cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
jorpres.fik@gmail.com
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
jorpres.fik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi)
ISSN : 02164493     EISSN : 25976109     DOI : 10.21831
Jurnal Olahraga Prestasi diterbitkan dua kali dalam setahun oleh program studi Ilmu Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian, gagasan ilmiah ataupun review sistematis bidang ilmu keolahragaan (sports science) terutama topik olahraga prestasi, seperti : ilmu kepelatihan (sports coaching), kondisi fisik (strength and conditioning), biomekanika (biomechanics), kedokteran olahraga (sports medicine), gizi olahraga (sports nutrition), teknologi olahraga & ergonomi (sports technology & ergonomy), olahraga kecabangan (sports specifics) dan bidang lain yang mendukung olahraga prestasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 17, No 1 (2021)" : 10 Documents clear
Pengaruh latihan sirkuit terhadap kadar hemoglobin dan daya tahan aerobik Nugroho, Sigit
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i1.37343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh latihan sirkuit terhadap Kadar Hb dan VO2 Max Mahasiswa FIK UNY. Metode pengumpulan data menggunakan bantuan alat hemometer untuk pengukuran Hb dan tes multistage untuk mengukur VO2 Max. Populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa FIK UNY yang mengikuti UKM Bulutangkis. Sampel diambil sejumlah populasi yang ada yang terdiri dari 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing kelompok 15 mahasiswa, sehingga jumlah sampel ada 30 mahasiswa. Tenik analisis data menggunakan uji t untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan variabel antara kelompok eksperimen dan kontrol, hasil analisis dinyatakan terdapat perbedaan jika nilai signifikansi kurang dari 0,05 (p0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan sirkuit dapat meningkatkan kadar Hb dan VO2 Max. Peningkatan kadar Hb sebesar 8,11 % dan terdapat perbedaan dengan p 0,000 dengan kelompok yang melakukan latihan sirkuit, sedangkan untuk kelompok yang tidak melakukan latihan sirkuit terjadi penurunan sebesar 0,72 %. Sedangkan untuk peningkatan VO2 Max sebesar 14,58 % dan terdapat perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan nilai p 0,000. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa latihan sirkuit dapat berpengaruh terhadap peningkatan kadar Hb dan VO2 Max. Effect of circuit training on levels hemoglobin and aerobic resistance AbstractThis study aims to determine all the effects of exercise on the Hb and VO2 Max levels of FIK UNY students. The data method uses the help of a hemometer for Hb measurement and a multistage test to measure VO2 Max. The population in this study were FIK UNY students who participated in the Badminton UKM. The sample was taken from a number of populations consisting of 2 groups, namely the experimental group and the control group, each group of 15 students, so that the total sample was 30 students. Data analysis used the t test to determine whether there were differences in the variables between the experimental and control groups, the results of the analysis stated that there was a difference if the significance value was 0.05 (p 0.05). The results showed that circuit training can increase Hb and VO2 Max levels. The increase in Hb levels was 8.11% and there was a difference with p 0.000 with the group that did circuit training, while for the group that did not do circuit training there was a decrease by 0.72%. Meanwhile, the increase in VO2 Max was 14.58% and there was a difference between the experimental group and the control group with a p value of 0.000. From the results of this study it can be ignored that circuit training can affect the increase in Hb and VO2 Max levels.
Tinjauan faktor geografis (hasil pertanian perkebunan) DIY terkait potensi fisik (tinggi berat badan) dalam perspektif potensi atlet unggul Mansur Mansur; Faidillah Kurniawan; Subagyo Irianto; Herwin Herwin; Risti Nurfadhila
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i1.37947

