Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
discusses field-based research, literature research, and theoretical and methodological reflection on languages, literatures, and its teaching. This journal receives research-based articles or literary-based studies that will be published twice a year through the screening process. All articles sending to the editorial desk will be reviewed by at least two reviewers. Manuscripts relate to the fields below are welcome to submit.
Articles
395 Documents
CHARACTER VALUES IN TEACHING NARRATIVE TEXT AT STATE SENIOR HIGH SCHOOL OF PAMEKASAN
Jamaludin, Jamaludin;
Munir, Ahmad
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Bulan September Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/parama.v1n2.p%p
Artikel ini mencoba untuk menjawab pertanyaan tentang apa karakter nilai-nilai yang terintegrasi dan bagaimana guru bahasa Inggris mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam proses belajar mengajar teks narasi di SMA Negeri Pamekasan. Penelitian deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Peserta penelitian ini adalah semua siswa XI-F SMAN 1 Pamekasan. Temuan penelitian ini, ada enam nilai-nilai karakter yang guru bahasa Inggris terintegrasi melalui dua teks naratif berjudul "Raja Arthur dan Donkey, Tabel, dan Stick" yaitu menjadi gemar membaca, mandiri, komunikatif, ingin tahu, pekerja keras, dan disiplin . Secara umum ada dua langkah yang guru dilaksanakan untuk terintegrasi nilai-nilai karakter. Yang pertama adalah memilih nilai-nilai karakter tertentu berdasarkan kata kerja yang digunakan dalam indikator pembelajaran. Yang kedua adalah mengintegrasikan nilai karakter yang dipilih dalam proses belajar mengajar teks narasi bahasa Inggris.
ORIENTASI PENERJEMAHAN MATERI PROMOSI KEPARIWISATAAN KOTA SURABAYA DALAM BAHASA JEPANG
Yuana, Cuk;
Andari, Novi;
Hasanah, Luluk Ulfa
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 6, No 2 (2019): Vol.6 No.2 Bulan September 2019
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/parama.v6n2.p%p
Penerjemahan merupakan salah satu bentuk pembelajaran bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses penerjemahan yang dilakukan oleh mahasiswa pembelajar bahasa Jepang Prodi Sastra Jepang Untag Surabaya terhadap materi promosi pariwisata kota Surabaya. Untuk mendapatkan gambaran bentuk orientasi proses penerjemahan dan menganalisis kesalahan penerjemahan yang dihasilkan oleh mahasiswa. Pendekatan kualitatif deskriptif dan teknik catat serta analisis dokumen digunakan dalam penelitian ini. Penelitian ini menemukan dua hal, yakni orientasi yang digunakan saat proses penerjemahan dan analisis kesalahan dalam materi penerjemahan dan hasil penerjemahan pada bahasa target. Proses penerjemahan dilakukan dalam dua orientasi, yakni orientasi kepada bahasa sumber dan bahasa target. Hal ini dilakukan karena mahasiswa masih menemukan kesulitan memahami materi penerjemahan dalam bahasa sumber, meskipun bahasa tersebut telah dikuasai oleh mahasiswa sebagai warga negara Indonesia, sehingga diperlukan perbaikan tatabahasa dan sintaksis dalam materi penerjemahan. Analisis kesalahan pada hasil penerjemahan dalam bahasa Jepang, banyak ditemukan mahasiswa masih menggunakan metode penerjemahan literal (harfiah), penerjemahan kata demi kata, dan penerjemahan setia. Kesalahan pemilihan kata (morfologi), penggunaan tata bahasa (sintaksis), dan pemaknaan secara kontekstual (semantik) masih banyak ditemukan.
