cover
Contact Name
Sudarmadji
Contact Email
jrl@ity.ac.id
Phone
+6282127738443
Journal Mail Official
jrl@ity.ac.id
Editorial Address
Institut Teknologi Yogyakarta Jalan Gedong Kuning No.2, Jomblangan, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lingkungan
ISSN : 14113244     EISSN : 27164470     DOI : 10.37412
Core Subject : Social, Engineering,
Journal Rekayasa Lingkungan provides immediate open access that publishes updates in environmental engineering sciences.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 24 No. 2 (2024)" : 10 Documents clear
ANALISIS UJI KELAS AIR PADA PENGELOLAAN PASSIVE TREATMENT DALAM MENGELOLA KUALITAS AIR ASAM TAMBANG BATUBARA Asri Fridtriyanda
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.318

Abstract

Prolindo Cipta Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batubara dengan system tambang terbuka. Sistem tambang terbuka memberikan dampak terhadap lingkungan, salah satunya adalah terpaparnya Mineral Sulfida yang kemudian berinteraksi dengan air dan udara sehingga membentuk Air Asam Tambang (AAT). Salah satu cara pengelolaan AAT ialah secara Passive Treatment dengan komponen utamanya adalah tanaman air dan substrat organic. Salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk mengelola AAT ialah Tanaman Eceng Gondok karena dapat menetralisasi pH dan mampu menyerap logam berat. Sedangkan, substrat organic yang dapat digunakan ialah kotoran kambing yang dapat menstimulasi pertumbuhan bakteri pereduksi sulfat (BPS) untuk menaikan alkalinitas yang dapat meningkatkan pH. Maka dari itu perlu dilakukan penelitian guna mengetahui efektivitas pengelolalaan secara Passive Treatment dan uji kelas air guna mengetahui peruntukan hasil pengolahan dari Passive Treatment. Berdasarkan penelitian, pengelolaan kualitas air yang dilakukan pada perlakuan B dianggap berhasil karena dapat menurunkan nilai kandungan logam berat pada air limbah yang dikelola namun belum memenuhi ambang batas yang ditetapkan untuk peruntukan kelas air berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pencemaran Air.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMANFAATAN SERAT BATANG PISANG DAN SEKAM PADI SEBAGAI BAHAN CAMPURAN PEMBUATAN PLAFON Basuki; Piah Anggela; Warsiyah; Rita Dewi Triastianti
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.320

Abstract

Batang pisang (gedebog) adalah sebutan dalam bahasa jawa atau lebih dikenal dengan nama batang pisang.. Batang pisang memiliki berat jenis 0,29 g/cm dengan ukuran panjang serat 4,20 – 5,46 mm dan kandungan lignin 33,51% (Syafarudin,2004).dalam penelitian ini bertujuan untuk menggunakan serat batang pisang. Batang pisang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku produk papan serat dan batang pisang mempunyai potensi serat yang berkualitas, sehingga merupakan salah satu alternatif bahan baku pembuatan plafon. Metode dalam penelitian ini adalah teknologi tepat guna menggunakan serat batang pisang ; sekam padi; semen portlan dan gipsum, maka serat batang pisang sebagai variabel bebas dengan berat 5 gr, 10 gr, 15 gr, 20 gr, 25 gr, 30 gr, 35 gr, 40 gr, 45 gr, 50 gr, 55 gr, 60 gr, 65 gr dan 70 gr. Sedangkan bahan tetapan adalah sekam padi 100 gr; gipsum 1000 gr dan semen 1000 gr. Kemudian variabel terikatnya adalah kuat lentur dan daya serap air. Data dianalisis dengan regresi korelasi. Hasil dalam penelitian ini adalah pencampuran variasi serat batang pisang dan sekam padi memberikan korelasi terhadap kuat lentur dan daya serap air pada plafon, Hasil penelitian terbaik pada variasi serat batang pisang dan sekam padi terhadap kuat lentur adalah pada variasi yang ke 3 dengan hasil 7.82 Mpa dan hasil daya serap air yang belum memenuhi standar yaitu terlihat pada variasi ke 3 yaitu menghasilkan 87.82 %, untuk kedua parameter. uji kuat lentur dengan SNI 03-6484-2000 Dan tidak memenuhi dengan Standar SNI 03-6434 sedangkan yang lain rata-ratanya memenuhi standart ketentuan.
PEMANFAATAN TULANG SAPI DAN TULANG AYAM MENJADI ARANG AKTIF Virgina Melany Syukur; Dewi Rahyuni; Endah Ayuningtyas; Rita Dewi Triastianti
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.321

