cover
Contact Name
Anitawati
Contact Email
jurnal.bebasan@gmail.com
Phone
+6287771921908
Journal Mail Official
jurnal.bebasan@gmail.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Banten, Kompleks Perkantoran BPCB, Jalan Letnan Djidun Blok J Nomor 2, Lontar Baru Kepandean, Serang, Banten 42115
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
Jurnal Bébasan
Published by Kantor Bahasa Banten
ISSN : 24067466     EISSN : 27214362     DOI : https://doi.org/10.26499/bebasan
Core Subject : Education,
BÉBASAN is a journal aiming to publish literary studies (either Indonesian, local, or foreign literature) and linguistic studies (either applied linguistic and/or linguistic in pedagogy). All articles in BÉBASAN have already passed reviewing process by peer reviewers and edited by editors. BÉBASAN is published by Kantor Bahasa Banten twice a year, in June and December.
Articles 119 Documents
PENGGUNAAN IDIOM BAHASA SUNDA DALAM KUMPULAN CERPEN HAYANG PANGGIH JEUNG NABI HIDIR SARIAH, SRH
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 2 (2017): BÉBASAN Edisi Desember 2017
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This Study discusses about the usage od Sundanese idioms on short stories entitled  Hayang Panggih Jeung Nabi Hidir  (HPJNH). Idiom as one of language expression and variation is very interesting to be explored. Based on qualitative paradigm to reveal the shape and meaning of those Sundanese idioms on HPJNH as well as its fundamental problem. The purpose of the study is to describe and identify Sundanese idioms form, meaning, and genre on HPJNH. Such supporting concepts use on the study are Makkai (1972:22?34), Palmer (1981:80?82) and Alwi et al (2003:157?158). Their findings were idiom in Sundanese from contained in a collection of short stories HPJNH are idoms phrase and idiomatic expression. Idiomatic phrase has two formations, namely pharse of idiomatic verbal and nominal. Phrase of verbal idiom has one formation which combines of verb + naoun element. Idiomatic nominal phrase has two formations: (1) combined of noun + noun elements and (2) combined of the adjective + noun elements. Joint those elements of verb + noun idiom are full of types, such as mukakeun lawang kagaiban, while those contain halfidioms is tukar guling. Idiom of nominal phrase on the combined noun elements + other noun elements more massive using full idiom, such as pangupa jiwa, whereas other half-idioms, such as harkat jalma. Joint of those elements of adjective + noun tend to use full idiom, such as gede hulu, whereas half idioms, such as aki-aki nyentrik.
IDENTIFIKASI DIALEKTOLOGIS BAHASA JAWA DI KABUPATEN TRENGGALEK Komariyah, Siti
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 1 (2016): BÉBASAN Edisi Juni 2016
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.051 KB) | DOI: 10.26499/bebasan.v3i1.27

Abstract

Perbedaan dialek maupun subdialek yang ada dalam suatu bahasa dapat diidentifikasi melalui pengkajian secara dialektologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi isolek Jawa di Kabupaten Trenggalek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simak dan cakap. Metode simak menggunakan teknik sadap, catat, dan rekam, sedangkan metode cakap menggunakan teknik pancing, cakap semuka, dan teknik rekam. Analisis data menggunakan metode dialektometri. Data penelitian ini dikumpulkan dari lima daerah pengamatan yang menjadi wilayah penelitian, yaitu Desa Tamanan, Kecamatan Trenggalek, Desa Karanganyar, Kecamatan Gandusari, Desa Besuki, Kecamatan Panggul, dan Desa Duren Sumurup, Kecamatan Bendungan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang yang terdiri atas 400 glos yang yang meliputi Kosakata Dasar Swadesh, Bagian Tubuh, Sistem Kekerabatan, Gerak dan Kerja, serta Kata Tugas. Dari penghitungan dialektometri terhadap 400 glos tersebut didapatkan hasil sebagai berikut. Bahasa Jawa yang digunakan di wilayah Trenggalek terdapat dua kelompok, yaitu subdialek Besuki, dan beda wicara antara Tamanan,Karanganyar, Tanggaran, dan Duren Sumurup.
IMPLEMENTASI CONCEPT CHECKING QUESTION (CCQ) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN TARUNA TERHADAP KONSEP-KONSEP KOSAKATA, GRAMMAR, DAN TEKS BAHASA INGGRIS Nugraha, Deni Sapta
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 4, No 1 (2017): BÉBASAN Edisi Juni 2017
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.522 KB) | DOI: 10.26499/bebasan.v4i1.64