DESAIN PEMBELAJARAN MEMVARIASI FABEL DENGAN MENGINTEGRASIKAN PENDIDIKAN ESTETIKA
Praharwati, Dyan Wahyuning
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 3, No 2 (2016): Vol 3 No 2 Bulan September Tahun 2016
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/parama.v3n2.p%p
Curriculum is used as a foundation that contains technical rules. Curriculum used in the practice of education is currently 2013 curriculum. Language and literature Indonesia teaching should be implemented based on the national 2013 curriculum. In the 2013 curriculum KD 4.13 there are varying the fable/legend of the local area by changing the characters, setting, end of story, and serving on a secondary class VII. KD 4.13 learning especially for the text of the fable can be done by integrating the education of aesthetics. Aesthetic education strives to capture the beauty in works of literature. The aesthetics in literary works include aesthetics of language, aesthetic, cultural, aesthetic and transcendental. Integrating the education of aesthetics can be done by way of capturing such aesthetic forms in the works of literature. Aesthetics of literary works that captured can be used to perform variations against the fable. The activities of fables varying is done with structure, language, content, or genre varying. Fables varying learning can also be used to prepare the students to face the MEA. MEA is the current discourse concerning the renewal of the economic activities of the ASEAN community. Attempts to prepare the students to face the MEA can be done by way of a creative economy aiming by way of entering the field of publishing/printing as well as performances. Results of the study theory paper is focused on the discussion (1) fables varying learning, (2) the form of aesthetic value, (3) learning design of fables varying by aesthetic education integrated, and (4) the efforts of the creative economy was aiming for.
PEMBELAJARAN LITERASI DALAM MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA
Subandiyah, Heny
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/parama.v2n1.p%p
Kemampuan literasi pada awalnya diartikan sebagai keterampilan membaca dan menulis, tetapi pada saat ini pengertiannya mengalami perkembangan. Dalam ranah pembelajaran, kemampuan literasi merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki oleh setiap siswa untuk menguasai berbagai mata pelajaran. Sejalan dengan penjelasan dalam Kurikulum 2013 bahwa bahasa adalah penghela ilmu pengetahuan maka bahasa Indonesia merupakan sarana penyampai ilmu pengetahuan. Dengan kata lain, keterampilan berbahasa anak terutama membaca dan menulis yang diperoleh melalui pelajaran bahasa Indonesia, sangat menentukan keberhasilan mereka dalam menguasai berbagai mata pelajaran lain. Khusus untuk mata pelajaran bahasa Indonesia pengertian literasi lebih dipumpunkan pada keterampilan informasi. Kemampuan informasi mengacu pada beberapa aktivitas, yaitu mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan mengomunikasikan informasi. Ketiga aktivitas tersebut tidak dapat dilepaskan dari keterampilan membaca dan menulis, yang dilaksanakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas. Aktivitas semacam ini sesuai dengan tuntutan proses pembelajaran menurut Kurikulum 2013 yang dikenal dengan istilah pendekatan saintifik. Berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran literasi maka guru harus memperhatikan empat aspek, yaitu sumber belajar, bahan ajar, strategi pembelajaran, dan penilaian. Â
HANASHIKATA TEACHING MATERIAL DEVELOPMENT
Retnani, Retnani;
Nurhadi, Didik;
Mael, Masilva Raynox
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 7, No 2 (2020): Vol.7 No.2 Bulan September 2020
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/parama.v7n2.p147
The compulsion to enter Hanashikata (speaking Japanese) class really makes it difficult for them to adjust to the learning process of Japanese speaking skills. There are many ways to improve speaking skills, but researchers prefer to develop teaching materials because they have a special attraction for students. Why is that? First, students compile a narrative first, they accidentally learn to arrange sentences according to correct Japanese grammar. If the sentences they produce are not in accordance with the correct grammar and correct vocabulary, it will make understanding difficult for the interlocutor or those who are listening. This can be used as a venue for the development of Hanashikata (Speaking Japanese) teaching materials.The objectives of this study are 1. To describe the quality of the feasibility of Hanashikata teaching materials for class B students of class B Japanese Language Education Study Program, FBS Unesa 2. To describe student responses to the development of Hanashikata teaching materials. This research is a development (R&D). The research subjects were 2018 class B students of the Japanese Language Education Study Program, FBS Unesa. The research data were in the form of the development of Hanashikata teaching materials, the quality of teaching materials and student responses to the development of Hanashikata teaching materials. Data analysis using descriptive method. The results of the first problem formulation research indicate that the average score of the validation results by experts on the feasibility of the Hanashikata teaching material used is known that the average score of the observer is 3.81. These results indicate that the development of Hanashikata teaching materials is categorized as feasible. The result of the second problem formulation research is that the student response shows higher learning outcomes after being given the development of Hanashikata teaching materials compared to learning outcomes before being given the development of Hanashikata teaching materials. Testing student responses using the Independent Sample T-Test.
