cover
Contact Name
Masilva Raynox Mael
Contact Email
masilvamael@unesa.ac.id
Phone
+628175105391
Journal Mail Official
masilvamael@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung T2 Lantai 2 Jurnal Paramasastra Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Jln. Kampus Lidah Wetan Surabaya, Tel / fax : 031 7522876 / 031 7522876 Kampus Lidah Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
ISSN : 23554126     EISSN : 25278754     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/parama.v6n2
discusses field-based research, literature research, and theoretical and methodological reflection on languages, literatures, and its teaching. This journal receives research-based articles or literary-based studies that will be published twice a year through the screening process. All articles sending to the editorial desk will be reviewed by at least two reviewers. Manuscripts relate to the fields below are welcome to submit.
Articles 395 Documents
PATTERNS OF SWITCHING IN INDONESIAN - ENGLISH BILINGUAL POP SONGS Hartanti, Lina Purwaning
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v3n1.p%p

Abstract

Recently many studies are conducted to explore the use of code switching in everyday conversation, which is spontaneous. However, there has been little concern on how code switching is used in written data or prepared discourse. Thus, the recent phenomenon of using code switching in the lyrics of Indonesian – English bilingual pop songs, which are well-prepared, is illustrated in this paper. This paper focuses on the examination of the patterns of code switching between Indonesian and English in pop music genre, and whether these patterns are similar to the ones in everyday informal conversation, which is spontaneous. The data analysed in this paper were gained from a corpus consisting of the lyrics of 25 popular songs. Different patterns of switching are identified. It is suggested that the language mixture in the lyrics of Indonesian – English bilingual pop songs shows four different patterns of switching; they are conversational-style code switching, lexically motivated code switching, organizational code switching, and switching in English-dominant lyrics. Moreover, most of those patterns have similarity to those in everyday spontaneous conversation.
MITOS DALAM NOVEL MANUSIA LANGIT KARYA J.A. SONJAYA Mulayani, Wahyu
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v5n1.p%p

Abstract

ABSTRAKMitos sebenarnya merupakan cerita masa lalu dari leluhur yang dianggap memiliki pesan dan makna kebenaran. Untuk itu sebagian masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Nias tidak mau melanggar adat istiadat (yang sebenarnya mitos), karena takut kena tulah atao azab.  Sonjaya banyak menceritakan tentang mitos yang ada di pulau Nias melalui novelnya yang berjudul Manusia Langit. Mitos yang diceritakan dalam novel Manusia Langit berkaitan dengan kehidupan sehari-hari di Nias.  Selain itu, bahasa yang digunakan oleh Sonjaya indah, sehingga cocok untuk dikaji. Tujuan penulisan ini untuk mendeskripsikan 1) bentuk mitos percintaan dalam novel Manusia Langit karya Sonjaya, 2) bentuk mitos religius dalam novel Manusia Langit karya Sonjaya. Penulisan ini menggunakan pendekatan antropologi sastra, karena yang dibahas tentang mitos yang merupakan salah satu unsur budaya.  Budaya merupakan cultural bangsa sehingga masing-masing memiliki kepercayaan yang berbeda. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Manfaat yang diharapkan dalam penulisan ini, 1) dapat menambah jumlah penelitian sastra khususnya tentang mitos. 2) dapat menghibur, menambah pengetahuan dan memperkaya wawasan pembacanya dengan cara yang unik, yaitu melalui bentuk naratif. Sehingga pesan yang disampaikan kepada pembaca tidak terkesan menggurui.  Hasil dari pembahasan 1) mitos percintaan, menceritakan hubungan antara tokoh Mahendra dengan kekasihnya, 2) mitos religius menceritakan para leluhur Nias yang menganut kepercayaan animisme. Masyarakat Nias masih mendewakan roh-roh yang tidak kelihatan (roh halus) dan memuja roh-roh yang berbentuk, seperti  patung yang di buat dari bahan batu atau kayu, serta pohon tertentu yang dianggap memiliki kekuatan gaib.Kata kunci: Mitos percintaan, Mitos religius, Novel Manusia Langit
ANALISIS MAKNA VERBA TOORU, SUGIRU DAN KOERU Renold, Renold
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n1.p%p

