cover
Contact Name
Andriyansah
Contact Email
andri@ecampus.ut.ac.id
Phone
+6281317682939
Journal Mail Official
andri@ecampus.ut.ac.id
Editorial Address
Universitas Terbuka, Jl. Cabe Raya Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Diseminasi : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Published by Universitas Terbuka
ISSN : 26552175     EISSN : 26552221     DOI : 10.33830/diseminasiabdimas
Core Subject :
Diseminasi : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat registered with ISSN (Online): 2655-2221 and ISSN (Print): 2655-2175, is a media to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Diseminasi, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Social Education Science Sports Languages Business and Economy Engineering and Vocational Arts others
Arjuna Subject : -
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2023)" : 17 Documents clear
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESADARAN MASYARAKAT MENGENAI KESEHATAN MENTAL Ellyana Dwi Farisandy; Azzahra Asihputri; Jennifer Shalom Pontoh
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i1.5037

Abstract

Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Akan tetapi, masih banyak masyarakat yang kurang memiliki pengetahuan mengenai pentingnya kesehatan mental. Hal inilah yang membuat peneliti bekerja sama dengan Komunitas Berbagicerita.id untuk menyusun kegiatan psikoedukasi kepada masyarakat umum. Pengabdian masyarakat ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian kegiatan dalam rangka HUT Berbagicerita.id dengan tema “Update on Mental Health Condition in Indonesia Post[1]Covid”. Kegiatan ini berjudul Mental Health: Past, Present and Future. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental. Peserta di kegiatan ini yakni 34 peserta. Kegiatan psikoedukasi berjalan dengan baik sesuai susunan acara yang telah direncanakan. Peserta kegiatan sangat antusias dan berpartisipasi aktif dari awal hingga akhir acara. Peneliti berharap kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin dengan subjek yang lebih luas sehingga pengetahuan masyarakat umum mengenai kesehatan mental dapat meningkat.
PEMANFAATAN HOTONG MENJADI TEPUNG SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN RUMAH TANGGA PETANI Muhamad Chairul Basrun Umanailo; Hamiru; Mansyur Nawawi
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i1.5040

Abstract

Kabupaten Buru merupakan penghasil hotong terbesar di provinsi Maluku. Sebagai daerah penghasil hotong banyak petani yang menggantungkan mata pencaharian dengan membudidayakan tanaman tersebut. Dilihat dari manfaatnya, hotong merupakan jenis makanan sehat yang rendah lemak yang baik dikonsumsi oleh segala usia. Tujuan kegiatan ini untuk membantu petani hotong meningkatkan nilai jual hotong yang dihasilkan dengan mengolah hasil panen hotong menjadi tepung. Pengolahan tepung hotong diharapkan dapat meningkatkan perekonomian rumah tangga petani karena selama ini hotong hanya dijual dalam keadaan mentah kepada pengepul atau pembeli langsung dengan harga murah, serta hasil produksi tidak seluruhnya terjual habis. Selain itu mitra akan dibantu dalam hal pengadaan tepung, pengemasan dan pemasaran produk olahan hotong dengan harapan dapat menigkatkan kesejahteraan petani hotong. Kendala yang dihadapi mitra yaitu setiap masa panen hasil pemasaran hotong tidak selalu mencapai nilai maksimal selalu menyisakan hasil produksi hotong yang tidak terjual mencapai 35 persen dan akhirnya dikonsumsi sendiri padahal untuk memproduksi hotong bisa mencapai 4-5 bulan. Permasalahan produk yang dijual dalam bentuk mentah akibat rendahnya pengetahuan petani hotong dalam melakukan diversifikasi hasil pertanian. Kegiatan dilakukan pada program PKM ini berupa pengembangan, antara lain: pelatihan pembuatan tepung serta pemanfaatan tepung hotong sebagai bahan pembuatan kue, upaya ini bertujuan untuk mengurangi kerugian petani akibat rendahnya distribusi hasil panen. Hasil kegiatan menunjukan bertambahnya pengetahuan kelompok petani hotong dalam mengolah hasil panen dalam bentuk tepung serta pengayaan pengetahuan dalam pemanfaatan hotong sebagai bahan dasar pembuatan kue. Kondisi ini diharapkan menjadi pemicu berkembangnya usaha pembuatan tepung hotong yang menguntungkan serta berkelanjutan..
PENGUATAN DESA WISATA DAN OPTIMALISASI UMKM MELALUI PENINGKATAN KUALITAS MANAJEMEN MASYARAKAT KEPULAUAN SERIBU Jaka Warsihna; Imam Farisi; Trini Prastati; Teguh Nursantoso
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i1.5041

