cover
Contact Name
Riong Seulina Panjaitan
Contact Email
editorbahanalam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
editorbahanalam@gmail.com
Editorial Address
Jln Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ)
ISSN : -     EISSN : 25028421     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang terbit dua kali dalam setahun.
Articles 181 Documents
ANTIOXIDANT ACTIVITY AND CYTOTOXIC OF N-hexane AND METHANOL EXTRACT FROM MANGO LEAVES (Mangifera indica L.) vina juliana anggraeni
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v5i2.4228

Abstract

Telah dilakukan uji antioksidan dan sitotoksik terhadap ekstrak n-heksana dan metanol daun mangga (Mangifera indica L.). Daun mangga diekstrak menggunakan metode maserasi bertingkat menggunakan 2 pelarut yang berbeda yaitu pelarut n-heksana dan metanol. Hasil maserasi dipekatkan kemudian diuji aktivitas antioksidan dan sitotoksiknya. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode spektrometri dengan pereaksi DPPH dan pembandingnya berupa vitamin C. Sedangkan untuk uji sitotoksik menggunakan metode BLST. Hasil pengujian menunjukkan kedua ekstrak memiliki aktivitas antioksidan dan sitotoksik. Pada ekstrak metanol diperoleh IC50 sebesar 13,54 ppm dan LC50 sebesar 260,07 ppm. Sedangkan pada ekstrak n-heksana diperoleh IC50 sebesar 730,03  ppm dan LC50 sebesar 711,73 ppm. Untuk standar DPPH menggunakan vitamin C dengan IC50 sebesar 5.13 ppm. Aktivitas antioksidan dan sitotoksik ekstrak metanol lebih kuat dibandingkan dengan esktrak n-heksana.
Uji Aktivitas Inhibisi Terhadap Enzim Tirosinase dari Ekstrak Etanol Daun Kemangi (Ocimum americanum L.) Secara In Vitro Yunita Yunita
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v4i1.4274

Abstract

Kulit merupakan bagian tubuh terluar dari manusia yang memiliki berbagai macam fungsi, salah satunya adalah melindungi tubuh dari paparan sinar ultra violet. Kulit yang terkena paparan sinar matahari dalam jangka waktu yang lama dapat menimbulkan pengaruh buruk terhadap kulit tubuh terutama pada kulit wajah. Sinar ultra violet (UV) ini akan merangsang enzim untuk bekerja sehingga melanosit meningkatkan jumlah melanin yang dapat menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi. Proses pembentukan melanin terjadi dengan bantuan biokatalis yang berperan dalam reaksi pencokelatan adalah tirosinase. Inhibitor tirosinase digunakan dalam kosmetik sebagai pencegah hiperpigmentasi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas inhibitor tirosinase ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum americanum L.) secara in vitro. Ekstrak etanol daun kemangi diperkirakan memiliki aktivitas inhibitor tirosinase karena mengandung senyawa flavonoid. daun kemangi diekstraksi secara maserasi dengan etanol 70%, hingga diperoleh ekstrak kental. Pengujian dilakukan dengan L-DOPA sebagai substrat, ekstrak etanol daun kemangi konsentrasi 20000, 10000, 5000, 2500, 1250, 625 dan 312,5 μg/ml serta kontrol positif asam kojat lalu diukur serapannya dengan menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 490 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi mengandung flavonoid sebesar 18,44 mg QE/gram ekstrak. Ekstrak etanol daun kemangi (Ocimum americanum L.) memiliki aktivitas inhibitor tirosinase dengan nilai IC50 sebesar 2330,44 μg/ml dan potensi relatif 35,9 x 10-3 kali asam kojat.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS SEDIAAN ANTISEPTIK FOOT SPRAY GEL MINYAK ATSIRI SERAI WANGI (Cymbopogon nardus (L.) Randle) Kurnia Listiyanti; Diah Ramadhani
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v6i1.4351