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Concept Checking Questions (CCQs) sebagai sebuah teknik questioning dalam meningkatkan pemahaman taruna terhadap unsurunsur bahasa seperti tata bahasa dan kosakata, selain meningkatkan pemahaman terhadap unsur bahasa, CCQ dalam penelitian ini juga digunakan dalam meningkatkan pemahaman membaca taruna terhadap teks bahasa Inggris. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar tes bahasa Inggris, kuesioner, dan observasi lapangan. Metode penelitian ini menggunakan rancangan classroom action research (penelitian tindakan kelas) dimana proses implementasi CCQ ini dilakukan di dalam kelasuntuk melihat peningkatan pemahaman taruna terhadap unsure bahasa dan keterampilan bahasa terutama membaca. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan CCQ mampu meningkatkan pemahaman taruna terhadap konsep-konsep kosakata dan tata bahasa serta text, dengan capaian nilai rata-rata 82dari nilai yang telah ditentukan sebesar 75.
SISTEM FONOLOGI BAHASA MELAYU DIALEK AMBON Erniati, NFN
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 6, No 2 (2019): BÉBASAN Edisi Desember 2019
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.091 KB) | DOI: 10.26499/bebasan.v6i2.116

Abstract

The Malay Ambonese language is a that is classified as a family or dialect of standard Malay language spoken by the people residing in Ambon Island, Lease Islands, Saparua, Haruku Nusa Laut, Buano Island, Manipa Island, Kelang Island and Seram Island . Malay Ambones language is also used as a trading language in Kei, Banda, Watubela Islands, Buru Island, Southeast Maluku to Southwest Maluku. The Malay Ambonese language has 245.020 million speakers spread throughout the Maluku Islands. Malay Ambonese language is included in the Polynesian Malay family. One way to preserve Malay Ambonese language is needed phonological research including the characteristics and distribution in the word. This study aims to determine the number of Malay language phonemes of Ambon dialect and its distribution in the word. Methode this research is qualitative-descriptive method. The analysis shows that the phoneme contained in Malay Ambonese language consists of five vowel phonemes and nineteen consonant phonemes.
THE TOURIST’S ELEGY: I TERCULTURALITY I THE POETRY BY D. ZAWAWI IMRO E TITLE REFREI DI SUDUT DAM Kurniawan, Abimardha
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 2, No 1 (2015): BÉBASAN Edisi Juni 2015
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.419 KB)

Abstract

The annual literatur festival named Winternachten brought the fame Indonesian poet D.Zawawi Imron making contact with cultural things in the etherlands. He documented his culturalcontact through poems that collected in anthology Refrein di Sudut Dam (2003). By those poems wecan see how the intercultural communication had been. As subject of those poems, who represented by?Aku? within texts, the poet interpreted to make an assessment of the cultural practices whichfounded by him on the outside of his cultural locus. His interpretations act had influenced byIndonesian collective memories about Dutch colonization and also his identity construction asMoslem, Indonesian and Madura people. He also got any cultural shocks for his cultural contact. Theanticipation to its condition was the strategies of adaptation. But if those strategies were failing, hehad chosen to return to his mother-culture at all. He had many options to return because he just atourist who went to visit the foreign country.
PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA ANAK USIA 10 BULAN (STUDI KASUS PADA ANAK LAKI-LAKI BERNAMA MUHAMMAD HAFIZ FIRDAUS) Anggraini, Ade Eka
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 3, No 2 (2016): BÉBASAN Edisi Desember 2016
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.535 KB) | DOI: 10.26499/bebasan.v3i2.50

Abstract

Perlu untuk diketahui seorang anak tidak dengan tiba-tiba memiliki tata bahasa B1 dalam otaknya dan lengkap dengan semua kaidahnya. Pemerolehan bahasa merupakan satu prosesperkembangan bahasa manusia. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Dengan pendekatan studi kasus yang berorientasi pada perkembangan anak usia 10 bulan bernama Muhamad Hafiz Firdaus. Instrumen yang digunakan adalah buku harian dan observasi. Hasilnya adalahperkembangan pemerolehan bahasa anak usia 10 bulan Muhamad Hafiz Firdaus mengalamiperkembangan pemerolehan basa pada tahap mengoceh (cooing) dan celoteh (babbling) anak selalumengulanginya karena bunyi-bunyi itu mirip dengan bunyi yang ia dengar dari ibunya. Dia juga membentuk kata-kata yang dibutuhkannya karena ada stumulus.
MENGUKUR KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGGUNAKAN PREPOSISI WAKTU Kamlasi, Imanuel
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 5, No 2 (2018): BÉBASAN Edisi Desember 2018
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.963 KB) | DOI: 10.26499/bebasan.v5i2.104

