cover
Contact Name
Muhammad Ulul Albab
Contact Email
stitrsg@gmail.com
Phone
+623139923805
Journal Mail Official
stitrsg@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dermaga Sungaiteluk Kecamatan Sangkapura Kabupaten Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman
ISSN : 26158477     EISSN : 26203057     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
the aim is how to share the idea in all paper into international. Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman, This journal was published by the STIT Raden Santri Gresik Islamic Education Study Program (PAI) twice a year in April and September with the concentration of Islamic Education and Islamic Studies. This journal contains internal papers from the campus as well as external papers from other universities.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 76 Documents
Pengembangan Otak Rasional, Emosional, dan Spiritual dalam Pendidikan Islam Abid, Dzaky Fauzan; Nurita, Fika Wahyu; Ningsih, Kartika; Hafida, Mau’idi; Bin Kadim, Salim Ibrahim
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 4 No. 1 (2021): Tadrisuna March 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam saat ini  belum mampu memaksimalkan  fungsi  kerja  otak  dalam  pembelajaran.  Manusia  masih  banyak menggunakan  otak  rasionalnya  saja,  mereka  belum  mampu  memadukan  antara otak  rasional  dan  otak intuitif. Sehingga  hasil  dari  proses  pendidikan  belum seperti  apa  yang  diharapkan. Beragam kecerdasan ditemukan dari hasik kerja otak, diantara kecerdasannya adalah: kecerdasan  intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Kecerdasan intelektual   merupakan  kecerdasan  seseorang  yang  paling mendasar. Tetapi  penggunaan IQ belum  dikatakan  efektif  jika  tidak  diimbangi  dengan kecerdasan emosional. Setelah IQ dan EQ maka muncullah jenis kecerdasan yang menyempurnakan keceradasan IQdan EQ yaitu kecerdasan spiritual.
Menyoal Pengembangan Higher Order Thinking Skill Berbasis Neurosains dalam Pendidikan Islam Prasong, Mutia
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 4 No. 1 (2021): Tadrisuna March 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam di masa sekarang memiliki tantangan luar biasa dalam memahami substandi Islam secara mendalam. Kajian keislaman pun mengalami perkembangan mengikuti zaman peradaban yang ada. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan Higher order thinking skill berbasis neurosains dalam pendidikan islam berbasis neurosain. Cara kerja otak maka kita dapat memaksimalkan potensi dari otak tersebut. Baiklah yang perlu kita ketahui adalah bahwa otak tidak bekerja sendiri namun otak bekerja dengan prinsip sirkuit atau jalur. Tujuan tersebut menjadi bukti sikap ketajaman berpikir di Pendidikan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara penelitian pustaka (library research) dan kajian literatur yang mencakup buku-buku, literatur, artikel, jurnal dan hasil penelitian terdahulu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan islam belum menaruh perhatian yang serius pada higher order thinking da neurosains. Padahal Pendidikan  selalu  bergelut  dengan  optimalisasi potensi  otak.  Ilmu yang mempelajari tentang otak adalah neurosains. Ketajaman pendidikan Islam dalam pembentukan karakter manusia sangat penting sehingga potensi yang dimiliki peserta didik dalam berbagai kegiatan belajar dapat tercapai.
Strategi Implementasi Program Unggulan Baca Kitab Kuning Madrasah di Lingkungan Pesantren (Studi Kasus di MAN 2 Pasuruan) Khilyatulmufidah; Mubarok, Achmat; Yusuf, Achmad
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 4 No. 1 (2021): Tadrisuna March 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MAN 2 Pasuruan merupakan salah satu lembaga yang bersinergi dengan Pondok Pesantren Al-Yasini, dimana santri diwajibkan tinggal di Pondok Pesantren tersebut. Salah satu program unggulan membaca kitab kuning menjadi topik utama dalam mengungkap tentang strategi Implementasi, media pembelajaran kitab kuning, dan faktor pendukung dan Penghambat penerapan Program Unggulan Membaca Kitab Kuning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunderberupa refrensi dan studi lapangan di pondok pesantren.  Penelitian ini menghasilkan bahwa strategi implementasi program unggulan membaca kitab kuning di MAN 2 Pasuruan bisa terlaknsana dengan baik. Sinergitas pesantren membuat pembelajaran membaca kitab kuning bisa tersalurkan dengan berbagai media yang digunakan. Implementasi program unggulan Membaca Kitab Kuning, dilaksanakan di kelas XIIK MAN 2 Pasuruan secara khusus dengan buku-buku terbitan kementerian dan menggunakan refrensi keagamaan yang lain. Media tersebut menjadi tolak ukur minimal keberhasilan siswa dalam program unggulan membaca kitab kuning, dan bisa dikategorikan lulus.
