cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
demos.ijd@gmail.com
Phone
+6281284963876
Journal Mail Official
demos.ijd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Pandeglang KM. 5 Pandeglang, Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
International Journal of Demos
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 27210642     DOI : 10.31506/ijd
International Journal of Demos (IJD) is an open access, and peer-reviewed journal. IJD try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: citizenship, civil society movement, environmental issues, gender politics and identity, digital society and disruption, urban politics, community welfare, social development, public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance, human rights & democracy, radicalism, and terrorism. Publish three times in a year i.e. April, August, and December. IJD Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences
Articles 330 Documents
Tinjauan Hukum Mengenai Peralihan Hak Atas Rumah Bersubsidi Yang Menimbulkan Sengketa Herti Sally Manurung; Eros Rahmani Rifki
ijd-demos Volume 8, Issue 1 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v8i1.691

Abstract

Abstract The transfer of rights over subsidized housing presents a complex legal issue due to its intersection between private law and public housing policy. In practice, unlawful transfers frequently occur, leading to disputes and legal uncertainty. This study aims to analyze the legal framework governing the transfer of rights over subsidized housing, identify the types of disputes arising from violations, and examine the legal consequences and dispute resolution mechanisms within the existing legal system. This research employs a normative juridical method using statutory and conceptual approaches. The legal materials consist of primary sources such as legislation, secondary sources including legal literature and scholarly articles, and tertiary sources as supporting references. Data collection is conducted through library research, while analysis is carried out qualitatively with deductive reasoning. The findings indicate that the transfer of subsidized housing rights is subject to specific regulatory restrictions that limit the principle of freedom of contract, rendering unlawful transfers void or voidable. The disputes commonly arise in the form of illegal credit transfers, conflicts with financial institutions, and ownership disputes. The study concludes that regulatory harmonization, stronger supervision, and improved public legal awareness are necessary to ensure legal certainty and the effectiveness of housing policies. Keywords: subsidized housing transfer of rights, legal disputes civil law, housing policy   Abstrak Peralihan hak atas rumah bersubsidi merupakan isu hukum yang kompleks karena berada pada persimpangan antara hukum perdata dan kebijakan publik di bidang perumahan. Dalam praktiknya, sering terjadi penyimpangan berupa peralihan hak secara tidak sah yang menimbulkan sengketa dan ketidakpastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum peralihan hak atas rumah bersubsidi, mengidentifikasi bentuk-bentuk sengketa yang timbul akibat pelanggaran, serta menelaah akibat hukum dan mekanisme penyelesaian sengketa yang dapat ditempuh. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, dengan bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa literatur dan jurnal ilmiah, serta bahan hukum tersier sebagai pelengkap. Pengumpulan bahan hukum dilakukan melalui studi kepustakaan, sedangkan analisis dilakukan secara kualitatif dengan penarikan kesimpulan secara deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan hak rumah bersubsidi dibatasi oleh ketentuan khusus yang membatasi asas kebebasan berkontrak, sehingga peralihan yang tidak sesuai prosedur dinyatakan tidak sah atau dapat dibatalkan. Sengketa yang timbul meliputi sengketa over kredit ilegal, sengketa dengan lembaga pembiayaan, dan sengketa kepemilikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan harmonisasi regulasi, penguatan pengawasan, serta peningkatan literasi hukum masyarakat untuk menjamin kepastian hukum dan efektivitas kebijakan perumahan. Kata kunci: rumah subsidi, peralihan hak, sengketa hukum perdata, kebijakan perumahan
Kinerja Guru SD Swasta: Analisis Peran Supervisi Akademik, Motivasi Kerja, dan Lingkungan Kerja Felicita Yosephira Dyatamara Natasyaratri; Fakhruddin
ijd-demos Volume 8, Issue 1 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v8i1.697

Abstract

