cover
Contact Name
Enza Resdiana
Contact Email
fisip.publiccorner@wiraraja.ac.id
Phone
+6282331740805
Journal Mail Official
fisip.publiccorner@wiraraja.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja Sumenep Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451 Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Public Corner
ISSN : 24430714     EISSN : 2621475X     DOI : https://doi.org/10.24929/fisip.v14i2.888
Jurnal Public Corner (p-ISSN: 2443-0714, e-ISSN: 2621-475X) merupakan media publikasi artikel ilmiah penelitian dan pengembangan ilmu di bidang ilmu Politik dan ilmu Sosial yang terbit dua kali dalam satu tahun (Bulan Juni dan Desember). Jurnal Public Corner menerbitkan artikel dari hasil penelitian, pengembangan dan ulasan di bidang sosial dan politik dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Administrasi Publik dan Bisnis 2. Komunikasi dan Politik 3. Ilmu pemerintahan 4. Hubungan Internasional Kami menerima naskah publikasi dari hasil penelitian dan ulasan artikel (non- penelitian), namun kami lebih menekankan pada naskah artikel dari hasil penelitian. Public Corner sebagai jurnal publikasi bidang ilmu politik dan sosial ini telah menggunakan sistem OJS (open jurnal system) dan terindeks oleh Google Cendikia.
Articles 159 Documents
PENGATURAN PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI LINGKUNGAN TEGALBOTO BERDASARKAN PERATURAN DAERAH NOMOR 6 TAHUN 2008 KABUPATEN JEMBER Alissa Ernawati Adisiswanto
PUBLIC CORNER Vol 15 No 1 (2020): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v15i1.1033

Abstract

Abstrak Gangguan ketertiban dan kebersihan di wilayah perkotaan Kabupaten Jember adalah diantaranya disebabkan keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL)yang menempati area trotoar dan bahu jalan, sehingga mengakibatkan pejalan kaki dan kendaraan yang melintas terganggu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan dan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang ada di kota Jember berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, membahas efektivitas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedagang Kaki Lima di Kabupaten Jember, terutama pada keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Lingkungan Tegalboto Kabupaten Jember menjadi fokus penelitian. Data dan informasi dalam penelitian terdiri dari hasil wawancara, dokumentasi, arsip-arsip dan buku yang berkaitan dengan fokus penelitian. Teknik analisis data yang dilakukan melalui proses pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validasi data yang digunakan triangulasi data. Hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis bahwa implementasi penertiban Pedagang Kaki Lima sudah berjalan dengan baik meskipun kurang efektif. Faktor penghambat berasal dari internal dan eksternal. Hambatan dari internal adalah kurangnya koordinasi antar organisasi pemerintah daerah, hambatan eksternal muncul dari Pedagang Kaki Lima yang tidak seluruhnya melakukan relokasi. Kata Kunci: Penataan PKL di Lingkungan Tegalboto, Efektivitas kebijakan
PRAKTIK MEDIA SOSIAL PERANGI MEDIA KONVENSIONAL (TINJAUAN KOMUNIKASI POLITIK PILPRES INDONESIA 2019) Patricia Robin
PUBLIC CORNER Vol 15 No 1 (2020): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v15i1.1037