Abstract

Aktivitas kuliner yang semakin marak, mensisakan limbah yang cukup banyak, diantaranya adalah tulang sapi dan tulang ayam. Tulang sapi mengandung karbon cukup banyak, diantaranya + 35% merupakan senyawa organik, serta mineral-mineral seperti garam kalsium, magnesium dan sodium. Atas dasar kandungan senyawa tersebut, maka tulang sapi dan tulang ayam mempunyai potensi diolah menjadi arang aktif. Tujuan penelitian ini ialah menguji kualitas arang aktif dari tulang sapi dan tulang ayam serta campurannya. Percobaan pembuatan arang aktif dilakukan dengan skala laboratorium menggunakan tulang yang sudah diolah, sebagai sisa makanan. Variabel bebas adalah komposisi tulang sapi dan tulang ayam yang terdiri dari 100%:0% ; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75% ; dan 0%:100%, dengan tiga ulangan. Variabel terikat yaitu kadar air, kadar volatil, kadar abu, kadar karbon aktif, daya serap terhadap methylene blue. Kualitas arang aktif diuji berdasar SNI 06-3730-1995 tentang Syarat Arang Aktif Secara Teknis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan SNI 06-3730-1995 tentang Syarat Arang Aktif Secara Teknis, maka arang aktif yang dihasilkan pada seluruh perlakuan kadar air dan kadar volatil telah memenuhi, sedangkan kadar abu, kadar karbon aktif dan daya serap terhadap methylene blue tidak memenuhi.
STANDAR TEKNIS SISTEM PENGELOLAAN LIMBAH B3DI RUMAH SAKIT TIPE B JAWA BARAT Handayani Sriwinarno; Jumiati; Anggie Maronita Astuti
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.322

Abstract

Rumah Sakit (RS) merupakan salah satu penghasil limbah padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Limbah B3 yang dihasilkan sangat berpotensi menyebabkan infeksi atau penularan penyakit serta pencemaran lingkungan. Besarnya potensi tersebut mengharuskan penghasil limbah B3 melakukan pengelolaan limbah B3 yang baik dan benar sesuai dengan peraturan yang berlaku. RS Tipe B Jawa Barat melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya. Limbah B3 di RS Tipe B Jawa Barat berasal dari aktivitas pelayanan pasien yaitu instalasi rawat inap, instalasi gawat darurat (IGD), instalasi bedah sentral, poliklinik, hemodialisa, radiologi, farmasi, Central Sterile Service Department (CSSD). Limbah B3 yang dihasilkan antara lain infus bekas, masker bekas, sarung tangan bekas, suntikan bekas, jarum bekas, makanan dan minuman sisa, dan limbah lain yang diperkirakan terkontaminasi penyakit pasien. Sistem pengelolaan limbah B3 di RS Tipe B Jawa Barat dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi eksisting serta kesesuaian sistem pengelolaan limbah B3 dan mengetahui penetapan status limbah B3 di RS Tipe B Jawa Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukan persentase kesesuaian sistem pengelolaan limbah B3 dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 yaitu sebesar 96%.
STUDI PENGELOLAAN SAMPAH DI TPS3R GO - SARI GUWOSARI DAN TPS3R KSM SEJAHTERA MANDIRI BANTUL Muhammad Laufin Zulfikar; Handayani Sriwinarno; Suyatna; Nurul Muyasaroh
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas pengelolaan sampah di kedua TPS3R berdasarkan aspek teknik operasional, aspek organisasi, aspek pembiayaan dan aspek peran masyarakat. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Secara garis besar kedua TPS3R ini sudah efektif, tetapi untuk TPS3R Sejahtera Mandiri di aspek pembiayaan harus lebih dikelola lagi agar pemasukan dan pengeluaran perbulannya terdata dengan jelas. Untuk kegiatan yang dilakukan kedua TPS3R ini sudah sesuai dengan UU No 18 Tahun 2008 yang melaksanakan prinsip 3R. TPS3R Go – Sari Guwosari sudah berhasil tidak membuang sampah ke TPA sedikitpun, akan tetapi untuk TPS3R Sejahtera Mandiri masih membuang sampah residunya ke TPA Samas seminggu sekali. TPS3R yang sudah sesuai dengan persyaratan teknis penyediaan TPS3R sesuai Permen PU No 03 Tahun 2013 Pasal 30 ialah TPS3R Go – Sari Guwosari. Dan untuk TPS3R Sejahtera Mandiri ada beberapa kriteria yang belum sesuai contohnya luas TPS3Rnya masih dibawah 200m².
POLA SEBARAN TINGKAT KEBISINGAN DI LINGKUNGAN SEKOLAH SD NEGERI 14 MALABUTOR KOTA SORONG Mierta Dwangga; Muhammad Rusmin; Slamet Widodo; Asrul Saputra; Alexander Herry Rumawak
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.324

