cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 533 Documents
SEORANG PENDERITA ENDOKARDITIS INFEKTIF AKIBAT INFEKSI CATHETER DOUBLE LUMEN PADA PASIEN HEMODIALISIS Aditya Purwaka
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The use of catheter double lumen (CDL) to deliver hemodialysis treatment may be associated with some problems.The most serious problems is infection . This complication impacts morbidity and mortality and has emerged as the primary barrier to long-term catheter use. Bacteremia is the most serious type of infection associated with catheter use. It can result in metastatic infection and even lead to death of the patient. Prophylaxis is important to decrease the risk of infection. The use of an antibiotic ointment at the exit site until it has healed and the long-term use of a dressing to cover the exit site are effective in decreasing the incidence of exit-site infection. With optimal catheter use management, it should be possible to reduce the incidence of catheter related bacteremia (CRB) to a level in the range of 1 ⁄ 1000 catheter days. Antibiotic locking solutions show promise and may, if verified in appropriate clinical studies, prove to be important adjuncts to the management of catheter.In this case, between blood culture and CDL culture have the same result of organism.
ANALISIS KESALAHAN PADA PROSES PRA ANALITIK DAN ANALITIK TERHADAP SAMPEL SERUM PASIEN DI RSUD BUDHI ASIH enny khotimah
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laboratory services are one of the supporting factors in the health service sector. There are three important stages that play a role in the laboratory examination process, namely pre-analytical, analytical and post-analytical. Errors in the pre-analytics process can reach 68%, errors in the analytical stage reach 13%, and errors in the post-analytical stage by 19%. A bad sample will give invalid laboratory examination results. This research was conducted in the laboratory of Budhi Asih Hospital with research respondents of the laboratory officers of Budhi Asih Hospital. The results of the study obtained for serum examination at the pre-analytical stage started from patient preparation getting a score of 80.4% with an excellent category, giving patient identity got a score of 60% sufficient, spesimen collection got a score of 78.8% with a good category and the last one for spesimen storage got a score of 60% with sufficient categories. The total score for the laboratory examination stage in this pre-analytical stage was 79.2% with a good category. The results of the scores at the analytical stage in this study for the spesimen processing category obtained 85% results with an excellent category, the use of tools 86.6% with excellent categories, spesimen examination 75.8% with a good percentage. The total score for the analytical stage in this study got a result of 82.7% with an excellent category.
Bubble Boy Disease / Severe Combined Immunodeficiency Y. Kusumo Adi Arji Atmanto; Asvin Nurulita; Uleng Bahrun
Jurnal Medika Hutama Vol. 3 No. 04 Juli (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bubble Boy Disease atau Severe Combined Immunodeficiency (SCID) merupakan penyakit akibat kerusakan berat imunitas seluler dan humoral yang membuat penderitanya rentan terhadap infeksi oportunistik dan rekuren. SCID merupakan penyakit imunodefisiensi primer. Berdasarkan jumlah, fungsi, dan asal sel T yang bersirkulasi, SCID dikelompokkan menjadi golongan tipikal dan atipikal. Diagnosis sering tertunda beberapa bulan sejak bayi lahir karena secara fisik tampak normal, serta masih ada antibodi (IgG) maternal yang ditransfer untuk memberikan perlindungan pada bulan-bulan pertama kehidupan, dan bayi yang sangat muda cenderung relatif terisolasi dari paparan infeksi. Tidak adanya bayangan timus pada radiografi thoraks, limfosit total yang rendah pada hitung darah lengkap dan diferensial adalah temuan khas pada bayi dengan SCID. SCID dapat dideteksi pada bayi baru lahir dengan tes skrining sederhana, T cell Receptor Excision Circle (TREC) assay. Tatalaksana untuk penderita SCID terdiri dari manajemen konservatif dan kuratif. Satu-satunya terapi definitif untuk SCID yaitu Hematopoietic Stem Cell Transplantation (HSCT) yang dapat membentuk sistem imun fungsional. Prognosis cukup baik, namun bervariasi tergantung usia dilakukannya terapi, jenis terapi, serta komplikasi yang dialami. Keywords: Severe Combined Immunodeficiency; imunodefisiensi primer
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Tentang Pemberian Asupan Gizi Pada Ibu Hamil Terhadap Pengetahuan Ibu Untuk Mencegah Kejadian Stunting nurannisa ulfa
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah suatu kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, sehingga anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan ibu tentang pemberian asupan gizi pada ibu hamil untuk mencegah kejadian stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasy-eksperimen, dengan rancangan yang digunakan One group pre-test post-test design. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja puskesmas Rejosari dengan jumlah sampel 34 responden dengan teknik purposive sampling dengan memperhatikan kriteria inklusi. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan asupan gizi pada ibu hamil. Amalisa yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariate dengan uji t Dependent dan uji Wilcoxon. Hasil: Uji statistik dependent sample t test didapatkan hasil nilai p value 0,017 yang berarti p value < α (0,05). Hal ini yang berarti bahwa Ho ditolak, maka dapat disimpulkan bahwa Ada perbedaan pengetahuan ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang pemberian asupan gizi untuk mencegah kejadian Stunting. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang pemberian asupan gizi pada ibu hamil efektif terhadap pengetahuan asupan gizi ibu hamil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pemberian gizi untuk mencegah kejadian stunting.