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana dukungan dalam perspektif factor geografis di DIY (khususnya terkait hasil pertanian dan perkebunan) sebagai upaya dalam meninjau serta memetakan potensi fisik (khsusunya terkait kondisi tinggi dan berat badan) dari para calon atlet unggulan. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah mixed method (metode campuran/gabungan). Data penelitian diperoleh dari sumber primer dan sekunder. Subjek penelitian dari data sekunder adalah anak usia remaja 15-16 Tahun. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purpossive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi geografis di DIY terkait posisi geografis, topografis, demografis serta iklim dengan kualitas hasil petanian dan perkebunan dapat digolongkan cukup ideal, dimana unsur pangan dari hasil pertanian dan perkebunan tersebut sebagai unsur pemenuhan gizi anak dalam tumbuh kembang secara optimal. Keselarasan data ini dapat ditinjau dari hasil pengukuran tinggi dan berat badan anak usia 15-16 Tahun di DIY dimana rata-rata pada putra menunjukkan hasil bila dikonversikan pada tabel tumbuh kembang secara keseluruhan tinggi dan berat badan rata-rata pada anak laki-laki 166,85cm dan perempuan 159,56 sehingga baik laki-laki maupun perempuan tergolong sangat baik/ideal, karena diatas rata-rata dimana usia 15-18 Tahun perempuan rata-rata 147,9-149,8cm dan laki-laki 153,4-161,2cm. Kondisi berat badan laki-laki 55,57kg dan perempuan 52,21kg, bila dikonversikan pada tabel tumbuh kembang untuk usia 15-16 Tahun anak laki-laki 57-61kg dan perempuan 52-54kg, maka secara keseluruhan kondisi berat badan pada laki-laki masih kurang dari ideal (selisih dari standar tabel konversi berat badan ideal sebesar 1,43kg) dan pada perempuan sudah tergolong sangat ideal. Overview of geographic factors (plantation agricultural products) in the Special Region of Yogyakarta related to physical potential (height and weight) in the perspective of potential superior athletesAbstractThis study aims to determine the extent of support in the perspective of geographic factors in DIY (especially related to agricultural and plantation products) as an effort to review and map the physical potential (especially regarding height and weight conditions) of the prospective athletes. The research method in this study is a mixed-method (mixed methods / combined). The research data were obtained from primary and secondary sources. The research subjects of secondary data were adolescents aged 15-16 years. The sampling technique in this study was purposive sampling. The results showed that the geographical conditions in DIY related to geographical position, topography, demographics, and climate with the quality of agricultural and plantation products can be classified as ideal, where the food element from agricultural and plantation products is an element of fulfilling children's nutrition in optimal growth and development. The alignment of this data can be seen from the results of measurements of height and weight of children aged 15-16 years in DIY where the average male shows the results when converted to the growth table as a whole, the average height and weight for boys is 166, 85cm and women 159.56 so that both men and women are classified as very good/ideal because it is above the average where the age of 15-18 years is 147.9-149.8cm for women and for men 153.4-161, 2cm. The condition of the male body weight 55.57 kg and 52.21 kg female, when converted to the growth table for ages 15-16 years, boys 57-61 kg and 52-54 kg girls, then the overall condition of body weight in males is still lacking (the difference from the standard ideal weight conversion table is 1.43kg) and for women, it is already classified as very ideal.
Implementasi kebijakan keolahragaan dan peran pemangku kepentingan dalam peningkatan prestasi atlet Juniar Sirait; Khaerul Umam Noer
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i1.30492

Abstract

Keberhasilan dalam pencapaian peningkatan prestasi atlet tidak dapat dilepaskan dari kebijakan keolahragaan di suatu daerah. Tulisan ini berfokus pada bagaimana implementasi kebijakan keolahragaan dan bagaimana peran para pemangku kepentingan dalam upaya peningkatan prestasi atlet di Kota Tangerang Selatan. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif melalui pengamatan, wawancara dan diskusi kelompok terpumpun, ditemukan bahwa implementasi kebijakan keolahragaan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga dan pemangku kepentingan lain belum berjalan secara optimal, antara lain terlihat dengan minimnya anggaran yang diberikan, kurangnya dukungan dari industri olahraga dalam peningkatan prestasi atlet, sehingga kegiatan keolahragaan belum berhasil secara signifikan terhadap peningkatan atlet-atlet berprestasi, untuk itu perlunya kerjasama dengan beberapa pihak yang terkait dalam peningkatan keolahragaan baik dari pendanaan ataupun sarana dan prasarana olahraga. The implementation of sports policies and the role of stakeholders in improving athlete achievement AbstractThe success in achieving athlete performance improvement cannot be separated from sports policies. This paper focuses on how the implementation of sports policies and how the role of stakeholders in efforts to improve athlete achievement in the City of Tangerang Selatan. By using qualitative research methods through observation, interviews, and group discussion, it was found that the implementation of sports policies by the Department of Youth and Sports and other stakeholders was not running optimally, among others evident from the lack of budget provided, the lack of support from the sports industry in improving performance athletes, so that sporting activities have not been significantly successful in increasing the achievement of athletes, for this reason, the need for cooperation with several parties involved in improving sports both from funding or sports facilities and infrastructure.
Identifikasi bakat wushu di Yogyakarta Ratna Budiarti; Endang Rini Sukamti; Sb Pranatahadi; Wisnu Nugroho
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i1.37307

