cover
Contact Name
Enza Resdiana
Contact Email
fisip.publiccorner@wiraraja.ac.id
Phone
+6282331740805
Journal Mail Official
fisip.publiccorner@wiraraja.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja Sumenep Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451 Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Public Corner
ISSN : 24430714     EISSN : 2621475X     DOI : https://doi.org/10.24929/fisip.v14i2.888
Jurnal Public Corner (p-ISSN: 2443-0714, e-ISSN: 2621-475X) merupakan media publikasi artikel ilmiah penelitian dan pengembangan ilmu di bidang ilmu Politik dan ilmu Sosial yang terbit dua kali dalam satu tahun (Bulan Juni dan Desember). Jurnal Public Corner menerbitkan artikel dari hasil penelitian, pengembangan dan ulasan di bidang sosial dan politik dengan ruang lingkup sebagai berikut: 1. Administrasi Publik dan Bisnis 2. Komunikasi dan Politik 3. Ilmu pemerintahan 4. Hubungan Internasional Kami menerima naskah publikasi dari hasil penelitian dan ulasan artikel (non- penelitian), namun kami lebih menekankan pada naskah artikel dari hasil penelitian. Public Corner sebagai jurnal publikasi bidang ilmu politik dan sosial ini telah menggunakan sistem OJS (open jurnal system) dan terindeks oleh Google Cendikia.
Articles 159 Documents
Strategi Komunikasi untuk Meningkatkan Partisipasi Masyarakat Pesisir dalam Pembudayaan GERMAS di Kecamatan Kalianget Roos Yuliastina; Nailiy Huzaimah; Isyanto .
PUBLIC CORNER Vol 16 No 2 (2021): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v16i2.1718

Abstract

Kabupaten Sumenep dapat memberikan kontribusi positif sebagai salah satu daerah pengasiltangkapan hasil laut dan penghasil garam di tingkat Nasional. Berdasarkan data BPSkabupaten Sumenep dalam setahun dapat menghasilkan 532 ton ikan laut per tahun dan tiaptahunnya dapat menghasilkan 286.42 ton garam dari kecamatan Kalianget untuk memenuhipasokan garam Nasional (BPS, 2018). Selain manfaat positif yang dijelaskan diatas, kondisigoegrafis kabupaten Sumenep yang berada di kawasan pesisir tidak lepas dari masalah sosial,ekonomi, dan kesehatan masyarakat pesisir yang identik dengan ketertinggalan danketerbelakangan. Selain masalah ekonomi seperti penghasilan petani garam yang rendah,masalah lain seperti masalah prilaku hidup bersih, sanitasi, buang air besar sembarangan(BABS) kebersihan lingkungan, dan hipertensi menjadi permasalahan utama. Sedangkanprogram edukasi seperti sosialisasi dari Promkes Puskesmas Kalianget, bantuan tempatsampah dan truk pengangkut sampah, pembangunan MCK komunal, bahkan membentukkelompok sadar sampah (POKDARSA) nyatanya belum mampu membuat tiga desa iniberanjak dari permasalahan kebersihan lingkungan. Penelitian ini ingin menjawabpermasalahan masyarakat pesisir dari aspek komunikasi melalui pendekatan Fenomenologi,karena untuk menciptakan komunikasi yang efektif perlu adanya penelitian yangkomprehensif, maka terlebih dahulu mengumpulkan data terkait prilaku kesehatanmasyarakat setempat. Hasil pengumpulan data terkait prilaku kesehatan masyarakat akanmenjadi modal awal untuk memetakan strategi komunikasii untuk meningkatkan partisipasipembudayaan gerakan sehat di masyarakat pesisir khususnya di tiga desa kecamatanKalianget.
INOVASI PEMERINTAH DESA LOBUK DALAM MEWUJUDKAN DESA MANDIRI DAN BERKELANJUTAN Nur Alfiyah; Nur Inna Alfiyah
PUBLIC CORNER Vol 17 No 1 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i1.1869

