cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
endang@ft.unrika.ac.id
Editorial Address
Jl. Batu Aji Baru No.99 Batu Aji Fakultas Teknik Universitas Riau Kepulauan Batam 0778 392752
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
SIGMA TEKNIKA
ISSN : 26145979     EISSN : 25990616     DOI : 10.33373
Core Subject : Engineering,
SigmaTeknika adalah jurnal Fakultas Teknik yang merupakan media publikasi ilmiah internal di lingkungan Fakultas Teknik Unrika dengan fokus pada karya ilmiah berupa tulisan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen atau mahasiswa yang meliputi disiplin ilmu teknik mesin, teknik industri, teknik elektro, teknik sipil dan teknik arsitektur atau ilmu yang relevan
Articles 310 Documents
PENANGANAN PENGURANGAN JUMLAH DOWNTIME BERLEBIH DARI UNIT ABC 1 DENGAN PENDEKATAN LEAN MAINTENANCE PADA PT. XYZ Prakoso, Aditya Hendi; Mahbubah, Nina Aini
SIGMA TEKNIKA Vol 7, No 2 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i2.7001

Abstract

PT. XYZ is a manufacturing company that operates in the field of fertilizer and non-fertilizer production with the aim of helping the country realize a food self-sufficiency program. It is known that PT. XYZ has problems with excessive machine downtime in its production process. Problems occur because there is repeated damage to the machine, activities that involve waste, so that the maintenance system on one machine has not been carried out optimally. The aim of this research is to analyze maintenance activities implemented in the Company and then minimize waste in maintenance activities using a lean maintenance approach. Downtime data collection was carried out in April 2024, then data processing was carried out using equipment effectiveness to see how effective the existing equipment was, then continued with Maintenance Value Stream Mapping (MVSM) to find out waste that occurred during the maintenance process, after the cause of the waste. is known, several suggested options are given to minimize the waste that occurs. From the implementation of the recommendations made, the machine equipment effectiveness value increased from 92% to 97%, the maintenance effectiveness value increased from 41.6% to 66.7%.
FAKTOR KETERLAMBATAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG PADA KABUPATEN SIJUNJUNG Nurhayati, Nurhayati; Anif, Bahrul; Heldi, Heldi
SIGMA TEKNIKA Vol 7, No 2 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i2.6711

Abstract

Keterlambatan proyek dalam pembangunan berpengaruh terhadap waktu pelaksanaan. Keterlambatan faktor kritis dalam proyek konstruksi, berdampak kerugian, menimbulkan persoalan sanksi denda dan pemutusan kontrak secara sepihak.Tujuan penelitian adalah mengindentifikasi faktor-faktor penyebab keterlambatan dan menganalisis faktor yang paling dominan penyebab keterlambatan pekerjaan pembangunan gedung pada Kabupaten Sijunjung. Metoda yg digunakan metoda kuantitatif dan kualitatif dengan cara penyebaran kuesioner kepada responden berjumlah 70 responden. Selanjutnya dilakukan pengujian dan analisis faktor terhadap variable yang diperoleh dari hasil kuesioner dengan menggunakan SPSS versi 20. Hasil penelitian terdapat 5 faktor penyebab keterlambatan yang terdiri dari faktor sumber daya manusia (SDM) dan peralatan, faktor bahan (material), faktor keuangan (financial), faktor lingkungan proyek, dan faktor manajerial. Secara keseluruhan kelima faktor mampu menjelaskan 74,672% penyebab keterlambatan pekerjaan pembangunan gedung pada Kabupaten Sijunjung. Faktor dominan penyebab keterlambatan pekerjaan pembangunan gedung pada Kabupaten Sijunjung adalah faktor sumber daya manusia dan peralatan sebesar 42,919%.
PERANCANGAN SISTEM PEMANTAUAN LARUTAN NUTRISI PADA TANAMAN HIDROPONIK METODE RAKIT APUNG BERBASIS IOT Deo Marinus Nainggolan, Elsis; Wijaya, Toni Kusuma; Algusri, Missyamsu
SIGMA TEKNIKA Vol 7, No 2 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i2.6896

