cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 2,483 Documents
Strategi Kepala Sekolah untuk Pengembangan OCB Guru dan Pegawai di SMKN 1 Mataram Joni Rokhmat; Lalu Muhaimi; Muntari Muntari; Harsanah Harsanah; Risa Latifatul Hikmah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.865

Abstract

Organizational Citizenship Behavior (OCB) dalam kontek guru dan pegawai diartikan sebagai perilaku berbuat baik kepada rekan guru dan pegawai dalam mengatasi masalah untuk kepentingan sekolah dan mencegah timbulnya masalah antar guru maupun pegawai melalui kegiatan menjalin hubungan baik, serta menghargai hak dan privasi rekan kerja dengan indikator altruism, courtesy, sportsmanship, conscientiousness, dan civic virtue. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengembangan Organizational Citizenship Behavior (OCB) guru dan pegawai dalam mengelola pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Mataram, Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti melebur ikut terlibat dalam berbagai aktivitas yang dilaksanakan sekolah ini. Penelitian, dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data diambil melalui observasi, wawancara, dan pengisian angket. Data hasil observasi dan wawancara dianalisis secara deskriptif sedang data angket dikuantisasi dan diuji Mann-Withney dengan bantuan aplikasi SPSS versi 24 kemudian dideskripsikan. Hasil analisis memperlihatkan jenis pekerjaan berpengaruh terhadap perilaku OCB dan bahwa kepala sekolah dalam mengembangkan OCB guru maupun pegawai cenderung menggunakan pendekatan personal dengan cara meleburkan dalam berbagai aktivitas guru maupun pegawai, baik lingkungan formal maupun informal. Secara umum tingkat OCB guru (3,26) lebih baik daripada pegawai (3,06). Selanjutnya, kepala sekolah dalam mengembangkan OCB menggunakan strategi: 1) menerapkan aturan secara ketat, 2) mengembangkan sikap disiplin kepada pegawai, 3) melakukan pendekatan formal dan informal kepada guru dan pegawai, 4) melakukan pendekatan khusus terhadap pegawai dengan memperlakukan sebagai teman, 5) mengadakan pertemuan rutin, bulanan dan triwulan, 6) memperhatikan kesejahteraan guru dan pegawai tertentu, 7) memberi penghargaan kepada guru dan pegawai yang memiliki kinerja bagus, 8) menata kembali manajemen, dan 9) merotasi tupoksi pegawai.
Strategi Pengembangan OCB Pegawai di Lingkungan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram Sudirman Wilian; Muntari Muntari; Joni Rokhmat; Ulpah Ulpah; Lulu Il Muntaz
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.866

