cover
Contact Name
Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd
Contact Email
jipp_info@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipp_info@unram.ac.id
Editorial Address
Mailing Address Jl. Majapahit No. 62 Mataram Principal Contact Dr. Lalu Muhaimi, M.Pd Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Jl. Majapahit No. 62 Mataram, Lombok, Indonesia Phone: 082191356473 Email: lalu_muhaimi16@unram.ac.id
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 25027069     EISSN : 26208326     DOI : https://doi.org/10.29303/jipp.v5i1.99
Core Subject : Education,
JIPP (Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan) (ISSN Print 2502-7069 and ISSN Online 2620-8326) is a peer-reviewed journal published biannually by Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) University of Mataram, Mataram, Lombok, Indonesia. The journal publishes research and conceptual articles in the field of teaching and learning theories and activities focusing on science education, social science education, linguistics and literature education, language teaching and the like. This journal is published in both printed and online versions. JIPP is in the processes of being accredited and then become a member of cross-reference so that all the articles being published by JIPP will automatically have unique DOI number.
Articles 3,469 Documents
Gerakan Berajah Bareng Berbasis Sesenggak Sasak untuk Mencegah Praktik Merarik Kodek pada Anak Migran di Lombok Haniza Febriani; Nanda Haerani; Made Widia Cindani; Ida Ayu Putu Maheswari; Muhammad Juandika Rahman; Nursaptini Nursaptini
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4396

Abstract

Merarik Kodek masih menjadi persoalan sosial serius di Lombok, terutama di Desa Gereneng Timur yang didominasi oleh keluarga buruh migran. Kondisi ini dipengaruhi oleh lemahnya pengasuhan akibat migrasi orang tua, tekanan sebaya, rendahnya literasi pendidikan, serta pergeseran makna tradisi yang tidak lagi sesuai dengan adat Sasak. Penelitian ini mengembangkan Women Rise Movement melalui Gerakan Berajah Bareng berbasis Sesenggak Sasak sebagai strategi pencegahan pernikahan dini bagi anak migran. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan spiral analisis Creswell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merarik Kodek terjadi bukan karena tradisi semata, melainkan akibat dinamika sosial yang menempatkan remaja dalam posisi rentan tanpa kontrol orang tua. Implementasi Berajah Bareng mampu meningkatkan kesadaran kritis remaja terhadap dampak pernikahan dini dan memulihkan fungsi kearifan lokal sebagai pedoman hidup yang menekankan kehati-hatian, pendidikan, dan penghargaan terhadap perempuan. Nilai-nilai Sesenggak Sasak terbukti efektif sebagai media edukasi yang dapat diterima oleh remaja dan masyarakat, sehingga mampu menurunkan kecenderungan Merarik Kodek dan memperkuat orientasi masa depan remaja. Penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kultural berbasis kearifan lokal dapat menjadi model efektif dalam pencegahan pernikahan usia anak dan selaras dengan upaya pencapaian SDGs poin 5 tentang kesetaraan gender dan perlindungan anak.
Student Activity Learning sebagai Model Pembelajaran Berbasis Aktivitas untuk Penguatan Literasi Kewarganegaraan Mohammad Ismail; Basariah Basariah; Nurlatifa Nurlatifa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4400

