cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 189 Documents
Tari Topeng Betawi: Kajian Filosofi dan Kajian Simbolis Finney Lavenery Akanfani; Asharya Febrian Hendie; Adi Kurniawan Daud; DiaKristina Kristina; Isak Padakari
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v5n2.p90-100

Abstract

Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki ciri khas dalam keseniannya. Ciri khas kesenian tersebut tumbuh sesuai dengan  budaya dan kepercayaan masyarakat setempat. Di dalam masyarakat Betawi, terdapat sebuah seni yang muncul berupa tarian, yaitu Tari Topeng Betawi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan Tari Topeng Betawi melalui kajian filosofi dan kajian simbolis. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode kualitatif. Sumber data diambil melalui artikel internet, buku, jurnal, dan penelitian sebelumnya. Teori yang dipakai untuk mencari makna tarian di dalam tulisan ini adalah teori semiotika model Pierce. Tarian Topeng Betawi tergolong tarian tradisional kerakyatan yaitu tarian tradisional yang berkembang di dalam masyarakat biasa (bukan dikalangan bangsawan), dan juga mengedepankan nilai-nilai religius, simbolis, dan filosofi. Di dalam tarian Topeng Betawi terdapat beberapa makna simbolis dan filosofi pada pakaian dan atribut yang digunakan. Dalam Tarian Topeng Betawi terdapat tiga jenis topeng yang dipakai secara bergantian selama tarian berlangsung. Pertama-tama diawali dengan topeng berwarna putih yaitu gerakannya berkarakter lembut, yang berikutnya penari menggunakan topeng berwarna merah muda dengan gerakan yang lincah, dan yang terakhir topeng berwarna merah dengan gerakan yang melambangkan orang penuh amarah.
PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5) MELALUI PENCIPTAAN KARYA SENI TARI GULMA PENIDA PADA KURIKULUM MERDEKA Sudibya I Gusti Ngurah; Arshiniwati Ni Made; Sustiawati Ni Luh
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan referensi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) melalui penciptaan karya seni Tari Gulma Penida pada sekolah yang menyelenggarakan program pendidikan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan mengkaji berbagai sumber untuk memperoleh makna yang mendalam untuk menjawab suatu permasalahan terkini. Hasil penelitian ini menemukan bahwa proses penciptaan karya seni Tari Gulma Penida melalui metode penciptaan Alma Hawkins dengan tahap (1) eksplorasi, (2) improvisasi, serta (3) pembentukan, ini dapat digunakan guru sebagai sumber belajar untuk memfasilitasi, membimbing, maupun memotivasi proyek penciptaan karya seni Tari Nusantara peserta didik. Proses penciptaan Tari Gulma Penida dalam mengeksplorasi kearifan lokal masyarakat Nusa Penida sesuai dengan tema Kearifan Lokal pada Kurikulum Merdeka. Kearifan lokal tersebut merupakan kebiasaan masyarakat dalam budidaya rumput laut serta teknik tenun kain rangrang sebagai kerajinan yang diwariskan secara turun temurun. Tari Gulma Penida mengungkap kemampuan masyarakat Nusa Penida dalam meningkatkan nilai tanaman yang dianggap tidak bermanfaat atau gulma menjadi tanaman yang dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Pemanfaatan proses penciptaan Tari Gulma Penida sebagai sumber belajar projek penciptaan karya seni Tari Nusantara dapat mengembangkan Profil Pelajar Pancasila pada enam dimensi yakni (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; (2) Berkebinekaan global; (3) Bergotong-royong; (4) Mandiri; (5) Bernalar kritis; serta (6) Kreatif.
SANDUR ANTARA TONTONAN DAN TUNTUNAN Arif Hidajad; Autar Abdillah; Indar Sabri; Welly Suryandoko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research tries to express analytically a phenomenon of transformation era with it’s influence and result. The influence relates to value. This new value of selenium can change life of social in structure, and also arranges implementation of public. Artistry of public as stripper public culture product, more or less experiencing friction of either in function and also its existence. This research using sociological theatre tries to analyzes the product existence with modern culture product. Modern idea that producing practical patterned thinking, individualist as a result of system value which transform. The friction is aspect function of from solidarity and emancipation of supporter public to different value. Artistry existence of public as social institute sub hardly determines continuous tradition of the past. Ledok Kulon as a outskirts of course also has arranging value. Influence of television as a product of transformation era of course also brings as result of other in arranging value. Existence of Sandur as public culture product has meaning in transformation era with its globalization. Economic and other social element science of course related to causality generated. Presence of public theatre of Sandur in the middle of public is being experiences friction of the value, be a real interesting study to be expressed. Artistry of public that is full value expressed through phonetic symbol in artistry, returns to emerging and deflecting stays in change to arrange value. Existence of Sandur public theatre is reasoning of importance of value in this transformation era, of course television becomes side effect as media and also as influence to value. Importance function and collective life of public becomes reasoning of this art, in form and also philosophy.
TARI REMO MUNALI FATAH SEBAGAI SUMBER KONSERVASI (PENGEMBANGAN) TARI REMO GAYA SURABAYAN Retnayu Prasetyanti Sekti
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 5 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memfokuskan pada objek tari Remo Munali Fatah, yaitu tari Remo gaya Surabayan yang menjadi sumber dari konservasi tari Remo gaya Surabayan di Surabaya. Tujuan dari penelitian ini, yaitu: 1. Menganalisis tari Remo Munali Fatah sebagai rujukan sumber konservasi tari Remo gaya Surabayan. 2. Mendeskripsikan garap gerak penyajian tari Remo Munali Fatah sebagai sumber tari Remo bentuk lepas gaya Surabayan. Teori dan konsep merujuk pada tari Remo, manusia modern, tradisi dan inovasi. Metode penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan: observasi, wawancara, studi dokumen (dokumentasi), dan perekaman. Lokasi penelitian di Surabaya dan sekitarnya. Analisis data menggunakan tahapan: reduksi data, penyajian data, simpulan Keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi sumber, metode dan waktu. Hasil penelitian adalah tari Remo Munali Fatah telah dikenal dan tersebar di masyarakat Surabaya. Selain karena Munali Fatah sebagai pangreman ludruk yang terampil dan handal, terdapat peran insitusi RRI Surabaya yang ikut mempublikasikan tari Remo tersebut di masyarakat. Garap gerak penyajian tari Remo Munali Fatah mempunyai cirikhas, yaitu terdapat struktur gerak yang meliputi 3 kelompok gerak (budhalan, inti, ulihan), falsafah konsep ngelana, yaitu sebagai perjalanan hidup manusia, penjiwaan gerak tari tenang, tegas, dan berwibawa. Cirikhas tersebut yang masih dirujuk dalam konservasi tari Remo gaya Surabayan di masa kini. Kata kunci: tari Remo Munali Fatah, konservasi, gaya Surabayan
ANALISIS MATA KULIAH PRAKTIK SAAT PEMBELAJARAN DARING Fitri Daryanti; Nabila Kurnia Adzan; Goesthy Ayu M.D.L
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p17-32

