cover
Contact Name
Riong Seulina Panjaitan
Contact Email
editorbahanalam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
editorbahanalam@gmail.com
Editorial Address
Jln Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ)
ISSN : -     EISSN : 25028421     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang terbit dua kali dalam setahun.
Articles 174 Documents
FORMULATION, STABILTY TEST AND ENZYME ACTIVITY TEST TYROSINASE OF CREAM PEPARATIONS FROM HERENDONG FRUIT EXTRACT(Melastoma affine D. Don) Zuraida Sagala; Kurnia Telaumbanua
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v5i2.4451

Abstract

One way to prevent or inhibit melanin formation is by inhibiting tyrosinase activity (Lloyd,2011). Tyrosinase enzyme is an enzyme that plays a role in the formation of skin pigments or known as melanogenesis. In the process of melanogenesis, the enzyme tyrosinase acts as a catalyst in two different reactions, namely the hydroxylation process of tyrosine to dihydroxy-phenylalanine (L-DOPA) and oxidation of L-DOPA to quinone DOPA. Tyrosinase in skin tissue is activated by solar UV radiation so that it accelerates the process of melanin production (Fais et al.  2009).  This  study  was  conducted  to  determine  the  stability,  effectiveness  of  cream preparations from ethanol extracts of Harendong fruit (Melastoma affine D. Don) as tyrosinase enzyme inhibitors so it can be used as a cosmetic ingredient for whitening or skin lightening. Results Cream with variants of Harendong (Melastoma affine D. Don) ethanol extract was physically stable and formulated with organoleptic test, homogeneity, viscosity, mechanical test, pH, cycling test, and irritation test. Type M / A cream preparations from ethanol extract of Harendong fruit (Melastoma affine D. Don) have a strong / moderate tyrosinase enzyme inhibitor activity with IC50 values of F1 (1%) of 526,192 ppm, F2 (1.5%) ) amounted to 317,534 ppm and F3  (2%)  amounted  to  128,523  ppm.  Keywords: Foemulation,  stability test, activity test, tyrosinase enzyme, herenong fruit (Melastoma affine G.Don)
ARTIKEL REVIEW: PENGARUH PERLAKUAN PADA PATI SEBAGAI SUPERDISINTEGRAN TERHADAP WAKTU HANCUR FAST DISINTEGRATING TABLET Gina Novita; Dadih Supriadi; Fenti Fatmawati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pati banyak digunakan dalam formulasi Fast Disintegratating Tablet (FDT) sebagai superdisintegran karena biodegradabilitas dan biokompatibilitasnya, namun beberapa kekurangannya seperti kompresibilitas, sifat alir dan daya serap terhadap air yang rendah dapat membatasi aplikasinya seperti mempengaruhi keseragaman bobot, kesulitan dalam mengempa tablet dan waktu hancur tablet lebih lama. Berbagai modifikasi pati baik secara fisika, kimia, enzimatis maupun kombinasi dilakukan untuk meningkatkan efektivitas penggunaan pati. Tujuan review jurnal ini untuk memberikan informasi mengenai pengaruh perlakuan pada pati dari berbagai sumber sebagai superdisitegran terhadap waktu hancur FDT. Review jurnal ini dilakukan dengan metode literatur review. Pengumpulan data dilakukan melalui elektronik database PubMed dan Google cendekia. Pati hasil modifikasi memiliki permukaan granula pati lebih berpori berdasarkan hasil SEM dibandingkan pati alami. FDT menggunakan superdisintegran pati hasil modifikasi memiliki waktu hancur lebih cepat (<1 menit) dibandingkan pati alami (2-3 menit). Komposisi pati yang digunakan dalam formulasi FDT dapat mempengaruhi waktu hancur tergantung dari sumber pati dan modifikasi pati yang dilakukan. Modifikasi pati secara kimia diantaranya mengkombinasikan pati xanthate dan CMC Na memiliki waktu hancur 12 detik, modifikasi pati beras ikatan silang karboksimetil dengan sodium silikat memiliki waktu hancur 16,83 detik dan modifikasi pati dengan konjugasi glycine memiliki waktu hancur 19 detik merupakan formula yang paling efektif digunakan sebagai superdisintegran dalam formulasi Fast Disintegrating Tablet. 
FORMULASI DAN UJI DISOLUSI TERBANDING TABLET LEPAS LAMBAT NATRIUM DIKLOFENAK MENGGUNAKAN METHOCEL K100M SEBAGAI MATRIKS Florentia Dian Pertiwi
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v5i2.1818