Abstract

Policies to improve the living standards of people in rural areas it has been widely used in various programs. Various programs that have been implemented through existing policies so far show the impression that there has not been a significant pattern or formula that can continuously improve the standard of living of the people in the village, especially in the villages. So to break the chain of ineffectiveness of the policy, an innovation is needed so that the existing villages can be separated from the uncertainty of the realization of a policy. Innovations that exist at this time can be done by utilizing the sophistication of technology and information in the era of digitalization. One of them is by utilizing the internet as a means of innovation in an effort to develop villages towards independent and sustainable villages. As has been done by Lobuk Village, Bluto District, which is able to create innovation by providing services based on android applications, so the purpose of this research is to see how the innovations made by Lobuk village in realizing an independent village. This study uses a qualitative descriptive method to describe, explain and answer in more detail village problems. The results showed that Lobuk village in an effort to implement existing innovations was able to provide improved services to the community, this was proven by the release of Lobuk Village as the winner in the village and urban village competition as a champion at the East Java Province level as the only and first to become an independent village in Sumenep Regency. Keywords :Innovation, Independent and Sustainable Village, Lobuk Village
SIKAP MAHASISWA DAN ORANG TUA PADA MEDIA PEMBELAJARAN DARING ZOOM MEETING DI MASA PANDEMI COVID-19 maria Yuliastuti; Akhsaniyah .
PUBLIC CORNER Vol 17 No 1 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i1.1880

Abstract

Abstract Three elements in communication, starting from the communicator (source), message, and communicant (message recipient) are needed. There are nine parts in the communication process that are most important, including sender, encoding, message, media, decoding, receiver, response, feedback, and noise. All of these elements have their own challenges when applied during the COVID-19 pandemic. In the process of communicating, of course, there will be no problems when it is done face-to-face. But not during this pandemic, the choice of video conferencing is the most effective choice compared to other media. The results of this study, obtained from both student respondents and parents, gave a positive attitude if Teaching and Learning Activities (KBM) in Higher Education used zoom meetings. However, when viewed from the achievement of Subject Learning Outcomes (CPMK) through zoom meetings, many parents are actually worried about this. In contrast to students who are more worried if they will find it difficult to be actively involved in online classes (Student Engagement) using zoom meetings. Keywords: Attitude, parents, students, Zoom Meeting, Covid-19 Abstrak Tiga unsur dalam komunikasi, mulai dari komunikator (sumber), pesan, dan komunikan (penerima pesan) sangat dibutuhkan. Ada sembilan bagian dalam proses komunikasi yang paling penting, diantaranya adalah sender, encoding, message, media, decoding, receiver, response, feedback, dan noise. Keseluruhan unsur tersebut memiliki tantangan tersendiri ketika diterapkan saat pandemi covid-19. Pada proses berkomunikasi, tentunya akan tidak terkendala ketika dilakukan dengan tatap muka. Namun tidak pada masa pandemi ini, pilihan video conference menjadi pilihan yang utama dirasa paling efektif dibanding melalui media yang lain. Hasil dari penelitian ini, didapatkan baik dari responden mahasiswa ataupun orang tua memberikan sikap positif jika Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Perguruan Tinggi menggunakan zoom meeting. Namun jika dilihat dari ketercapaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) melalui zoom meeting, banyak orang tua justru khawatir akan hal tersebut. Berbeda dengan mahasiswa yang lebih khawatir jika mereka akan kesulitan untuk terlibat aktif di kelas daring (Student Engagement) menggunakan zoom meeting. Kata kunci: Sikap, orang tua, mahasiswa, Zoom Meeting, Covid-19
KUALITAS PELAYANAN TRANSPORTASI WILAYAH KEPULAUAN KABUPATEN SUMENEP Hendriyansyah .; Irma Irawati Puspaningrum; Moh. Hidayaturrahman
PUBLIC CORNER Vol 17 No 1 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i1.2057

