cover
Contact Name
Rizki Wahyudi
Contact Email
rizki.key@gmail.com
Phone
+6281329125484
Journal Mail Official
jpkmi@icsejournal.com
Editorial Address
Perum Pasir Indah Blok K. No. 22, Pasir Lor, Kec. Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah 53161, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia)
ISSN : -     EISSN : 2721026X     DOI : 10.36596/jpkmi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), dengan nomor ISSN 2721-026X (online), JPKMI Terdaftar di CrossRef system dengan Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.36596/jpkmi adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh ICSE (Institute of Computer Science and Engineering). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan Teknologi Tepat Guna (TTG), kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia (JPKMI) menerbitkan jurnal empat kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, November. Kontributor dalam jurnal ini merupakan peneliti, dosen dari perguruan tinggi di indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 4: November (2023)" : 9 Documents clear
Peningkatan Literasi Siswa melalui Lapak Baca di Desa Balaweling, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur Amel, Kamelia Nacimento; Bura, Ariston Felix Kopong; Hayon, Paskalia Lodan; Hurint, Wilhelmus Ola; Lawalu, Stephanie Perdana Ayu; Ethelberth, Yohanes Kornelius; Lamawuran, Yosef Dionesius; Kleden, Marianus
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Literasi merupakan seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah. Desa balaweling adalah salah satu desa di Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur. Desa ini menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat melalui MBKM Project Desa, kerja sama Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Katolik Widya Mandira dengan pihak pemerintah desa. Berdasarkan pengamatan awal, desa ini masih rendah soal literasi. Hanya terdapat satu sekolah pendidikan usia dini, satu sekolah dasar, dan satu sekolah menengah pertama. Melihat dari situasi yang ada, dirancang kegiatan pengabdian Literasi Lapak Baca dan Panggung Seni, untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa di lingkup pendidikan dasar dan menengah di desa tersebut. Tujuan dari kegiatan ini adalah melalui literasi dapat meningkatkan kemampuan sosial, dan interaksi anak dengan lingkungannya. Tahapan dari kegiatan ini terdiri dari diskusi, sosialisasi dan pelatihan. Kegiatan ini juga dapat menumbuhkan dan meningkatkan minat anak-anak untuk membaca dari pada menghabiskan waktu untuk bermain. Program ini terlaksana sejak April hingga Juni 2023. Jumlah peserta didik dari sekolah dasar dan menengah pertama yang berpartisipasi sebanyak 315 orang. Hasil evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan, peserta didik antusias dengan adanya kegiatan literasi sehingga, dapat membantu mereka untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan minat dan bakat peserta didik.Abstract: Literacy is a set of individual skills and skills in reading, writing, speaking, counting, and solving problems. The village of balaweling is one of the villages in Witihama district, East Flores district. The village has become one of the sites of the implementation of community service activities through the MBKM Project Village, the cooperation of the Faculty of Social Sciences and Political Sciences of the Catholic University of Widya Mandira with the government of the village. According to preliminary observations, the village is still low in literacy. There's only one school of early childhood education, one elementary school, and one primary secondary school. Looking at the situation, planned activities dedication Literacy Lapak Reading and Art Stage, to improve literacy skills of students in the scope of primary and secondary education in the village. The aim of this activity is through literacy can improve social skills, and interaction of the child with its environment. The stage of this activity consists of discussion, socialization and training. These activities can also grow and increase children's interest in reading rather than spending time playing. The program runs from April to June 2023. The number of pupils from primary and secondary schools that participated as many as 315 people. The results of the evaluation carried out after the activity, the pupils are enthusiastic about the literacy activities so, can help them to add knowledge and enhance the interests and talents of students