Abstract

Penyakit rheumatoid arthritis merupakan satu jenis penyakit yang menyerang bagian tubuh, terutama persendian, senyawa anti inflamasi non steroid yang umum digunakan adalah natrium diklofenak dimana senyawa ini bekerja sebagai penghambat produksi prostaglandin sebagai mediator nyeri. Waktu paruh yang pendek, membuat bahan obat ini harus dikonsumsi dalam jangka waktu yang pendek dan dilakukan berulang. Penelitian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi Methocel K100M sebagai matriks dalam pembuatan tablet lepas lambat dan juga untuk mengetahui nilai kemiripan disolusi dengan innovator yang sudah ada di pasar. Dalam penelitian ini akan menggunakan natrium diklofenak yang mengandung 75mg serta eksipien berupa Methocel K100M dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% sebagai matriks, Poli Vinil Pirolidon sebagai pengikat, Laktosa Monohidrat sebagai pengisi, Magnesium Stearat sebagai pelicin dan Aerosil sebagai pelincir. Granulasi basah menjadi metode yang dipilih untuk membuat tablet ini serta akan dilakukan uji terhadap sifat fisika dari granul dan tablet serta kandungan kadar dan disolusi tablet. Data yang dihasilkan dari penelitian ini lalu diolah dan dibandingkan dengan sesifikasi yang ada. Hasil penelitian mendapatkan hasil Methocel K100M dengan konsentrasi 20% menghasilkan nilai kemiripan yang lebih tinggi dan memenuhi kriteria yaitu 54,15. Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah matriks Methocel K100M dapat digunakan sebagai matriks dalam pembuatan tablet lepas lambat dan penggunaan dengan konsentrasi yang lebih besar dapat meningkatkan laju disolusi natrium diklofenak.Kata kunci: Natrium diklofenak; Methocel K100M; Tablet lepas lambat; Disolusi
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN CAIR EKSTRAK ETANOL 70% DAUN SIRSAK (Annona muricata L) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Tia Fuji Lestari; Sutriningsih Sutriningsih
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Keadaan dimana masuknya mikroorganisme kedalam tubuh, berkembang biak dan menimbulkan penyakit disebut dengan infeksi. Infeksi terjadi jika salah satu organisme hidup serta merugikan organisme lain yaitu inangnya, salah satunya disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional antara lain Daun Sirsak (Annona muricata L) atau lebih dikenal dengan nama sirsak. Kegunaannya sebagai obat tradisional yaitu sebagai antibakteri, antiparasit, antivirus,obat cacing, dan dekongestan  Daun  sirsak sendiri mengandung senyawa saponin, flavonoid, tanin, dan alkaloid yang mempunyai fungsi sebagai antiseptik-desinfektan, sehingga tanaman ini dapat digunakan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah sabun cair ekstrak etanol 70% daun sirsak (Annona muricata L) memiliki sifat sebagai antibakteri.Pembuatan ekstrak dilakukan dengan metode maserasi dengan etanol 70%. Ekstrak di formulasikan menjadi sediaan sabun cair dengan konsentrasi 6,25%, 12,5%, dan 25%. Dan dievaluasi organoleptik, pH, Homogenitas kemudian dilanjutkan dengan uji aktivitas antibakteri. Hasil uji aktivitas sabun cair ekstrak daun sirsak menunjukan diameter hambat 6,25%, 12,5% dan 25% masing-masing 27,56mm, 28,17mm dan 30,87mm. Berdasarkan hasil uji yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa sabun cair ekstrak daun sirsak (Annona muricata L) dapat dibuat menjadi sediaan sabun cair dan memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus.Kata kunci:Daun Sirsak (Annona muricata L), Antibakteri, Staphylococcus aureus, Sabun Cair
Uji Stаbilitаs Fisik dаn Аktivitаs Аntibаkteri Ekstrаk Etаnol 70% Аkаr Ciplukаn (Physаlis аngulаtа L.) Terhаdаp Bаkteri Stаphylococcus аureus Dаlаm Formulаsi Sediааn Krim Shinta Yusnita
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v5i2.1898

Abstract

Impetigo merupаkаn penyаkit kulit yаng disebаbkаn oleh Stаphylococcus аureus аtаu Streptococcus pyogenes, tetаpi Stаphylococcus merupаkаn pаtogen primer pаdа impetigo. Bаkteri Stаphylococcus аureus umumnyа merupаkаn bаkteri florа normаl yаng terdаpаt dаlаm kulit, tetаpi jikа populаsinyа melebihi bаtаs normаl mаkа dаpаt menimbulkаn penyаkit. Tumbuhаn di Indonesiа yаng dаpаt berpotensi sebаgаi аntibаkteri аdаlаh ciplukаn (Physаlis аngulаtа L.). Ciplukаn didugа mengаndung senyаwа kimiа аlаmi yаng berpotensi sebаgаi аntibаkteri. Metode ekstrаksi yаng digunаkаn аdаlаh mаserаsi dengаn pelаrut etаnol 70% lаlu аkаn di uji аktivitаs аntibаkteri dаlаm formulаsi sediааn krim dengаn metode silinder cup. Pemilihаn sediааn krim dikаrenаkаn krim lebih mudаh diаplikаsikаn, tidаk lengket, dаn lebih cepаt menyerаp dikulit. Uji stаbilitаs krim, meliputi uji orgаnoleptis, uji homogenitаs, uji pH, uji dаyа sebаr, uji viskositаs, dаn uji iritаsi.Kаtа Kunci: Аntibаkteri; Аkаr Ciplukаn (Physаlis аngulаtа L.); Formulаsi Krim; Uji Stаbilitаs Krim
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan dari Sediaan Masker Peel-off Ekstrak Umbi Wortel varietas Chantenay (Daucus carota L.) Sherli Desimah Pangamanan
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v5i2.1767

