cover
Contact Name
Adhitya Yudha Pradhana
Contact Email
buletinpalma@gmail.com
Phone
+62431-812430
Journal Mail Official
buletinpalma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Mapanget, Manado 95001
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Palma
ISSN : 1979679X     EISSN : 25287141     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Palma memuat artikel hasil-hasil penelitian kelapa dan palma lainnya. GENERAL REQUIREMENTS Bulletin of Palma is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on coconut and other palm research results. SCOPE Scope of Bulletin of Palma are: 1. Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Bioetechnology, Plant Breeding, Plant pathology, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest, Climate science, Genetic resources, Entomology,Farming system, Environment, Agricultural extension 2. Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops The journal publishes Indonesian or English articles.
Articles 220 Documents
Respon Pertumbuhan dan Produksi Delapan Varietas Kelapa Sawit TM Terhadap Pemupukan N, P, K, Mg, dan B [Response Growth and Yield of Eight Varieties Oilpalm TM to N, P, K, Mg, and B Fertilizer] Yulianus R. Matana; Nurhani Mashud
Buletin Palma Vol 17, No 2 (2016): Desember, 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v17n2.2016.105-113

Abstract

This study aims to determine the growth and production response of eight oil palm varities to fertilizer of N, P, K, Mg and B. This research was conducted from January and December 2015 in Sitiung experimental Garden West Sumatra province. The was conducted in the form factrorial  experiment using randomized block design . The first factor is the   eight oil palm varieties, which consists TS1, TS3, LTC, SMB, PPKS 540 (540), Dumpy, DMP and  DMK. The second factor is the comnination of dosage of fertilizer per palm, which consist of 1) 500 g urea + 200 g SP 36 + 750 g KCl + 500 g Kieserit + 50 g of borax, 2) 750 g of urea +1000 g SP 36 +750 g KCl + 500 g Kieserit + 50 g of borax, 3) 1400 g urea + 950 g SP 36 + 1150 g KCl + 350 g Kieserit + 60 g borax, 4) 1 500 g urea + 1000 g SP 36 + 1750 g KCl + 1500 g Kieserit, 5) 1000 g of urea + 800 g SP36 + 1500 g KCl + 700 g Kieserit + 55 g of borax and 6) 500 g urea + 400 g SP36 + 750 g KCl + 350 g Kieserit + 27.5 g borax. The results showed that the growth  and produstion respon of oil palm to fertilizer different according variety. Dumpy variety produce most weight fresh fruit namely 4.35 kg  on comination of fertilization dosage 1500 g urea + 1000 g SP 36 + 1750 g KCl + 1500 g kieserite. TS3 variety produce most number of leave ( 43.43 leaves/palm) on combination of fertilizer dosage 500 g urea + 400 g SP36 + 750 g KCl + 350 g kieserit + 27,5 g boraks.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui respon pertumbuhan dan produksi delapan varietas kelapa sawit terhadap pemupukan N, P,K , Mg dan B. Penelitian ini dilaksanakan bulan Januari hingga Desember 2015 di KP. Sitiung, Provinsi Sumatera Barat. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan factorial menggunakan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah delapan varietas unggul kelapa sawit yang terdiri atas TS1, TS3, LTC, SMB, PPKS 540, Dummy, DMP dan DMK. Faktor kedua adalah kombinasi takaran pupuk per pohon yang terdiri atas: 1) 500 g urea + 200 g  SP 36 + 750 g KCl + 500 g kieserit + 50 g boraks,  2) 750 g urea +1000 g SP 36 +750 g KCl + 500 g kieserit + 50 g boraks, 3) 1400 g urea + 950 g SP 36 + 1150 g KCl + 350 g kieserit + 60 g boraks, 4) 1500 g urea + 1000 g SP 36 + 1750 g KCl + 1500 g kieserit, 5) 1000 g urea + 800 g SP36 + 1500 g KCl + 700 g kieserit + 55 g boraks dan 6) 500 g urea + 400 g SP36 + 750 g KCl + 350 g kieserit + 27,5 g boraks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon tanaman kelapa sawit terhadap  pemupukan berbeda menurut varietas. Varietas Dumpy menghasilkan TBS paling berat, yaitu 4,35 kg pada kombinasi pupuk 1500 g urea + 1000 g SP 36 + 1750 g KCl + 1500 g kieserite sedangkan varietas TS3 menghasilkan daun yang terbanyak (43.53 pelepah/pohon) pada kombinasi pupuk 500 g urea + 400 g SP36 + 750 g KCl + 350 g kieserit + 27,5 g boraks.
Kajian Produktivitas dan Efisiensi Pola Tanam Kelapa dan Padi Gogo AUGUST POLAKITAN
Buletin Palma Vol 14, No 2 (2013): Vol. 14 No. 2, Desember 2013
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v14n2.2013.88-94

