cover
Contact Name
Oka Agus Kurniawan Shavab
Contact Email
bihari@unsil.ac.id
Phone
+6281809075795
Journal Mail Official
bihari@unsil.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jl. Siliwangi, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 26553600     EISSN : 27147908     DOI : -
Jurnal ini fokus pada hasil penelitian dan non penelitian berupa gagasan konseptual di bidang pendidikan sejarah dan ilmu sejarah
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2021)" : 8 Documents clear
Reaksi Pemerintah Kolonial Hindia Belanda Terhadap Gerakan Radikal di Bandung pada Tahun 1920-1927 Agung Ramaadhan; Yulia Sofiani
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan politik reaksioner oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda dalam mengatasi pergerakan radikal di Bandung tahun 1920-1927. Penelitian dilakukan dengan menggunakan prinsip metode sejarah yang terdiri dari tahap heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Data dikumpulkan dengan metode studi pustaka terhadap sumber primer dan sekunder dengan instrument berupa sistem kartu. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa sejak tahun 1920 di Hindia Belanda umumnya dan Bandung khususnya terjadi gejolak gerakan radikal di Hindia Belanda yang harus segera diatasi karena dapat mengganggu stabilitas di Hindia Belanda. Pemerintah kolonial menerapkan kebijakan politik reaksioner melalui yang dilaksanakan melalui pendekatan persuasif dan koersif. Kepala pribumi dan aparat pemerintahan kabupaten termasuk para pejabat dan aparat, tokoh lokal termasuk menak, dann kaum elit Eropa dilibatkan dalam pendekatan persuasif yang mengutamakan terciptanya konsensus dari masyarakat kepada pemerintah kolonial. Sedangkan pendekatan koersif yang sifatnya mengancam dilakukan oleh polisi Hindia Belanda dan ormas reaksioner yang ditunjuk oleh pemerintah kolonial.Kata Kunci: Politik reaksioner, pergerakan radikal, Bandung This study aims to describe the implementation of reactionary politics by the Dutch East Indies colonial government in overcoming the radical movement in Bandung in 1920-1927. The research was conducted using the principle of the historical method which consisted of heuristics, criticism (internal and external), interpretation, and historiography stages. Data were collected by using the literature study method on primary and secondary sources with the instrument in the form of a card system. The results show that since 1920 in the Dutch East Indies in general and Bandung in particular, there have been radical movements in the Dutch East Indies that must be addressed immediately because they can disrupt stability in the Dutch East Indies. The colonial government implemented reactionary political policies through persuasive and coercive approaches. Indigenous heads and district government officials including officials and officials, local figures including menak, and European elites were involved in a persuasive approach that prioritized the creation of consensus from the community to the colonial government. Meanwhile, the threatening coercive approach was carried out by the Dutch East Indies police and reactionary mass organizations appointed by the colonial government.Keywords: Reactionary politics, radical movement, Bandung 
Penanaman Nilai-nilai Sejarah Lokal melalui Forum Diskusi Komunitas Sejarah Christianto Dedy Setyawan; Sariyatun Sariyatun; Cicilia Dyah Sulistyaningrum Indrawati Indrawati
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan sejarah lokal di suatu masyarakat berkaitan dengan nilai-nilai sejarah yang terdapat di lingkungan sekitar. Sayangnya selama ini sejarah lokal kurang diperhatikan oleh seluruh masyarakat. Keberadaannya diakui namun tidak terungkap dengan luas dan jelas. Masyarakat cenderung menggandrungi sejarah dalam lingkup yang lebih luas. Fenomena seperti ini menurun antar generasi hingga kalangan anak muda masa kini. Hal ini patut disayangkan sebab banyak nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diambil makna pentingnya dari sejarah lokal. Keberadaan forum yang membahas sejarah lokal menjadi penting agar pewarisan hal-hal positif dari sejarah lokal tidak punah tergerus zaman. Soeracarta Heritage Society merupakan salah satu forum diskusi yang membahas mengenai sejarah lokal, kebudayaan, dan upaya pelestariannya di lingkup wilayah Surakarta. Forum diskusi diadakan secara rutin untuk mengenalkan sejarah lokal kepada masyarakat umum. Artikel ini bertujuan (1) mendeskripsikan posisi sejarah lokal dalam kehidupan lingkungan masyarakat dan (2) menjelaskan