Abstract

Pulau Harapan is one of the villages in the Thousand Islands Regency. Pulau Harapan Baru sub-district is the northernmost sub-district and consists of the 33 islands, 4 islands are inhabited by residents, 11 islands are nature reserves, 10 are tourism islands, and 5 forestry islands. Harapan Island is widely known by both local and and 5 forestry islands. Harapan Island is widely known by both local and tourists foreign. This is evident from the large number of tourists, especially local tourists who travel every holiday to Pulau Seribu. According to data from the Tourism Awareness Group, approximately 2,000 local tourists and domestic come to Harapan Island every Saturday-Sunday. They arrived at Harapan Island Saturday morning from Jakarta (Marina Ancol or Kali Adem, Muara Angke), then by fishing boats spread to several islands for tours, especially for diving or snockling, then in the afternoon back to stay and Sunday afternoon back to Jakarta. So many tourists, currently on Harapan Island only stay and eat. With the presence of community service from the Open University for strengthening and optimizing MSMEs so that tourists stay longer, do shopping, and lots of activity. For this reason, UT conducts community service with the Harapan Islands Village Head Partner developing human resources (Teachers and Tourism Awareness Groups) training on the use of ICT, then to Darma Wanita and Majelis Taklim for making fish balls. Results from Pk Mini makes teachers teach more professionally and based on potential and wisdom local, tourism-aware groups that understand tourism management by utilizing technology especially in the promotion and manufacture of souvenirs, as well as culinary emergence made from fish which is favored by tourists. Thus, tourists a lot shop on Harapan Island and improve the welfare of the community in Harapan Island Village ABSTRAKPulau Harapan Baru merupakan salah satu kelurahan di Kabupaten Kepulauan Seribu. Kelurahan Pulau Harapan Baru posisinya kelurahan paling utara dan terdiri dari 33 pulau. Dari 33 pulau tersebut 4 pulau dihuni penduduk, 11 pulau sebagai cagar alam 10 pulau pariwisata, dan 5 pulau kehutanan. Pulau harapan sudah banyak dikenal oleh wisatawan baik lokal maupun asing. Hal ini terbukti banyaknya wisatawan terutama lokal yang setiap hari libur berwisata ke Pulau Harapan. Menurut data dari Kelompok Sadar Wisata, kurang lebih 2000 wisatawan lokal dan domestik datang ke Pulau Harapan setiap Sabtu-Minggu. Wisatawan tersebut datang di Pulau Harapan Sabtu pagi dari Jakarta (Marina Ancol atau Kali Adem, Muara Angke), kemudian dengan perahu nelayan menyebar ke beberapa pulau untuk berwisata terutama untuk diving atau snockling, kemudian sorenya kembali untuk menginap dan Minggu siang kembali ke Jakarta. Begitu banyaknya wisatawan tersebut, saat ini di Pulau Harapan hanya menginap dan makan. Dengan kehadiran pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas Terbuka untuk menguatkan dan optimalisasi UMKM agar wisatawan tinggal lebih lama, melakukan belanja, dan banyak aktivitas. Oleh karena itu Universitas Terbuka melakukan PKM dengan Mitra Lurah Kepulauan Harapan mengembangkan SDM (Guru dan Kelompok Sadar Wisata) pelatihan pemanfaatan TIK, kemudian kepada Darma Wanita dan kelompok majelis taklim pembuatan bakso ikan. Hasil dari PKM ini mampu menghasilkan guru yang professional dan berbasis potensi serta kearifan lokal. Selain itu, kelompok sadar wisata yang memahami pengelolaan wisata dengan memanfaatkan teknologi terutama dalam promosi dan pembuatan cideramata, serta munculnya kuliner berbahan dasar ikan yang digemari oleh wisatawan. Dengan demikian, wisatawan banyak berbelanja di Pulau Tidung dan Pulau Pramuka sehingga mensejahterakan masyarakat di Kelurahan Pulau Harapan.Kata kunci: Penguatan Desa Wisata, Optimalisasi UMKM, Peningkatan Kualitas, manajemen masyarakat, dan Kepulauan Seribu
PEMBERDAYAAN POLITIK MELALUI PEMBERDAYAAN EKONOMI: TIKAR PURUN IDENTITAS UPACARA ADAT MARGA BUAY PEMUKA BANGSA RAJA Meita Istianda; Redi Pirmansyah
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i1.5043

