cover
Contact Name
Akhirul Aminulloh
Contact Email
akhirul.aminulloh@unitri.ac.id
Phone
+6285233467750
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi Nusantara
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
Peran Account Executive dalam Event Marketing Huawei Berbasis Komunikasi Digital Moza Salsabilla; Guruh Ramdani
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2728

Abstract

This report examines the role of the Account Executive (AE) in Huawei’s event marketing executed through digital communication at Gushcloud Indonesia. It aims to map how AEs plan, implement, and evaluate campaigns so that brand messages remain consistent across channels. A qualitative approach was used through active participation, observation, in-depth interviews (two AEs and one Account Manager), documentation, and literature review. Findings show that AEs play a central end-to-end role: translating client needs into strategy, building a message house and creative briefs, selecting influencers based on audience–brand fit (beyond follower counts), enforcing message consistency across platforms (social media, website, livestream), coordinating vendors under clear SLAs, and closing with data-driven evaluation (reach, engagement, timeline adherence, and audience feedback). Key challenges include client–agency expectation gaps, cross-platform consistency, multi-party coordination, time–budget constraints, and the need for technological and cross-cultural sensitivity. Recommended practices include establishing a message house, content calendar, go-live checklist/war room, pre-flight testing of materials (titles, hooks, thumbnails, CTAs), SLA-based vendor control, and rapid post-mortems for iterative improvement. Overall, a well-structured AE function boosts audience engagement and strengthens brand awareness, while sales impact typically follows over time. Abstrak Penelitian ini mengkaji peran Account Executive (AE) dalam pemasaran acara Huawei yang dilakukan melalui komunikasi digital di Gushcloud Indonesia. Tujuannya adalah untuk memetakan bagaimana AE merencanakan, mengimplementasikan, dan mengevaluasi kampanye sehingga pesan merek tetap konsisten di berbagai saluran. Pendekatan kualitatif digunakan melalui partisipasi aktif, observasi, wawancara mendalam (dua AE dan satu Account Manager), dokumentasi, dan tinjauan pustaka. Temuan menunjukkan bahwa AE memainkan peran sentral dari awal hingga akhir: menerjemahkan kebutuhan klien ke dalam strategi, membangun kerangka pesan dan brief kreatif, memilih influencer berdasarkan kesesuaian audiens-merek (di luar jumlah pengikut), menegakkan konsistensi pesan di berbagai platform (media sosial, situs web, siaran langsung), mengoordinasikan vendor di bawah SLA yang jelas, dan menutup dengan evaluasi berbasis data (jangkauan, keterlibatan, kepatuhan terhadap jadwal, dan umpan balik audiens). Tantangan utama meliputi kesenjangan ekspektasi klien-agensi, konsistensi lintas platform, koordinasi multi-pihak, kendala waktu-anggaran, dan kebutuhan akan sensitivitas teknologi dan lintas budaya. Praktik yang direkomendasikan meliputi pembentukan tim pemasaran terpadu, kalender konten, daftar periksa/ruang kerja persiapan peluncuran, pengujian awal materi (judul, pengantar, gambar mini, ajakan bertindak), kontrol vendor berbasis SLA, dan analisis pasca-peluncuran yang cepat untuk perbaikan berulang. Secara keseluruhan, fungsi AE yang terstruktur dengan baik meningkatkan keterlibatan audiens dan memperkuat kesadaran merek, sementara dampak penjualan biasanya akan terlihat seiring waktu.
Strategi Image Repair Badan Gizi Nasional dalam Kasus Keracunan Program Makanan Bergizi Gratis Luluk Tazkia Kamila; Dian Purworini
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 2 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i2.2829

