cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
demos.ijd@gmail.com
Phone
+6281284963876
Journal Mail Official
demos.ijd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Pandeglang KM. 5 Pandeglang, Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
International Journal of Demos
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 27210642     DOI : 10.31506/ijd
International Journal of Demos (IJD) is an open access, and peer-reviewed journal. IJD try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: citizenship, civil society movement, environmental issues, gender politics and identity, digital society and disruption, urban politics, community welfare, social development, public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance, human rights & democracy, radicalism, and terrorism. Publish three times in a year i.e. April, August, and December. IJD Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences
Articles 271 Documents
Partisipasi Perempuan dalam Perencaan Pembangunan di wilayah Aceh, Kabupaten Banyuasin (Desa Pulai Gading), dan Kabupaten Enrekang (Desa Batu Ke’de) Suhardi, Enjanis
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 1 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i1.480

Abstract

Abstrak : Partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan terlebih pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa di wilayah Aceh, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Enrekang belum optimal dan tergolong rendah dengan bentuk partisipasi pikiran, keahlian, tenaga, pemikiran dan tenaga. Penelitian ini betujuan untuk menganalisis indikator partisipasi perempuan dalam perencanaan pembangunan mengenai bagaimana partisipasi perempuan dalam Musrenbangdes. Adapun ruang lingkup dalam penelitian yakni partisipasi perempuan pada Musrenbangdes yang diselenggarakan, akses perempuan dalam Musrenbangdes, kontrol atas perempuan dalam Musrenbangdes serta suara perempuan dalam Musrenbangdes. Penelitian difokuskan pada 3 (tiga) wilayah di Indonesia yakni Aceh, Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Enrekang. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan studi literature yang kemudian data diperoleh akan direduksi dan mendapatkan sebuah kesimpulan. Hasil dari studi literature adalah tingkatan pada perempuan berpartisipatif dalam Musrenbangdes terbilang rendah dengan dibuktikan masih kurangnya kesadaran bagi perempuan untuk turut andil dalam program Musrenbangdes.
Menakar Jumlah Pemilih Golput Dalam Kontestasi Politik Serentak (Pileg dan Pilpres Tahun 2024) di Jawa Barat Wahyudy, Fahmy Iss
International Journal of Demos (IJD) Volume 5 Issue 4 (2023)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v5i4.466

Abstract

AbstractGolput is a reality that can be found in all democratic election arenas in Indonesia. This article analyzes theoretical transformations, models and a number of factors that lead to the abstention phenomenon. Apart from this, this analysis is also regarding the dynamics of fluctuations in the number of abstentions and the characteristics of abstentions in the political landscape of West Java is an important part of this article. Some changes in the election implementation model that are carried out simultaneously have consequences including a scale of complexity that can influence citizens' voting interest. By using a search of various relevant literature, it is suspected that abstention plays a large role in the government's legitimacy. The result of data analysis show that the absentions will also be occur in the 2024 elections, but the numbers potentially not much different from the numbers that appeared in the previous election.Keywords : Absention, Election, Political Contestation, West Java AbstrakGolput merupakan fakta politik yang dapat ditemui pada seluruh arena pemilihan umum demokratis di Indonesia. Artikel ini menganalisis transformasi teoritik, model dan sejumlah faktor yang mengakibatkan terjadinya fenomena golput. Selain hal tersebut, analisis terkait dinamika fluktuasi angka golput serta corak karakteristik golput dalam landscape politik jawa barat merupakan bagian yang penting dalam artikel ini. Perubahan model pelaksanaan pemilu yang dilakukan secara serentak membawa konsekuensi termasuk skala kompleksitas yang dapat mempengaruhi minat memilih dari warga negara. Dengan menggunakan penelusuran terhadap berbagai literatur yang relevan, golput ditengarai memiliki peran yang besar terkait legitimasi yang dimiliki oleh pemerintah. Hasil analisis terhadap sejumlah data menunjukan bahwa golput secara potensial masih akan terjadi dalam pemilu serentak tahun 2024, akan tetapi dengan jumlah yang diprediksi tidak akan berbeda jauh dengan angka yang muncul pada kontestasi pemilu periode yang lalu.Kata Kunci : Golput, Pemilu, Kontestasi Politik, Jawa Barat
Strategi Peningkatan Ekonomi Masyarakat Berbasis Sumber Daya Alam dan Kearifan Lokal di Kabupaten Mahakam Ulu David, Theopilus; Ito, Helena Devung; Noor, Muhammad; Effendi, Safaranita Nur
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 3 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i3.502