Abstract

Identifikasi bakat merupakan komponen penting dalam pencapaian prestasi atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui calon bibit atlet  berbakat  cabang olahraga wushu pada anak usia 7-14 tahun melalui tes identifikasi bakat cabang olahraga wushu. Sampel penelitian ini adalah anak putra dan putri usia 7-14 tahun yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak  54 anak. Penelitian ini merupakan penelitian survei. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data tes bakat diperoleh dari 7 item tes yang terdiri dari tes antropometri meliputi: tinggi badan dan berat badan dan tes fisik meliputi: kelentukan, kekuatan, kelincahan, kecepatan, dan power sehingga satuan skor yang diperoleh bermacam-macam, untuk mengatasi hal tersebut, data kemudian dirubah dalam bentuk t-skor sehingga diperoleh data dengan satuan   yang   sama.   Data   t   skor   lalu   diambil   rerata   kemudian   data dikategorikan menjadi 5 kategori sesuai dengan rumus norma aturan yang berlaku. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan pengukuran, meliputi: tes antropometri dan tes biomotor. Teknik analisis data yang digunakan adalah persentase. Hasil dari penelitian ini adalah mayoritas subjek penelitian cukup berbakat pada cabang olahraga wushu dengan prosentase sebasar 64,81%. Talent identification of wushu in Yogyakarta AbstractTalent identification is an important component in achieving athlete achievement. This study aims to determine potential wushu athletes in children aged 7-14 years through a wushu sports talent identification test. The sample of this study were 54 boys and girls aged 7-14 years in the Special Region of Yogyakarta. This research is a survey research. The research design used in this research is descriptive quantitative. The aptitude test data was obtained from 7 test items consisting of anthropometric tests including: height and weight and physical tests including: flexibility, strength, agility, speed, and power so that the unit scores obtained were various, to overcome this, data then changed in the form of t-score so that the data obtained with the same unit. The t score data is then taken for the average, then the data is categorized into 5 categories according to the formula for the prevailing rules and regulations. The data collection techniques used were tests and measurements, including: anthropometric tests and biomotor tests. The data analysis technique used is the percentage. The result of this research is that the majority of the research subjects are quite talented in wushu with a percentage of 64.81%.
KARATE SCORING SYSTEM: Aplikasi Skoring Berbasis Android Muhammad Nur Alif; Encep Sudirjo; Hasby Rasydiq
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i1.33425

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut para penyelenggara kegiatan olahraga untuk melakukan inovasi dalam menghadirkan suatu pertandingan yang efektif dan efisien. WKF (World Karate Federation) telah mengeluarkan peraturan terbaru untuk sistem penilaian nomor “kata” dalam pertandingan karate. Dengan demikian penulis menciptakan sebuah inovasi berupa aplikasi berbasis android untuk pencatat skor pertandingan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah RD dengan menempuh beberapa langkah hingga aplikasi ini tervalidasi dan dikembangkan hingga menghasilkan produk. Dalam penelitian digunakan sampel sebanyak sepuluh atlet nomor “kata” dalam cabang olahraga karate. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan teknologi aplikasi Karate Scoring System efektif digunakan sebagai alat penilaian dan evaluasi pertandingan karate nomor “kata”. Hasil tersebut diperoleh dari validasi application test sebesar 0.955 dengan nilai Sig 0.000 0.05. Reliabilitas untuk application test sebesar 1.000 dengan nilai Sig 0.000 0.05. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aplikasi scoring system memiliki validasi yang tinggi untuk digunakan dalam pertandingan. Dengan menggunakan aplikasi karate scoring system waktu dalam satu rangkaian pertandingan “kata” menjadi efektif dengan tingkat perbedaan sebesar 40% dibandingkan menggunakan lembar penilaian manual.  Namun dalam pelaksanaan uji coba produk ditemukan kesulitan dalam hal koneksifitas jaringan internet dengan prangkat yang digunakan. KARATE SCORING SYSTEM: Floating Android-Based Scoring Application AbstractThe development of science and technology requires the sports organizers to innovate in presenting an effective and efficient competition. WKF (World Karate Federation) issued the latest regulations for the "KATA" number rating system in karate matches. Thus, the author creates an android-based application for recording match scores as one method to calculate the scores. The method used in this research was RD by taking several steps until the application was validated and developed into a product. Ten athletes of "KATA" were joint as participants. The results showed that the use of the Karate Scoring System application was effectively used to calculate the "KATA" scoring in karate. The results were obtained from the application test validation of 0.955 with a Sig value of 0.000 0.05. Reliability for the application test was 1,000 with a Sig value of 0,000 0.05. Thus, it can be concluded that the scoring system application has high validation to be used in matches. The karate scoring application produces 40% time more effective compared to the manual scoring sheet.  However, internet network connectivity in the device may become an issue for this trial application.
Gobak sodor: permainan tradisional untuk meningkatkan kecepatan reaksi dan keseimbangan anak usia 12-14 tahun Danang Wicaksono; Siswantoyo Siswantoyo; Nawan Primasoni; Fauzi Fauzi
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i1.37455

