cover
Contact Name
Moch. Benny Alexandri
Contact Email
mohammad.benny@unpad.ac.id
Phone
+628122389634
Journal Mail Official
mohammad.benny@unpad.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana FISIP Unpad, Kampus FISIP Dago Bandung Jalan Dago Utara No. 25 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Responsive: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora dan Kebijakan Publik
ISSN : -     EISSN : 26546035     DOI : 10.24198/responsive
Fokus dan ruang lingkup meliputi pemikiran dan penelitian bidang administrasi, ekonomi, sosial, humaniora dan kebijakan publik
Articles 249 Documents
IMPLEMENTASI PENGARUSUTAMAAN GENDER PADA PENYEDIAAN SARANA DAN PRASARANA RESPONSIF GENDER DALAM MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER DI KOTA DEPOK Fausyi, Andi Esya Azisyah; Ismanto, Slamet Usman
Responsive Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.69420

Abstract

Penyediaan sarana dan prasarana publik yang responsif gender menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan kesetaraan gender, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai tantangan di tingkat daerah. Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pengarusutamaan Gender pada penyediaan sarana dan prasarana responsif gender dalam mewujudkan kesetaraan gender di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling, dengan kategori informan meliputi pihak pemerintah daerah, pelaksana teknis, dan masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Pengarusutamaan Gender di Kota Depok telah didukung oleh kebijakan daerah, struktur kelembagaan, dan komitmen pemerintah dalam mendorong penyediaan sarana dan prasarana yang mempertimbangkan kebutuhan perempuan dan kelompok rentan. Namun demikian, pelaksanaan kebijakan belum berjalan secara optimal karena masih terbatasnya pemahaman pelaksana di tingkat bawah, belum meratanya dukungan anggaran, dan perbedaan kapasitas antar pelaksana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Pengarusutamaan Gender pada penyediaan sarana dan prasarana responsif gender di Kota Depok telah berjalan, tetapi masih memerlukan penguatan kapasitas pelaksana, pemerataan dukungan sumber daya, dan keberlanjutan implementasi agar dapat berkontibusi secara efektif dalam mewujudkan kesetaraan gender.  ABSTRACTThe provision of gender-responsive public facilities and infrastructure is essential for achieving gender equality, yet it still faces various challenges at the local level. This study aims to analyze the implementation of Gender Mainstreaming in the provision of gender-responsive infrastructure in Depok City. This study employs a qualitative approach, using observation, interviews, and document analysis. Informants were selected through purposive sampling, including local government officials, technical implementers, and community members. Data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing. The findings show that the implementation has been supported by policies, institutional structures, and government commitment. However, it remains suboptimal due to limited understanding among lower-level implementers, uneven budget allocation, and differences in capacity. Strengthening capacity and resource distribution is needed to improve implementation effectiveness.
JEJARING KEBIJAKAN DALAM PROGRAM TPS3R TANGINAS BEDAS (STUDI PADA DESA CANGKUANG WETAN KABUPATEN BANDUNG) Rinjani, Edelwais; Bonti, Bonti
Responsive Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.69425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika jejaring kebijakan dalam pelaksanaan program pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, recycle di Desa Cangkuang Wetan, Kabupaten Bandung, dengan menekankan pada permasalahan efektivitas jejaring antaraktor. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi, serta dianalisis secara sistematis menggunakan perangkat lunak pengolah data kualitatif untuk memetakan relasi dan interaksi antaraktor dalam jejaring kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jejaring kebijakan yang terbentuk cenderung bersifat sentralistik dengan dominasi pemerintah desa sebagai aktor kunci, yang berdampak pada tingginya ketergantungan dalam pengambilan keputusan dan keberlanjutan program. Selain itu, efektivitas jejaring dipengaruhi oleh belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah, keterbatasan mekanisme pendanaan yang berkelanjutan, serta belum meratanya distribusi peran dan sumber daya antaraktor. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kualitas jejaring kebijakan menjadi faktor penentu dalam keberhasilan implementasi program pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan pelembagaan pendanaan, pemerataan distribusi kewenangan, serta peningkatan partisipasi masyarakat sebagai prasyarat utama dalam membangun jejaring kebijakan yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat lokal. This study aims to analyze the dynamics of policy networks in the implementation of a community-based waste management program based on reduce, reuse, and recycle principles in Cangkuang Wetan Village, Bandung Regency, with a particular focus on network effectiveness among actors. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis, and were systematically analyzed using qualitative data analysis software to map relationships and interactions among actors within the policy network. The findings reveal that the policy network tends to be centralized, with the village government acting as the dominant actor, resulting in a high level of dependency in decision-making processes and program sustainability. In addition, network effectiveness is influenced by suboptimal community participation in waste sorting, limited sustainable funding mechanisms, and uneven distribution of roles and resources among actors. This study concludes that the quality of policy networks is a key determinant of the success of community-based waste management programs. The findings highlight the importance of strengthening institutional capacity, ensuring a more balanced distribution of authority, and enhancing community participation as essential prerequisites for developing more effective, inclusive, and sustainable policy networks at the local level.
GOVERNANCE NETWORK DALAM PENGELOLAAN OPERASIONAL BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT KERTAJATI Amalia, Rahma Najla; Ningrum, Sinta
Responsive Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.69692