Abstract

Organizational Citizenship Behavior (OCB) menggambarkan perilaku pegawai untuk melaksanakan pekerjaan tanpa memperhatikan potensi adanya imbalan tambahan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi strategi pengembangan OCB pegawai di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) – Universitas Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran, kuantitatif dan kualitatif. Populasinya seluruh pegawai FKIP Universitas Mataram yang aktif pada tahun 2021 dan sampel diambil dengan teknik sampel jenuh sesuai keterjangkauan dan didapatkan sampel yaitu pegawai FKIP sebanyak 45 pegawai (28 laki-laki dan 17 perempuan) yang tersebar di sembilan unit kerja. Teknik pengambilan data menggunakan angket OCB dan wawancara. Angket OCB diberikan kepada pegawai sedangkan sebagai informan dalam wawancara adalah Dekan dan Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Kepegawaian. Data hasil angket dianalisis secara deskriptif menggunakan kuantisasi Skala Likert (4 = sangat setuju, 3 = setuju, 2 = tidak setuju, 1 = sangat tidak setuju) kemudian dideskripsikan, serta dianalisis menggunakan statistik non paramettik yang terdiri dari uji Mann-Withney untuk variabel bebas terdiri dari gender, latar pendidikan, dan unit tempat kerja, serta uji Kruskal-Wallis untuk variabel bebas masa kerja. Hasilnya, pertama secara umum dari hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa skor OCB pada setiap indikator adalah lebih dari 3,0 yang berarti bahwa responden bersikap setuju hingga sangat setuju terhadap setiap pernyataan positif dan tidak setuju hingga sangat tidak setuju terhadap pernyataan negatif OCB. Dari tertinggi hingga terendah, skor OCB berada pada indikator conscientiousness, altruism, courtesy, civic virtue, dan sportmanship. Kedua, menunjukkan bahwa dengan taraf signifikansi 0,05, keempat variabel di atas tidak berpengaruh terhadap OCB pegawai. Selanjutnya, hasil wawancara bahwa dalam mengembangkan OCB pegawai, Dekan dan Wakil Dekan menggunakan pengelolaan sistem merit, pendekatan informal, nonformal, kesetaraan gender, kemanusiaan, humanisme, kekeluargaan, prinsip kerjasama, serta menerapkan aturan berbasis tupoksi. Kesimpulan bahwa perilaku organisasi pada pegawai FKIP telah berkembang sangat baik. Keberhasilan pengembangan OCB juga ditunjukan tidak adanya perbedaan perilaku organisasi pegawai dari faktor gender, latar pendidikan, masa kerja, hingga unit tempat bekerjanya.
Analisis Kesulitan Guru dalam Kegiatan Pembelajaran Pada Era New Normal di Kelas Rendah SDN 2 Beleka Yustika Aprilia; Darmiany Darmiany; Lalu Hamdian Affandi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.867

Abstract

Keberhasilan suatu kegiatan pembelajaran ditentukan dari banyak faktor terutama dari dalam guru dan peserta didik itu sendiri. Dalam proses kegiatan belajar mengajar guru mempunyai peran yang sangat penting. Pembelajaran di era New Normal membuat guru beserta elemen sekolah harus mampu untuk menjalankan peralihan perubahan sistem pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan. Era New Normal adalah era baru dimana masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa namun tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan sebelumnya. Kegiatan pembelajaran di era ini menuntut para pendidik yakni guru untuk dapat berinovasi dan beradaptasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan yang dialami guru dalam kegiatan pembelajaran pada era New Normal di kelas rendah SDN 2 Beleka. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis data model Miles dan Hubberman dan pemeriksaan keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru kelas 1, 2, dan 3 memiliki gambaran kesulitan yang hampir sama, yaitu yang pertama, pada tahap perencanaan pembelajaran guru sudah cukup baik dalam menyusun RPP namun masih sedikit kesulitan dalam menentukan metode dan media pembelajaran yang akan digunakan. Kedua, pada tahap pelaksanaan pembelajaran, guru mengalami beberapa kesulitan diantaranya: (1) mempersiapkan kondisi kelas, (2) proses penyampaian materi pembelajaran, (3) metode pembelajaran yang diterapkan, (4) media pembelajaran yang digunakan.
Analisis Kesalahan Berbahasa dalam Tulis Teks Narasi Kelas V SDN 01 Tempos Efi Liani; Muhammad Tahir; Heri Hadi Saputra
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.868

