cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 533 Documents
HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN LANSIA MELAKUKAN ACTIVITY OF DAILY LIVING DENGAN KONDISI KESEHATAN MENTAL EMOSIONAL PADA LANSIA DI DESA BANJAR GUNTUNG Widya Destria Nurti
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 02 Januari (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Perubahan holistik dan berbagai masalah kesehatan yang terjadi pada lansia dapat mempengaruhi tingkat kemandirian dan dampak pada kondisi kesehatan mental lansia. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat kemandirian lansia melakukan activity of daily living dengan kondisi kesehatan mental emosional pada lansia di desa Banjar Guntung. Metode: Desain penelitian yang digunakan deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, Sampel penelitian diambil dengan cara purposive sampling dan mengaju pada kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Self Reporting Questionnaire (SRQ 20) dan Indeks Katz. Analisa yang digunakan analah analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan chi-square test dengan melihat nilai pearson chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan mayoritas subjek penelitian berusia 60-74 (75,3%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 67,1%, pekerjaan petani sebanyak 56,2%, pendidikan SD sebanyak 61,6%, status perkawinan, yaitu janda sebanyak 54,8%, jenis 8 penyakit hipertensi sebanyak 15,1 bertempat tinggal bersama keluarga sebanyak 94,5%. Dari 58,9% orang responden memiliki tidak ada terindikasi kesehatan mental emosional dengan kategori tingkat kemandirian sebanyak 87,7%. Hasil uji chi-square didapatkan p value (0,000) < α (0,05) menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara tingkat kemandirian lansia melakukan activity of daily living dengan kondisi kesehatan mental emosional pada lansia. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, perlu dilakukan peningktan kesehatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan kondisi kesehatan mental pada lansia, sehingga kesehatan mental emosional lansia berada pada kondisi sehatdan memiliki kualitas aktivitas fisik yang baik.
Hubungan Asupan Makanan Cepat Saji dengan Angka Kejadian Hipertensi pada Orang Dewasa dengan Aktifitas Fisik Ringan Hingga Sedang Edwin DESTRA; Frisca Frisca; Alexander Halim Santoso; Yohanes Firmansyah
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 03 April (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi (HT) merupakan salah satu penyakit Non-Communicable Disease (NCD) yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah. Angka kematian akibat hipertensi mencapai 9,4 juta orang pertahunnya. Prevalensi hipertensi di Indonesia meningkat dari 25,8% menjadi 34,1% pada tahun 2018. Hipertensi mengenai 25-35% orang dewasa, termasuk petugas sekuriti. Prevalensi hipertensi pada orang dewasa dengan aktifitas fisik ringan hingga sedang mencapai 43,7%. Salah satu faktor yang menyebabkan hipertensi adalah frekuensi konsumsi makanan cepat saji, namun masih banyak faktor lainnya seperti usia dan status gizi seseorang. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan design cross sectional. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Didapatkan 73,9% subyek sering mengonsumsi makanan cepat saji dan 48,9% subyek mengalami hipertensi. Didapatkan hubungan yang bermakna secara statistic antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan angka kejadian hipertensi (p=0,044). Konsumsi makanan cepat saji berperan terhadap hipertensi. Penelitian pada orang dewasa dengan aktifitas fisik ringan hingga sedang masih perlu dilakukan evaluasi kemabli sehingga diperlukan penelitian yang berkesinambungan untuk menilai hubungan makronutrien dan mikronutrien di dalam makanan cepat saji dengan hipertensi.
Mencuci tangan dengan sabun, san Kelainan kulit tangan: Mencuci tangan menggunakan sabun dan sanitizer dengan kelainan kulit fransiska anggraeni utami
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 03 April (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mencari hubungan mencuci tangan menggunakan sabun, mencuci tangan menggunakan sanitizer dengan kelainan kulit tangan yang dialami pada petugas kesehatan puskesmas karangan. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional yang dilakukan di Puskesmas Karangan dengan sampel 56 orang dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil. Tidak terdapat hubungan bermakna antara mencuci tangan menggunakan sabun dengan kelainan kulit tangan (p= 0,090). Terdapat hubungan bermakna antara mencuci tangan menggunakan sanitizer dengan kelainan kulit tangan (p= 0,001).