Abstract This study aims to analyze the contribution of academic supervision, work motivation, and the work environment to teacher performance at private elementary schools in the Semarang Timur subdistrict. Using a quantitative correlational approach, this study involved a population of 148 teachers with a sample of 108 respondents determined using the Slovin formula (5% margin of error). Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed non-parametrically using Spearman’s rank correlation and Kendall’s W coefficient of concordance. Descriptive analysis results indicate that teacher performance and all independent variables fall into the “Moderate” category. The research findings partially confirm the positive and significant influence of academic supervision (r = 0.758), work motivation (r = 0.645), and work environment (r = 0.769) on teacher performance (p < 0.05), with the work environment factor being the most dominant determinant. Simultaneously, a Kendall’s W coefficient of 0.468 indicates the collective contribution of these three variables to the variance in teacher performance. In conclusion, enhancing the performance of private elementary school teachers cannot be achieved through partial measures but requires a holistic managerial approach that integrates professional supervision, motivational stimulation, and systemic improvements to the work environment ecosystem. Keywords:  Teacher Performance, Academic Supervision, Work Motivation, Work Environment, Private Elementary Schools   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi supervisi akademik, motivasi kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru pada sekolah dasar swasta di Kecamatan Semarang Timur. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 148 guru dengan sampel 108 responden yang ditentukan melalui rumus Slovin (tingkat kesalahan 5%). Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis secara non-parametrik melalui teknik korelasi Rank Spearman dan koefisien konkordansi Kendall’s W. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa kinerja guru dan seluruh variabel independen berada pada kategori "Sedang". Temuan penelitian secara parsial mengonfirmasi pengaruh positif dan signifikan dari supervisi akademik (r = 0,758), motivasi kerja (r = 0,645), dan lingkungan kerja (r = 0,769) terhadap kinerja guru (p < 0,05), di mana faktor lingkungan kerja menjadi determinan paling dominan. Secara simultan, koefisien Kendall’s W sebesar 0,468 mengindikasikan kontribusi kolektif ketiga variabel tersebut terhadap variansi kinerja guru. Kesimpulannya, penguatan kinerja guru SD swasta tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan menuntut pendekatan manajerial holistik yang mengintegrasikan supervisi profesional, stimulasi motivasi, dan pembenahan ekosistem lingkungan kerja secara sistemik. Kata kunci: Kinerja Guru, Supervisi Akademik, Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, SD Swasta
Pengaruh Self Control terhadap Perilaku Impulsive Buying pada Mahasiswa Pengguna Pay Later di Kota Medan Asrinta br sebayang; Nenny Ika Putri Simarmata
ijd-demos Volume 8, Issue 1 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v8i1.725

Abstract

Abstract This study aims to determine the effect of self-control on impulsive buying behavior among student Pay Later users in Medan City. The research employed a quantitative approach with a correlational design. The subjects consisted of 350 students who actively used Pay Later services and were selected using purposive sampling techniques. Data were collected through Likert-scale psychological instruments measuring self-control and impulsive buying behavior. Data analysis was conducted using simple linear regression with a non-parametric bootstrapping approach through SPSS 20.0 for Windows. The results showed a significant negative effect of self-control on impulsive buying behavior, with a regression coefficient value of -0.197 and a significance value of 0.001 (p < 0.05). This indicates that the higher the students’ self-control, the lower their impulsive buying behavior. Self-control contributed 13.4% to impulsive buying behavior, while the remaining 86.6% was influenced by other factors outside the scope of this study. The categorization results revealed that most students had moderate levels of self-control (95.4%) and moderate levels of impulsive buying behavior (85.7%). These findings emphasize that self-control plays an important role in controlling students’ consumptive behavior amid the ease of digital transactions and Pay Later services. Keywords: self-control, impulsive buying, Pay Later, students, consumptive behavior   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh self-control terhadap perilaku impulsive buying pada mahasiswa pengguna Pay Later di Kota Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 350 mahasiswa pengguna Pay Later yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui skala psikologi berbentuk Likert yang terdiri dari skala self-control dan skala impulsive buying. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan pendekatan bootstrapping non-parametrik menggunakan SPSS 20.