cover
Contact Name
Deden Yusman Maulid, S.Pi., M.Si.
Contact Email
jurnal.marlin@gmail.com
Phone
+6281298658873
Journal Mail Official
jurnal.marlin@gmail.com
Editorial Address
Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran Jalan Babakan KM 02, Kec. Pangandaran, Pangandaran, Jawa Barat 46396
Location
Kab. pangandaran,
Jawa barat
INDONESIA
MARLIN : Marine and Fisheries Science Technology Journal
MARLIN merupakan sebuah media publikasi hasil penelitian di bidang kelautan dan perikanan yang diterbitkan secara berkala yakni bulan Februari dan Agustus. MARLIN memuat hasil penelitian di bidang budidaya perikanan, pengolahan hasil perikanan, bioteknologi perikanan, konservasi, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, perikanan tangkap, manajemen sumber daya perairan, teknik bangunan pantai, teknologi kelautan, teknologi ekstraksi sumber daya pesisir dan laut, wahana kelautan, dan kebijakan kelautan perikanan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2025): Agustus 2025" : 6 Documents clear
Konfigurasi dan Uji Visual Kamera pada Rancang Bangun Remotely Operated Vehicle (ROV) -, R.Moh Ismail; Pasaribu, Roberto Patar; -, Roni Sewiko; -, Muhammad Fadli
MARLIN Vol 6, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V6.I2.2025.99-114

Abstract

Teknologi yang dapat digunakan dalam proses pemantauan kondisi bawah air adalah Remotely Operated Vehicle (ROV). Alat ini merupakan sebuah robot penjelajah bawah air yang dikendalikan oleh operator menggunakan sistem remote control. ROV dapat dilengkapi dengan modul kamera untuk memantau kondisi bawah air dan kemudian dikirimkan ke monitor komputer. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengaplikasikan kamera pada rancang bangun ROV. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kamera pada ROV dapat memberikan informasi kondisi bawah air. Untuk melihat kamera pada ROV berfungsi dengan baik dilakukan beberapa pengujian didalam air. Pengujian visual kamera dilakukan dengan empat kali percobaan dari jarak 25 cm sampai jarak 100 cm. Jarak pandang kamera terhadap objek pada jarak 25 cm hingga 50 cm masih terlihat jelas, pada jarak 75 cm objek nampak tidak jelas dan pada jarak 100 cm objek tidak terlihat.
Effect of Bacteriophage Therapy on the Hemocyte Profile of Whiteleg Shrimp (Litopenaeus vannamei) Infected with Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease Takwin, Bagus Ansani
MARLIN Vol 6, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V6.I2.2025.115-130

Abstract

Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND), caused by Vibrio parahaemolyticus, poses a major threat to the cultivation of Pacific white shrimp (Litopenaeus vannamei) due to its high mortality rate. This study aimed to evaluate the effectiveness of bacteriophage therapy on the non-specific immune response of shrimp, assessed through Differential Hemocyte Count (DHC) analysis. The research was conducted over six months using a Completely Randomized Design with seven treatment groups, including positive control (KP), negative control (KN), antibiotic treatment (KA), and three bacteriophage dosages: 10⁷ PFU/mL (FB7), 10⁸ PFU/mL (FB8), and 10⁹ PFU/mL (FB9), all challenged with V. parahaemolyticus at 10⁵ CFU/mL. DHC observations were carried out on days 0, 1, 3, and 7 post-treatment. The results indicated that the bacteriophage-treated group, particularly FB9 (10⁹ PFU/mL), maintained a hyaline cell proportion of 50–57% through day 7, similar to the immune profile of the negative control. In contrast, the positive control exhibited a marked decrease in hyaline cells and an increase in granular cells, indicating an immune response to infection. Bacteriophage application, especially at high dosage (FB9), effectively stimulated the shrimp's immune response by preserving hyaline cell levels, making it a promising eco-friendly alternative for AHPND control.
STATISTICAL AND MACHINE-LEARNING APPROACHES FOR MAPPING BIGEYE TUNA FISHING OPTIMALITY IN THE BANDA SEA Ferlin, Akhmatul
MARLIN Vol 6, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V6.I2.2025.131-150

Abstract

Given the complexity of the Banda Sea, which has rapidly changing environmental factors, studies are needed to determine the optimal location for important fishing, such as bigeye tuna (BET). To map optimal fishing locations, statistical and machine-learning methods are used through an understanding of the dynamics of chlorophyll-a (Chlo) concentrations and sea surface temperature (SST) and fish catch data as key factors. Using the fishing logbook and oceanographic data from 2014 to 2022, this study applies the methods of generalized Additive Model (GAM) and Empirical Cumulative Distribution Function (ECDF) to analyze the effect of Chlo and SSTs on Catch per Unit Efforts (CPUEs). Due to GAM's suboptimal performance, ECDF is chosen as the primary method. Determining the optimal value range using k-means and the elbow method showed an optimal Chlo range of 0.087–0.30 mg/m³ and SST of 29.46–30.45°C. The analysis showed the best catching conditions from January to March. These findings support sustainable fishing by providing a monthly map of optimal fishing zones, helping fishers adapt to dynamic conditions. Further research is suggested to integrate real-time data and advanced techniques to improve location accuracy.
ANALISIS FAKTOR TEKNIS DAN SOSIAL EKONOMI DALAM KEBERHASILAN BUDIDAYA UDANG VANAME DI BERBAGAI WILAYAH INDONESIA poltak, hendra; Ernawati, Ernawati; Puspitasari, Asthervina Widyastami; Abadi, Agung Setia; Yani, Ahmad
MARLIN Vol 6, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V6.I2.2025.73-86