Perbandingan Penafsiran Makna Imlaq Menurut Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab Esa Prasastia Amnesti, Muhammad; Ulul Albab, Muhammad
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 4 No. 1 (2021): Tadrisuna March 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai penafsiran Ibnu Katsir dan M. Quraish Shihab terhadap ayat-ayat larangan membunuh anak dalam surah al-An’am ayat 151 dan surah al-Isra’ ayat 31. Ketakutan akan kemiskinan menjadi momok larangan dalam Islam yang meragukan sang pemberi rizki terbaik di alam jagad ini. Penyelesaian permasalahan tersebut menggunakan library research, yakni penelaahan terhadap beberapa literatur atau karya-karya ilmiah yang berkaitan dengan masalah yang dibahas. Adapun sumber data penelitian ini adalah kitab suci al-Quran dan buku-buku tafsir yang berbahasa indonesia dan asing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran kata Imlaq dari kedua mufasir berarti fakir, akan tetapi dalam kasus yang berbeda. Dalam QS. al-An’am menafsirkan bahwa motifasi pembunuhan yang dibicarakan oleh ayat al-An’am itu, adalah kemiskinan yang sedang dialami oleh ayah dan kekhawatirannya akan semakin terpuruk dalam kesulitan hidup akibat lahirnya anak. Adapun dalam surah Al-Isra’: 31 maka kemiskinan belum terjadi, baru dalam bentuk kekhawatiran. Karena itu dalam ayat tersebut ada penambahan kata “khasyyat” yakni takut. Kemiskinan yang dikhawatirkan itu adalah kemiskinan yang boleh jadi akan dialami anak. Oleh karena itu, hasil perbandingan penafsiran ini menjadi solusi kekhawatiran akan kemiskinan dalam merawat anak-anak.
Upaya Meningkatkan Efektivitas Belajar Membaca Al-Quran Melalui Metode Qur’ani Sidogiri di Mdu Darussalam Daun Faridatul Hasanah; Lora Hilal Fikri
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 4 No. 1 (2021): Tadrisuna March 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika yang dihadapi guru dalam meningkatkan efektivitas belajar membaca al-quran melalui metode Qur’ani sidogiri siswa kelas 3 MDU Darussalam Daun. Problema tersebut juga untuk mengetahui faktor pendukung dalam meningkatkan efektivitas belajar membaca al-quran melalui metode Qur’ani sidogiri siswa kelas 3 MDU Darussalam Daun. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskripti. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru Al-quran kelas 3 dan siswa kelas 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Qur’ani sidogiri siswa kelas 3 MDU Darussalam Daun mampu mengatur pola pembacaan Al-Qur’an dengan baik dan benar. Beberapa factor yang menjadi masalah juga terselesaikan dengan dukungan berbagai peran guru yang tinggal (menginap) di wilayah pondok pesantren. Faktor lain yang mendukung dalam meningkatkan efektivitas belajar membaca al-quran melalui metode Qur’ani sidogiri siswa kelas 3 MDU Darussalam Daun yaitu dari sarana dan prasarana yang memadai, dari minat dan semangat siswa, dari dukungan orang tua dan dari metode pembelajaran Al-quran yang digunakan yaitu metode Qur’ani sidogiri.