Abstract

Kendala utama dalam budidaya padi gogo di antara pertanaman kelapa produktif adalah kecukupan radiasi matahari yang menembus tajuk kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produktivitas padi gogo di antara pertanaman kelapa dan efisiensi pola tanam kelapa + padi gogo. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Pandu, BPTP Sulawesi Utara. Padi gogo ditanam diantara pertanaman kelapa hibrida Khina-1 umur 27 tahun. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2012 sampai bulan Maret tahun 2013. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan varietas padi gogo, yaitu varietas Situ Patenggang, varietas Batutegi, dan varietas Limboto yang diulang 5 kali. Evaluasi efisiensi per-tanaman kelapa + padi gogo menggunakan hasil total relatif (RYT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan padi gogo terhadap naungan kelapa berbeda menurut varietas. Varietas Batutegi adalah varietas yang paling efisien memanfaatkan radiasi matahari yang menembus tajuk kelapa yang ditunjukkan oleh produksi gabah kering giling (GKG) 2,8 t/ha lebih tinggi dari dua varietas lain yang diuji. Apabila dilihat nilai RYT yang diperoleh maka pola tanam kelapa + padi gogo varietas Batutegi layak dikembangkan karena nilai RYT lebih >1. Kata kunci: Padi gogo, kelapa, pola tanam.ABSTRACTStudy of Productivity and Eficiency of Coconut and Unland Rice Cropping PatternThe main constraint in cultivation of upland rice among production coconut plantation is sufficient of solar radiation penetration which causes upland rice can optimally express their genetic potencial. The aim of the study was to determine the productivity of upland rice among coconut plantation, and eficiency of coconut and upland rice cropping pattern. The research was conducted at the Pandu experimental garden of North Sulawesi BPTP. The upland rice crops planted among the hybrid coconut palm Khina-1 aged 27 years old. The research using randomized block design (RBD) with three upland rice varietas treatments namely (1) Situpatenggang variety, (2) Batutegi variety and (3) Limboto variety, which repeated five times. Evaluation of coconut and upland rice cropping system using relative yield total (RYT). The result showed that the response of upland rice to coconut shading was different among varieties Batutegi variety was the most effeciently variety in terms, of utilization of solar radiation which penetrated among coconut plantation, which indicated by the production of dry grain 2.8 t/ha higher than other two varieties. Based on RYT value, the coconut and Batutegi upland rice cropping pattern feasible because RYT value >1. Keywords: Upland rice;coconut;cropping patterns.
Teknologi Kultur Embrio untuk Pengembangan Kelapa Kopyor Nurhaini Mashud; Engelbert Manaroinsong
Buletin Palma No 33 (2007): Desember, 2007
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n33.2007.37-44

