cover
Contact Name
Nur Hanifah Insani
Contact Email
hanifahnurinsani@mail.unnes.ac.id
Phone
+62854354123
Journal Mail Official
hanifahnurinsani@mail.unnes.ac.id
Editorial Address
Gedung B8 Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
ISSN : 22526307     EISSN : 2714867X     DOI : https://doi.org/10.15294/piwulang.v7i2
This journal contains article about Javanese language, literature, culture, arts, and education learning.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 234 Documents
the experiment KEEFEKTIFAN BUKU "AYO MACA AKSARA JAWA" DALAM PEMBELAJARAN MEMBACA AKSARA JAWA UNTUK SISWA KELAS IV SDN 1 KEMURANG KULON Setianingrum, Dwi Ayu
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 4 No 2 (2016): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang jawa.v4i2.15456

Abstract

ABSTRAK Setianingrum, Dwi Ayu. 2017. Keefektifan Buku Ayo Maca Aksara Jawa dalam Pembelajaran Membaca Aksara Jawa untuk Kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Kemurang Kulon. Skripsi, Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Mujimin, S.Pd., M.Pd; Pembimbing II : Drs. Hardyanto, M.Pd. Kata kunci : Keefektifan, Buku Ayo Maca Aksara Jawa, Membaca, Aksara Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dari Yuliana (2015) berjudul Pengembangan Buku Gladhen Aksara Jawa untuk Meningkatkan Keterampilan Membaca Aksara Jawa Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Dari penelitiaan tersebut menghasilkan buku yaitu buku Ayo Maca Aksara Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan buku Ayo Maca Aksara Jawa dapat meningkatkan keterampilan membaca aksara Jawa pada siswa kelas IV SDN 1 Kemurang Kulon, dan untuk mengetahui apakah ada perubahan perilaku siswa kelas IV SDN 1 Kemurang Kulon dalam mengikuti pembelajaran membaca aksara Jawa setelah menggunakan buku Ayo Maca Aksara Jawa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen menggunakan desain quasi experimental dengan bentuk penelitian noneuivalen control group design. Variabel dalam penelitian ini adalah buku Ayo Maca Aksara Jawa sebagai variabel bebas (X) dan keterampilan membaca aksara Jawa sebagai variabel terikat (Y). Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 1 Kemurang Kulon Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes. Subjek penelitian yaitu siswa kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan IVB sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen dalam perlakuannya dengan menggunakan buku Ayo Maca Aksara Jawa, sedangkan kelas kontrol tidak. menggunakan buku Ayo Maca Aksara Jawa dalam pembelajaran membaca aksara Jawa. Teknik pengumpulan data penelitian ini meliputi, tes, observasi, dan wawancara. Instrumen penelitian ini menggunakan metode tes, pedoman observasi, dan pedoman wawancara. Analisis data meliputi deskriptif data, uji normalitas, uji homogenitas, dan analisis akhir. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil perhitungan uji perbedaan dua rata-rata data posttest diperoleh nilai thitung = 2,871 ≥ 1,987 jadi Ha diterima, maka dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok Eksperimen dan kelompok Kontrol setelah diberikan pembelajaran yang berbeda pada Siswa Kelas IV. Dengan demikian kelompok siswa yang mendapat perlakuan dengan menggunakan buku Ayo Maca Aksara Jawa memiliki skor rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok siswa yang dalam pembelajaran tanpa menggunakan buku Ayo Maca Aksara Jawa dalam pembelajaran membaca aksara Jawa. Hasil observasi menunjukkan bahwa partisipasi siswa dalam pembelajaran meningkat, siswa lebih antusias dan aktif dalam mengikuti pembelajaran, serta siswa merasa senang belajar aksara Jawa menggunakan buku Ayo Maca Aksara Jawa.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS NARASI PERISTIWA BERBANTUAN MEDIA RAINBOWCARD PADA SISWA KELAS VII SMP N 2 KUDUS Rumita, Fifi Lia
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 4 No 2 (2016): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang jawa.v4i2.15479