pentingnya forum diskusi publik dalam upaya penanaman nilai-nilai sejarah lokal kepada generasi muda. Penulisan ini dilakukan secara deskriptif analitis dengan studi pustaka. Hasilnya diperoleh: (1) Sejarah lokal berperan dalam menciptakan kesadaran sejarah di lingkungan masyarakat. Eksistensi sejarah lokal berdampak positif dalam menumbuhkan kecintaan pada sejarah. (2) Forum diskusi publik sebagai ajang masyarakat untuk bertemu, menyampaikan pemikiran, dan berdialog bersama membahas sejarah lokal dari berbagai aspek. Terdapat pendidikan nilai yang terdapat dalam sejarah lokal di Surakarta baik dalam aspek peristiwa, ketokohan, atau bangunan.Kata Kunci: Forum diskusi publik, Generasi muda, Kesadaran sejarah, Pendidikan nilai, Sejarah lokalThe existence of local history in a society is related to the historical values found in the surrounding environment. Unfortunately, local history has not been paid much attention to by the whole community. Its existence is acknowledged but not widely and clearly revealed. Society tends to love history in a wider scope. This phenomenon has decreased between generations to today's young people. This is unfortunate because there are many values of local wisdom that can be taken from the importance of local history. The existence of a forum that discusses local history is important so that the inheritance of positive things from local history is not eroded by time. Soeracarta Heritage Society is one of the discussion forums that discuss local history, culture, and conservation efforts in the Surakarta area. Discussion forums are held regularly to introduce local history to the general public. This article aims to (1) describe the position of local history in the life of the community and (2) explain the importance of public discussion forums in an effort to instill local historical values into the younger generation. This writing was done in a descriptive-analytical manner with a literature study. The results obtained: (1) Local history plays a role in creating historical awareness in the community. The existence of local history has a positive impact in fostering a love of history. (2) Public discussion forums as an arena for the community to meet, share ideas and have a dialogue together to discuss local history from various aspects. There is value education contained in local history in Surakarta both in the aspect of events, figures, or buildings.Keywords: Public discussion forums, Young generation, Historical awareness, Value education, Local history
Kehidupan Budaya Etnis Tionghoa di Kota Sukabumi 1966 - 2002 Winda Fitri Febriania; Dede Mahzuni; Ayu Septiani
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini berjudul “Kehidupan Budaya Etnis Tionghoa di KotaSukabumi 1966-2002”. Membahas mengenai kehidupan budaya etnis Tionghoa pada kurun waktu 1966-2002 yang mencakup kehidupan budaya etnis Tionghoa terutama pasca terjadinya kerusuhan anti-Tionghoa dan diterapkannya kebijakan pemerintah terhadap kehidupanetnis Tionghoa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri atas empat tahapan yakni, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Konsep yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah konsep akulturasi, asmiliasi dan kebijakan. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pada kurun waktu 1966-2002, sebagian besar etnis Tionghoa di Kota Sukabumi telah membaur dengan masyarakat asli Sukabumi. Meskipun pada Mei 1963 terjadi kerusuhan anti-Tionghoa di Kota Sukabumi dan diterapkannya kebijakan yang membatasi ruang gerak etnis Tionghoa, hal tersebut tidak menghambat terjadi proses akulturasi dan asimilasi antara etnis Tionghoa dengan masyarakat Sukabumi. Seperti, adanya perubahan nama menjadi nama Indonesia, perkawinan campuran, dan perayaan-perayaan dalam rangka Imlek, Cap Go Meh, dan perayaan lainnya.Kata Kunci: Akulturasi, Asimilasi, Etnis Tionghoa, Kebijakan, SukabumiThis article is entitled "Chinese Ethnic Cultural Life in Sukabumi City 1966-2002". this artivle discussing about the ethnic Chinese cultural life in the period 1966-2002 which included the ethnic Chinese cultural life especially after the anti-Chinese riots and the implementation of government policies towards the ethnic Chinese life. The method used in  article is a historical method consisting of four stages namely, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The concept used in this article is the concept of acculturation, affiliation and policy. The results obtained show that during the period 1966-2002, most of the ethnic Chinese in the City of Sukabumi had mingled with the native people of Sukabumi. Although in May 1963 there were anti-Chinese riots in Sukabumi City, and implementing policies that limit the ethnic Chinese space. This did not hamper the acculturation and assimilation process between the ethnic Chinese and the Sukabumi people.Keywords: Acculturation, Assimilation, Chinese, Policy, Sukabumi