Abstract

The citronella plant is a plant that comes from the Poaceae family which has the main content of citronellal, citronellol and geraniol. Lemongrass essential oil is an essential oil that is often used as raw material for perfumes, antiseptics, cosmetics, medicines, food and beverage flavors and the aroma of kretek cigarettes. This research was conducted to determine the formulation and stability test antiseptic preparations lemongrass essential oil foot spray gel. This study carried out a spray gel formulation with various amounts of lemongrass essential oil made in four formulas, namely F1, F2, F3 and F4, the evaluation carried out in this study was organoleptic examination, homogeneity, pH, viscosity, dispersibility, adhesion spreadability, spray pattern & weight per spray, dry time, cycling test and hedonic. The antiseptic foot spray gel of lemongrass essential oil shows that the higher concentration of citronella essential oil contained in the formula, the more liquid preparation is, resulting in a decrease in the viscosity value and shows a little flow of sticky dispersion, whereas in the evaluation of the spreadability, weight per spray and Dry time showed an increase in each formula, meanwhile the stability evaluation using the cycling test method at F1, F2, F3 and F4 gave stable results except on organoleptic examinations in the aroma criteria that decreased the intensity of aromatic odors at F2, F3 and F4 at 6th cycle.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KEFIR SUSU KAMBING TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Satrio Rantono
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inspj.v5i2.1858

Abstract

Kefir merupakan produk susu fermentasi yang dapat dibuat dari bahan baku susu baik susu sapi, susu kambing atau susu domba dengan menambahkan biji kefir yang terdiri dari bakteri asam laktat dan khamir. Secara empiris kefir juga sudah dikenal memiliki khasiat terhadap bakteri penyebab jerawat. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk menguji aktifitas antibakteri kefir susu kambing terhadap bakteri Propionibacterium acnes sebagai bakteri penyebab jerawat. Susu kambing yang digunakan kemudian dicampurkan dengan biji kefir berbeda konsentrasi yaitu 2%, 4% dan 6%. Kemudian dilakukan pengujian dengan menggunakan media TSA untuk mengukur daya hambat bakteri dari susu kefir yang sudah dicampurkan dengan biji kefir. Dari hasil percobaan diperoleh daya hambat lemah untuk campuran susu kambing dengan biji kefir konsentrasi 2%, sedangkan untuk konsentrasi 4% dan 6% memiliki daya hambat sedang. Tetapi hasil daya hambat yang terbaik yaitu campuran susu kambing dengan kbiji kefir pada konsentrasi 6%. Tingginya daya hambat tersebut disebabkan karena tingginya konsentrasi biji kefir dalam susu, biji kefir sendiri sudah mengandung bakteri yang menghasilkan senyawa bakteriosin dan senyawa laktat yang dapat mempengaruhi dan menghambat pertumbuhan bakteri lain. Walaupun efektivitas daya hambat kefir tidak sebaik dengan menggunakan antibiotik.
PENGARUH PENINGKATAN KONSENTRASI XANTHAN GUM SEBAGAI BASIS GEL TERHADAP SIFAT FISIK GEL PEWARNA RAMBUT EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) Fitria Nugrahaeni; Yudi Srifiana; Arief Nur Rokhman
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v6i2.5321

Abstract

Pewarna rambut adalah jenis kosmetik yang berguna untuk membuat rambut berwarna. Kayu secang (Caesalpinia sappan L.)  mengandung senyawa brazilin, senyawa tersebut dapat memberikan warna apabila dilarutkan dalam air. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui sifat fisik  gel pewarna raambut memakai zat pewarna alami ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan L) dengan variasi konsentrasi xanthan gum, untuk mengetahui sifat fisik warna yang dihasilkan sediaan gel ekstrak kayu secang dengan variasi konsentrasi xanthan gum. Pada penelitian ini  xanthan gum digunakan berbagai variasi konstrasi yaitu 5%, 6% dan 7,5%. Dibuat sediaan gel pewarna rambut dari ekstrak kayu secang sebagai pewarna pada konsentrasi xanthan gum. Pengujian sifat fisik menggunakan metode uji viskositas dan sifat alir, daya sebar, daya lekat. Hasil analisa yang didapatkan uji viskositas sebesar 11413,33 Cps, 14328,33 Cps, 17422 Cps, dan uji sifat alir memiliki aliran tiksotropik plastis harga yield value 28.1904 dyne/cm2, 35.4700 dyne/cm2,43.4671 dyne/ cm2 . uji daya sebar memiliki nilai signature (0,216) >α (0,05) rata- rata daya sebar berkisar 4,7 sampai 6,2 cm , untuk uji daya lekat nilai signature (0,000) <α (0,05) rata – rata daya lekat 4,23 sampai 5,10 detik. Maka dapat disimpulkan peningkatan konsentrasi xanthan gum sebagai basis gel pewarna rambut ekstrak kayu secang dapat mempengaruhi sifat fisik dari sediaan gel pewarna rambut ekstrak kayu secang.
Uji Penetapan Kadar Total Fenolik dan Nilai SPF (Sun Protection Factor) Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa Oleifera L.) Alya Juniasti; Zuraida Sagala
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v6i2.5169

