cover
Contact Name
Moch. Benny Alexandri
Contact Email
mohammad.benny@unpad.ac.id
Phone
+628122389634
Journal Mail Official
mohammad.benny@unpad.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana FISIP Unpad, Kampus FISIP Dago Bandung Jalan Dago Utara No. 25 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Responsive: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora dan Kebijakan Publik
ISSN : -     EISSN : 26546035     DOI : 10.24198/responsive
Fokus dan ruang lingkup meliputi pemikiran dan penelitian bidang administrasi, ekonomi, sosial, humaniora dan kebijakan publik
Articles 245 Documents
IMPLEMENTASI PENGARUSUTAMAAN GENDER PADA PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA RESPONSIF GENDER DALAM MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER DI KOTA DEPOK Fausyi, Andi Esya Azisyah; Ismanto, Slamet Usman
Responsive Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.69420

Abstract

Penyediaan sarana dan prasarana publik yang responsif gender menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai tantangan di tingkat daerah. Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pengarusutamaan Gender pada penyediaan sarana dan prasarana responsif gender dalam mewujudkan kesetaraan gender di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kategori informan meliputi pihak pemerintah daerah, pelaksana teknis, dan masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pengarusutamaan Gender di Kota Depok telah didukung oleh kebijakan daerah, struktur kelembagaan, dan komitmen pemerintah dalam mendorong penyediaan sarana dan prasarana yang mempertimbangkan kebutuhan perempuan dan kelompok rentan. Namun demikian, pelaksanaan kebijakan belum berjalan secara optimal karena masih terbatasnya pemahaman pelaksana di tingkat bawah, belum meratanya dukungan anggaran, dan perbedaan kapasitas antar pelaksana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pengarusutamaan Gender pada penyediaan sarana dan prasarana responsif gender di Kota Depok telah berjalan, tetapi masih memerlukan penguatan kapasitas pelaksana, pemerataan dukungan sumber daya, dan keberlanjutan implementasi agar dapat berkontibusi secara efektif dalam mewujudkan kesetaraan gender.  ABSTRACTThe provision of gender-responsive public facilities and infrastructure is essential for achieving gender equality, yet it still faces various challenges at the local level. This study aims to analyze the implementation of Gender Mainstreaming in the provision of gender-responsive infrastructure in Depok City. This study employs a qualitative approach, using observation, interviews, and document analysis. Informants were selected through purposive sampling, including local government officials, technical implementers, and community members. Data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. The findings show that the implementation has been supported by policies, institutional structures, and government commitment. However, it remains suboptimal due to limited understanding among lower-level implementers, uneven budget allocation, and differences in capacity. Strengthening capacity and resource distribution is needed to improve implementation effectiveness.
JEJARING KEBIJAKAN DALAM PROGRAM TPS3R TANGINAS BEDAS (STUDI PADA DESA CANGKUANG WETAN KABUPATEN BANDUNG) Rinjani, Edelwais; Bonti, Bonti
Responsive Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.69425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika jejaring kebijakan dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, recycle di Desa Cangkuang Wetan, Kabupaten Bandung, dengan menekankan pada permasalahan efektivitas jejaring antaraktor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, serta dianalisis secara sistematis menggunakan perangkat lunak pengolah data kualitatif untuk memetakan relasi dan interaksi antaraktor dalam jejaring kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jejaring kebijakan yang terbentuk cenderung bersifat sentralistik dengan dominasi pemerintah desa sebagai aktor kunci, yang berdampak pada tingginya ketergantungan dalam pengambilan keputusan dan keberlanjutan program. Selain itu, efektivitas jejaring dipengaruhi oleh belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah, keterbatasan mekanisme pendanaan yang berkelanjutan, serta belum meratanya distribusi peran dan sumber daya antaraktor. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas jejaring kebijakan menjadi faktor penentu dalam keberhasilan implementasi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pelembagaan pendanaan, pemerataan distribusi kewenangan, serta peningkatan partisipasi masyarakat sebagai prasyarat utama dalam membangun jejaring kebijakan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat lokal. This study aims to analyze the dynamics of policy networks in the implementation of a community-based waste management program based on reduce, reuse, and recycle principles in Cangkuang Wetan Village, Bandung Regency, with a particular focus on network effectiveness among actors. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis, and were systematically analyzed using qualitative data analysis software to map relationships and interactions among actors within the policy network. The findings reveal that the policy network tends to be centralized, with the village government acting as the dominant actor, resulting in a high level of dependency in decision-making processes and program sustainability. In addition, network effectiveness is influenced by suboptimal community participation in waste sorting, limited sustainable funding mechanisms, and uneven distribution of roles and resources among actors. This study concludes that the quality of policy networks is a key determinant of the success of community-based waste management programs. The findings highlight the importance of strengthening institutional capacity, ensuring a more balanced distribution of authority, and enhancing community participation as essential prerequisites for developing more effective, inclusive, and sustainable policy networks at the local level.
GOVERNANCE NETWORK DALAM PENGELOLAAN OPERASIONAL BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT KERTAJATI Amalia, Rahma Najla; Ningrum, Sinta
Responsive Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.69692