Abstract

Politik memasuki ranah kehidupan manusia hingga ke tahap personal. Hal ini ditunjukkan dengan media sosial dalam kampanye politik yang menyerang individu, berakhir dengan preferensi atau pilihan politik warga negara. Para kandidat (aktor politik) memainkan pikiran dan waktu individu sehingga mengikuti apa yang mereka arahkan (memilih diri atau membenci kompetitor). Hal ini tidak mungkin terjadi tanpa andil dari komunikasi dan teknologi.Pilihan politik bukan lagi masalah hati, tetapi mana partai dan kandidat yang mampu mendekatkan diri dengan banyak janji.Pemilihan Presiden Amerika 2016 menjadi contoh keberhasilan media sosial dalam menentukan iklim dan pilihan politik. Hal ini kiranya juga terjadi di Indonesia, tepatnya pada Pemilihan Umum Presiden 2019. Dua kubu yang berkompetisi bukan sekedar menyatakan visi, tetapi mencari panggung dan muka di hadapan pendukung dengan harapan mendulang suara. Fakta yang terjadi, kemajuan teknologi tidak melulu diikuti dengan pengembangan diri individu. Maka yang kerap menjadi soal adalah konflik di ranah media sosial akhirnya berlanjut ke media massa konvensional hingga dunia nyata. Kedewasaan yang kiranya menjadi kunci keberhasilan dan eksistensi literasi politikhilang, dibutakan dengan pendapat dan argumentasi pribadi. Kata Kunci : Kampanye Politik, Media Sosial, Pemilu 2019, filter bubble, Dunia Siber
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 10/ 2010 TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH (STUDI KASUS DI KOTA MALANG) Retno Wulan Sekarsari; Khoiriyah Trianti
PUBLIC CORNER Vol 15 No 1 (2020): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v15i1.1038

Abstract

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelolaan sampah yaitu dari paradigma kumpul– angkut–buang, menjadi pengolahan yang bertumpu pada pengurangan sampah dan penanganan sampah. Sampahbisadimanfaatkan sebagai sumber daya yang mempunyai nilai ekonomis.Pemanfaatantersebut misalnya, untuk energiterbarukan, kompos, pupuk, dan bahan baku industri. Berdasarkan masalah yang diangkat dalam penelitian yang menekankan pada proses dan makna, maka bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dengan maksud memberikan gambaran masalah secara sistematis, cermat, rinci, dan mendalam mengenai implementasi Perda Kota Malang No. 10 Tahun 2010 dalam penyelenggaraan pengelolaan sampah yang diterapkan kota Malang. Mekanisme pengelolaan sampah Kota Malang adalah sebagai berikut:Penyapuan - Pewadahan - Pengumpulan - Pemindahan - Pengangkutan - Pembuangan akhirdanPengelolaan Sampah dengan Pengkomposan. Metode memilah sampah berbeda-beda tergantung dari jenis sampah. BSM melakukan pemilahan untuk membagi sampah dengan metode 3R. Reduce (mengurangi sampah) yaitu tidak membiarkan tumpukan sampah yang berlebih. Reuse (memanfaatkan) yaitu menggunakan kembali sampah yang bisa digunakan dan Recycle (mendaur ulang) sampah merupakan program untuk memanfaatkan kembali sampah setelah mengalami proses pengolahan. Pemerintah terus melakukan upaya pengelolaan sampah menggunakan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kegiatan ini dibuktikan dengan adanya Bank Sampah Malang, Pengkomposan, dukungan kepada pemulung. Pemerintah selalu berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah rumah tangga dan sadar untuk membuang sampah pada tempatnya.Pemerintahdanmasyarakat perlu membuatdanmemberikan sanksi terhadappelanggar aturan. Kata Kunci: Implementasi, Peraturan Daerah, PengelolaanSampah.
EFEKTIFITASDANA DESA DALAM MENDUKUNG PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA MARENGAN DAYA KABUPATEN SUMENEP Enza Resdiana; Irma Irawati Puspaningrum
PUBLIC CORNER Vol 15 No 1 (2020): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v15i1.1039