Abstract

Sekolah sebagai lembaga pendidikan tempat kegiatan belajar mengajar harus bisa memberikan pelayanan dan lingkungan yang baik guna meningkatkan mutu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pola sebaran tingkat kebisingan yang terjadi di SD Negeri 14 Malabutor, Sorong. Dengan menggunakan metode Equivalent Continuous Noise Level (Leq) dan bantuan software Surfer 13, penelitian ini menemukan bahwa pada hari Selasa, tingkat kebisingan cenderung lebih rendah dari hari-hari lainnya (78,2 dB), sementara tingkat kebisingan tertinggi terjadi pada hari Senin (80,6 dB). Selain itu, secara rata-rata tingkat kebisingan tertinggi dari keseluruhan hari berada di titik 1 (87 dB) berwarna kemerahan, sedangkan di titik 2 (71 dB) berwarna kekuningan. Survei yang dilakukan menunjukkan bahwa dari 100 responden, mayoritas (89%) cenderung setuju atau sangat setuju bahwa tingkat kebisingan akibat lalu lintas di sekolah adalah tinggi, menunjukkan adanya konsensus bahwa masalah kebisingan ini signifikan. Meskipun demikian, sebagian kecil responden (11%) menyatakan tidak setuju atau sangat tidak setuju. Temuan ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pengembangan kebijakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah-sekolah perkotaan yang terpengaruh oleh kebisingan lalu lintas.
PENGURANGAN LIMBAH PADAT MINYAK KELAPA MENGGUNAKAN BLACK SOLDIER FLY (BSF) Rukmini; Nasirudin; Nanda Setiarini
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.325