Abstract

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati merupakan infrastruktur strategis yang dibangun untuk memperkuat konektivitas regional, nasional, dan internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Namun, kapasitas infrastruktur yang besar belum diikuti oleh tingkat utilisasi operasional yang optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan BIJB Kertajati tidak hanya terletak pada aspek teknis-operasional, tetapi juga pada efektivitas tata kelola jejaring antaraktor yang terlibat dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis governance network dalam pengelolaan operasional BIJB Kertajati dengan menggunakan kerangka teori Klijn dan Koppenjan (2016). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (Perseroda), PT Angkasa Pura Indonesia, dan pengguna jasa. Analisis data dilakukan dengan bantuan NVivo 12 berdasarkan dimensi institutional factors, external developments, substantive factors, strategic factors, interactive process, network management, dan outcomes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa governance network pengelolaan BIJB Kertajati belum berjalan efektif. Hambatan utamanya terletak pada tiga hal. Pertama, ketidakefektifan kolaborasi dalam pemanfaatan kapasitas bandara yang dipengaruhi oleh asimetri kekuasaan, di mana pemerintah pusat mendominasi pengambilan keputusan strategis sementara aktor daerah memiliki ruang manuver terbatas. Kedua, lemahnya kolaborasi informasional dalam promosi dan sosialisasi akibat fragmentasi persepsi antaraktor dalam mendefinisikan masalah utama bandara. Ketiga, perbedaan perspektif antaraktor menghasilkan strategi yang belum terkonvergensi dalam tindakan kolektif yang efektif. Faktor yang paling krusial adalah belum terbangunnya mekanisme network management yang sistematis dan terinstitusionalisasi untuk mengelola kompleksitas interaksi dan mengarahkan kolaborasi menuju tujuan bersama.  West Java International Airport (BIJB) Kertajati is a strategic infrastructure project developed to strengthen regional, national, and international connectivity while stimulating regional economic growth. However, its large infrastructure capacity has not been followed by optimal operational utilization. This indicates that the core issue of BIJB Kertajati extends beyond technical and operational aspects to the effectiveness of inter-actor governance arrangements. This study aims to analyze the governance network in the operational management of BIJB Kertajati using Klijn and Koppenjan’s (2016) theoretical framework. The research employs a qualitative approach with a descriptive method through in-depth interviews and documentation studies. Informants consist of representatives from the West Java Provincial Parliament, Majalengka Regency Government, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (Perseroda), PT Angkasa Pura Indonesia, and service users. Data were analyzed using NVivo 12 based on the dimensions of institutional factors, external developments, substantive factors, strategic factors, interactive process, network management, and outcomes. The findings reveal that the governance network in BIJB Kertajati operational management has not functioned effectively. Three major constraints were identified. First, ineffective collaboration in airport capacity utilization is shaped by power asymmetry, where the central government dominates strategic decision-making while local actors have limited room for maneuver. Second, weak informational collaboration in promotion and public outreach stems from fragmented perceptions among actors in defining the airport’s main problem. Third, divergent actor perspectives produce strategies that have not converged into effective collective action. The most crucial underlying factor is the absence of a systematic and institutionalized network management mechanism to manage interaction complexity and direct collaboration toward shared goals. 
POLICY PAPER: KEBIJAKAN PEMULIHAN EKONOMI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PASCA PANDEMI COVID-19 Jamal, Jalil Setiawan
Responsive Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.69186