Abstract

Kelapa berbuah kopyor merupakan salah satu jenis kelapa unik, karena karakteristik endospermnya (daging buah) yang hancur dan sebagian besar tidak melekat lagi pada tempurung.Walaupun memiliki endosperm yang abnormal, tetapi embrio kelapa kopyor normal.   Buah kopyor ini diduga berasal dari tanaman kelapa yang mengalami mutasi genetik secara alami. Sebagai hasil mutasi alami, jumlah tanaman kelapa berbuah kopyor sangat sedikit dibanding dengan tanaman kelapa berbuah normal. Oleh karena endospermnya yang abnormal, kelapa kopyor tidak dapat diperbanyak secara konvensional melalui biji. Tanaman kelapa kopyor hanya dapat diperbanyak menggunakan teknik kultur embrio. Dengan teknik ini embrio kopyor yang normal dikulturkan pada media tumbuh buatan dalam keadaan aseptik. Tanaman kelapa kopyor yang diperbanyak dengan teknik kultur embrio berpotensi menghasilkan buah kopyor sebanyak 90%. Di Indonesia terdapat dua tipe kelapa kopyor, yaitu tipe Dalam dan tipe Genjah. Bibit kopyor tipe Dalam harus ditanam pada hamparan yang terisolasi dari tanaman kelapa lainnya untuk  mencegah terjadinya perkawinan silang dengan kelapa normal. Bibit kelapa kopyor tipe Genjah hasil kultur embrio diperkirakan dapat dikembangkan pada areal yang relatif sempit  pada lahan pekarangan  tanpa harus diisolasi  secara ketat karena sifat tanaman kelapa Genjah yang menyerbuk sendiri.  Kelapa kopyor tipe Genjah dapat berbuah dalam umur yang relatif pendek ±5 tahun. Diharapkan dengan pengembangan kelapa kopyor tipe Genjah hasil kultur embrio dapat mengatasi kebutuhan bibit kelapa kopyor dari petani produsen yang dapat dikembangkan secara ekonomis.
Kadar Hara Tanah, Daun dan Produktivitas Tanaman Kelapa di Pulau Buru Yulianus Matana
Buletin Palma No 35 (2008): Desember, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n35.2008.112

Abstract

Penelitian dilaksanakan di pulau Buru pada bulan September 2007. Pengamatan dilakukan pada populasi kelapa di sepanjang ga ris pantai Pulau Buru Kecamatan Namlea dan kecamatan Waplau. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tandan dan jumlah buah tanaman kelapa, Sifat kimia tanah (setiap lokasi) serta contoh daun no. 14 (pada dua kecamatan yang berbeda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kadar hara P tanah disemua lokasi berada dibawah batas kritikal yaitu 1,40 ppm sedangkan kadar hara N tanah berada diatas batas kritikal yaitu 0,21%-0,48% di 10 lokasi kadar hara P daun berada diatas batas kritikal yaitu 0,13% didaerah Lamahang, Waplau, Waprea dan Jikumerasa sedangkan kadar N daun berada dibawah batas kritikal, yaitu 0,57% dan produksi buah kelapa di kecamatan Wapalu berkisar antara 23.84 buah/pohon/ tahun sampai 74.86 buah/pohon/tahun  sedangkan di kecamatan Namlea berkisar antara 14.79 buah/pohon/tahun sampai 86.64 buah/ pohon/tahun.
Evaluasi Karakter Morfologi Untuk Perbaikan Genetik Tanaman Pinang ( Areca Cathecu L.) di Padang Pariaman [Evaluation Of Morphological Characters For Arecanut (Areca Cathecu L.) Genetic Improvment In Padang Pariaman] nFN Miftahorrachman; Firman Mantau; Dina Hervina
Buletin Palma Vol 19, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v19n1.2018.15-25

