cover
Contact Name
Masilva Raynox Mael
Contact Email
masilvamael@unesa.ac.id
Phone
+628175105391
Journal Mail Official
masilvamael@unesa.ac.id
Editorial Address
Gedung T2 Lantai 2 Jurnal Paramasastra Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya Jln. Kampus Lidah Wetan Surabaya, Tel / fax : 031 7522876 / 031 7522876 Kampus Lidah Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
ISSN : 23554126     EISSN : 25278754     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/parama.v6n2
discusses field-based research, literature research, and theoretical and methodological reflection on languages, literatures, and its teaching. This journal receives research-based articles or literary-based studies that will be published twice a year through the screening process. All articles sending to the editorial desk will be reviewed by at least two reviewers. Manuscripts relate to the fields below are welcome to submit.
Articles 395 Documents
PERWATAKAN TOKOH UTAMA PRIA PADA KUMPULAN CERPEN ALUMNI UNESA “NDORO, SAYA INGIN BICARA”: DALAM PERSPEKTIF PENGARANG WANITA Kocimaheni, Amira Agustin
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v5n2.p%p

Abstract

UNESA alumni compilation of short stories with the title “Ndoro Saya Ingin Bicara” consists of short stories written by some women. With the existing view that men supremacy has always been stronger (the authority), even in the literary works, leads to the interest of finding out how women writers describe the male main character in their short stories. Especially, those women writers are also career women in their fields.
PENGAJARAN SASTRA BERBASIS EXPERIENCE LEARNING Endraswara, Suwardi
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v1n1.p%p

Abstract

Tulisan ini bermaksud memberikan pemahaman terhadap pembelajaran sastra gaya baru. Pembelajaran yang inovatif ditandai oleh perubahan paradigma, yang semula menekankan hafalan, berubah ke arah pemberian pengalaman hidup. Pengajaran sastra yang mendewakan guru sebagai superior, sudah tidak saatnya lagi. Guru dan siswa sudah saatnya mengubah diri ke arah  sharing  pengalaman hidup. Pengajaran sastra berbasis pengalaman bertujuan memberikan warna baru agar sastra tetap dihargai oleh siswa. Sastra adalah karya yang memuat aneka pengalaman. Oleh sebab itu, dalam pembelajaran diharapkan ada kontak atau komunikasi intensif. Komunikasi sastra tersebut terjadi ketika siswa mampu menafsirkan dan menimba pengalaman. Itulah salah satu bentuk pengalaman yang menggoda dalam pembelajaran sastra. Perubahan kultur pembelajaran teoritik kea rah pemberian pengalaman akan dapat menjajdi jembatan penyemaian pendidikan karakter lewat cipta sastra.
ASAL-USUL REOG: SASTRA LISAN SINDIRAN BIROKRASI PADA MASANYA Purnani, Siwi Tri
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v4n2.p%p

Abstract

Literature is one form of cultural for delivering all forms of initiative, work, events, and human beliefs are poured in written and non-written. Literary were created also to be used for the various purposes that people wants, to give suggestions, satire, criticism, education, and so on. This article aims to let the reader understand that one of the examples of oral literature that was also created with the sarcasm is the story of the origin of Reog. There is one version that spread in the many peopleand has links with the political bureaucracy of its time. At that time, Reog believed to be used as a medium or a means to convey satire and criticism of the people to the government. The sarcasm is contained in Reog’s origins with a version of the story of Ki Ageng Kutu’s rebellion, a royal servant in the Bhre Kertabhumi period, the last Majapahit king who had a power in the fifteenth century. It was told that Ki Ageng Kutu was wrathful with the influence of King’s wife who came from Cina and his corrupt government.
TIPOLOGI BENTUK UNGKAPAN PADA PARAGRAF PENDAHULUAN BACAAN BAHASA JEPANG Nurhadi, Didik
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 7, No 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v7n1.p1

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menguraikan karakteristik-karakteristik bagian pendahuluan teks bacaan bahasa Jepang melalui sudut pandang bentuk ungkapan. Pemilihan topik pembicaraan dalam artikel ini dilatarbelakangi pemahaman bacaan dan kemampuan menulis karangan mahasiswa asing pembelajar Bahasa Jepang dapat dikategorikan belum baik. Penulis berasumsi bahwa kesulitan mahasiswa pembelajar bahasa Jepang dari Indonesia disebabkan karena pemahaman menyangkut karakteristik bagian pendahuluan teks bahasa Jepang. Artikel ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman struktur teks bahasa Jepang khususnya menyangkut seluk beluk bentuk ungkapan yang mengisi paragraph pendahuluan. Pemahaman terhadap hal ini diharapkan pula dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Jepang khususnya kemampuan mengarang dan memahami bacaan bahasa Jepang. Penyelidikan dalam artikel ini menggunakan bahan-bahan bacaan dari buku pembelajaran yang digunakan di Indonesia. Metode analisis data penelitian menggunakan teknik-teknik analisis penelitian kualitatif melalui pendeskripsian masalalah penelitian dengan mengklasifikasikan karakteritik paragraf pendahuluan bacaan bahasa Jepang. Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa tipologi bentuk ungkapan dalam paragraf pendahuluan pada materi bacaan bahasa Jepang diklasifikasikan dalam lima kategori, yakni klasifikasi handanhyougen ni yoru kaishibu ‘pendahuluan teks yang dibangun melalui pernyataan-pernyataan’, gimon hyougen ni yoru kaishibu ‘paragraf pendahuluan yang dibangun melalui pernyataan berupa pertanyaan’, denbunhyougen ni yoru kaishibu ‘pendahuluan yang dibangun dengan pernyataan kutipan, informasi dari pihak lain’, yobikake hyougen ni yoru kaishibu ‘pendahuluan yang dibangun melalui pernyataan berupa sapaan kepada pembaca’, dan genzai kakokei niyoru kaishibu ‘pendahuluan teks yang dibangun atas dasar waktu kejadian’.
STRATEGI BRAIN BASED LEARNING DALAM PENGAJARAN BAHASA JEPANG DI MAN MOJOKERTO Yusuf, Yulia Pratitis
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v4n1.p%p