Abstract

Purun (Lepironia Articulata) is not just a mat, but can be meaningful as an economic and political force. As an economic power, because it will drive the people's economy, if the value or benefits can be diversified into other forms, which have a higher selling value. As a political force, because it is able to unite the community in a mutual cooperation activity where social interaction and communication of citizens occurs. Purun which is still needed as a tool for traditional ceremonies, is currently on the verge of extinction, because economically purun is considered unable to improve the community's economy. This community service program aims to increase the benefit value and selling value of purun from just mats, to products that are more in line with community needs and have high selling value. The community service method is a workshop, with the aim of transforming the knowledge and skills of the people of Dusun 2, Muncak Kabau, Buay Pemuka Bangsa Raja, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Workshops are assumed to be an effective method for transferring knowledge and skills.Key words: purun, economic empowerment, political empowermentABSTRAKPurun bukan sekedar tikar, tetapi dapat bermakna sebagai kekuatan ekonomi maupun politik. Sebagai kekuatan ekonomi, karena ia akan menggerakkan perekonomian warga apabila nilai atau kemanfaatannya mampu didiversifikasi dalam bentuk lain yang lebih berdaya jual tinggi. Sebagai kekuatan politik, karena ia mampu menyatukan warga dalam satu kegiatan gotong royong bersama di mana interaksi dan komunikasi sosial warga terjadi. Purun yang tetap dibutuhkan sebagai salah satu alat untuk upacara adat, di ambang kepunahan, karena secara ekonomi tidak mampu memberdayakan masyarakat. Pengabdian masyarakat yang coba digagas ini bertujuan untuk meningkatkan nilai manfaat dan nilai jual purun dari sekedar tikar, menjadi produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan bernilai jual tinggi. Metode pengabdian masyarakat dilakukan dalam bentuk workshop (pelatihan) yang diharapkan akan terjadi transformasi pengetahuan dan keterampilan bagi masyarakat (warga) Dusun 2, Desa Muncak Kabau, Kecamatan Buay Pemuka Bangsa Raja. Workshop diasumsikan sebagai metode yang efektif untuk melaksanakan transfer pengetahuan maupun keterampilan.
PROGRAM PENGEMBANGAN MODEL KAMPUNG CERDAS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI PENDIDIKAN MASYARAKAT DESA TANJUNG REJO, KECAMATAN PERCUT SEI TUAN, KABUPATEN DELI SERDANG, PROVINSI SUMATERA UTARA Sondang Purnamasari Pakpahan; Yusrafiddin; Haholongan Simanjuntak; Syahril
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i1.5044