Hidden Karakter Peserta Didik Melalui Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Negeri 362 Gresik yulianah
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 4 No. 1 (2021): Tadrisuna March 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Hidden Curriculum merupakan salah satu upaya yang sering terabaikan dalam pembentukan karakter. Upaya tersebut bertujuan untuk mengetahui hidden karakter peserta melalui ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Negeri 362 Gresik bisa diketahui dengan baik. Beberapa upaya yang sering dilakukan seperti pengelolaan kegiatan belajar mengajar, kegiatan ekstrakurikuler, penciptaan suasana belajar, lingkungan sekolah yang berkarakter, pembudayaan nilai dan etika yang baik juga turut serta mewarnai proses keberhasilan program pendidikan karakter. Hal itu semua akan dibahas menggunakan metode penelitian dengan jenis kualitatif. Metode tersebut juga menggunakan cara perolehan data penelitian melalui dokumentasi, observasi wawancara. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa hidden karakter peserta didik melalui ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Negeri 362 Gresik adalah hidden karakter religius. Hal itu dibuktikan dengan melihat peserta didik di Sekolah Dasar Negeri 362 Gresik yang terbiasa dengan kegiatan ekstrakurikuler baca tulis al-Qur’an (BTQ), istighosah bersama dan shalat berjamaah. Keberhasilan karakter religius dalam pendidikan formal tidak dapat terlepas dari keterlibatan kepala sekolah, guru, dan orangtua siswa yang memiliki andil sangat besar dalam menentukan pembentukan karakter islami tersebut. Karakter peserta didik yang religius juga dibuntuti dengan karakter tanggung jawab dan disiplin yang akan sangat menentukan keberhasilan pembentukan karakter siswa di sekolah.
Efektivitas Pembimbing dalam Pembentukan Karakter Mandiri di Asrama P Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan Ananda Vibra Widiyastuti
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 4 No. 2 (2021): Tadrisuna September 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0281/tadrisuna.v4i2.64

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan di asrama P pondok pesantren ngalah dimana santri kurang memiliki karakter mandiri santri, kemudian pembimbing di asrama P berperan berupaya melakukan pembentukan karakter mandiri santri, sehingga menarik peneliti untuk mengkaji dan melakukan penelitian. Tujuan penelitian ini adalah pertama untuk mendeskripsikan peran pembimbing dalam membentuk karakter mandiri santri Asrama P Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan. Kedua mendeskripsikan dampak peran pembimbing dalam pembentukan karakter mandiri santri Asrama P di Pondok Pesantren Ngalah. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus di Asrama P Pondok Pesantren Ngalah. Teknik pengumpulan data menggunakan Teknik observasi, dokumentasi dan wawancara, kemudian analisis data dilakukan dengan reduksi data, Penyajian data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian adalah pembimbing memiliki tiga peran utama, yakni pertama sebagai teladan para santri dalam memahami nilai-nilai positif seperti kepedulian, tanggung jawab dengan mempraktikan dalam kehidupan sehari-hari, kedua pembimbing sebagai sumber belajar, karena mereka menjalankan aktivitas mengajar mengaji, sosialisasi tentang praktek sholat, praktek wudhu dan pemahaman pada pelajaran-pelajaran yang ada di pondok pesantren. Ketiga pembimbing sebagai motivator sehingga santri menjadi semangat untuk memiliki karakter positif. Dampak dari peran pembimbing adalah santri telah memiliki nilai- nilai karakter positif seperti kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab atas tugas dan kewajiban seperti mengatur waktu belajar, bermain, beribadah, terbentuknya karakter mandiri dalam kegiatan sehari-hari, serta terbentuknya spiritual santri yang semakin baik.
Pengaruh Model Pembelajaran Index Card Match Terhadap Hasil Belajar PAI Siswa Kelas X –TBKR SMK Negeri 1 Purwosari-Pasuruan Nikmah, Mufidah; Wiwin Fachrudin Yusuf; M. Anang Sholikhudin
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 4 No. 2 (2021): Tadrisuna September 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan harus terencana, terarah, terpadu dan berkesinambungan agar tujuan pendidikan tercapai sepenuhnya. Pendidikan memiliki beberapa komponen-komponen selain tujuan pendidikan. Komponen tersebut meliputi, siswa, guru dan tenaga pengajar, lingkungan pendidikan, dan alat atau perangkat pendidikan yang mana semua komponen tersebut berkaitan antara satu dengan yang lainnya. Salah satu komponen penting yang perlu diperhatikan ialah penggunaan model pembelajaran dalam proses belajar mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh model pembelajaran index card match terhadap hasil belajar PAI siswa. Pendekatan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dalam bentuk one grup pretest-posttest. Sedangkan instrument yang digunakan untuk penggalian data adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes (pre-test dan post-test). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa, penggunaan model pembelajaran index card match pada mata pelajaran PAI berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan dengan hasil belajar setelah penggunaan model index card match meningkat dibandingkan dengan sebelum penggunaan model pembelajaran ini. Hasil analisis statistik menggunakan rumus uji t, diketahui bahwa nilai  yang diperoleh adalah 9,952 dengan frekuensi df = 32, pada taraf signifikansi 50% diperoleh  2,036. Jadi  >  maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan rata-rata hasil belajar pre-test dan post-test yang berarti ada pengaruh penggunaan model pembelajaran index card match terhadap hasil belajar siswa.
