cover
Contact Name
Moch. Benny Alexandri
Contact Email
mohammad.benny@unpad.ac.id
Phone
+628122389634
Journal Mail Official
mohammad.benny@unpad.ac.id
Editorial Address
Pascasarjana FISIP Unpad, Kampus FISIP Dago Bandung Jalan Dago Utara No. 25 Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Responsive: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora dan Kebijakan Publik
ISSN : -     EISSN : 26546035     DOI : 10.24198/responsive
Fokus dan ruang lingkup meliputi pemikiran dan penelitian bidang administrasi, ekonomi, sosial, humaniora dan kebijakan publik
Articles 225 Documents
TRANSFORMASI ARSIP AUDIO RAPAT RUU PERKOPERASIAN 1992: STUDI ALIH MEDIA KASET PITA DI ARSIP NASIONAL REPUBLIK INDONESIA Adnans, Abdhy Aulia; Ibrahim, Dzikri; Zainudin, Zhahirah Indrawati
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i4.67417

Abstract

Artikel ini mengkaji proses alih media arsip kaset pita Rapat RUU Perkoperasian Tahun 1992 di Arsip Nasional Republik Indonesia. Proses alih media arsip bertujuan untuk menjaga kelestarian informasi serta meningkatkan aksesibilitas arsip dalam format digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala yang muncul dalam pelaksanaan alih media serta merumuskan langkah-langkah strategis guna meningkatkan efektivitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses alih media arsip kaset pita masih menghadapi beberapa hambatan, seperti kondisi fisik arsip yang kurang baik, keterbatasan sarana dan prasarana, serta kesalahan dalam deskripsi arsip. Selain itu, kebijakan pembatasan akses juga memengaruhi pemanfaatan arsip digital yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi dalam teknologi pemindaian, sistem penyimpanan digital, serta peningkatn akurasi deskripsi arsip guna mendukung pelaksanaan alih media yang lebih efektif di masa mendatang. This article examines the process of media transfer of cassette tape archives of the 1992 Cooperatives Bill Meeting at the National Archives of the Republic of Indonesia. The process of media transfer of archives aims to maintain the sustainability of information and increase the accessibility of archives in digital format. This study aims to identify obstacles that arise in the implementation of media transfer and formulate strategic steps to increase its effectiveness. The research method used is descriptive qualitative with a case study approach. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, documentation, and literature studies. The results of the study indicate that the process of media transfer of cassette tape archives still faces several obstacles, such as poor physical conditions of archives, limited facilities and infrastructure, and errors in archive descriptions. In addition, access policies also affect the utilization of the resulting digital archives. Therefore, optimization of scanning technology, digital storage systems, and increasing the accuracy of archive descriptions are needed to support more effective media transfer implementation in the future.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGELOLAAN ARSIP PEMERINTAHAN DESA DALAM GERAKAN NASIONAL SADAR TERTIB ARSIP DI DESA CIKERUH Kasman, Andi; Destrian, Ope; Herdiansah, Ari Ganjar; Sudarma, Sudarma; Rayhani, Fahira Salima
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i4.67048