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pemantauan dan kendali larutan nutrisi pada tanaman hidroponik metode rakit apung berbasis Internet of Things (IoT). Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana cara efektif untuk memantau kadar TDS dan ketinggian larutan nutrisi secara otomatis. Metode yang digunakan meliputi pemanfaatan mikrokontroler ESP-32 sebagai kontroler utama, sensor TDS untuk mengukur kadar nutrisi, dan sensor water float untuk memantau ketinggian larutan. Data yang diperoleh dari sensor ditampilkan pada LCD dan dikirim ke aplikasi Android melalui koneksi Wi-Fi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang dirancang mampu menjaga kadar larutan nutrisi dalam rentang optimal 560-840 ppm untuk pertumbuhan tanaman selada. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem yang dikembangkan mampu mengukur larutan nutrisi secara otomatis dan mengirimkan hasil pengukuran ke aplikasi android, toleransi pengukuran antara sistem dan alat ukur eksternal adalah sebesar 12.23% kemampuan yang dimiliki sistem dapat meningkatkan efisiensi dalam budidaya hidroponik. Kata kunci : hidroponik, IoT, pemantauan, TDS, sistem kendali ABSTRACT This study aims to design a monitoring and control system for nutrient solutions in hydroponic plants using the floating raft method based on the Internet of Things (IoT). The problem raised is how to effectively monitor TDS levels and nutrient solution heights automatically. The methods used include the use of an ESP-32 microcontroller as the main controller, a TDS sensor to measure nutrient levels, and a water float sensor to monitor solution heights. Data obtained from the sensor is displayed on the LCD and sent to an Android application via a Wi-Fi connection. The results of the study showed that the designed system was able to maintain nutrient solution levels in the optimal range of 560-840 ppm for lettuce plant growth. The conclusion of this study is that the developed system is able to measure nutrient solutions automatically and send measurement results to the Android application, the measurement tolerance between the system and external measuring instruments is 12.23%, the system's capabilities can increase efficiency in hydroponic cultivation. Keywords: hydroponics, IoT, monitoring, TDS, control system
PENGUKURAN KINERJA PRODUKSI FURNITURE FLOORING BERBASIS METODE SUPPLY CHAIN OPERATION REFERENCE PADA UD. AZB Agachi, Muhammad Rigam; Mahbubah, Nina Aini
SIGMA TEKNIKA Vol 7, No 2 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i2.7027

Abstract

This research aims to measure the supply chain performance of a furniture company located in Gresik Regency, namely UD. AZB. In its production process, not only growth occurs but the company also faces problems, including a lack of product marketing strategies and miscommunication between the owner and suppliers, the owner and workers, and the owner and customers. Supply Chain Operation References (SCOR) is the methodological approach used in this research. In addition, weighting was also applied to each core process, attribute, and Key Performance Indicators. Meanwhile, snorm de bour normalization was used to standardize the values of the Key Performance Indicators. The results of the production performance measurement of flooring furniture at UD. AZB obtained 14 KPIs. The production performance value is 84.58 good indicators. This research is expected to help improve the performance of UD. AZB by conducting evaluations and enhancements in areas that are still lacking in order to increase customer satisfaction.
ANALISIS STABILITAS DAN KONSISTENSI CAMPURAN ASPAL SLURRY SEAL DENGAN PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU Suciati, Herlina; Arba'in, Akhmad Khildan; Panusunan, Panusunan; Room, Akhbar Ilmiah
SIGMA TEKNIKA Vol 7, No 2 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i2.6917

Abstract

Road maintenance through the addition of surface layer thickness is costly because it involves the use of various and large amounts of materials, labor, and tools. The use of slurry seals can improve pavement uniformity by reducing roughness and grooves, covering the pavement surface, and repairing roughness without the need for resurfacing. In this research, bagasse ash was used as a filler in the slurry seal mixture, and several tests were carried out including consistency test, setting time test, and Marshall Test. The addition of bagasse ash by 25% to 100% in the slurry seal mixture shows an influence on the decreasing consistency value, due to the characteristics of bagasse ash which tends to absorb water. In addition, the setting time becomes faster due to the increased workability of the mixture and the bonding reaction between cationic emulsion asphalt with cement filler and bagasse ash which accelerates the bonding process. The Marshall test results showed an increase in stability value caused by the silica (SiO₂) content in bagasse ash. Meanwhile, the flow value decreased due to the larger volume of bagasse ash granules, which filled the gaps between aggregates and made the mixture denser with lower deformation.
PENGENDALIAN KUALITAS KAYU LAPIS DENGAN KETEBALAN 0,5 CM PADA CV XYZ UNTUK MENGURANGI KECACATAN PRODUK MENGGUNAKAN METODE SEVEN TOOLS DAN FMEA Putra, Dicky Eka Ananda; Nuruddin, Mochammad
SIGMA TEKNIKA Vol 7, No 2 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i2.6883