Abstract

Salah satu kemampuan berbahasa yang sangat penting dikuasai oleh seseorang adalah kemampuan menulis. Bentuk tulisan yang baik adalah yang memperhatikan penggunaan huruf, penggunaan tanda baca dan lain-lain. Permasalahan yang dihadapi siswa yaitu sangat banyak siswa yang belum paham tentang aturan penggunaan tata bahasa dan penggunaan ejaan. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan berbahasa dalam tulis teks narasi siswa kelas V SDN 01 Tempos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan kesalahan pemakaian pemilihan kata atau diksi menjadi kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa adalah sebanyak 66 kesalahan dengan persentase 39,75%. Kesalahan dalam pemakaian huruf kapital menempati urutan kedua dengan jumlah kesalahan 48 dengan persentase 28,91%. Kesalahan penggunaan tanda baca menempati urutan ketiga dengan jumlah kesalahan 45 dengan persentase 27,10%. Kesalahan penggunaan imbuhan berjumlah 7 kesalahan dengan persentase 4,24%. Saran untuk guru yaitu memberikan pembelajaran yang kreatif dan baik khususnya dalam aspek penulisan. Selain itu untuk siswa diharapkan berlatih dengan bimbingan guru maupun orang tua di rumah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kesalahan berbahasa yang terdapat dalam teks narasi siswa yaitu terdiri dari keslahan pemilihan kata (diksi), kesalahan pemakaian huruf kapital, kesalahan pemakaian tanda baca dan kesalahan pemakaian imbuhan.
Pengaruh Pemberian Scaffolding dalam Penyelesaian Masalah Materi Jarak dalam Ruang Terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Riza Alipvia; Sripatmi Sripatmi; Baidowi Baidowi; Arjudin Arjudin
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.871

Abstract

Matematika adalah ilmu universal yang memiliki peran penting dalam berbagai bidang ilmu. Untuk memperoleh hasil pembelajaran matematika yang optimal diperlukan peranan guru, penerapan model pembelajaran serta bantuan belajar yang sesuai dengan karakteristik siswa dan materi yang diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh pemberian scaffolding dalam penyelesaian masalah materi jarak dalam ruang terhadap motivasi dan hasil belajar siswa kelas XII SMAN 1 Pringgabaya tahun pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode eksperimen dengan desain true experimental. Sampel terdiri dari dua kelas yaitu XII IPA 1 sebagai kelas eksperimen yang diberi perlakuan berupa scaffolding dan kelas XII IPA 2 sebagai kelas kontrol yang diberikan latihan soal dan diskusi. Instrumen penelitian terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), angket motivasi belajar dan soal tes. Teknik analisis data berupa uji validitas, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis. Adapun hasil penelitian menunjukan bahwa, (1) Terdapat perbedaan rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. (2) Rata-rata motivasi dan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen lebih besar, yaitu 45,94 berada pada kategori sedang dan 80,71 yang berada pada kategori cukup.  Adapun rata-rata motivasi dan hasil belajar yang diperoleh kelas kontrol  yaitu 43,11 berada pada kategori sedang dan 73,60 pada kategori cukup. Besar pengaruh yang timbul akibat adanya pemberian scaffolding terhadap motivasi belajar siswa adalah sedang (medium) dengan nilai keberartian 0,57 atau sebesar 33%. Sedangkan besar pengaruh yang timbul akibat adanya pemberian  scaffolding terhadap hasil belajar siswa adalah sedang (medium) dengan nilai keberartian 0,73 atau sebesar 43%.
Implementasi Gerakan Literasi Sekolah dalam Membentuk Karakter Gemar Membaca Siswa di SDN 5 Masbagik Selatan Ika Purnama; Lalu Hamdian Affandi; Khairun Nisa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.872

Abstract

Gemar membaca merupakan kebiasaan meluangkan waktu untuk membaca buku/teks bacaan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan program gerakan literasi sekolah, kendala-kendala atau faktor penghambat serta manfaat dari penerapan program gerakan literasi sekolah di SDN 5 Masbagaik Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek kepala sekolah, 2 orang guru kelas, dan 2 orang siswa. Data yang diperoleh dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara dan dokuemntasi. Data yang sudah terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan thematic analysis. Untuk menguji data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) landasan dari diterapkannya program gerakan literasi sekolah berdasarkan minat baca dan kemampuan memaknai suatu teks bacaan yang tergolong rendah dan tentunya sebagai upaya dalam melaksanakan peraturan yang telah dibuat oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud), sehinngga pelaksaan program gerakan literasi disesuaikan dengan tahapan yang ada pada buku panduan yang telah dibuat yaitu terdapat 3 tahapan diantaranya tahapan pembiasaan, tahapan pengembangan dan tahapan pembelajaran, (2) masih terdapat kendala-kendala atau hal yang membatasi penerapan program gerakan literasi secara maksimal yaitu dengan belum terdapat tempat yang dibuatkan dalam menyalurkan kreativitas atau bakat menulis yang dimiliki setiap individu pada siswa, (3) manfaat dari diterapkannya program gerakan literasi sekolah ini adalah dapat menambah wawasan siswa semakin luas, tidak hanya tentang satu pengetahuan namun secara umumnya, melatih siswa tampil percaya diri di depan kelas menyampaikan kembali teks yang telah dibaca dengan suara lantang, membaca memunculkan kreativitas siswa dengan memanfaatkan barang bekas.
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Ditinjau dari Teori SKEMP Materi Segi Empat Suci Fatmala Sari; Amrullah Amrullah; Nani Kurniati; Syahrul Azmi
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.873

