Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik)
Bikotetik: This journal is for guidance and counseling practitioners (teacher, counselor, observer, etc), and academics. Access to unpaid journal (FREE) for both reader and author. Articles published for this journal may include research results, community service results in the area of Counseling and Guidance, and literacy studies in counseling guidance.
Articles
239 Documents
GAMBARAN SISTEM MANAJEMEN DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING SEKOLAH MENENGAH ATAS
Nina Fitriyani, Nina Fitriyani
Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bikotetik.v3n2.p67-71
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran system manajemen dalam bimbingan dan konseling sekolah menengah atas (SMA). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif bentuk survey. Penulis mengadakan survey ke beberapa SMA yang terdiri dari 2 Sekolah Menengah Atas Negeri dan 2 Sekolah menengah atas Swasta.. Instrumen yang digunakan menggunakan skala likert. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa audit program system manajemen dalam bimbingan dan konseling di SMA Negeri dan Swata dapat diketahui dari hasil penelitian bahwa: penilaian terhadap system manajemen dari keseluruhan sekolah termasuk dalam kategori baik dengan skor 65%. Hasil penelitian ini disarankan agar dinas pendidikan setempat supaya memberikan tindak lanjut terkait pelaksanaan dan audit penyusunan program bukan hanya dari program system manajemennya saja tetapi program bimbingan dan konseling komprehensif di sekolah menengah atas secara menyeluruh.
MODIFIKASI PERILAKU MEROKOK MELALUI STRATEGI PERUBAHAN MINDSET REALITAS SEBAGAI PENOPANG MUTU PEMBELAJARAN
Jakti, Yang Gustida Aditya
Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol 3, No 1 (2019): Volume 3 Nomer 1 Mei 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bikotetik.v3n1.p25-29
Salah satu permasalahan siswa yang cukup serius dalam dunia pendidikan saat ini adalah perilaku merokok. Selain menghambat peningkatan mutu pembelajaran dan merusak kesehatan, perilaku merokok merepresentasikan tingkat copying siswa terhadap lingkungan pergaulannya. Saat ini, perilaku merokok dilakukan oleh siswa sebagai cara instan untuk memperoleh pengakuan dan mengisi waktu luang. Penelitian ini ditujukan untuk memodifikasi perilaku merokok melalui strategi perubahan mindset realitas kepada siswa kelas IX F-J yang teridentifikasi sebagai perokok aktif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara dan tes yang dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian diberikan dalam bentuk konseling individu serta didukung layanan informasi. Berdasarkan data penelitian, perilaku merokok secara aktif dilakukan oleh 3 siswa. Perilaku merokok diawali keinginan coba-coba. Sebelum perlakuan, ketiga siswa merokok dalam sehari menghabiskan antara 1-5 batang. Setelah perlakuan, frekuensi merokok mulai berkurang secara bertahap hingga akhirnya menjadi 1 batang per dua hari. Ketiga siswa mampu memodifikasi perilaku merokok menjadi tidak merokok dalam waktu 3-5 bulan. Data penelitian juga menunjukkan terjadinya perilaku maladaptif ketiga siswa ketika di kelas yang menyebabkan pembelajaran tidak optimal. Setelah perlakuan diberikan, perilaku maladaptif menjadi berkurang dan terkontrol. Dengan demikian, strategi perubahan mindset realitas mampu memodifikasi perilaku merokok serta mampu menjadi penopang suksesnya proses pembelajaran. Kata Kunci : modifikasi; perilaku merokok; perubahan mindset realitas; mutu pembelajaran
EFEKTIVITAS PENDEKATAN RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) DALAM MENINGKATKAN PENYESUAIAN SOSIAL ANAK ASUH DI PANTI ASUHAN WIRA LISNA PADANG
Khaira, Imalatul;
Firman, Firman;
S, Neviyarni
Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol 1, No 1 (2017): volume 1 Nomor 1 Mei 2017
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bikotetik.v1n1.p1-7
The social adjustment as a process of adjustment to takes place in a sustainable. In their life, a person will be confronted with two realities that is self and their surroundings. Foster children that break the rules of orphanage, irresponsible, and unable to communicate well is indicative of the low social adjustment. REBT looked that the inability of individuals in interpersonal relationship resulting from irrational thinking. One of the efforts made to improve social adjustment is by doing REBT approach. This research was aimed at revealing the effectiveness of REBT approach in improving foster care social adjustment. This research is a One Group Pretest-Posttest Design. By using Simple Random Sampling technique. The class consisted of 10 students the treatment was given in 6 meetings. The instrument was a scale model of Likert. Data were analyzed by using Wilcoxon Signed Ranks Test assisted with SPSS versi 20.00. The result indicates that, in general, REBT approach Setting Group was effective in improving the social adjustment of foster children in orphanages Wira Lisna Padang. Meanwhile, in particular, there was a significant differences in the average scores between the social adjustment foster children before and after doing REBT approach Setting Group.