Abstract

Japanese language teaching by lecture method used is irrelevant. It can be seen from the output of students who graduate high school, they generally have not been able to use the Japanese language in the context of natural communication. Japanese language learning should be done in harmony with the way the brain to learn something. It was due to the close links between the brain and language acquisition. Caine said there are twelve principles of brain work is the basis for the implementation of brain-based teaching. The twelve principles of brain functions must be implemented in three stages, namely the stage of teaching Japanese language to understand 「わかる」, remembering 「おぼえる」and use 「つかう」. With Brain Based Learning troughout the student’s potential can be optimally stimulated to learn Japanese. And when the twelve principles of brain functions in learning something can be understood by Japanese teachers well, then learning Japanese would be effective, enjoyable, meaningful and the most importantly, both Brain’s hemispheres students can alsao develop optimally.
QUALITATIVE AND QUANTITATIVE APPROACHES TO ACTION RESEARCH Kusumarasdyati, Kusumarasdyati
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v3n2.p%p

Abstract

Action research atau penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan upaya para pendidik yang reflektif untuk meningkatkan kualitas pengajarannya sehingga hasil pembelajaran siswa juga semakin baik. Pada awal perkembangannya di Amerika Serikat di awal abad 20, PTK menggunakan pendekatan kualitatif. Namun seiring berjalannya waktu, masalah di bidang pendidikan dan pengajaran juga semakin kompleks sehingga beberapa pendidik mulai menggunakan pendekatan kuantitatif. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan PTK dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, disertai dengan contoh-contoh PTK di bidang pengajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing untuk memperkuat alasan penggunaan masing-masing pendekatan tersebut. Pendekatan apa pun yang digunakan—kualitatif atau kuantitatif—bukan menjadi masalah dan masih dapat disebut sebagai PTK, asalkan tujuan penelitian tersebut dapat dicapai, yaitu peningkatan kualitas pengajaran.
KONFLIK PANDANGAN MASYARAKAT JEPANG TERHADAP KEKUATAN TERCERMIN DALAM SERIAL KAMEN RIDER GAIM Hermawan, Daniel; Handaya, Nicco
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 7, No 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v7n2.p161

Abstract

This study will compare two different opinions toward military power between Sakuraba Kouta and Kumon Kaito in the Japanese Television series Kamen Rider Gaim. The two opinions represent two arguments that exist among Japanese society toward the existence of military power. The research uses a qualitative method as the approach of study. We compare the dialogue between the two characters and analyze it using the semiotic theory. The results show that there is two different ideas about military power represented by the ideology brought by Sakuraba Kouta and Kumon Kaito. Sakuraba Kouta represent the ideology of people against the military power while Kumon Kaito represent the ideology of people supporting the military power.
TANTANGAN MEMBACA SURABAYA 2015: MERETAS JALAN MEMBANGUN LABORATORIUM KOLABORATIF PEMBUDAYAAN LITERASI YANG EFEKTIF BAGI MASA ADOLESEN Irsyad, Chamim Rosyidi
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v2n1.p%p