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara self-control terhadap impulsive buying dengan nilai koefisien regresi sebesar -0,197 dan nilai signifikansi 0,001 (p < 0,05). Hal ini berarti semakin tinggi self-control mahasiswa, maka semakin rendah perilaku impulsive buying yang dilakukan. Self-control memberikan kontribusi sebesar 13,4% terhadap impulsive buying, sedangkan 86,6% dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Hasil kategorisasi menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memiliki tingkat self-control pada kategori sedang sebesar 95,4% dan impulsive buying pada kategori sedang sebesar 85,7%. Penelitian ini menegaskan bahwa self-control merupakan faktor penting dalam mengendalikan perilaku konsumtif mahasiswa di tengah kemudahan akses layanan Pay Later dan transaksi digital. Kata kunci: self-control, impulsive buying, Pay Later, mahasiswa, perilaku konsumtif
Evaluasi Kinerja Program Promosi Penanaman Modal dalam Meningkatkan Minat Investor dan Realisasi Investasi di Provinsi Kepulauan Riau Dwi Haryani; Rumzi Samin; Armauliza Septiawan
ijd-demos Volume 8, Issue 1 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v8i1.741

Abstract

Abstrak Promosi penanaman modal merupakan salah satu instrumen strategis yang digunakan pemerintah daerah untuk meningkatkan daya tarik investasi, memperkuat daya saing wilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Meskipun Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepulauan Riau telah melaksanakan berbagai kegiatan promosi investasi, realisasi investasi antar kabupaten/kota masih menunjukkan ketimpangan yang cukup signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program promosi penanaman modal yang dilaksanakan oleh DPMPTSP Provinsi Kepulauan Riau dengan menggunakan teori evaluasi kebijakan William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan aparatur pemerintah serta pemangku kepentingan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program promosi penanaman modal telah berkontribusi dalam meningkatkan eksposur potensi investasi daerah dan memperluas jaringan kerja sama dengan calon investor. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain keterbatasan penyebaran informasi investasi, belum meratanya realisasi investasi antarwilayah, kurang optimalnya tindak lanjut pascapromosi, serta masih lemahnya koordinasi antarinstansi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa program promosi penanaman modal telah berjalan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan dalam aspek penentuan sasaran promosi, pemanfaatan teknologi digital, koordinasi kelembagaan, dan pelayanan kepada investor. Perbaikan pada aspek tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas promosi investasi serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kata kunci: Promosi penanaman modal, Evaluasi kebijakan, Investasi daerah, Daya saing daerah, DPMPTSP, Provinsi Kepulauan Riau.   Abstract Investment promotion is a strategic instrument employed by regional governments to enhance investment attractiveness, strengthen regional competitiveness, and foster sustainable economic growth. Despite the implementation of various investment promotion activities by the Investment and One-Stop Integrated Service Agency (DPMPTSP) of the Riau Islands Province, investment realization across regencies and municipalities remains uneven. This study aims to evaluate the implementation of the investment promotion program conducted by DPMPTSP of the Riau Islands Province using William N. Dunn’s policy evaluation framework, which encompasses effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and appropriateness. The study adopted a qualitative approach with a descriptive method. Data were collected through interviews, observations, and document analysis involving government officials and relevant stakeholders. The findings reveal that the investment promotion program has contributed to increasing the visibility of regional investment potential and expanding cooperation networks with prospective investors. However, several challenges remain, including limited dissemination of investment information, unequal distribution of investment realization among regions, inadequate post-promotion follow-up mechanisms, and weak inter-agency coordination. The study concludes that the investment promotion program has been implemented relatively well; nevertheless, improvements are required in target-oriented promotion strategies, the utilization of digital technology, institutional coordination, and investor services. Strengthening these aspects is expected to enhance the effectiveness of investment promotion and support more inclusive and sustainable regional economic growth. Keywords: investment promotion, policy evaluation, regional competitiveness, investment governance, Riau Islands Province, William N. Dunn.