Abstract

AbstrakKabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) memiliki potensi besar dalam pengelolaan sumber daya alam yang dapat mendukung pembangunan ekonomi masyarakat lokal. Namun, tanpa strategi pengelolaan yang berkelanjutan, kekayaan sumber daya alam ini berisiko mengancam lingkungan dan kesejahteraan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana pemanfaatan sumber daya alam dan kearifan lokal dapat dioptimalkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Mahulu dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), serta kajian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), telah dirumuskan strategi yang memadukan pengembangan ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah Analisis Naratif Kualitatif, dengan fokus pada studi kasus di Mahulu. Penelitian ini mengidentifikasi langkah-langkah penting dalam pengembangan ekonomi yang memperhatikan aspek pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup. Selain itu, tantangan seperti deforestasi dan perubahan iklim diatasi melalui pendekatan konservasi berbasis masyarakat. Potensi sektor pariwisata yang didukung oleh infrastruktur memadai juga menjadi perhatian utama, bersama dengan nilai ekonomi dari tradisi budaya dan kerajinan tangan yang dapat dijadikan atraksi wisata. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan panduan praktis untuk mengintegrasikan strategi pengembangan ekonomi dengan pelestarian lingkungan, serta memanfaatkan potensi pariwisata dan produk budaya untuk menciptakan peluang ekonomi baru. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mendesak untuk menyelaraskan pengelolaan sumber daya alam dengan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, guna memastikan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Mahakam Ulu.Kata Kunci: Strategi, Peningkatan Ekonomi Masyarakat, Sumber Daya Alam, Kearifan Lokal AbstractMahakam Ulu Regency (Mahulu) holds significant potential in natural resource management that can support the local community's economic development. However, without sustainable management strategies, the wealth of natural resources risks threatening both the environment and social welfare. This research aims to explore how the utilization of natural resources and local wisdom can be optimized to enhance community economics while maintaining environmental sustainability. Through collaboration between the Mahulu Regency Government and the Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), and the review of the Spatial Planning Regulation (RTRW), strategies have been formulated that integrate economic development with environmental preservation. The research employs a Qualitative Narrative Analysis method, focusing on a case study in Mahulu. This study identifies key steps in economic development that consider aspects of education, health, and environmental sustainability. Additionally, challenges such as deforestation and climate change are addressed through community-based conservation approaches. The potential of the tourism sector, supported by adequate infrastructure, is also a primary concern, along with the economic value of cultural traditions and handicrafts that can be developed as tourism attractions. The research is expected to provide practical guidance for integrating economic development strategies with environmental preservation, as well as leveraging tourism potential and cultural products to create new economic opportunities. The urgency of this research lies in the pressing need to align natural resource management with sustainable economic development, ensuring both community welfare and environmental sustainability in Mahakam Ulu Regency.Keywords: Strategy, Community Economic Enhancement, Natural Resources, and Local Wisdom
Gender Responsive Climate Change Adaptation and Mitigation Analysis through Flamboyan Climate Group in Tangerang City Utami, Wahyu Kartiko; Indriyany, Ika Arinia
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 3 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i3.508

