cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
demos.ijd@gmail.com
Phone
+6281284963876
Journal Mail Official
demos.ijd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Pandeglang KM. 5 Pandeglang, Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
International Journal of Demos
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 27210642     DOI : 10.31506/ijd
International Journal of Demos (IJD) is an open access, and peer-reviewed journal. IJD try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: citizenship, civil society movement, environmental issues, gender politics and identity, digital society and disruption, urban politics, community welfare, social development, public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance, human rights & democracy, radicalism, and terrorism. Publish three times in a year i.e. April, August, and December. IJD Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences
Articles 280 Documents
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Terhadap Kinerja Pengurus Desa Wisata Wirokerten Dengan Motivasi Kerja Sebagai Variabel Mediasi Damayanti, Ervina; Mathori, Muhammad
International Journal of Demos (IJD) Volume 7 Issue 3 (2025)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze the influence of transformational leadership style on the performance of Wirokerten Tourism Village administrators with work motivation as a mediating variable. The phenomenon underlying this study is the condition of tourism village administrators who are mostly from the younger generation and have other activities outside the organization, thus requiring a leadership style that is able to inspire and motivate. This study uses a quantitative approach with a survey method by distributing questionnaires to all Wirokerten Tourism Village administrators as respondents, with a saturated sampling technique. Data analysis was carried out using Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) through the SmartPLS 3.2.9 program. The results of the study indicate that: (1) transformational leadership style does not directly influence the performance of administrators; (2) transformational leadership style has a positive and significant effect on work motivation; (3) work motivation has a positive and significant effect on the performance of administrators; and (4) work motivation fully mediates the influence of transformational leadership style on the performance of administrators. Thus, work motivation plays an important role as a psychological bridge that connects transformational leadership with improved performance. The results of this study are expected to provide theoretical contributions to the development of human resource management science, as well as become a practical reference for tourism village managers in implementing inspirational and participatory leadership to improve the performance of young generation administrators. Keywords:  Transformational Leadership Style, Work Motivation, Performance, Tourism Village   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pengurus Desa Wisata Wirokerten dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi. Fenomena yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kondisi pengurus desa wisata yang mayoritas berasal dari generasi muda dan memiliki aktivitas lain di luar organisasi, sehingga memerlukan gaya kepemimpinan yang mampu menginspirasi dan memotivasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada seluruh pengurus Desa Wisata Wirokerten sebagai responden, dengan teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui program SmartPLS 3.2.9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) gaya kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh langsung terhadap kinerja pengurus; (2) gaya kepemimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja; (3) motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pengurus; dan (4) motivasi kerja memediasi secara penuh pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kinerja pengurus. Dengan demikian, motivasi kerja berperan penting sebagai jembatan psikologis yang menghubungkan kepemimpinan transformasional dengan peningkatan kinerja. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia, serta menjadi acuan praktis bagi pengelola desa wisata dalam menerapkan kepemimpinan yang inspiratif dan partisipatif guna meningkatkan kinerja pengurus generasi muda. Kata kunci: Gaya Kepemimpinan Transformasional, Motivasi Kerja, Kinerja, Desa Wisata
Mediasi Pengetahuan Kesehatan Mental melalui Media Sosial Prasetyo, Andhika; Yusuf, Agnes; Fajrinaldi, Fajrinaldi; Rahmadianti, Yundira Putri