Orkestrasi Kolaboratif Pemerintah, Akademisi dan Masyarakat dalam Mewujudkan Keberlanjutan Sosial-Ekologis di Kabupaten Pringsewu Ulfa Umayasari; Goestyari Kurnia Amantha
ijd-demos Volume 8, Issue 2 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research aims to address the coordination and synergy gap between the government, academics, and the community in managing socio-ecological issues in Pringsewu Regency. The development approach has been sectoral and top-down, making policies less effective in addressing the complexity of local problems. The long-term goal is to create a sustainable collaboration model to realize socio-ecological sustainability based on the orchestration of local actors. This study uses a qualitative approach with case study methods, in-depth interviews, and focus group discussions (FGD). The results indicate that the existing governance is hierarchical, with the government as the dominant actor, while the roles of academics and the community are not yet systematically institutionalized. This creates coordination gaps and resistance to the principles of Collaborative Governance. The expected result is the formulation of a collaborative orchestration model—based on Quadruple Helix and Governance Network theories—that can serve as a reference for sustainable development policies. The research targets a Technology Readiness Level (TRL) of 1-3, focusing on concept and model validation in a relevant environment. Keywords: Collaboration, Socio-Ecological Sustainability, Orchestration, Governance, Pringsewu.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan koordinasi dan sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam pengelolaan isu-isu sosial-ekologis di Kabupaten Pringsewu. Selama ini, pendekatan pembangunan cenderung sektoral dan top-down, sehingga kebijakan yang dihasilkan kurang efektif dalam menjawab kompleksitas permasalahan di tingkat lokal. Tujuan jangka panjang dari penelitian ini adalah menciptakan model kolaborasi berkelanjutan yang mampu mewujudkan keberlanjutan sosial-ekologis berbasis orkestrasi aktor-aktor lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, wawancara mendalam, dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola yang ada bersifat hierarkis dengan pemerintah sebagai aktor dominan, sementara peran akademisi dan masyarakat belum terlembaga secara sistematis. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan koordinasi dan resistensi terhadap prinsip Collaborative Governance. Hasil yang diharapkan adalah tersusunnya model orkestrasi kolaboratif—berbasis teori Quadruple Helix dan Governance Network—yang mampu menjadi referensi bagi kebijakan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menargetkan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) pada level 1–3, yaitu validasi konsep dan model dalam lingkungan yang relevan. Kata Kunci: Kolaborasi, Keberlanjutan Sosial-Ekologis, Orkestrasi, Tata Kelola, Pringsewu.
Integrasi Konsep Resiliensi Dalam Mitigasi Banjir: Studi Kasus di Kabupaten Mahakam Ulu Damianus Ding; Iman Surya; Jauchar B
ijd-demos Volume 8, Issue 2 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Flood disasters represent one of the most persistent environmental challenges in Indonesia, particularly in regions characterized by river basin systems and high rainfall intensity. Mahakam Ulu Regency, located in the upstream area of the Mahakam River, is highly vulnerable to recurring floods that disrupt socio-economic activities and challenge local governance capacity. This study aims to examine the integration of resilience concepts into flood mitigation policies within the framework of local government. This research employs a qualitative descriptive approach, utilizing in-depth interviews, field observations, and document analysis. The study focuses on key dimensions of resilience, including adaptive capacity, institutional coordination, and community preparedness. The findings indicate that while the local government has initiated several mitigation policies, the integration of resilience principles remains partial and fragmented. Structural limitations such as inadequate infrastructure, limited financial resources, and weak inter-agency coordination hinder the effectiveness of mitigation efforts. However, the study also reveals that local wisdom and strong social cohesion among communities contribute significantly to enhancing social resilience. These elements serve as informal yet powerful mechanisms in responding to flood risks. Therefore, the integration of resilience into flood mitigation policies requires a comprehensive and collaborative approach that combines formal governance structures with community-based initiatives. This study concludes that strengthening institutional capacity, improving policy integration, and enhancing community participation are essential steps toward achieving sustainable flood mitigation in Mahakam Ulu Regency. Keywords:  Flood Mitigation, Resilience, Local Governance, Disaster Policy.     Abstrak Bencana banjir merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang paling sering terjadi di Indonesia, terutama pada wilayah yang memiliki karakteristik daerah aliran sungai serta curah hujan yang tinggi. Kabupaten Mahakam Ulu sebagai wilayah yang berada di bagian hulu Sungai Mahakam memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi terhadap bencana banjir yang terjadi secara berulang dan berdampak pada aktivitas sosial, ekonomi, serta kapasitas pemerintahan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana integrasi konsep resiliensi dalam kebijakan mitigasi banjir yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Fokus analisis diarahkan pada dimensi utama resiliensi, yaitu kapasitas adaptif, koordinasi kelembagaan, serta kesiapsiagaan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan mitigasi banjir di Kabupaten Mahakam Ulu belum sepenuhnya mengintegrasikan prinsip resiliensi secara komprehensif. Hal ini terlihat dari masih terbatasnya kapasitas infrastruktur, keterbatasan anggaran, serta belum optimalnya koordinasi antar lembaga dalam penanggulangan bencana. Di sisi lain, masyarakat lokal memiliki modal sosial yang kuat berupa kearifan lokal dan solidaritas sosial yang mampu memperkuat ketahanan dalam menghadapi bencana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi konsep resiliensi dalam kebijakan mitigasi banjir memerlukan pendekatan yang lebih holistik dan kolaboratif, dengan melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya. Penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan kesadaran masyarakat, serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan menjadi kunci dalam mewujudkan mitigasi banjir yang efektif dan berkelanjutan. Kata kunci: Mitigasi Banjir, Ketahanan, Tata Kelola Lokal, Kebijakan Bencana.