Abstract

The use of preposition of time (at/on/in) still becomes problems for junior high school students. Therefore; it is important to conduct the research on the ability of using preposition of time. This study aims at finding out the students‘ level of ability and describing the problems faced by the students in using preposition of time. The descriptive qualitative method was applied in this research. The instrument was a test. The subject was the second class students of SMP Kristen Kefamenanu. In data analyses, there were four steps; categorizing, tabulating, analyzing and describing. The result showed that the students‘ average score in preposition of time is 67.33 at average level. The highest number of students is at average level and between 60-69 with the total student is twelve. The data showed that the students‘ average score in preposition AT is 66 at average level. The students‘ average score in preposition ON is 68.5 at average level. The students‘ average score in preposition IN is 67.5 at average level. It indicates that the preposition of AT is very difficult for students while preposition ON is more easy for them.
ASPEK-ASPEK PENYADURAN DALAM NASKAH SANDIWARA SAMPEK & ENGTAY KARYA N. RIANTIARNO Mashuri, Mashuri
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 1, No 2 (2014): BÉBASAN Edisi Desember 2014
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.194 KB) | DOI: 10.26499/bebasan.v1i2.40

Abstract

Studi naskah sandiwara Sampek Engtay karya N. Riantiarno ini menggunakan teori resepsi sastra. Tujuannya menelusuri sambutan naskah drama tersebut terhadap cerita Sampek Engtay dari Cina yang berupa saduran. Terdapat beberapa saduran yang berbeda, karena konteksnya juga berbeda, dengan nilai-nilai universal masih tetap dipertahankan. Dalam sadurannya terdapat unsur-unsur komedi, yang berbeda dengan cerita asli yangberunsur tragedi. Dengan demikian, teks baru ini menggunakan strategi parodi dalam penyadurannya. Selain itu, aspek-aspek budaya sasaran yang menjunjung kelokalan menjadi prioritas dalam karya saduran.
KEEFEKTIFAN PENGGUNAAN LAGU BERBAHASA INGGRIS TERHADAP PEMAHAMAN MENYIMAK SISWA Miranty, Delsa; Rahmawati, Eri; Hasanah, Alfi
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 5, No 1 (2018): BÉBASAN Edisi Juni 2018
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.857 KB) | DOI: 10.26499/bebasan.v5i1.95

Abstract

The objective of this research was to find out the effectiveness of using English pop songs toward students’ listening comprehension at the tenth grade of SMAN 5 Kota Serang. The population of this research was all the students of the tenth grade of SMAN 5 Kota Serang, and the sample were X Science 4 as experimental class and X Science 3 as control class. The researcher used quantitative method by implementing true experimental design.The instrument of research was the tests: pre and post test. The result of students’ average in pre-test were 45.17 for experimental and 46 for control class. The result of students’ average in post-test were 78 for experimental and 71.67 for control class. It can be concluded that using English pop songs was effective toward students’ listening  and the teachers can use English pop songs a a media to overcome students’ difficulty in listening and improve their listening comprehension, too.
KATA BERINFIKS -EM- DAN -IN- DALAM KBBI Hariyanto, Prima
BEBASAN Jurnal Ilmiah Kebahasaan dan Kesastraan Vol 1, No 1 (2014): BÉBASAN Edisi Juni 2014
Publisher : Kantor Bahasa Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.724 KB) | DOI: 10.26499/bebasan.v1i1.31

Abstract

Makalah ini membahas kata berinfiks -em- dan -in- dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah analisis kepustakaan. Korpus data penelitian ini adalah Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan 44 kata berinfiks -em- yang terdiri dari dua belas jenis kelompok makna dan lima kata berinfiks -in- yang terdiri dari lima jenis kelompok makna. Selain memaparkan kata berinfiks -em- dan -in- yang ada, penelitian ini juga mencoba memaparkan metode pendefinisian lema kata berinfiks yang bermakna ‘sama dengan bentuk dasarnya’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Page 8 of 12 | Total Record : 119