Abstract

This research aimed to describe the difference ability in writing narrative text about event between experiment group which was taught in Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model using Rainbowcard and control group which was taught in conventional teaching method, and described how effective Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model using Rainbowcard in teaching writing descriptive text about event for seven graders of SMP Negeri 2 Kudus. This research was experiment study using quasi experimental design which was Nonequivalent Control Group Design. The result of this study showed there was difference in the result of post-test between experiment and control group in writing narrative text about event. Moreover, Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) model using Rainbowcard was more effective for teaching writing narrative text about event in Javanese compared to conventional teaching method in general. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan kemampuan menulis teks narasi peristiwa antara kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang berbantuan media Rainbowcard dengan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvesional, serta mendeskripsikan bahwa model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang berbantuan media Rainbowcard efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks narasi peristiwa pada siswa kelas VII SMP Negeri 2 Kudus. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan desain quasi experimental design yaitu Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan kondisi akhir antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dalam pembelajaran menulis teks narasi peristiwa. Selain itu, model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) yang berbantuan media Rainbowcard lebih efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks narasi peristiwa berbahasa Jawa dibandingkan dengan pembelajaran konvensional pada umumnya.
KEEFEKTIFAN MODEL KONSEP KALIMAT DENGAN MEDIA FLASH CARD DALAM MENULIS TEKS DESKRIPTIF TENTANG PERISTIWA BUDAYA PADA KELAS 7 SMP N 1 AMBARAWA Wijayanti, Evi
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 4 No 2 (2016): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang jawa.v4i2.15558

Abstract

ABSTRACT This research aimed to find out the differences of the ability of writing descriptive text about cultural event between students who learned sentence concept model using flash card and students who learned without concept sentence model without using flash card. Besides, this research also aimed to examine the effectiveness of concept sentence model using flash card media in writing descriptive text about cultural event for seven graders. The research design used in this study was quasi experimental design which was Nonequivalent Control Group Design. The population of this study was the seven graders of SMP Negeri 1 Ambarawa. The sampling it was obtained VII C as the experimental group and VII A as the control group. The conclusions of this study were as follows: First, there were significant difference of the ability in writing descriptive text between students who learned sentence concept model using flash card media and students who learned concept sentence model without using flash card media. Second, concept sentence model using flash card media was effective for teaching writing descriptive text about cultural event. Keyword :effectiveness, concept sentence model, flash card media, writing descriptive tect. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan menulis teks deskriptif peristiwa budaya antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model konsep kalimat dan media flash card dan siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan model konsep kalimat dan media flash card. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menguji keefektifan model pembelajaran konsep kalimat dan media flash card dalam pembelajaran menulis teks deskriptif tentang peristiwa budaya. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimental Design dengan pola Nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ambarawa, dengan sampel kelas VII C sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII A sevagai kelompok kontrol. Kesimpulan dari penelitian ini adalah, pertama terdapat perbedaan kemampuan menulis teks deskriptif yang signifikan antara siswa dari kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Kedua, model pembelajaran konsep kalimat dan media flash card efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks deskriptif tentang peristiwa budaya. Kata kunci : keefektifan, model konsep kalimat, media flash card, menulis teks deskriptif
Pengembangan Media Pembelajaran Sesorah Dengan Video Pepipak (Pembelajaran Pidato Ngapak) untuk Siswa Kelas IX SMP di Tegal fadhliani, nur izza; Indiatmoko, Bambang; Yuwono, Agus
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8 No 1 (2020): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang.v8i1.15952

Abstract

Objectives of the research are (1) to know the necessity of learning Javanese speech, (2) to know the prototype development of media pepipak video, (3) to know the product validation of media pepipak video for speech learning. This research uses the research and development approach. The development of this media is through five steps, i.e (1) potential problems, (2) data collection, (3) product design, (4) test expert validation, (5) design improvement. The instrument of this research is the nontest instrument in the form questionnaire. Based on the analysis results, the necessity of learning Javanese speech shows the teacher and the students need media pepipak video. The prototype results of media pepipak video have duration 04.18 minutes which consist of: (1) opening of media, (2) content of media, (3) closing of media. The test expert validation of the materials and media are obtained percentage 71.76% and 78,82% which includes a good category with some revisions, that is on the opening of media which is added the identity of the media maker.
Pengembangan Buku Cerita Bergambar Berdasarkan Lagu–Lagu Berbahasa Jawa sebagai Media Penanaman Nilai Karakter Anak Usia Dini di Kabupaten Pemalang Wati, Ira Pergiwo; Sukoyo, Joko; Widodo, Widodo
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8 No 1 (2020): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang.v8i1.15959

