parity 2–7. The parameters observed included CP, TDN, and Ca intake of the dams during the dry-stall period as well as birth weight, chest circumference, height, and body length of the calves. Data were analyzed using multiple regression to determine the relationship between variables. The results showed that the average intake of TDN, CP, and Ca was 8.03 kg/head/day, 1.52 kg/head/day, and 63 g/head/day, respectively. The average birth weight of calves was 38.89 kg with body measurements of 81.64 cm chest circumference, 78.92 cm height, and 70.82 cm length. Intake of TDN and CP together was significantly related to birth weight and chest circumference of calves, but not significantly related to height and length. Ca intake did not show a significant relationship to birth weight or body size of calves. Based on the results of the study, it can be concluded that the intake of CP and TDN of dairy cow in the dry phase of the pen is positively related to the initial performance of calves as reflected in birth weight and chest circumference, while the intake of Ca of the mother in that phase is not directly related to calf performance at birth.
Impact of Mash and Pellet Feeds in Dairy Cows in Tropical Regions: A Systematic Literature Review Nur Aini, Fitria; Shaputra, Wahyu Setiawan; Abdullah, Muhammad Frizqy; Fajrian, Za’imuddin Akbar; Nurdiansyah, Nugrahedi; Maia, Magdalena; Guna, Faulan Abdi; Latief, Muhammad Fadhlirrahman
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis March
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2026.009.01.2

Abstract

This study aimed to evaluate the effects of providing feed in mash and pellet forms on dry matter intake (DMI), feed conversion efficiency (FCE), and daily milk production, and to understand the mechanism by which feed physical form enhances nutrient digestibility under tropical conditions. This study used a Systematic Literature Review (SLR) design following PRISMA guidelines, with literature searches conducted in the Scopus, ScienceDirect, and PubMed databases. The inclusion criteria were empirical articles in English published within the last 10 years. The quality assessment of articles was conducted using the MMAT instrument, and a thematic analysis was performed with the assistance of NVivo 14 software on 141 studies that met the criteria. The analysis showed that pellet feed consistently increased DMI compared to mash; however, this increase was not accompanied by a consistent rise in daily milk production. The use of pellets tended to have a negative impact on milk fat content (milk fat depression) and increased the risk of acidosis due to a decrease in rumen pH and a shift in fermentation toward propionate, especially if the effective fiber balance (peNDF) was low. Feed conversion efficiency (FCE) remained similar between the two feed forms. Pellet feed increased intake and energy availability through starch gelatinization; however, its use must be accompanied by strict management of effective fiber to maintain rumen pH stability and milk quality. Optimizing pellet use requires further attention to local feed ingredient formulation and the use of microbial additives to mitigate the risk of reduced milk fat.
Evaluasi Nilai Nutrisi Hijauan Makanan Ternak di Lahan Persawahan Kecamatan Pandawai Pambarandima, Eric Mutu; Hambakodu, Marselinus
Jurnal Nutrisi Ternak Tropis Vol. 9 No. 1 (2026): JNT Jurnal Nutrisi Ternak Tropis March
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jnt.2026.009.01.6

Abstract

Hijauan di lahan persawahan merupakan salah satu pakan ternak ruminansia yang dimanfaatkan sebagai pakan utama ternak pada musim kemarau di Kabupaten Sumba Timur. Pemahaman potensi nilai nutrisi yang dikandung rumput di lahan perswahan sangat terbatas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui nilai nutrisi hijauan makanan ternak di lahan persawahan Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur. Penelitian dilaksanakan pada musim kemarau yakni antara bulan Juni sampai Agustus 2021. Penelitian menggunakan metode survei langsung di lapangan dengan menggunakan alat kuadran. Uji kandungan nutrisi menggunakan metode uji proksimat AOAC (1990), sedangkan uji kandungan fraksi seratb menggunakan metode Van Soest (1994). Data yang diperoleh diuji secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai nutrisi terbaik ditinjau dari kandungan protein kasar dan serat kasar untuk rumput alam yakni rumput Cyperus sphalelatus PK 16,10% dan SK 18,73%, Panicum repens PK 13,39% dan SK 22,38%, Echinochios colona PK 11,71% dan SK 16,51%, Leptochioa filiformis PK 11,48% dab SK 22,37% dan Leersia hexandra PK 11,23% dan SK 23,06%; sedangkan jenis leguminosa yakni Indogofera tinctoria PK 19,38% dan SK 7,01%, Sesbania bispinosa PK 18,70% dan SK 9,60%,  Chamaecrista mimosoides (L) PK 17,99% dan SK 7,86%, Desmodium Sp PK 16,25% dan SK 19,77%, dan Peuraria phaseoloides PK 15,21% dan SK 24,16%. Kesimpulan, rumput alam potensial terdapat 5 spesies yaitu Cyperus sphalelatus, Panicum repens, Echinochios colo, Leptochioa filiformis, Leersia hexandra; sedangkan leguminosa potensial terdapat 5 jenis yaitu Indogofera tinctoria, Sesbania bispinosa, Chamaecrista mimosoides, Desmodium Sp, Peuraria phaseoloides.