STUDI KASUS: UPAYA DALAM MENSTABILKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUANGAN MAHAKAM RSUD INCHE ABDOEL MOEIS SAMARINDA Muhammad Taufiq Zul Fahmi
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus is a condition where the pancreas is not able to produce enough insulin or a condition where the pancreas is not produced effectively by the body. Diabetes mellitus is fatal when the management is not appropriate so that it can cause death. Management of diabetes mellitus requires drug therapy and non-drug therapy. Purpose: The purpose of the author is to understand nursing care for patients with diabetes mellitus problems by taking therapeutic action by administering insulin injections of novorapid and lantus to decrease blood glucose levels. Method: The method used by the author is a descriptive method with case study exposure through a nursing care approach, namely assessment, nursing diagnosis enforcement, planning, implementation, and nursing evaluation. Results: 3x24 hour nursing actions for DM patients are hyperglycemia management to stabilize blood glucose levels, namely teaching how to regulate blood glucose levels, recommending eating patterns, teaching managing daily activities, and collaborative insulin administration. The problem of unstable blood glucose levels has been partially resolved so that it requires further treatment and collaboration, patients, and families is indispensable for the success of nursing care. Conclusion: It is hoped to increase knowledge of diabetes mellitus's patients who are no longer producing the insulin hormone well enough to administer insulin injections by themselves to stabilize blood glucose levels. Keywords: Diabetes Mellitus, Blood Glucose Level, Therapy Insulin
GAMBARAN KEMAMPUAN PERSONAL HYGIENE ANAK RETARDASI MENTAL MENURUT ORANG TUA Suci Mandasari
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mantal retardation is a cognitive disorder caused by the intellectual level of the child low (IQ < 70). The intellectual low in the child can deficit self care, especially persona hygiene. The purpose of this research is to determine the describtive with a sampel number of 32 elderly people. Purposive sampling is used as research sampling technique in Pekanbaru City. The measuring instrument used is a self-reliance personal hygiene questionnaire. This research used unnivariate data analysis. Data presented in the form of the frequency distribution. The result of the majority of respondents who have children with a modered mental retardation (capable of training), so that independent children perform personal hygiene as much as 25 people (78,1%), self-suffient of people (18,8%) and children ability mental retardation category less independent 1 person (3,1%). The children’s mental retardation majority always does some personal hygiene without the help of other, as it cleanses the skin and bathing, oral hygiene, hair wash, eye care, nose care and elimination (defecated/urination). Intellectual interference and motor limitations in children cause children rarely cut the nails and clean the ears independently. A child’s mental retardation (able to train) is able to maintain personal hygiene. Parents ability of personal hygiene children’s mental reterdation
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN AUDIOVISUAL TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) UNTUK MENCEGAH ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL : PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN AUDIOVISUAL TENTANG PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN (PMT) UNTUK MENCEGAH ANEMIA TERHADAP PENGETAHUAN IBU HAMIL Seniwan Agustini Gulo
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat tersebar luas yang berkaitan dengan peningkatan angka kematian dan kecacatan terutama pada wanita hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan audiovisual tentang pemberian makanan tambahan untuk mencegah anemia terhadap pengetahuan ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test with one group design yang bertujuan untuk melihat perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Purposive sampling. Hasil: Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rumbai Kecamatan Rumbai Pesisir dengan sampel 34 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil uji chi square didapatkan hasil p value (0,000) yang artinya p value < α (0,05). Kesimpulan: Hasil ini disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan audiovisual tentang pemberian makanan tambahan untuk mencegah anemia terhadap pengetahuan ibu hamil. Hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil dalam mencegah anemia. Keywords: Anemia; Audiovisual; Pengetahuan; Pendidikan Kesehatan; Pemberian Makanan Tambahan.