Peningkatan Pengetahuan Tentang Konsep Dasar UMKM dan Legalitas Usaha Rohama, Rohama; Melviani, Melviani; Tumanggor, Agustina Hotma Uli; Shinta, Laili Shinta Ayu; Jannah, Ghina Raudhatul
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu bidang usaha penggerak ekonomi bangsa. Aspek yang sangat penting dalam pengembangan UMKM adalah legalitas usaha. Karena dapat mempermudah pelaku usaha dalam mengakses permodalan untuk mengembangkan usahanya lebih besar dan dapat bersaing dengan pelaku usaha. Legalitas adalah bentuk pengakuan negara terhadap suatu perusahaan sehingga dapat dijadikan satu dalam kerjasama dengan berbagai pihak. Kelancaran pemasaran dan penjualan suatu produk juga akan berdampak dengan adanya legalitas usaha sehingga omset atau penghasilan suatu pelaku UMKM dapat mengalami pengembangan dan strata usaha menjadi lebih tinggi. Tujuan yang ingin dicapai dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan  pengetahuan dan pemahaman kepada pelaku UMKM tentang konsep dasar UMKM dan pentingnya Legalitas Usaha. Terdapat 3 tahapan, yaitu observasi dan koordinasi, penyuluhan terkait konsep UMKM dan legalitas usaha kemudian pengukuran keberhasilan kegiatan. Kegiatan penyuluhan dilakukan secara langsung dengan modeto ceramah dengan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 30 orang. Hasil kegiatan pengabdian ini menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan terkait konsep UMKM dan legalitas usaha, dapat dilihat dari hasil persentase yang menunjukkan terjadinya peningkatan pemahaman dari 89% menjadi 100% pelaku UMKM yang mengetahui manfaat legalitas dan 43% menjadi 75% pelaku UMKM mengetahui masa simpan produk yang wajib memiliki izin edar, dengan total responden sebanyak 30 orang. Abstract: Micro, Small and Medium Enterprises (UMKM) is one of the economic drivers of the nation. A very important aspect in the development of UMKM is the legality of business. Because it can make it easier for entrepreneurs to access funding to develop their business larger and can compete with entrepreneur. Legality is a form of state recognition of a company so that it can be made one in cooperation with various parties. The smooth marketing and sale of a product will also affect the legality of the enterprise so that the turnover or income of a UMKM actor can undergo development and the strata of enterprise becomes higher. The aim of this community service programme is to provide knowledge and understanding to UMKM stakeholders about the basic concepts of UMKM and the importance of the legality of the enterprise. There are three stages, namely observation and coordination, elaboration related to the UMKM concept and legality of enterprise and then measurement of the success of activities. The results of this dedication show that there has been an improvement in knowledge related to the concept of UMKM and legality of the enterprise, can be seen from the percentage results that showed an increase in understanding from 89% to 100% of the UMKM perpetrators who know the benefits of legality and 43% to 75% of the umkm perpetrator know the storage time of the product that is required to have a license edar, with a total of respondents as many as 30 people.
Program Pemberian Stretching Exercise untuk Mengatasi Masalah Neck Pain di RW 21 Mojosongo, Jebres, Surakarta: Pengabdian Kepada Masyarakat Fitri, Faizah Nurul; Safitri, Firda Yulitria; Rahmawati, Herlina Putri; Afendi, Irfan; Ardi, Muhamad Imawan; Slamet, Nadiyah Safira; Arini, Nanda Vivi; Romadhoni, Dea Linia
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Nyeri leher merupakan penyakit multifaktorial, dan merupakan masalah utama dalam masyarakat modern. Berdasarkan analisis situasi, maka program yang diprioritaskan adalah membantu masyarakat untuk menambah pengetahuan mengenai neck pain serta penanganannya untuk mengurangi tingkat nyeri pada leher, melalui pendekatan promotif, preventif, dan rehabilitatif menggunakan leaflet. Peserta yang mengikuti kegiatan terdiri dari 12 orang dengan hasil kegiatan berupa peningkatan pengetahuan masyarakat dari 4 peserta dengan tingkat pengetahuan baik menjadi 9 orang, serta terdapat penurunan nyeri yang dirasakan oleh peserta. Penurunan nyeri diukur menggunakan alat ukur Numeric Rating Scale (NRS) dalam pengukuran