Abstract

 Evaluation of morphological characters that directly affect the yield is the first step in genetic improvement of areca nut requiring knowledge of the relationship of morphological characters especially production. Morphological characters that are affected directly to yield will be utilized as a basis for selection to increase crop production. The aim of this research is to know morphological characters that directly influence the number of fruits per bunchas the basis of selection for plant improvement. The research was conducted in Korong Koto Padang and Korong Toboh, Nagari Sikucua, V Koto Kampung Dalam District, Padang Pariaman District, West Sumatera Province in December 2017. The result of path analysis indicated that character of girth (r = 0,4190), number of bunches (r = 0,4488), equatorial length of fruit (r = 0,8420), kernel weight (r = 0,5451), equatorial length of kernel (r = 0,6785), and polar length of kernel (r = 0,8443) has a direct effect on fruit production of Local arecanut. For Wangi arecanut only obtained one character that is equatorial length of fruit (r = 0.4984) that directly affect fruit production. The variety of appearance of Local areca nut characters leads to greater selection opportunities compared to Wangi arecanut.The research showed that for Local areca nut, the character of girth, number of bunches, equatorial length of whole fruit, kernel weight, equatorial length of kernel, and polar length of kernel can be used as the selection for the production, while for Wangi arecanut only characters of equatorial length of fruit can be used as the basis of selection.ABSTRAKPerbaikan genetik Pinang membutuhkan pengetahuan tentang hubungan karakter morfologi terutama dengan produksi. Penelitian bertujuan untuk mencari karakter-karakter morfologi yang berpengaruh secara langsung terhadap jumlah buah per tandan untuk dijadikan dasar seleksi bagi perbaikan tanaman. Penelitian dilakukan di Korong Koto Padang dan Korong Toboh, Nagari Sikucua, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatera Barat  pada bulan Desember Tahun 2017. Analisa sidik lintas antara sebelas  karakter morfologi dan komponen buah dengan jumlah buah menggunakan rumus dari Singh dan Chaudary. Hasil analisis sidik lintas diperoleh karakter Lingkar Batang (r = 0.4190) , Jumlah Tandan (r = 0.4488) , Panjang Equatorial Buah Utuh (r = 0.8420), Berat Kernel (r = 0.5451) ,  Panjang Equatorial Kernel (r = 0.6785), dan Panjang Polar Kernel (r = 0.8443) berpengaruh langsung terhadap produksi buah untuk pinang local. Pada Pinang Wangi hanya diperoleh satu karakter yaitu Panjang Equatorial Buah (r = 0.4984) yang berpengaruh langsung terhadap produksi buah. Manfaat hasil penelitian ini adalah karakter-karakter Lingkar Batang, Jumlah Tandan, Panjang Equatorial Buah Utuh, Berat kernel, Panjang Equatorial Kernel, dan Panjang Polar Kernel dapat dijadikan dasar seleksi untuk perbaikan produksi Pinang Lokal, sementara untuk Pinang Wangi hanya karakter Panjang Equatorial Buah Utuh yang dapat dijadikan dasar seleksi.   
Pengaruh Penyaringan Nira Terhadap Senyawa Volatil Gula Aren RINDENGAN BARLINA
Buletin Palma Vol 16, No 1 (2015): Juni, 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v16n1.2015.32-39