Abstract

Verba  tooru,  sugiru,  dan koeru selain merupakan kata kerja pergerakan juga merupakan kata kerja yang bersinonim bila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Untuk membuktikan apakah ke tiga verba tesebut merupakan sinonim maka dilakukan analisis dengan teknik subtitusi antar kalimat dengan dua jenis verba yaitu:tooru「通る」dan sugiru 「過ぎる」; sugiru「過ぎる」dan koeru「超える」; koeru「超える」dan tooru「通る」. Berdasarkan hasil analisis ketiga verba tersebut diketahui bahwa; ‘tooru’ adalah verba yang memiliki ciri subjek mulai bergerak melewati objek dengan cara masuk kedalam objek tersebut dan berakhir setelah keluar dari objek, hal ini ditandai dengan keberadaan makna preposisi penanda tempat, ‘sugiru’ adalah verba yang memiliki ciri subjek bergerak tidak masuk kedalam objek melainkan hanya bergerak di samping objek tersebut,  ‘koeru’adalah verba yang memiliki ciri subjek bergerak melewati objek dengan cara melewati sisi sebelah atas objek.
MEMAHAMI ISLAM LOKAL MELALUI KITAB SERIBU MASA’IL: STUDI KOMPARASI TEKS ARAB-MELAYU Alindah, Lutfiyah
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v2n2.p%p

Abstract

The  spread  and  development  of  Islam  in  the  Indonesia  not  only  brought Islam together, but also brought Islamic culture in the form of literature. The development  in teaching Islamiccultural  tradition  is  important  in  the process of Islamization.  Many  books  were  translated,  composed  or  adapted  to  many languages in the archipelago. The books are compiled in what is known as sastra kitab  (literature  of  Islamic  theology).  Its  two  versions,  the  Masail  Sayyidi 'Abdullah bin Salam  lin Nabi  in  the Arabic version or  Seribu Masa’il  in Malay version,  are  still  preserved.  Both  of  these  texts  are  part  of  the  process  of translation  from  Arabic  texts  into  Malay  text  which  have  variations  either  in structure  linguistic  or meaning.This  paper  examines  the  variations  occurring  in process of translation between Arabic text and Malay text, and how the variations are manifested  in  these  two  texts. This  research  is  important because  it  looks at Sirah nabawiyah (history of  the prophet)  that documents both written and verbal teachings  of  Islam.  In  addition,  this  study  contains  the  theological  values  and dialogue between Muslims and non-Muslims. By using George Steiner’s  theory, this study tries to examine the difficulties and the paradoxes created by translation from  one  language  to  another.This  study  demonstrates  that  the  final  translation between Masā’il  Sayyidi  ‘Abdullāh  Bin  Salām  li-Nabī  text  and  Seribu Masa'il have variations both in the structure of linguistics and meanings. 
LEKSIKOLOGI DAN LEKSIKOGRAFI DALAM PEMBUATAN DAN PEMAKNAAN KAMUS Dewandono, Wiranto Aji
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 7, No 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v7n1.p16

Abstract

Linguistik memiliki berbagai macam bidang. Salah satunya adalah leksikon. Diantara ketiga system bahasa (yaitu fonologi, gramatika dan leksikon) leksikon atau kosakata menduduki posisi sentral. Maksudnya, keluar leksikon diwujudkan oleh fonologi dan kedalam bentuknya diatur oleh gramatika. Selain itu sebagai komponen bahasa leksikon dengan satuannya leksem memiliki peranan yang sangat penting di dalam bahasa karena leksikon merupakan wadah bagi penyimapanan dan pengeluaran konsep-konsep, ide-ide, pengertian-pengertian yang ada dalam satu system budaya. Orang tidak akan berbahasa bila mengabaikan keberadaan sistem leksikon ini. Artikel ini membahas keberadaan leksikon yang dituangkan dalam studi dengan nama leksikologi dan leksikografi yang erat kaitannya dengan proses dalam pembuatan kamus yang menggunakan kosakata dari proses leksikon yang muncul. Pemaknaan dari kamus menggunakan konsep ilmu leksikologi dan leksikografi agar menjadi valid dan akurat.
FABELSEBAGAI BAHAN PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DI SEKOLAH DASAR Azis, Abdul
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n2.p%p