Budaya Baayun Maulid Masyarakat Banjar: Interaksi Sosial untuk Nilai Kerohanian Raudatul Jannah
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Baayun Maulid menurut kepercayaan sebagian masyarakat adalah seremonial yang dilangsungkan dengan maksud mencegah gejala kapingitan (kesurupan). Upacara baayun merupakan budaya lokal peninggalan nenek moyang masyarakat Banjar yang telah ada sejak dulu dan masih diselenggarakan hingga sekarang. Budaya ini bermula dari pelaksanaan upacara Maupun Anak masyarakat Dayak Kalimantan yang diwariskan turun-temurun kepada para tutus (keturunan) orang-orang Dayak Banjar. Baayun Maulid memuat nilai-nilai positif yang penting untuk diaplikasikan dan dikenalkan pada generasi muda yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan bangsa yang berbudaya. Penelitian ini menempuh langkah-langkah heuristik, kritik sumber, thick description, interpretasi dengan pendekatan sosiologis, antropologis dan historis menggunakan analisis etnografi yang bertujuan untuk mengamati dan menafsirkan secara mendalam sejarah pelaksanaan Baayun Maulid serta menganalisis secara kritis nilai-nilai sosiologis yang terkandung dalam suatu fenomena budaya baayun yang ada pada masyarakat Banjar dan merespons isu-isu sosial dalam budaya Baayun Maulid yang membawa dampak terhadap religiusitas masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat interaksi sosial dalam masyarakat dan kaitannya dengan nilai-nilai kearifan lokal yang tercermin dalam budaya Baayun Maulid masyarakat Banjar yang heterogen dari aspek suku, agama dan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa budaya merupakan potensi sosial yang dapat membentuk citra dan karakter atau identitas peradaban masyarakat. Nilai-nilai dalam budaya Baayun Maulid mengandung banyak kearifan lokal yang relevan dengan kondisi sekarang sehingga harus dilestarikan dan dikembangkan menyesuaikan dengan perkembangan zaman tanpa mengesampingkan aspek lokalitas budaya yang ada sehingga generasi muda lebih mengenal identitas dan jati diri. Generasi muda patut bangga dan mencintai kebudayaan lokal sebagai perbendaharaan kekayaan Indonesia.Kata Kunci: Budaya Baayun Baulid, kearifan lokal, nilai-nilai sosial.Baayun Maulid according to the belief of some people is ceremonial which is held with the intention of preventing kapingitan (possession). Baayun ceremony is a local culture relics of the ancestors of the Banjar people that have existed since long ago and are still held today. This culture began from the implementation of the Ceremony of Maayun Anak Dayak Kalimantan community which was passed down through generations to the tutus (descendants) of the Dayak Banjar people. Baayun Maulid contains positive values that are important to be applied and introduced to the younger generation who will continue the baton of cultured nation-building. This research takes heuristic steps, source criticism, thick description, interpretation with sociological, anthropological and historical approaches using ethnographic analysis that aims to observe and interpret in depth the history of the implementation of Baayun Maulid and critically analyze the sociological values contained in a phenomenon of baayun culture that exists in Banjar society and respond to social issues in Baayun Maulid culture that has an impact on the religiosity of society. This research aims to look at social interactions in society and their relation to the values of local wisdom reflected in the heterogeneous Baayun Maulid culture of Banjar society from tribal, religious, and social aspects. This research shows that culture is a social potential that can shape the image and character or identity of civilization of society. The values in Baayun Maulid culture contain a lot of local wisdom that is relevant to the present conditions so that it must be preserved and developed in accordance with the times without ruling out aspects of the locality of existing culture so that the younger generation is more familiar with identity and true selves. The younger generation should be proud and love the local culture as a treasury of Indonesia's wealth.Keywords: Baayun Maulid culture, local wisdom, social values.