Penerapan Kepuasan Kerja Pimpinan Terhadap Kualitas Kerja Guru: Studi Kasus SDS Ahmad Yani Surabaya Aan Miftakhul Fawaid; Anang Misbakhul Khoir; M. Imdadur Rohman
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 7 No. 1 (2024): Tadrisuna Maret 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0281/tadrisuna.v7i1.138

Abstract

Kepuasan kerja merupakan hal yang harus diperhatikan oleh seorang pemimpin kepada para karyawan. Karena, kepuasan kerja pimpinan inilah yang akan memberikan feedback kepada semua yang ada di lembaga. Kedua, iklim sekolah dimana keadaan atau suasana yang ada pada lingkungan lembaga tersebut menjadi yang utama dalam aktifitas belajar-mengajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi hubungan antara kepuasan kerja pimpinan dengan iklim sekolah di SDS Ahmad Yani Surabaya. Melalui metode korelasi, penelitian ini menemukan bahwa ada hubungan positif antara kepuasan kerja pimpinan dan kualitas kinerja guru. Analisis data menghasilkan koefisien korelasi yang signifikan, menunjukkan bahwa pemahaman pimpinan terhadap kepuasan kerja dapat berdampak langsung pada kinerja guru dan keseluruhan kualitas sekolah. Hal ini memperkuat pandangan bahwa perhatian terhadap kepuasan kerja pimpinan adalah langkah penting dalam memperbaiki kualitas lembaga pendidikan
Implementasi Pembelajaran Akidah Akhlak dalam Pembentukan Karakter Sopan Santun Siswa di MINU 38 Miftahul Huda Kepuh Teluk Bawean Gresik Dewi Karolina Safitri; Akhmad Khamdani
Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman Vol. 4 No. 2 (2021): Tadrisuna September 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam Sekolah Tinggi Ilmu Tabiyah Raden Santri Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0281/tadrisuna.v4i2.148

Abstract

Perkembangan karakter sopan santun anak merupakan proses perlakuan atau bimbingan orang tua terhadap anak dalam mengenalkan berbagai aspek kehidupan sosial, atau norma-norma kehidupan bermasyarakat. Masalah dalam penelitian ini bagian dari karakter sopan santun anak yang sering ditemukan keluar dari norma yang baik. Penyelesaian tersebut menggunakan metode kualitatif dengan mendapatkan data yang mendalam dan bermakna tentang implementasi pembelajaran akidah akhlak dalam pembentukan karakter sopan santun siswa. Oleh sebab itu, proses penelitian ini diharapkan menghasilkan data-data deskriptif berupa data tertulis atau lisan dari orang-orang atau perilaku yang dapat diamati untuk memberikan penjelasan tentang bagaimana proses implementasi pembelajaran akidah akhlak dalam pembentukan karakter sopan santun siswa di MINU 38 Miftahul Huda Kepuh Teluk. Data tersebut menghasilkan proses implementasi pembelajaran akidah akhlak dalam pembentukan karakter sopan santun siswa. Hal itu dilakukan dengan pembiasaan dan pemberian contoh secara langsung kepada siswa terkait karakter atau sikap sopan santun yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Pembiasaan membaca do’a sebelum pelajaran dimulai, mengucapkan salam saat masuk kelas, bersikap sopan dan ramah serta berbicara santun kepada orang tua, guru dan teman sebaya, merupakan keberhasilan implementasi pembelajaran akidah akhlak. Hal itu juga didasari faktor pendukungnya terdiri dari faktor lingkungan, interaksi (pendekatan) guru dan faktor pendidikan dasar. Kebiasaan baik tersebut nantinya akan dijadikan corak karakter santun sekaligus pedoman akhlak di madrasah tersebut.