cover
Contact Name
Moch. Benny Alexandri
Contact Email
mohammad.benny@unpad.ac.id
Phone
+628122389634
Journal Mail Official
mohammad.benny@unpad.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana FISIP Unpad, Kampus FISIP Dago Bandung Jalan Dago Utara No. 25 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Responsive: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora dan Kebijakan Publik
ISSN : -     EISSN : 26546035     DOI : 10.24198/responsive
Fokus dan ruang lingkup meliputi pemikiran dan penelitian bidang administrasi, ekonomi, sosial, humaniora dan kebijakan publik
Articles 225 Documents
IMPLEMENTASI PROGRAM PENANGGULANGAN KEJAHATAN JALANAN DI POLRES SORONG PAPUA BARAT Junov Siregar; Arfin Sudirman; Mas Halimah
Responsive Vol 5, No 1 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v5i1.39525

Abstract

 Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor apakah yang menjadi penyebab terjadinya kejahatan jalanan di wilayah Polres Sorong Papua Barat dan untuk menganalisis implementasi program penanggulangan kejahatan jalanan di Polres Sorong Papua Barat . Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa-apa yang saat ini berlaku. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara obesrvasi dan studi dokumen . Hasil penelitian menjelaskan Bentuk kegiatan implementasi dari program dengan upaya penangulangan kejahatan Program penanggulangan kejahatan jalanan merupakan unsur  pencegahan sarana  non  penal  dalam upaya penanggulangan   kejahatan  jalanan  tidak hanya dengan sarana penal yang  bersifat  represif ,melainkan juga  dilakukan  dengan    sarana    non    penal yang    bersifat    preventif . Program penggulangan kejahatan jalanan dilaksanakan dengan mengutamakan tindakan Preventif, yang meliputi kegiatan pengamanan terbuka dan tertutup dan Kendala-kendala yang dihadapi dalamp pelaksanaan implementasi program penanggulangan kejahatan jalanan yaitu : 1) Faktor Intern, meliputi a) Kurangnya jumlah personil pelaksana, b) kurangnya prasarana penunjang program penanggulangan kejahatan jalanan. Sedangkan kendala dari faktor eksternal yaitu : 1) Kurangnya kesadaran masyarakat 2) Kurangnya penerangan di pos-pos penanggulangan kejahatan jalanan  The purpose of this study is to analyze what factors are the causes of street crime in the Sorong Police District, West Papua and to analyze the implementation of the street crime prevention program at the Sorong West Papua Police. The research method used is descriptive qualitative which aims to describe what is currently applicable. Sources of data in this study using the interview method of observation and document study . The results of the study explain the form of implementation activities of the program with efforts to overcome crime. The street crime prevention program is an element of preventing non-penal means in an effort to overcome street crime, not only by means of repressive punishment, but also by means of non-penal which are preventive. The street crime prevention program is implemented by prioritizing preventive actions, which include open and closed security activities and the obstacles faced in the implementation of the street crime prevention program, namely: 1) Internal factors, including a) Lack of implementing personnel, b) lack of supporting infrastructure street crime prevention program. While the constraints from external factors are: 1) Lack of public awareness 2) Lack of lighting at street crime prevention posts
POLA ADAPTASI MASYARAKAT DESA WINONG MENGHADAPI DIGITALISASI KEGIATAN EKONOMI PASCA PANDEMI COVID-19 Fakhris Aulady; Martinus Legowo
Responsive Vol 5, No 2 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v5i2.42344