Abstract

The implementation of village government archive management policies is the backbone of good governance at the local level. This article aims to analyze the implementation of archive management policies in the Cikeruh Village Government in support of the National Movement for Awareness of Archive Order (GNSTA). GNSTA encourages institutional awareness, including village governments, to create orderly policies, organizational order, human resource (HR) order, infrastructure order, and archive management order. A descriptive qualitative approach is used to review village archive policies, particularly in terms of the implementation of Official Document Arrangements (TND), Archive Classification (KA), Dynamic Archive Security and Access Classification System (SKKAD), and Archive Retention Schedule (JRA). The results of the study indicate that Cikeruh Village needs to strengthen the legitimacy of internal policies through Village Head Regulations (Perkades) and increase human resource capacity so that archive management can function as an accountability tool and facilitate public services. The implementation of the state archives management policy at the Cikeruh Village government level, Sumedang Regency, demonstrates important points that can increase village officials' awareness of state archives' continuing secondary value as a collective memory of the nation that is worthy of being preserved. This is supported by aspects of increasing the capacity of Archival Human Resources with the importance of collaboration for the sustainability of village administration and by aspects of the implementation of the Village Government Archives Management Application to accelerate excellent public services, as the 18th Village SDGs activity. Implementasi kebijakan pengelolaan arsip pemerintahan desa merupakan tulang punggung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) di tingkat lokal. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan arsip di Desa Cikeruh dalam mendukung Gerakan Nasional Sadar Tertib Arsip (GNSTA). Mendorong kesadaran institusi pemerintah desa Cikeruh, untuk menciptakan tertib pengelolaan arsip sebagai batasan kajian penelitian. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menganalisis implementasi kebijakan pengelolaan kearsipan desa, khususnya penerapan Tata Naskah Dinas (TND), Klasifikasi Arsip (KA), Sistem Klasifikasi Keamanan dan Akses Arsip Dinamis (SKKAD), dan Jadwal Retensi Arsip (JRA). Hasil kajian menunjukkan Desa Cikeruh perlu memperkuat legitimasi kebijakan internal melalui Peraturan Kepala Desa (PERKADES), meningkatkan kompetensi kapasitas SDM, dan implementasi aplikasi kearsipan pemerintahan desa, agar pengelolaan arsip dapat berfungsi sebagai alat akuntabilitas dan mempermudah pelayanan publik. Implementasi kebijakan pengelolaan arsip negara di tingkat pemerintah Desa Cikeruh, Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat menunjukkan poin penting yang dapat meningkatkan kesadaran perangkat desa terhadap arsip negara yang memiliki nilai sekunder berkelanjutan (continiung value) sebagai memori kolektif bangsa untuk tetap layak dilanjutkan. Didukung pada aspek peningkatan kapasitas SDM Kearsipan dengan pentingnya kolaboratif untuk keberlangsungan administrasi desa dan pada aspek penerapan Aplikasi Pengelolaan Arsip Pemerintah Desa untuk percepatan layanan publik yang prima sebagai kegiatan SDGs Desa ke-18.  The implementation of village government archive management policies is the backbone of good governance at the local level. This article aims to analyze the implementation of archive management policies in the Cikeruh Village Government in support of the National Movement for Awareness of Archive Order (GNSTA). GNSTA encourages institutional awareness, including village governments, to create orderly policies, organizational order, human resource (HR) order, infrastructure order, and archive management order. A descriptive qualitative approach is used to review village archive policies, particularly in terms of the implementation of Official Document Arrangements (TND), Archive Classification (KA), Dynamic Archive Security and Access Classification System (SKKAD), and Archive Retention Schedule (JRA). The results of the study indicate that Cikeruh Village needs to strengthen the legitimacy of internal policies through Village Head Regulations (Perkades) and increase human resource capacity so that archive management can function as an accountability tool and facilitate public services. The implementation of the state archives management policy at the Cikeruh Village government level, Sumedang Regency, demonstrates important points that can increase village officials' awareness of state archives' continuing secondary value as a collective memory of the nation that is worthy of being preserved. This is supported by aspects of increasing the capacity of Archival Human Resources with the importance of collaboration for the sustainability of village administration and by aspects of the implementation of the Village Government Archives Management Application to accelerate excellent public services, as the 18th Village SDGs activity.
KONTROL NEGARA OTORITARIAN ATAS MEDIA: PEMBATASAN KEBEBASAN PERS DI MYANMAR PASCA KUDETA MILITER Mahsa, Hassya Talitha Nur; Azis, Aswin Ariyanto
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i4.66773