PENGEMBANGAN PANDUAN SOLUTION FOCUSED BRIEF COUNSELING UNTUK GURU BK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI (SMPN) 1 KOTA KEDIRI
Arofah, Laelatul;
Nawantara, Rosalia Dewi;
Puspitasari, Arinda Dwi
Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol 2, No 1 (2018): Volume 2 Nomer 1, Mei 2018
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bikotetik.v2n1.p100-104
Salah satu bentuk profesionalisme guru BK dalam praktik konseling yaitu melakukan konseling dengan tahapan yang sesuai dengan pendekatan yang dilakukan. Berbagai pendekatan dalam konseling cukup beragam, dan salah satunya adalah SFBC (Solution Focused Brief Counseling) atau sering dikenal dengan konseling ringkas berfokus solusi. Konseling ini memfokuskan pada solusi yang dibangun oleh konseli, bukan pada masalahnya. Konseli diajak untuk membangun solusinya sendiri dengan berpegang pada kemampuan yang dimiliki konseli. Akan tetapi kenyataan yang terjadi dilapangan menunjukkan bahwa para guru BK di sekolah belum mengenal pendekatan SFBC ini. Sehingga peneliti tertarik untuk mengembangkan panduan SFBC untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan tujuan agar guru BK memiliki tambahan pengetahuan seputar pendekatan konseling. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian research and development. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan tujuh tahap yaitu 1) tahap pengumpulan data; 2) tahap perencanaan; 3) mengembangkan produk awal; 4) uji coba terhadap ahli materi BK dan media; 5) revisi media; 6) uji calon pengguna produk; dan 7) revisi tahap akhir. Berdasarkan hasil penilaian uji ahli materi BK, ahli media, dan calon pengguna produk, maka diperoleh deskripsi penerimaan pemakai atas bentuk dan isi dari panduan konseling SFBC untuk guru BK SMPN 1 Kota Kediri. Beberapa aspek yang menujukkan keberterimaan panduan Solution Focused Brief Counseling dari ahli materi BK, ahli media, dan calon pengguna produk meliputi aspek ketepatan, kesesuaian, kejelasan, dan kemenarikan. Tiap aspek tersebut dinilai oleh para ahli dan calon pengguna produk yang secara keseluruhan menunjukkan kategori sangat baik.
KONSEP DIRI PELAJAR YANG BERPROFESI SEBAGAI PESINDHEN SEKOLAH MENENGAH DI KOTA KEDIRI
Mukhlis, Abdul;
Mukhlis, Abdul
Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bikotetik.v3n2.p57-66
Kediri memiliki budaya tradisional yang beragam, yaitu wayang kulit, ludruk, campursari, tayub dan semua kesenian tersebut tidak lepas dari seorang pesindhen. Di Kediri terdapat pesindhen muda yang masih duduk dibangku sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri pelajar yang berprofesi sebagai pesindhen dalam memaknai diri terhadap profesinya dan lingkungan sosial memaknai pelajar yang berprofesi sebagai pesindhen di Kota Kediri. Subjek penelitian ini adalah pelajar sekolah menengah yang berprofesi sebagai pesindhen di kota Kediri. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik fenomenologi. Teknik pengumpul data yaitu studi lapangan, observasi partisipan, wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan menggunakan materi audio visual. Hasil penelitian ini yaitu menjadi pesindhen merupakan profesi yang unik, sulit untuk ditekuni, dan tidak semua orang mampu untuk menjadi seorang sindhen. Pesindhen pelajar ini menekuni profesinya berdasarkan kemauan diri pribadi serta adanya dorongan untuk belajar seni tradisional oleh karena itu mereka merasa senang, nyaman dan bangga dengan profesinya. Lingkungan sosial memaknai profesi pesindhen sebagai profesi yang positif.
KEMATANGAN KARIR MENGGUNAKAN TES MI SEBAGAI PENDUKUNG TES SDS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
Budisiwi, Hastin;
S., M. Arif Budiman
Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol 2, No 2 (2018): Volume.2 Nomor 2 November 2018
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bikotetik.v2n2.p131-137
The aim of study to obtain information by describing career planning through the relationship test MI (Multiple Intellegence) and test SDS (Dominance, Inducement, Submissive, Compliance) as the needs of students in choosing career planning. This research approach use descriptive qualitative. Data obtained are the results of the MI and SDS test students VII semester guidance and counseling program. The object of research is the relationship between MI and SD test results. Knowledge of a career requires students who are in the seventh semester in order to get a decent job in accordance with their competence. By knowing the results of MI test and test of SDS expected student can determine career decision as plan early from career development. The population studied is a VII semester student guidance and counseling program with. Results obtained from charging kuisoner distribution is a significant relationship relationship between MI and SDS test results based on the suitability of job choice.
