cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 189 Documents
ROKAT PANḌHÂBÂ SEBAGAI PERTUNJUKAN BUDAYA MASYARAKAT MADURA DI KABUPATEN SUMENEP Rahayu, Eko Wahyuni; Ch.R., Wisma Nugraha; Kusmayati, A.M Hermien
GETER Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokat pan?hâbâ adalah ritual tradisi dalam kehidupan masyarakat Madura yang diselenggarakan bagi orang pan?hâbâ, yaitu orang-orang yang kelahirannya identik dengan pandawa (Jawa: wong sukerta). Dalam mitos masyarakat Madura, orang-orang yang termasuk dalam kategori orang pan?hâbâ diyakini dalam perjalanan kehidupannya akan mendapatkan kesialan atau tertimpa kemalangan. Rokat pan?hâbâ dilaksanakan pada intinya bertujuan untuk membebaskan orang pan?hâbâ dari ancaman yang dapat mengganggu kehidupan, baik kehidupan secara individu maupun keluarga. Tulisan ini akan mengungkap keunikan penyelenggaraan rokat pan?hâbâ sebagai peristiwa budaya masyarakat Madura khususnya di wilayah Kabupaten Sumenep. Hasil analisis menunjukkan, bahwa pelaksanaan rokat pan?hâbâ dalam tradisi masyarakat Madura di Sumenep dilakukan dengan rangkaian bermacam ritual dan perlengkapan sesaji baik berupa bahan-bahan makanan yang masih mentah, makanan siap saji, perlengkapan rumah tangga dan perlengkapan busana, serta menghadirkan seni pertunjukan sebagai sarana ritual utama. Adapun rangkaian kegiatan ritual secara inti meliputi empat tahap yaitu, (1) pergelaran topèng ?hâlâng lakon Murwakala (Bathara Kala), (2) ritual bersuci, (3) ritual pembayaran ijab kabul, dan (4) ritual penebusan. Penyelenggaraan rokat pan?hâbâ dengan berbagai elemen pendukung dan segala tata cara pelaksanaannya merupakan gejala sosial atau sebuah peristiwa ?pertunjukan? atau lebih tepatnya sebagai ?pertunjukan budaya? sebagaimana yang terkonsepsikan oleh Milton Singer.Kata kunci: rokat pan?hâbâ, pertunjukan budaya, Madura.
IRINGAN MUSIK TEATER MAMANDA TUBAU KALIMANTAN SELATAN Najamudin, Muhammad; Riadi, Husni
GETER Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Unsur menyanyi, tari dan humor sebagai unsur pelengkap yang tak terpisahkan dari pertunjukan teater tradisional. Musik merupakan domain pelengkap dari sebuah cerita yang terdapat dalam senuah naskah drama. Berdasarkan pengamatan dilapangan belum ada pendokumentasian iringan musik mamanda tubau di Kalimantan Selatan. Jenis pendekatan dalam penelitian ini deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian iringan musik mamanda tubau ansambel campuran, karena dimainkan oleh beberapa instrumen musik yang berbeda-beda dan dimainkan secara serentak. Iringan musik Mamanda Tubau secara garis besar dimulai pada pratontonan, sidang kerajaan, konflik, leraian, dan penutup.  Sedangkan alat musik yang digunakan yaitu, babun, piul, akurdiun, sarunai, dan agung. Kata kunci: Iringan Musik, Mamanda Tubau, Kal-Sel
PERBANDINGAN KECERDASAN EMOSI KOMPOSISI MUSIK ROCK ASLI DAN ARANSEMEN KE DALAM MUSIK JAZZ Fillamenta, Novdaly; Arfani, Mohammad
GETER Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ritme musik yang berbeda antara musik rock dan Musik Jazz akan menyebabkan kondisi emosi yang berbeda ketika didengarkan oleh manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan antara musik rock dan jazz dalam meningkatkan kecerdasan emosional. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif komparatif menggunakan quasi eksperimental dengan desain pre-test dan post-test, dan dianalisis dengan paired t-test. Subjek penelitian adalah remaja yang mendengarkan musik rock dan jazz di Palembang, sekitar 100 di antaranya dengan kriteria seperti sering mendengarkan musik dan berusia 17-20 tahun. Metode pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling. Musik Rock Asli oleh Metallica dengan tittle judul Nothing Else Matters dan mengatur musik menjadi jazz dengan tittle yang sama oleh Postmodern Jukebox feat Caroline Baran. Emotional Quotient diukur menggunakan skala EI, skor yang lebih tinggi menunjukkan EI yang lebih tinggi.