Abstract

Pemberdayaan masyarakat merupakan bagian dari pembangunan ekonomi di Indonesia. Salah satu strategi untuk memberdayakan masyarakat dengan adanya DD oleh pemerintah. Pada dasarnya baik dan buruk kinerja aparatur desa akan memberikan citra terhadap desa tersebut di mata masyarakat. Kinerja pemerintahan desa saat ini banyak dijumpai penyelewengan dana oleh pihak yang seharusnya dipercaya oleh masyarakat dalam membangun desa menjadi lebih maju dan berkembang, Di sinilah pentingnya peran masyarakat sebagai pengawas langsung dan tidak lepas dari peran pemerintah kabupaten selaku pemberi dana untuk selalu memonitor jalanya pembangunan di desa. Sehingga nantinya diharapkan DD dapat menciptakan pembangunan yang merata dan bermanfaat bagi masyarakat desa.Penelitian ini dikaji menggunakan metode kualitatif yang semua pemaparan mengenai Efektivitas Dana Desa dalam mendukung Pemberdayaan Masyarakat di Desa Marengan Daya Kabupaten Sumenep, dengan tekhnik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, mengumpulkan data dari dokumen dan catatan, dan memperoleh data dengan cara pengamatan langsung terhadap gejala yang diteliti. Hasil penelitian dapat disimpulkan Efektivitas Dana Desa dalam mendukung Pemberdayaan Masyarakat di Desa Marengan Daya Kabupaten Sumenep masih kurang efektif. Hal ini lihat dari konteks pencapaian tujuan masih kurang sesuai harapan masyarakat, konteks integrasi kurangnya partisipasi masyarakat dan transparansi informasi pemerintah desa, sehingga masyarakat kurang memahami program yang dibuat dan kurang mendukung program tersebut. Dari konteks adaptasi, sarana dan prasarana kurang menunjang sehingga menghambat peningkatan kemampuan masyarakat. Kata Kunci: Efektivitas, Dana Desa, Pemberdayaan Masyarakat
KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KALIMANTAN TAHUN 2019 (Refleksi atas Globalisasi dan Reduksi Kewenangan Pemerintah) Safa Muzdalifah
PUBLIC CORNER Vol 15 No 2 (2020): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v15i2.1102

Abstract

This article explores the influence of globalization to government authority a case study is Forest and Land Fires in Kalimantan 2019. This study as a verivicative research of the literature review, in order that the results are accept or ignore the thesis. The Result of this research is globalization has a close relation to government authority reduction, since the government disable to achieve the development economic target independently. This resutls proven by the exist of the regulation that increase the foreign investor come in to Indonesia and manage the strategic economics sector. Key Words: Globalization, Government Authority, Forest and Land Fire, Kalimantan
MEMBONGKAR KONSEP “HEROISME’ DI FILM GUNDALA Teguh Hidayatul Rachmad
PUBLIC CORNER Vol 15 No 2 (2020): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v15i2.1169

Abstract

Kemunculan film gundala memberikan arti tersendiri bagi bangsa Indonesia akan kehadiran filmyang mengangkat tema pahlawan Indonesia yaitu Gundala. Pahlawan Lokal yang menjadibudaya Indonesia masih belum diangkat dalam jagad raya perfilman di Indonesia. Hal inimenjadi peluang bagi bisnis perfilman Indonesia, mengingat kesuksesan dari film internasionalyang berjudul “The Avengers”. Momen ini yang menjadi fokus penelitian yang berjudul“Membongkar Konsep “Heroisme’ di Film Gundala” yang akan dikorelasikan denganpendekatan ekonomi politik media dengan paradigma kritis. Hal yang menarik dari penelitian iniadalah membuka produksi makna dalam relasi kekuasaan yang ada di film Gundala. Hasilpenelitian ini akan mengetahui dengan jelas relasi kekuasaan yang ada di film gundala, sehinggamasyarakat akan lebih reflektif dan kritis untuk memahami dan mempelajari suatu fenomenadalam realitas sosial di masyarakat.
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI SUMENEP N0. 14 TAHUN 2019 TENTANG PERCEPATAN PENANGGULANGAN STUNTING ( Studi di Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep) unti Nur Khalisah; Irma Irawati Puspaningrum; Roos Yuliastina
PUBLIC CORNER Vol 15 No 2 (2020): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v15i2.1170