Abstract

AbstractThe issue of gender equality is still not a priority in the government's climate change adaptation and mitigation efforts, even though climate change indirectly interacts with conditions of gender inequality and produces impacts that can be detrimental to women. The climate village programme, as one of the government's efforts to overcome climate change, is a programme that cannot be separated from gender issues. The aim of this research is to analyse climate change adaptation and mitigation efforts through the climate village programme and examine the presence of women in the programme. Using a case study approach, researchers analysed the efforts made by the Flamboyan group in overcoming climate change in Tangerang City. Through the climate village programme, the Flamboyan group succeeded in getting an award from the local government for its efforts in climate change even though it was only formed in 2022. The results of the research show that before the climate group was formed by the government, this group headed and dominated by women had independently fought for climate change since 2012 in various ways, starting from planting plants in people's yards, waste banks, clean and healthy lifestyles (PHBS) and so on. These efforts were carried out independently for a long time and consistently before finally being formed as a climate group by government in 2022. Therefore, even though it was only formed in 2022, this group managed to receive various awards from the government in 2023 for its efforts in climate change. This group also proves that women can not only be present in domestic affairs, but also public affairs and succeed in bringing change to their environment. The impact on the economy, social and environment has been felt by local groups and communities.Keywords: Climate Village Programme, Climate Change, Adaptation, Mitigation AbstrakIsu kesetaraan gender masih belum menjadi prioritas dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang dilakukan pemerintah, padahal perubahan iklim secara tidak langsung berinteraksi dengan kondisi ketidaksetaraan gender dan menghasilkan dampak yang dapat merugikan perempuan. Program kampung iklim sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi perubahan iklim menjadi salah satu program yang tidak lepas akan permasalahan gender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui program kampung proklim serta mengkaji kehadiran perempuan dalam program tersebut. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus, peneliti menganalisis bagaimana upaya yang dilakukan oleh kelompok proklim Flamboyan dalam mengatasi perubahan iklim di Kota Tangerang. Melalui program kampung proklim, kelompok proklim Flamboyan berhasil mendapatkan penghargaan dari pemerintah daerah atas upayanya dalam perubahan iklim meskipun baru terbentuk di tahun 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dibentuk kelompok proklim oleh pemerintah, kelompok yang di ketuai dan didominasi oleh perempuan ini telah secara mandiri memperjuangkan perubahan iklim sejak tahun 2012 dengan berbagai cara, mulai dari penanaman tanaman dipekarangan rumah warga, bank sampah, pola hidup bersih dan sehat (phbs) dan lain sebagainya. Upaya-upaya ini dilakukan secara swadaya untuk waktu yang lama dan konsisten sebelum akhirnya dibentuk sebagai kelompok poklim di tahun 2022. Oleh sebab itu, meskipun baru terbentuk 2022 namun kelompok ini berhasil mendapatkan berbagai penghargaan dari pemerintah di tahun 2023 atas upayanya dalam perubahan iklim. Kelompok ini juga membuktikan bahwa perempuan tidak hanya bisa hadir di urusan domestik, namun juga urusan publik dan berhasil membawa perubahan pada lingkunganya. Dampak terhadap ekonomi, sosial dan lingkungan telah dirasakan oleh kelompok serta masyarakat sekitar.Kata kunci: Kampung Iklim, Perubahan Iklim, Mitigasi, Adaptasi
Kebijakan Pertanian Berkelanjutan Melalui Program Pertanian Lahan Kering 10 Hektar Helena, Egberta; Himang, Willibrordus; Jamal, Muh
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 3 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i3.500

Abstract

AbstrakSebagai kabupaten termuda di Kalimantan Timur dan kaya akan sumber daya alamnya, kegiatan pembangunan di Mahakam Ulu terus gencar dilakukan guna mengejar ketertinggalan infrastruktur baik itu fisik maupun non fisik, termasuk pada bidang pertanian. Hal ini dipengaruhi letak dan jarak akses yang ada di Kabupaten Mahakam Ulu yang memerlukan adanya kemandirian pangan untuk menekan biaya pemenuhan pangan yang terlalu tinggi. Sebagai langkah untuk menghindari eksplotasi lahan yang berlebihan, dan juga menjaga kualitas sumber daya alam yang ada, sejak tahun 2017 pemerintah mengeluarkan program perlindungan lahan pertanian berkelanjutan, yang pada program ini sendiri dipadu padankan dengan program lahan kering 10 hektar. Penelitian ini sendiri menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memberikan deskripsi dan gambaran hasil temuan dalam penelitian, selain itu metode pengumpulan data dilakukan menggunakan studi kepustakaan. Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan program lahan kering 10 hektar sudah mengarah pada usaha pertanian yang berkelanjutan. Disamping itu perlu adanya penambahan sumber daya manusia dari sisi tenaga teknis dan penguatan pemahaman masyarakat dari sosialisasi terkait pentingnya menjaga keberlanjutan dalam pertanian.Kata Kunci: Pertanian, Pertanian Berkelanjutan, Lahan Kering AbstractAs the youngest regency in East Kalimantan and rich in natural resources, development activities in Mahakam Ulu are vigorously carried out to catch up with infrastructure, both physical and non-physical, including in the agricultural sector. This is influenced by the location and access distance in Mahakam Ulu Regency, which requires food self-sufficiency to reduce the high cost of food supply. As a measure to avoid excessive land exploitation and to maintain the quality of existing natural resources, the government launched a sustainable agricultural land protection program in 2017, which is integrated with the 10-hectare dry land program. This study uses a descriptive qualitative approach to provide a description and overview of the findings in the research, and data collection is conducted using literature study. The findings in this study indicate that the 10-hectare dry land program has already moved towards sustainable agricultural efforts. In addition, there is a need for additional human resources in terms of technical personnel and strengthening public understanding through socialization regarding the importance of maintaining sustainability in agriculture.Keywords: Agriculture, Sustainable Agriculture, Dryland Agriculture
Kebijakan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di Kalimantan Timur Lung, Natalia Kahat; Sya’baniyah, Siti; B, Jauchar
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 3 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i3.501