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas unggulan di sektor perikanan budidaya Indonesia dengan potensi ekonomi yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor teknis dan sosial ekonomi yang memengaruhi keberhasilan budidaya udang vaname di berbagai wilayah Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan multisitus, dimana data dikumpulkan dari 12 lokasi budidaya di Indonesia melalui laporan resmi produksi, Feed Conversion Ratio (FCR), dan tingkat kelangsungan hidup (Survival Rate/SR). Selain itu, aspek sosial ekonomi seperti pelatihan teknis, akses modal, dan dukungan kelembagaan juga dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi signifikan antar lokasi dalam produksi, efisiensi pakan, dan tingkat kelangsungan hidup, yang dipengaruhi oleh praktik manajemen usaha serta faktor sosial ekonomi. Efisiensi pakan dan pengelolaan kualitas air terbukti sebagai faktor teknis utama yang mendukung keberhasilan budidaya, sementara pelatihan dan dukungan kelembagaan menjadi faktor sosial ekonomi yang memperkuat produktivitas dan keberlanjutan usaha. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi faktor teknis dan sosial ekonomi serta pendekatan manajemen yang adaptif untuk mendukung keberhasilan budidaya udang vaname di Indonesia.
PEMANFAATAN SENYAWA BIOAKTIF RUMPUT LAUT COKLAT SEBAGAI ANTIOKSIDAN Anziliriyah Z, Ira; Nurjanah, Nurjanah
MARLIN Vol 6, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V6.I2.2025.87-98

Abstract

Rumput laut coklat dikenal sebagai sumber senyawa bioaktif yang memiliki potensi signifikan dalam aplikasi nutraseutika dan kosmeseutika. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kandungan dan manfaat rumput laut coklat sebagai antioksidan melalui metode telaah literatur yang menggunakan database elektronik seperti Google Scholar, MDPI, Connected Papers, dan PubMed dengan kata kunci seperti Rumput laut coklat, antioksidan, kosmeseutikal, dan nutraseutikal. Hasil penelitian mengidentifikasi senyawa aktif utama, termasuk fucoidan, polifenol, dan phlorotannin, yang menunjukkan aktivitas protektif terhadap kerusakan oksidatif seluler. Selain itu, senyawa dalam rumput laut coklat memiliki aktivitas antioksidan yang efektif dalam menangkal radikal bebas dan memberikan efek pelembab, sehingga menjadikannya bahan yang potensial dalam produk kosmetik dan pangan fungsional. Dengan sifat-sifat bioaktifnya, rumput laut coklat dapat dikembangkan menjadi alternatif yang berkelanjutan untuk industri nutraseutikal dan kosmeseutikal, menawarkan solusi yang inovatif bagi konsumen yang mencari produk dengan bahan alami dan ramah lingkungan. Potensi ini membuka peluang bagi pengembangan produk berbasis rumput laut yang dapat memenuhi permintaan pasar akan solusi perawatan kesehatan dan kecantikan yang lebih alami dan berkelanjutan.
PENERAPAN GOOD MANUFACTURING PRACTICES (GMP) DAN SANITATION STANDARD OPERATING PROCEDURES (SSOP) PADA PENGOLAHAN SCALLOP DI PT. INDO LAUTAN MAKMUR, SIDOARJO, JAWA TIMUR Pangestika, Widya; Sivana, Siska; Widianto, David Indra; Maulid, Deden Yusman; Siregar, Arpan Nasri; Andayani, Tri Rahayu
MARLIN Vol 6, No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Pangandaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/marlin.V6.I2.2025.%p

Abstract

Good manufacturing practices (GMP) adalah cara atau teknik berproduksi yang baik dan benar untuk menghasilkan produk yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pangan. GMP memiliki tujuan khusus yaitu untuk memberikan beberapa prinsip dasar yang penting dalam produksi makanan, mulai dari bahan baku hingga sampai konsumen akhir, untuk menjamin bahwa makanan yang diproduksi aman dan layak untuk dikomsumsi oleh manusia, mengarahkan industri agar memenuhi berbagai persyaratan produksi. Sanitation standard operating prosedure (SSOP) merupakan prosedur standar penerapan prinsip pengelolaan yang dilakukan melalui kegiatan sanitasi dan hygiene. Scallop merupakan salah satu produk vallue added yang diolah dari lumatan daging ikan yang disebut surimi dan bahan tambahan lainnya, berbentuk bulat dan pipih. Scallop merupakan salah satu produk frozen food yang digemari oleh masyarakat dari berbagai kalangan karena scallop adalah produk olahan setengah jadi yang sangat praktis untuk dikomsumsi. Bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan scallop  diantaranya adalah surimi, tepung tapioka, Isolate Soy Protein (ISP), tepung telur, mentega, minyak wijen, minyak sawit, bawang daun, bawang bombai. Proses pengolahan scallop adalah penerimaan bahan baku surimi, pencampuran, pencetakan dan perebusan I, perebusan II, perendaman, pemotongan, pembekuan mesin IQF, pengemasan I, pengecekan serpihan logam, pengemasan II, penyimpanan, distribusi. Mesin dan peralatan yang digunakan adalah troli pengangkut bahan baku dan produk jadi, keranjang berlubang, silent cutter, IQF, keranjang tidak berlubang, timbangan duduk, mesin sealer, mesin potong scallop, cold storage, hand palet, meat ball, dan conveyor.

Page 1 of 1 | Total Record : 6