Abstract

Penelitian ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui secara mendalam mengenai pola adaptasi yang dilakukan masyarakat desa Winong pasca Pandemi Covid-19 terutama pada kegiatan ekonomi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan dianalisis menggunakan teori interaksionisme simbolik. Data yang digunakan adalah data primer dari hasil wawancara dan observasi didukung dengan data sekunder dari studi kepustakaan. Masyarakat desa Winong sudah terpengaruhi dengan masuknya digitalisasi dalam membantu kegiatan sehari-hari. Perubahan masyarakat tidak dapat dihindari, terlebih lagi pada kondisi Pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat menjadi harus cepat beradaptasi. Tetapi, kasusnya perubahan yang dilakukan masyarakat masih belum merata, dimana hal tersebut membuat adanya perubahan yang mendadak dan masyarakat desa Winong tidak semuanya siap dengan hal tersebut. Adapun hasil penelitian yaitu masyarakat beradaptasi dengan berbagai tingkatan ada yang terbilang cepat dan ada yang lambat. Hal itu dipengaruhi oleh tingkat kontak masyarakat dengan teknologi dan kebiasaan dari masyarakat itu sendiri, sudah dekat dengan teknologi atau belum pernah berhadapan dengan penggunaan teknologi itu sendiri. This research was written with the aim of knowing in depth the pattern of adaptation carried out by the Winong village community after the Covid-19 Pandemic, especially in economic activities. The method used in this study is a qualitative approach and is analyzed using the theory of symbolic interactionism. The data used are primary data from interviews and observations supported by secondary data from literature studies. The people of Winong village have been affected by the inclusion of digitalization in helping their daily activities. Changes in society are unavoidable, especially in the conditions of the Covid-19 Pandemic which makes people have to adapt quickly. However, the case is that the changes made by the community are still uneven, where this causes sudden changes and not all of the Winong villagers are ready for this. The results of the research are that people adapt to various levels, some are fairly fast and some are slow. This is influenced by the level of people's contact with technology and the habits of the people themselves, who are already close to technology or have never faced the use of technology itself. 
IMPLEMENTASI PROGRAM PENATAAN DAN PENGUATAN ORGANISASI DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS Dzikry Maulana; Heru Nurasa; Nina Karlina
Responsive Vol 5, No 2 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v5i2.41154

Abstract

ABSTRAKPenyederhanaan Birokrasi sebagai langkah strategis dalam Program Penataan dan Penguatan Organisasi diharapkan mampu mengubah wajah lama birokrasi, namun sampai saat ini belum memberikan perubahan yang signifikan. Sistem kerja masih bersifat berjenjang, pejabat fungsional masih menunggu intruksi dan arahan, serta masih adanya penempatan pejabat fungsional yang tidak sesuai dengan kompetensi dan keahlian. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui, mengkaji, menganalisis dan memahami secara mendalam mengenai faktor-faktor penentu keberhasilan implementasi Program Penataan dan Penguatan Organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ciamis sehingga penelitian ini mampu bermanfaat secara teoritis maupun praktis. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data yang diperoleh berasal dari studi pustaka dan studi lapangan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Sebagai alat analisis, digunakan model implementasi kebijakan dari Daniel Mazmanian & Paul A. Sabatier. Hasil penelitian ini diantaranya karakteristik masalah yang akan dipecahkan memiliki tingkat permasalahan yang kompleks, adanya keterbatasan kualitas dan kuantitas SDM Aparatur, serta belum optimalnya dukungan teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung sistem kerja.  ABSTRACTBureaucratic simplification as a strategic step in Organizational Structuring and Strengthening Program is expected to be able to change the old face of the bureaucracy, but until now it has not provided significant changes. The purpose of this study is to find out, study, analyze and understand in depth about the critical success factors the implementation of the Organizational Structuring and Strengthening Program within the Ciamis Regency Government so that this research is able to be useful theoretically and practically. The method used is a qualitative method with a phenomenological approach. The data obtained come from literature studies and field studies through interviews, observations and documentation. As an analytical tool, a policy implementation model from Daniel Mazmanian & Paul A. Sabatier is used.  The result of this research study include the characteristics of the problems to be solved have a complex level of problems, the limited quality and quantity of apparatus human resources, and the lack of optimal support for information and communication technology in supporting the work system.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN TENTANG FORMULIR DAN BUKU YANG DIGUNAKAN DALAM ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN DI KABUPATEN MANGGARAI Agustinus Sutardi; Budiman Rusli; Rd. Ahmad Buchari
Responsive Vol 5, No 2 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v5i2.40930