Abstract

Data  mutakhir  TIMSS  dan  PIRLS  2011  serta  PISA  2012  menginformasikan bahwa  tingkat  literasi bangsa  Indonesia pada urutan bawah di percaturan global. Riset  Taufiq  Ismail  tahun  1996  menyatirekan  bahwa  siswa  SMA  di  Indonesia “rabun membaca dan pincang menulis”. Ikhtiar-ikhtiar yang dilakukan kelompok-kelompok pegiat literasi di Indonesia telah membuktikan hasilnya yang beraneka. Namun,  jika  jejak  langkah  ini  tidak  ditantang  oleh  sistem  pembudayaan  literasi yang pasti dan visioner, teresekusi di jalur-jalur pendidikan –informal, formal, dan nonformal–,  terukur,  termonitor  dan  terevaluasi,  serta  terkesinambungan, kapankah  peluang  akselerasi  gerakan  literasi membuahkan  generasi  emas  yang diidamkan?  Pencanangan  Surabaya  Kota  Literasi  telah  dilakukan  Walikota Surabaya  pada  2  Mei  2014.  Pada  2  s.d.  5  Maret  2015  program  Tantangan Membaca Surabaya 2015  telah dilaunching oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya.  Dua  kebijakan  ini  meski  belum  menjadi  sistem  yang  menjamin kepastian  keberlangsungan  gerakan,  sebagai  embrio  lahirnya  Perda  dan  Perwali tentang  gerakan  literasi,  ia  telah  melempangkan  teretasnya  jalan  membangun laboratorium  kolaboratif  guna  pembudayaan  literasi  (LabKobuLi)  yang  efektif bagi  para  generasi  bangsa  usia  adolesen.  Dengan  LabKobuLi  inilah  gerakan pengeberaksaraan diberlangsungkan dengan semangat hari ini lebih baik daripada kemarin  dan  esok  lebih  baik  daripada  hari  ini.  Untuk  menyukseskan  gerakan pioner  ini,  pemeranan  dan  pemungsian  kepemimpinan  pembelajaran  sangat diperlukan.
NEUROLINGUISTIK DAN PENERAPANNYA DALAM TEKNOLOGI Mael, Masilva Raynox
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 7, No 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v7n1.p59

Abstract

Neurolinguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari proses otak dalam merekam dan membentuk bahasa. Otak kita terbagi dalam dua bagian besar kanan dan kiri. Otak ini yang menciptakan konsep berbahasa dan daya nalar untuk apa yang manusia akan ucapkan. Pada artikel ini dibahas kaitan antara neurolinguistik dan penerapannya dalam teknologi. Ada suatu penelitian dan percobaan di mana otak diberi sebuah chip untuk membantu penderita syaraf untuk menyampaikan bahasa melalui kemampuan otak sehingga apa yang ingin disampaikan dapat dipahami oleh lawan bicara walaupun sang penderita tidak dapat menggunakan indra bicaranya.
LEKSIKON PERALATAN RUMAH TANGGA BERBAHAN BAMBU DI KABUPATEN MAGETAN (KAJIAN ETNOLINGUISTIK) Komariyah, Siti
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/parama.v5n1.p%p

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan bambu di wilayah Kabupaten Magetan sebagai peralatan rumah tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengklasifikasikan dan mendeskripsikan leksikon peralatan rumah tangga berbahan bambu di Magetan; 2) mengungkapkan fungsi peralatan rumah tangga berbahan bambu di Magetan. Pengumpulan data dengan pengamatan dan wawancara dengan informan utama dan informan pendamping; Penelitian ini menggunakan pendekatan etnolingustik yang menelaan hubungan bahasa dan budaya terutama bagaimana bahasa itu digunakan sehari-hari sebagai alat komunikasi dalam suatu kelompok masyarakat. Perkembangan budaya mempengaruhi perkembangan leksikon yang berhubungan dengan budaya tersebut. Leksikon muncul seiring dengan kebutuhan manusia untuk mengidentifikasi hasil budaya yang ada. Leksikon peralatan rumah tangga berbahan bambu di Magetan relatif banyak dan beragam Dari hasil penelitian ini diperoleh sejumlah leksikon yang dapat dipilah menjadi empat kategori, yaitu (1) leksikon peralaran rumah tanga berbahan bambu yang berbentuk monomorfemis, (2) leksikon peralatan rumah tangga berbahan bambu yang berbentuk polimorfemis, (3) leksikon peralatan rumah tanga berbahan bambu yang berbentuk kata ulang, dan (4) leksikon berbahan bambu yang berbentuk frasa.Kata Kunci: Leksikon, etnolinguistik, monomorfemis, polimorfemis

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 12 No. 1 (2025): Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 11 No. 2 (2024): Vol. 11 No. 2 Bulan September 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Vol.11 No.1 Bulan Maret 2024 Vol. 10 No. 2 (2023): Vol.10 No.2 Bulan September 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Vol.10 No.1 Bulan Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2022): Vol.9 No.2 Bulan September 2022 Vol. 9 No. 1 (2022): Vol.9 No.1 Bulan Maret 2022 Vol. 8 No. 2 (2021): Vol.8 No.2 Bulan September 2021 Vol. 8 No. 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol 8, No 1 (2021): Vol.8 No.1 Bulan Maret 2021 Vol 7, No 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol. 7 No. 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020 Vol 7, No 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol. 7 No. 1 (2020): Vol.7 No.1 Bulan Maret 2020 Vol 6, No 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol. 6 No. 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019 Vol 6, No 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol. 6 No. 1 (2019): Vol.6 No.1 Bulan Maret 2019 Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol. 5 No. 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018 Vol. 5 No. 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol 5, No 1 (2018): Vol 5 no 1 Bulan Maret 2018 Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol. 4 No. 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017 Vol. 4 No. 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017 Vol. 3 No. 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol. 3 No. 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016 Vol 3, No 1 (2016): Vol 3 No 1 Bulan Maret Tahun 2016 Vol. 2 No. 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol 2, No 2 (2015): Vol 2 No 2 Bulan September Tahun 2015 Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol. 2 No. 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol. 1 No. 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 Vol. 1 No. 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014 More Issue