Abstract

Kabupaten Purworejo merupakan salah satu penghasil kelapa di Jawa Tengah, berbagai produk olahan berbahan kelapa dihasilkan oleh UMKM, salah satunya adalah pengolahan minyak kelapa. Pengolahan minyak kelapa menghasilkan limbah yaitu ampas kelapa. Saat ini ampas kelapa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Jumlahnya yang banyak, pengambilan yang tidak kontinyu dan penyimpanan pada tempat terbuka menyebabkan permasalahan lingkungan seperti bau yang tidak sedap, pencemaran air serta potensi penyebaran penyakit merupakan efek negatif dari limbah ini. Biokonversi menggunakan Larva Black Soldier Fly (BSF) diharapkan mampu mengurangi limbah organik. Penelitian ini menggunakan limbah ampas kelapa dengan variasi pemberian pakan sebesar 60, 80, 100, 120, 140 mg/larva/hari. Larva yang digunakan adalah sebanyak 200 ekor pada tiap perlakukan dengan 3 ulangan. Masa observasi dan pemeliharaan larva adalah 21 hari dan kemudian diamati Berat Larva, Survival Rates, Substrate Consumption, Biomassa Larva, residu pakan, analisa proksimat serta analisa kelayakan usaha dari produksi pengolahan larva Black Soldier Fly (BSF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Larva Black Soldier Fly (BSF) tumbuh optimum pada feeding rate 60 mg/larva/hari. Dalam masa pemeliharaan 21 hari dengan variasi feeding rate 0mg/larva/hari, 60mg/larva/hari, 80mg/larva/hari, 100mg/larva/hari, 120mg/larva/hari dan 140mg/larva/hari diperoleh substrate consumption sebesar 0 %, 75.63 %, 62.67%, 54.92%, 46.87% dan 35.75%.
KAJIAN TUTUPAN VEGETASI TERHADAP INDEKS KENYAMANAN KEMANTREN KOTAGEDE Indera Octa Ibnu Sina; Sri Yuniarti; Sumarsono
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.326

Abstract

Lahan yang semakin berkurang mengakibatkan kondisi vegetasi yang ada di Kemantren Kotagede minim. Bagian yang memiliki tutupan vegetasi kategori besar hanya di Kalurahan Rejowinangun yaitu sebesar 0,26 km² atau 7,52% dari wilayah kalurahan. Hal ini dapat memengaruhi suhu dan kelembaban sekitar. Tipe iklim Kota Yogyakarta suhu udara rata-rata di Kota Yogyakarta sebesar 26,11℃ dan kelembaban relatif sebesar 82,14% dengan Temperature Humidity Index (THI) di angka 25,17°C menunjukkan bahwa kondisi tersebut masuk kedalam kondisi sebgaian 50% populasi nyaman. Kondisi suhu permukaan yang dirasakan oleh manusia dapat terindikasi dengan indeks kenyamanan atau (THI). Dengan kondisi tersebut penting untuk mengetahui seberapa pengaruh vegetasi terhadap THI. Penelitian ini dilakasakan di Kemantren Kotagede dengan tujuan mengetahui jumlah luasan vegetasi dan pengaruh vegetasi terhadap THI di Kemantren Kotagede. Metode yang digunakan merupakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan melalui interpretasi dilanjutkan bantuan validasi lapangan dan perhitungan pengaruh vegetasi terhadap THI menggunakan analisis linear berganda dengan data sampel suhu dan kelembaban Penelitian ini dilaksanakan ±3 minggu yang didukung dengan pelaksanaan wawancara dan analisis data menggunakan bantuan jurnal/buku serta aplikasi ArcGIS 10.8 dan SPSS. Hasil interpretasi vegetasi menggunakan citra google earth yang dilanjutkan dengan validasi lapangan menghasilkan akurasi 99% dengan total 1289 titik benar dari 1302 titik dan luasan sebesar 400.709,4 m2 atau sebesar 13,27% dari total luas wilayah Kemantren Kotagede. Suhu rata-rata Kemantren Kotagede sebesar 33°C pada siang hari. Pengaruh vegetasi terhadap THI sebesar 28,5% dengan kondisi THI di Kemantren Kotagede rata rata berada di angka 30,3°C dan kelembaban relatif 57,2% yang masuk ke dalam kategori tidak nyaman.
PEMANFAATAN LIMBAH SAYURAN BAYAM SEBAGAI PENGGANTIISIAN BATU BATERAI RAMAH LINGKUNGAN Triatmi Sri Widyaningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.334