Abstract

Literasi kewarganegaraan merupakan kompetensi penting yang perlu diperkuat melalui pembelajaran berbasis aktivitas siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model Student Activity Learning (SAL) sebagai model pembelajaran berbasis aktivitas dalam penguatan literasi kewarganegaraan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kuasi-eksperimen melalui desain pretest–posttest pada dua kelas eksperimen yang masing-masing berjumlah 42 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes literasi kewarganegaraan yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Uji validitas data meliputi uji validitas isi dan uji reliabilitas instrumen, sedangkan uji prasyarat analisis dilakukan melalui uji normalitas dan uji homogenitas. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji paired samples t-test, dan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor literasi kewarganegaraan siswa pada kelas eksperimen 1 meningkat dari 70,3 menjadi 83,2 dan pada kelas eksperimen 2 meningkat dari 69,9 menjadi 82,5. Peningkatan tertinggi terjadi pada aspek keterampilan kewarganegaraan dengan selisih skor masing-masing sebesar 16,3 dan 15,8 poin, diikuti aspek pengetahuan sebesar 14,3 dan 14,1 poin, serta aspek sikap sebesar 8,2 dan 7,8 poin. Hasil uji paired samples t-test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh aspek (p < 0,05), sedangkan uji independent samples t-test menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelas eksperimen pada skor posttest (p > 0,05), yang mengindikasikan bahwa model SAL memberikan pengaruh yang konsisten dalam penguatan literasi kewarganegaraan siswa.
Membangun Identitas Kebangsaan di Tanah Rantau: Studi Kualitatif Adaptasi Sosial Mahasiswa PPKn Maria Grace Putri Edi; M. Samsul Hadi; Jumrawati Jumrawati; Feryna Nur Rosyidah; Ahmad Hudori; Sopiani Sopiani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) yang merantau membangun identitas kebangsaan melalui proses adaptasi sosial di lingkungan kampus. Sebagai individu yang hidup dalam lingkungan multikultural, mahasiswa perantau menghadapi tantangan dalam menyesuaikan diri terhadap perbedaan budaya, bahasa, dan nilai sosial. Pendekatan penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan sifat deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan mahasiswa PPKn perantau di Universitas Mataram. Proses analisis dilakukan dengan mengadopsi model Miles dan Huberman, yang mencakup tahapan pemilahan dan penyederhanaan data, penyajian informasi secara sistematis, serta perumusan temuan sebagai bentuk penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adaptasi sosial mahasiswa berlangsung melalui komunikasi lintas budaya, keterbukaan diri, dan keterlibatan aktif dalam kegiatan sosial di kampus. Proses ini tidak hanya membantu mahasiswa menyesuaikan diri secara sosial, tetapi juga memperkuat identitas kebangsaan yang berakar pada nilai-nilai Pancasila, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan rasa cinta tanah air. Faktor yang memengaruhi proses tersebut meliputi kesiapan mental, motivasi, dukungan sosial, dan lingkungan kampus yang inklusif. Dengan demikian, adaptasi sosial mahasiswa PPKn perantau menjadi sarana penting dalam membangun karakter kebangsaan yang kuat dan berkepribadian luhur.
Integrasi Experiential learning Berbasis Outbound pada Mata Kuliah Kewarganegaraan untuk Meningkatkan Civic skills Mahasiswa Jumrawati Jumrawati; Maria Grace Putri Edi; M. Samsul Hadi; Ahmad Alhudori
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4408

Abstract

Meningkatnya kompleksitas sosial, kemajuan teknologi, serta dinamika global abad ke-21 menuntut pembaruan pendekatan dalam pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi. Sebagai mata kuliah wajib kurikulum, Kewarganegaraan berperan tidak hanya sebagai sarana pemahaman konsep hak dan kewajiban warga negara, tetapi juga sebagai wahana pembentukan keterampilan kewarganegaraan (civic skills) yang mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dan konstruktif dalam kehidupan demokratis. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan integrasi experiential learning berbasis outbound dalam perkuliahan Kewarganegaraan serta mengidentifikasi civic skills yang berkembang melalui penerapannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, serta analisis model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi experiential learning berbasis outbound berlangsung melalui siklus pengalaman konkret, refleksi kritis, konseptualisasi abstrak, dan eksperimen aktif yang terstruktur secara sistematis pada tahap persiapan, pelaksanaan, hingga refleksi. Mahasiswa menginternalisasi nilai kewarganegaraan melalui dinamika kelompok, permainan edukatif, dan simulasi peran. Civic skills yang berkembang mencakup berpikir kritis, komunikasi demokratis, kepemimpinan, kerja sama, pengambilan keputusan kolektif, serta partisipasi sosial-politik yang bertanggung jawab. Dengan demikian integrasi experiential learning berbasis outbound dalam Mata Kuliah Kewarganegaraan berfungsi sebagai pendekatan pedagogis reflektif yang mendorong pemahaman mendalam terhadap nilai demokrasi, keberagaman, dan tanggung jawab sosial, sekaligus membentuk profil smart citizen dan good citizen.
Pengembangan Modul Berbasis Ekosistem Mangrove Sebagai Bahan Ajar IPA di SMP Pesisir Lombok Tengah dan Lombok Timur Habibah Habibah; Abdul Syukur; Eni Suyantri
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4411