International Journal of Demos (IJD) Volume 7 Issue 4 (2025)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to explore the relationship between social media use and mental health knowledge among undergraduate and postgraduate students of the Communication Science program at the University of Indonesia, class of 2024. Social media has become the primary platform for Generation Z, including students, to access information related to mental health issues. This study employs a quantitative approach using probability sampling techniques, involving 41 respondents (18.6% male and 76.7% female) who are active social media users. Data were collected through an online survey and analyzed using SPSS version 18.0. The results of the study indicate that social media use significantly influences online (? = 0.001) and offline (? = 0.003) discussions related to mental health. Both online and offline discussions significantly enhance respondents' mental health knowledge (? = 0.001 for each). However, social media use does not directly affect mental health knowledge (? = 0.196) and does not mediate the relationship between mental health discussions and mental health knowledge, either online (? = 0.345) or offline (? = 0.607). This study confirms the Media System Dependency framework, which states that the relationship between media, audiences, and social systems can influence perceptions, opinions, and behaviors. Students use social media as an information system to discuss mental health issues, which subsequently extends to face-to-face discussions within their social environment. This research highlights the importance of social media as a tool to improve mental health literacy among students. These findings provide practical and theoretical contributions to education, mental health literacy, interpersonal communication, and the use of digital media in the modern era. Keywords: mediation, social media, mental health   AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara penggunaan media sosial dan pengetahuan kesehatan mental di kalangan mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia angkatan 2024. Media sosial telah menjadi platform utama bagi generasi Z, termasuk mahasiswa, untuk mengakses informasi terkait isu kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik probability sampling, melibatkan 41 responden (18,6% laki-laki dan 76,7% perempuan) yang aktif menggunakan media sosial. Data dikumpulkan melalui survei daring dan dianalisis menggunakan SPSS versi 18.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara signifikan memengaruhi diskusi daring (? = 0,001) dan luring (? = 0,003) terkait kesehatan mental. Diskusi daring maupun luring secara signifikan meningkatkan pengetahuan kesehatan mental responden (? = 0,001 untuk masing-masing). Namun, penggunaan media sosial tidak secara langsung memengaruhi pengetahuan kesehatan mental (? = 0,196) dan tidak memediasi hubungan diskusi kesehatan mental dengan pengetahuan kesehatan mental baik secara daring (? = 0,345) maupun luring (? = 0,607). Penelitian ini mengonfirmasi kerangka teori Media System Dependency yang menyatakan bahwa hubungan antara media, audiens, dan sistem sosial dapat memengaruhi persepsi, opini, serta perilaku audiens. Mahasiswa menggunakan media sosial sebagai sistem informasi untuk membicarakan isu kesehatan mental yang kemudian berlanjut ke diskusi tatap muka di lingkungan sosial. Penelitian ini menekankan pentingnya media sosial sebagai alat untuk meningkatkan literasi kesehatan mental di kalangan mahasiswa. Temuan ini memberikan kontribusi praktis dan teoretis bagi pendidikan, literasi kesehatan mental, komunikasi interpersonal, dan penggunaan media digital di era modern. Kata kunci: mediasi, media sosial, kesehatan mental
The Semiotic Meaning of One-Piece Symbols: The Inspiration of Generation Z in the August 2025 Demonstrations Supriyadi, Iwan; Agustin, Chaerani
International Journal of Demos (IJD) Volume 7 Issue 4 (2025)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Semiotics refers to an analytical discipline concerned with understanding the mechanisms through which signs function and generate meaning. This study examines Roland Barthes’ semiotic framework, which expands upon the fundamental concepts introduced by Ferdinand de Saussure, aiming to extend the application of sign analysis to broader cultural and communicative contexts. This semiotic research seeks to analyze the symbolic meanings within the anime One-Piece among Indonesia’s Generation Z, focusing on their critical stance toward governmental arbitrariness. Employing a qualitative descriptive approach and a constructivist paradigm through Roland Barthes’ semiotic analysis, this study explores symbols such as the Straw Hat, Jolly Roger, Will of D, and Grand Line. The findings reveal that these symbols are not merely fictional elements but serve as representations of solidarity, courage, and resistance against corruption, parliamentary allowance increases, mass layoffs, and unjust tax burdens. Generation Z uses One-Piece symbols as expressions of political resistance, both in public demonstrations and through digital culture, establishing a new resistance narrative that reaffirms their role as agents of socio-political change. Keywords: One Piece, Generation Z, Semiotics, Roland Barthes, Solidarity, Political Resistance