Abstract

Kecacatan produk merupakan salah satu permasalahan yang selalu muncul dalam industri manufaktur. Salah satunya pada CV XYZ, pada perusahaan ini masih terdapat kecacatan produk yang melebihi ambang batas yang telah ditetapkan perusahaan. Analisa pada penelitian ini menggunakan metode seven tools dan FMEA dengan tujuan untuk mengurangi kecacatan produk. Berdasarkan data yang diperoleh pada CV XYZ ditemukan bahwasanya selama 10 hari pengamatan ditemukan jumlah kecacatan sebanyak 1224 pcs dari total jumlah hasil produksi sebanyak 5163 pcs yang terbagi dalam 3 jenis kecacatan yang terjadi. Ketiga kecacatan tersebut memiliki masing-masing faktor penyebab. Indikator penyebab yang ditemukan selanjutnya dianalisis menggunakan metode FMEA. Hasil analisis ditemukan bahwasanya dari ketiga jenis kecacatan yang ditemukan, kecacatan ujung kayu tidak siku mendapat nilai RPN tertinggi sebesar 252.
PENGARUH KOMPETENSI MANAJER PROYEK TERHADAP KINERJA WAKTU PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI DI KOTA PAYAKUMBUH Pramono, Bayu; Khadavi, Khadavi; Peli, Matalius
SIGMA TEKNIKA Vol 7, No 2 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i2.6750

Abstract

Manajer proyek memegang peranan penting dalam kelancaran proyek konstruksi. Dedikasi dan konsistensinya sebagai manajer proyek menuntutnya untuk mengendalikan pekerjaan agar tetap berjalan sesuai dengan rencana. Tetapi dalam kenyataannya, terkadang penunjukan project manager dilakukan secara mendadak dan terkadang yang ditunjuk bukanlah orang yang tepat. Seperti halnya pada proyek konstruksi di Kota Payakumbuh, beberapa proyek menunjukkan adanya keterlambatan pada beberapa proyek konstruksi. Target penyelesaian pekerjaan yang direncanakan, namun karena beraberapa faktor seperti faktor eksternal dan internal, proyek-proyek tersebut sampai pada tanggal yang ditentukan belum selesai sesuai target yang direncanakan dari awal dan hal ini berdampak kepada penambahan biaya operasional untuk mengejar ketertinggalan progress pekerjaan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi, analisis faktor dominan, serta memberikan solusi untuk meningkatkan kompetensi manajer proyek terhadap kinerja waktu penyelesaian proyek konstruksi di Kota Payakumbuh. Penelitian ini menggunakan metoda kuantitatif dengan menyebar kuesioner kepada responden. Hasil penelitian yang dilakukan terdapat 4 faktor yang mempengaruhi kompetensi manajer proyek terhadap kinerja waktu proyek konstruksi di Kota Payakumbuh, yaitu terdiri dari faktor Pengetahuan, keterampilan, Sikap, dan Manajemen.
PENGHITUNGAN DAYA HIGH FREQUENCY GENERATOR TIPE HPS-101 UNTUK SISTEM CORONA TREATMENT PADA MESIN INFLATION DI PERUSAHAAN MANUFACTURE ALAT KESEHATAN BATAM Irsyam, Muhammad; Lesmana, Afsya
SIGMA TEKNIKA Vol 7, No 2 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i2.6866