Abstract

The development program of Smart Village to improve the education motivation of community was carried out in Tanjung Rejo Village, Kec. Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, North Sumatra Province. This program is supported by partners, government and youth organizations in Tanjung Rejo Village. The program is the first of three years planned program. It is hoped that during the three years of the program running, the Open University of UPBJJ Medan will be able to turn Tanjung Rejo Village into a Smart Village with the criteria that the village community is aware of the importance of education for life, for family welfare, for the progress of the village, nation and state; rural communities will improve their education up to university; villager love to read; the youth villagers have a wide range of skills; teachers in the village have good teaching skills; villager officials have professional capabilities in administering village government administration, managing village finances, and processing village statistical data. Thus, it is hoped that the development of human resources in Tanjung Rejo Village will improve in the future.The first year programs in 2022 that had been implemented included (1) activities to equalize public perceptions to increase awareness of rural communities on the importance of early education and reading culture and to increase motivation for higher education for village youth; (2) training activities to analyze learning videos in the UT Online Smart Teacher Portal to improve teaching skills, critical thinking and creative skills for Kindergarten/PAUD, SD, SMP teachers in Tanjung Rejo Village; (3) compiling Environmental Education textbooks as a guide for teachers and parents in teaching students and children to read aloud environmental education books so that students and children love to read, perceive, love, and protect their living environment; (4) Instruct teachers and parents on how to read environmental education textbooks to students and children; (5) publish program activities in newspapers in North Sumatera.Keywords: educational motivation, environmental education, reading attentiveness, smart village,teachers tutoringABSTRAKProgram pengembangan model Kampung Cerdas untuk meningkatkan motivasi pendidikan masyarakat ini dilakukan di Desa Tanjung Rejo, Kec.Percut Sei Tuan, Kab. Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara. Program ini didukung oleh mitra, Pemerintahan Desa dan Karang Taruna Desa Tanjung Rejo. Program ini merupakan program tahun pertama dari tiga tahun yang direncanakan. Diharapkan selama tiga tahun program berjalan, Universitas Terbuka UPBJJ Medan akan mampu menjadikan Desa Tanjung Rejo menjadi Kampung Cerdas dengan kriteria masyarakat desa sadar akan pentingnya pendidikan bagi kehidupan, bagi kesejahteraan keluarga, bagi kemajuan desa, bangsa dan negara; masyarakat desa akan meningkatkan pendidikan hingga perguruan tinggi; masyarakat desa gemar membaca; pemuda desa memiliki berbagai keterampilan; guru di desa memiliki keterampilan mengajar yang baik; aparat desa memiliki kemampuan profesional dalam menyelenggarakan administrasi pemerintahan desa, pengelolaan keuangan desa, dan pengolahan data statistik desa. Dengan demikian, diharapkan pembangunan dan pengembangan SDM di Desa Tanjung Rejo akan meningkat di masa depan
MOOCS PARENTING SEBAGAI UPAYA PELIBATAN ORANGTUA PADA PENDIDIKAN ANAK INDONESIA Mukti Amini; Siti Aisyah; Mutiara Magta; Dian Novita
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i1.5045