Abstract

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati merupakan infrastruktur strategis yang dibangun untuk memperkuat konektivitas regional, nasional, dan internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Namun, kapasitas infrastruktur yang besar belum diikuti oleh tingkat utilisasi operasional yang optimal. Kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan BIJB Kertajati tidak hanya terletak pada aspek teknis-operasional, tetapi juga pada efektivitas tata kelola jejaring antaraktor yang terlibat dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis governance network dalam pengelolaan operasional BIJB Kertajati dengan menggunakan kerangka teori Klijn dan Koppenjan (2016). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari perwakilan DPRD Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Majalengka, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (Perseroda), PT Angkasa Pura Indonesia, dan pengguna jasa. Analisis data dilakukan dengan bantuan NVivo 12 berdasarkan dimensi institutional factors, external developments, substantive factors, strategic factors, interactive process, network management, dan outcomes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa governance network pengelolaan BIJB Kertajati belum berjalan efektif. Hambatan utamanya terletak pada tiga hal. Pertama, ketidakefektifan kolaborasi dalam pemanfaatan kapasitas bandara yang dipengaruhi oleh asimetri kekuasaan, di mana pemerintah pusat mendominasi pengambilan keputusan strategis sementara aktor daerah memiliki ruang manuver terbatas. Kedua, lemahnya kolaborasi informasional dalam promosi dan sosialisasi akibat fragmentasi persepsi antaraktor dalam mendefinisikan masalah utama bandara. Ketiga, perbedaan perspektif antaraktor menghasilkan strategi yang belum terkonvergensi dalam tindakan kolektif yang efektif. Faktor yang paling krusial adalah belum terbangunnya mekanisme network management yang sistematis dan terinstitusionalisasi untuk mengelola kompleksitas interaksi dan mengarahkan kolaborasi menuju tujuan bersama.  West Java International Airport (BIJB) Kertajati is a strategic infrastructure project developed to strengthen regional, national, and international connectivity while stimulating regional economic growth. However, its large infrastructure capacity has not been followed by optimal operational utilization. This indicates that the core issue of BIJB Kertajati extends beyond technical and operational aspects to the effectiveness of inter-actor governance arrangements. This study aims to analyze the governance network in the operational management of BIJB Kertajati using Klijn and Koppenjan’s (2016) theoretical framework. The research employs a qualitative approach with a descriptive method through in-depth interviews and documentation studies. Informants consist of representatives from the West Java Provincial Parliament, Majalengka Regency Government, PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (Perseroda), PT Angkasa Pura Indonesia, and service users. Data were analyzed using NVivo 12 based on the dimensions of institutional factors, external developments, substantive factors, strategic factors, interactive process, network management, and outcomes. The findings reveal that the governance network in BIJB Kertajati operational management has not functioned effectively. Three major constraints were identified. First, ineffective collaboration in airport capacity utilization is shaped by power asymmetry, where the central government dominates strategic decision-making while local actors have limited room for maneuver. Second, weak informational collaboration in promotion and public outreach stems from fragmented perceptions among actors in defining the airport’s main problem. Third, divergent actor perspectives produce strategies that have not converged into effective collective action. The most crucial underlying factor is the absence of a systematic and institutionalized network management mechanism to manage interaction complexity and direct collaboration toward shared goals. 
POLICY PAPER: KEBIJAKAN PEMULIHAN EKONOMI KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR PASCA PANDEMI COVID-19 Jamal, Jalil Setiawan
Responsive Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.69186