Abstract

Di masa pandemi covid 19, seluruh lembaga pendidikan menerapkan sistem pembelajaran secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pembelajaran daring pada mata kuliah praktik dengan menggunakan model evaluasi CIPP. Sumber data dalam penelitian berupa dokumen perkuliahan praktik, metode dan strategi pembelajaran praktik, media dan produk pembelajaran, sarana-prasarana pembelajaran daring, hasil pengamatan serta wawancara terhadap para responden, yaitu mahasiswa program studi pendidikan tari FKIP Unila, dosen pengampu mata kuliah (evaluator internal), dan rekan sejawat (evaluator eksternal). Hasil penelitian mengidentifikasikan bahwa pembelajaran melalui sistem daring sulit diterapkan pada mata kuliah praktik, terutama pada praktik tari. Pelaksanaan pembelajaran menujukan hasil yang kurang maksimal, dilihat dari aspek konteks-input-proses-produk. Hasil evaluasi kontek menunjukan bahwa pada aspek perencanaan pembelajaran pengampu mata kuliah (peer grup) meskipun telah berkoordinasi untuk menentukan materi dan metode yang tepat melalui LMS. Namun, tidak sepenuhnya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Evaluasi input menunjukkan permasalahan pada sarana dan prasarana yang didukung oleh jaringan internet serta gawai yang digunakan belum sepenuhnya support dengan sistem yang digunakan. Evaluasi proses menunjukan bahwa video yang digunakan tidak jelas dan memiliki keterbatasan pada sudut pandang yang lain, dosen dan mahasiswa belum semuanya menguasai sistem yang digunakan dengan baik. Evaluasi produk menunjukan bahwa rata-rata nilai yang diperoleh mahasiswa berkategori cukup dan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring secara sinkronous dan asinkronous tidak dapat diterapkan di semua jenis mata kuliah praktik, diperlukan perkuliahan dengan sistem blended.
Artikel Rekonstruksi Seni Pertunjukan Gendruwon Ayon-Ayon Desa Mulyoagung Kecamatan Singgahan: Rekonstruksi Rama Suluh Mustofa; Eko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p64-73