Abstract

Kabupaten Sumenep merupakan Kabupaten yang memiliki beberapa kepulauan yangmembutuhkan sarana transportasi sebagai penghubung wilayah kepulauan dan daratan.Perusahaan yang menyediakan sarana transportasi laut tersebut adalah PT. Sumekar danPT. ASDP Indonesia Ferry (Persero). Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikankualitas pelayanan yang diberikan oleh PT. Sumekar dan PT. ASDP Indonesia Ferry(Persero) lintas Kalianget kepada masyarakat dengan menggunakan teori yangdikemukakan oleh Zeithami-Parasuraman-Berry (1990) dalam Harbani Pasolong (2013:135), yang menyebutkan bahwa kualitas pelayanan dapat diukur dari 5 dimensi, yaituTangible (Berwujud), Reliability (Kehandalan), Responsiveness (Ketanggapan), Assurance(Jaminan). Empathy (Empati), dengan metode penelitian kualitatif deskriptif. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa dimensi tangible (berwujud) yang disediakan PT.Sumekar dan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) telah sesuai dengan harapan masyarakatdilihat dari tersedianya fasilitas fisik yang layak dan bisa digunakan dengan baik olehmasyarakat. Meskipun kedua perusahaan memiliki fasilitas fisik yang berbeda. Sedangkanpada dimensi reliability (kehandalan), responsiveness (ketanggapan), assurance (jaminan).empathy (empati), pegawai PT. Sumekar dan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) kurangmaksimal dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat pengguna jasanya.Sehingga diharapkan PT, Sumekar dan PT. ASDP selalu meningkatkan pelayanan untukmemberikan pelayanan yang berkualitas kepada para pengguna jasanya.Kata Kunci : Nyata, Keandalan, Responsif, Jaminan, Empati
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PETANI GARAM UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN EKONOMI Rosilowati Rintiyani; Ida Syafriyani; Roos Yuliastina
PUBLIC CORNER Vol 17 No 1 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i1.2058

Abstract

Program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) merupakan program yangdiperuntukkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan kesempatankerja dalam upaya mendukung swasembada garam nasional dengan prinsip botton-up.Selain itu, program tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan produksi garam sebagaisalah satu implikasi dari target pemerintah dalam rangka menyediakan kebutuhan garam nasional serta mengurangi impor garam. Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiBagaimana Pemberdayaan Masyarakat Petani Garam Untuk Meningkatkan KesejahteraanEkonomi di Desa Karanganyar Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep dalammenciptakan kesejahteraan bagi petani garam. Fokus dalam penelitian ini menggunakanTeori Mardikanto (2003:154) yang mengemukakan empat lingkup kegiatan pemberdayaanmasyarakat yaitu; a)Pengembangan Kapasitas Manusia, b)Pengembangan Kapasitas Usaha,c)Pengembangan Kapasitas Lingkungan dan d)Pengembangan Kapasitas Kelembagaan.Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknikpengumpulan data yang digunakan adalah observasi di lokasi penelitian, wawancaraterhadap informan- informan yang terkait dan dokumentasi. Teknik analisis data yangdigunakan dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikankesimpulan/verifikasi data. Hasil penelitian yang telah dilakukan, yakni meliputia)Pengembangan Kapasitas Manusia, Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep melakukanbentuk kegiatan seperti pelatihan/sosialisasi, rembuk daerah dan sosialisasi daerah yangdilakukan lima kali dalam satu tahun dengan menggunakan media secara langsung/lisan.b)Pengembangan Kapasitas Usaha, sudah sangat baik hal ini dibuktikan dengan adanyalima bantuan dari program Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR) yangdisebarkan ke delapan desa dan tentunya dari bantuan tersebut dapat membantu danmeningkatkan kualitas dan kuantitas pada produksi garam. c)Pengembangan KapasitasLingkungan, sudah terdapat dua jenis bantuan yang diberikan dan tentunya dari bantuantersebut tidak berdampak pada lingkungan. d)Pengembangan Kapasitas Kelembagaan,sudah sangat baik yaitu dibuktikan dengan terciptanya hubungan, koordinasi, kerja samayang baik antara pelaksana program yaitu Dinas Perikanan Kabupaten Sumenep dengandelapan Desa penerima bantuan yang diantaranya ada Koperasi Garam, BUMDes danKelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR). Kata Kunci : Pemberdayaan, Usaha GaramRakyat
PENGUATAN SISTEM KONTEKSTUAL DALAM COLLABORATIVE GOVERNANCE ( STUDI PADA PENGEMBANGAN AGROPOLITAN DI KABUPATEN SUMENEP) Rilia Aisyah Haris
PUBLIC CORNER Vol 17 No 1 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i1.2060