Abstract

Pemulihan ekonomi Kabupaten Kepulauan Selayar pasca pandemi COVID-19 menunjukkan kinerja yang belum optimal dan cenderung tidak merata antar sektor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan struktural dalam pemulihan ekonomi daerah serta merumuskan alternatif kebijakan yang efektif dan adaptif terhadap keterbatasan fiskal. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif-analitis berbasis data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha dan jenis pengeluaran periode 2018–2024, yang dipadukan dengan pendekatan analisis kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan adanya policy gap dalam kebijakan pemulihan ekonomi, ditandai oleh stagnasi sektor primer, belum berkembangnya sektor industri pengolahan berbasis nilai tambah, lemahnya efisiensi logistik, serta ketergantungan pertumbuhan pada konsumsi rumah tangga. Selain itu, keterbatasan kapasitas fiskal dan rendahnya investasi turut membatasi efektivitas intervensi kebijakan konvensional. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan kebijakan prioritas yang direkomendasikan adalah hilirisasi mikro terintegrasi berbasis rumah tangga dan klaster desa, karena dinilai paling efektif dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat keterkaitan sektor ekonomi, serta dapat diimplementasikan dengan kebutuhan fiskal yang relatif rendah namun berdampak luas dan berkelanjutan. The economic recovery of the Selayar Islands Regency following the COVID-19 pandemic has shown suboptimal performance and tends to be uneven across sectors. This study aims to analyze structural issues in regional economic recovery and formulate effective and adaptive policy alternatives to address fiscal constraints. The method used is a descriptive-analytical analysis based on Gross Regional Domestic Product (GRDP) data by business sector and type of expenditure for the 2018–2024 period, combined with a policy analysis approach. The results indicate a policy gap in economic recovery policies, characterized by stagnation in the primary sector, underdevelopment of the value-added processing industry sector, weak logistics efficiency, and dependence on household consumption for growth. Furthermore, limited fiscal capacity and low investment also limit the effectiveness of conventional policy interventions. Based on these findings, the recommended priority policy is integrated micro-downstreaming based on households and village clusters, as it is considered the most effective in increasing community income, strengthening economic sector linkages, and can be implemented with relatively low fiscal requirements but with broad and sustainable impacts. 
PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL KEARSIPAN MELALUI BUDAYA DISIPLIN PEJABAT ARSIPARIS UNTUK TERTIB ARSIP DI LEMBAGA KEARSIPAN UNIVERSITAS PADJADJARAN Sudarma, Sudarma; Kasman, Andi; Destrian, Ope; Nuryanto, Yayan; Adnans, Abdhy Aulia
Responsive Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.62407

Abstract

Budaya disiplin kerja pejabat Arsiparis pada Lembaga Kearsipan Universitas Padjadjaran belum menjadi perilaku keseharian dalam pengelolaan arsip negara yang jumlah volumenya terus bertambah sejalan dengan operasional TUPOKSI Tri Dharma Perguruan Tinggi UNPAD.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, suatu penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap dan peresepsi, pemikiran orang secara individual maupun kelompok. Data dikumpulkan berupa dokumen tertulis, teks, dan gambar. Kesimpulan penelitian bahwa budaya disiplin kerja menjadi prasyarat mutlak dan penting dalam kesuksesan dan kemajuan peradaban suatu bangsa berbasis bidang kearsipan. Arsip Negara yang authentic, legal, dan terpercaya yang dikelola LKPTN merupakan pusat ingatan dan referensi akademik dan administrasi, identitas dan jatidiri bangsa, wujud  realisasinya dibarengi budaya disiplin dalam pengelolaan arsipnya. Untuk menghasilkan arsip negara yang berdayaguna dan berkualitas, diperlukan pengelolaan arsip negara berkesinambungan, dari tahap penciptaan sampai pada tahap layanan akses arsip, yang seluruh prosesnya dibarengi budaya disiplin kerja untuk produktivitas individu dan organisasi. Makna disiplin dalam pengelolaan arsip negara sesuai aturan/standar, gerak cepat dan tanggap penataan arsip dan pemanfaatannya. Kondisi ini berlaku untuk semua pihak, tidak hanya di lingkungan organisasi atau kelompok, tetapi juga hingga tingkat perorangan. Pembiasaan disiplin kerja menjadi tantangan strategis untuk pendewasaan diri dalam rangka mewujudkan peradaban bangsa yang berkarakter cerdas dan mandiri. This study explores the culture of discipline among Records Managers and Archivists (Arsiparis) at Padjadjaran University's Archives Institution, where the volume of archives continues to grow in line with the university's operational activities. Using a qualitative descriptive approach, this research aims to describe and analyze the phenomenon of discipline in archival management. The study reveals that a culture of discipline is essential for the success and progress of a nation, particularly in the field of archives. Authentic archives are crucial for administration, identity, and national identity, and their management requires a culture of discipline. To produce useful and quality archives, sustainable management is necessary, from creation to access services for authentic and trustworthy archives. The study highlights the importance of discipline in archival management, including adherence to rules and standards, swift and responsive management, and utilization. The findings suggest that cultivating discipline in archival management is crucial for individual and organizational productivity, and ultimately, for realizing a nation with intelligent and independent character.
ANALISIS KUALITAS PELAYANAN DAN SERVICESCAPE TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN CAFÉ ROTI DI KOTA BANDUNG Halimah, Ooy Siti; Awiliati, Wini; Bukhori, Reza Fauzi
Responsive Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i1.70668