METODE BERCERITA SEBAGAI UPAYA PEMULIHAN TRAUMA PASCA BENCANA PADA ANAK USIA DINI
Hasiana, Isabella
Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol 3, No 2 (2019): Volume 3 Nomor 2, November 2019
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bikotetik.v3n2.p72-76
Metode bercerita adalah salah satu metode yang banyak digunakan dalam proses mendekati anak-anak yang menjadi korban bencana alam, terutama bagi mereka yang mengalami trauma seperti menangis, takut, kesehatan menurun dan sebagainya. Trauma pada setiap anak memiliki rentang waktu pemulihan yang berbeda, tergantung pada kondisi lingkungan yang berperan untuk membantu anak dalam memahami kejadian atau peristiwa yang mereka alami. Subyek penelitian adalah tiga orang anak usia dini dengan rentang usia 4-5 tahun yang mengalami trauma pasca bencana alam dan significant order dalam hal ini yaitu relawan yang bertugas mendampingi anak. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian metode bercerita bagi anak yang mengalami trauma memiliki pengaruh dalam menghilangkan trauma yang dialami.
TINGKAT KECEMASAN SISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN SEKOLAH DITINJAU DARI JENIS KELAMIN, JURUSAN DAN DAERAH ASAL SERTA IMPLIKASI
Sari, Astri Widya;
Mudjiran, Mudjiran;
Alizamar, Alizamar
Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol 1, No 2 (2017): Volume 1 Nomer 2, November 2017
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bikotetik.v1n2.p37-42
This research based on phenomenon that students encounter high level of anxiety in facing Ujian Sekolah (US) such as heart palpitations while following debriefing ujian sekolah, sweat and cold hands while doing ?try out? for US and panic easily about changes of the information regarding US. The research purpose to reveal student?s anxiety level in facing US reviewed by gender, major, ancestry and the difference, also the interaction between these variables in determining anxiety level. This research use quantitative method, description comparison type with factorial design. The population is students at SMAN 3 Padang in XII grade. The samples have chosen with cluster random sampling technique and combined with proportional random sampling technique. The instrument is questionnaire with Likert Scale and tested for validity and reliability. The validity test used Product Moment Correlation and the reliability test used Cronbach's Alpha. Data were analyzed with descriptive statistic technique and varian analyzed (ANOVA). The outcomes shows that: (1) student?s anxiety levels in facing US reviewed by gender, major and ancestry are in high category, (2) there is difference student?s anxiety level between gender, major and ancestry and (3) there is no interaction between gender, major and ancestry in explaining student?s anxiety level in facing US. The implication in counseling can be defined with counseling treatment programme in order to decreasing students?s anxiety level in facing US.Keywords: Anxiety Level in Facing Ujian Sekolah (US), Gender, Major, Ancestry.
PERAN KONSELOR DALAM KONSELING MULTIBUDAYA UNTUK MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER
Khowatim, Khusnul
Bikotetik (Bimbingan dan Konseling: Teori dan Praktik) Vol 4, No 1 (2020): Volume 4 Nomor 1 Mei 2020
Publisher : Jurusan Bimbingan dan Konseling
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26740/bikotetik.v4n1.p10-15
Berbicara tentang konseling multikultural, tentunya terdapat kebudayaan yang beragam, dimana konselor dalam hal ini dituntut untuk memiliki kemampuan dalam melakukan konseling multikultural pada era saat ini. Salahsatu tema yang dibahas dalam artikel ini ialah perwujudan kesetaraan gender. Kesetaraan gender tentu sangat diperlukan agar tidak terdapat ketimpangan antara kaum lelaki dan perempuan. Dalam artikel ini akan membahas tentang beberapa hal, yaitu diantaranya kompetensi yang harus dimiliki konselor pada saat ini untuk mewujudkan kesetaraan gender dalam konteks multibudaya, konseling mmultikultural, situasi yang terjadi pada konseling multikultural, karakteristik konselor yang efektif secara multikultural, pengembangan diri konselor multikultural, kesetaraan gender, serta upaya yang dapat dilakukan konselor untuk dapat mewujudkan kesetaraan gender. Artikel ini ditulis berdasarkan kajian dari beberapa sumber referensi yang relefan dengan ?Peran Konselor dalam Konseling Multibudaya untuk Mewujudkan Kesetaraan Gender? sehingga dapat menjadi referensi bagi para konselor masa kini untuk mewujudkan tujuan SDGs bertemakan kesadaran gender.