cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 533 Documents
HUBUNGAN TINDAKAN DENGAN KARAKTER KARYAWAN NON NAKES DALAM MELAKSANAKAN PROTOKOL KESEHATAN COVID-19 DI SALAH SATU FASILITAS KESEHATAN JAKARTA TIMUR Ramadhan Nugraha
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Untuk menekan laju pertumbuhan COVID-19, pemerintah melakukan upaya-upaya untuk dapat mengatasinya, antara lain dengan Protokol Kesehatan (ProKes). Meskipun sangat besar manfaatnya, masih kita jumpai masyarakat yang tidak mengindahkan anjuran pemerintah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan karyawan Non-Nakes dalam melaksanakan protokol kesehatan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian potong lintang dengan instrumen penelitian berupa kuesioner. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling dengan jumlah sampel 387 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan melalui link Google Form. Analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil dan Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara variable tindakan dengan variable tingkat pndidikan, pengetahuan, pengawasan manajemen dan ketersediaan APD. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara variable Tindakan dengan usia, jenis kelamin, masa kerja, dan dukungan manajemen. Saran: Dilaksanakan penyuluhan kepada karyawan non nakes secara berkala, pimpinan harus menerapkan kedisiplinan bagi karyawan non nakes.
PENGGUNAAN TES MIKROBIOLOGI DI ERA TINGGINYA ANGKA ANTI-MICROBIAL RESISTENCE (AMR) Devi Mutiara Jasmine
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Effective use of microbiology test results may positively influence patient outcomes and limit the use of broad-spectrum antibiotics. However, studies indicate that their potential is not fully utilized. We investigated microbiology test ordering practices and the use of test results for antibiotic decision-making in hospitals. Methods: A multicentre cohort study was conducted during five months in 2014 in Medical departments across three hospitals in Western Norway. Patients treated with antibiotics for sepsis, urinary tract infections, skin and soft tissue infections, lower respiratory tract infections or acute exacerbations of chronic obstructive pulmonary disease were included in the analysis. Primary outcome measures were degree of microbiology test ordering, compliance with microbiology testing recommendations in the national antibiotic guideline and proportion of microbiology test results used to inform antibiotic treatment. Data was obtained from electronic- and paper medical records and charts and laboratory information systems. Results: Of the 1731 patient admissions during the study period, mean compliance with microbiology testing recommendations in the antibiotic guideline was 89%, ranging from 81% in patients with acute exacerbations of chronic obstructive pulmonary disease to 95% in patients with sepsis. Substantial additional testing was performed beyond the recommendations with 298/606 (49%) of patients with lower respiratory tract infections having urine cultures and 42/194 (22%) of patients with urinary tract infections having respiratory tests. Conclusions: This study showed that despite a large number of microbiology test orders, only a limited number of tests informed antibiotic treatment. To ensure that microbiology tests are used optimally, there is a need to review the utility of existing microbiology tests, test ordering practices and use of test results through a more targeted and overarching approach. Keywords: Microbiology testing, Antibiotic prescribing, Antimicrobial resistance
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PENYAJIAN MAKANAN (STUDI DI RUANG ISOLASI COVID-19 RUMAH SAKIT ISLAM SURABAYA A. YANI) Putri Rohma Romadloni
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The spike in Covid-19 cases has created a challenge for health services, especially hospitals, in accepting Covid-19 patients, so this has resulted in hospitals collapsing and being overwhelmed to provide good services, so speedy handling and accuracy of nutrition for Covid-19 patients is needed. This study aims to analyze the relationship between patient characteristics and the level of satisfaction in serving food in the Covid-19 isolation room of the Surabaya A. Yani Islamic Hospital in 2021. This study is an analytical study with a quantitative approach with a cross sectional design with secondary data sources obtained from the nutrition unit of the Hospital. Islam Surabaya A. Yani. The sample of this study obtained 63 samples from a total population of 147 by taking simple random sampling. Analysis of the data used is univariate and bivariate analysis using Chi Square test to see the frequency distribution and cross tabulation. The results of this study indicate that the characteristics of patients with a level of satisfaction with food serving based on age obtained P value (0.723) > (0.05), based on gender, P value (0.436) > (0.05), based on length of stay, P value (0.077) was obtained. ) > (0.05). The conclusions from the results of this study indicate that there is no relationship between patient characteristics (age, gender, length of stay) with the level of satisfaction in serving food in the Covid-19 isolation room of the Islamic Hospital Surabaya A. Yani.