PELATIHAN PEMBUATAN JUS MENGKUDU DENGAN PISANG AMBON UNTUK PENDERITA HIPERTENSI DI KELURAHAN PONDOK RANGGON Yuli Astuti
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah diatas 140/90 mmHg menjadi kondisi medis serius yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung, otak dan penyakit ginjal. Diperkirakan sebanyak 1,13 miliar orang diseluruh dunia menderita penyakit hipertensi sebagian besar sekitar 2/3 tinggal dinegara dengan penghasilan rendah dan menengah. Penyakit ini menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Untuk menurunkan tekanan darah dapat menggunakan obat alami yaitu buah mengkudu dan pisang ambon yang mengandung soranjidiol berkasiat sebagai peluruh kencing dan memiliki sifat farmakologis dan diuretik karena kandungan airnya yang tinggi sehingga membantu menurunkan tekanan darah. Serta kalium dalam pisang ambon dapat membantu penurunan tekanan darah. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini agar masyarakat mengetahui tentang penyakit hipertensi serta pengobatan tradisional untuk menurunkan tekanan darah dengan membuat minuman ljus mengkudu dengan pisang ambon. Mitra pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu dasawisma dari Rt 05 Rw 02 kelurahan pondok ranggon yang telah diberikan pendidikan dan pelatihan pembuatan jus mengkudu dengan pisang ambon. Setelah diberikan edukasi pengetahuan peserta meningkat dari 73% menjadi 91%. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan penyuluhan dan latihan pembuatan jus mengkudu dengan pisang ambon pada penderita hipertensi penting dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menurunkan tekanan darah dengan menggunakan bahan-bahan alami. Saran untuk kegiatan selanjutnya agar masayarakat khususnya dasawisma dapat memberikan pengetahuan dan pelatihan untuk ibu-ibu yang ada di Rt 05 Rw 02 khususnya bagi penderita Hipertensi.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Bagian Operator SPBU di Kecamatan Indramayu Tahun 2022 Nanda Putri Lisa Ardiyanti Tarwijah
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psychological disorders in the form of feelings of severe fatigue and lead to depression will become the number two killer disease heart disease. More than 65% of workers in Indonesia come to the company's polyclinic with complaints of work fatigue. This study aims to determine the factors associated with work fatigue among workers in the gas station operator division in Indramayu District in 2022. The sample consists of 42 people with a total sampling. This type of research is quantitative with a cross sectional. The data analysis used is univariate analysis and bivariate analysis with chi square test. The results of this study indicate that there is a relationship between age and work fatigue for workers in the gas station operator division in Indramayu District in 2022 with a p-value = 0.001 (p<0.05). There is a relationship between working period and work fatigue for workers in the gas station operator division in Indramayu District in 2022 with a p-value = 0.001 (p<0.05). It is recommended to reduce work fatigue, gas station operator workers pay more attention to time to rest or pause when they feel indications of physical fatigue because standing position continuously. If permitted, workers can prepare sitting chairs at the workplace so that workers can rest comfortably without leaving the workplace. Keywords: Age, Working Period, Work Fatigue, Gas Station Operators.
Gambaran Riwayat Pemberian ASI Eksklusif Dan MPASI Pada Batita Stunting Siti sarwanti Wanti
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Untuk mendeskripsikan terkait gambaran riwayat pemberian ASI eksklusif dan MPASI pada batita stunting. Metode: Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sementara yang menjadi populasi penelitian ini yaitu seluruh batita stunting sejumlah 38 di wilayah kerja Puskesmas Tambusai Utara1 dengan teknik pengambilan total sampling. Hasil: Penelitian ini menghasilkan bahwasanya karakteristik responden dari 38 responden sebanyak 16 responden (42,1%) mayoritas batita stunting berada pada rentang usia 25-36 bulan, sejumlah 22 responden (57,9%) berat badan lahir mayoritas ≥2,5Kg, sejumlah 24 responden (63,2%) panjang badan lahir mayoritas ≤48, sebanyak 22 responden (57,9%) jenis kelamin responden mayoritas perempuan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa yang memperoleh ASI eksklusif pada batita stunting hanya 8 responden (21,1%) dan untuk riwayat pemberian MPASI sebagian besar responden yaitu 20 (52,6%) di berikan MPASI yang tidak sesuai hal tersebut terlihat dari ketepatan waktu, frekuensi, jenis dan porsi pemberian MPASI. Saran: sebagian besar batita stunting di Puskesmas Tambusai utara 1 tidak memperoleh ASI eksklusif dan pemberian MPASI yang tidak sesuai sehingga bagi tenaga kesehatan supaya bisa memberi pendidikan kesehatan mengenai pengetahuan ASI eksklusif dan MPASI guna mencegah stunting.