Perkembangan Kesenian Rudat Banten di Kecamatan Kasemen Kota Serang Provinsi Banten Pada Tahun 2013-2018 Aprilia, Rully; Maryuni, Yuni; Nurhasanah, Ana
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perkembangan kesenian Rudat Banten di Kecamatan Kasemen akan mengkaji konsep mengenai: deskripsi sejarah awal terbentuknya kesenian Rudat Banten di Provinsi Banten, deskripsi perkembangan kesenian Rudat Banten di Kecamatan Kasemen Kota Serang Provinsi Banten Tahun 2013-2018, dan upaya yang dilakukan masyarakat untuk melestarikan kesenian Rudat sebagai Warisan Budaya Tak Benda di Kecamatan Kasemen Kota Serang Provinsi Banten Tahun 2013-2018. Metode yang digunakan yaitu metode historis yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Kesenian Rudat merupakan perpaduan seni gerak dan vokal diiringi tabuhan Rebana. Syair yang dilantunkan merupakan syair shalawat dan zikir. Awal munculnya kesenian Rudat Banten dibawa oleh Sunan Gunung Jati dan para utusannya untuk menyebarkan agama Islam di Banten. Pada perkembangannya kesenian Rudat Banten di tahun 2013-2018 telah mengalami perkembangan yang cukup baik, hal tersebut dibuktikan dengan terjadinya perkembangan pada busana, alat musik, pemain dan syair yang digunakan. Dalam upaya melestarikannya terdapat sebuah tantangan yang muncul dari adaptasi masyarakat yakni: Masyarakat menginginkan penampilan yang lebih menarik, Adanya tuntutan kebutuhan ekonomi dari masyarakat, Ketidaksanggupan para komunitas Rudat Banten dalam memenuhi kebutuhan alat-alat penunjang pementasan. Kemudian diberikannya tanggapan atas tantangan yang dimunculkan dengan melakukan beberapa upaya seperti: dilakukannya penambahan fungsi dan melakukan kolaborasi pada setiap pementasan kesenian Rudat Banten, diusulkannya kesenian Rudat Banten sebagai WBTB, mempromosikan Rudat Banten melalui acara-acara pernikahan, khitanan, memperingati HUT Kota Serang dan festival-festival dan adanya perhatian lebih dari pemerintah kepada komunitas Rudat Banten.Kata Kunci: Kesenian Rudat, Penambahan Fungsi, Upaya Pelestarian.In the development of Art Rudat Banten in Kasemen District will examine the concept of a description of the early history of the formation of Banten Rudat art in Banten Province, a description of the development of Art Rudat Banten in Kasemen District of Serang City of Banten Province in 2013-2018, and efforts made by the community to preserve Rudat art as Intangible Cultural Heritage in Kasemen District of Serang City of Banten Province In 2013-2018. The method used is a historical method consisting of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Rudat art is a combination of motion and vocal art accompanied by a tambourine. The verses that are chanted are verses of shalawat and remembrance. The beginning of the emergence of The Art of Rudat Banten was brought by Sunan Gunung Jati and his envoys to spread Islam in Banten. In the development of Rudat Banten art in 2013-2018 has experienced quite good development, it is evidenced by the development in fashion, musical instruments, players, and verses used. To preserve it there is a challenge that arises from the adaptation of society, namely: The community wants a more attractive appearance, there are demands for economic needs from the community, the inability of the Community of Rudat Banten in meeting the needs of staging support tools. Then he gave a response to the challenges raised by making several efforts such as the addition of functions and collaboration on every art performance of Rudat Banten, the proposed art of Rudat Banten as WBTB, promoting Rudat Banten through wedding events, circumcision, commemorating the Anniversary of Serang City and festivals and more attention from the government to the Community of Rudat Banten.Keywords: Rudat Art, Addition of Function, Preservation Efforts
Penggunaan Project Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Analisis Berbasis Model HOTS (Higher Order Thinking Skills) pada Pembelajaran Daring di LMS (Learning Management System) Onlineclass UMP Matakuliah Sejarah Australia dan Oseania Jazimah, Ipong; Septianingsih, Sumiyatun
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap (1) Bagaimana penggunaan metode pembelajaran project based learning pada matakuliah Sejarah Australia dan Oseania (2) Bagaimana penerapan ranah kognitif HOTS (menganalisis, mengevaluasi, mencipta) pada project based learning matakuliah Sejarah Australia dan Oseania (3) Apa saja produk pembelajaran yang dihasilkan dengan metode pembelajaran project based learning pada matakuliah Sejarah Australia dan Oseania?. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Sumber data terdiri atas dokumen dan informan. Dokumen berupa buku, majalah, dan jurnal. Pengambilan data ditempuh dengan mencatat dokumen, observasi, dan wawancara. Validitas data dilakukan dengan cara trianggulasi data. Analisis data menggunakan analisis interaktif dengan tiga tahapan analisis, yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa 1) Model pembelajaran project based learning efektif digunakan untuk pembelajaran 2) Kognitif HOTS bisa lebih tereksplorasi dengan metode project based learning 3) Produk pembelajaran dari project based learning adalah video, peta konsep, dan peta bergambar.Kata kunci : HOTS, Pembelajaran daring, Project based learningThis study aims to reveal (1) how to use project-based learning methods in the Australian and Oceanian History course (2) how to apply the HOTS cognitive domain (analyze, evaluate, create) in