MONOLOG MUSIKAL PENDEKATAN TEORI DAN PRAKTEK Suryandoko, Welly Welly
GETER Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMonolog musikal merupakan jenis pertunjukan teater monolog yang dimainkan oleh satu orang pemain dengan menggunakan teknik musikal dalam aspek pertujukannya. Praktik monolog ini memaksimalkan keaktoran dengan berbagai spektrum dalam pertunjukan monolog musikal. Keaktoran, menari, bernyanyi dan kemampuan musik. Konsentrasi aktor lebih kompleks pada jenis ini sebab selain kemampuan keaktoran yang kuat juga unsur penguat lain yang telah disebut diatas diolah dengan baik oleh aktor saat melakukan eksplorasi secara berkelanjutan. Tujuan kajian monolog musikal dengan pendekatan teori dan praktik ini agar penulis dapat mensekemakan secara teoritik dan praktik monolog musikal, sebagai jenis pertunjukan monolog yang tidak diperhatikan di Jawa Timur bahkan di Indonesia. Monolog musikal dikaji secara mendalam dalam sebuah pendekatan teoritik yang meliputi esensi monolog musikal, spektrum monolog musikal, dan naskah monolog musikal. Sedangkan, pendekatan praktek monolog musikal terdiri dari, aktor monolog dan keaktoran, aktor monolog dan nyanyian, dan aktor dan tarian. Dua dimensi pendekatan teori dan praktik monolog musikal ini melihat pada pertunjukan monolog musikal yang dilakukan oleh penulis pada pementasan monolog. Terdapat dua macam pertunjukan monolog musikal yang dikaji dalam pendekatan praktek monolog musikal ini yaitu monolog musikal berjudul Selamat Ulang Tahun dan Minto, keduanya merupkan karya naskah dan pertunjukan monolog musikal dipentaskan pada Tahun 2017 dan 2018. Hasil pada teori dan praktik monolog musikal melalui analisis mendalam terhadap dua karya tersebut menghasilkan pendekatan praktik yang tertuang diatas dengan melampirkan dokumentasi pertunjukan monolog musikal ini sebagai penguat kajian.Kata kunci: monolog musikal, teori, praktik
KONSEP GARAPAN TARI TURAK DEWA MUSIRAWAS Rochayati, Rully
GETER Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terbentuknya sebuah karya tari tidak terlepas pada konsep-konsep yang melatarbelakanginya. Konsep garapan tari tidak serta merta hadir dan dapat terwujud dengan mudah. Ada banyak proses yang harus dilaluinya agar konsep tersebut dapat secara utuh  terbentuk dan terjabarkan secara visual. Konsep garapan tari seringkali menjadi masalah bagi seniman tari atau penata, pencipta tari. Hal ini disebabkan karena seniman tari, penata, pencipta tari terkadang menggunakan intuisinya untuk bekerja, membentuk dan memprosesnya. Terkadang mengabaikan konsep teori yang sudah ada. Konsep garapan tari memberikan pengetahuan kepada penikmat, penonton, pengguna tarian tersebut tidak hanya mengetahui tariannya tetapi juga dapat mempelajari konsep garapannya.Metode yang digunakan yang dalam penyusunan tari Turak Dewa ini adalah ekplorasi, improvisasi, pembentukan, dan evaluasi. Setelah terbentuk susunan tari secara lengakap kemudian didiskripsikan dan dituliskan secara runtut dan jelas. Menggabungkan metode berkarya tari dan penulisan (naskah karya tari) agar konsep garapan tari dapat utuh terbaca. Konsep garapan tari Turak Dewa terdiri dari ide gagasan, judul, tema, gerak, penari, pola lantai, tata rias, tata busana, properti, musik iringan tari, tata panggung, tata cahaya. Ditambahkan juga proses penyusunan tari Turak Dewa berdasarkan proses penciptaan tari yang meliputi eksplorasi, improvisasi, pembentukan dan evaluasi. Hasil yang dicapai dalam penulisan ini bahwa tari Turak Dewa sebagai bentuk karya tari dapat dijelaskan dari aspek-aspek tersebut diatas baik konsep garapannya dan proses penggarapannya, dan secara sistematis dapat dialurkan dan didiskripsikan secara jelas serta runtut.