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak dari kualitas layanan dan suasana tempat terhadap kepuasan konsumen di Café Roti di Bandung. Penelitian ini dilakukan sebagai respon terhadap semakin ketatnya persaingan di industri kuliner di Bandung, dimana perusahaan dituntut untuk tidak hanya memberikan produk berkualitas, namun juga menyediakan layanan yang baik dan atmosfer fisik yang menyenangkan bagi pelanggan. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Populasi yang ditargetkan dalam penelitian ini adalah semua pengunjung Café Roti di Bandung, dengan teknik pengambilan sampel yang berupa purposive sampling. Sampel terdiri dari 100 responden yang telah melakukan pembelian dan mengunjungi kafe tersebut. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert. Untuk analisis data, digunakan regresi linear berganda dengan bantuan software IBM SPSS. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa kualitas pelayanan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Pelanggan mengalami kepuasan ketika layanan yang diterima bisa memenuhi ekspektasi melalui aspek seperti keandalan, responsifitas, jaminan, empati, dan unsur fisik dari layanan. Di samping itu, suasana tempat juga berkontribusi secara positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Lingkungan fisik kafe, termasuk tata letak, pencahayaan, kebersihan, desain interior, musik, kenyamanan tempat duduk, serta atmosfir, mampu memperkaya pengalaman pelanggan secara keseluruhan. Secara keseluruhan, kualitas layanan dan suasana tempat memiliki dampak yang kuat terhadap kepuasan pelanggan. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kesuksesan dalam bisnis kuliner tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada kemampuan perusahaan untuk menciptakan pengalaman layanan yang komprehensif. Oleh karena itu, pengelola kafe perlu secara terus menerus meningkatkan standar pelayanan dan menjaga agar kondisi lingkungan fisik tetap nyaman dan menarik, sehingga pelanggan merasa puas dan setia. This study aims to analyze the effect of service quality and servicescape on customer satisfaction at Café Roti in Bandung City. The study was conducted due to the increasing competition in the culinary business sector in Bandung, which requires companies not only to provide quality products but also to deliver excellent service and create a comfortable physical environment for customers. This research employed a quantitative approach using descriptive and verificative methods. The population consisted of all customers of Café Roti in Bandung City. The sampling technique used was purposive sampling with 100 respondents who had visited and purchased products at the café. Data collection was carried out through questionnaires using a Likert scale. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS software. The results showed that service quality has a positive and significant effect on customer satisfaction. Customers feel satisfied when the services provided meet their expectations through reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible aspects. In addition, servicescape also has a positive and significant effect on customer satisfaction. The café’s physical environment such as layout, lighting, cleanliness, interior design, music, seating comfort, and overall atmosphere enhances the customer experience. Simultaneously, service quality and servicescape have a strong influence on customer satisfaction. The findings indicate that the success of culinary businesses is not only influenced by product quality but also by the company’s ability to create a holistic service experience. Therefore, café managers should continuously improve service quality and maintain an attractive and comfortable physical environment to enhance customer satisfaction and loyalty.
ETOS KERJA DAN ETIKA PROFESIONAL PENGELOLAAN ARSIP: STUDI KASUS PT PUTRADURA BUANASENTOSA (INDOARSIP) Adnans, Abdhy Aulia; Sudarma, Sudarma; Destrian, Ope; Laily, Syalwa Nur
Responsive Vol 9, No 2 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i2.70407