Abstract

Kudeta militer Myanmar pada Februari 2021 memicu kembalinya rezim otoritarian yang secara sistematis membatasi kebebasan pers. Penelitian ini menganalisis strategi kekuasaan junta dalam mengontrol informasi melalui kriminalisasi jurnalis, penutupan media independen, sensor digital, serta penyebaran propaganda pro-pemerintah. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, analisis dalam artikel ini dilakukan menggunakan kerangka otoritarianisme untuk menjelaskan represi informasi sebagai instrumen stabilitas semu, serta teori hegemoni Gramsci untuk memahami konstruksi legitimasi melalui dominasi ideologis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembatasan pers di Myanmar bukan sekadar pelanggaran hak asasi manusia, tetapi merupakan strategi terencana untuk mempertahankan kekuasaan melalui kombinasi represi koersif dan manipulasi narasi publik. Selain itu, perlawanan masyarakat melalui media alternatif dan kampanye digital global mengungkap rapuhnya hegemoni militer yang sangat bergantung pada tindakan represif. Artikel ini berkontribusi pada pemahaman mengenai bagaimana rezim otoriter kontemporer memadukan kontrol media dan otoritarianisme digital untuk mempertahankan dominasi politik. The military coup in Myanmar on February 2021 marked the resurgence of an authoritarian regime that systematically restricts press freedom. This study analyzes the junta’s strategies in controlling information through the criminalization of journalists, the shutdown of independent media, digital censorship, and the dissemination of pro-government propaganda. Using a qualitative, literature-based approach, the article applies authoritarianism theory to explain information repression as an instrument for constructing a false sense of stability, and Gramsci’s theory of hegemony to understand how ideological domination is used to legitimize military rule. The findings show that restrictions on press freedom in Myanmar are not merely human rights violations but a deliberate strategy to maintain power through a combination of coercive repression and narrative manipulation. In addition, societal resistance supported by alternative media and global digital campaigns reveals the fragility of the military’s hegemony, which depends heavily on coercive measures. This article provides insight into how contemporary authoritarian regimes integrate media control and digital authoritarianism to sustain political dominance.
PENGARUH TINGKAT EFISIENSI PENGELUARAN PEMERINTAH BIDANG KESEHATAN TERHADAP ANGKA HARAPAN HIDUP DI INDONESIA Rahmi, Nurul; N., Zulkifli
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i4.67302

Abstract

Peningkatan belanja pemerintah di sektor kesehatan di Indonesia belum sepenuhnya diikuti oleh perbaikan indikator kesehatan utama, seperti Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan prevalensi stunting. Ketimpangan antara besarnya input fiskal dan capaian output kesehatan semakin nyata pada periode 2020–2022, ketika pandemi COVID-19 menimbulkan policy shock yang menekan sistem kesehatan nasional. Kondisi ini mengindikasikan pentingnya evaluasi efisiensi pengelolaan anggaran kesehatan, khususnya dalam situasi krisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efisiensi pengeluaran pemerintah bidang kesehatan antarprovinsi di Indonesia serta menganalisis pengaruh efisiensi tersebut terhadap Angka Harapan Hidup (AHH) sebagai outcome kesehatan jangka panjang. Metode yang digunakan adalah Data Envelopment Analysis (DEA) non-parametrik dengan model BCC berorientasi output, menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Subtotal Kesehatan sebagai input dan indikator kesehatan dasar (stunting, AKI, dan AKB) sebagai output. Selanjutnya, analisis regresi data panel diterapkan pada 34 provinsi selama periode 2020–2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar provinsi belum mencapai tingkat efisiensi optimal, ditandai dengan variasi skor efisiensi dan gap output yang besar. Analisis regresi mengindikasikan bahwa efisiensi pengeluaran kesehatan tidak berpengaruh signifikan terhadap AHH, yang mencerminkan bahwa perbaikan outcome kesehatan jangka panjang tidak dapat dicapai semata-mata melalui efisiensi teknis belanja kesehatan dalam jangka pendek.  Increased government spending in the health sector in Indonesia has not been fully accompanied by improvements in key health indicators, such as the Maternal Mortality Rate (MMR), Infant Mortality Rate (IMR), and prevalence of stunting. The gap between the size of fiscal inputs and health output achievements became even more apparent in the 2020–2022 period, when the COVID-19 pandemic caused a policy shock that put pressure on the national health system. This condition indicates the importance of evaluating the efficiency of health budget management, especially in crisis situations. This study aims to measure the level of efficiency of government spending on health between provinces in Indonesia and analyze the effect of this efficiency on life expectancy as a long-term health outcome. The method used is non-parametric Data Envelopment Analysis (DEA) with an output-oriented BCC model, using the Health Subtotal Special Allocation Fund (DAK) as input and basic health indicators (stunting, MMR, and IMR) as output. Furthermore, panel data regression analysis was applied to 34 provinces during the 2020–2022 period. The results of the study show that most provinces have not yet achieved optimal efficiency levels, as indicated by variations in efficiency scores and large output gaps. Regression analysis indicates that health expenditure efficiency does not have a significant effect on AHH, reflecting that improvements in long-term health outcomes do not necessarily translate into improvements in health outcomes. 
PEMBERKASAN ARSIP FOTO DIGITAL PADA MEDIA ONLINE BANDUNGBERGERAK Fellisha, Naila Alifah; Taryana, Agus; Setiawati, Wawat
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i4.68606

