cover
Contact Name
Sudarmadji
Contact Email
jrl@ity.ac.id
Phone
+6282127738443
Journal Mail Official
jrl@ity.ac.id
Editorial Address
Institut Teknologi Yogyakarta Jalan Gedong Kuning No.2, Jomblangan, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55171, Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Lingkungan
ISSN : 14113244     EISSN : 27164470     DOI : 10.37412
Core Subject : Social, Engineering,
Journal Rekayasa Lingkungan provides immediate open access that publishes updates in environmental engineering sciences.
Articles 167 Documents
ANALISIS KLASIFIKASI MASSA BATUAN TAMBANG KUARI BATUGAMPING BERDASARKAN METODE ROCK MASS Permadi, Fikri; Andy Erwin Wijaya; Bayurohman Pangacella Putra; Auliawan Tri Barata
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.413

Abstract

Berdasarkan pemahaman yang mendalam tentang geologi dan geoteknik lokal, geoteknik adalah untuk menyusun strategi penambangan yang aman dan efisien. Hal ini meliputi pemilihan metode penambangan yang sesuai, lokasi peledakan yang optimal, dan perencanaan pengelolaan limbah tambang. Analisi geoteknik penting untuk memastikan keselamatan struktur dan personel yang terlibat dalam operasi penambangan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang karakteristik geoteknik dari tanah dan batuan di sekitar lokasi tambang, risiko terhadap kegagalan struktur dan bahaya terkait lainnya dapat diidentifikasi dan dikelola. Berdasarkan analisis geoteknik, perusahaan tambang dapat menentukan metode penambangan yang paling sesuai dengan kondisi geologi dan geoteknik setempat. Meliputi pemilihan lokasi peledakan yang aman, strategi penambangan yang efisien, dan perencanaan pemulihan lahan yang berkelanjutan, dengan geoteknik memungkinkan evaluasi terhadap stabilitas lereng di sekitar tambang, termasuk potensi risiko longsor atau keruntuhan yang dapat mempengaruhi kegiatan tambang dan lingkungan sekitarnya. Informasi ini penting untuk merencanakan tindakan mitigasi risiko yang sesuai. Analisis geoteknik di tambang batugamping wilayah Temandang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk menjadi penting untuk memastikan operasi tambang berjalan dengan aman, efisien, dan berkelanjutan sambil meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat setempat.
ANALISIS INCREMENTAL PIT EXPANSION BERDASARKAN NILAI NET PRESENT VALUE (NPV) UNTUK PENENTUAN PIT LIMIT PADA TAMBANG BATUBARA SEPTI WULANDARI; Muhammad Fadil Bellico
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.415

Abstract

Penentuan batas akhir penambangan (ultimate pit limit) merupakan tahapan penting dalam perencanaan tambang terbuka untuk memperoleh nilai ekonomi maksimum dari suatu endapan batubara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pit limit optimal berdasarkan analisis nilai Net Present Value (NPV) dari beberapa skenario penambangan (incremental pit). Parameter ekonomi yang digunakan meliputi biaya operasional, harga jual batubara berdasarkan Harga Batubara Acuan (HBA) sebesar US$ 81,5/ton, dan royalti sesuai dengan aturan pemerintah yang berlaku sesuai Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2025 sebesar 11,5%. Analisis dilakukan pada lima skenario pit dengan stripping ratio (SR) berkisar antara 9,50 hingga 13,38. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa peningkatan volume batubara yang ditambang dari PIT-1 hingga PIT-3 diikuti oleh peningkatan nilai NPV, sedangkan setelah PIT-3 nilai NPV cenderung menurun. Nilai NPV tertinggi diperoleh pada PIT-3 sebesar US$ 11,14 juta dengan produksi batubara sebesar 1,014 juta ton dan SR 11,64 bcm/t. Dengan demikian, PIT-3 ditetapkan sebagai pit limit optimal yang memberikan nilai ekonomi maksimum pada tingkat diskonto (discount rate) sebesar 14%.
PERENCANAAN PENTUTUPAN SEL SAMPAH AKTIF DI TPA RASAU JAYA MENGGUNAKAN TEKNIK REVEGETASI LAHAN Siregar, Angelina; Kiki Prio Utomo; Aini Sulastri
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.416

