cover
Contact Name
Dwi Septian Wijaya
Contact Email
admin@jurnalmedikahutama.com
Phone
+6281334291827
Journal Mail Official
admin@jurnalmedikahutama.com
Editorial Address
Jl. Gas Alam No. 59 Curug Cimanggis Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Medika Hutama
ISSN : 27158039     EISSN : 27159728     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Medika Hutama adalah jurnal hasil penelitian, studi kasus, dan tinjauan pustaka di bidang Kesehatan dan Kedokteran
Articles 533 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUALITAS PADA PASIEN STROKE: LITERATURE REVIEW Qamariah Qamariah
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stroke adalah suatu kondisi yang terjadi saat pasokan darah menuju ke otak terganggu atau berkurang akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Seseorang yang terkena stroke akan mengalami beberapa perubahan dari segi kehidupan nya. Salah satunya berdampak pada masalah spiritual pasien stroke yaitu ketidakmampuan nya dalam memenuhi kebutuhan spiritual sehari-harinya seperti berdoa dan kegiatan ibadah lainnya maka dari itu keluarga memiliki peranan sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan spriritual pada pasien stroke sehingga pasien merasa diperhatikan, nyaman dan damai. Tujuan: untuk mengetahui hubungan dukungan dukungan keluarga dengan pemenuhan kebutuhan spiritualitas pada pasien stroke. Metode: sistematik literature review sederhana. Sumber data: penelusuran artikel publikasi dilakukan pada Google Scholar, Semantic Scholar, PubMed dan Mendeley. Hasil: berdasarkan literature review dari sebelas artikel diperoleh bahwa dukungan keluarga merupakan hal yang sangat penting dalam membantu memenuhi kebutuhan pasien stroke yaitu kebutuhan spiritualitasnya. Kesimpulan: Dua dari sebelas artikel penelitian mengenai dukungan keluarga memperlihatkan berdasarkan 4 item pada penderita stroke secara keseluruhan sudah mendapatkan dukungan dengan baik, tiga artikel yang menjelaskan tentang dukungan sosial pasien stroke dalam kategori baik dan ada dua artikel penelitian mengenai kebutuhan spiritualitas pasien stroke sudah terpenuhi dengan baik dan empat artikel internasional tentang dukungan keluarga dengan pemenuhan kebutuhan spiritualitas pada pasien stroke sudah terpenuhi dengan baik.
PEMBERIAN AROMATERAPI LEMON DAN PEPPERMINT TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS MUAL DAN MUNTAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER PERTAMA: LITERATURE REVIEW Debby Oktaviarini
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mual dan muntah dalam kehamilan atau lebih umum dikenal dengan morning sickness terjadi pada trimester pertama kehamilan. Mual dan muntah biasa terjadi pada minggu ke 6 kehamilan sampai pada usia kehamilan 16 minggu, dengan puncak perasaan mual terparah pada minggu ke 7 – 9. Rasa mual pada awal kehamilan ini dapat dikurangi dengan menggunakan terapi komplementer, salah satunya menggunakan aromaterapi lemon dan peppermint yang telah dikenal efektif dalam menurunkan intensitas mual dan muntah selama kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mereview pengaruh pemberian aromaterapi lemon dan peppermint terhadap penurunan intensitas mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Metode yang digunakan sistematik literature review sederhana. Dari 7 jurnal yang digunakan 3 diantaranya mengenai pengaruh aromaterapi lemon terhadap menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama dan 4 lainnya mengenai pengaruh aromaterapi peppermint terhadap menurunkan mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Sumber data didapatkan dari Google Scholar, Science Direct, dan Wiley Online Library. Hasil dari mereview 7 penelitian didapatkan bahwa pemberian aromaterapi lemon dan peppermint terbukti berpengaruh dan efektif dalam menurunkan intensitas mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama. Kesimpulan dalam penelitian menunjukkan pemberian aromaterapi lemon untuk mendapatkan hasil terbaik diberikan dengan dosis 0.2 ml atau 0.3 ml dan dihirup pada waktu pagi hari ketika bangun tidur, serta dapat juga dihirup ketika ibu merasakan mual. Sedangkan pada pemberian aromaterapi peppermint lebih efektif pemberiannya dalam bentuk aromaterapi dibandingkan dalam bentuk rebusan.