Abstract

Agropolitan sebagai kawasan pedesaan, hutan, dan kesatuan sistem kawasan pertanian yangsaling terintegrasi dan terkoneksi melalui sistem jejaring dapat dikaji sebagai bagian darikajian administrasi publik. Perspektif administrasi publik memandang pengembanganagropolitan sebagai proses pengembangan kawasan agropolitan melalui pendekatan kebijakandan manajemen. Ini merupakan pekerjaan besar yang tidak bisa ditangani oleh pemerintahsaja melainkan harus melibatkan banyak stakeholder yang berlokaborasi dan bersinergisupaya tujuan pengembangan agropolitan untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraanmasyarakat dapat terwujud. Kajian mengenai penguatan sistem kontekstual collaborativegovernance dalam pengembangan agropolitan menjadi penting. penguatan sistem kontekstualini memiliki urgensi yang tinggi sebagai fase awal dalam proses kolaborasi yang menentukanpeluang keberhasilan collaborative governance. Penelitian ini menggunakan metodekualitatif deskriptif dengan teknik analisis data interaktif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa sistem kontekstual collaborative governance dalam pengembangan agropolitanberpotensi sebagai pendorong terbentuknya collaborative governance regimes.Kata Kunci: Pengembangan Agropolitan, Collaborative Governance, Sistem Kontekstual
SMART CITY : KONSEP KOTA CERDAS ERA KONTEMPORER (STUDI KEBIJAKAN SMART CITY DI KABUPATEN SUMENEP) imam hidayat; Hadi Soetarto
PUBLIC CORNER Vol 17 No 1 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i1.2069