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini membahas pemberkasan arsip foto digital pada media online BandungBergerak yang belum terintegrasi secara optimal. Kondisi tersebut ditandai dengan pemanfaatan Google Drive sebagai sarana penyimpanan dan temu kembali arsip foto yang baru mencakup dokumentasi tahun 2021, sementara arsip foto tahun 2022 hingga sekarang masih tersimpan secara tersebar di perangkat pribadi dan divisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi pemberkasan arsip foto digital serta implikasinya terhadap efektivitas temu kembali arsip dan keberlanjutan rekam visual organisasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dokumen terhadap Google Drive sebagai sarana temu balik arsip, telaah struktur folder dan penamaan file, serta analisis terhadap dokumen internal organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan sistem pemberkasan arsip yang terpusat, SOP pemberkasan arsip, metadata dasar, dan penanggung jawab arsip digital menyebabkan proses temu kembali arsip tidak efektif dan rekam visual organisasi menjadi tidak berkelanjutan. Kesimpulan penelitian ini menegaskan perlunya sistem pemberkasan arsip foto digital terintegrasi yang mencakup drive pusat, struktur folder standar, penamaan file seragam, metadata, serta mekanisme backup untuk mendukung keberlanjutan memori visual BandungBergerak. This study examines the filing of digital photo archives on the online media platform BandungBergerak, which has not yet been optimally integrated. This condition is indicated by the use of Google Drive as a storage and retrieval medium that currently only includes photo documentation from 2021, while photo archives from 2022 to the present remain dispersed across the personal devices of photographers and various divisions. The study aims to analyze the condition of digital photo archive filing and its implications for the effectiveness of archive retrieval and the sustainability of the organization’s visual records. The research employs a qualitative approach through document observation of Google Drive as an archive retrieval medium, examination of folder structures and file-naming practices, and analysis of internal organizational documents. The findings reveal that the absence of a centralized archival filing system, standard operating procedures (SOPs) for archival filing, basic metadata, and designated responsibility for digital archives results in ineffective archive retrieval processes and unsustainable organizational visual records. The study concludes that an integrated digital photo archive filing system is necessary, encompassing a central drive, standardized folder structures, uniform file-naming conventions, metadata, and backup mechanisms to support the sustainability of BandungBergerak’s visual memory.
ANALISIS EFEKTIVITAS OPERASIONAL TRANS PADANG BERDASARKAN DATA OBSERVASI AWAL TAHUN 2025 Muzti, Utami Rizki; Handra, Hefrizal
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i4.67291

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas layanan angkutan umum Trans Padang di enam koridor operasional awal tahun 2025 (Januari-Februari) menggunakan pendekatan kuantitatif-deskriptif. Variabel yang dianalisis meliputi jumlah penumpang, frekuensi keberangkatan, interval waktu antar keberangkatan, dan pola waktu perjalanan berdasarkan perbedaan waktu layanan pada hari kerja dan akhir pekan. Data diperoleh melalui pengamatan langsung dan dokumentasi operator. Berbeda dengan studi sebelumnya yang cenderung menilai kinerja layanan secara agregat, penelitian ini mengisi celah penelitian dengan menyajikan analisis per koridor dan per waktu operasi menggunakan data observasi lapangan. Metode analisis yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan uji Mann–Whitney untuk menguji perbedaan signifikan antar waktu dan antar koridor. Hasil menunjukkan bahwa jumlah penumpang tertinggi terjadi pada jam sibuk sore hari di hari kerja, terutama di koridor 1. Namun, ketidakseimbangan ditemukan antara kapasitas maksimum bus dan jumlah penumpang, yang mengakibatkan rasio utilisasi yang rendah. Selain itu, ketidakteraturan jarak antar bus mencerminkan inefisiensi operasional. Temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan efektivitas antar koridor dan waktu layanan, sehingga peningkatan kinerja operasional memerlukan penyesuaian frekuensi, diferensiasi jadwal, dan manajemen armada berbasis pola permintaan. This study aims to analyze the effectiveness of Trans Padang public transportation services in six operational corridors beginning in 2025 (January-February) using a quantitative-descriptive approach. The variables analyzed include the number of passengers, departure frequency, time interval between departures, and travel time patterns based on three time zones (morning, afternoon, and evening) on weekdays and weekends. Data were obtained through direct observation and documentation from the Padang Sejahtera Mandiri (PSM) Regional Company (Perumda). The results show that the highest number of passengers occurs during the afternoon rush hour on weekdays, especially in corridor 1. However, an imbalance was found between the maximum bus capacity and the number of passengers, resulting in a low utilization ratio. In addition, uneven spacing between buses also indicates operational inefficiency. The non-parametric Mann-Whitney statistical test showed a significant difference (p<0.05). In conclusion, operational effectiveness can be improved through frequency adjustments, schedule optimization, and real-time data-based fleet management. The recommendations developed are expected to form the basis for sustainable public transportation improvements in Padang City.
PENGUATAN PENGELOLAAN ARSIP VITAL: STUDI IMPLEMENTASI UNINTERRUPTIBLE POWER SUPPLY DI ASSET OWNERSHIP DOCUMENT AND FILES (USDA) PT KERETA API INDONESIA Arsyad, Kennan; Adnans, Abdhy Aulia; Sudarma, Sudarma
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i4.68392