Abstract

Pembelajaran  sastra  cenderung  kurang  berani menggali  teks  dalam  konteks yang  lebih  luas.  Padahal  sangatlah  mungkin  sebagai  media  pendidikan  dan hiburan, membentuk  kepribadian  anak,  serta menuntun  kecerdasan  emosi  anak. Penelitian  ini  bertujuan  mendeskripsikan  cerita  rakyat  kategori  Fabel  untuk kepentingan pemilihan bahan ajar Bahasa dan Sastra Indonesia di SD. Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  metode  deskriptif analitik.  Data  dalam  penelitian  ini  adalah  cerita  rakyat  kategori  Fabel. Pengumpulan  data  dilakukan  dengan  teknik  dokumentasi  dari  8  guru  SD  di  8 kecamatan di Kabupaten Maros Periode Maret-Mei 2014. Teknik analisis meliputi  proses pengorganisasian dan pengurutan data tentang Fabel dan pemilihan bahan ajar cerita rakyat  ke dalam pola kategori dan satuan uraian. Hasil  analisis  data  dan  temuan  menunjukkan  bahwa  rata-rata  penilaian  responden  untuk  cerita  rakyat  kategori  Fabel  sebesar  3,763  atau  pada  kategori layak dijadikan bahan ajar.  Bahan ajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran cerita  rakyat  adalah  jenis  bahan  ajar  cerita  rakyat  apa  saja.  Namun,  sebaiknya untuk tingkat SD, bahan ajar cerita rakyat yang digunakan adalah bahan ajar ceita rakyat yang  isinya harus sesuai dengan karakteristik, pengalaman, dan kebutuhan siswa.
ANALISIS KONDISI PSIKOSEKSUAL TOKOH WARAS DALAM NOVEL TRILOGI RONGGENG DUKUH PARUK KARYA AHMAD TOHARI Mujihadi, Mujihadi
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v3n2.p%p

Abstract

An analysis in novel of trilogy Ronggeng Dukuh Paruk (RDP) written by Ahmad Tohari focuses on how psychosexual which happen in Waras as the character. This research uses descriptive qualitative method. The purpose of this research is to describe the Waras’ psychosexual  as the character in the novel which is use the psychological art approach.  Psychological art approach is an analysis which focuses on the psychological theory. This analysis model in this novel basically focuses on objective approach. The data in this research is taken from the quotation from the novel RDP which is suitable with research points.  After doing the analysis, writer found the psychosexual from the waras as the character.  The condition of Waras’ psychosexual if related to the Sigmund freud psychosexual development theory, it can be concluded that that psychosexual of Waras was not in appropriate  psychosexual development.  These psychosexual problems in Waras as character that in his seventeen he still like playing with the younger children, he also like taking care of  podang bird just like younger children, and he also is not interested with women.
THE SOUND OF EVIL: A PERSPECTIVE OF COMPARATIVE LITERATURE Purnomosasi, Lusia Kristiasih Dwi
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n2.p%p

Abstract

The representation of evil in The Scarlet Letter, Madam Bovary, Anna Karenina, and Lady Chatterley’s  Lover  is  a  choice  to  be  compared  by  the  theory  of  comparative literature of Claudio Guillen.It  is  called  thematology.  It  is  based on  the assumption that a theme will be different as  it is accepted by different cultures. Internationality is applied among others. The evil functions as a representation of a sinner in The Scarlet Letter in line with external marital affairs by the main character. It is due to the belief of  witch  that  leads  to  the  special  woman.  The  witch  as  the  representation  of  evil changes  to  the  beggar  in  Madam  Bovary  and  a  railway  station  officer  in  Anna Karenina. Both  reflect  the different  social  stratification as  the effect of materialism. Lady Chatterley’s Lover  has  transformed  to an  invisible  representation of evil.  It  is the mentality of capitalism. The  transformation of  those evil  in  the novels  is created from the stereotype towards the cursed by society. It deals with the belief and status.
NUANSA HEGEMONIS ASOSIATIF DALAM PENAMAAN KULINER MASYARAKAT URBAN SURABAYA Sari, Dian Purnama
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 8, No 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v8n1.p20-29