ANALISIS INPUT DALAM PENYELENGGARAAN UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID-19 DI PUSKESMAS X KOTA BINJAI Muhammad Wicaksono
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 merupakan upaya dalam mengendalikan penyebaran COVID-19. Puskesmas merupakan Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang menanggung jawabi wilayah kerjanya. Dalam pelaksanaan nya dibutuhkan sumberdaya yang baik agar mencapai hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketersediaan sumberdaya pelaksanaan Upaya Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Puskesmas X Kota Binjai. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah pendekatan Kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam dan telaah dokumen. Hasil penelitian didapatkan bahwa kebutuhan SDM di Puskesmas sudah tercukupi, hal ini dikarenakan semua SDM yang bekerja di Puskesmas wajib melaksanakan kegiatan Upaya Pencegahan dan Pengendalian. Namun, SDM Kesehatan masih belum mendapatkan pendidikan dan pelatihan khusus COVID-19. Sumber pembiayaan yang digunakan oleh Puskesmas berasal dari dana BOK. Ketersediaan sarana prasarana juga tercukupi seperti penyediaan wastafel, hand sanitizer, APD, perubahan pada ruang pelayanan dan ruang tunggu, ketersediaan media KIE, dsb. Kebijakan yang digunakan oleh Puskesmas merupakan kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden, Kementerian, Gubernur, Walikota, dan Dinas Kesehatan. Dokumen yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan merupakan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19, namun Puskesmas belum menggunakan formulir pencatatan dan pelaporan sesuai dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan. Demikian juga indikator capaian keberhasilan program yang belum dilaksanakan oleh Puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian, direkomendasikan untuk Puskesmas melakukan pendidikan pelatihan SDM terkait COVID-19. Dan untuk pelaksanaan kebijakan agar dilakukan berdasarkan pedoman yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan terutama dalam penggunaan formulir pencatatan dan pelaporan serta monitoring indikator keberhasilan program.
Koherensi Kebijakan Food Estate dengan Kebijakan Ketahanan Pangan dan Gizi Chairunisa S. Hakim
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study is to determine how the actor, context and policy process in coherence of Food Estate policy with the Food Security and Nutrition Policy. This study adopted a qualitative single case study design drawing on in-depth interviews, policy document review and literature study. Content Analysis and Transcendental Phenomenological Analysis were used in this study. The theories used as analytical tools in this research are 1) Policy Coherence theory developed by Nilsson, 2) Policy Triangle theory developed by Walt and Gilson, and 3) Advocacy Coalition Framework theory by Sabatier & Jenkins as a triangulation method. The results show that the coherence of the Food Estate Policy with the Food Security Policy is acceptable but not being at its optimum, because there is no objective written that represent Skor Pola Pangan Harapan or Pedoman Gizi Seimbang. The interactions between actors, context, and policy-making process are closely related and influence policy coherence. Using the Advocacy Coalition Framework as a triangulation method, it is known that both civil society organizations and the government want to achieve food and nutrition security, but civil society organizations have different approaches regarding how to achieve food and nutrition security.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kunjungan Ibu Yang Membawa Balita Masa Pandemi Covid 19 Di Posyandu Asoi Nangroe Dan Lampaseh Aceh Siti Raiyan
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laporan Puskesmas Meuraxa tahun 2020 cakupan pelayanan kesehatan balita sebanyak 659 balita (37,7%). selama masa pandemi covid 19 posyandu tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan untuk menghindari penularan covid 19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kunjungan ibu yang membawa balita selama masa pandemi Covid 19 di Posyandu Asoi Nangroe dan Lampaseh Aceh Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2021. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 128 ibu yang memiliki balita dan sampel ditentukan dengan tekhnik random sampling yaitu 56 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 13-16 Agustus 2021. Uji statistik yang digunakan yaitu Chi Square Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan (p value = 0,001), dukungan keluarga (p value = 0,015), motivasi ibu (p value = 0,002), peran kader desa (p value = 0,001), dan pelayanan kesehatan (p value = 0,001) dengan kunjungan ibu yang membawa balita selama masa pandemi Covid 19 di Posyandu Asoi Nangroe dan Lampaseh Aceh Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Tahun 2021. Disarankan bagi Puskesmas diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan ketika diadakannya posyandu dan mengajak ibu membawa balita ke posyandu agar ibu dapat memantau perkembangan balita juga memberikan imunisasi pada balita sesuai umurnya.