Pengaruh Pendidikan Kesahatan tentang Nutrisi Gizi Seimbang saat Menstruasi untuk Mencegah Anemia terhadap Pengetahuan Remaja Putri Deni Riliti
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia is a decrease in Hemoglobin (Hb) levels, an inadequate elements or lack of nutrients needed for the formation of red blood celss which results in decreased blood oxygen carried capacity. Anemia was caused by blood lost, inadequate consumption of food. This study was aimed to determine the influence of health education about balanced nutrition in menstruation to prevent anemia against. The design of this research study was “Quasy Experiment” using the draft “With One Group Design” which is divided into an experimental group pre test and post test. The study was conducted to adolescence on Kayu Ara Permai village. Total sample was 34 adolescence who fit the inclusion criteria and the using simple purposive sampling technique. Measuring intrument is using questionnaire. The analysis used univariate and bivariate analysis using dependent sampel T test. The result was showed a influence of health education about balanced nutrition in menstruation to prevent anemia to an experimental group pre test and post test after given intervention with p value (0,000) < (0,05). This means that health education about balanced nutrition effective to prevent anemia when in menstruation, so it was suggested to adolescence used the way to prevent anemia and increased knowledge about balanced nutrition when in menstruation to prevent anemia.
MANFAAT TERAPI BEKAM TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN: LITERATURE REVIEW Geci Putri Helisa
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi bekam merupakan salah satu metode pengobatan yang turun temurun telah diwariskan dan dikembangkan berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan yang menggunakan metode penyedotan atau pemvakuman pada kulit. Terapi bekam diketahui memiliki beberapa manfaat seperti menurunkan nyeri leher, nyeri pinggang, dan sakit kepala, dimana nyeri merupakan perasaan yang tidak menyenangkan serta pengalaman emosional yang diakibatkan oleh kerusakan jaringan pada tubuh. Tujuan literature review ini adalah untuk mengetahui manfaat terapi bekam terhadap penurunan nyeri pada pasien. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah artikel pada data base google scholar dan pubmed dimana artikel dicari dengan kata kunci kunci "terapi bekam" OR "cupping therapy" OR " Hijamah" AND "nyeri" OR "pain" AND "manfaat" OR "benefits" OR "effect" , lalu di seleksi berdasarkan kriteria inklusi dalam pencarian artikel adalah artikel 2016-2020, artikel original penelitian, artikel dapat di akses secara penuh. Hasil literaure review yang telah dilakukan didapatkan informasi bahwa terapi bekam bermanfaat terhadap penurunan nyeri pada pasien nyeri leher kronis, low back pain, migrain, dan desminore. Kesimpulan yang didapat adalah jenis terapi bekam yang paling banyak menurunkan nyeri adalah bekam api.
PENAMBAHAN BERAT BADAN PADA IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) DI KAB BEKASI Meliana Nursihhah
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya untuk mengatasi masalah Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil adalah program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Program tersebut bertujuan untuk menanggulangi masalah KEK ibu hamil serta tercapainya peningkatan status gizi yang baik pada ibu hamil.. Namun, hingga saat ini belum diketahui seberapa besar dampak yang dihasilkan dari program PMT terhadap ibu hamil yang mengalami kekurangan energi kronis. Desan penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian secara kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Berat badan ibu hamil bertambah pada usia kehamilan trimester 2 yaitu sebanyak 60 responden (88,2%). Rata- rata pengukuran berat badan awal pada ibu hamil adalah 43,83 dengan standar deviasi 5,86. Rata- rata pengukuran berat badan awal pada ibu hamil adalah 43,83 dengan tandar deviasi 5,86. Sedangkan pada pengukuran terakhir didapat rata-rata 48,94 dengan standar deviasi 5,88. Terlihat nilai mean berbeda antara pengukuran awal dan terakhir adalah 5,11 dengan standar deviasi 0,02. Hasil uji statistik menggunakan metode paired sample t test didapatkan nilai probabilitas (p value) sebesar p=0.000 (p<0.05).
ANALISIS HUBUNGAN ANEMIA DENGAN KEJADIAN ABORTUS DI RSUD SUKADANA TAHUN 2022 Deviani Utami
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 01 Oktober (2022): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abortion is the end of a pregnancy (by certain consequences) at or before the pregnancy is 22 weeks old or the fruit of the pregnancy has not been able to live outside the womb. Complications that occur during childbirth are the main cause of death in infants who were originally alive at the time the labor process began, but were later stillborn.This study aims to determine the relationship between anemia and the incidence of abortion in Sukadana Hospital in 2022.This type of research is analytical research. The research design used was cross sectional. The sampling technique in this study used a total of 41 people who met the inclusion criteria.It is known that most of the respondents aged 20-30 years as many as 40 (97.6%) were analyzed by chi square test with a p value of 0.09, 17 patients were found to be anemic (41.5%), 19 patients had abortions (46.3%). Based on the analysis and discussion above, it shows that there is a relationship between anemia and the incidence of abortion in Sukadana Hospital 2022.