nyeri diam terdapat 8 peserta nyeri sedang dan 4 peserta nyeri ringan menurun menjadi 1 peserta nyeri sedang, 7 peserta nyeri ringan dan 4 peserta tidak merasa nyeri, sedangkan nyeri tekan terdapat 1 peserta nyeri sedang, 4 peserta nyeri ringan, dan 7 peserta tidak nyeri, menurun menjadi 2 peserta nyeri ringan dan 10 peserta tidak merasakan nyeri lagi.Abstract: Neck pain is a multifactorial condition and a major problem in modern society. Based on the situation analysis, the priority program is to help the public increase their knowledge about neck pain and its treatment to reduce the level of neck pain through promotive, preventive, and rehabilitative approaches using leaflets. The participants who took part in the activity consisted of 12 people and the results of the activity were an increase in public knowledge from 4 participants with a good level of knowledge to 9 people and there was a reduction in the pain felt by the participants. The reduction in pain was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). When measuring silent pain, there were 8 participants with moderate pain and 4 participants with mild pain, decreasing to 1 participant with moderate pain, 7 participants with mild pain, and 4 participants with no pain. while there was 1 participant with pressure pain when measuring moderate pain, there were 4 participants with mild pain and 7 participants with no pain, decreasing to 2 participants with mild pain and 10 participants with no pain
Re-Rubbish dalam Upaya Mewujudkan Konsep Green Village di Desa Kasembon Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang Wiraguna, Rayie Tariaranie; Mukti, Antik Dwi; Nafi’ah, Nisbatun; Zaini, Hamdhan
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Desa Kasembon terletak di Kabupaten Malang yang terdapat pabrik triplek dimana aktivitas warga dan pabrik dapat menghasilkan sampah dan limbah serta hanya ditimbun di halaman rumah kemudian dibakar sehingga menimbulkan adanya polusi udara. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibutuhkan sebuah upaya yakni dengan menggunakan konsep Green Village dengan sosialisasi penyuluhan Bank Sampah dan pelatihan keterampilan olahan sampah dan limbah. Tahapan Kegiatan ini terdiri dari  sosialisasi dan diskusi, demonstrasi, dan evaluasi kegiatan dengan pengisian posttest. Kegiatan dikatakan berhasil dengan tingkat kepuasan peserta sebesar 60% dan 36,7% sangat puas. Selain itu, 50% materi yang disampaikan menarik, 43,3% sangat menarik sehingga memberikan kebermanfaatan dengan persentase 56,7% dan 43,3% sangat bermanfaat. Dengan ini, jika terdapat kegiatan serupa masyarakat bersedia hadir dengan 53,3% bersedia dan sangat bersedia 43,3%. Karena selain berdampak pada jangka pendek ternyata memberikan dampak jangka panjang dengan 63,3% dapat dilanjutkan dan 33,3% sangat dapat dilanjutkan setelah kegiatan ini selesai. Panitia juga disambut dengan ramah dikarenakan menunjukkan sikap dengan baik sebanyak 56,7% dan sangat baik 43,3%.Abstract: Kasembon Village is located in Malang Regency, where there is a plywood factory where the activities of residents and factories can produce rubbish and waste which is only dumped in the yard and then burned, causing air pollution. To overcome this problem, an effort is needed, namely by using the Green Village concept with socialization of Waste Bank education and waste and waste processing skills training. Activities consist of socialization and discussion, coercion, and evaluation of activities by completing a posttest. The activity was said to be successful with a participant satisfaction level of 60% and 36.7% were very satisfied. Apart from that, 50% of the material presented was interesting, 43.3% was very interesting so it was useful with a percentage of 56.7% and 43.3% was very useful. Thus, if there is a similar activity, 53.3% of people are willing to attend and 43.3% are very willing. Because apart from having a short-term impact, it turns out to have a long-term impact with 63.3% being able to be continued and 33.3% being able to continue after this activity is completed. The committee was also greeted warmly because it showed a good attitude of 56.7% and very good 43.3%.
Penyuluhan Dampak Negatif Minuman Keras dan Pembagian Poster pada Siswa SMA Negeri 1 Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang Lette, Arman Rifat; Fitri, Hironima N.; Jumetan, Mili A.