Abstract

Arsip vital merupakan jenis arsip yang memiliki nilai strategis bagi keberlangsungan operasional dan hukum suatu organisasi, termasuk di lingkungan PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kerusakan atau kehilangan arsip vital dapat menimbulkan dampak administratif, hukum, dan finansial yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan sistem pendukung yang andal untuk menjamin keberlanjutan pengelolaan arsip, salah satunya melalui penerapan teknologi Uninterruptible Power Supply. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis peran implementasi Uninterruptible Power Supply dalam mendukung pengelolaan arsip vital Asset Ownership Document and Files (USDA) PT KAI (Persero), khususnya dalam menjaga stabilitas sistem dan meminimalkan risiko kehilangan data akibat gangguan listrik. Metode kajian meliputi observasi langsung terhadap infrastruktur kelistrikan dan sistem kearsipan, wawancara dengan pegawai dan teknisi terkait, serta telaah dokumen dan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa Uninterruptible Power Supply berperan penting dalam menjaga kontinuitas operasional perangkat elektronik dan server arsip digital selama pemadaman listrik, serta menyediakan waktu yang cukup untuk proses pencadangan atau penghentian sistem secara aman. Dengan demikian, Uninterruptible Power Supply tidak hanya berfungsi sebagai perangkat pendukung kelistrikan, tetapi juga sebagai bagian integral dari sistem manajemen risiko dalam pengelolaan arsip vital. Vital archives are type of archive that has strategic value for the operational and legal continuity of an organization, including within PT Kereta Api Indonesia (Persero). Damage or loss of vital archives can have significant administrative, legal, and financial impacts. Therefore, a reliable support system is needed to ensure the sustainability of archive management, one of which is through the implementation of Uninterruptible Power Supply technology. This study aims to analyze the role of Uninterruptible Power Supply implementation in supporting the management of vital archives of Asset Ownership Document and Files (USDA) of PT Kereta Api Indonesia (Persero), particularly in maintaining system stability and minimizing the risk of data loss due to power outages. The study methods include direct observation of the electrical infrastructure and archiving system, interviews with related employees and technicians, and document and literature review. The study results indicate that UPS plays crucial role in maintaining the operational continuity of electronic devices and digital archive servers during power outages, as providing sufficient time for backup processes or safe system shutdowns. Uninterruptible Power Supply functions not only as an electrical support device, but also an integral part of the risk management system in the management of vital archives.
PEMILIHAN LOKASI GUDANG MENGGUNAKAN METODE CENTER OF GRAVITY PADA PERUSAHAAN BRANKAS Khirana, Tertya; Arifianti, Ria; Tresna, Pratami Wulan
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i4.68024