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang Implementasi Kebijakan tentang Formulir dan Buku Yang Digunakan Dalam Administrasi Kependudukan di Kabupaten Manggarai dengan menggunakan teori Merile S. Grindle yang berpendapat bahwa keberhasilan implementasi kebijakan tergantung pada content kebijakan dan context implementasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik Pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara semi-terstruktur pada 24 (dua puluh empat) orang, observasi dan studi dokumentasi. Temuan utama dalam penelitian ini adalah implementasi kebijakan dimaksud belum berjalan optimal pada aspek content kebijakan karena masyarakat yang masih gagap teknologi belum mendukung/resisten terhadap implementasi kebijakan ini dikarenakan belum dapat memenuhi persyaratannya yaitu memiliki email dan nomor telepon seluler pribadi, belum intensifnya komunikasi dan koordinasi antara Disdukcapil dengan Kecamatan/Desa/Kelurahan, jaringan internet yang belum menjangkau ke seluruh pelosok wilayah sehingga program digitalisasi administrasi kependudukan belum dapat dilaksanakan secara optimal, belum tersedianya fasilitas jaringan ASTINet untuk penerapan pelayanan secara online.  Sedangkan pada aspek context implementasi adalah Pemerintah Kabupaten Manggarai belum melaksanakan sosialisasi secara masif dan belum tersedianya standart operasional prosedur pelaksanaan pelayanan sesuai kebijakan dimaksud. This study aims to examine the Implementation of Policies regarding Forms and Books Used in Population Administration in Manggarai Regency using the theory of Merile S. Grindle who argues that the success of policy implementation depends on the policy content and implementation context. The method used is descriptive qualitative. Data collection techniques used in this study included semi-structured interviews with 24 (twenty four) people, observation and documentation studies. The main finding in this study is that the implementation of the intended policy has not run optimally in the aspect of policy content because people who are still technologically illiterate are not yet supportive/resistant to implementing this policy because they have not been able to fulfill the requirements, namely having an e-mail and personal cell phone number, not yet intensive communication and coordination between Disdukcapil and Sub-Districts/Villages/Kelurahans, internet networks that do not yet reach all corners of the region so that the population administration digitization program cannot be implemented optimally, ASTINet network facilities are not yet available for implementing online services. Meanwhile, in the implementation context aspect, the Manggarai Regency Government has not carried out massive outreach and there is no standard operating procedure for implementing services according to the intended policy.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMBANGUNAN DESTINASI PARIWISATA DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN Merdiana Megantari Gartiwi; R. Ira Irawati; Nina Karlina
Responsive Vol 5, No 2 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v5i2.41126