Abstract

Sebuah kebijakan yang sedang diterapkan oleh pemerintah kota Sumenep mengenai Perbupno. 14 tahun 2019 tentang percepatan penanggulangan stunting. Peraturan ini didasarisemakin tingginya angka stunting yang terjadi pada anak balita di usia 0-23 hari. Pemerintahperlu mengambil langkah tegas agar terlaksana dengan baik kebijakan tersebut. Tujuanpenelitian ini adalah untuk untuk mengetahui implementasi dari sebuah kebijakan pemerintahdaerah tentang percepatan penanggulangan stunting dan sosialisasi dari sebuah kebijakantentang percepapatan penanggulangan stunting di Kabupaten Sumenep. Metode inimenggunakan metode kualitatif diskriptif yaitu melakukan metode dengan tiga cara yaitu melakukan wawacara, melakukan observasi secara mendalam dan dokumentasi. Hasil daripenelitian ini adalah pemerintah kabupaten Sumenep telah melaksanakan kebijakanpenanggulangan stunting. Implementasi kebijakan dilakukan dengan model pendekatanMazmanian dan Sabatier (karakteristik dari masalah, karakteristik kebijakan atau undangundang dan variabel lingkungan) dan sosialisasi secara langsung dan tidak langsung.Sosialisai secara langsung Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Puskesmas, Perangkatdaerah dan tokoh masyarakat. Secara tidak langsung, melalui Radio, baliho, pamflet, dansiaran keliling serta Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Dinas perikanan, dan Dinaspertanian. Dinas pertanian, dan dinas perikanan, membantu memberikan interfensi gizisensitif diselenggarakan berupa kegiatan di luar Dinas kesehatan. Adanya sosialisasi tidaklangsung dan sosialisasi secara langsung tentang penanggulangan stunting, dan menyadarkanmasyarakat untuk ikut gerakan masyarakat sehat,serta masyarakat bersih. Sumenepmengalami penurunan selama lima tahun terkahir angka stunting pada tahun 2013 52,5%mengalami penurunan pada tahun 2018 32,81%. Kata Kunci: Implementasi Kebijakan, Percepatan Penanggulangan Stunting, Dan PenurunanStunting.
IMPLEMENTASI PROGRAM WIRAUSAHA MUDA PADA DINAS KOPERASI DAN USAHA MIKRO KABUPATEN SUMENEP Mohammad Hamzah Khairil Lutfi; Enza Resdiana; Ach. Andiriyanto
PUBLIC CORNER Vol 15 No 2 (2020): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v15i2.1171

Abstract

Program wirausaha muda merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten Sumenepdalam rangka mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Sumenep yangdalam pelaksanaannya dilakukan dengan cara swakelola kepada PPLP PGRI Sumenep(ETDC). Program wirausaha muda menargetkan terciptanya 5000 wirausahawan muda barudalam kurun waktu 5 tahun sejak 2016 lalu dengan harapan terbukanya usaha-usaha baru yangdapat membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat Kabupaten Sumenep. Tujuanpenelitian ini untuk mendapatkan gambaran pelaksanaan program wirausaha muda. Metodepenelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan teori pendekatanimplementasi Mazmanian, Daniel A dan Sabatier, Paul A sebagai pisau analisis, adapun fokuspenelitian yaitu karakteristik masalah, karakteristik kebijakan dan lingkungan kebijakanprogram wirausaha muda. Selanjutnya teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasidan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan program wirausaha muda masih belummaksimal dan berjalan sesuai rencana. Berdasarkan fokusnya 1) Karakteristik masalah yangdihadapi tidak mudah dan terdapat banyak hambatan sehingga tidak optimal. Banyakmengalami penyusutan pemenuhan jumlah peserta. Pemahaman nilai-nilai kewirausahaanyang ada pada diri alumni wirausaha muda masih kurang. 2) Karakteristik Kebijakan, Programwirausaha muda masih belum memberikan hasil yang signifikan terhadap tingkatpengangguran di Kabupaten Sumenep. Hal tersebut dapat dilihat dari sedikitnya alumniwirausaha muda yang berhasil mendirikan usaha secara mandiri. Pendataan terhadap paraalumni wirusaha muda masih kurang dan terbatas. 3) Lingkungan Kebijakan, dalam hal inisudah mendukung terhadap proses pleaksanaan program wirusaha muda, namun kemampuanimplementor masih perlu ditingkatkan.Kata Kunci: Implementasi, Program, Wirausaha Muda, Pengangguran, Swakelola.
KUALITAS PELAYANAN PROGRAM JAMPERSAL MELALUI SISTEM KLAIM (REIMBURSEMENT) DALAM MENINGKATKAN KEPUASAN MASYARAKAT (Studi Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep) sari Munaili; Ida Syafriyani; alqaf harto
PUBLIC CORNER Vol 15 No 2 (2020): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v15i2.1172