Abstract

Modul pembelajaran merupakan salah satu bahan ajar sistematis yang dirancang untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran secara mandiri dan terarah sesuai dengan krakteristik materi dan lingkungan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul berbasis ekosistem mangrove sebagai bahan ajar IPA bagi siswa SMP di wilayah pesisir Lombok Tengah dan Lombok Timur serta mendeskripsikan tingkat kelayakannya sebagai bahan ajar kontekstual. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang difokuskan pada tahap analisis, perancangan, dan pengembangan. Pada tahap analisis, peneliti melakukan identifikasi kebutuhan, analisis kurikulum, dan kajian potensi ekosistem mangrove. Tahap perancangan meliputi penyusunan capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, struktur materi, dan desain tampilan modul. Tahap pengembangan dilakukan melalui penyusunan produk, validasi ahli, dan revisi berdasarkan masukan validator.  Proses validasi melibatkan ahli media, ahli materi, dan enam guru IPA sebagai pengguna. Hasil validasi menunjukkan bahwa modul memperoleh persentase kelayakan sebesar 81% dari ahli media yang termasuk dalam kategori sangat layak dan 92,5% dari ahli materi yang termasuk dalam kategori sangat layakk, sedangkan hasil penilaian guru berada pada rentang 73,52% hingga 95,23% dengan rata-rata 86,62%, yang termasuk dalam kategori sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut, modul berbasis ekosistem mangrove dinyatakan sangat layak digunakan sebagai bahan ajar IPA kontekstual dan berpotensi meningkatkan pemahaman serta keterlibatan peserta didik dalam mempelajari materi interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.
Implementasi QR Code Sebagai Media Informasi dan Panduan Digital Penggunaan Alat Laboratorium Fisika Rifki Rifaldy; Sakila Zhahara Agustina; Muh. Makhrus; Gusti Afifah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4433

Abstract

Pembelajaran fisika berbasis praktikum menuntut keterampilan prosedural dalam penggunaan alat laboratorium secara tepat dan aman. Namun, panduan penggunaan alat laboratorium fisika umumnya masih berbentuk manual cetak yang terbatas aksesnya. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan QR Code sebagai media informasi dan panduan digital penggunaan alat laboratorium fisika. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif implementatif dengan tahapan inventarisasi alat, penyusunan konten panduan digital, pembuatan QR Code, serta pelabelan pada alat praktikum. Hasil implementasi menunjukkan bahwa QR Code mampu menghubungkan pengguna dengan panduan digital yang memuat informasi alat, meliputi definisi, fungsi, komponen, cara penggunaan, dan tips perawatan. Pemanfaatan QR Code memudahkan akses informasi, meningkatkan kemandirian pengguna, serta mendukung efektivitas pembelajaran praktikum fisika dan pengelolaan laboratorium.
Analisis Prinsip Green Constitution Pada Awig-Awig dalam Pembentukan Civic Virtue dan Ecological Citizenship I Nengah Agus Tripayana; Fitriah Artina; I Wayan Eka Santika
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4434