Implikasi Pengakuan Korporasi Sebagai Subjek Hukum Pidana Dalam KUHP Nasional: Kajian Aspek Konseptual Dan Normatif Radhali; Asnawi, M. Iqbal
International Journal of Demos (IJD) Volume 7 Issue 4 (2025)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The increasingly complex business environment has positioned corporations as dominant actors in socio-economic life, while simultaneously posing potential negative impacts through corporate crime. This research aims to analyze the implications of recognizing corporations as criminal law subjects in the national Criminal Code, both from conceptual and normative aspects, and to formulate recommendations for developing an effective corporate criminal liability system. The research employs a normative juridical method with three approaches: statutory approach, conceptual approach, and comparative approach, supported by prescriptive-qualitative analysis of primary, secondary, and tertiary legal materials. The results indicate that the national Criminal Code has adopted a comprehensive juridical construction in regulating corporate criminal liability, encompassing parameters for determining corporate fault, attribution mechanisms based on a combination of identification theory, aggregation theory, and corporate culture theory, as well as sanctions design that integrates restorative justice approaches. The implementation of this system requires systematic regulatory harmonization and institutional capacity strengthening, including human resource competency development, supporting infrastructure, and knowledge management systems. The research concludes that recognizing corporations as criminal law subjects represents a progressive step that requires support through technical regulatory development, law enforcement capacity building, and effective inter-agency coordination mechanisms. Keywords: corporate criminal liability, national Criminal Code, restorative justice, corporate crime, regulatory harmonization   Abstrak Perkembangan dunia usaha yang semakin kompleks telah menempatkan korporasi sebagai aktor dominan dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, namun sekaligus berpotensi menimbulkan dampak negatif melalui kejahatan korporasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi pengakuan korporasi sebagai subjek hukum pidana dalam KUHP nasional, baik dari aspek konseptual maupun normatif, serta merumuskan rekomendasi untuk pengembangan sistem pertanggungjawaban pidana korporasi yang efektif. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan tiga pendekatan: pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan perbandingan, yang didukung analisis preskriptif-kualitatif terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUHP nasional telah mengadopsi konstruksi yuridis yang komprehensif dalam mengatur pertanggungjawaban pidana korporasi, mencakup parameter penentuan kesalahan korporasi, mekanisme atribusi berdasarkan kombinasi identification theory, aggregation theory, dan corporate culture theory, serta desain sanksi yang mengintegrasikan pendekatan keadilan restoratif. Implementasi sistem ini membutuhkan harmonisasi regulasi yang sistematis dan penguatan kapasitas kelembagaan yang mencakup pengembangan kompetensi SDM, infrastruktur pendukung, dan sistem manajemen pengetahuan. Penelitian menyimpulkan bahwa pengakuan korporasi sebagai subjek hukum pidana merupakan langkah progresif yang memerlukan dukungan pengembangan regulasi teknis, penguatan kapasitas penegak hukum, dan mekanisme koordinasi antar lembaga yang efektif. Kata kunci: pertanggungjawaban pidana korporasi, KUHP nasional, keadilan restoratif, kejahatan korporasi, harmonisasi regulasi
Implementasi Kebijakan Pajak Progresif Bagi Kendaraan Bermotor di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kabupaten Subang Aulia, Silvi; Suparman, Ade; Heryana, Pury Azzahra
International Journal of Demos (IJD) Volume 7 Issue 4 (2025)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini berfokus untuk mengkaji mengenai Implementasi Kebijakan Pajak Progresif Bagi Kendaraan Bermotor di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Kabupaten Subang. Pajak progresif adalah pajak diterapkan bagi kendaraan pribadi baik roda empat ataupun roda dua dengan nama pemilik dan alamat tempat tinggal yang sama. Jika nama pemilik dan alamatnya berbeda, maka tidak dikenakan pajak progresif. Suatu kebijakan harus diimplementasikan agar mempunyai dampak atau tujuan yang akan dicapai. Pada penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui Implementasi Kebijakan Pajak Progresif yang dilaksanakan apakah sudah diimplementasikan dengan baik atau tidak. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui pengamatan observasi, wawancara, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Sumber data diperoleh dari informan melalui pengamatan, wawancara secara langsung dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Implementasi Kebijakan Pajak Progresif Bagi Kendaraan Bermotor di Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (SAMSAT) Kabupaten Subang belum optimal. Hal terlihat dari variabel dalam Implementasi Kebijakan menurut George C. Edward III yaitu Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi yang belum memenuhi indikator. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Pajak Progresif Abstract This research focuses on examining the implementation of the Progressive Tax Policy for Motor Vehicles at the Subang Regency One-Stop Manunggal Administration System (SAMSAT) Office. Progressive tax is a tax applied to private vehicles, both four-wheeled and two-wheeled, with the same owner's name and residential address. If the owner's name and address are different, then it is not subject to progressive tax. A policy must be implemented in order to have an impact or goal to be achieved. This research was carried out to find out whether the implementation of the Progressive Tax Policy was implemented well or not. This research uses a qualitative approach through observation, interviews, literature study and documentation. Data sources were obtained from informants through observation, direct interviews and documentation. The results of this research indicate that the implementation of the Progressive Tax Policy for Motor Vehicles in the Subang Regency One-Stop Manunggal Administration System (SAMSAT) Office is not optimal. This can be seen from the variables in Policy Implementation according to George C. Edward III, namely Communication, Resources, Disposition and Bureaucratic Structure which do not meet the indicators. Keywords: Policy Implementation, Progressive Tax
TOE Framework Perspectives on Sustainability Practice Implementation: A Systematic Review Sianturi, Parmonangan; Kesuma, Sambas Ade
International Journal of Demos (IJD) Volume 7 Issue 4 (2025)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to systematically review the factors influencing the implementation of sustainability practices through the lens of the Technology–Organization–Environment (TOE) framework. Using a Systematic Literature Review (SLR) approach guided by PRISMA procedures, 65 peer-reviewed articles were initially identified from the Scopus database, and 13 studies met the final inclusion criteria because they explicitly examined sustainability practices supported by technological, organizational, and environmental determinants. The included studies span various sustainability contexts, including green supply chain management, environmental management systems, green innovation, circular economy transitions, blockchain-enabled sustainable food and pharmaceutical supply chains, agricultural traceability, e-waste urban mining, and social sustainability in MSMEs. The reviewed studies employed diverse analytical techniques such as PLS-SEM, fsQCA, panel regression, Best–Worst Method, Grey-DEMATEL, and qualitative case studies, with sample sizes ranging from 8 experts to 495 organizational respondents. The findings of this review indicate that technological factors—such as digital readiness, perceived benefits, compatibility, and blockchain/AI capability—play a central role in driving sustainability implementation. Organizational determinants, including top management support, resource readiness, and internal sustainability commitment, function as essential enablers. Meanwhile, environmental forces such as regulatory pressure, institutional norms, market competition, and customer expectations strongly influence adoption decisions. Overall, this SLR demonstrates that sustainability implementation is not shaped by a single determinant but rather by configurational interactions among technology, organizational capabilities, and environmental pressures. These results offer theoretical insights for advancing sustainability adoption models and practical implications for organizations and policymakers striving to accelerate sustainability transformation. Keywords: Technology–Organization–Environment (TOE), sustainability, technology adoption, environmental performance, systematic literature review.
Stratifikasi Sosial dan Ketidaksetaraan Akses Keadilan: Analisis Sosio-Legal terhadap Sistem Peradilan Indonesia Saifuddin, Muhammad Aris
International Journal of Demos (IJD) Volume 7 Issue 4 (2025)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study examines the impact of social stratification on inequality in access to justice within the Indonesian judicial system. Despite the constitutional guarantee of equality before the law, the realization of this principle remains inconsistent in practice. Employing a socio-legal approach, this research integrates normative-juridical and sociological-empirical analyses to explore how social structures influence the implementation of justice. Data were collected through an extensive literature review of legal journals, government policy documents, and socio-legal studies. The findings reveal that social stratification rooted in economic status, education, and political power significantly