Abstract

Kulit merupakan bagian tubuh terluar, yang sering terkena paparan polusi. Penuaan kulit adalah proses biologis  kompleks yang dimulai pada usia 20 dan bersifat irreversible. Penuaan kulit dipengaruhi oleh kombinasi intrinsik dan ekstinsik, faktor tersebut mengakibatkan perubahan secara struktural dan fisiologis kumulatif dengan adanya perubahan progresif di setiap lapisan kulit, serta perubahan dalam penampilan kulit. Namun dapat dicegah dan diatasi dengan antioksidan untuk menangkal radikal bebas yang terjadi dikulit. Salah satu tumbuhan yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan yaitu tanaman umbi wortel dan jarang dilihat potensi aktivitas ekstraknya. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dipilih umbi wortel sebagai bahan utama sebagai senyawa aktif sediaan masker gel peel-off untuk dilihat aktivitas antioksidannya. Dalam penelitian ini dilakukan uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol 70% umbi wortel varietas chantenay (Daucus carota L.) dengan menggunakan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) untuk mengetahui nilai aktivitas antioksidan yang terdapat dalam ekstrak etabol 70% umbi wortel. Dan didapatkan hasil IC50 dari ekstrak etanol 70% umbi wortel varietas chantenay sebesar 684,7165 yang dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% umbi wortel varietas chantenay tidak aktif dan tidak berpotensi sebagai antioksidan, serta nilai IC50 Vitamin C yang sebagai pembanding dengan nilai 5,7963. Namun pada hasil uji stabilitas sediaan masker gel peel-off ekstrak umbi wortel pada semua konsentrasi didapatkan hasil memenuhi standar, serta formulasi yang memiliki stabilitas terbaik yaitu pada konsentrasi ekstrak 5% dikarenakan hasil yang didapatkan konstan dan tidak melewati nilai standar stabilitas sediaan.
ARTIKEL REVIEW : FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN EFERVESEN HERBAL SEBAGAI ANTIOKSIDAN Yolanda Putri Aloenida; Garnadi Jafar; Fenti Fatmawati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v6i1.4464

Abstract

Besarnya pengaruh radikal bebas terhadap kesehatan manusia membuat masyarakat saat ini banyak mengkonsumsi buah dan sayur serta bahan alam lain tinggi antioksidan. Untuk mendapat dan mengefisiensikan manfaat antioksidan dari herbal dibutuhkan adanya suatu teknologi yang tepat salah satunya dibuat dalam sediaan efervesen. Sediaan efervesen memiliki beberapa keunggulan yaitu memiliki rasa yang enak, mudah dikonsumsi dan diabsorbsi cepat oleh tubuh. Review ini akan memberikan informasi mengenai formulasi dan evaluasi sediaan efervesen dari berbagai herbal sebagai antioksidan. Pencarian jurnal dilakukan secara online melalui situs pencarian jurnal yang terakreditasi. Sebanyak 17 jurnal dari 121 jurnal pencarian awal memenuhi kriteria inklusi. Kombinasi asam sitrat dan asam tartrat serta natrium bikarbonat dengan metode granulasi basah menjadi formulasi yang paling banyak digunakan. Evaluasi waktu larut, pH, dan kadar air sediaan menjadi indikator kualitas sediaan efervesen. Metode DPPH menjadi pilihan yang paling banyak digunakan untuk menguji aktivitas antioksidan dalams sediaan. Sediaan efervesen dapat menjadi bentuk penghantar antioksidan dari berbagai herbal.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI N-HEKSAN, ETIL ASETAT, DAN BUTANOL DAUN PETAI CINA (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes DAN Staphylococcus epidermidis SECARA IN VITRO Dessy Tumiar Pakpahan; Sutriningsih Sutriningsih
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v5i2.1824