Peran Lembaga Adat Dalihan Na Tolu Dalam Penyelesaian Sengketa Waris Melalui Mediasi Berdasarkan Hukum Adat Batak Toba dan Hukum Nasional (Studi Kasus di Desa Lintong Nihuta) Tawarika Maritoda Pandiangan; Parlaungan Gabriel Siahaan; Sri Yunita; Ramsul Nababan; Dewi Pika Lbn Batu
ijd-demos Volume 8, Issue 2 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This research originated from an inheritance dispute between the Panjaitan Family and the Siahaan Family in Lintong Nihuta Village, which was resolved through mediation conducted by the Dalihan Na Tolu Customary Institution based on Batak Toba customary law. The problem arises because the mediation results of the Dalihan Na Tolu Customary Institution possess strong social legitimacy but have not yet fully obtained legal certainty within the national legal system. This study aims to analyze the role of the Dalihan Na Tolu Customary Institution in resolving inheritance disputes and the legal strength of its mediation outcomes according to customary law and national law. The research method employed is empirical normative legal research with a qualitative approach through literature study, observation, interviews, and documentation. The findings indicate that mediation conducted by the Dalihan Na Tolu Customary Institution encourages deliberation to achieve fair agreements while maintaining harmony among the disputing parties. However, the mediation results are still categorized as privately executed documents, thereby requiring legal reinforcement through a deed of settlement or administrative legalization. Therefore, harmonization between customary law and national law is necessary to strengthen the legal certainty of mediation outcomes produced by the Dalihan Na Tolu Customary Institution. Keywords:  Dalihan Na Tolu Customary Institution, Mediation, Inheritance Dispute.   Abstrak Penelitian ini berangkat dari permasalahan sengketa waris antara Keluarga Panjaitan dan Keluarga Siahaan di Desa Lintong Nihuta yang diselesaikan melalui mediasi oleh Lembaga Adat Dalihan Na Tolu berdasarkan hukum adat Batak Toba. Permasalahan muncul karena hasil mediasi lembaga adat Dalihan Na Tolu memiliki legitimasi sosial yang kuat, tetapi belum sepenuhnya memiliki kepastian hukum dalam sistem hukum nasional. Penelitian ini memiliki tujuan dalam menganalisis peran Lembaga Adat Dalihan Na Tolu dalam penyelesaian sengketa waris serta kekuatan hasil mediasinya menurut hukum adat dan hukum nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif empiris dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mediasi lembaga adat Dalihan Na Tolu mendorong penguatan musyawarah untuk mencapai hasil kesepakatan yang adil dan tetap menjaga kedamaian antar pihak yang bersengketa. Namun, hasil mediasi masih berkedudukan sebagai alat bukti di bawah tangan sehingga memerlukan penguatan hukum melalui akta perdamaian atau legalisasi administratif. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi antara hukum adat dan hukum nasional untuk memperkuat kepastian hukum hasil mediasi dari lembaga adat Dalihan Na Tolu. Kata kunci: Lembaga adat Dalihan Na Tolu, Mediasi, Sengketa Waris.