Abstract

Gendruwon Ayon-Ayon adalah seni pertunjukan (seni rakyat) yang disajikan dalam acara tertentu seperti hiburan dan hajatan di dalamnya mengandung unsur seni musik, tari dan teater. Cikal-bakal kesenian tersebut berasal dari Mbah Kerto Jais. Setelah meninggal, beliau digantikan oleh Bapak Hartoyo selaku keturunan dan pimpinan kelompok Simo Ludro. Tujuan penciptaannya yaitu sebagai salah satu bentuk ritual tolak bala. Masyarakat setempat masih meyakini seni rakyat sebagai budaya yang kental spiritual. Kondisi Gendruwon Ayon-Ayon saat ini dinilai sudah tidak menarik, sehingga membuat eksistensinya terancam. Ditinjau dari tekstualnya, unsur gerak dan musik dalam pertunjukannya belum memunculkan estetikanya. Hal tersebut yang membuat peneliti tertarik untuk merekonstruksi Gendruwon Ayon-Ayon kelompok Simo Ludro Desa Mulyoagung dengan landasan teori bentuk dan pengembangan. Metode atau pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif guna mendeskripsikan secara detail bentuk dan pengembangan pertunjukan yang dilakukan dalam serangkaian proses rekonstruksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan melalui pengembangan gerak tari dan musikalitas dapat membuat pertunjukan lebih bernilai estetis, selain itu mengembangkan unsur ritual (trance) dapat meningkatkan minat masyarakat setempat untuk mengapresiasi dan melestarikannya. Hal itu dikarenakan nilai yang terkandung dalam Gendruwon Ayon-Ayon Kelompok Simo Ludro Desa Mulyoagung relevan seiring perkembangan zaman.
DIMENSI DRAMATIK-PERFORMATIF DAN REPRESENTASI MASYARAKAT KONSUMSI DALAM PEMENTASAN DRAMA “DOR” OLEH TEATER API INDONESIA Deny Tri; Indra Tjahyadi
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p33-42

Abstract

Penelitian ini berfokus pada terhadap struktur performatif-dramatik dan identitas masyarakat konsumsi yang direpresentasikan dalam pementasan drama non-realis berjudul“Dor” oleh Teater Api Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur performatif-dramatik dan identitas masyarakat konsumsi yang direpresentasikan dalam pementasan drama non-realis berjudul “Dor” oleh Teater Api Indonesia. Dalam penelitian ini teori Struktur Performatif-Dramatik drama Mario Klarer digunakan sebagai landasan analisis struktur pementasan drama, teori Representasi Stuart Hall digunakan sebagai landasan pemahaman mengenai representasi, dan teori Masyarakat Konsumsi Jean Beaudrillard digunakan sebagai landasan pemahaman mengenai fenomena masyarakat konsumsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna yang terdapat dalam pementasan drama non-realis berjudul “Dor” oleh Teater Api Indonesia. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan bahwa 1) pementasan drama tersebut merupakan pementasan drama yang tidak menggunakan unsur bahasa verbal, dan 2) dalam pementasan tersebut representasi masyarakat konsumsi dihadirkan melalui adegan, properti pementasan, dan bentuk pementasan.
PADA GELAHANG: INTERCULTURAL TOLERANCE PADA KOMUNITAS RAGA BALI DI SURAKARTA Bondet Wrahatnala; Danu Baskara
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p1-16