Abstract

The purpose of this research is to describe the associative meaning that is formed from the culinary name in Surabaya and to describe the hegemonic nuances inherent in it. This type of research is descriptive qualitative, the data source is the Surabaya urban community and the data is in the form of culinary names that were created. Researchers use a data analyzing corpus. The naming of urban culinary is full of associative meanings that have different connotations from culinary names in the past, representing the psychic condition of the community because naming is a medium of language which is a reflection of the brain and soul of the wearer, the nuances of capital hegemony around class differences, exploitation and oppression. reflected in the names of foods consumed by the urban community in Surabaya in particular. A hegemonic society has not yet reached the point of becoming a survivor, still lamenting the fate and associative baper through the culinary names it created. Efforts to build the community's mentality so as not to continue to feel like a hegomonic victim can be started with the creation of optimistic culinary phrases or terms.
KONSTRUKSI AJARAN ISLAM DALAM NOVEL AYAT-AYAT CINTA DAN BUMI CINTA KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Supratno, Haris
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v2n2.p%p

Abstract

Tujuan  penelitian  ini  untuk  mengetahui  konstruksi  ajaran  Islam  yang terkait dengan  iman,  Islam, akhlak, dan muamalah dalam novel Ayat-Ayat Cinta dan  BumiCinta  karya  Habiburrahman  Ek  Shirazy.  Metode  penelitian  ini menggunakan metode  kualitatif.  Sumber  data  penelitian  ini  adalah  novel  Ayat-Ayat  Cinta  dan  Bumii  Cinta  karya    Habiburrahman  Ek  Shirazy.  Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pustaka atau dokumen yang berupa kedua novel  tersebut. Teknik  analisis  data menggunakan  teknik  analisis  deskriptif  dan conten analisis.  Hasil penelitian  tersebut  adalah bahwa dalam novel Ayat-Ayat Cinta dan Bumi  Cinta  banyak  mengkonstruksikan  ajaran  Islam  yang  terkait  dengan keimanan,  keislaman,  akhlak  dan  muamalah.  Tokoh  utama  Fahri  dalam  novel Ayat-Ayat Cinta  dan Ayyas  dalam  novel Bumi Cinta mampu memeperjuangkan dan mempertahankan keimanannya. Keduanya mampu menjaga  imannya melalui salat,  puasa,  zikir,  tasbih,  dan  menjaga  pandangannya  terhadap  perempuan-perempuan cantik yang menggodanya.Kedua tokoh tersebut juga memiliki akhlah yag baik, suka menolong orang  lain dengan dilandasi kecintaannya kepada Allah SWT,  halus  budinya,  kuat  imannya,  teguh mempertahankan  prinsip  kebenaran, mempunyai  visi  ke  depan, menghormati  dan menghargai  orang  lain,  dan  tidak mau menyakiti orang  lain. Dalam kedua novel  tersebut  juga mengajarkan kepada manusia  agar  bekerja  keras  untuk  mencapai  kebahagiaan  dunia  dan  beribadat untuk mencapai kebahagiaan akhirat. Kedua kepentingan tersebut harus seimbang, tidak  boleh  hanya  mementingkan  kepentingan  kebahagiaan  dunia  atau  hanya mementingkan    kebahagiaan  akhirat. Apa  yang  dilakukan  kedua  tokoh  tersebut hanya berdasarkan kecintaan kepada Allah SWT dan merupakan suatu kewajiban untuk memenuhi perintah Allah SWT.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 1 (2025): Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11 No. 2 Bulan September 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol.11 No.1 Bulan Maret 2024 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol.10 No.2 Bulan September 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Vol.10 No.1 Bulan Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2022): Vol.9 No.2 Bulan September 2022 Vol. 9 No. 1 (2022): Vol.9 No.1 Bulan Maret 2022 Vol. 8 No. 2 (2021): Vol.8 No.2 Bulan September 2021 Vol. 8 No. 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol. 7 No. 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol. 7 No. 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol. 6 No. 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol. 6 No. 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol. 5 No. 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol. 4 No. 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol. 3 No. 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol. 2 No. 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol. 1 No. 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 Vol. 1 No. 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 More Issue