Abstract

Penutupan sel sampah yang penuh diperlukan untuk mencegah penyebaran vektor penyakit, pencemaran air tanah, kebakaran, penurunan estetika, dan bau. Sel aktif TPA Rasau Jaya yang mengalami overcapacity membutuhkan perencanaan penutupan sesuai kondisi eksisting dan acuan Permen PUPR No. 3 Tahun 2013. Penelitian ini merencanakan desain lapisan tanah penutup akhir, revegetasi, serta estimasi biaya, dengan perbandingan studi kasus TPA Batu Layang. Rekonturing dilakukan untuk memperbaiki stabilitas, dan volume tanah penutup dihitung menggunakan metode end areas. Lapisan penutup akhir terdiri dari subbase layer tanah PMK, barrier layer kerikil, protective layer tanah liat, drainage layer kerikil, dan surface layer tanah PMK. Revegetasi menggunakan rumput belulang, perdu puring dan bougenvil, serta pohon mahoni sebagai pelindung. Biaya penutupan diperkirakan sebesar Rp978.119.739,45. Perencanaan ini menjadi acuan penutupan TPA yang efektif dan berkelanjutan.
TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBUATAN ALAT PENDETEKSI GEMPA BUMI SEDERHANA Basuki; Warsiyah; Rita Dewi Triastianti; Triatmi Sri Widyaningsih
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.430

Abstract

Teknologi pembuatan alat pendeteksi gempa bumi sederhana untuk memberikan solusi awal dalam mengenali getaran tanah secara praktis. Perancangan alat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman teknis mengenai prinsip kerja sensor getaran dan respon mekanis terhadap gangguan seismik. Selain itu perancangan alat ini juga diharapkan dapat menjadi contoh teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat atau kegiatan edukatif di lingkungan sekolah dan komunitas. Dengan adanya alat ini diharapkan kesiapsiagaan dan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana gempa bumi serta menjadi sarana pembelajaran praktis dalam bidang kebencanaan dan rekayasa teknologi. Metode Pengujian alat dilakukan dengan cara mensimulasikan getaran yang menyerupai gempa menggunakan getaran buatan, misalnya mengetuk atau mengguncangkan meja. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil pengujian dicatat dan dianalisis untuk mengetahui efektivitas dan keterbatasan alat. Hasil penelitian bahwa pendeteksi gempa bumi ini membuktikan bahwa prinsip bandul cukup efektif sebagai sensor getaran sederhana. Bandul yang digantung secara bebas akan bereaksi terhadap pergerakan tanah. Berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa alat ini dapat mendeteksi gempa minimal magnitudo 3 skala ricther.
ANALISIS DAYA TAMPUNG EMBUNG TEMPAK DALAM UPAYA KONSERVASI SUMBER DAYA AIR Irene Wahyuni Putri; Triyono; Nurul Muyasaroh
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.431

Abstract

Embung merupakan infrastruktur konservasi sumber daya air yang berfungsi menampung air hujan dan sumber air lain untuk mendukung kebutuhan irigasi serta menjaga keseimbangan ekosistem. Embung Tempak mulai beroperasi pada Januari 2025 belum memiliki data pasti mengenai volume air masuk (inflow) dan keluar (outflow), sehingga efektivitasnya dalam konservasi sumber daya air belum diketahui. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kapasitas tampung Embung Tempak melalui perhitungan inflow dan outflow serta mengevaluasi efektivitasnya dalam konservasi air. Data inflow meliputi curah hujan Stasiun Sempu periode 2010–2019, debit mata air, dan debit saluran irigasi diukur langsung. Volume curah hujan dihitung dari tinggi curah hujan dikalikan luas embung, debit mata air menggunakan metode volumetrik, dan debit saluran irigasi dengan metode pelampung. Outflow dihitung dari evaporasi dan debit pelimpah. Menganalisis evaporasi menggunakan metode Rohwer, sedangkan pelimpah dihitung dengan rumus chute spillway. Hasil menunjukkan total inflow sebesar 382.450,11 m³/bulan dan outflow sebesar 568,548 m³/bulan, menandakan embung efektif dalam konservasi air melalui pengendalian limpasan, penyediaan air saat kemarau, dan pengisian ulang air tanah.
PEMANFAATAN KULIT BUAH ALPUKAT (Persea americana Mill.) SEBAGAI CAMPURAN PEMBUATAN BIO HAND SANITIZER Rizky Bagus Anjana; Rukmini; Dewi Rahyuni; Nur Iswanto
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.442