Abstract

Sinar surya yang dipancarkan oleh matahari dapat membahayakan kulit apabila frekuensi paparannya lama dengan intensitas yang cukup tinggi . Sinar UV dapat menimbulkan efek buruk terhadap kulit mulai seperti pigmentasi, kemerahan bahkan hingga kanker kulit. Tabir surya diukur dalam faktor proteksi sinar, nilai proteksi ini digunakan untuk mengetahui jumlah kemampuan produk tabir surya yang dapat menyerap, menghamburkan ataupun memantulkan sinar UV. Senyawa fenolik sebagai senyawa alam diketahui memiliki khasiat sebagai tabir surya karena menunjukan adanya serapan kuat di daerah spektrum UV. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) mempunyai kadar totak fenolik serta nilai SPF yang tinggi. Metode ekstraksi yang dipilih adalah maserasi, pengujian pada nilai SPF menggunakan spektrofometri UV/Vis dengan range panjang gelombang 290 nm hingga 320 nm dan pengujian kadar total fenolik dengan metode Folin-Ciocalteu pada panjang gelombang 740 nm. Nilai SPF yang didapat pada ekstrak etanol daun kelor di konsentrasi 1000 ppm yaitu 36.71 yang termasuk dalam kategori proteksi ultra dan kandungan total fenolik yang diperoleh dalam ekstrak etanol daun kelor memiliki nilai sebesar 745,1735 mg ekuivalen asam galat/gram sampel.
Studi Etnofarmakologi Obat Tradisional Penyakit Darah Tinggi Di Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong Andi Tendri Abeng; Amelia Rumi; Andi Atirah Masyita
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v6i2.5038

Abstract

Penggunaan obat tradisional mempunyai sejarah yang panjang dan menjadi bagian integral dalam upaya kesehatan di Indonesia. Tumbuhan obat menjadi bahan utama obat tradisional, telah dimanfaatkan turun temurun oleh masyarakat di Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong. Pemanfaatan sumber daya alam untuk pencegahan dan mengatasi berbagai penyakit, salah satunya adalah penyakit darah tinggi. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui jenis dan bagian tumbuhan, cara pengolahan, takaran pengobatan dan lama waktu pengobatan serta untuk mengetahui senyawa yang terkandung pada tumbuhan obat sehingga dapat memberikan efek farmakologi. Penelitian dilakukan secara deskriptif menggunakan metode kualitatif dan teknhik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Wawancara dilakukan secara langsung kepada sampel (sandro dan penderita) bersifat semi terstruktur dengan menggunakan pertanyaan terbuka. Hasil penelitian didapatkan 16 jenis tumbuhan obat dari 15 famili dan bagian yang digunakan antara lain daun (57%), buah (19%), umbi (6%), kulit (6%), rimpang (6%) dan batang (6%). Cara pengolahannya yaitu direbus, diseduh, diparut dan dikonsumsi langsung. Jumlah takaran pengobatan dalam jumlah ganjil yaitu 3,5 atau 7 helai dan lama waktu penggunaan 2-5 hari. Senyawa yang berperan dalam menurunkan tekanan darah yaitu senyawa allisin, scopoletin dan xeronin, quercetin, flavonoid, alkaloid, saponin, kalium, apigenin, mineral, kalium, kalium sitrat, flavonol dan kurkumin.
UJI EFEKTIVITAS ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL 96% DAUN SEMBUKAN (Paederia foetida L.) PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIINDUKSI BAKTERI Escherichia coli Kharida Zainatus Salamah; Guntoro Halim
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v6i2.5282