Abstract

Pemulihan ekonomi Kabupaten Kepulauan Selayar pasca pandemi COVID-19 menunjukkan kinerja yang belum optimal dan cenderung tidak merata antar sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan struktural dalam pemulihan ekonomi daerah serta merumuskan alternatif kebijakan yang efektif dan adaptif terhadap keterbatasan fiskal. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-analitis berbasis data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha dan jenis pengeluaran periode 2018–2024, yang dipadukan dengan pendekatan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya policy gap dalam kebijakan pemulihan ekonomi, ditandai oleh stagnasi sektor primer, belum berkembangnya sektor industri pengolahan berbasis nilai tambah, lemahnya efisiensi logistik, serta ketergantungan pertumbuhan pada konsumsi rumah tangga. Selain itu, keterbatasan kapasitas fiskal dan rendahnya investasi turut membatasi efektivitas intervensi kebijakan konvensional. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan kebijakan prioritas yang direkomendasikan adalah hilirisasi mikro terintegrasi berbasis rumah tangga dan klaster desa, karena dinilai paling efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat keterkaitan sektor ekonomi, serta dapat diimplementasikan dengan kebutuhan fiskal yang relatif rendah namun berdampak luas dan berkelanjutan. The economic recovery of the Selayar Islands Regency following the COVID-19 pandemic has shown suboptimal performance and tends to be uneven across sectors. This study aims to analyze structural issues in regional economic recovery and formulate effective and adaptive policy alternatives to address fiscal constraints. The method used is a descriptive-analytical analysis based on Gross Regional Domestic Product (GRDP) data by business sector and type of expenditure for the 2018–2024 period, combined with a policy analysis approach. The results indicate a policy gap in economic recovery policies, characterized by stagnation in the primary sector, underdevelopment of the value-added processing industry sector, weak logistics efficiency, and dependence on household consumption for growth. Furthermore, limited fiscal capacity and low investment also limit the effectiveness of conventional policy interventions. Based on these findings, the recommended priority policy is integrated micro-downstreaming based on households and village clusters, as it is considered the most effective in increasing community income, strengthening economic sector linkages, and can be implemented with relatively low fiscal requirements but with broad and sustainable impacts. 
PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL KEARSIPAN MELALUI BUDAYA DISIPLIN PEJABAT ARSIPARIS UNTUK TERTIB ARSIP DI LEMBAGA KEARSIPAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Sudarma, Sudarma; Kasman, Andi; Destrian, Ope; Nuryanto, Yayan; Adnans, Abdhy Aulia
Responsive Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.62407

Abstract

Budaya disiplin kerja pejabat Arsiparis pada Lembaga Kearsipan Universitas Padjadjaran belum menjadi perilaku keseharian dalam pengelolaan arsip negara yang jumlah volumenya terus bertambah sejalan dengan operasional TUPOKSI Tri Dharma Perguruan Tinggi UNPAD.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap dan peresepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Data dikumpulkan berupa dokumen tertulis, teks, dan gambar. Kesimpulan penelitian bahwa budaya disiplin kerja menjadi prasyarat mutlak dan penting dalam kesuksesan dan kemajuan peradaban suatu bangsa berbasis bidang kearsipan. Arsip Negara yang authentic, legal, dan terpercaya yang dikelola LKPTN merupakan pusat ingatan dan referensi akademik dan administrasi, identitas dan jatidiri bangsa, wujud  realisasinya dibarengi budaya disiplin dalam pengelolaan arsipnya. Untuk menghasilkan arsip negara yang berdayaguna dan berkualitas, diperlukan pengelolaan arsip negara berkesinambungan, dari tahap penciptaan sampai pada tahap layanan akses arsip, yang seluruh prosesnya dibarengi budaya disiplin kerja untuk produktivitas individu dan organisasi. Makna disiplin dalam pengelolaan arsip negara sesuai aturan/standar, gerak cepat dan tanggap penataan arsip dan pemanfaatannya. Kondisi ini berlaku untuk semua pihak, tidak hanya di lingkungan organisasi atau kelompok, tetapi juga hingga tingkat perorangan. Pembiasaan disiplin kerja menjadi tantangan strategis untuk pendewasaan diri dalam rangka mewujudkan peradaban bangsa yang berkarakter cerdas dan mandiri. This study explores the culture of discipline among Records Managers and Archivists (Arsiparis) at Padjadjaran University's Archives Institution, where the volume of archives continues to grow in line with the university's operational activities. Using a qualitative descriptive approach, this research aims to describe and analyze the phenomenon of discipline in archival management. The study reveals that a culture of discipline is essential for the success and progress of a nation, particularly in the field of archives. Authentic archives are crucial for administration, identity, and national identity, and their management requires a culture of discipline. To produce useful and quality archives, sustainable management is necessary, from creation to access services for authentic and trustworthy archives. The study highlights the importance of discipline in archival management, including adherence to rules and standards, swift and responsive management, and utilization. The findings suggest that cultivating discipline in archival management is crucial for individual and organizational productivity, and ultimately, for realizing a nation with intelligent and independent character.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 1 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 4 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 3 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 2 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 1 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 4 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 3 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 2 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 1 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 4 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 3 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 2 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 1 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 4, No 4 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 3 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 2 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 1 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 3, No 4 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 3 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 2 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 1 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 4 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 3 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 2 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 1 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 1, No 3 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 1, No 2 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 1, No 1 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio More Issue