METOTREKSAT DAN METFORMIN SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN TERKINI ERITEMA NODUSUM LEPROSUM BERULANG Handelia Phinari; Ni Nyoman Ayu Sutrini
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 03 April (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eritema Nodosum Leprosum (ENL) merupakan reaksi kusta tipe II yang paling sering dilaporkan. ENL paling sering terjadi pada kusta tipe lepromatosa (LL). Pengobatan ENL dengan prednisolon terbukti efektif namun memberikan efek samping berat seperti hiperglikemia, diabetes, osteoporosis, hipertensi, katarak dan imunosupresi bila digunakan dalam jangka waktu panjang, sedangkan pengobatan dengan talidomid sangat terbatas karena memiliki efek teratogenik. Penggunaan metotreksat dan metformin pada ENL bekerja sebagai agen anti-inflamasi yang memberikan berbagai keuntungan berdasarkan profil keamanan, pengaturan dosis yang mudah, dan biaya yang rendah. Kedua obat ini dapat menjadi pilihan obat monoterapi maupun sebagai obat tambahan yang dikombinasikan dengan kortikosteroid. Keywords: ENL; Metotreksat ; Metformin
Tingkat Kecemasan Dental Mahasiswa Fakultas Kedokteran di Masa Pandemi Covid-19 Aqillah Aeriza Putti
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 03 April (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Covid-19, the new variant of coronavirus founded in 2019, spreads through droplets thus causing a worldwide pandemic and impacts on psychological conditions such as anxiety. On the other hand, dental procedures produce a lot of aerosols containing bacteria, fungi, and viruses from the patient’s mouth, resulting in increased anxiety about visiting the dentist in the presence of this virus. As a medical student with heavy learning load and is in their teenage years, an increasing in anxiety is common from both academic and aesthetic perspectives, so that dental health cannot be ruled out. Excessive anxiety about this virus can interfere with learnings and continuation of ongoing dental care. Therefore, assessing the patient’s anxiety level is essential as a dentist in order to continue treatments amidst the pandemic Objective: To find out the level of dental anxiety of medical students towards dental visits during the Covid-19 pandemic. Method: The type of research used is descriptive observational with a cross sectional design. The study was conducted by distributing questionnaires to 100 students of the Faculty of Medicine, Trisakti University class 2018, 2019, and 2020. Results: The level of anxiety towards dental visits are 1% no anxiety, 24% mild anxiety, 236% moderate anxiety, and 23% severe anxiety, and 16% extreme anxiety. Conclusion: Students of the Faculty of Medicine, Trisakti University class 2018, 2019, and 2020 experienced mild anxiety towards dental visits during the Covid-19 pandemic.
knowledge of dentists in RSGM Faculty of Dentistry, Trisakti University regarding the prevention and infection management of Covid-19 in dental practice Liusa Harry Dinata
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 03 April (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: With the increasing number of Covid-19 cases, as well as new variants and discoveries in Indonesia, many health issues start to arise in the society, one of which is in the practice of dentistry. Dentists have a very high risk of being infected from Covid-19 virus, therefore it is important for them to have a comprehensive understanding regarding Covid-19 prevention and infection management, especially in dental practice. Objective: to measure the knowledge of dentists in RSGM Faculty of Dentistry, Trisakti University regarding the prevention and infection management of Covid-19 in dental practice. Methods: Knowledge measurement is done by utilizing online questionnaire through google forms which consists of 16 multiple choice questions with 4 choices. The questionnaire includes questions related to the prevention and infection management of Covid-19. The knowledge of respondents will be classified into 3 categories, namely high, medium, and low. Respondents will be categorized to have a high level of knowledge if they manage to answer 12-16 questions correctly. Respondents will be categorized to have a medium level of knowledge if they are able to answer 9-11 questions correctly. Meanwhile, respondents who answered correctly no more than 9 questions will be classified into the category of low knowledge level. Results: From a total of 56 respondents, 53.6% of them have high level of knowledge, 42.1% have medium level of knowledge, and the rest 5.3% have low level of knowledge regarding the prevention and infection management of Covid-19 in dental practice. Conclusion: The result of this study shows most of the dentists in RSGM Faculty of Dentistry, Trisakti University have an above average level of knowledge regarding Covid-19 prevention and infection management in dental practice.
STENOSIS AORTA DENGAN KOMPLIKASI GAGAL JANTUNG: A CASE REPORT AND REVIEW OF THE LITERATURE Calvin Linardi Putra
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 03 April (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stenosis aorta (AS) adalah penyempitan pada katup aorta jantung yang biasanya disebabkan oleh kalsifikasi degeneratif pada katup aorta. Prevalensi AS meningkat seiring bertambahnya usia, mayoritas pasien dengan AS tidak menunjukkan gejala sampai dekade ke 6 hingga 8. Pasien AS yang tidak mendapat penanganan dapat menyebabkan perburukkan kondisi jantung sehingga menyebabkan komplikasi seperti gagal jantung. Seorang wanita berusia 76 tahun dengan keluhan sesak sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit yang memberat saat aktivitas dan membaik saat berbaring dengan disanggah 2 bantal. Batuk berdahak sejak 1 minggu terakhir memberat saat aktivitas. Pada pemeriksaan ekokardiografi pasien terdiagnosis stenosis aorta dengan komplikasi gagal jantung.
