cover
Contact Name
Endang Susanti
Contact Email
endang@ft.unrika.ac.id
Phone
+6281277109009
Journal Mail Official
endang@ft.unrika.ac.id
Editorial Address
Jl. Batu Aji Baru No.99 Batu Aji Fakultas Teknik Universitas Riau Kepulauan Batam 0778 392752
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
SIGMA TEKNIKA
ISSN : 26145979     EISSN : 25990616     DOI : 10.33373
Core Subject : Engineering,
SigmaTeknika adalah jurnal Fakultas Teknik yang merupakan media publikasi ilmiah internal di lingkungan Fakultas Teknik Unrika dengan fokus pada karya ilmiah berupa tulisan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh dosen atau mahasiswa yang meliputi disiplin ilmu teknik mesin, teknik industri, teknik elektro, teknik sipil dan teknik arsitektur atau ilmu yang relevan
Articles 310 Documents
INTEGRATING SUSTAINABLE ARCHITECTURE CONCEPTS IN THE DESIGN OF NATURE-BASED ELEMENTARY SCHOOLS Nursyamsu, Lathifa; Merzelish, Merzelish; Pinassang, Jeanny Laurens
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 1 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 1, JUNI 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i1.7706

Abstract

The increasing urgency of environmental issues such as climate change has amplified the need for sustainability education, particularly at the elementary school level. This study explores the integration of sustainable architecture in the design of a nature-based elementary school located in Batam, Indonesia. The research aims to develop an environmentally responsive learning environment that supports both energy efficiency and active, experiential learning. A qualitative descriptive method was employed, involving site observation and documentation to assess environmental conditions, spatial needs, and design potentials. The proposed design incorporates key sustainable strategies, including passive solar orientation, natural lighting, cross-ventilation, and the use of eco-friendly materials such as bamboo and timber. Biophilic design elements—such as open-air classrooms, green courtyards, and educational gardens—are also integrated to enhance students’ connection to nature and support cognitive and emotional development. The findings demonstrate that sustainable and nature-based architectural approaches can reduce energy consumption, improve indoor comfort, and serve as a medium for teaching environmental values. While the design shows strong potential, the study acknowledges limitations in terms of implementation feasibility and scope. Future research is encouraged to include post-occupancy evaluations and interdisciplinary collaboration to further advance sustainable educational environments.
IMPLEMENTATION LEVEL ANALYSIS OF GREENSHIP NEIGHBORHOOD ON RESORT RIAHI, NIRUP ISLAND, BATAM Gustiabani, Zures; Alfandi, Hari; Ardi, Nadia Khaira
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 1 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 1, JUNI 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i1.7666

Abstract

The Greenship assessment tool could be one of the criteria which could be applied to green building. Green Building Council Indonesia (GBCI) as a green concept certification body in Indonesia had published a green concept assessment tool for the area called Greenship Neighborhood Version 1.0. With this, research was done to collect the points to get the ranking in Greenship Area for Hotel and Resort Area in Nirup Island. Nirup Island which was located in Sekanak Raya, Belakang Padang Batam was a new resort area. The study was to identify Greenship Neighborhood implementation in Riahi Resort Nirup Island and to calculate the result of feasibility assessment and success rate on Nirup Island Area of Greenship implementation. The methods used to evalute the issue were observation and interview in Nirup Island, analyze and processing the data, and documentations studies. The result of the study show that the Nirup Island Area was in Gold Category which had point 72 from 122 points. It had the point from every assessment which were 12 points in Land Ecological Enchancement, 23 points in Movement and Connectivity, 13 points in Water Management and Conservation, 4 point in Solid Waste and Material, 8 points in Community Wellbeing Strategy, 10 points in Building and Energy, and 2 points in Innovation and Future Development. With the highest point were getting from Movement and Connectivity (MAC) which was 23 points or 17.7 % and the lowest in Innovation and Future Development (IFD) which was 2 points or 1.6 %.
PENENTUAN JARAK KRITIS BAUT PADA SAMBUNGAN BAMBU PETUNG (DENDRACOLAMUS ASPER) Masdar, Anita Dewi; Masdar, Astuti; Junnaidy, Ronny
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 1 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 1, JUNI 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i1.7223