Abstract

Artikel ini ditulis untuk menjelaskan faktor dominan yang mempengaruhi implementasi kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Daerah Kabupaten Pangandaran. Masalah difokuskan pada implementasi kebijakan Pembangunan Destinasi Pariwisata Daerah Kabupaten Pangandaran. Untukmenyelesaikanpermasalahandalam penelitian inidigunakan teori dari (Grindle, 1980). Data sekunder dan data primer dikumpulkan melalui studi literatur dan wawancara dan dianalisis secara kualitatif.  Penelitian ini menghasilkan simpulan bahwa belum efektifnya implementasi kebijakan pembangunan destinasi pariwisata daerah Kabupaten Pangandaran dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada dalam konten kebijakan (Content Policy).
PERSPEKTIF RELIGIUSITAS DALAM WISATA EDUKASI LAYANG-LAYANG DI PANTAI PANGANDARAN MELALUI ANALISIS SWOT Fourus Huznatul Abqoriyyah; R. Myrna Nur Sakinah
Responsive Vol 5, No 3 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v5i3.43086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjadikan potensi layang-layang menjadi wisata edukasi dalam perspektif religiusitas. Perspektif religiusitas dalam festival Layang-layang dengan mengusulkan analisis strategi SWOT. Hasil analisis SWOT akan menunjukkan bahwa sektor pariwisata di Jabar Selatan ini berada pada kuadran pertumbuhan dengan strategi pertumbuhan yang bersifat stabil. Metode penelitian diawali dengan melakukan pengembangan desain model SWOT berdasarkan analisis data, yaitu dengan mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif ini bersifat umum menjelaskan mengenai filosofi, tujuan keberadaan layang-layang serta manfaat bagi masyarakat. Pendekatan kualitatif yang fleksibel dapat menggali essensi keberadaan layang-layang dari berbagai perspektif budaya di setiap daerahnya serta pendekatan ini bersifat dinamis agar bisa mengikuti alur pemikiran narasumber maupun pengikatan pemahamanan dari literasi dan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal berada pada kuadran kedua dimana potensi wisata edukasi layang-layang pantai pangandaran dapat dikembangkan dengan menggunakan strategi meminimalkan masalah-masalah internal. Luaran yang ditargetkan: Hasil penelitian ini ditargetkan menghasilkan berupa artikel yang akan dimuat di Jurnal Nasional terakreditasi Sinta 1-6. The purpose of this study is to make the potential of kites into educational tours from the perspective of religiosity. The perspective of religiosity in the Kite festival by proposing a SWOT strategy analysis. The SWOT analysis results will show that the tourism sector in South West Java is in the growth quadrant with a stable growth strategy. This research method begins with developing a SWOT model design based on data analysis by evaluating the strengths, weaknesses, opportunities, and threats. This study used the descriptive qualitative method. This qualitative approach is general in nature, explaining the philosophy, purpose of kite existence, and benefits for the community. A flexible qualitative approach can explore the essence of the existence of kites from various cultural perspectives in each region and this approach is dynamic so that it can follow the flow of thought of the resource person and bind understanding from literacy and secondary data. The result of this research shows that internal and external factors are in the second quadrant where the educational tourism potential of Pangandaran beach kites can be developed using strategies to minimize internal problems. The results of this research are targeted to produce articles that will be published in the Sinta 1-6 accredited National Journal.
KERANGKA ADVOKASI KOALISI DALAM KEBIJAKAN KENAIKAN TARIF CUKAI ROKOK DI INDONESIA Friska Prastya Harlis
Responsive Vol 5, No 3 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v5i3.42754

Abstract

Permasalahan tarif cukai rokok menjadi semakin kritis karena keadaan ekonomi yang mengalami inflasi akibat pandemic covid sehingga industri rokok kian terancam. Namun disisi lain terdapat harapan untuk membatasi konsumsi rokok agar kesehatan masyarakat terjaga. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan bagimana kerangka koalisi dibentuk dan bagaimana koalisi mengelola beliefs system, resources, dan strategy mereka. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, penelitian ini dikawal oleh teori Advocacy Coalition Framework (ACF) dari Sabatier dan Jenkins Smith. Metodologi yang digunakan menggunakan penelitian kualitatif dengan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua koalisi dalam kenaikan tarif CHT, mereka adalah koalisi pendukung tarif CHT naik, dan penolak tarif CHT naik. Tokoh utama koalisi pendukung tarif CHT naik adalah Kemenkes sedangkan koalisi penolak tarif CHT naik adalah Kemenperin.The problem of cigarette excise rates is becoming increasingly critical due to the economic situation which is experiencing inflation due to the covid pandemic so that the cigarette industry is increasingly threatened. However, on the other hand, there is hope for limiting cigarette consumption so that public health is maintained. The purpose of this study is to describe how the coalition framework is formed and how the coalition manages beliefs systems, resources, and strategies. To answer this question, this research was guided by the theory of the Advocacy Coalition Framework (ACF) from Sabatier and Jenkins Smith. The methodology used qualitative research with secondary data. The results of the study show that there are two coalitions in the increase in CHT rates, they are coalitions that support the increase in CHT rates, and those who oppose the increase in CHT rates. The main figure in the coalition supporting the increased CHT tariff is the Ministry of Health, while the coalition against the increased CHT tariff is the Ministry of Industry.
THE EFFECT OF PERCEIVED PRIVACY, SECURITY, AND TRUST ON THE CONTINUANCE INTENTION TO USE SOCIAL NETWORKING SERVICES (A Study on Meta’s Social Networks) Hicham Riache; Mahir Pradana
Responsive Vol 5, No 2 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v5i2.43814