Abstract

Abstract Along with the development of the digitalization era, requiring government agencies to take advantage of this potential as a medium in developing the region in a more advanced direction by ensuring the quality of services and good government resources, smart cities are a product of the program after the fall of the new order so that local governments have the power to regulate their regions. independently. The smart city concept itself is expected to be able to answer the challenges of the times along with the rapid world of technology, information or digitalization. It seems that smart cities have been used by local governments in Indonesia, including Sumenep Regency. This study uses a descriptive analysis design by using a qualitative approach to look for symptoms or empirical facts about the existence of a smart city policy in Semenep Regency using a theoretical focus from Pratama (2014), there are six indicators of Smart City success, namely as follows, Smart Economy, Smart People , Smart Governance, Smart Environment, Smart Living. In this study, the collection technique used was observation at the research location, researchers also conducted interviews with informants and continued with documentation. The data analysis technique used in this study uses data reduction, followed by data presentation and conclusion drawing or data verification. The results of research that have been carried out include a) Smart Economy, the government is more intense in encouraging the creation of economic activities by utilizing digital. b) Smart People, collaborative activities with stakeholders as a means of contributing to city development by utilizing technology and information in order to find ideas and designs for the progress of Sumenep Regency. c) Smart Governance, improving the quality of services, both managerial or public information access services, continues to be built and maintained so that the level of public trust in the government is higher. d). Smart Environment, there needs to be an appropriate alternative and solution in preventing environmental problems in Sumenep Regency while still guided by the importance of environmental impact analysis. e). Smart Living, the whole of the obligation to provide public goods and services so that they can be developed in order to be able to adapt to every need of the wider community. Keywords:Smart City, Public Policy Abstrak Seiring dengan berkembangnya era digitalisasi, mengharuskan lembaga pemerintahan untuk memanfaatkan potensi ini sebagai media dalam membangun daerah ke arah lebih maju dengan menjamin kualitas pelayanan dan sumber daya pemerintahan yang baik, smart city adalah produk program pasca jatuhnya orde baru sehingga pemerintah daerah memiliki kekuatan untuk mengatur daerahnya secara mandiri. Konsep smart city sendiri diharapakan mampu menjawab tantangan jaman bersamaan dengan pesatnya dunia teknologi, informasi atau digitalisasi. Nampaknya smart city telah dipakai oleh pemerintah daerah di indonesia tidak terkecuali kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan desain analisis deskriptif dengan melakukan pendekatan kualitatif mencari gejala gejala atau fakta empirik tentang keberadaan kebijakan smary city di Kabupaten Semenep dengan menggunakan fokus teori dari Pratama (2014), terdapat enam indikator keberhasilan Smart City, yaitu sebagai berikut, Smart Economy, Smart People, Smart Governance, Smart Environment, Smart Living. Dalampenelitianinimenggunakan Teknik pengumpulanadalahobservasi pada lokasipenelitian, peneliti juga melakukanwawancarakepadainformaninfroman dan dilanjutkandengandokumentasi. Adapun Teknik analisis data yang digubakandalampenelitianinimenggunakanreduksi data, dilanjutkandenganpenyajian data dan penarikankesimpulanatauverifikasi data. Hasil penelitian yang sudahdilakukan, meliputi a) Smart Ekonomy, pemerintahlebihintensdalammendorongterciptanyakegiatanperekonomiandenganpemanfaatan digital. b) Smart People, kegiatankolaborasidengamstakeakholdersebagaisaranadalammemberikansumbangsihbagipembangunankotadenganpemanfaatanteknologi dan informasi agar menemukan ide dan rancanganbagikemajuanKabupatenSumenep. c)Smart Governance, perbaikankualitaspelayananbaikmanajerialataupelayananaksesinformasipublikterusdibangun dan dijaga agar tingkatkepercayaanpublikterhadappemerintahsemakintinggi. d). Smart Environment, perluadaalternatif dan solusi yang tepatdalammencegahmasalahlingkungan di KabulatenSumenepdengantetapberpedoman pada pentingnyaanalisisdampaklingkungan. e).Smart Living, keseluruhandarikewajibanketersediaanbarangpublik dan jasapelayanan agar tetapdikembangkan agar mampumenyesuaikandengansetiapkebutuhandarimasyarakatsecaraluas. Kata kunci : Smart City, Kebijakan Publik
SMS BLAST SEBAGAI MEDIA PROMOSI PAKET DATA DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN PRODUK PT TELKOMSEL (Studi Kasus Branch Office Sumenep) Anis Kurli; Ahmed David Anugerah; Imam Hidayat
PUBLIC CORNER Vol 17 No 1 (2022): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v17i1.2071

Abstract

AbstractSMS Blast as an advertising medium that is seen as the most effective in everypromotional activity to increase sales of PT Telkomsel Branch Office Sumenep products,namely data packages, because it is directly aimed at consumers who are the company'starget market. Through this promo media, it is hoped that it can increase sales of datapackage sales products on the AS Madura, simPATI and Loop prime card products. Thisstudy aims to explore the role of SMS Blast as an advertising medium for PT Telkomsel'sproducts in increasing sales of data packages. The method used in this research is a casestudy. Case study research is aimed at knowing intensively about the background of theproblem and the position of an event that is currently taking place, as well as theenvironmental interactions of certain social units that are given. The research method used isa case study. The case study was chosen because the object to be studied has a contemporarynature (novelty) which is currently ongoing marketing techniques carried out by the companyto increase sales of each promo of PT Telkomsel product data packages. The results of thestudy show that SMS Blast as an advertising medium has an important role in promoting PTTelkomsel's data package promos according to market segmentation for each of its products.SMS Blast is considered very effective because it directly targets every user of PT Telkomsel'sprime product.Keywords: SMS Blast, Advertising Media, Data PackagesAbstrakSMS Blast sebagai media periklanan yang dipandang paling efektif dalam setiapkegiatan promo untuk meningkatkan penjualan produk PT Telkomsel Branch OfficeSumenep yaitu paket data, karena langsung tertuju kepada konsumen yang menjadi targetpasar perusahaan. Melalui media promo ini diharapkan bisa meningkatkan penjualan produkpenjualan paket data pada produk perdana kartu AS Madura, simPATI dan Loop. Penelitianini bertujuan untuk mengekspor peran SMS Blast sebagai media periklanan produk PTTelkomsel dalam meningkatkan penjualan paket data. Metode yang digunakan dalampenelitian ini adalah study kasus. Penelitian studi kasus ditujukan untuk mengetahui secaraintensif tentang latar belakang permasalahan dan posisi suatu peristiwa yang sedangberlangsung saat ini, serta interaksi lingkungan unit sosial tertentu yang bersifat apa adanya(given). Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Studi kasus dipilih karenaobjek yang akan diteliti memiliki sifat kontemporer (kebaruan) yang saat ini sedang berlangsung teknik pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk meningkatkan penjualan setiap promo paket data produk PT Telkomsel. Hasil penelitian menunjukkan SMSBlast sebagai media periklanan memiliki peranan penting dalam mempromosikan promopaket data PT Telkomsel sesuai segmentasi pasar pada masing-masing produknya. SMS Blastdipandang sangat efektif karena langsung menyasar pada setiap pemakai produk perdana PTTelkomsel.Kata Kunci : SMS Blast, Media Periklanan, Paket Data
Implementasi Fingerprint Pada Pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pamekasan Fajar Surahman
PUBLIC CORNER Vol 13 No 2 (2018): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v13i2.2150