Abstract

Kekuatan geser bambu yang rendah merupakan kendala dalam sistem sambungan. Kuat geser menjadi kriteria kritis yang menentukan kekuatan pada sambungan bambu. Penggunaan baut sebagai alat sambung bambu, harus mempertimbangkan jarak kritis untuk mencegah kegagalan awal pada sambungan. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental berdasarkan standar ISO N 22157-1 dan 2 dengan tiga tahap pengujian. Pada tahap awal penelitian adalah pengujian sifat fisik (physical properties) batang bambu petung, yaitu kadar air dan kerapatan. Selanjutnya pada tahap kedua adalah pengujian sifat mekanik (mechanical properties) yaitu kekuatan geser dan kekuatan tumpu sejajar serat yang dilakukan pada Bambu Petung, dan tahap terakhir dilakukan analisis untuk menentukan jarak kritis baut pada sambungan Bambu Petung berdasarkan nilai kekuatan geser dan kekuatan tumpu sejajar serat. Berdasarkan hasil penelitian didapat rata-rata kadar air Bambu Petung memenuhi persyaratan untuk melakukan pengujian kuat geser dan kuat tumpu yaitu kadar air < 15%. Untuk nilai kuat geser Bambu Petung pada bagian nodia 8,84 MPa dan internodia 7,85 MPa. Dan untuk rata-rata kuat tumpu Bambu Petung bagian nodia 52,37 MPa dan internodia 53,05 MPa. Berdasarkan nilai kuat geser dan kuat tumpu dapat menentukan jarak kritis baut pada sambungan Bambu Petung dari ujung batang bambu tanpa simpul ke baut dengan rata-rata yaitu 6,09 kali diameter baut.
PENGARUH KUALITAS PAINTING PADA PIPA KARBON DENGAN MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA Sugito, Ery; Herman, Herman; Susanti, Andi Hepy; Hervin, Ronald
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 1 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 1, JUNI 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i1.7668

Abstract

Persaingan pada industri manufaktur saat ini, membuat banyak perusahaan berupaya berkomitmen untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkannya, khususnya pada industri fabrikasi dalam proses pengecatan terutama jenis pipa baja karbon. Didalam penelitian ini, penulis mencoba mengidentifikasi pengaruh kualitas painting dengan melihat pada tingginya jumlah cacat produk painting, dalam observasi lapangan tingkat kecacatan pada proses painting mencapai >33% di 2019 hingga tahun 2023, dengan type cacat "orange fill" yang paling dominan. Tingkat cacat painting berpengaruh negatif terhadap efisiensi produksi dan kepuasan pelanggan. Maka dari itu dengan pendekatan menggunakan Metode Six Sigma sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas produk painting yang akan dihasilkan untuk membantu perusahaan dalam memberikan alternatif perencanaan perbaikan pada prosess. Dari hasil analisis menunjukkan nilai sigma yang peroleh dari pengujian sebesar 3.8 dan DPMO sebesar 233,000, hal ini membuktikan bahwa kinerja proses painting masih perlu ditingkatkan. Dampak dari cacat kualitas menyebabkan biaya produksi dan reputasi perusahaan kurang baik dihadapan, sehingga perlu dengan segera dilakukan langkah perbaikan. Dari penelitian ini diharapkan dapat menurunkan tingkat cacat, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperbaiki kepuasan pelanggan
REVITALISASI KAWASAN WISATA BENCANA DAN BUDAYA KOTA PADANG DENGAN PENDEKATAN PHOENIX TOURISM Maulana, Indri Astuti; Mabrur, Haris Budiman
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 1 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 1, JUNI 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i1.7710