Abstract

Web 2.0 telah menjadikan layanan jejaring sosial (SNS) sebagai bentuk vital komunikasi manusia. Banyak faktor yang telah membentuk perilaku media sosial pelanggan di platform ini dari waktu ke waktu. Privasi, keamanan, dan kepercayaan adalah pilar utama yang menentukan penerimaan konsumen terhadap teknologi yang mengakses data mereka, seperti layanan jejaring sosial. Karena platform media sosial Meta, Facebook, Instagram, dan WhatsApp adalah yang paling populer, mereka digunakan untuk mempelajari hubungan antara Perceived Privacy, Security, dan Continuance Use Intention yang dimediasi oleh Trust. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana persepsi privasi, keamanan, kepercayaan, dan kelanjutan penggunaan di SNS Meta dan mengeksplorasi hubungan di antara mereka. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan metode deskriptif sederhana. Sampel yang digunakan untuk penelitian ini adalah 209 responden yang pernah atau sedang menggunakan platform jejaring sosial Meta. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan teknik Structural Equation Modeling (SEM). Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Perceived Privacy, Security, dan Trust berpengaruh signifikan terhadap Continuance Use Intention. Kepercayaan sebagai variabel mediator berpengaruh signifikan terhadap hubungan antara Perceived Privacy dan Perceived Security terhadap Continuance Use Intention. Web 2.0 has made social networking services (SNSs) a vital form of human communication. Numerous factors have shaped customer social media behaviour on these platforms over time. Privacy, security, and trust are the main pillars determining consumer acceptance of technologies that access their data, such as social networking services. Since Meta's social media platforms, Facebook, Instagram, and WhatsApp are the most popular, they are used to study the relationship between Perceived Privacy, Security and Continuance Use Intention mediated by Trust. Therefore, this research aims to study how privacy, security, trust, and continuance use intention in Meta’s SNSs are perceived and explore their relationship. This study is quantitative with a simple descriptive method. The sample used for this research is 209 respondents who have previously used or are currently using Meta’s social networking platforms. The data is analyzed using descriptive analyses and the Structural Equation Modelling (SEM) technique. The findings of this study show that Perceived Privacy, Security, and Trust have a significant effect on Continuance Use Intention. Trust as the mediator variable significantly affects the relationship between Perceived Privacy and Perceived Security to the Continuance Use Intention.
KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI MASA KETIDAKPASTIAN (Studi Kasus: Perusahaan Minyak dan Gas Bumi) Fatimah Malini Lubis; Ita Soegiarto
Responsive Vol 5, No 3 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v5i3.44122

Abstract

Dunia sedang menghadapi era revolusi industri 4.0 dan perkembangan teknologi yang semakin cepat. Di tengah kondisi yang sedang berubah, hampir semua bidang menjadi tidak dapat diprediksi. Salah satunya adalah masa ketidakpastian terhadap kondisi keberlangsungan sebuah perusahaan yang memberikan dampak terhadap pergeseran kepuasan kerja pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena perubahan kepuasan kerja pegawai dalam bidang perusahaan minyak dan gas bumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif studi kasus. Pendekatan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Instrumen penelitian yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan teknik triangulasi. Informan dalam penelitian ini adalah pegawai yang bekerja di salah satu perusahaan minyak dan gas bumi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja adalah suatu faktor dari seorang pegawai yang dapat dibedakan berdasarkan lamanya bekerja orang tersebut. Simpulan ini ditegaskan berdasarkan reaksi yang ditunjukkan oleh pegawai dalam menghadapi situasi ketidakpastian di perusahaan. Semakin lama masa kerja pegawai maka kepuasan kerjanya lebih mudah untuk diantisipasi oleh perusahaan. The world is facing the era of the industrial revolution 4.0 and increasingly rapid technological developments. Amidst changing conditions, almost all fields become unpredictable. One of them is a period of uncertainty over the condition of the sustainability of a company which has an impact on shifts in employee job satisfaction. This study aims to explain the phenomenon of changes in employee job satisfaction in the field of oil and gas companies. The method used in this research is a qualitative case study method. The approach to this study is qualitative with a case study type of research. The research instrument was conducted through interviews, observation and documentation. Data analysis used descriptive analysis with triangulation techniques. Informants in this study are employees who work in one of the oil and gas companies in Indonesia. The results showed that job satisfaction is a factor of an employee that can be differentiated based on the length of time the person has worked. This conclusion is confirmed based on the reactions shown by employees in facing uncertain situations in the company. The longer the employee works, the easier to maintain job satisfaction by the company.
STATE OF THE ART DARI DIGITAL GOVERNANCE DALAM HUBUNGANNYA DENGAN GOOD GOVERNANCE MELALUI ANALISIS VOSVIEWER DAN SYSTEMATIC MAPPING STUDIES (SMS) Agus Taryana; Imam Suwandi; Yayan Nuryanto; Teguh Sandjaya; Rizki Ananda Ramadhan
Responsive Vol 5, No 3 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v5i3.44093