Abstract

Tatakelola birokrasi modern yang ditandai dengan penggunaan sarana dan prasarana yangberbasis pada digitalisasi maka keberadaan sumber daya manusia mensyaratkan untuk selaluberadaptasi dengan arus perkembangan teknologi. Penegakan kedislpinan dalam instansisudah merupakan kebutuhan yang tidak terhindarkan. Penegakan disiplin salah satunyamenyangkut produktifitas kerja terkait penyelesain pekerjaan dengan jam masuk dan waktupulang yang semua itu telah ditetapkan dalam bentuk peraturan yang baku. Dalam rangkamencapai efektifitas penegakan disiplin tersebut implementasi teknologi Fingerprint akanmenjadi basis pengukuran dalam konteks efektifitas penegakan disiplin pengawai dimaksud.Penelitian ini berusaha untuk mengetahui pengaruh implementasi Fingerprint terhadapdisiplin kerja pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pamekasan.Penelitian ini tergolong penelitian explanatory research dengan pendekatan kuantitatif.Sampel yang digunakan adalah 42 responden dengan teknik sampling jenuh. Jenis data yangdigunakan adalah data primer, yaitu pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner.Analisis data yang digunakan adalah regresi linier dengan versi SPSS. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwa penerapan fingerprint berpengaruh positif terhadap disiplin kerjapegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pamekasan.Kata Kunci: Fingerprint, Disiplin Kerja
URGENSI PENERAPAN GOOD GOVERNANCE DALAM MEWUJUDKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK YANG BAIK Agus Sugiyardi
PUBLIC CORNER Vol 14 No 2 (2019): Public Corner
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Wiraraja, Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fisip.v14i2.2171

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the effect of the implementation of goodgovernance on the quality of public services at the Department of Population and CivilRegistration of Pamekasan Regency. This research is classified as explanatory research witha quantitative approach. The sample used was 95 respondents with purposive samplingtechnique. The type of data used is primary data, namely data collection using aquestionnaire. Analysis of the data used is Linear Regression with SPSS. The results of thisstudy indicate that the application of good governance has a positive effect on the quality ofpublic services at the Department of Population and Civil Registration of PamekasanRegency.Keywords: Good Governance, Quality of Public ServiceAbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Penerapan Good Governanceterhadap Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil KabupatenPamekasan. Penelitian ini tergolong penelitian explanatory research dengan pendekatankuantitatif. Sampel yang digunakan adalah 95 responden dengan teknik Purposive Sampling.Jenis data yang digunakan adalah data primer, yaitu pengumpulan data dengan menggunakankuesioner. Analisis data yang digunakan adalah Regresi Linier dengan SPSS. Hasilpenelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan Good Governance berpengaruh positifterhadap Kualitas Pelayanan Publik di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil KabupatenPamekasan.Kata Kunci: Good Governance, Kualitas Pelayanan Publik

Page 9 of 16 | Total Record : 159