Abstract

Character education is very important, especially in childhood is an effective time for initiating the introduction and construction of traditional art. Based on observation, researchers found the problem, which is the lack of availability of the media that is able to attract the interest of students in learning Java language songs. Besides, children don’t understand Javanese Songs. The researchers had the idea to try to develop an interesting book, creative and innovative that is picture storybook based on Javanese language songs as a media to offer value character for children. In addition, that book can be used as cultural preservation efforts through appreciation. This is research and development (R&D). The data collection techniques used were documentation, observation, and question form. This book contains two main characters, there are safeguarding the environment and independently. This book contains 22 pages and it developed two stories containing character values.
SEMAR NGEJAWANTAH SEBAGAI METODE MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA BAHASA JAWA RAGAM KRAMA SISWA SMP saptanti, sari nur
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6 No 2 (2018): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang jawa.v6i2.17496

Abstract

Abstrak Secara umum siswa SMP belum mampu berbicara bahasa Jawa ragam krama dengan baik dan benar. Penguasaan kosa kata bahasa Jawa krama yang minimalis dan kebiasaan berbahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari mengakibatkan siswa kurang berani berbicara bahasa Jawa ragam krama dalam situasi formal. Usaha peneliti meningkatkan kompetensi siswa berbicara bahasa Jawa krama adalah menerapkan metode semar ngejawantah. Semar merupakan akronim atau gabungan kata seneng dan marem, sedangkan ngejawantah artinya menjelma/memerankan menjadi orang lain. Jadi semar ngejawantah artinya senang dan puas setelah menjelmakan diri menjadi peran orang lain. Landasan teori semar ngejawantah ini mengadaptasi teori bermain peran (Role Playing). Data PTK dua siklus ini diperoleh dari instrumen tes dan nontes. Pada tindakan pretes, nilai rata-rata berbicara siswa sebesar 71,56. Nilai ini termasuk kategori cukup. Pada siklus I nilai rata-rata kelas mencapai 81,33 atau terjadi peningkatan sebesar 14%. Nilai ini sudah termasuk kategori baik, hanya saja masih ada nilai sepuluh siswa belum mencapai batas KKM. Oleh karena itu, dilakukan tindakan siklus II dengan tujuan nilai semua siswa dapat mencapai KKM yaitu 80. Pada siklus II nilai rata-rata meningkat sebesar 5% menjadi 85,78, dengan semua siswa mencapai KKM. Peningkatan hasil tes keterampilan berbicara bahasa Jawa ragam krama dengan metode semar ngejawantah juga diikuti perubahan perilaku siswa ke arah positif. Siswa menjadi lebih aktif, kritis dan percaya diri untuk tampil berbicara bahasa Jawa. Perilaku negatif siswa seperti ramai sendiri, menganggu teman, melamun, dan mengantuk menjadi berkurang. Berdasarkan hasil yang telah dipaparkan dapat disimpulkan bahwa dengan metode semar ngejawantah terbukti dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Jawa ragam krama. Semar ngejawantah as a method to improve speaking high level javanese (krama) for Junior High School student. Key word : semar ngejawantah, speaking skill, krama variant, role playing Commonly Junior high school students are not able yet to speak high level javanese (krama) correctly and properly. Their vocabulary mastery and their habit to speech Indonesian in their daily conversation cause the students are lacking courage to speak krama in a formal situation. The researcher afford to improve the student competence in speaking krama by using semar ngejawantah method. Therefore, semar is an acronym or a merge word from seneng and marem, ngejawantah means playing role of someody else. So, semar ngejawantah means being happy and satisfied after manifest oneself to play the role of someone else. This theorical foundation of semar ngejawantah is adapted from role playing. The data of this action research here obtained from test and non test instruments. The pretest action, the average grade of the student’s speaking is 71,56 which was regarded as sufficient. In the first cycle, the average grade became 81,33 or undergoing an increase by 14%. This grade is categorized good, though there are still 10 students whose grades were below mastery learning grade (KKM) which is 80. In the second cycle, the average grade increase by 5%, so it became 85, 78 with all students reached KKM. The improvement of the test result of speaking competence with krama by applying semar ngejawantah method was followed by change of the student’s attitude toward a positive trend the students became more active, critical, self confidence level increased to talk in javanese. The students negative attitudes such as being noisy among themselves, disturbing others, day dreaming, and getting sleepy are decreased. Based on the result of the research, it can be concluded that semar ngejawantah method proves to be capable of improving the students’ krama speaking competence.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKS DESKRIPTIF BERBAHASA JAWA DENGAN MOVIE MAKER PADA SISWA KELAS X SMK PGRI 3 RANDUDONGKAL Chaerul Anam, Dani Mufti
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5 No 1 (2017): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang jawa.v5i1.17540