ANALISIS SOSIAL EKONOMI DALAM PEMANFAATAN JKN UNTUK RAWAT INAP DI YOGYAKARTA Irene Tenriana Kenia
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 03 April (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The beginning of 2014 was the initial momentum for the implementation of the National Health Insurance (JKN) organized by the Health Social Security Administration (BPJS). On the island of Java, the growth of health care facilities and hospitals is increasing. Residents on the island of Java work in the formal sector so that they have poor health and increase the tendency to seek treatment at the hospital, even hospitalize. The purpose of this study was to determine the socio-economic factors that influence the use of JKN for hospitalization in Yogyakarta. This study uses secondary data, namely the National Socio-Economic Survey (Susenas) in 2020. The research respondents were 12,466 heads of households in Yogyakarta Province. The method used in this study is Binary Regression, namely the logit and probit models. The results showed that the factors of age, education, and occupation had a significant effect on the utilization of JKN. The p-value for all variables is 0.000 (p-value <0.05). Socio-economic factors that influence the use of JKN in Yogyakarta are age, education, and occupation
EFEK ANTIOKSIDAN PEMBERIAN EKSTRAK PLASENTA DOMBA ORAL PADA TIKUS SPRAGUE DAWLEY: Efek Antioksidan Ekstrak Plasenta Domba Siufui Hendrawan; Sukmawati Tansil Tan; Nuraeni; Meilani Kumala
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 03 April (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sheep placental extract (SPE) has been widely consumed in several parts of the world, owing to its capability to enhance vitality and anti-aging activity. However, the biological mechanism and safety effect of SPE have not been robustly studied. Hence, this research aims to assess the antioxidant capacity and broad safety effect of the SPE. An experimental study was conducted on Sprague Dawley rats (n=9 male; n=9 female); randomly allocated into 3 groups (n=6). The control group received distilled water, low-dose group received 500 mg/kg BW of SPE, while high-dose group received 1000 mg/kg BW of SPE; 3 times a week for 1 month respectively. At endpoint, superoxide dismutase (SOD) activity was measured as the parameter of antioxidant capacity and histopathology staining was performed on several tissues: skin, liver, uterus, ovarium, testicle; using Haematoxylin Eosin staining to assess the SPE toxicity effect. As the result, the SOD activity increased in line with the SPE doses given. Although not statistically significant different compared with the control group (54.49±18.41 %inhibition rate), the highest mean SOD activity was found on high-dose group (64.30±9.21 %inhibition rate), while low-dose group had mean SOD activity of 61.60±14.69 %inhibition rate. The effect of SPE on SOD activity did not appear to cause significant differences between male and female rats. Histopathological examination did not show any abnormalities in skin, liver, or reproductive organs caused by the SPE. This study demonstrated that oral administration of SPE in rats could increase antioxidant capacity, although not significantly and did not exert any toxicity effect in general.
SYSTEMATIC REVIEW: ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA VAKSIN PNEUMOCOCCAL CONJUGATE VACCINE (PCV) Desy Shinta Dewi
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 03 April (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit yang menyerang paru-paru. Penyakit ini menjadi salah satu penyebab kematian anak dibawah usia lima tahun. Pemberian Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) menjadi upaya intervensi dalam pencegahan penyakit pneumonia. Penyebab paling umum pneumonia pada anak adalah bakteri Streptococcus pneumoniae. Penelitian ini bertujuan untuk mereview literatur-literatur tentang efektivitas biaya vaksin PCV pada Balita secara sistematik. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menggunakan kata kunci Medical Subject Heading (MeSH), strategi yang digunakan untuk mencari literatur adalah PICOS framework dari basis data PubMed, Science Direct dan ProQuest. Hasil penelitian terdapat tujuh artikel yang sesuai setelah dilakukan identifikasi menggunakan PRISMA 2020 Flow Diagram dan metode CHEERS cheklist untuk menilai kualitas literatur yang sesuai dengan evaluasi standar pelaporan ekonomi Kesehatan. Vaksin PCV-13 yang dievaluasi oleh beberapa negara menunjukan dapat mengurangi jumlah kunjungan ke pelayanan Kesehatan, serta mengurangi jumlah kasus dan kematian akibat pneumonia. Vaksinasi PCV-13 dapat menghemat biaya Kesehatan sehingga beberapa negara memasukkan PCV-13 ke dalam program imunisasi nasional.