Abstract

Artikel ilmiah ini ditulis dengan maksud mengkisahkan aktivitas membangun toleransi melalui ruang Komunitas Raga Bali. Sebuah komunitas musik yang memiliki kesadaran pengetahuan toleransi keberagaman dengan menjalankan prinsip local genius budaya Bali bernama Pada Gelahang. Perspektif fungsionalisme digunakan untuk memahami 1) struktur, 2) fungsi, dan 3) tindakan pada komunitas Raga Bali sebagai komponen-komponen yang bekerja atau dipakai dalam menanamkan toleransi. Komponen-komponen pada setiap kegiatan komunitas Raga Bali diyakini memiliki fungsi-fungsi edukasi toleransi multikultiralisme. Hasil simpulan dari Artikel ilmiah ini adalah 1) dalam struktur organisasi, I Komang merupakan inisiator dan relawan yang pertama, pemilik ide dan inisiator yang membentuk dan membangun Komunitas Raga Bali sebagai Laboratorium budaya untuk mengembangkan sikap-sikap toleransi dalam konsep Pada Gelahang. 2) Di dalam Komunitas Raga Bali, I Komang dibantu oleh Mukhlis. Mukhlis menjalankan peran fasilitator yang mengimplementasi konsep ke dalam kegiatan atau hal-hal yang harus dilakukan dalam memfasilitasi anggota Komunitas Raga Bali belajar sesuai dengan keadaan atau kenyataan yang diinginkan oleh I Komang atau kesepakatan komunitas. 3) implementasi Pendidikan toleransi pada komunitas adalah kegiatan sosial dibalik proses pelatihan Gamelan Bali. Komunitas ini menghayati toleransi melalui bentuk interaksi musikal, Memainkan sebuah sajian musik Gamelan Bali diharuskan untuk menggunakan sikap bergotong-royong, saling peduli, menjaga stabilitas sosial, dan lain sebagainya.
ANALISIS NILAI MORAL DALAM LAGU-LAGU TRADISIONAL BANYUWANGI Chandra Ayu Proborini; Luri Santika Ratri
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n2.p1-9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral yang ada dalam lagu-lagu tradisional Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah beberapa lagu tradisional Banyuwangi, antara lain adalah; Donge Mekar, Kembang Pethetan, dan Kembang Galengan dengan objek penelitian yaitu kandungan nilai-nilai moral dalam lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa nilai moral yang terkandung dalam lagu-lagu tradisional Banyuwangi, yaitu nilai moral dalam hubungan manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan dirinya sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain, dan hubungan manusia dengan lingkungan.
SIMBOLISASI BUNGA MAWAR DALAM PERTUNJUKAN PANTOMIM “BEAUTY AND THE BEAST” KARYA SHERLLY CINDYA FRANCISCA (TINJAUAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE): (TINJAUAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE) Shofi Sotya Sinarawatti; Indar Sabri
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p43-50

Abstract

Bunga mawar sering diartikan sebagai tanda cinta begitu pula dalam cerita dongeng “Beauty and The Beast”. Banyaknya versi dari cerita “Beauty and The Beast” menjadikan pertunjukan karya Sherlly Cindya Fancisca berbeda karena menggunakan konsep pantomim yang lebih menekankan gerak isyarat dan tanda untuk menyampaikan pesan. Kajian ini bertujuan untuk membedah tanda dan makna Bunga Mawar dalam pertunjukan “Beauty and The Beast” karya Sherlly Cindya Francisca yang berkonsep pantomim. Diharapkan dengan adanya kajian ini, masyarakat bisa lebih mudah memahami makna dari pertunjukan pantomim “Beauty and the Beast” dan menjadikan kajian ini sebagai referensi di kemudian hari. Metode deskriptif kualitatif dipilih penulis untuk mengkaji lebih detail dalam mendeskripsikan makna simbol Bunga Mawar dalam pertunjukan “Beauty and The Beast” karya Sherlly Cindya Fancisca. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Penulis mengkaji penelitian ini menggunakan analisis semiotika triadik dari Charles Sanders Pierce. Penelitian ini menghasilkan segitiga makna tanda yakni (1) Bunga mawar sebagai objek yaitu Simbol; (2) Representasi Bunga mawar yaitu kutukan; (3) Bunga mawar menimbulkan interpretasi yaitu cinta sejati. Dari ketiga unsur tersebut dapat disimpulkan bahwa bunga mawar merupakan takdir yang mempengaruhi perputaran roda kehidupan para tokoh. Hal ini memberikan pemahaman kepada penonton bahwa representasi dalam pertunjukan mempengaruhi interpretasi penonton terhadap objek, yaitu simbol Bunga Mawar.