Konvergensi Hukum Nasional dan Aturan Internal Pesantren dalam Penanganan Kasus Pelecehan Seksual untuk Perlindungan Hukum bagi Santriwati secara Optimal Chairun Nisa; Parlaungan G Siahaan; Halking; Reh Bungana Br Pa; Taufiq Ramadhan
ijd-demos Volume 8, Issue 2 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini membahas konvergensi hukum nasional dan aturan internal pesantren dalam penanganan kasus pelecehan seksual guna memberikan perlindungan hukum yang optimal bagi santriwati. Pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis keagamaan memiliki aturan internal yang berlandaskan nilai-nilai Islam, namun dalam praktiknya penanganan kasus pelecehan seksual masih sering dilakukan secara tertutup sehingga belum sepenuhnya selaras dengan hukum nasional. Kondisi tersebut berpotensi menghambat pemenuhan hak korban atas perlindungan, keadilan, dan pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum nasional dan aturan internal pesantren dalam penanganan kasus pelecehan seksual terhadap santriwati, mengidentifikasi kesenjangan yang terjadi, serta merumuskan model konvergensi hukum yang ideal. Penelitian menggunakan metode normatif empiris dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi di Pondok Pesantren Al-Mukhlisin dan Pondok Modern Darussalam Guntur Kabupaten Batu Bara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pesantren telah memiliki kebijakan dan Standard Operating Procedure (SOP) tertulis yang mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak dan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS). Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, seperti pengawasan yang belum konsisten, rendahnya pemahaman terhadap mekanisme pelaporan, budaya diam akibat rasa takut dan malu, serta keterbatasan pendampingan psikologis bagi korban. Penelitian ini menawarkan model Regulasi Internal Pesantren yang Selaras dengan Undang-Undang melalui integrasi ketentuan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang TPKS ke dalam tata tertib pesantren, yang didukung oleh sistem pelaporan yang aman, keterlibatan seluruh pihak, penerapan aturan yang konsisten, dan pendampingan yang menyeluruh bagi korban. Kata Kunci: Konvergensi Hukum, Pelecehan Seksual, Pesantren, Perlindungan Hukum.   AbstractThis study examines the convergence between national law and internal pesantren regulations in handling cases of sexual harassment to provide optimal legal protection for female students (santriwati). As Islamic boarding school institutions, pesantren implement internal regulations grounded in Islamic values. However, in practice, cases of sexual harassment are often handled internally and confidentially, resulting in a lack of full alignment with national legal provisions. This condition potentially hinders the fulfillment of victims’ rights to protection, justice, and recovery. The study aims to analyze the implementation of national law and internal pesantren regulations in handling sexual harassment cases involving santriwati, identify the existing gaps, and formulate an ideal model of legal convergence. This research employed an empirical normative method with a qualitative descriptive approach. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation at Al-Mukhlisin Islamic Boarding School and Darussalam Guntur Modern Islamic Boarding School in Batu Bara Regency. The findings indicate that both pesantren have established written policies and Standard Operating Procedures (SOPs) referring to the Child Protection Law and Law Number 12 of 2022 concerning the Crime of Sexual Violence (TPKS Law). Nevertheless, their implementation still faces several challenges, including inconsistent supervision, limited understanding of reporting mechanisms, a culture of silence driven by fear and shame, and inadequate psychological assistance for victims. This study proposes a model of Pesantren Internal Regulations Harmonized with National Law through the integration of Article 6 of Law Number 12 of 2022 concerning the TPKS Law into pesantren disciplinary regulations, supported by secure reporting mechanisms, active involvement of all stakeholders, consistent law enforcement, and comprehensive assistance for victims. Keywords: Legal Convergence, Sexual Harassment, Pesantren, Legal Protection.