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) di daerah Kalimantan Timur (Kaltim) merupakan bagian integral dari upaya pemerintah Indonesia dalam menjaga kelestarian lingkungan dan mengatasi dampak negatif dari eksploitasi sumber daya alam yang intensif. Metode penelitiannya yang pakai ialah studi literatur, seperti melakukan pengumpulan datanya yang berasal dari macam-macam sumber literatur yang relevan, contohnya seperti jurnal ilmiah, artikel, laporan pemerintah, dan dokumen resmi terkait. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dan disintesis untuk mengidentifikasi temuan-temuan kunci mengenai pengelolaan sumber daya alam Kalimantan Timur (Kaltim). Hasil analisis literatur berdasarkan kajian dan data yang didapat menunjukkan bahwa Kalimantan Timur (Kaltim) sebagai provinsi dengan keanekaragaman hayati yang kaya dan sumber daya alamnya yang melimpah, menghadapi tantangan serius akibat deforestasi, degradasi lahan, dan risiko bencana alam yang meningkat. Dalam menghadapi tantangan ini, pemerintah telah menerapkan berbagai kebijakan dan program yang bertujuan untuk mengelola DAS secara berkelanjutan, memulihkan ekosistem yang terganggu, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Kebijakan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, lembaga lingkungan, dari sektor swasta, dan masyarakatnya yang adat, didalam upaya kolaboratif untuk tercapainya apa yang ingin dituju dalam pembangunan yang berkelanjutan. Program-program seperti konservasi hutan, pengembangan agroforestri, dan pemberdayaan masyarakat telah menjadi fokus utama dalam upaya mencapai keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan di Kaltim. Dengan demikian, pengelolaan DAS dan rehabilitasi hutan dan lahan di Kaltim tidak hanya mencerminkan komitmen terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.Kata kunci: : Sumber Daya Alam, Daerah Aliran Sungai, Rehabilitasi Hutan Dan Lahan AbstractThe aim of this research is to examine the management of Watersheds (DAS) and the Rehabilitation of Forests and Lands (RHL) in East Kalimantan (Kaltim), which are integral to the Indonesian government's efforts to preserve environmental sustainability and address the negative impacts of intensive natural resource exploitation. The research methodology employed is literature review, involving the collection of data from various relevant sources such as scientific journals, articles, government reports, and official documents. The collected data are then analyzed and synthesized to identify key findings regarding the management of natural resources in East Kalimantan. The literature analysis based on the reviewed data reveals that East Kalimantan, as a province with rich biodiversity and abundant natural resources, faces serious challenges due to deforestation, land degradation, and increased risk of natural disasters. In addressing these challenges, the government has implemented various policies and programs aimed at managing watersheds sustainably, restoring disturbed ecosystems, and improving the welfare of local communities. These policies involve multiple stakeholders, including local government, environmental agencies, the private sector, and indigenous communities, in a collaborative effort to achieve sustainable development goals. Programs such as forest conservation, agroforestry development, and community empowerment have become central to balancing environmental protection with sustainable economic development in East Kalimantan. Thus, the management of watersheds and the rehabilitation of forests and lands in East Kalimantan not only reflect a commitment to environmental sustainability but also represent strategic steps toward maintaining economic and social sustainability in the region.Keywords:  Natural Resources, Watershed, Forest and Land Rehabilitation.
Peran Partisipasi Masyarakat Dalam Pengambilan Keputusan Tentang Pemanfaatan Dan Pengelolaan Sumber Daya Alam Juk, Bernadus; Shaw, Fransiskus Recha; Alaydrus, Anwar; Hastira, Muh. Fichriyadi
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 3 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i3.499