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh permaianan tradisional gobak sodor terhadap kecepatan reaksi dan keseimbangan anak usia 12-14 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperiment, menggunakan desain One Group Pre Test Post Test Design. Subjek dalam penelitian adalah anak usia 12-14 tahun sejumlah 15 anak. Instrument yang digunakan untuk mengukur tingkat kemampuan kecepatan reaksi menggunakan whole body reaction dan keseimbangan menggunakan smart balance. Teknik analisis data menggunakan t-test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis data menunjukkan permainan gobak sodor secara signifikan dapat meningkatkan kecepatan reaksi anak usis 12-14 tahun dengan nilai t hitung sebesar 3.346. Keseimbangan tidak meningkat secara signifikan dengan nilai t hitung sebesar 1.306, sehingga dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional gobak sodor dapat meningkatkan kecepatan reaksi anak usia 12-14 tahun. Diharapkan penelitian ini dapat dikembangkan oleh peneliti lainnya dengan melibatkan unsur kondisi fisik lainnya dan mengembangkan program latihan gobak sodor sehingga dapat meningkatkan unsur kondisi fisik secara terintegral. Gobak sodor: a traditional game to improve reaction speed and balance for 12-14 year olds  AbstractThis study aimed to see the effect of the traditional Gobak Sodor game on the reaction reactions and balance of children aged 12-14 years. This research is a Quasi Experiment study using the One Group Pre Test Post Test Design design. Subjects in the study were 15 children aged 12-14 years. The instrument used to measure reaction ability using whole-body reactions and balance using a smart balance. The data analysis technique used a t-test with a significance level of 5%. The data analysis results showed that the gobak Sodor game could significantly increase the reaction speed of 12-14-year-olds with a t-count value of 3.346. The balance did not increase significantly with the t-count value of 1.306, so it can be ignored that the traditional gobak sodor game can increase the reaction speed of children aged 12-14 years. It is hoped that other researchers can develop this research by involving other physical conditions and creating a gobak sodor training program to improve the physical condition integrally.
Athlete’s health maintanance management during a pandemic Covid-19: A case study at a National Sport Hospital Bunga Listia Paramita; Dumilah Ayuningtyas
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i1.33782