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan organisasi jasa kearsipan untuk menjaga keamanan, ketertelusuran, dan keandalan arsip di tengah transformasi pengelolaan dokumen fisik dan digital. Penelitian bertujuan menganalisis penerapan etos kerja dan etika profesional dalam menunjang budaya kerja organisasi pada PT Putraduta Buanasentosa (Indoarsip) Jakarta Selatan, DKI Jakarta, tahun 2026. Kerangka analisis menggunakan konsep budaya organisasi, etos kerja, dan etika profesional dalam pengelolaan arsip. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan unsur manajemen, koordinator operasional, dan staf pelaksana, serta studi dokumentasi terhadap profil organisasi, alur kerja, dan prosedur pengelolaan arsip. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja karyawan tercermin dalam kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, konsistensi mengikuti alur kerja, dan inisiatif menyelesaikan kendala teknis sesuai prosedur. Etika profesional tampak melalui perlindungan kerahasiaan informasi klien, pembatasan akses arsip berdasarkan kewenangan, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur, komunikasi kerja yang profesional, serta komitmen menjaga keaslian dan keutuhan arsip. Integrasi etos kerja dan etika profesional membentuk budaya kerja yang disiplin, akuntabel, dan berorientasi pada mutu layanan. Dampaknya terlihat pada meningkatnya keteraturan proses pengelolaan arsip, keandalan penelusuran dokumen, pengendalian risiko kebocoran informasi, dan penguatan kepercayaan klien. Penelitian ini menegaskan bahwa kualitas layanan kearsipan tidak hanya ditentukan oleh teknologi dan prosedur, tetapi juga oleh internalisasi nilai kerja dan etika profesional pada sumber daya manusia pengelola arsip. This study is motivated by the growing need for archival service organizations to maintain the security, traceability, and reliability of records amid the transformation of physical and digital document management. This study aims to analyze the implementation of work ethic and professional ethics in supporting organizational work culture at PT Putraduta Buanasentosa (Indoarsip), South Jakarta, DKI Jakarta, in 2026. The analytical framework draws on the concepts of organizational culture, work ethic, and professional ethics in archival management. This study employed a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, semi-structured interviews with management, operational coordinators, and staff members, as well as document analysis of organizational profiles, workflow, and archival management procedures. The data were analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and verification using source and technique triangulation. The findings show that employees' work ethic is reflected in discipline, accuracy, responsibility, consistency in following workflows, and initiative in solving technical problems in accordance with established procedures. Professional ethics are manifested through the protection of client information confidentiality, access restriction based on authority, compliance with standard operating procedures, professional workplace communication, and commitment to maintaining the authenticity and integrity of records. The integration of work ethic and professional ethics shapes a disciplined, accountable, and service-quality-oriented work culture. Its impact is reflected in more orderly archival processes, reliable document retrieval, controlled risks of information leakage, and stronger client trust. This study confirms that the quality of archival services is determined not only by technology and procedures but also by the internalization of work values and professional ethics among archival management personnel.
EVALUASI PROSES DIGITISASI ARSIP FOTO NEGATIF DI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA BERDASARKAN TEORI ELIZABETH R. LEGGET Karine, Deanna Haliza; Rudiana, Rudiana; Nuryanto, Yayan
Responsive Vol 9, No 2 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i2.70985