Abstract

AbstrakPartisipasi masyarakat memainkan peran penting dalam menciptakan kebijakan publik yang berorientasi pada kepentingan bersama, serta dalam mendorong kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Penelitian ini difokuskan untuk mengeksplorasi berbagai bentuk partisipasi masyarakat yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam di Kabupaten Mahakam Ulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana peran partisipasi masyarakat dapat meningkatkan efektivitas kebijakan publik dan administrasi dalam pengelolaan sumber daya alam. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi cara-cara efektif dalam mengintegrasikan aspirasi dan kepentingan masyarakat setempat ke dalam proses pengambilan keputusan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang memungkinkan peneliti untuk fokus pada individu-individu atau kelompok yang memiliki pengalaman dan pengetahuan relevan terkait dengan topik ini. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam, observasi lapangan, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan seperti budidaya pertanian padi, perkebunan kakao, dan kelapa sawit telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi lokal. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam juga membantu meningkatkan produktivitas dan ketersediaan pangan lokal, yang pada akhirnya memperkuat ketahanan pangan daerah. Temuan ini menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan implementasi kebijakan publik, serta perlunya mengintegrasikan aspirasi masyarakat untuk mencapai hasil yang lebih inklusif dan berkelanjutan.Kata kunci: Mahakam Ulu, Partisipasi Masyarakat, Sumber Daya Alam AbstractCommunity participation plays a crucial role in shaping public policies that are oriented towards the common good, as well as in promoting more inclusive and sustainable policies. This research focuses on exploring various forms of community participation involved in the decision-making process related to the management and utilization of natural resources in Mahakam Ulu Regency. The aim of this study is to understand how community participation can enhance the effectiveness of public policy and administration in natural resource management. Additionally, this research seeks to identify effective ways to integrate the aspirations and interests of local communities into the decision-making process. The research method used is descriptive with a qualitative approach. The research subjects were selected using purposive sampling, allowing the researcher to focus on individuals or groups with relevant experience and knowledge related to this topic. Data collection techniques include in-depth interviews, field observations, and document analysis. The results of the study reveal that active community participation in activities such as rice farming, cocoa plantations, and oil palm plantations has significantly contributed to local economic empowerment. Moreover, community involvement in natural resource management has also helped to increase productivity and the availability of local food, which ultimately strengthens regional food security. These findings highlight the importance of community participation in public policy planning and implementation, as well as the need to integrate community aspirations to achieve more inclusive and sustainable outcomes.Keywords: Mahakam Ulu, Community Participation, Natural Resources
Wacana Kelembagaan Dana Abadi Perguruan Tinggi Univeritas Sultan Ageng Tirtayasa dalam Status Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) Ardiansyah, Atih; Nurjuman, Husnan
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 3 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i3.509

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggali wacana dan aspirasi civitas academica Universitas Sultan Ageng Tirtayasa tentang upaya institusi beralih dari Badan Layanan Umum (BLU) ke Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH) serta kelembagaan dana abadi perguruan tinggi. Menjadi PTN BH merupakan momentum menjadi universitas kelas dunia sebagaimana tertuang dalam visi Untirta, karena ada otonomi dalam pengelolaan lembaga baik akademik maupun non akademik. Dana Abadi merupakan salah satu peluang pendanaan mewujudkan cita-cita itu. Melalui donasi publik, hibah, dana CSR dan sebagainya Untirta dalam melakukan skema investasi yang baik sebagai sumber pendanaan yang berkelanjutan. Untirta bisa mengadopsi bentuk kelembagaan dana abadi dari kampus-kampus PTNBH yang sudah lebih dulu menjalankan dana abadi seperti ITB, ITS, UI, IPB University dan lain-lain. Meski demikian, di kalangan civitas academica Untirta, baik PTN BH maupun dana abadi perguruan tinggi belum tersosialisasikan dengan baik sehingga sentimen negatif di kalangan mahasiswa begitu dominan.Kata Kunci: Untirta, PTNBH, dana abadi perguruan tinggi AbstractThis research aims to explore the discourse and aspirations of the academic community of Sultan Ageng Tirtayasa University about the institution's efforts to switch from the Public Service Agency (BLU) to the State University with Legal Status (PTN BH) and the institution of university endowment funds. Becoming a PTN BH is a momentum to become a world-class university as stated in Untirta's vision, because there is autonomy in the management of institutions both academic and non-academic. Endowment Fund is one of the funding opportunities to realize this goal. Through public donations, grants, CSR funds and so on, Untirta can make a good investment scheme as a sustainable source of funding. Untirta can adopt the institutional form of endowment funds from PTNBH campuses that have already run endowment funds such as ITB, ITS, UI, IPB University and others. However, among the academic community of Untirta, both PTN BH and university endowment funds have not been well socialized so that negative sentiments among students are dominant.Keywords: untirta, PTNBH, university endowment fund
Kontribusi Komunitas Serikat Pekerja Rumah Tangga (SPRT) dalam Pendampingan Pekerja Rumah Tangga di Tangerang Selatan Annisa, Rizny; Hikmawan, M. Dian
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 3 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i3.494