project-based learning Australian and Oceanian History courses (3) What are the learning products produced by the project-based learning method in the Australian and Oceanian History course. This study uses a qualitative approach. Data sources consist of documents and informants. Documents in the form of books, magazines, and journals. Data collection was taken by recording documents, observations, and interviews. The validity of the data is done by data triangulation. Data analysis used interactive analysis with three stages of analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. This research concludes that 1) the Project-based learning model is effectively used for learning 2) HOTS cognitive can be explored more with project-based learning method 3) Learning products from project-based learning are videos, concept maps, and picture maps.Keywords: HOTS, Pembelajaran daring, Project-based learning
Menimbang Potensi Wisata Berbasis Sejarah Lokal di Kabupaten Ponorogo Sri Hartono; Alip Sugianto
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ponorogo merupakan kabupaten tertua di karesidenan Madiun. Kabupaten yang menyimpan banyak potensi wisata ini, salah satu potensinya adalah wisata sejarah. Pemerintah Ponorogo bupati terpilih periode 2020-2024 ingin membangun jalan yakni HOS Cokroaminoto seperti malioboro di Yogyakarta. Berdasarkan itu, penelitian ini mengkaji potensi wisata di Jalan HOS Cokroaminoto berbasis sejarah lokal Ponorogo. metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Desain penelitian ini studi kasus. Sumber data yang digunakan adalah situs dan pustaka. hasil penelitian Jalan HOS Cokroaminoto menyimpan potensi wisata sejarah, wisata edukasi, wisata religi dan wisata buatan. Pembangunan ini diharapkan mampu memberi dampak positif pada wawasan kesejarahan, akan tetapi mampu membawa keseahteraan pada sektor ekonomi masyarakat. Kata Kunci: Sejarah, Ponorogo, Potensi WisataPonorogo is an old district in the Madiun residency. A district that has a lot of tourism potential, one of its potentials is historical tourism. The government of Ponorogo, the elected regent for the 2020-2024 period, wants to build a HOS Cokroaminoto road like Malioboro. Based on that, this research examines the potential of tourism based on local history in Ponorogo. this research method is descriptive qualitative. The research design is a case study. Sources of data used are sites and libraries. The results of the research on HOS Cokroaminoto Street have the potential for historical tourism, educational tourism, religious tourism, and artificial tourism. This development is expected to have a positive impact on historical insight but is able to bring prosperity to the community's economic sector.Keywords: History, Ponorogo, Tourism potency 
Upaya Meningkatkan Kemampuan Mengidentifikasi Konflik dan Integrasi dalam Kehidupan Sosial dengan Menggunakan Media Poster Iloh Tusilah
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses belajar mengajar menggunakan media pembelajaran tidak kalah pentingnya dalam membentuk hasil dari tujuan proses pembelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan Mengidentifikasi konflik dan integrasi dalam kehidupan sosial adalah dengan menggunakan media poster. Media poster dalam hal ini penulis persamakan dengan gambar ilustrasi fotografi yaitu gambar yang diproyeksikan, terdapat dimana-mana, baik dilingkungan anak-anak maupun dilingkungan orang dewasa, mudah diperoleh dan ditunjukkan kepada anak-anak. Poster pada umumnya menarik perhatian. Oleh karena itu, poster dapat digunakan sebagai media pembelajaran dan mempunyai nilai-nilai pendidikan bagi anak, dan memungkinkan belajar secara efisien.Begitu juga dalam penelitian ini penulis mempunyai maksud dan tujuan yaitu: (1) Mendeskripsikan kemampuan mengidentifikasi konflik dan integrasi dalam kehidupan sosial siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Paseh Kabupaten Sumedang dengan menggunkan media poster. (2) Mendeskripsikan dapat tidaknya penggunaan media poster dalam meningkatkan kemampuan mengidentifikasi konflik dan integrasi dalam kehidupan sosial siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Paseh Kabupaten Sumedang.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Mengidentifikasi Konflik, Integrasi Kehidupan Sosial, PosterIn the teaching and learning process using learning media is no less important in shaping the results of the learning process objectives. One of the efforts that can be done to improve the ability to identify conflicts and integration in social life is to use poster media. Poster media in this case the author equates with photographic illustration images, namely projected images, found everywhere, both in the children's environment and in the adult environment, easy to obtain and show to children. Posters generally attract attention. Therefore, posters can be used as learning media and have educational values for children, and enable efficient learning. Likewise in this study, the authors have the aims and objectives, namely: (1) Describe the ability to identify conflict and integration in students' social life class VIII A SMP Negeri 1 Paseh Sumedang Regency using poster media. (2) Describe whether or not the use of poster media can improve the ability to identify conflict and integration in the social life of class VIII A students of SMP Negeri 1 Paseh, Sumedang Regency.Keywords: Learning Media, Identifying Conflict Integration in Social Life, Poster

Page 1 of 1 | Total Record : 8