Abstract

Kota Padang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Barat memiliki karakter unik yang terbentuk dari perpaduan budaya lokal Minangkabau, peninggalan kolonial, dan perkembangan modern. Salah satu peristiwa penting yang membentuk identitas kota ini adalah gempa bumi besar pada 30 September 2009. Peristiwa tersebut menyisakan trauma mendalam sekaligus meninggalkan warisan sejarah yang dapat dijadikan media edukasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi perancangan kawasan wisata bencana dan budaya di sekitar Jalan Diponegoro Padang dengan pendekatan Phoenix Tourism, yaitu pendekatan pariwisata pascabencana yang menekankan pada konsep rebirth, rebuilding, dan rebranding. Metode yang digunakan adalah deskriptif-kualitatif melalui analisis konteks, studi preseden, dan pemetaan potensi kawasan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kawasan ini dapat dihidupkan kembali melalui integrasi ruang edukatif, zona memorial, serta elemen budaya Minangkabau yang ditransformasikan ke dalam bentuk arsitektur dan lanskap. Dengan pendekatan ini, kawasan tidak hanya menjadi tempat wisata, tetapi juga ruang reflektif yang menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat secara bermakna dan berkelanjutan.
MANAGING SUPPLY CHAIN RISK OF PERISHABLE GOODS: PERSPECTIVE FROM SMALL TO MEDIUM-SIZED TOFU FIRM IN A DEVELOPING COUNTRY Mahbubah, Nina Aini
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 1 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 1, JUNI 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i1.7658

Abstract

Tofu producer is a small and medium enterprise that produces white tofu in the food industry. In supply chain activities, many risks still disrupt the smooth running of industrial activities. These risks or disruptions include delays in the delivery of soybean raw materials, business owners having difficulty planning raw materials, disruption of the production process due to machine damage, and various other potential risks. Based on this, this research identified risk events and causes of risk events, as well as proposed mitigation actions that could be applied using the House of Risk (HOR) method. The research found 19 risk events and 20 risk risk agents. HOR 1 phase findings include that insufficient maintenance management posed the most significant risk. The poor maintenance led to the highest overall Risk Potential score. The HOR 2 calculation identified nine mitigation to minimize risks throughout the supply chain process
EVALUATION OF INDOOR ENVIRONMENTAL QUALITY IN HEALTH LABORATORY FACILITIES: COMPLIANCE WITH INDONESIAN HEALTH STANDARDS AT POLTEKKES RIAU Nopriandi, Nopriandi; Zulherman, Zulherman; Tela, I Nengah
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 1 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 1, JUNI 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i1.7688

Abstract

Kualitas lingkungan dalam ruang (Indoor Environmental Quality/IEQ) memainkan peran penting dalam memastikan lingkungan belajar yang aman dan sehat, terutama di laboratorium kesehatan di mana paparan terhadap polutan udara dapat meningkat. Penelitian ini mengevaluasi IEQ pada sepuluh ruang laboratorium yang terletak di lantai satu dan dua Poltekkes Riau, dengan fokus pada konsentrasi karbon dioksida (CO₂), formaldehida (HCHO), total senyawa organik volatil (TVOC), dan partikel udara (PM1.0, PM2.5, PM10). Menggunakan metode deskriptif kuantitatif, pengukuran kualitas udara dilakukan pada berbagai kondisi aktivitas dan ventilasi, dan hasilnya dianalisis berdasarkan ambang batas paparan yang diizinkan sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016. Temuan menunjukkan bahwa beberapa ruang laboratorium memiliki tingkat polutan yang melebihi standar nasional, khususnya untuk PM2.5, PM10, dan HCHO. Faktor-faktor penyebabnya meliputi kepadatan hunian ruang yang tinggi, desain ventilasi yang kurang optimal, dan emisi dari material interior sintetis. Rekomendasi mencakup penerapan strategi ventilasi silang, penggunaan pemurni udara dengan filter HEPA, pemasangan exhaust fan, serta penggantian material yang memiliki emisi tinggi. Studi ini menekankan pentingnya pengelolaan kualitas udara secara proaktif di laboratorium pendidikan untuk melindungi kesehatan penghuni dan mendukung kepatuhan terhadap regulasi.
STUDI HAMBATAN SERTIFIKASI KEAHLIAN TENAGA KERJA TERAMPIL KONSTRUKSI JALAN KOTA SUNGAI PENUH Kastra, Fadil; Rita, Eva; Zulherman, Zulherman
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 1 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 1, JUNI 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i1.7097