Abstract

AbstrakSerikat Pekerja Rumah Tangga (SPRT) merupakan komunitas kelompok para pekerja rumah tangga yang kehadirannya difaktori oleh banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh para PRT, khususnya dikecualikannya PRT dari payung hukum ketenagakerjaan. Pekerja rumah tangga rentan mengalami kekerasan dalam bekerja dikarenakan tidak adanya batasan hukum yang jelas antar PRT dan majikan. Dengan banyaknya permasalahan yang terjadi, maka PRT membentuk kelompok komunitas non-pemerintahan yakni Serikat Pekerja Rumah Tangga (SPRT). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan mengenai pendampingan yang diberikan oleh SPRT Tangsel kepada para Pekerja Rumah Tangga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori Community Development Jim Ife & frank dengan 4 indikator peran. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa SPRT Rumpun Tangsel melakukan pendampingan kepada sesama anggotanya melalui 4 peran pendampingan komunitas. Yakni peranan memfasilitasi, peranan edukasi, peranan representasi, dan peranan teknis. SPRT Tangsel menjadi komunitas yang mendampingi para pekerja rumah tangga di Tangerang Selatan dalam memperjuangkan hak mereka sebagai pekerja.Kata Kunci: Pekerja Rumah Tangga, Pendampingan, Komunitas AbstractThe Domestic Workers Union (SPRT) is a community of domestic workers whose presence is motivated by the many problems faced by domestic workers, especially the exclusion of domestic workers from the labor law. Domestic workers are vulnerable to violence at work due to the absence of clear legal boundaries between domestic workers and employers. With the many problems that occur, domestic workers formed a non-governmental community group, the Domestic Workers Union (SPRT). This research aims to explain the assistance provided by SPRT Tangsel to domestic workers. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach. Data collection techniques using observation, interviews and documentation. This research uses Jim Ife & Frank's Community Development theory with 4 role indicators. Based on the results of the study, it can be concluded that SPRT Rumpun Tangsel provides assistance to its fellow members through 4 community assistance roles. Namely, the facilitating role, the educational role, the representation role, and the technical role. SPRT Tangsel is a community that assists domestic workers in South Tangerang in fighting for their rights as workers.Keywords: Domestic Worker, Mentoring, Community
Pengelolaan Sumber Daya Air: Studi Kasus Pemanfaatan Potensi Sungai Mahakam Angun, Indira Reisia; Tubun, Anastasia; Surya, Iman
International Journal of Demos (IJD) Volume 6 Issue 3 (2024)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v6i3.504

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menyajikan gambaran mengenai pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, serta untuk merumuskan rekomendasi yang dapat meningkatkan keberlanjutan pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, dengan melakukan pengumpulan data dari berbagai sumber literatur yang relevan, seperti jurnal ilmiah, artikel, laporan pemerintah, dan dokumen resmi terkait. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dan disintesis untuk mengidentifikasi temuan-temuan kunci mengenai pengelolaan sumber daya air di Kabupaten Mahakam Ulu. Hasil penelitian ini menunjukkan Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) sedang berupaya keras memastikan pembangunan infrastruktur dan kelembagaan pengelolaan air bersih. Namun, ditemukan juga tantangan-tantangan dalam pengelolaan sumber daya air bersih yang ada, seperti kendala operasional serta keterbatasan anggaran dalam pembangunan jaringan SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) dan penyediaan alat dalam mengoperasikan SPAM.Kata Kunci: SDA, Pengelolaan, lingkungan, SPAM AbstractThe aim of this research is to analyze and present an overview of water resources management in Mahakam Ulu Regency, East Kalimantan Province, as well as to formulate recommendations that can improve the sustainability of water resources management in the region. The research method used is literature study, by collecting data from various relevant literature sources, such as scientific journals, articles, government reports and related official documents. The data collected was then analyzed and synthesized to identify key findings regarding water resources management in Mahakam Ulu Regency. The results of this research show that the Mahakam Ulu (Mahulu) Regency Government is working hard to ensure the development of infrastructure and institutions for clean water management. However, challenges were also found in managing existing clean water resources, such as operational constraints and budget limitations in building SPAM networks and providing equipment to operate SPAM.Keywords: Natural resources, management, environment, SPAM.