Abstract

Perencanaan pemindahan gudang utama ke daerah lain menjadi salah satu pertimbangan perusahaan saat ini. Permasalahan yang melatarbelakanginya adalah keterbatasan luas gudang eksisting, akses jalan yang terlalu sempit untuk dilalui kendaraan berukuran besar, dan kontrak sewa yang akan segera berakhir. Namun, perusahaan belum memiliki alternatif lokasi yang sedang dipertimbangkan sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan lokasi gudang yang paling optimal menggunakan metode center of gravity sebagai usulan awal. Metodologi kuantitatif dengan jenis pendekatan deskriptif digunakan dalam penelitian ini, disertai dengan analisis statistik deskriptif dan paired samples t-test. Berdasarkan perhitungan pada 411 titik lokasi, hasil menujukkan lokasi yang diusulkan berada di daerah Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Terdapat peningkatan total jarak pengiriman apabila perusahaan menempatkan gudang utama ke lokasi yang diusulkan. Di sisi lain, terjadi penurunan jarak tempuh antara lokasi gudang yang diusulkan dan pabrik. Kondisi ini berpotensi mengurangi biaya transportasi inbound dan berkontribusi dalam menekan total biaya logistik secara keseluruhan. Namun demikian, mengetahui bahwa temuan lokasi dalam penelitian ini hanyalah usulan, diperlukan analisis yang lebih mendalam untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan opsi lokasi. The plan to relocate the main warehouse to another area is currently one of the company’s key considerations. The underlying issues include the limited space of the existing warehouse, narrow road access that restrics large vehicles, and the lease contract that will expire soon. However, the company hasn’t identified any alternative locations. Therefore, this study aims to determine the most optimal warehouse location using the center of gravity method as an initial proposal. A quantitative methodology with a descriptive approach was used in this research, followed by descriptive statistical analysis and paired samples t-test. Based on calculations from 411 location points, the proposed site is located in Lambangjaya, Tambun Selatan, Bekasi Regency. The results indicate an increase in total delivery distance if the company relocated the main warehouse to the proposed site. On the other hand, the travel distance between the proposed site and the factory becomes shorter. Hence, the inbound transportation cost might decrease and the overall logistics cost becomes more efficient. Nevertheless, since the proposed location is a preliminary finding, further analysis is required to assess the advantages and disadvantages of the option.
PENGARUH AKUNTANSI HIJAU TERHADAP NILAI PERUSAHAAN PADA PERUSAHAAN INDEKS ESG QUALITY 45 IDX KEHATI PERIODE 2021–2024 Manik, Hexsa Mutiara Virginia; Alexandri, Mohammad Benny; Chan, Arianis
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i4.68320

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi dampak Akuntasi Hijau pada nilai perusahaan dengan sampel Indeks ESG Quality 45 IDX KEHATI periode 2021–2024. Instrumen pengukuran Akuntasi Hijau yang digunakan didasarkan pada disclosure index lingkungan yang mengacu pada protokol Global Reporting Initiative (GRI) 300 dan 400, sedangkan nilai perusahaan diukur menggunakan rasio Tobin’s Q. Dalam penelitian ini, pengujian data dilakukan melalui regresi data panel yang spesifik menggunakan model Random Effect. Sumber data yang digunakan bersifat sekunder, yakni diambil dari laporan keberlanjutan serta laporan tahunan perusahaan, yang dibingkai dalam pendekatan kuantitatif berjenis deskriptif dan verifikatif. Hasil penelitian ini mengonfirmasi adanya pengaruh linier yang signifikan antara Akuntansi Hijau dan nilai perusahaan. Temuan tersebut menjadi sinyal bahwa pasar memberikan respons positif terhadap perusahaan yang memiliki komitmen tinggi dalam pelaporan lingkungan. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan kualitas dan transparansi pengungkapan Akuntansi Hijau, termasuk pengungkapan biaya lingkungan yang spesifik dan dampak biodiversitas. Bagi investor, informasi Akuntansi Hijau dapat dimanfaatkan sebagai alat skrining risiko lingkungan, sementara bagi regulator, hasil penelitian ini menjadi dasar untuk mendorong standarisasi pelaporan biaya lingkungan agar lebih terintegrasi dan dapat diperbandingkan antar perusahaan. This study was designed to evaluate the impact of Green Accounting on company value using the IDX KEHATI ESG Quality 45 Index sample for the 2021–2024 period. The Green Accounting measurement instrument used is based on the environmental disclosure index, which refers to the Global Reporting Initiative (GRI) 300 and 400 protocols., while firm value is measured using Tobin’s Q ratio. This research, data testing was conducted through specific panel data regression using a random effects model. The data sources used were secondary, drawn from sustainability reports and company annual reports, framed within a quantitative approach of a descriptive and verifiable nature.. The results show that green accounting has a positive and significant effect on firm value. This indicates that the higher the level of green accounting implementation, the greater the market appreciation for the company through an increase in Tobin’s Q value. This finding reinforces the view that green accounting practices not only reflect environmental responsibility but also serve as a strategy to enhance firm value in the eyes of investors.
TANTANGAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI CHATBOT GOVERNMENT TRANSFORMASI ADMINISTRASI DIGITAL DI INDONESIA Sasfiani, Serly; Putra, Raniasa; Imania, Katriza; Iriani, Atrika
Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Kebijakan Publik Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/responsive.v8i4.67245