Abstract

Kemampuan memahami matematika merupakan hal yang penting dan harus dikuasai oleh siswa. Namun, banyak siswa kesulitan untuk memahami dan memecahkan masalah. Pemahaman matematis yang dapat digunakan guru untuk memastikan pemahaman siswa dan untuk mengidentifikasi siswa yang benar-benar paham  atau tidak adalah teori Skemp. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pemahaman matematis siswa ditinjau dari teori Skemp materi segi empat pada siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Mataram. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Instrument yang digunakan adalah tes kemampuan pemahaman matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan pemahaman tinggi memenuhi semua indikator pemahaman matematis, mampu menjelaskan, dan masuk ke dalam pemahaman relasional. Siswa dengan pemahaman matematis  sedang memenuhi 6 dari 7 indikator pemahaman matematis, mampu menjelaskan dan masuk ke dalam pemahaman relasional. Siswa dengan pemahaman matematis rendah memenuhi 4 dari 7 indikator pemahaman matematis, tidak mampu menjelaskan dan masuk ke pemahaman instrumental. Dengan demikian, siswa dengan pemahaman matematis  tinggi dan sedang memiliki pemahaman relasional. Sedangkan, siswa dengan pemahaman matematis rendah memiliki pemahaman instrumental.
Analisis Peran Orang Tua dalam Memberikan Motivasi Belajar Siswa di SDN 2 Beleka Tahun Ajaran 2022/2023 Windy Aulia; Darmiany Darmiany; Muhammad Makki
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.874

Abstract

Peran orang tua dalam kegiatan belajar siswa merupakan upaya orang tua dalam memberikan dukungan pada siswa. Peran orang menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, dimana tinggi rendah motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh peran orang tua. Siswa yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan dapat  mengatasi faktor lain yang menjadi penghambat  kegiatan belajar oleh karena itu orang tua sebagai motivator dalam segala aktivitas siswa dari segi kebutuhan fasilitas belajar  dan penumbuhan rasa semangat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran orang tua dalam memberikan motivasi belajar siswa di SDN 2 Beleka. Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian yaitu 3 orang tua, 3 siswa kelas VI B dan 1 orang wali kelas. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Anlisis data yang digunakan ialah reduksi data, display data dan verifikasi data. Keabsahan data penelitian  yaitu triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian peran orang tua dalam memberikan motivasi belajar siswa sudah berperan cukup aktif. Bentuk peran orang tua dalam memberikan motivasi belajar terhadap siswa yaitu menyediakan fasilitas belajar, memberikan penghargaan atau hadiah, mengawasi  kegiatan belajar, mengatasi kesulitan belajar. Motivasi belajar sudah orang tua berikan tetapi belum optimal karena beberapa siswa memiliki motivasi belajar dan kemampuan belajar yang rendah. Orang tua dengan kendala harus bekerja juga tidak selalu bisa mendampingi siswa yang membuat kegiatan belajar siswa belum optimal secara merata. Motivasi belajar siswa di kelas VI B dilihat dari beberapa aspek seperti ketertarikan dalam belajar, waktu belajar, mengutamakan kegiatan belajar dari kegiatan lain dan ketekunan dalam mengerjakan tugas.
Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book Pada Mata Pelajaran IPS Materi Keberagaman Budaya Indonesia Pada Siswa Kelas IV SDN 15 Mataram Nafilah Rahman; Nurul Kemala Dewi; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.875