Abstract

Bio hand sanitizer adalah cairan atau gel yang berfungsi untuk membunuh kuman, bakteri, dan virus pada tangan tanpa memerlukan air dan sabun, namun mengandung alkohol berkisar 60%. Kulit buah alpukat (Persea americana Mill) mengandung senyawa flavonoid, saponin, alkaloid dan tanin yang sangat bermanfaat untuk bahan tambahan pembuatan bio hand sanitizer karena bersifat sebagai antibakteri, dan antivirus alami. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dosis terbaik ekstrak kulit buah alpukat, menganalisis perbandingan kualitas bio hand sanitizer ekstrak kulit buah alpukat beraroma serai dapur (Cymbopogon citratus) dengan satu merk bio hand sanitizer yang beredar di pasaran. Penelitian ini dilaksanakan pada skala laboratorium, dengan variabel bebas dosis ekstrak kulit buah alpukat, yang terdiri dari 0 ml/200 ml, 10 ml/200 ml, 20 ml/200 ml dan 30ml/200 ml. Sedangkan variabel terikatnya meliputi uji antibakteri Staphylococcus aures, dan antibakteri Escherichia coli, serta pH. Data penelitian dianalisis menggunakan Anova α 5%, dan dilanjutkan uji LSD α 5%. Berdasar analisis keragaman dan uji LSD α 5% diperoleh dosis ekstrak kulit buah alpukat yang menghasilkan bio hand sanitizer dengan kualitas terbaik yaitu 10 ml//200 ml. Zona hambat antibakteri Staphylococcus aureus sebesar 20,3 mm, dan zona hambat antibakteri Escherichia coli sejauh 0 mm, dengan pH 4,29. Berdasar hasil uji perbandingan terhadap satu merk bio hand sanitizer yang beredar di pasaran, maka bio hand sanitizer dengan campuran ekstrak kulit buah alpukat layak dipasarkan.
Analisis Kualitas Air Telaga Dengan Pendekatan Indeks Kualitas Air Di Telaga Nangsri Kabupaten Gunung Kidul Agus Suyanto; Primanda Kiky Widyaputra
Jurnal Rekayasa Lingkungan Vol. 25 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37412/jrl.v25i2.450

Abstract

Pada umumnya kondisi telaga di Kabupaten Gunungkidul sangat memprihatinkan dalam hal kualitas airnya. Evaluasi kualitas air telaga sangat dibutuhkan untuk memberi gambaran kualitas airnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kualitas, mengklasifikasikan, dan menetapkan peruntukan air telaga di Desa Candirejo, Kabupaten Gunung Kidul. Metode penelitian secara kuantitatif dengan pengambilan data dengan survei lapangan. Teknik pengambilan contoh air mengikuti SNI 8995:2021. Pengumpulan data dan survey awal meliputi survei data karakteristik telaga. Penentuan titik pengambilan berdasarkan stratifikasi telaga dimana titik-titik pengukuran suhu dalam satu kolom air. Penentuan jumlah titik sampel adalah dua titik karena kedalamannya kurang dari 10 m, yaitu permukaan dan dasar. Sampel air diambil dari telaga di Desa Candirejo kemudian diukur Suhu, pH, Ca, Kekeruhan, TDS, DO, BOD, PO4, NO3, Fe, Mn, DHL, Salinitas, Fecal coliform dan Parasit Giardia sp. Adapun Suhu dan pH diuji di lapangan. Kemudian dilakukan analisis perbandingan antara kualitas air telaga di Desa Candirejo dengan Indeks Kualitas Air (IKA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks kualitas air termasuk di Telaga Nangsri yaitu 43,64 poin dalam kategori kategori buruk (poor) yang belum memenuhi standar baku sumber air bersih. Lahan sekitar yang terdapat di setiap telaga digunakan oleh masyarakat lokal untuk peternakan dan perkebunan. Ada dua jenis tanaman yang dibudidayakan oleh masyarakat yang tinggal di sekitar telaga yaitu tanaman konsumsi dan tanaman kayu/pohon. Jenis strategi konservasi yang disusulkan tepat untuk Telaga Nangsri adalah konservasi vegetatif yaitu dengan menanam pohon dan rumput di sekitar telaga untuk mengurangi daya air yang mengalir di permukaan tanah sehingga dapat mengurangi erosi, penanaman pohon juga berfungsi untuk mengurangi suhu di sekitar telaga. Selain itu, perbaikan drainase dan pengerukan lumpur dengan standar tertentu yang menyebabkan pendangkalan di dasar telaga perlu dilakukan.