Abstract

Diare adalah buang air besar dengan konsistensi cair sebanyak 3 kali atau lebih selama 24 jam. Kasus diare yang disebabkan oleh bakteri Escherichia coli masih cukup tinggi karena faktor kebersihan individu yang kurang. Daun sembukan (Paederia foetida L.) bermanfaat dalam mengobati berbagai penyakit di antaranya dengan menunjukkan aktivitas antidiare dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas antidiare ekstrak etanol 96% daun sembukan (Paederia foetida L.) pada mencit yang diinduksi bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% daun Sembukan kering (Paederia foetida L.) dosis 0,13 mg/gBB yang setara dengan dosis manusia 50 mg/KgBB kurang efektif dibandingkan dengan Diapet N R® 13,5 mg/gBB dengan persentase inhibisi bobot feses 32,71% dan 85,96%, persentase frekuensi diare 3,84% dan 13,46%, serta konsistensi feses cair dan konsistensi feses padat. Ekstrak etanol 96% daun Sembukan (Paederia foetida L.) dosis 0,39 mg/gBB setara dengan dosis manusia 150 mg/KgBB lebih efektif pada parameter bobot feses dan frekuensi diare dibandingkan ekstrak etanol 96% daun Sembukan (Paederia foetida L.) dosis 0,26 mg/gBB setara dengan dosis manusia 100 mg/KgBB, persentase inhibisi bobot feses masing-masing adalah 86,34% dan 59,85%, persentase frekuensi diare adalah 34,61% dan 3,84%, konsistensi feses cair. Dosis 0,39 mg/gBB setara dengan dosis manusia 150 mg/KgBB lebih optimal dalam menginhibisi bobot feses dan frekuensi diare.
Comparison of Effectiveness of Antiseptic Wet Wipe Products In Inhibiting Bacterial Growth With Replica Method Stella Sadheli; Lilih Riniwasih K
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v6i2.5288

Abstract

Hand washing is one of various way to maintain hand hygiene to prevent bacteria infections. Along with the development of the pharmaceutical and cosmetics industry appeared wet wipe products that are used as an alternative to handwashing. This study was conducted to determine antimicrobial activity in various samples of antiseptic wet wipe products that are easily obtained in the market in inhibiting the growth of E,coli, S.aureus, and C.albicans bacteria. Testing of antimicrobial properties is done using diffusion method, namely by inoculating the blank disc above so that Muller Hinton Agar that has been bred by bacteria and also replica test, namely by sticking the fingers that have been applied wet wipes on the media agar. The analysis was conducted by measuring the bland zones formed and calculating the number of bacterial colonies growing on the media. As a result, the sample of wet wipes C with isopropyl alcohol content of 70% which has the largest bland zone is 14 mm. In the replica test, only samples of wet wipes A grew bacteria on the media with an average number of 2 colony. In addition, the ANOVA One Way test was also conducted and obtained p > 0.05 which showed there was a significant difference in each treatmentKeywords: Antiseptic wet wipes; Replica method; Antibacteria activity test
SKRININIG FITOKIMIA ASHITABA (Angelica keskei) TERHADAP ENOIL ACP REDUKTASE (inhA) Mycobacterium tuberculosis SEBAGAI SENYAWA POTENSIAL ANTI-TB Anne Yuliantini
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/inrpj.v7i1.5481

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang telah menginfeksi seperempat populasi dunia. Isoniazid adalah obat pilihan pertama untuk mengobati TB dengan mekanisme menghambat enoil ACP reductase (inhA) yang berperan penting dalam sintesis dinding sel M. tuberculosis. Akan tetapi, penggunaan isoniazid dalam jangka relatif panjang dapat menghasilkan efek hepatotoksik sehingga diperlukan pengembangan obat anti-TB yang baru. Ekstrak ashitaba dilaporkan memiliki aktivitas anti-TB. Oleh karena itu, penelitiaan ini dilakukan untuk menemukan senyawa aktif ashitaba yang bertanggung jawab terhadap aktivitas anti-TB secara in siliko terhadap reseptor inhA. Metode penambatan molekul menggunakan perangkat lunak Autodock tools 1.5.6. Hasil penambatan molekul menunjukkan dari 40 fitokimia ashitaba yang diuji, terdapat 8 senyawa yang memiliki nilai energi ikatan bebas dan konstanta inhibisi yang lebih baik dari ligan alami dan isoniazid aktif, yaitu memiliki nilai energi iakatan bebas dan konstanta inhibisi lebih kecil dari ligan alami dan isoniazid aktif. Senyawa prostratol F dan xantoangelol I merupakan 2 senyawa terbaik yang memiliki interaksi yang mirip dengan ligan alami dan potensial untuk dikembangkan menjadi obat anti-TB yang baru.