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH PELABUHAN BERKELANJUTAN (ECOPORT) DI PELABUHAN : STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH PELABUHAN BERKELANJUTAN (ECOPORT) DI PELABUHAN SILVA RIJULVITA
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 02 Januari (2023): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dasawarsa terakhir ini telah terjadi peningkatan perhatian terhadap dampak dari bisnis kepelabuhanan yang mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas lingkungan. Pengelolaan sampah adalah kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurangan dan penanganan sampah. Menurut Waste Management, pengelolaan sampah merupakan aktivitas untuk mengelola sampah dari awal hingga pembuangan, meliputi pengumpulan, pengangkutan, perawatan, dan pembuangan, diiringi oleh monitoring dan regulasi manajemen sampah. Artikel ini bertujuan untuk menyusun strategi pengelolaan berkelanjutan sampah di Pelabuhan dengan mengunakan metodologi literaratur Review. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari database publikasi Google Scholar, Springlink dengan kata kunci Pelabuhan, Berkelanjutan. Berdasarkan review jurnal, dapat di ambil dari beberapa artikel menunjukkan bahwa belum diterapkannya secara maksimal pengelolaan sampah (Waste Management). Diharapkan dengan review ini dapat juga menjadi bahan kajian lebih lanjut dan menjadi informasi tambahan dalam bidang dunia kesehatan
D-dimer Sebagai Indikator Prognostik Penderita Terkonfirmasi COVID -19 dengan Pneumonia Berat Sonia Pradipta
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 02 Januari (2023): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The novel coronavirus, designated SARS-CoV-2, has caused a global outbreak of respiratory illness termed coronavirus disease 2019 (Covid-19) since December 2019, and is still spreading quickly in more than 100 countries.1-3 There have been more than 600,000 patients with confirmed Covid-19 worldwide by the end of March 2020.3-5 One of the key issues has been the very high volume of patients presenting to health centers or hospitals during the outbreak. It clearly overwhelms the human and mechanistic capacities available, especially the need for critical care support. As such, risk stratification measures would clearly be helpful.5,6 Therefore, early and effective predictors of clinical outcomes are urgent needed for risk stratification of Covid-19 patients. D-dimer originates from the formation and lysis of cross-linked fibrin and reflects activation of coagulation and fibrinolysis. It has been reported that Covid-19 was associated with hemostatic abnormalities, and markedly elevated D-dimer levels were observed in those nonsurvivors.8 However, the prognosis value and the optimal cutoff value for D-dimer on admission to predict mortality have not been well evaluated
Infeksi Cacar Monyet (Monkeypox) Larasati Budiyarto; Ayu Adzani Sabila; Hafizha Cyndriyani Putri
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 02 Januari (2023): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Monkeypox virus is one of the zoonotic viruses belonging to the genus Orthopoxvirus of the family Poxviridae. Case of monkeypox infection in human, also known as monkeypox, was first discovered at the Republic of the Congo in 1970. Monkeypox infection was previously an endemic disease, especially in Africa. This disease has become a global concern since WHO received reports of monkeypox cases originating from non-endemic countries in May 2022. The clinical signs and symptoms of the current monkeypox outbreak are considered different with the previous classic manifestations. Transmission of the disease is currently dominated by sexual contact. The diagnosis of monkeypox can be established through PCR examination. The mortality rate of monkeypox infection is low but may cause various complications. Until now, no specific treatment has been found for monkeypox infection. Vaccination after exposure is found to lower risk of severity and death. It is important for clinicians to study and understand more about the disease, prevention, outbreak control efforts, and management of monkeypox disease. Keywords : infection, management, monkeypox, prevention, transmission
An Gambaran Umum Perilaku Tenaga Kesehatan Yang Meningkatkan Angka Penularan COVID-19 Sylviasari Risgiantini
Jurnal Medika Hutama Vol. 4 No. 02 Januari (2023): Jurnal Medika Hutama
Publisher : Yayasan Pendidikan Medika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the behavior of health workers while providing care to COVID-19 patients which causes an increase in transmission among health workers. The research was conducted using the Literature Review method by taking data from journals that raised cases of COVID-19 transmission among health workers. From the search conducted, it was found that the behavior of health workers who had the opportunity to increase the transmission rate was behavior that was more likely to be a daily habit that was carried out unconsciously, that are touching the cheeks, nose or mouth with their hands after interacting with patients. Another behavior is the lack of awareness to always wear masks and Personal Protective Equipment (PPE), decreased concentration due to fatigue caused by long working hours, high workload and limited resources during works. The difference of the level of knowledge in theory and practice in the field is also one of the causes for these behaviors to occur. kers. From the search conducted, it was found that the behavior of health workers who had the opportunity to increase the transmission rate was behavior that was more likely to be a daily habit that was carried out unconsciously, namely touching the cheeks, nose or mouth with their hands after interacting with patients. Another behavior is the lack of awareness to always wear masks and Personal Protective Equipment (PPE), due to decreased concentration due to fatigue due to long working hours, high workload and limited resources while carrying out tasks. The difference in the level of knowledge in theory and practice that occurs in the field is also one of the causes for these behaviors to occur.