FITUR KESALAHAN PENGGUNAAN EJAAN YANG DISEMPURNAKAN DALAM MAKALAH MAHASISWA
Turistiani, Trinil Dwi
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 Bulan Maret Tahun 2014
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/parama.v1n1.p%p
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan aneka jenis kesalahan penggunaan ejaan, tingkat keseriusan kesalahan, dan faktor-faktor penyebab terjadinya kesalahandalam makalah mahasiswa. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi mahasiwa, dosen mata kuliah Bahasa Indonesia Keilmuan, dan dosen pada umumnya.Berdasarkan sifat dan karakteristik masalah yang dikaji,penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif karena berusaha menggambarkan secara objektif atau apa adanyakesalahan penggunaan ejaan pada makalahmahasiswa.Data penelitian berupa bahasa tulisan atau kalimat yang mengandung kesalahan penggunaan ejaan.Sumber data penelitian ini berupa 21 makalah yang ditulis oleh mahasiswa Jurusan Pendidikan Olahraga FIKUnesa.Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini berupa teknik dokumentatif.Teknik analisis data menggunakan prosedur kerja analisis kesalahan berbahasa meliputi, (1) identifikasi data, (2) klasifikasi data, dan (3) penentuan frekuensi kesalahan. Hasil penelitian ini berupa temuan beberapa jenis kesalahan penggunaan ejaan, meliputi kesalahan penggunaan tanda baca (tanda titik dan tanda koma), kesalahan pemakaian huruf (huruf miring), dan kesalahan penulisan kata (gabungan kata, kata berimbuhan, kata depan, partikel, dan lambang bilangan). Dilihat dari frekuensi dan persebaran kesalahan dapat disimpulkan bahwa kesalahan pemakaian tanda baca dan penulisan kata merupakan bentuk kesalahan yang cukup serius. Apabila dicermati kesalahan-kesalahan tersebut merupakan kesalahan intrabahasa yang disebabkan oleh ketidaktahuan akan pembatasan kaidah dan penerapan kaidah yang tidak sempurna, yakni kaidah ejaan yang disempurnakan (EYD)                                                                                                                                       Â
ISLAMPHOBIA DAN ANTISEMITISME MODERN PADA MEDIA ONLINE JERMAN
Kartika, Ajeng Dianing
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 5, No 2 (2018): VOL 5 No. 2 Bulan September 2018
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/parama.v5n2.p%p
Islamophobic and Antisemitism have nowadays become trending topics in Germany. The rise of muslims population in Germany during migration crisis that cause pro and contra in the society can be the main cause of the Islamophobic in the country lead by Angela Merkel. In the other side there is another phenomenon called antisemtism that historically has occurred since the Nazi’s era. Currently this phenomenon suddenly rise up during migration crisis and it has been strongly discussed after the controversy created by duo rappers Kollegah (Felix Blume) and Farid Bang (Farid El Abdellaoui) who took home the prize for their anti-semitism songs in album Jung, Brutal, Gutaussehend 3. Pro and contra appears and it becomes trending topic in German online newspaper beside the islamophobia that’s still debatable. Even though these two phenomenon has a similiarity, namely ‘anxiety feeling or extreme fear of something’, there is different strategies used by the Press in Germany. Crictical analysis is needed to reveal specific strategies applied and the impact of the kind of strategies on the representation of Muslims and Jews in Germany. Based on critical discourse studies, it can be concluded that the German online newspaper define Islam as out group who create islamophobic. But, Jews are represented differently as a victim of anti-Semitism.