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penyalahgunaan minuman keras saat ini merupakan permasalahan yang cukup berkembang di dunia remaja dan menunjukkan kecenderungan yang meningkat dari tahun ke tahun Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang bahaya minuman keras. Metode pengabdian yang dilakukan adalah penyuluhan Kesehatan tentang dampak negatif minuman keras, dan pencegahan perilaku minum minuman keras serta pembagian poster untuk ditempelkan di dalam kelas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 04 Maret 2023 pukul 11.00-12.30 WITA, bertempat di sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang-Nusa Tenggara Timur. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa SMA kelas X dan XI yang berumur 15-17 tahun. Jumlah siswa yang mengikuti penyuluhan sebanyak 59 siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat berjalan dengan baik. Siswa antusias dalam kegiatan khususnya penyuluhan yang diberikan. Siswa/i merespon setiap pertanyaan yang diberikan dan ada siswa yang bertanya terkait materi yang diberikan. Poster yang dibagikan juga akan menjadi informasi penting yang akan selalu dibaca dan diingat oleh siswa. Saran dari Penulis adalah perlu adanya upaya-upaya Komunikasi, Informasi, dan Edukas (KIE) Kesehatan kepada siswa di sekolah-sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman di bidang Kesehatan.Abstract: Alcohol abuse is currently a growing problem in the world of adolescents and shows an increasing trend from year to year. The purpose of community service is to increase students' knowledge and awareness about the dangers of drinking. The service method used is health education about the negative effects of drinking, and prevention of drinking behavior and distribution of posters to be pasted in class. This community service activity was carried out on Saturday 04 March 2023 at 11.00-12.30 WITA, at the State Senior High School (SMA) 1 Amabi Oefeto, Kupang Regency, East Nusa Tenggara. The targets of this community service activity are high school students in class X and XI aged 15-17 years. The number of students who took part in counseling were 59 students. This community service activity can run well. Students are enthusiastic in the activities, especially the counseling given. Students respond to every question given and there are students who ask questions related to the material provided. The posters distributed will also be important information that students will always read and remember. The author's suggestion is that there should be Health Communication, Information and Education (IEC) efforts for students in schools to increase knowledge and understanding in the field of Health 
Penyuluhan Penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Daun Binahong Sebagai Anti-Bakteri Arifiyana, Djamilah; Fandinata, Selly Septi; Aristyawan, Andhika Dwi
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Gaya hidup back to nature, atau kembali ke alam saat ini semakin banyak diminati seiring dengan kesadaran masyarakat akan bahaya yang ditimbulkan dari penggunaan bahan kimia. Hal ini membuat penggunaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kembali populer dikalangan masyarakat di Indonesia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemanfaatan dan pengolahan TOGA daun Binahong sebagai bahan alami untuk membuat sediaan yang bermanfaat bagi tubuh sebagai upaya preventif dan promotif pada musim pancaroba. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah melalui penyuluhan yang meliputi metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung. Masyarakat sasaran kegiatan ini adalah warga RT 13 RW 01 Kelurahan Jagir Surabaya. Kegiatan terdiri dari beberapa tahapan, yakni Pra survey dan perizinan lokasi kegiatan, Penyuluhan tentang penyakit yang muncul saat pancaroba sekaligus penyerahan TOGA, Pemantauan pertumbuhan TOGA, Penyuluhan budidaya sederhana TOGA dan pembuatan sediaan dauh binahong, serta Evaluasi kebermanfaatan pelaksanaan kegiatan pemanfaatan daun binahong sebagai anti-bakteri. Setelah serangkaian kegiatan terlaksana, diperoleh hasil kuesioner menunjukkan bahwa 100% dari warga RT 13 RW 01 Kelurahan Jagir Surabaya setuju bahwa kegiatan ini bermanfaat dan dapat diikuti dengan jelas dan baik, 97,06% setuju bahwa kegiatan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, serta 100% warga setuju untuk mengaplikasikan pembuatan pestisida alami di rumah dan menyatakan bahwa bahan yang dibutuhkan dalam pembuatannya mudah didapatkan.Abstract: ‘Back to nature’ lifestyle is currently increasing in demand along with public awareness of the dangers posed by the use of chemicals. This has made the use of Tanaman Obat Keluarga (TOGA) popular again among people in Indonesia. This community service activity aims to increase knowledge about the use and processing of TOGA Binahong leaves as a natural ingredient for making preparations that are beneficial for the body as a preventive and promotive effort during the transition season, as well as providing education about TOGA cultivation in a simple way. The method for implementing this activity is through counseling which includes lecture, discussion and direct practice methods. The target community for this activity are residents of RT 13 RW 01, Jagir, Surabaya. The activity consists of several stages, namely Pre-survey and licensing of activity locations, Counseling about diseases that appear during the transition as well as handing over TOGA, Monitoring the growth of TOGA, Counseling on simple cultivation of TOGA and making binahong leaf preparations, as well as Evaluation of the usefulness of implementing activities to use binahong leaves as an anti-bacteria. After a series of activities were carried out, the results of the questionnaire showed that 100% of the residents of RT 13 RW 01, Jagir Subdistrict, Surabaya agreed that this activity was useful and could be followed clearly and well, 97.06% agreed that this activity could be applied in their daily life, and 100% of residents agreed to apply natural pesticide production at home and stated that the materials needed to make it were easy to obtain.