Abstract

Penelitian ini mengkaji awig-awig sebagai bentuk green konstitusi pada masyarakat adat Sasak dalam perspektif ecological citizenship. Latar belakang penelitian ini adalah meningkatnya krisis lingkungan global yang menuntut penguatan prinsip perlindungan lingkungan dalam kerangka konstitusional, termasuk pada sistem hukum non-negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis substansi awig-awig sebagai konstitusi hijau sebagai wujud civic virtue yang mengatur relasi manusia dan lingkungan serta perannya dalam membentuk ecological citizenship masyarakat adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kepustakaan (Library Research) dengan teknik pengumpulan data melalui analisis dokumen awig-awig, artikel jurnal dan penelitian terdahulu. Analisis data dilakukan secara tematik dengan berpijak pada teori green konstitution dan ecological citizenship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa awig-awig memuat prinsip-prinsip konstitusional ekologis, kewajiban ekologis warga adat, serta mekanisme penegakan norma lingkungan yang bersifat restoratif. Awig-awig tidak hanya berfungsi sebagai hukum adat, tetapi juga sebagai konstitusi hijau yang hidup dan efektif dalam membentuk kesadaran kewargaan ekologis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa awig-awig dapat diposisikan sebagai model green konstitusi berbasis kearifan lokal yang relevan bagi pengembangan kajian PPKn dan pendidikan kewarganegaraan ekologis.
Sufistic Eco-Theology–Based Arabic Language Education: An Environmental Spirituality Approach to Language Learning M. Taufiq Akbar; Ulyan Nasri; Multazam Hajras
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4468

Abstract

This study is motivated by the limited integration of spiritual values and ecological awareness in Arabic language education, which has predominantly emphasized linguistic competence while neglecting ethical and spiritual dimensions. In fact, the Arabic language is epistemologically connected to Islamic teachings, including Sufistic eco-theology that views nature as a manifestation of divine signs. This research aims to analyze and formulate a Sufistic eco-theological approach to Arabic language education as a means of fostering environmental spirituality within language learning. Employing a qualitative approach, this study applies library research and conceptual analysis of Sufistic literature, Islamic eco-theology, and language education theories. The research stages include examining the core concepts of Sufistic eco-theology, analyzing their relevance to Arabic language learning, and developing an integrative instructional framework. The findings reveal that integrating Sufistic eco-theological values into Arabic language education enriches instructional materials, strengthens students’ spiritual-affective dimensions, and cultivates ecological awareness grounded in Islamic values. The study concludes that a Sufistic eco-theological approach offers a viable alternative paradigm for developing holistic and transformative Arabic language education.
Kepemimpinan Visioner Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam (Studi Kasus Yayasan Pondok Pesantren Pondok Tahfidz Baqiyatussalaf Rumah Qur’an Nahdlatul Wathan Lombok) Satriawan Satriawan; S. Ali Jadid Idrus; Ahyar Ahyar
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4487

Abstract

Kepemimpinan visioner merupakan faktor strategis dalam menentukan arah, keberlanjutan, dan mutu pengembangan lembaga pendidikan Islam di tengah dinamika perubahan sosial, budaya, dan globalisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, praktik, dan implikasi kepemimpinan visioner dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam dengan studi kasus di Yayasan Pondok Tahfidz Baqiyatussalaf Rumah Qur’an Nahdlatul Wathan Lombok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner di yayasan tersebut diwujudkan melalui perumusan visi keislaman yang futuristik, penguatan budaya organisasi Qur’ani, pengelolaan sumber daya manusia secara partisipatif, serta pengembangan inovasi kelembagaan yang adaptif terhadap tuntutan zaman. Kepemimpinan visioner tidak hanya berperan sebagai pengarah kebijakan kelembagaan, tetapi juga sebagai kekuatan moral dan inspiratif dalam menjaga identitas keislaman sekaligus mendorong profesionalisme pengelolaan pendidikan. Dengan demikian, kepemimpinan visioner menjadi pilar utama dalam pengembangan lembaga pendidikan Islam yang berkelanjutan, berkarakter, dan berorientasi pada peningkatan mutu.