Abstract

The quality of good construction work is influenced by several factors, one of which is the workforce factor. Workers who have expertise and skills that meet standards greatly influence the quality of work. In order for workers to gain recognition for their abilities and competencies, competency certification is needed. However, in road construction work, there are still very few skilled workers who have competency certificates, especially those working on road construction work in Sungai Penuh City. This study aims to determine what obstacles and significant obstacles are faced by skilled workers in obtaining expertise certification. This study uses a qualitative method with descriptive statistical analysis. This study was conducted on road construction work in Sungai Penuh City with 30 respondents of skilled workers. The research design used was a survey and data collection through interviews, questionnaires, observations and literature studies. Obstacles in achieving skilled worker expertise certification in road construction work in Sungai Penuh City based on the results of interviews with workers are the lack of information regarding the importance of expertise certificates, limited certification institutions, quite high certification costs, difficult certification procedures, company concern for competence, no effect on wages. Significant obstacles in achieving certification of skilled labor expertise in road construction work in Sungai Penuh City based on ranking, namely the lack of information regarding the importance of expertise certificates 17.26%.
SISTEM PEMANTAUAN NUTRISI PADA TANAMAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IoT) Zulhaq, Slamet Riyadi; Gunoto, Pamor; Susanti, Endang
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 1 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 1, JUNI 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i1.7659

Abstract

Pertanian modern semakin berkembang dengan penerapan teknologi berbasis Internet of Things (IoT) untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan sistem pemantauan nutrisi pada tanaman berbasis IoT menggunakan ESP32, sensor NPK, dan arduino cloud. Sistem ini memungkinkan pemantauan kondisi nutrisi tanaman secara real-time dan kemudian mengirimkan data ke platform arduino cloud untuk diakses dari jarak jauh. Selain itu, LCD I2C digunakan sebagai tampilan lokal agar pengguna dapat melihat informasi secara langsung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi perancangan perangkat keras, pemrograman mikrokontroler, serta integrasi dengan arduino cloud untuk pengelolaan data. Sensor yang digunakan mampu mendeteksi parameter penting dalam nutrisi tanaman, seperti kelembaban tanah dan tingkat nutrisi, sehingga pengguna dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dalam perawatan tanaman. Data yang dikirimkan secara real-time membantu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan pertanian, mengurangi intervensi manual, dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini dapat berfungsi dengan baik dalam memantau kondisi nutrisi tanaman dan memberikan data yang akurat serta mudah diakses. Pengguna dapat memperoleh informasi secara langsung melalui LCD I2C maupun secara online melalui arduino cloud. Dengan adanya sistem ini, pemantauan tanaman menjadi lebih praktis dan efisien, sehingga dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian
POTENSI RFID DALAM LOGISTIK: KAJIAN LITERATUR DENGAN FOKUS PADA PUSAT PERDAGANGAN BATAM Putera, Dimas Akmarul; Putra, Arief Andika
SIGMA TEKNIKA Vol 8, No 1 (2025): SIGMATEKNIKA, VOL. 8, N0. 1, JUNI 2025
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/sigmateknika.v8i1.7477

Abstract

Studi ini menyelidiki potensi transformatif teknologi Identifikasi Frekuensi Radio (RFID) dalam meningkatkan operasi logistik dan ritel, dengan fokus pada peran strategis Batam sebagai pusat perdagangan dan industri. Temuan dari tinjauan pustaka sistematis menekankan kapasitas RFID untuk meningkatkan pelacakan waktu nyata, akurasi inventaris, dan efisiensi operasional, terutama ketika diintegrasikan dengan teknologi canggih seperti blockchain dan IoT untuk menciptakan sistem logistik yang aman dan cerdas. Namun, tantangan seperti biaya implementasi yang tinggi, kendala lingkungan, dan kurangnya protokol standar menimbulkan hambatan yang signifikan terhadap adopsi, terutama di wilayah dengan keterbatasan sumber daya seperti Batam. Studi ini menyoroti perlunya penelitian di masa mendatang untuk mengembangkan solusi RFID yang hemat biaya dan dapat diskalakan yang disesuaikan dengan lanskap logistik Batam, memanfaatkan AI dan pembelajaran mesin untuk analitik prediktif yang ditingkatkan dan pengoptimalan operasional. Upaya kolaboratif di antara para pemangku kepentingan sangat penting untuk mengatasi hambatan ini dan membuka potensi penuh RFID untuk mengubah operasi rantai pasokan di Batam dan wilayah serupa