Abstract

Transformed modern governance, particularly through the implementation of government chatbots as a public policy instrument. This study employs a literature review method with Winter’s Policy Implementation Model framework to analyze the opportunities and challenges of adopting government chatbots in Indonesia. The analysis reveals that successful implementation depends heavily on strong inter-organizational collaboration, readiness of lower-level bureaucracy, and digital literacy and access among target communities. Key challenges include limited digital infrastructure, technological access disparities, low human resource competencies, and regulatory and ethical issues concerning privacy and algorithm transparency. A comprehensive implementation strategy involves strengthening national data integration, enhancing human resource capacity, adaptive regulation, multi-stakeholder collaboration, and prioritizing digital security and sovereignty. AI implementation via government chatbots has the potential to revolutionize public governance towards inclusive, efficient, and responsive smart governance. The main challenges include limited digital infrastructure, unequal access to technology, low human resource competency, as well as regulatory and ethical issues related to privacy and algorithm transparency. A comprehensive implementation strategy includes strengthening national data integration, increasing human resource capacity, adaptive regulations, multi-party collaboration, as well as prioritizing digital security and sovereignty. The implementation of AI through government chatbots has the potential to revolutionize public governance towards smart governance that is inclusive, efficient and responsive to community needs. This research concludes that with the right strategy, the implementation of chatbot government can be optimized to support Electronic-Based Government Systems (SPBE) and accelerate the realization of more responsive and efficient public administration in Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi tantangan-tantangan utama serta merumuskan strategi yang efektif dalam mengimplementasikan chatbot pemerintah (GovChatbot) dalam rangka transformasi administrasi digital di Indonesia. Fokus utamanya adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan publik. Metode yang digunakan kemungkinan besar melibatkan pendekatan kualitatif, seperti studi literatur, analisis dokumen kebijakan (misalnya, Perpres No. 95 Tahun 2018 tentang SPBE), atau studi kasus di beberapa instansi pemerintah yang telah menerapkan layanan digital. Data dikumpulkan melalui kajian pustaka, wawancara, atau observasi, dan dianalisis untuk memahami dinamika implementasi di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi sangat bergantung pada sinergi hubungan antarorganisasi, kesiapan birokrasi level bawah, serta kesiapan dan literasi digital masyarakat sebagai kelompok sasaran. Tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur digital, ketimpangan akses teknologi, rendahnya kompetensi SDM, serta isu regulasi dan etika terkait privasi dan transparansi algoritma. Strategi implementasi yang komprehensif meliputi penguatan integrasi data nasional, peningkatan kapasitas SDM, regulasi adaptif, kolaborasi multipihak, serta prioritas keamanan dan kedaulatan digital. Implementasi AI melalui chatbot government berpotensi merevolusi tata kelola publik menuju smart governance yang inklusif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan strategi yang tepat, implementasi chatbot government dapat dioptimalkan untuk mendukung Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan mempercepat terwujudnya administrasi publik yang lebih responsif dan efisien di Indonesia.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 4 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 3 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 2 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 8, No 1 (2025): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 4 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 3 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 2 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 7, No 1 (2024): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 4 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 3 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 2 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 6, No 1 (2023): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 4 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 3 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 2 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 5, No 1 (2022): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 4, No 4 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 3 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 2 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 4, No 1 (2021): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 3, No 4 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 3 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 2 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 3, No 1 (2020): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 4 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 3 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 2 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 2, No 1 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi, Sosial, Humaniora Dan Vol 1, No 3 (2019): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 1, No 2 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio Vol 1, No 1 (2018): Responsive: Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Bidang Administrasi, Sosial, Humanio More Issue