Rekonstruksi Kebijakan Adaptif dalam Strategi Manajemen SDM untuk Penguatan Ekosistem Green Job di Nusa Tenggara Barat Muhammad Sauki
ijd-demos Volume 8, Issue 2 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi kebijakan adaptif dalam strategi manajemen sumber daya manusia untuk memperkuat ekosistem Green job di Nusa Tenggara Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan Focus Group Discussion yang dianalisis menggunakan NVivo 12 Plus melalui teknik coding, kategorisasi, dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengembangan Green job ditentukan oleh penguatan green skills, adaptivitas tenaga kerja, fleksibilitas regulasi, serta kolaborasi multi-aktor antara pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, dan masyarakat. Selain itu, sektor energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan ekowisata menjadi basis utama transformasi ekonomi hijau regional. Penelitian menyimpulkan bahwa Green job telah berkembang menjadi instrumen pembangunan transformatif yang mengintegrasikan keberlanjutan ekonomi, ekologis, dan keadilan sosial melalui tata kelola kolaboratif yang adaptif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Green job; Kebijakan adaptif; Manajemen sumber daya manusia; Ekonomi hijau; Kolaborasi stakeholder.   AbstractThis study aims to analyze the reconstruction of adaptive policy within human resource management strategies to strengthen the green job ecosystem in West Nusa Tenggara. The research employed a qualitative approach with a case study design through in-depth interviews, observations, documentation, and Focus Group Discussions, which were analyzed using NVivo 12 Plus through coding, categorization, and data triangulation techniques. The findings reveal that the effectiveness of green job development is determined by the enhancement of green skills, workforce adaptability, regulatory flexibility, and multi-actor collaboration among government institutions, the private sector, higher education institutions, and local communities. Furthermore, renewable energy, waste management, and ecotourism sectors emerged as the primary foundations of regional green economic transformation. The study concludes that green jobs have evolved into a transformative development instrument integrating economic sustainability, ecological resilience, and social justice through adaptive and sustainable collaborative governance. Keywords: Green jobs; Adaptive policy; Human resource management; Green economy; Stakeholder collaboration.
Jaminan Konstitusional terhadap Kepastian Kerja bagi Pekerja Kontrak di Indonesia Zulrijal Bushido Gani; Galang Taufani; Billy Kalangi
ijd-demos Volume 8, Issue 2 (2026)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pekerja Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) merupakan kelompok pekerja yang rentan mengalami ketidakpastian kerja akibat fleksibilitas hubungan kerja dalam sistem ketenagakerjaan di Indonesia. Perubahan regulasi melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja menimbulkan persoalan mengenai perlindungan hak pekerja kontrak, khususnya terkait kepastian kerja sebagai hak konstitusional warga negara. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaturan hukum PKWT di Indonesia serta jaminan konstitusional terhadap kepastian kerja bagi pekerja kontrak berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum dianalisis secara kualitatif terhadap peraturan perundang-undangan dan konsep perlindungan hak pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan PKWT pasca Undang-Undang Cipta Kerja lebih menekankan fleksibilitas hubungan kerja dibandingkan perlindungan kepastian kerja pekerja. Kondisi tersebut berpotensi melemahkan hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak sebagaimana dijamin dalam Pasal 27 ayat (2) dan Pasal 28D ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Oleh karena itu, negara berkewajiban menghadirkan regulasi ketenagakerjaan yang berorientasi pada perlindungan hak konstitusional pekerja. Kata Kunci: hak konstitusional, PKWT, kepastian kerja, perlindungan pekerja.   Abstract Fixed-Term Employment Agreement (PKWT) workers are a vulnerable group of employees who often experience job insecurity due to the flexibility of employment relations in Indonesia’s labor system. Regulatory changes through Law Number 6 of 2023 concerning Job Creation have raised issues regarding the protection of contract workers’ rights, particularly job security as a constitutional right of citizens. This study aims to analyze the legal regulation of PKWT workers in Indonesia and the constitutional guarantee of job security for contract workers based on the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. This research employs a normative legal research method using statutory and conceptual approaches. Legal materials were analyzed qualitatively through legislation and concepts of labor rights protection. The results indicate that the regulation of PKWT after the Job Creation Law emphasizes labor flexibility more than the protection of workers’ job security. This condition potentially weakens the right to work and to earn a decent living as guaranteed under Article 27 paragraph (2) and Article 28D paragraph (2) of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia. Therefore, the state is obligated to establish labor regulations oriented toward protecting the constitutional rights of workers. Keywords: constitutional rights, fixed-term employment agreement, job security, worker protection.