Abstract

Komunikasi Krisis, Image Repair Theory, Badan Gizi Nasional (BGN), Makanan Bergizi Gratis (MBG), Analisis Isi Kuantitatif. This research aims to analyze the crisis communication strategies employed by the National Nutrition Agency (BGN) in managing a reputational crisis resulting from food poisoning incidents within the Free Nutritious Meal (MBG) program. Utilizing William Benoit's Image Repair Theory (IRT) framework, this study applies a quantitative content analysis method to 75 news articles from the Detik.com portal published between May and September 2025. Data analysis using descriptive statistics and chi-square tests reveals significant differences in the distribution of image restoration strategies. The findings indicate that the most dominant strategy used by BGN is Corrective Action (52%), focusing on SOP evaluations and the temporary suspension of problematic operational units. Other significant strategies identified include Evading Responsibility through the Defeasibility sub-category (18.7%) and Mortification, involving public apologies (9.3%). Overall, BGN prioritizes an operational-improvement-based approach and the evasion of direct responsibility while awaiting laboratory investigation results to restore public trust. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi krisis yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menangani krisis reputasi akibat kasus keracunan makanan pada program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Penelitian dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja Image Repair Theory (IRT) dari William Benoit. Sedangkan metode analisis yang digunakan yaitu analisis isi kuantitatif terhadap 75 artikel berita dari portal Detik.com selama periode Mei hingga September 2025. Hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji chi-square menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam distribusi penerapan strategi pemulihan citra. Temuan mengungkapkan bahwa strategi yang paling dominan digunakan oleh BGN adalah Corrective Action (tindakan korektif) sebesar 52%, yang berfokus pada evaluasi SOP dan penghentian sementara operasional unit yang bermasalah. Strategi lain yang signifikan adalah Evading Responsibility melalui sub-kategori Defeasibility (18,7%) dan strategi Mortification atau permintaan maaf secara terbuka (9,3%). Secara keseluruhan, BGN lebih mengutamakan pendekatan berbasis perbaikan operasional dan penghindaran tanggung jawab langsung sambil menunggu hasil investigasi laboratorium untuk memulihkan kepercayaan publik.
Optimalisasi Penggunaan Hyperlocal Marketplace Sebagai Strategi Perluasan Pasar Produk Gula Merah Tebu Ukaisya Wildan Eka Prastya; Wirawan; Lorine Tantalu; Muhammad Alfian Mizar; Sumarno; Nonok Supartini
Jurnal Komunikasi Nusantara Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Unitri Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jkn.v8i1.2636

Abstract

Ukaisya is a brand of brown sugar produced by PT. Tiga Dewi Timur Raya in Kediri, has a production capacity of up to four tons per day to meet local and inter-provincial market demand. This study aims to optimize the digital marketing strategy of Ukaisya brown sugar through the development of a hyperlocal marketplace model integrated with social media and chat commerce systems. Digitalization is carried out by utilizing Linktree as a hub for integrating digital channels that connect Shopee, Blibli, and WhatsApp Business accounts. The research approach uses an implementative case study with direct observation of Ukaisya's digital channels, performance analysis through Linktree Insights and Shopee Analytics, and a descriptive-thematic review of customer interaction data. The results show that digital channel integration significantly increased visibility and customer engagement, with 106 views, 27 clicks, and a click rate of 25.5%, along with actual conversions through chat commerce. This improvement indicates the strengthening of brand awareness and trust-building among local consumers through community-based communication. These findings affirm the effectiveness of the hyperlocal marketplace strategy in expanding the market reach the agroindustry based on local wisdom and strengthen previous research indicating that the integration of multiplatform digital channels accelerates the digital transformation of SMEs in Indonesia. Abstrak Ukaisya merupakan merek gula merah tebu produksi PT. Tiga Dewi Timur Raya Kediri dengan kapasitas produksi mencapai empat ton per hari untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal hingga antar provinsi. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan strategi digitalisasi pemasaran produk gula merah tebu merek Ukaisya melalui pengembangan model hyperlocal marketplace yang terintegrasi dengan media sosial dan sistem chat commerce. Digitalisasi dilakukan melalui pemanfaatan Linktree sebagai pusat integrasi kanal digital yang menghubungkan akun Shopee, Blibli, dan WhatsApp Business. Pendekatan penelitian menggunakan studi kasus implementatif dengan observasi langsung terhadap kanal digital Ukaisya, analisis performa Linktree Insights dan Shopee Analytics, serta telaah deskriptif-tematik atas data interaksi pelanggan. Hasil menunjukkan bahwa integrasi kanal digital meningkatkan visibilitas dan keterlibatan konsumen secara signifikan dengan capaian 106 tampilan, 27 klik, dan click rate sebesar 25,5%, disertai konversi aktual melalui chat commerce. Peningkatan ini menandakan penguatan tahap brand awareness dan trust building konsumen lokal melalui komunikasi berbasis komunitas. Temuan ini menegaskan efektivitas strategi hyperlocal marketplace dalam memperluas jangkauan pasar agroindustri berbasis kearifan lokal, serta memperkuat hasil penelitian sebelumnya bahwa integrasi kanal digital multiplatform mempercepat transformasi digital UMKM di Indonesia.