Abstract

Kualitas pelayanan publik merupakan salah satu hal yang sangat penting demi kemajuannegara. Karena melalui suatu pelayanan kebutuhan dan keinginan masyarakat dapat terpenuhidengan sepenuhnya. Salah satunya adalah Pelayanan kesehatan yang dimana kesehatanmerupakan hal terpenting untuk menentukan kualitas sumber daya manusia dalammeningkatkan kelangsungan hidup apabila disuatu negara masyarakatnya dalam segikesehatan sudah terpenuhi maka generasi yang akan meneruskan akan menjadi generasi yangsehat dan cerdas. Dinas kesehatan kabupaten sumenep telah melakukan salah satu programjampersal melalui sistem klaim untuk mengurangi kematian ibu dan bayi yang dimaksudkanuntuk meningkatkan pelayanan publik dan kepuasaan masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan datadalam penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis datadalam penelitian ini menggunakan beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dankesimpulan. Hasil penelitian dari Kualitas Pelayanan Program Jampersal Melalui SistemKlaim (Reimbursement) dalam Meningkatkan Kepuasan Masyarakat menunjukkan bahwa :Pertama, Standar Pelayanan pelanggan berupa standar kualitas sudah baik dibuktikan denganterlaksananya program jampersal sesuai dengan standar yang telah ada. Kedua, CustomerRedress, di dinas kesehatan kabupaten sumenep sudah cukup baik karena selama pelaksanaanprogram jampersal biaya benar-benar digratiskan. Ketiga, Quality Guaranties komitmenorganisasi di dinas kesehatan kabupaten sumenep sudah cukup baik karena adanyainovasiinovasi terbaru setiap tahunnya. Keempat, Quality Inspector, Baik dinas kesehatanmaupun rumah sakit, bidan desa dan puskesmas sudah melakukan kerjasama yang baik,Tetapi masih kurang maksimal karena masih banyak masyarakat yang masih belummengetahui program jampersal. Kelima, Customer Komplain System, Pemberian respon ataskeluhan-keluhan masyarakat juga sudah baik namun masih perlu ada peningkatan kembali.Keenam, Ombudsmen, selama ini yang diberikan oleh pihak rumah sakit maupun dinaskesehatan juga sudah cukup baik.Kata Kunci: Kualitas Pelayanan Publik, Kepuasaan Masyarakat
Paradiplomasi Melalui Kerjasama Sister City: Sebuah Upaya Untuk Meningkatkan Potensi Industri Pariwisata di Kabupaten Sumenep Alia Rizka Mansyur
PUBLIC CORNER Vol 16 No 1 (2021): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v16i1.1166

Abstract

This study aims to increase the potential for tourism in Sumenep district by using the concept of sister city collaboration paradiplomacy as one of the local government innovation efforts in providing welfare and the community's economy. In line with the globalization process, international relations actors also extend not only to state actors but also to non-state actors such as international organizations, NGOs, MNCs, media, regions, minority groups. , even individuals. From this we can see that the various actors involved in foreign relations and cooperation are increasingly complex, especially in the decision-making process. The research method, the researcher used the literature study method. Literature study, namely the researcher diligently examines the literature needed in the study. The many potentials of the tourism industry in Sumenep regency are not yet optimal, the efforts of the Sumenep district government to use sister city cooperation are one of the solutions to increase local and foreign tourists. Keywords: Paradiplomacy, Sister City, Tourism, Sumenep

Page 7 of 16 | Total Record : 159