Abstract

Kegiatan manusia sehari-hari tidak lepas dari kebutuhan energi yang menjadi suatu komponen penting untuk keberlangsungan hidup, oleh karena itu perlu adanya ketersediaan energi yang memadahi. Salah satu energi yang fleksibel dan digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari adalah baterai. Baterai yang saat ini beredar di pasaran mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, cadnium, dan nikel yang tergolong B3. Limbah sayuran bayam mengandung elektrolit-elektrolit seperti kalium dan natrium yang dapat menghasilkan arus listrik dalam batu baterai yang ramah lingkungan atau biobaterai. Adapun tujuan dari penelitian adalah mengetahui berapa besar energi yang dihasilkan dari batu baterai dengan isian serbuk arang sayur bayam. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan memanfaatkan limbah sayur bayam yang dibuat serbuk dan arang serta pasta sebagai pengganti bahan isian batu baterai ramah lingkungan. Berdasarkan hasil eksperimen terbukti bahwa bayam kering dapat menghasilkan listrik yang ditunjukkan nyala lampu. Dari ketiga variasi perlakuan dalam pengisian baterai (pengganti pasta elektrolite), pengisian dari serbuk arang bayam lebih baik dibandingkan dengan serbuk bayam kering dan serbuk arang bayam yang dibuat pasta dengan penambahan lem tapioka sebagai perekat. Sedangkan nyala lampu yang paling redup pada pengujian pasta serbuk arang bayam. Hal ini terjadi karena lem tapioka bersifat isolator/bukan pengantar arus listrik yang baik. Bayam dapat digunakan menjadi baterai ramah lingkungan baik dalam bentuk serbuk bayam kering, dalam bentuk serbuk arang dan pasta arang. Dari hasil eksperimen elektrolite, bayam yang paling besar menghasilkan daya listrik dalam bentuk serbuk arang. Tegangan, kuat arus dan daya yang dihasilkan dari 100 gr serbuk arang bayam menghasilkan daya listrik sebesar 1,6 Volt mendekati daya baterai dalam kondisi baru.
INVENTARISASI SUMBER PENCEMAR SUNGAI BEDOG KABUPATEN BANTUL Jumiati; Sri Haryanti Prasetiyowati; Akbar; Eka Budi Nurlita
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 24 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v24i2.346

Abstract

Kualitas air sungai ditentukan oleh area penyangga sebagai penyuplai sungai. Mutu atau kualitas air sungai yang dinyatakan dalam IKA memerlukan kegiatan identifikasi sumber air pencemar yang dimulai dengan kegiatan inventarisasi. Inventarisasi sumber pencemar air sungai berasal dari sumber nirtitik dan sumber titik seperti yang tercantum dalam PP Nomor 22 Tahun 2021. Data dan informasi terkait sumber pencemar dilakukan dengan 2 cara yaitu identifikasi wilayah studi dan inventarisasi sumber pencemar. Hasil pemantauan nilai IKA Sungai Bedog pada tahun 2023 yaitu 33,33 hal ini menunjukan kualitas air masuk Kategori kurang dan status cemar sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berasal dari mana saja sumber pencemar sungai baik dari sumber pencemar nirtitik maupun sumber pencemar titik ada Sungai Bedog di wilayah administrasi Bantul. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, Data primer berupa titik koordinat lokasi potensi sumber pencemar, dokumentasi. Invetarisasi potensi sumber pencemar dimulai dengan tracking google earth, kemudian di validasi dengan observasi lapangan secara langsung dan diploting pada peta. Sumber pencemaran Sungai Bedog berasal dari sumber nirtitik (non point source) terdiri dari permukiman, pertanian dan perikanan dan sumber titik (point source) berjumlah 12 titik didominasi dari kegiatan peternakan. Baik dari sumber pencemar nirtitik maupun sumber titik berpotensi menimbulkan air limbah organik dan terbuki dari hasil pemantauan sampling dan uji laboratorium kualitas airnya menunjukkan beberapa parameter organik yaitu NH₃, NO₂, BOD, DO, Total Koli dan Koli Tinja melebihi baku mutu yang tercantum dalam PP Nomor 22 ahun 2021.

Page 1 of 1 | Total Record : 10