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk memetakan Digital Governance yang berkaitan Good Governance dengan menelusuri hasil studi yang pernah ada berdasarkan pemetaan bibliometrik dan pemetaan sistematis terutama pada fokus penelitian, subjek penelitian dan jenis penelitian. Penelitian ini menggunakan metode VOSViewer dan systematic mapping studies (SMS). Strategi pemetaan dilakukan dengan menelusuri 3 database jurnal elektronik yaitu pada Scopus, Emerald dan Sage journals Publication.  Terdapat 360 artikel yang dipetakan VOSViewer dan sebanyak 598 artikel dipetakan dan setelah dilakukan screening berhasil didapatkan 31 artikel. Temuan pada pemetaan VOSVIewer dan SMS ini akan dapat membantu peneliti-peneliti lain untuk merencanakan penelitian lebih lanjut, karena penelitian ini berpotensi untuk menemukan kesenjangan penelitian (research gap). Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa masih ada beberapa kajian penelitian yang dapat berpotensi menjadi novelty dan memberikan kontribusi baru bagi penelitian Digital Governance dan Good Governance. Dari hasil pemetaan ditemukan bahwa ada penelitian yang menghubungkan secara langsung antara Digital Governance dan Good Governance masih belum banyak. Begitupun juga dengan jenis dan metode penelitian yang digunakan. Metode mix method dan case study masih sedikit dipakai. Selain itu ada celah pada jenis penelitian evaluation research dengan metode penelitian kualitatif masih belum ada peneliti yang melakukan. Hal ini merupakan research gap dan berpeluang menjadi novelty dalam sebuah penelitian. The purpose of this article is to mapping the concept Digital Governance related to Good Governance by tracing the results of existing studies based on bibliometric mapping and systematic mapping, especially on research focus, research subjects and types of research. This study uses the VOSViewer method and systematic mapping studies (SMS). The mapping strategy was carried out by tracing 3 databases of electronic journals namely Scopus, Emerald and Sage journals Publications. There were 360 articles mapped by VOSViewer and as many as 598 articles were mapped and after screening, 31 articles were obtained. The findings on the VOSVIewer and SMS mapping able to he researchers to plan further research, because this research has the potential to find a research gap. The results of this study found that there are still several research studies that have the potential to become novelties and make new contributions to Digital Governance and Good Governance research. From the results of the mapping rsearcher’s founds that there were not much research directly linking Digital Governance and Good Governance. Likewise with the type and method of research used. Mix method and case study methods are still rarely  used. In addition, there is a gap in the type of do evaluation research with qualitative research methods, but there are still no researchers who have conducted it. This is a research gap and has the opportunity to become novelty in a study.

Page 10 of 23 | Total Record : 225


Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 1 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 4 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 3 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 2 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 1 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 4 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 3 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 2 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 1 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 4 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 3 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 2 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 1 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 4, No 4 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 3 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 2 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 1 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 3, No 4 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 3 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 2 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 1 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 4 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 3 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 2 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 1 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 1, No 3 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 1, No 2 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 1, No 1 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio More Issue