DIATESIS (TAI) DALAM BAHASA JEPANG (TINJAUAN DALAM BUKU MINNA NO NIHONGO)
Noorsanti, Parwati Hadi
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 4, No 1 (2017): Vol 4 No 1 Bulan Maret Tahun 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/parama.v4n1.p%p
Diathesis is a grammatical category that shows the relationship between the participant or the subject with the action expressed by the verb in the clause. In the book Minna no Nihongo I and II there are several types of sentences containing diathesis. This type of diathesis is often quite difficult for a Japanese learner. In this theoretical study paper the author describes the meaning of diathesis sentences contained in Minna no Nihongo I and Minna no NihongoII books used in basic and intermediate Japanese language learning. With this paper is expected to increase the understanding of learners of Japanese diathesis sentences. The types of diathesis sentences analyzed are judoutai (passive diathesis), Shieki (causative), kanoutai (potential form) and jujuhyougen (giving and receiving phrases). In addition to understanding the structure of diathesis, some things that the learner needs to understand, among others, in the passive diagrams sentence (vocabulary) verbs or actions centered on objects not actors, in causative sentences (Shieki), verbs that can be used as a causative form are verbs States the type of meaning of action or change (active verb), in understanding the form of sentence jujuhyougen, the learner must understand that in the sentence using jujuhyougen expression contained the meaning of gratitude or gratitude because the offender or subject sentence gets the good of others.
GENOSIDA TERHADAP ORANG-ORANG NUSANTARA DALAM ESAI JALAN RAYA POS, JALAN DAENDELS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
Mujihadi, Mujihadi
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 4, No 2 (2017): VOL 4 NO 2 BULAN SEPTEMBER 2017
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/parama.v4n2.p%p
Pramoedya Ananta Toer (Pram) banyak menghasilkan karya tulis. Karya tulis itu ada yang berupa novel, drama, esai, dan karya tulis lainnya. Di antara karya esai Pram yang terkenal adalah Jalan Raya Pos, Jalan Daendels (JRPJD). Dalam esai tersebut Pram bercerita tentang terjadinya genosida/pembunuhan masal, baik secara langsung maupun tidak langsung yang telah terjadi di Indonesia. Dalam penelitian ini peneliti akan mengaji esai tersebut menggunakan kritik sastra Kajian Budaya dengan pendekatan historis. Kritik sastra Kajian Budaya dengan pendekatan historis ini merupakan model analisis kualitatif deskriptif. Fokus permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: pertama, bagaimana bentuk representasi genosida terhadap orang-orang Indonesia dalam esai JRPJD karya Pram?; kedua bagaimana klarifikasi sejarah terhadap representasi Pram tentang peristiwa genosida terhadap orang-orang Indonesia dalam esai JRPJD? Dari hasil analisis terhadap esai JRPJD tersebut diperoleh hasil berupa informasi bahwa genosida terhadap orang-orang Indonesia pernah dilakukan oleh orang Belanda, orang Jepang, dan oleh orang Indonesia sendiri. Sedangkan jika diklarifikasi dengan sejarah nasional Indonesia, secara umum apa yang direpresentasikan oleh Pram tentang kisah genosida terhadap orang-orang Indonesia dalam esai JRPJD adalah merupakan peristiwa yang benar-benar pernah terjadi di Indonesia.
PENDEKATAN INTERDISIPLINER, MULTIDISIPLINER, DAN TRANSDISIPLINER DALAM STUDI SASTRA
Sudikan, Setya Yuwana
Paramasastra: Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol 2, No 1 (2015): Vol 2 No 1 Bulan Maret Tahun 2015
Publisher : Universitas Negeri Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/parama.v2n1.p%p
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mempengaruhi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dalam kajian kesastraan. Sebagai sebuah kajian, karya sastra tidak bisa diklaim sebagai materi yang tertutup hanya pada satu dimensi pendekatan saja. Perkembangan pendekatan yang terus mengalami dinamika pada gilirannya mencipta pendekatan yang bukan lagi tunggal atau monodisiplin, tetapi sudah interdisiplin, multidisiplin, transdidiplin, dan krosdisiplin. Sudah banyak referensi yang berusaha memposisikan kajian kesastraan dengan pendekatan multidisiplin yang dianggap justru lebih komprehensif dalam menelaah sebuah karya sastra dibanding dengan yang monodisiplin. Melalui telaah atas karya-karya tersebut dengan pemetaan secara kronologis, artikel ini menyuguhkan peta dinamika kajian kesastraan yang interdisiplin, multidisiplin, dan transdisiplin terutama terhadap terbitan karya-karya yang berbahasa Indonesia baik itu ditulis langsung dalam bahasa Indonesia maupun terjemahan.