affects citizens’ ability to access justice. Structural barriers, such as litigation costs and limited legal aid; cultural barriers, including low legal literacy and negative perceptions of the judiciary; and institutional barriers, such as unequal quality of law enforcement and judicial infrastructure, collectively exacerbate inequality. The socio-legal analysis highlights a persistent gap between law in books and law in action, where formal legal norms often fail to deliver substantive justice due to social bias and power asymmetry. This study underscores the urgency of inclusive legal reform through enhanced public legal education, expanded legal aid, and institutional integrity strengthening. The findings contribute to the theoretical discourse on justice and provide empirical insights for developing responsive and socially grounded legal policies in Indonesia. Keywords: social stratification, access to justice, socio-legal approach, equality before the law. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stratifikasi sosial terhadap ketidaksetaraan akses keadilan dalam sistem peradilan Indonesia. Fenomena kesenjangan hukum yang masih terjadi menunjukkan bahwa prinsip equality before the law belum sepenuhnya terwujud dalam praktik. Dengan menggunakan pendekatan sosio-legal, penelitian ini menggabungkan analisis normatif-yuridis dan sosiologis-empiris untuk memahami hubungan antara struktur sosial dan pelaksanaan hukum di lapangan. Data diperoleh melalui studi pustaka yang mencakup literatur hukum, dokumen kebijakan, dan penelitian empiris terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa stratifikasi sosial berbasis ekonomi, pendidikan, dan kekuasaan secara signifikan memengaruhi kemampuan masyarakat mengakses keadilan. Hambatan struktural (biaya perkara dan keterbatasan bantuan hukum), kultural (rendahnya literasi hukum dan persepsi negatif terhadap pengadilan), serta institusional (ketimpangan kualitas aparat dan infrastruktur) memperdalam kesenjangan hukum antara kelompok sosial. Analisis sosio-legal mengungkap adanya jurang antara law in books dan law in action, di mana hukum formal sering kali gagal mewujudkan keadilan substantif karena bias sosial dan dominasi kekuasaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya reformasi hukum yang inklusif melalui peningkatan literasi hukum, perluasan bantuan hukum, dan penguatan integritas lembaga peradilan. Temuan ini berimplikasi pada pembaruan teori dan kebijakan hukum agar lebih responsif terhadap keadilan sosial serta membuka arah baru bagi penelitian sosio-legal di Indonesia. Kata kunci: stratifikasi sosial, akses keadilan, sosio-legal, kesetaraan hukum
Kearifan Lokal Masyarakat dalam Melestarikan Hutan Adat pada Wisata Batu Majang Kabupaten Mahakam Ulu Aloysius Irang Jiu; Muh. Jamal; Anwar Alaydrus; Nurmiyati, Niken
ijd-demos Volume 8, Issue 1 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to analyze community local wisdom in preserving customary forests within Batu Majang Tourism, Mahakam Ulu Regency. A qualitative approach was employed through observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The findings indicate that the Dayak Kenyah community possesses a structured customary value system in maintaining the sustainability of the Tana Ulen customary forest. This system includes prohibitions against indiscriminate tree cutting, regulated hunting practices, restrictions on farming within the core forest area, agrarian rituals such as Mecaq Undat and Uman Jenai, the ethical norm of pamali governing behavior in forest areas, and the central role of customary leaders in supervision and enforcement. Such local wisdom functions as a culturally based conservation mechanism that sustains ecological balance while strengthening social cohesion. The integration of customary values and ecological functions forms a crucial foundation for sustainable community-based tourism in Batu Majang. Keywords: Local Wisdom, Customary Forest, Batu Majang Tourism.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kearifan lokal masyarakat dalam melestarikan hutan adat pada Wisata Batu Majang Kabupaten Mahakam Ulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Dayak Kenyah memiliki sistem nilai dan aturan adat yang terstruktur dalam menjaga keberlanjutan Hutan Adat Tana Ulen. Sistem tersebut meliputi larangan menebang pohon sembarangan, pengaturan perburuan satwa, larangan membuka ladang di kawasan inti hutan, praktik ritual agraris seperti Mecaq Undat dan Uman Jenai, norma pamali dalam berperilaku di kawasan hutan, serta peran sentral tokoh adat dalam pengawasan dan penegakan aturan. Kearifan lokal tersebut berfungsi sebagai mekanisme konservasi berbasis budaya yang menjaga keseimbangan ekologis sekaligus memperkuat kohesi sosial masyarakat. Integrasi nilai adat dan fungsi ekologis ini menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan wisata berbasis komunitas di Batu Majang. Kata kunci: Kearifan Lokal, Hutan Adat, Wisata Batu Majang.