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan guru dan siswa mengenai media movie maker dalam pembelajaran teks berbahasa Jawa, bagaimana protoripe, hasil uji validasi, dan hasil uji coba media movie maker dalam pembelajaran teks berbahasa Jawa. Desain penelitian R&D (Research and Development) menggunakan enam tahapan pembelajaran. Subjek penelitian terdiri dari guru, siswa, dan dosen ahli. Hasil penelitian yaitu sebagai berikut. (1) Dibutuhkannya media movie maker dalam pembelajaran teks deskriptif berbahasa Jawa. (2) protoripe media movie maker terdiri atas bahan pembuatan media pembelajaran, proses produksi, dan hasil media movie maker berupa video tentang pembelajaran teks deskriptif berbahasa Jawa. (3) hasil uji coba validasi menyatakan bahwa media tersebut termasuk pada kriteria sudah baik dan layak untuk diujicobakan dalam pembelajaran di suatu sekolah. (4) hasil uji coba media menunjukkan peningkatan sebesar sebesar 13,42% dengan klasifikasi nilai rata-rata pretest sebesar 68,20 dan nilai rata-rata posttest sebesar 82,62. Perilaku siswa terhadap pemberlakuan media yaitu siswa merasa sangat antusias dan sangat aktif selama proses pembelajaran berlangsung, baik ketika menggunakan media, memahami materi, maupun menjawab pertanyaan mengenai teks deskriptif berbahasa Jawa. The aim of this research is to know the need of tachers and students of movie maker media in Javanesse text, how the prototype is, the result of validation test, and the result of the use of movie maker in Javanese language teaching. The research use R&D (research and development) design that use six steps of teaching. The subject of the research consists of teachers, students, and lecturer. The result of this reseach as follows. (1) the use of movie maker media in teaching javanese descriptive text is needed. (2) the prototype of movie maker media consist of teaching materials, production process, and the result of movie maker media is a video of teaching javanesse teaching text (3) the result of the validation test reveals that the media is good and proper to be used in teaching. (4) the result of media trial showed as 13,42% in which the pretest classification mark as 68,20% and the average of posttest as 82,62%. The students are atractively and actively involve in the learning process, both in using the media, understanding the material, and answering questions related to describtive text witten in Javanese language as well.
Pengembangan Media Flash Player dalam Pembelajaran Legenda untuk Siswa Kelas VIII SMP 2 Dawe Kudus Nafi'ah, Azmatun; Kurniati, Endang
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8 No 1 (2020): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang.v8i1.17610

Abstract

Learning legend is learning that provides knowledge to students about an event that is considered really happened in ancient times. Legend stories contain good exemplary values ​​such as religious, social, and cultural values ​​that can serve as examples to better shape student personalities. Therefore, important legend learning is taught to students at school, but the learning of the legend at SMP 2 Dawe Kudus is of less interest to the students. The problem is because of the teaching and learning activities during this run in conventional and not varied and less use of LCD facilities that have been installed in each class. In addition, the learning of the legend in SMP 2 Dawe Kudus using the material Legend Bulusan from LKS in the form of text that is less contextual. Therefore, innovation is required to develop a more creative learning media such as flash media in the form of animated films in order to increase student interest in learning. The approach used in this research was Research and Development (R&D) which conducted with five stages, including potential and problem analysis, data collection, product design, design validation, and product testing. The subjects of this research were teachers of Javanese subject, students of grade VIII SMP 2 Dawe Kudus, interpreters of legend story, material expert, media expert, and media user. Data collection used in this research is questionnaires, interview guides, tests, and observation. The data was analyzed in qualitative-descriptive. The results showed students the experimental class that performed higher learning outcomes than the control class.
Pengembangan Media Pembelajaran Berdialog dengan Animasi Pacelathon untuk Siswa Tunagrahita Ringan SMPLB Nurfitriah, Alfiatun -
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5 No 1 (2017): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang jawa.v5i1.18080