Pemberian Pakan Kombinasi Olahan Guna Meningkatkan Kualitas Peternakan Sapi di Desa Blang Keutumba, Bireuen-ACEH Zakaria, Muhammad; Sofyan, Diana khairani; Maryana, Maryana; Meriatna, Meriatna; Trisna, Trisna; Zuraida, Zuraida
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sapi lokal Aceh adalah salah satu jenis sapi terbaik di Indonesia, dengan daging gurih, manis, dan lezat. Sapi diketahui tahan terhadap penyakit. Kondisi peternakan sapi Aceh saat ini belum tertata rapi, masih bersifat tradisional dan belum menerapkan teknologi yang modern. Sapi di Aceh sering berkeliaran di jalan raya, kampus, dan pemukiman penduduk, karena peternak sapi biasanya merawat sapinya dengan cara melepaskannya dan juga dengan cara menggembala di padang rumput. Hal ini tidak hanya dapat menyebabkan kekacauan beradanya sapi di jalanan tetapi juga meresahkan peternak sapi, tidak hanya itu ternak juga menjadi kekurangan pasokan pakan sehat sehingga produktivitas menjadi rendah. Kondisi sapi di Desa Blang keutumba sudah dikandangkan, terlihat bahwa sapi tidak diberi pakan sehat dan juga tidak digembala di padang rumput. Untuk mengatasinya diperlukan dana yang cukup tinggi untuk memenuhi pemberian pakan, kondisi peternak sapi semakin sulit dan sapi-sapi tampak kurus, karena kekurangan makanan. Jumlah lahan yang tersedia semakin berkurang. Pada pengabdian ini dilakukan perkenalan teknologi untuk memberi pakan sapi olahan dan kombinasi rumput gajah dan limbah pertanian, yang dapat menghasilkan ternak yang sehat dan gemuk, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan peternak, diharapkan akan dipenuhi oleh kegiatan pengabdian masyarakat ini.Abstract: Local Aceh cattle are one of the best types of cattle in Indonesia, with savory, sweet and delicious meat. Cows are known to be resistant to disease. The current condition of Aceh's cattle farms is not yet neatly organized, is still traditional and does not apply modern technology. Cows in Aceh often wander on highways, campuses and residential areas, because cattle breeders usually care for their cattle by releasing them and also by grazing them in pastures. This can not only cause chaos with cows on the streets but also disturb the local community. Not only that, livestock also suffers from a shortage of healthy feed, resulting in low productivity. The condition of the cows in Blang Keutumba Village is that they are in a pen. It can be seen that the cows are not given healthy food and are also not grazed on pasture. To overcome this, quite a lot of funds are needed to meet the provision of feed, the conditions for cattle breeders are increasingly difficult and the cows appear thin, due to lack of food. The amount of land available is decreasing. In this community service, technology is introduced to provide processed cattle feed and a combination of elephant grass and agricultural waste, which can produce healthy and fat livestock, thereby increasing the productivity and income of breeders. It is hoped that this community service activity will be fulfilled
Pendampingan Calistung Pada Anak Kelas Rendah Di SD 02 Pariangan Kabupaten Pariangan Sapitri, Herlinda; Husni, Lathifah; Zahara, Khairani; Sunarti, Sunarti
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan pendampingan dilakukan adalah untuk membantu anak di SDN 02 Pariangan dalam mengejar ketertinggalan pelajaran, membantu melancarkan pelajarannya di sekolah, meningkatkan pemahaman dan prestasi anak dalam belajar, melancarkan anak dalam menulis, membaca dan menghitung. Penulisan artikel ini menggunakan jenis metode participatory action research. Hal tersebut karena metode PAR ini merupakan tindakan dianggap sebagai "sistematis dan berorientasi pada analisis data yang jawabannya membutuhkan pengumpulan dan analisis data dan generasi interpretasi langsung diuji di bidang aksi yang melibatkan peneliti tindakan dan anggota masyarakat atau organisasi yang berusaha untuk memperbaiki situasi mereka. Pengabdian ini dilatar belakangi oleh penemuan dan analisis awal sebagaimana di lapangan ditemukan adanya beberapa anak yang masih belum bisa membaca, menulis dan menghitung. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pendampingan belajar kepada anak-anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar yang ada di SDN 02 Pariangan dengan khusus anak kelas rendah. Tujuanya dengan adanya pendampingan untuk mengatasi kesulitan dan permasalahan yang dialami oleh siswa. Bentuk kegiatannya adalah belajar membaca, menulis dan menghitung (matematika). Jumlah Peserta yang mengikuti kegiatan pendampingan baca tulis menghitung yakni kelas I yang jumlah anak yang mengikuti sekitar 11 anak dan kelas II ada 7 anak. Jadi jumlah peserta secara keseluruhan adalah 18 orang anak.Abstract: The purpose of the assistance is to help children at SDN 02 Pariangan catch up with lessons, help launch their lessons at school, increase children's understanding and achievement in learning, familiarize children in writing, reading and counting. The writing of this article uses the type of participatory action research method. This is because the PAR method is considered an action as "systematic and data-oriented analysis whose answers require the collection and analysis of data and the generation of direct interpretations tested in the field of action involving action researchers and members of the community or organization seeking to improve their situation. This devotion is motivated by early discoveries and analysis As in the field, it was found that there were some children who were still unable to read, write and count. This service is carried out by providing learning assistance to children who are in elementary school at SDN 02 Pariangan with special lace class children. The goal is with assistance to overcome difficulties and problems experienced by students. The form of activity is learning to read, write and count (mathematics). The number of participants who participated in literacy mentoring activities counted class I where the number of children who participated was around 11 children and class II there were 7 children. So the total number of participants was 18 children
Upaya Melestarikan Budaya Lokal Tenun Ikat bagi Siswi SMKN Witihama di Desa Watoone Do, Rhea Do; Medho, Yohana Fransiska
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 4: November (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Di era globalisasi saat ini perkembangan teknologi semakin canggih, kemudahan akses informasi ikut serta membawa perubahan terhadap kebudayaan manusia. Manusia saat ini berbondong-bondong meninggalkan gaya hidup yang kolot dan cenderung mengikuti gaya hidup modern, sehingga budaya-budaya yang menjadi warisan dari leluhur mulai terkikis oleh perkembangan jaman. Pengabdian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya melestarikan budaya lokal tenun ikat melalui pelatihan tenun ikat dan menganalisis dampak pelatihan tenun ikat dalam meningkatkan kesejahteraan generasi muda khususnya prempuan sehingga selain untuk menjaga kelestarian tenun ikat. Pengabdian ini menggunakan metode kualitatif. Tim pengabdian melakukan pendekatan dengan melihat situasi dan kondisi dalam masyarakat, mendengarkan keluhan-keluhan masyarakat serta memahami permasalahan yang ada. Faktor-faktor yang menghambat antara lain Banyaknya masyarakat terutama generasi mudanya yang tidak memiliki keterampilan menenun dan kesadaran untuk melestarikan budaya lokal sangat kurang. Pelatihan tenun ikat bagi generasi muda siswi SMKN Witihama menjadi jawaban dari keraguan dalam mempertahankan budaya tenun ikat dikalangan generasi muda.Abstract: In the current era of globalization, technological developments are increasingly sophisticated, ease of access to information has also brought changes to human culture. Nowadays, people are leaving old-fashioned lifestyles in droves and tend to follow modern lifestyles, so that cultures inherited from their ancestors are starting to be eroded by developments over time. This service aims to describe efforts to preserve local ikat culture through ikat weaving training and analyzing the impact ikat weaving training in improving the welfare of the younger generation, especially women, so that apart from preserving ikat weaving, this service uses qualitative methods. The service team takes an approach by looking at the situation and conditions in the community, listening to community complaints and understanding existing problems. Factors that hinder them include 1. Many people, especially the younger generation, do not have weaving skills. 2. Awareness to preserve local culture is very lacking. Ikat weaving training for the younger generation of SMKN Witihama is the answer to doubts in maintaining the tie culture among the younger generation.

Page 1 of 1 | Total Record : 9