Profesionalitas Pengacara dalam Pendampingan Klien Ditinjau dari Perspektif Pancasila Octaviana Putri Maharani; Natal, Natal Kristiono
ijd-demos Volume 8, Issue 1 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to evaluate the professional responsibility of lawyers in protecting the rights of clients in every judicial process and to assess its application from the perspective of Pancasila values. The method used in this study is qualitative with a normative and empirical approach. The normative approach is carried out through an analysis of Law Number 18 of 2003 concerning Lawyers, professional codes of ethics, and legal principles related to the obligations of lawyers. while the empirical approach was conducted through in-depth interviews with lawyers, judges, and clients at the Pekalongan District Court, field observations, and document studies. The data obtained was analysed using qualitative descriptive techniques through the steps of reduction, presentation, and conclusion drawing using source triangulation to ensure accuracy. The research findings show that lawyer professionalism is a combination of legal ability, field experience, and moral integrity based on Pancasila values. Client rights protection is realised through assistance from the early stages of the legal process, legal education, preparation of realistic defence strategies, and compliance with the code of ethics, including the prohibition of guaranteeing victory. Challenges to professionalism arise in the form of pressure from clients, public perceptions of economic influence on decisions, and obstacles in the judicial system. This study emphasises that the professionalism of solicitors does not solely focus on the final outcome of a case, but also on a fair, transparent, and dignified process in accordance with the principles of Pancasila justice. Keywords:  professional responsibility, protection of client rights, Pancasila values   Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi tanggung jawab profesional pengacara dalam menjaga hak klien disetiap proses peradilan dan untuk menilai penerapannya dari sudut pandang nilai-nilai pancasila. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan normatif dan empiris, pendekatan normatif dilakukan melalui analisis terhadap Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Pengacara, kode etik profesi serta prinsip-prinsip hukum yang berkaitan dengan kewajiban pengacara, sementara pendekatan empiris dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengacara, hakim, dan klien di Pengadilan Negeri Pekalongan, observasi lapangan danstudi dokumen. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui langkah-langkah reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan trianggulasi sumber untuk memastikan akurasi. Temuan penelitian menunjukan bahwa profesionalisme pengacara merupakan kombinasi anatara kemampuan hukum, pengalaman lapangan, dan integritas moral yang berlandaskan nilai-nilai pancasila. Perlindungan hak klien diwujudkan melalui pendampingan sejak tahap awal proses hukum, edukasi hukum, penyiapan strategi pembelaan yang realistis, serta kepatuhan terhadap kode etik, termasuk larangan memberikan jaminan kemenangan. Tantangan terhadap profesionalitas muncul dalam bentuk tekanan dari klien, anggapan masyarakat mengenai pengaruh ekonomi terhadap keputusan, dan kendala dalam sistem peradilan. Penelitian ini menekankan bahwa profesionaluitas pengacara tidak semata-mata berfokus pada hasil akhir suatu perkara, tetapi juga pada proses yang adil, transparan, dan bermartabat sesuai dengan prinsip keadilan pancasila. Kata kunci: tanggung jawab profesional, perlindungan hak klien, nilai pancasila.
Pengaruh Beban Kerja Terhadap Kepuasan Karyawan di Four Points by Sheraton Batam Caniago, M. Kevin; Ferdian, Feri
ijd-demos Volume 8, Issue 1 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Sumber daya manusia memiliki peranan penting dalam industri perhotelan karena kualitas pelayanan sangat bergantung pada kinerja dan kepuasan kerja karyawan. Kepuasan kerja menjadi faktor penting yang memengaruhi produktivitas, motivasi, dan kualitas pelayanan karyawan. Salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan kerja adalah beban kerja. Beban kerja yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kemampuan fisik maupun mental karyawan dapat menimbulkan kelelahan, stres, dan menurunkan tingkat kepuasan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kerja terhadap kepuasan kerja karyawan di Hotel Four Points by Sheraton Batam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan Hotel Four Points by Sheraton Batam dengan jumlah sampel sebanyak 38 responden menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,518 dan nilai p-value sebesar 0,018. Hasil ini menunjukkan bahwa pengelolaan beban kerja yang baik dapat meningkatkan kepuasan kerja karyawan. Kata kunci: Beban Kerja, Kepuasan Kerja Karyawan, PLS-SEM Abstract Human resources play a crucial role in the hospitality industry, where service quality largely depends on employee performance and satisfaction. Job satisfaction is an essential factor influencing employee productivity, motivation, and service quality. One of the key factors affecting job satisfaction is workload. Excessive workload that exceeds employees’ physical and mental capacities may lead to fatigue, stress, and decreased job satisfaction. This study aims to analyze the effect of workload on employee job satisfaction at Four Points by Sheraton Batam. This research employed a quantitative approach using a causal associative method. The population consisted of all employees of Four Points by Sheraton Batam, with a total sample of 38 respondents using a saturated sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that workload has a positive and significant effect on employee job satisfaction, with a path coefficient value of 0.518 and a p-value of 0.018. These findings suggest that well-managed and balanced workloads can enhance employee job satisfaction. Therefore, hotel management should pay close attention to workload management to improve employee well-being and organizational performance. Keywords: Workload, Job Satisfaction, Hotel Employees, PLS-SEM.