SISTEM PEWARISAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN SENI TRADISI Elvandari, Efita
GETER Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pewarisan merupakan suatu problema kebudayaan dalam dinamika kehidupan manusia. Proses pewarisan dipandang sebagai salah satu kegiatan pemindahan, penerusan, pemilikan antar generasi dalam rangka menjaga tradisi dalam sebuah silsilah keluarga yang bergerak secara berkesinambungan dan simultan. Tujuan pewarisan umumnya untuk menjaga nilai-nilai kebudayaan dari masa lalu, sekaligus upaya untuk menjaga (sakralitas) kesenian tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang sistem pewarisan pada seni tradisi sebagai upaya untuk melestarikan eksistensi kesenian tersebut. Dengan menggunakan teori sistem pewarisan, tulisan ini mengkaji  mengenai jenis pewarisan dan aplikasinya pada seni tradisi, motivasi serta kendala-kendala dalam proses pewarisan seni tradisi, serta upaya yang dilakukan dalam proses pewarisan agar tetap terjaganya kelestarian ekssistensi seni tradisi.
KREATIVITAS PERTUNJUKAN TEK TOK DI PULAU BALI SEBAGAI DAYA TARIK PARIWISATA Widiastuti, Ni Made Dian
GETER Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang (1) struktur pertunjukan Tek Tok dalam pariwisata, (2) unsur kebaruan dalam Tari Tek Tok sebagai daya saing, (3) kostum dan properti Tari Tek Tok, (4) fungsi Tari Tek Tok, (5) Peran Tari Tek Tok bagi masyarakat, serta (6) nilai dalam pertunjukan Tek Tok. Metode yang dipergunakan adalah metode penelitian kualitatif, yaitu penelitian tentang risert yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan (observation), wawancara, teknik rekam dan mencatat. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Tari Tek Tok terdiri dari 6 babak, (2) unsur kebaruan dalam Tari Tek Tok yaitu adanya penggunaan teknologi seperti api (fire) sebagai pendukung pertunjukan, tidak menggunakan instrumen musik tetapi menggunakan vokal, Tari Tek Tok menggabungkan antara perempuan dan laki-laki dalam pementasannya dan hanya menggunakan vokal ?Tek dan Tok?, (3) tata rias dan busana (kostum) yang digunakan dalam Tek Tok berbeda-beda antara tokoh satu dengan yang lainnya, hal ini dilakukan untuk mengetahui karakter masing-masing tokoh. Properti yang digunakan antara lain gada, panah, api, dan dadu, (4) Tari Tek Tok berfungsi sebagai tari balih-balihan yang tidak ada kaitannya dengan agama, melainkan sebagai hiburan, (5) Tari Tek Tok berperan dalam industri pariwisata, penunjang ekonomi pelakunya, dan pengikat solidaritas seniman/masyarakat, (6) dalam pertunjukan Tek Tok terkandung nilai-nilai yang terdiri dari nilai kesetiaan, nilai pendidikan, serta nilai korban suci/ yadnya.Kata kunci: Tari Tek Tok, pariwisata, Bali
PENDIDIKAN INDONESIA : RAMAI DI DAPUR, SEPI DI PANGGUNG ( SEBUAH TINJAUAN PERKEMBANGAN ) Hidajad, Arif
GETER Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK  Pendidikan adalah pondasi sebuah bangsa. Pembentukan pola pikir, bertindak dan mengembangkan lingkungan diajarkan dan di transformasikan melalui dunia pendidikan. Sejarah pendidikan kita belum mempunyai pondasi kultural secara mandiri. Kurikulum yang berkembang belum bisa menghadirkan kebutuhan pembentukan karakter anak didik. Hal tersebut tidak terjadi dengan sendirinya, namun berkaitan dengan politik, ekonomi, dan arah pembangunan bangsa Indonesia.Ditinjau dari sejarah, pendidikan Indonesia selalu mencari formulasi