Abstract

Coronavirus disease 2019 (Covid-19) pandemic and Large-Scale Social Restriction (PSBB) policy in Indonesia caused health problems for athletes, such as mental, psychological, nutritional, decreased maximum oxygen consumption (VO2Max), loss of strength and muscle mass. Athletes are also individuals who are at risk of being infected Covid-19 so they need health care services. This effort is being realized by the National Sports Hospital (RSON). This study aims to explain the athlete's health maintenance activities by RSON during the Covid-19 pandemic, to analyze the possible gaps, and how to overcome them. This research uses descriptive method and case stnudy approach based on the experience of researchers as RSON medical staff and secondary data from March 1, 2020 to July 31, 2020 starting from the preparation stage with system approach (man, money, material, method, machine), implementation stage (promotive, preventive, curative, and rehabilitative), and output. The entire data was then analyzed based on literature. The results showed that RSON was able to make preparations that support athlete health care, such as socialization and screening for covid-19, treatment and rehabilitation of athletes both directly and online media. Some conditions that still have gaps such as the lack of athletes being screened, and not yet doing routine monitoring of athlete's health during the self training period can be overcome by resocialization and starting routine monitoring activities. Activities such as monitoring the athlete's diet, increasing the role in the prevention of covid-19 in disabled athletes, and collaboration with trainers and team management in the "return to play" program after the PSBB period can be started by RSON to optimize athlete health care services. Manajemen Pemeliharaan Kesehatan Atlet selama Pandemi Covid-19: Studi Kasus di Rumah Sakit Olahraga Nasional AbstrakPandemi coronavirus disease 2019 (Covid-19) dan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Indonesia menimbulkan masalah kesehatan pada atlet, seperti mental, psikologis, gizi, penurunan konsumsi oksigen maksimal (VO2Max), dan hilangnya kekuatan dan massa otot. Atlet juga individu yang beresiko terinfeksi covid-19 sehingga perlu upaya pemeliharaan kesehatan. Upaya ini sedang berusaha diwujudkan oleh Rumah Sakit Olahraga Nasional (RSON). Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kegiatan pemeliharaan kesehatan atlet yang dilakukan oleh RSON selama masa pandemi covid-19, menganalisis kemungkinan gap yang terjadi, dan cara mengatasinya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan studi kasus berdasarkan pengalaman peneliti sebagai staf medis RSON dan data sekunder sejak 1 Maret 2020 sampai dengan 31 Juli 2020 mulai dari tahap persiapan melalui pendekatan sistem (man, money, material, method, machine), tahap pelaksanaan (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif), dan output. Keseluruhan data kemudian dianalisis berdasarkan studi literatur. Pada hasil didapatkan RSON mampu melakukan persiapan yang mendukung terlaksananya pemeliharaan kesehatan atlet yaitu berupa sosialisasi dan screening covid-19, pengobatan, dan rehabilitasi atlet baik secara langsung maupun media daring. Beberapa kondisi yang masih terjadi gap seperti kurangnya jumlah atlet yang terjaring di dalam screening, dan belum dilakukannya monitoring rutin kesehatan atlet selama masa latihan mandiri dapat diatasi dengan resosialisasi dan memulai kegiatan monitoring rutin. Kegiatan seperti pengawasan terhadap pola makan atlet, peningkatan peran RSON dalam pencegahan infeksi covid-19 pada atlet difabel, dan kerjasama RSON dengan pelatih dan manajemen tim dalam program “return to play” setelah masa PSBB juga dapat mulai dilakukan oleh RSON guna mengoptimalkan pelayanan pemeliharaan kesehatan atlet.
Validitas dan reabilitas tes vertical jump dengan awalan smash pada pemain bola voli Fauzi, Fauzi
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i1.37227