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang biasa muncul pada wajah, leher, dada dan punggung. Jerawat disebabkan oleh aktivitas kelenjar minyak yang berlebihan dan diperburuk oleh infeksi bakteri. Petai Cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit.) merupakan sejenis tanaman perdu yang banyak tumbuh dan dikembangkan di Indonesia. Pada daun petai cina ditemukan keberadaan banyak kandungan senyawa metabolit sekunder dan dipercaya dapat digunakan sebagai obat antijerawat. Senyawa metabolit sekunder dapat bersifat nonpolar, semipolar, dan polar sehingga untuk memaksimalkan pengekstrakan senyawa metabolit sekunder dilakukan partisi dengan berbagai variasi pelarut (fraksinasi). Proses fraksinasi dalam penelitian ini menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, dan butanol, sedangkan bakteri uji yang digunakan adalah bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar. Uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa fraksi n-heksan, etil asetat dan butanol daun petai cina mampu menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan fraksi paling aktif adalah fraksi etil asetat. Aktivitas antibakteri fraksi etil asetat terbaik pada bakteri Propionibacterium acnes diperoleh pada konsentrasi 200mg/mL dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 12,22 mm, sedangkan pada bakteri Staphylococcus epidermidis sebesar 16,41 mm.Kata kunci: Daun petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit); Acne; Fraksinasi; Antibakteri; Disc Diffusion
ОPTIMASI CETYLSTEARYL ALCОHОL DAN GLYCERYL MОNОSTEARAT PADA FОRMULASI KRIM SUNFLОWER ОIL (Helianthus Annuus L.) TERHADAP STABILITAS FISIK KRIM DENGAN METОDE SIMPLEX LATTICE DESIGN Rizki Fajar; Mimiek Murrukmihadi; Herman Widjaja
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi konsentrasi serta mengetahui jumlah konsentrasi kombinasi formula yang optimum dari kombinasi Cetylstearyl alkohol dan glyceryl monostearat sebagai emulgator agar diperoleh sediaan dengan karakteristik fisik dan stabilitas fisik yang baik. Untuk menentukan proporsi relative bahan-bahan yang digunakan dalam suatu formula, maka pada penelitian ini digunakan optimasi dengan metode Simplex Lattice Design (SLD). Formula yang diuji yaitu Cetylstearyl alcohol dan Glyceryl monostearat kombinasi yang di dapat dengan software design expert. Dimana komposisi Cetylstearyl alcohol dan Glyceryl monostearat 0:1 ; 0,25:0,75 ; 0:1 ; 1:0 ; 1:0 ; 0,5:0,5 ;  0,5:0,5 ; 0,75:0,25. Masing-masing formula diuji viskositas, uji daya sebar, uji pH sebagai respon untuk mendapatkan formula yang optimal dengan menggunakan software lattice design versi 11 (trial). Verifikasi formula dengan One Sample T-Test dengan taraf kepercayaan 95%. Formula Optimum memiliki nilai desirability sebesar 0,984 dengan perbandingan Cetylstearyl alcohol dan Glyceryl monostearat sebesar 6:1 dengan hasil uji pH, uji viskositas, uji daya sebar sebesar 5,36 ; 7000 cps ; 29,00 cm2. Hasil verifikasi menunjukkan nilai percobaan dan nilai prediksi tidak terjadi perubahan atau valid.
UJI AKTIVITAS INHIBITOR ENZIM TIROSINASE DAN UJI ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL BUAH HARENDONG (Melastoma malabathricum L.) SECARA IN VITRO FIRGANTA RIPALDO
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v5i1.1800

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas inhibitor enzim tirosinase dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol buah Harendong (Melastoma malabathricum L.) secara In vitro. Penelitian ini dimulai dengan proses maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, kemudian di evaporasi pada suhu 40-500C dan  menghasilkan 71,1 g ekstrak pekat dari 500 g sampel dengan total rendemen sebesar 14,22%. Selanjutnya, ekstrak diuji aktivitas inhibitor enzim tirosinase dan aktivitas antioksidannya. Pada percobaan aktivitas inhibitor enzim tirosinase digunakan  asam kojat sebagai kontrol positif dan digunakan dua substrat yaitu L-DOPA dan L-Tyrosine. Nilai IC50 yang diperoleh dari ektrak etanol buah Harendong pada substrat L-DOPA yaitu 996,917 ppm dan pada substrat L-Tyrosin yaitu 192,157 ppm menunjukkan bahwa aktivitas inhibitor enzim tirosinase cukup kuat atau sedang pada substrat L-Tyrosine dan sangat lemah pada substrat L-DOPA. Pada percobaan aktivitas antioksidan metode yang digunakan adalah metode DPPH dan digunakan Vitamin C sebagai kontrol positif. Nilai IC50 yang diperoleh sebesar 10,20 ppm yang menunjukkan bahwa ekstrak etanol buah Harendong berpotensi sangat kuat sebagai aktivitas antioksidan.Kata Kunci          : (Melastoma malabathricum L.); Enzim Tirosinase; Antioksidan.