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan produk berupa media pembelajaran Pop-Up Book Pada Mata Pelajaran IPS Materi Keberagaman Budaya Indonesia, mengetahui langkah-langkah pembuatan membuat media pembelajaran Pop-Up Book, mengetahui kelayakan media pembelajaran Pop-Up Book, dan respon siswa terhadap media pembelajaran Pop-Up Book untuk siswa kelas IV SDN 15 Mataram. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) menggunakan model pengembangan ADDIE. Penelitian ini menggunakan 5 tahapan penelitian yaitu analyze (analisis), design (desain), development (pengembangan), implementation (implementasi), dan evaluation (evaluasi). Penelitian dilakukan di SDN 15 Mataram, Kecamatan Mataram. Alat pengumpulan data menggunakan angket. Hasil penelitian dan pengembangan ini adalah media pembelajaran Pop-Up Book pada mata pelajaran IPS materi keberagaman budaya Indonesia. Berdasarkan penilaian dari validator ahli media mendapatkan kriteria sangat layak dengan rerata peresentase       92,5 %, penilaian dari ahli materi mendapatkan kriteria sangat layak dengan rerata persentase 89,70%. Hasil uji coba kelompok kecil pada tahap 1 mendapatkan kriteria sangat layak dengan persentase 87,5%, uji tahap 2 mendapatkan kriteria sangat layak dengan rerata persentase 87,5% dan uji coba tahap 3 mendapatkan kriteri sangat layak dengan rerata persentase 89, 58%.
Analisis Kesulitan dalam Memecahkan Masalah Soal Cerita Matematika dan Bentuk Scaffolding yang Diberikan Pada Peserta Didik Kelas X SMA Al Ma’arif NU Sinah Pengembur Tahun Ajaran 2021/2022 Baiq Nopiana Lombasari; Sri Subarinah; Syahrul Azmi; Nani Kurniati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3c (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3c.876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan yang dialami peserta didik, bentuk scaffolding yang diberikan, dan kemampuan peserta didik setelah diberikan scaffolding dalam memecahkan masalah soal cerita matematika. Materi yang digunakan adalah sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV). Penelitian ini dilakukan di kelas X SMA Al Ma’arif NU Sinah Pengembur pada semester ganjil tahun ajaran 2021/2022 dengan subjek yang terdiri dari 15 peserta didik. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes diagnosis, hasil wawancara, proses scaffolding, dan tes kemampuan memecahkan masalah. Kesulitan yang dialami peserta didik diantaranya: 1) memahami masalah (menentukan apa yang diketahui dan ditanyakan pada soal); 2) merencanakan penyelesaian (membuat model matematika); 3) menyelesaikan permasalahan (mengoperasikan model matematika); 4) memeriksa kembali (memeriksa kebenaran jawaban termasuk menarik kesimpulan). Ditinjau dari tahapan pemecahan masalah menurut Polya scaffolding yang diberikan disesuaikan dengan letak kesulitan dalam memecahkan masalah soal cerita yaitu; pada tahap memahami masalah scaffolding yang diberikan ialah explaining, reviewing dan restructuring), pada tahap merencanakan penyelesaian dan menyelesaikan permasalahan yaitu reviewing dan restructuring. Sedangkan pada tahap memeriksa kembali scaffolding yang diberikan ialah explaining, reviewing, restructuring, dan developing conseptual thingking. Berdasarkan hasil analisis tes kemampuan memecahkan masalah kemampuan peserta didik dalam memecahkan masalah soal cerita matematika setelah diberikan scaffolding rata-rata nilainya adalah 73,75 yang termasuk dalam kategori baik.

Page 51 of 249 | Total Record : 2483