yang tepat. Ketepatan itu baru sebatas kebutuhan pembangunan dan tergantung arah politik pada saat itu. Konsep pendidikan menjadi tidak permanen dan selalu berubah. Dunia pendidikan kita selalu berkaca pada pola pendidikan diluar Indonesia. Padahal secara kultural bangsa tersebut sudah dulu berkembang dan melalui tahapan yang panjang. Sementara kemajuan jaman mendorong kita untuk instan, begitu juga konsep pendidikan yang diadopsi. Padahal secara sejarah kita bisa membuat konsep pendidikan dari keberagaman kultural yang ada. Tanpa harus tergesa menerapkanya dan butuh waktu. Pendidikan hendaknya bisa menjadi seutuhnya selain mencerdaskan juga membentuk manusia yang berkarakter. Pendidikan karakter adalah membentuk insan yang membumu dan tidak asing dengan lingkunganya sendiri. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi dokumen dan pustaka serta pengalaman selama menjadi pengajar.Sebagai bangsa yang merdeka kita tentu mempunyai karakteristik yang berbeda dengan bangsa lain. Selama ini kita selalu mengadopsi pola pendidikan kita dari luar yang tidak berakar dari akar budaya sendiri. Paling tidak kita sudah mempunyai dasar pijakan yaitu kebudayaan yang didalamnya mengandung pemngajaran tentang karakter.  
JEMEK SUPARDI: BERPOLITIK MELALUI KARYA PANTOMIM sabri, indar; Jazuli, Muhammad; Sumaryanto, Totok; Abdillah, Autar
GETER Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan seniman di dunia politik sebagai legislatif sejak era reformasi di Republik Indonesia kian marak. Keberadaan seniman dianggap representatif sebagai salah satu perwakilan dari masyarakat oleh partai politik, keterlibatan seniman dalam dunia politik peraktis terkadang menimbulkan berbagai pertanyaan tentang kesenimannya itu sendiri. ?Seni yang terlibat?dapat diartikan sebagai seni yang memiliki garis lurus yang tegas antara karya dan laku atau menciptakan  karya yang bertema politik, sedangkan kehidupan peraktis sehari-hari seniman justru apolitis. Jemek Supardi merupakan salah satu seniman yang banyak menciptakan karya-karya bertemakan politik namun tidak terjun dalam dunia politik praktis. Teknik pengumpulan data dengan studi pustaka, dokumen dan wawancara yang dipaparkan secara diskriptif. hasil yang didapat adalah sejak Indonesia memasuki era reformasi 1997 hingga saat ini, Jemek Supardi banyak menciptakan karya-karya yang bertemakan politik.Kata kunci : Jemek Supardi, Pantomim, Politik
BODY LABOR TALANG TUWO GLOSARIUM PROJECT TEATER POTLOT DI PALEMBANG Dhony, Nugroho Notosutanto Arhon; -, Hasan
GETER Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengamatan langsung dilaksanakan di Komunitas Teater Potlot dan Pertunjukannya dengan judul Talang Tuwo Glosarium Project yang digelar di Taman Budaya Graha Sriwijaya Jakabaring Palembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Teori Drama. Analisis penelitian ini difokuskan pada kompetensi aktor/aktris dan penulisan naskah lakon, meliputi: gesture (fisik dan vokal) dan penulisan naskah lakon. Hasil penelitian menjelaskan bahwa teater potlot mengangkat teater berjenis kontemporer atau teater modern dan menjadikan tubuh serta vokal aktor/aktris sebagai kekuatan dalam pertunjukannya. Seperti halnya naskah lakon yang ditulis oleh Conie Sema merupakan hasil karya tulis yang kreatif dan imajinatif serta sarat akan makna, pesan-pesan, serta nilai yang terkandung di dalamnya.

Page 2 of 19 | Total Record : 189