Abstract

Digitisasi menjadi sebuah upaya pelestarian arsip statis yang rentan terhadap kerusakan yang dilakukan dengan mengonversi informasi arsip fisik ke dalam format digital melalui proses pemindaian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan digitisasi arsip foto negatif di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan digitisasi arsip foto negatif di ANRI telah dilakukan dengan baik melalui pertimbangan standar faktor warna, resolusi, pengambilan gambar, format fail, dan pemrosesan hasil digitisasi. Standar ini mendukung keautentikan dan kualitas arsip digital yang dihasilkan. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi kendala yang berkaitan dengan belum adanya pedoman yang melingkupi standarisasi pelaksanaan digitisasi arsip foto negatif di ANRI. Temuan ini menekankan pentingnya penetapan pedoman mengenai standarisasi pelaksanaan digitisasi arsip foto negatif di ANRI.  Digitization is an effort to preserve static archives that are vulnerable to damage by converting physical archive information into a digital format through a scanning process. This research aims to analyze the implementation of digitization of photo negative archives at the National Archives of the Republic of Indonesia (ANRI). The method used is qualitative using data obtained through interviews, participatory observation, and documentation. The results showed that the implementation of digitization of photo negative archives at ANRI has been carried out well through consideration of the standard factors of color, resolution, image capture, file format, and processing of digitized results. These standards support the authenticity and quality of the digital archives produced. However, this research also identified obstacles related to the absence of guidelines covering the standardization of the implementation of photo negative archive digitization at ANRI. These findings highlight the importance of establishing guidelines regarding the standardization of photo-negative archive digitization at ANRI.  
MODEL TATA KELOLA ZERO WASTE DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK BERBASIS CIRCULAR ECONOMY UNTUK MENDUKUNG SDGs Afrilia, Ufa Anita; Sari, Stefina Liana; Fauzan, Tribowo Rachmat
Responsive Vol 9, No 2 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v9i2.71724

Abstract

Pengelolaan sampah organik di perguruan tinggi menghadapi tantangan berupa belum optimalnya integrasi kelembagaan, koordinasi antaraktor, dan penerapan prinsip circular economy dalam pengelolaan sumber daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis tata kelola zero waste dalam pengelolaan sampah organik serta merumuskan model tata kelola berbasis circular economy yang mendukung keberlanjutan di perguruan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di Sekolah Vokasi Universitas Padjadjaran. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik telah mengarah pada penerapan prinsip zero waste melalui pengolahan material organik menjadi kompos dan pengembangan Smart Growing Media sebagai bentuk pemanfaatan kembali sumber daya. Namun, implementasinya masih menghadapi keterbatasan berupa belum tersedianya SOP khusus, struktur pengelolaan yang terintegrasi, keterbatasan sumber daya, dan koordinasi yang sebagian masih bersifat informal. Penelitian menghasilkan Model Tata Kelola Zero Waste dalam Pengelolaan Sampah Organik Berbasis Circular Economy yang mengintegrasikan environmental governance, institutional governance, collaborative governance, dan mekanisme resource recovery yang diperkuat melalui monitoring, learning, dan perbaikan tata kelola. Model ini mendukung penerapan konsumsi dan produksi berkelanjutan serta selaras dengan SDG 12 dan berpotensi mendukung SDG 11, SDG 13, dan SDG 17. Organic waste management in higher education institutions faces challenges related to suboptimal institutional integration, stakeholder coordination, and the application of circular economy principles in resource management. This study aims to analyze zero waste governance in organic waste management and to formulate a circular economy-based governance model that supports sustainability in higher education. This research utilized a qualitative approach with a case study method at the Vocational School of Universitas Padjadjaran. Data were collected through in-depth interviews, observation, documentation, and literature review, and subsequently analyzed using thematic analysis and interactive analysis models. The results indicate that organic waste management has progressed toward zero waste principles through the processing of organic material into compost and the development of Smart Growing Media as a resource reuse mechanism. However, implementation still faces constraints, including the absence of specific SOPs, an integrated management structure, limited resources, and reliance on partially informal coordination. This study yields a Circular Economy-Based Zero Waste Governance Model in Organic Waste Management that integrates environmental governance, institutional governance, collaborative governance, and resource recovery mechanisms, reinforced by monitoring, learning, and governance refinement. This model supports the implementation of responsible consumption and production, aligns with SDG 12, and has the potential to support SDG 11, SDG 13, and SDG 17.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 9, No 1 (2026): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 1 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 4 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 3 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 2 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 1 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 4 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 3 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 2 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 1 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 4 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 3 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 2 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 1 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 4, No 4 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 3 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 2 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 1 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 3, No 4 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 3 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 2 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 1 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 4 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 3 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 2 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 1 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 1, No 3 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 1, No 2 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 1, No 1 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio More Issue