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menemukan validitas dan reliabilitas tes vertical jump dengan awalan smash pada pemain bola voli. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan. Pengumpulan data menggunakan teknik Delphi dengan 5 ahli dan juga test-retest. Analisis data validitas konten menggunakan formula Aiken V, validitas empiric menggunakan Pearson Product Moment dan Realibitas menggunakan Cronbach’s Alpha. Hasil penelitian didapatkan bahwa tes tinggi vertical jump dengan awalan smash pada pemain bola voli menunjukan validitas isi tinggi, dan nilai relibilitas juga tinggi. Maka dapat disimpulkan bahwa tes tinggi vertical jump dengan awalan smash pada pemain bola voli dapat digunakan untuk mengukur power tungkai pemain bola voli. Validity and reliability of a vertical jump test with a smash in volleyball players AbstractThis research aims to find the validity and reliability of vertical jump tests with a smash in volleyball players. The research used research and development methode. data collection using Delphi techniques with five experts as well as test-retests. Data analyze of content validity used Aiken V formula, empiric validity used Pearson Product Moment, and Reability used Cronbach's Alpha. The results found that the vertical jump test with the smash on volleyball players showed high content validity, and reliability scores were also high. So it can be concluded that the vertical jump test with the smash on volleyball players can be used to measure the leg power of a volleyball player.
Analisis keberhasilan dan kegagalan shooting (1 point, 2 point, 3 point) pertandingan final di FIBA World Cup 2019 Yohana Aprilia Deme Sabu; Agus Hariyanto
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i1.36936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keberhasilan dan kegagalan shooting dalam setiap jenis point tembakan dan daerah tembakan di setiap serangan yang dilakukan tim negara Argentina dan Spanyol pada babak final. Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Proses pengambilan data dilakukan dengan cara mengambil data berupa video pertandingan final FIBA World Cup 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) keberhasilan jenis point tembakan Spanyol yang tertinggi yaitu 1 point (freethrow) dengan persentase 81,82% dan 3 point merupakan kegagalan tertinggi dengan persentase 70% s sedangkan medium shoot mempunyai keberhasilan daerah tembakan yang tertinggi dengan persentase 76,74%, untuk kegagalan yang tinggi adalah long shoot dengan persentase 66,67%. 2) keberhasilan jenis tembakan tim Argentina yang tertinggi yaitu 1 point (freethrow) dengan persentase sebesar 85,71% dan 3 point mempunyai kegagalan jenis tembakan yang paling tinggi dengan persentase 74,07%, sedangkan medium shoot mempunyai keberhasilan daerah tembakan yang tinggi dengan persentase 65,79%, untuk kegagalan yang tertinggi adalah long shoot dengan persentase 74,07%. Teknik shooting yang buruk dapat menghancurkan konsentrasi tim pada saat berada di lapangan. Maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keberhasilan tembakan yang tertinggi adalah 1 point (freethrow) dan kegagalan yang sering diperoleh adalah 3 point (long shoot). The analysis of success and failure of shooting (1 point, 2 point, 3 point) in FIBA World Cup 2019 final matchAbstractThis study aims to analyze the success and failure of shooting in each type of point shot and area of shot in each attack carried out by the Argentine and Spanish state teams in the final round. The type of research used is descriptive quantitative analysis. The data retrieval process was carried out by retrieving data in the form of video of FIBA World Cup 2019 final matches. The results of this study showed that: 1) the success of the highest type of Spanish point shot was 1 point (freethrow) with a percentage of 81.82% and 3 points is the highest failure with a percentage of 70% while the medium shoot had the highest shot area success with a percentage of 76.74%, for high failure was a long shoot with a percentage of 66.67%. 2) The highest success of the Argentine team's shot type was 1 point (freethrow) with a percentage of 85.71% and 3 points had the highest type of shot failure with a percentage of 74.07%, while the medium shoot had a high shot area success with a percentage of 65.79%, for the highest failure was long shoot with a percentage of 74.07%. Poor shooting technique can destroy the concentration of the team while on the field. Therefore, it can be concluded that the highest success of the shot is 1 point (freethrow) and the failure that is often obtained is 3 points (long shoot).
Validitas dan Reliabilitas Konstruk Instrumen Asesmen Keterampilan Bermain Korfball Menggunakan Analisis Exploratory Factor Analysis dan Confirmatory Factor Analysis Hariono, Awan
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v17i1.37173

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan validitas konstruk dan reliabilitas konstruk penilaian keterampilan bermain korfball. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang menerapkan model pengembangan yang dimodifikasi dari Strand Wilson. Instrumen utama yang digunakan adalah lembar kontrol kinerja yang digunakan untuk mengamati keterampilan bermain korfball. Analisis data dilakukan dengan teknik Exploratory Factor Analysis (EFA) yang dilanjutkan dengan teknik Confirmatory Factor Analysis (CFA) sehingga menjadi instrumen yang baik untuk melakukan observasi keterampilan bermain korfball. Hasilnya adalah sebagai berikut. Instrumen yang digunakan untuk mengukur keterampilan bermain korfball dinilai valid, reliabel, dan memenuhi kriteria instrumen baik yang menunjukkan bahwa model asesmen yang dikembangkan sesuai dengan data yang sebenarnya. Validity and reliability of the instrument construction skills assessment of korfball using exploratory factor analysis and confirmatory factor analysis AbstractThis research aims to develop construct validity and construct reliability of korfballball-playing skill assessment. This research is research and development applying the modified development model of Strand Wilson. The performance control sheets are used as the main instrument, employed to observe the korfball-playing skills. The data were analyzed using the Exploratory Factor Analysis (EFA) technique which is prolonged by the Confirmatory Factor Analysis (CFA) technique to make a good instrument for performing korfball-playing skills observation. The result is as follows. The instrument used to measure korfball-playing skill is considered valid, reliable, and meets the criteria of a good instrument which shows that the developed assessment model is fit to the actual data.

Page 1 of 1 | Total Record : 10