Abstract

Materi pacelathon diajarkan pada siswa tunagrahita ringan SMPLB agar siswa memahami unggah-ungguh basa. Pembelajaran tersebut terlaksana dengan bantuan buku dan gambar. Kenyataannya siswa kesulitan dalam memahami materi karena kemampuan membaca siswa berbeda. Keterbatasan media yang digunakan menjadi dasar perlunya pengembangan media yang dapat membantu siswa dalam memahami materi. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media pembelajaran audiovisual untuk pembelajaran berdialog. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan, dengan enam tahapan penelitian, meliputi identifikasi potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, serta uji coba terbatas. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan tes. Hasil penelitian ini berupa media audiovisual video animasi sederhana yang dirancang dengan Adobe Flash CS6 dan Powtoon. Media berisi contoh dialog berbahasa Jawa di kehidupan sehari-hari. Hasil validasi menunjukkan perolehan skor rata-rata 3,62 (cukup) dari ahli materi, skor 4,15 (baik) dari ahli media, dan 3,58 (cukup) dari guru. Perbaikan media dilakukan pada pemilihan kata, penyederhanaan kalimat, perbaikan tampilan awal, pengurangan transisi gambar, dan perbaikan volume serta intonasi. Hasil uji coba terbatas menunjukkan siswa lebih antusias belajar dan nilai siswa meningkat sebesar 5,92 poin, yaitu dari nilai awal 69,16 menjadi 75,08. Hal ini menunjukkan bahwa media dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dialogue has taught to mildly mentally retarded student in special education to make student understand rules of speaking. The learning is accomplished with books and pictures. Students have difficulties in understanding material because students' reading ability is different. The limitations of media become basis of media’s development which can help students understanding material. The purpose of this research was to developed audiovisual learning media for dialogue learning. This research used research and development method, with six stages, covering potential and problem identification, data collection, product design, design validation, design revision, and limited test. Data collected by used observation, interviews, questionnaires, and tests. The result of this research was simple animated video. Media contained examples of conversation in Javaneese language in everyday. Result of validation showed average score 3.62 (enough) from the material expert, 4.15 (good) from the media expert, and 3.58 (enough) from teacher. The improvement of media were made on word selection, sentence simplification, initial display improvements, image transition reductions, volume and intonation improvements. At last, result of limited test showed that student were more enthusiastic to learn. Student’s score increased by 5.92 points, from initial score 69.16 to 75.08. This showed that media improved student learning outcomes. Keyword: animation; dialogue; media
Pengembangan Buku Cerita Ramayana Berbahasa Jawa sebagai Penunjang Pembelajaran Sastra Wayang Bagi Siswa Tunagrahita SMPLB di Semarang Kirom, Dina Ashlikhatul; Mujimin, Mujimin; Widodo, Widodo
Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8 No 1 (2020): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa
Publisher : Jurusan Bahasa dan Sastra Jawa Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/piwulang.v8i1.19702

Abstract

Ramayana is a story about the Javanese puppet there in Kurikulum 2013 for Junior High School. Extraordinary Junior High School (SMPLB), specifically mental retardation, used that curriculum. The teacher of SMPLB is a classroom teacher there was find it difficult using Ramayana’s story for the lesson. Lack of teaching materials and student interest to learn Ramayana’s story make Javanese Ramayana storybook worthy to be developed. Based on the questionnaire, this Javanese Ramayana storybook is needed by teachers and students. Then generated the storybook "Crita Ramayanaku" was accorded the title and purpose of the manufactured, that used Javanese language and translated into Indonesian. From the story content, design, and image structure are feasible to use based on the assessment of media experts and materials. Then the Javanese Ramayana storybook for mental retardation students of SMPLB in Semarang proved to be effectively used in learning the story of Ramayana

Filter by Year

2013 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 11 No 2 (2023): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 11 No 1 (2023): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 10 No 2 (2022): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 10 No 1 (2022): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 9 No 2 (2021): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 9 No 1 (2021): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8 No 2 (2020): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 8 No 1 (2020): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 7 No 2 (2019): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 7 No 1 (2019): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 7 No 1 (2019): Piwulang Jawi Vol 6 No 2 (2018): Piwulang Jawi Vol 6 No 2 (2018): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6 No 1 (2018): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 6 No 1 (2018): Piwulang Jawi Vol 5 No 2 (2017): Piwulang Jawi Vol 5 No 2 (2017): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5 No 1 (2017): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 5 No 1 (2017): Piwulang Jawi Vol 4 No 2 (2016): Piwulang Jawi Vol 4 No 2 (2016): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 4 No 1 (2016): Piwulang Jawi Vol 4 No 1 (2016): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 3 No 2 (2015): Piwulang Jawi Vol 3 No 2 (2015): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 3 No 1 (2015): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 3 No 1 (2015): Piwulang Jawi Vol 2 No 2 (2014): Piwulang Jawi Vol 2 No 2 (2014): Piwulang : Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 1 No 1 (2013): Piwulang: Jurnal Pendidikan Bahasa Jawa Vol 1 No 1 (2013) More Issue