Abstract

Teknologi penempelan tinta pada plastik kemasan telah dikembangkan sejak tahun 1980-an, dengan memanfaatkan corona sebagai media untuk mengacak susunan ion dan partikel pada bahan yang mempunyai sifat kimia inert maka Corona treatment telah dikembangkan menjadi teknologi yang mutakhir di bidangnya. Sistem tersebut menggunakan inverter sebagai pengubah tegangan DC (Direct Current) menjadi tegangan AC (Alternating Current) yang dapat diubah frekuensinya menjadi 2000 - 3000 ribuan Hertz sesuai dengan kebutuhan. Guna memunculkan corona digunakan transformator penaik tegangan dan dua buah elektroda. Daya pada High Frekuensi generator sebagai pembangkit frekuensi menjadi alat acuan untuk mendapatkan treatment yang baik.Untuk itu penghitungan daya pada high frequency generator perlu dilakukan guna memastikan sistem tersebut berjalan sesuai dengan standarnya. Dalam beberapa tahun terakhir industri konversi plastik banyak mengalami rintangan yang dihadapi, Salah satu solusi adalah dengan menggunakan Sistem Corona Treatment. Dalam kaitannya dengan sistem corona treatment, perusahaan manufacture alat kesehatan Batam menggunakan sistem tersebut pada plastik kemasan untuk mengemas hasil produksi alat – alat kesehatan sekali pakai yang disebut dengan Medical Pack Roll. Daya yang dikeluarkan High Frekuensi Generator menjadi acuan untuk mendapatkan hasil treatment yang baik. Sehingga terjadinya keluaran daya yang kurang dari generator menyebabkan corona treatment tidak menghasilkan output yang baik untuk di printing. Kata kunci : Corona Treatment, Inverter, High Frequency Generator
IMPLEMENTASI METODE FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS DAN PDCA DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS FATTY ACID (Studi Kasus : PT. EO-Industri Kimia) Irwan, Hery; Afma, Vera Methalina; Falindo, Agri
SIGMA TEKNIKA Vol 7, No 2 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i2.6921

Abstract

PT. EO-Industri Kimia adalah perusahaan Oleokimia yang memproduksi Fatty Acid dari minyak kelapa sawit (CPO). Fatty Acid diperoleh melalui reaksi CPO dengan air pada temperatur 250-260 °C, tekanan 50-55 bar. Ukuran keberhasilan proses Fatty Acid dilihat dari perolehan Splitting Degree yaitu 98% minimal. Dalam proses pengolahan minyak sawit menjadi Fatty Acid di PT. EO, terdapat variasi perolehan nilai Splitting Degree. Pada bulan Februari 2024 rata-rata perolehan Splitting Degree ialah 97,53%. Tujuan penelitian ini adalah agar perolehan Splitting Degree tercapai minimal 98%. Dalam penelitian ini digunakan metode FMEA dan PDCA. FMEA adalah metode yang digunakan untuk mengidentifikasi kegagalan suatu proses. Sedangkan PDCA digunakan untuk perbaikan secara terus. Pada Februari 2024 perolehan rata-rata Splitting Degree ialah 97,53 %. Setelah dilakukan perbaikan menggunakan metode FMEA dan PDCA perolehan Splitting Degree pada Juli 2024 menjadi 98,95%. Penurunan perolehan Splitting Degree disebabkan oleh adanya BE yang terikut ke Splitting Column yang menyebabkan Floater Level Transmitter Stuck, Plug Control valve Fatty Acid dan RGW terkikis. Penyebab kedua ialah akibat adanya kontaminasi air umpan yakni %Gly > 0,2% di air umpan. Untuk meningkatkan perolehan Splitting Degree ialah dengan menjaga level air pada range 1,5 – 3 meter serta memastikan air umpan tidak terkontaminasi Glycerine ( 0,2 % maksimal).
KAJIAN ATMOSPHERE PASAR TRADISIONAL: PERSPEKTIF ARSITEKTUR Wongso, Jonny; Tela, I Nengah; Hadi, Zuriyon; Yeza, Riska Nofri; Anief, Bahrul; Ilona, Desi; Zaitul, Zaitul
SIGMA TEKNIKA Vol 7, No 2 (2024): SIGMATEKNIKA, VOL. 7, N0. 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v7i2.6302

Abstract

Market atmosphere is an important aspect that must be considered by architects, market managers, and traders so that buyers feel comfortable and safe in the market. The market atmosphere will have an impact on the interests and behaviour of buyers. Previous research on market atmosphere failed to pay attention to traditional markets. The traditional market is still an important medium interaction for social and cultural gatherings and meeting demand and supply. This study aims to describe the atmosphere component of a traditional shop/market in Painan, Pesisir Selatan Regency. Using six components identified through a comprehensive literature review: Market cleanliness, Market scent, Air conditioning, Lighting, Colouring, and the appearance and layout of the building. Buyers in the market are used as respondents. Research data is primary data obtained through surveys. The analysis method uses descriptive and comparative analysis methods. A total of 71 buyers participated in this study. The results showed that the atmosphere of traditional shops/markets was inadequate both from the components of cleanliness, smell, air conditions, lighting, colouring, and the appearance and layout of the building. After testing the difference between sex and education level, only one component significantly differed between men and women (lighting) and education level (colouring). The research suggests that the government should revitalize the Painan traditional market into a highly attractive market to remain competitive in the era of the industry revolution 4.0.