Abstract

Various parties, especially parents, can carry out children's education. Education by parents is included in the informal channel. To properly educate children, parents need to receive adequate provisions so that parents can educate and care for their children based on their needs and the development of children. This provision can be provided in various formats, including online training packaged as Massive Open Online Courses (MOOCs) Parenting. MOOCs Parenting, prepared by the ECE-UT study program team, consists of 6 main topics: child growth and development, healthy eating, the concept of playing in children, playing time, discipline, and effective discipline. For each subject, a discussion space is provided to discuss the topic according to the time allotted. In addition, independent exercises and formative tests are also offered in each case as feedback to participants on the issues raised. At the end of the Moocs session, a competency test was given, which consisted of 20 objective questions that tested participants' mastery of the six previous topics. Participants who actively complete all issues and take competency tests will receive a certificate. In 2022, Moocs parenting has been opened starting in July 2022 and is being attended by 119 participants. Currently, some participants have been able to complete the MOOCs online training and are entitled to a certificate. At the end of the session, a MOOCs evaluation form was also prepared, which was helpful for managers in ECE-UT study programs to make improvements to Moocs Parenting from time to time.Key words: MOOCs, ParentingABSTRAKPendidikan anak dapat dilakukan oleh berbagai pihak, terutama orang tua. Pendidikan oleh orang tua ini termasuk dalam jalur informal. Agar dapat mendidik anak dengan tepat, orang tua perlu mendapat pembekalan yang memadai, agar orang tua dapat mendidik dan mengasuh anaknya berdasarkan kebutuhan dan perkembangan anak. Bekal ini dapat disediakan dalam berbagai format, antara lain melalui pelatihan daring yang dikemas dalam bentuk Massive Open Online Courses (MOOCs) Parenting. MOOCs Parenting yang disiapkan tim prodi PGPAUD UT terdiri dari 6 topik utama yaitu pertumbuhan dan perkembangan anak, makan sehat, konsep bermain pada anak, waktu bermain, disiplin, disiplin efektif. Pada setiap topik disediakan ruang diskusi untuk membahas topik sesuai waktu yang disediakan. Selain itu juga disediakan latihan mandiri dan tes formatif pada tiap topik, sebagai umpan balik pada peserta terhadap topik yang diangkat. Pada akhir sesi MOOCs diberikan uji kompetensi yang terdiri dari 20 soal objektif yang menguji penguasaan peserta terhadap keenam topik sebelumnya. Peserta yang aktif menyelesaikan semua topik dan mengerjakan uji kompetensi akan mendapatkan sertifikat. Pada tahun 2022 ini, MOOCs parenting telah dibuka mulai bulan Juli 2022, dan diikuti 115 peserta. Saat ini, sebagian peserta telah mampu menyelesaikan pelatihan daring MOOCs dan berhak mendapatkan sertifikat. Pada akhir sesi juga disiapkan form evaluasi MOOCs yang berguna bagi pengelola di prodi PGPAUD UT untuk melakukan penyempurnaan MOOCs Parenting ini dari waktu ke waktu.
PEMASARAN DIGITAL MELALUI TIKTOK SHOP DAN SHOPEE PADA PRODUK NSR CARICA DESA BAWANG KABUPATEN BATANG Dian Ratu Ayu Uswatun Khasanah; Moh. Muzammil; Lusi Rachmiazasi Masduki; ETI FERAWATI
Diseminasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2023)
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat- LPPM Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/diseminasiabdimas.v5i1.5046

Abstract

NSR Carica ,merupakan UMKM yang berada di Desa Bawang Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Usaha NSR Carica memiliki produk yaitu minuman kemasan sejenis manisan berkuah manis yang segar dan nikmat. Buah Carica yang berasal dari dataran tinggi Dieng, diolah sedemikian rupa sehingga menjadi produk yang dapat memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Hal ini karena buah carica yang hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng, sehingga merupakan buah yang langka dan olahannya pun sering dicari konsumen sebagai buah tangan para pembelinya. Dari desa Bawang ke Dieng hanya butuh waktu 30 menit. Sehingga buah carica mudah didapatkan. Olahan buah carica ini memiliki potensi ekonomi yang sangat bagus. Buahnya yang langka, membuat para konsumen merasa penasaran akan rasa dan bentuknya. Pemasaran yang dilakukan masih konvensional dengan cara door to door dan titip di toko, pasar, dan tempat wisata. Dari situ waktu dan tenaga menjadi tidak efisien. Sehingga diberikan solusi dari tim pengabdian masyarakat yang terdiri dari dosen dan mahasiswa UT Semarang, yaitu pelatihan dan pendampingan pemasaran carica melalui media sosial tiktok shop dan shopee. Kegiatan berupa ceramah, praktik langsung pembuatan toko virtual di tiktok shop dan shopee, juga upload produk. Hasil yang didapatkan dari pengabdian masyarakat ini sangat dirasakan dengan adanya penambahan jumlah karyawan dan naiknya penjualan dan meluasnya pengenalan produk NSR Carica. Sebelum adanya pelatihan dan pendampingan pengabdian kepada masyarakat, karyawan ada 5 orang termasuk owner. Setelah adanya kegiatan pengabdian masyarakat tim dosen dan mahasiswa UT Semarang, kayawan menjadi 9 orang. Penjualan juga yang awalnya produksi 35-50 pack perminggu meningkat menjadi 50-100 pack perminggu.Dalam 1 pack kemasan terdapat 6 cup minuman NSR Carica.

Page 2 of 2 | Total Record : 17