EFEKTIVITAS DAN EFEK SAMPING PADA KALSIPOTRIOL TOPIKAL DAN BETAMETHASONE UNTUK TERAPI PADA SCALP PSORIASIS: REVIEW SISTEMATIK Natalia Jennifer Handika
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psoriasis adalah gangguan inflamasi kronis yang ditandai dengan plak eritematosa berbatas tegas dengan skuama putih keperakan yang tebal. Kulit kepala adalah bagian tubuh yang paling sering terkena psoriasis, terlibat sekitar 80% kasus psoriasis. Kortikosteroid topikal tetap menjadi pengobatan andalan pada scalp psoriasis, dengan data yang mendukung keamanan dan kemanjuran. Review sistematik ini bertujuan untuk menilai efektivitas dan efek samping yang ditimbulkan dari obat kombinasi kalsipotriol dan betamethasone dalam mengatasi scalp psoriasis. Berdasarkan analisis akhir didapatkan 7 artikel yaitu 3 RCT, 3 penelitian fase II, dan 1 artikel observasi. Satu penelitian menyebutkan bahan pembanding yang lebih efektif dibandingkan bahan kombinasi (kalsipotriol dan betamethasone). Kami menemukan hasil yang positif pada sebagian besar penelitian yang menunjukkan kombinasi obat kalsipotriol dan betamethasone menunjukkan efektivitas yang lebih baik dengan efek samping yang lebih sedikit apabila digunakan pada scalp psoriasis.
Perilaku Adaptasi Kebiasaan Baru Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Covid-19: Adaptasi Kebiasan Baru, Covid-19 Adhistie Indah Sari Sari
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapatasi kebiasaan baru merupakan tindakan menerapakn tatanan hidup baru guna menjaga produktifitas selama masa pandemic Covid-19 dengan menerapakan perilaku pencegahan Covid-19. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui perilaku adaptasi kebiasaan baru masyarakat dalam mencegah Covid-19 dengan mengunakan metodologi literaratur Review. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari database publikasi Google Scholar, Springlink dengan kata kunci Adapatsai kebiasaan baru, Covid-19. Berdasarkan review jurnal, dapat di ambil dari beberapa artikel menunjukkan bahwa perilaku kebiasaan masyarakat memakai masker, mencuci tangan masih rendah. Diharapkan dengan review ini dapat juga menjadi bahan kajian lebih lanjut dan menjadi informasi tambahan dalam bidang dunia kesehatan
Media Pertumbuhan Kuman Y. Kusumo Adi Arji Atmanto; Lisdiana Amin Asri; Nursin Abd. Kadir
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Media kultur/ media pertumbuhan kuman/ mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang digunakan oleh suatu mikroorganisme untuk tumbuh dan berkembang biak. Media kultur digunakan sebagai gold standard penegakan diagnosa pasti suatu penyakit infeksi, juga dapat dipergunakan untuk isolasi, pengujian sifat fisiologis, dan perhitungan jumlah mikroorganisme. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi pada media berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel nya. Media kultur bervariasi dalam bentuk dan komposisi, tergantung pada jenis spesies yang dikembangbiakkan. Dari media kultur tersebut, maka dapat di-identifikasi mikroorganisme. Identifikasi mikroorganisme dari media kultur dapat diperiksa dengan mikroskop cahaya dengan terlebih dahulu dilakukan pembuatan pulasan bakteri tanpa pewarnaan atau dengan pewarnaan. Media kultur yang baik, yaitu media kultur yang mudah disiapkan, murah, mudah dibuat, dan mudah diaplikasikan. Keywords: Media pertumbuhan kuman; gold standard; identifikasi mikroorganisme
HUBUNGAN KADAR PROCALCITONIN DAN JUMLAH LEUKOSIT PAD PASIEN COVID-19 DI RSUD PASAR REBO Desi Aryani
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an infectious disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). This disease attacks the respiratory system, in severe cases SARS-CoV-2 infection can cause respiratory tract infections which are characterized by a systemic inflammatory response in acute respiration that can cause infection. PCT and leukocyte count are indicators of the systemic inflammatory response. PCT and leukocyte count are supporting laboratory tests that can be used as biomarkers or markers of infection in COVID-19. Therefore, the purpose of this study was to determine the relationship between PCT levels and leukocyte counts in COVID-19 patients. This type of research is quantitative descriptive using a cross-sectional research design using a purposive sampling technique to obtain a sample of 41 patients and this research was conducted at Pasar Rebo Hospital. The results of the univariate statistical test and bivariate test, the results of the PCT level examination as many as 23 people (56.1%) had high PCT levels and as many as 18 people (43.9%) had normal PCT levels and 1 person (2.4%) Leukopenia, 15 people (36.6%) had a leukocyte count with normal results and as many as 25 people (61.0%) had leukocytosis. The results of data analysis showed that there was a relationship between PCT levels and leukocyte counts in COVID-19 patients of 0.468 in the range of 0.26-0.50, which means that PCT levels and leukocyte counts have a sufficient relationship