Abstract

ABSTRAK Nira aren merupakan bahan baku utama pengolahan gula merah.  memanfaatan gula aren sangat beraneka ragam, terutama pada jenis-jenis makanan yang menghendaki rasa dan aroma khas dari gula aren, namun untuk produk tertentu tidak menghendaki adanya aroma dari gula aren.   Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mempelajari cara  penyaringan nira aren  dan melakukan identifikasi komponen volatil  produk akhir gula aren. Penelitian dilaksanakan  pada bulan Mei 2013 sampai Oktober 2013 di Tinoor Satu, Kecamatan Tomohon Utara, Laboratorium Balai Penelitian  Tanaman  Palma,  Laboratorium  Kimia  dan  Biokimia  Jurusan  Teknologi  Hasil  Pertanian,  UGM-Yogyakarta,  dan  Laboratorium  Flavor-Balai  Besar  Penelitian  Tanaman  Padi  di  Sukamandi.  Nira  yang  sudah  disiapkan  disaring  menggunakan tiga cara, yaitu: (a) penyaringan menggunakan kain saring, (b) penyaringan menggunakan kertas saring  ditambah batu zeolit, dan (c) penyaringan menggunakan kertas saring ditambah batu zeolit dan hasil penyaringan ditambahkan kapur makan 0,25%. Selanjutnya nira diproses menjadi gula aren, dikemas menggunakan aluminium foil  berlapis plastik kemudian di analisis kadar air,  abu,  lemak,  protein, gula reduksi, sakarosa dan kalsium, sedangkan  identifikasi senyawa volatil, menggunakan alat ekstraksi Likens-Nickerson dan  Gas Chromatography Mass  Spectrometry  (GCMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pada umumnya  nira  yang mengalami penyaringan menyebabkan  penurunan  komponen makronutrien pada gula aren dan senyawa volatil.  Penyaringan menggunakan kain saring  menghasilkan gula aren dengan 24 jenis senyawa volatil konsentrasi 40,1314 ppm.  Penyaringan dengan kertas saring tambah batu zeolit menghasilkan gula aren dengan 33 jenis senyawa volatil  konsentrasi 0,1139 ppm. Penyaringan kertas  saring tambah batu zeolite dan kapur makan jumlah senyawa volatil 28  jenis dengan konsentrasi 0,1292 ppm.   Senyawa  volatil yang dominan adalah pirazin, berturut-turut penyaringan menggunakan kain saring 31,5930 ppm. Penyaringan  kertas  saring tambah batu zeolit 0,0826 ppm dan penyaringan kertas saring  tambah batu zeolit dan kapur makan 0,1075  ppm. Nira yang disaring menggunakan kertas saring dan ditambah batu zeolit  yang menghasilkan senyawa volatil hanya  0,1139 ppm adalah yang baik karena senyawa non volatil seperti sakarosa meningkat sedangkan gula reduksi menurun dan  warna gula masih khas gula aren.Kata kunci: Nira aren, penyaringan, gula aren, volatil. Effect of Filtering Palm Sap to Volatile Compounds of Palm Sugar  ABSTRACT Toddy of sugar palm is the main raw material for processing palm sugar. Utilization of palm sugar is various, especially in the types of foods that require a distinctive  flavor and  aroma of  palm sugar, on the other hand some of products did  not require any scent of palm sugar.   This research had been done with the aim to study the palm sap method and to  identify volatile compounds of palm sugar products. The experiment was conducted in May 2013 to October 2013 in  Tinoor, Subdistrict North-Tomohon, Laboratory of Indonesian Palms Research Institute, Laboratory of Chemistry and  Biochemistry Department of Agricultural Technology, Gadjah Mada University, Yogyakarta, and Laboratory Flavor of  Rice Research in Sukamandi.  Toddy that has been prepared is filtered using three methods which are : A ) filtration using filter cloth, B ) filtration using filter paper plus zeolite stone , and C ) filtering using filter paper plus zeolite stone  and added 0.25 % limestone.  Filtered toddy were processed to be palm sugar and then packed using plastic coated  aluminium foil. Palm sugar then analyzed to contents of water, ash, fat, protein, reduction sugar, saccharose and calsium  while identification of the volatile compounds, using a Likens-Nickerson extraction and Gas Chromatography Mass  Spectrometry ( GCMS ).  The results showed generally filtered toddy caused decreasing of macronutrients and volatile,  compounds of palm sugar. Filtering using filter cloth produced palm sugar with 24 kinds of volatile compounds,  concentration of 40.1314 ppm. Filtering paper added zeolite stone produced palm sugar  with 33 kinds of volatile  compounds concentration of 0.1139 ppm. Filtering paper added zeolite stone and limestone produced palm sugar  with 28 kinds of volatile compounds  concentration of 0.1292 ppm.  The dominant volatile compound is pyrazine with concentrations respectively are filtration using filter cloth 31,5930 ppm, filter paper added zeolite stone 0.0826 ppm and filter paper added zeolite and limestone 0,1075 ppm.   Toddy filtered using filter paper added zeolite store that produced volatile compounds only 0.1139 ppm was good. It means increasing non-volatile compounds such as sucrose and decreasing reduction sugar while the colour of sugar still typical of palm sugar.Keywords: Toddy, filtering, palm sugar, volatile.
Inbreeding Depression on Morphological Markers in Mapanget Tall Coconut Line No. 32 DONATA S. PANDIN
Buletin Palma No 36 (2009): Juni, 2009
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n36.2009.30-39

Abstract

The objective of this research was to determine inbreeding depression based on morphological markers in Mapanget Tall coconut line No.32. The result showed that inbreeding depression for vegetative characters in S2 generation was expressed only in girth of stem 100 cm from soil (3.28%) and width of leaflet (1.17%). Inbreding depression in S3 generation expressed in girth of stem 20 cm and 100 cm from soil (13.01% and 8.03%), height of 11 leafscars (11.80%), and number of leaflet (6.15%). In S4 generation , inbreeding depression expressed in girth of stem 20 cm and 100 cm from soil (5.39% & 14.41%), height of 11 leafscars (17.40%), width of leaflet (4.87%), and number of leaves (13.62%). Inbreeding depression also expressed in characters number of inflorescence per palm per year (7.41%), length of inflorescence stalk (34.18%), number of female flowers (21.32%), and length of male flowers bunch (10.84). In S3 generation inbreeding depression expressed in characters number of inflorescence per palm per year (14.90%), number of fruit per inflorescence (11.51%), length of inflorescence stalk (38.17%), number of female flowers (47.91%), and length of male flowers bunch (5.31%), but not expressed in width of inflorescence stalk (-11.07%) and thick of inflorescence stalk (-8.73%). Inbreeding depression expressed in S4 for all generatif characters ranged from 29.09% to 85.92%. In fruit components, inbreeding depression in S2 expressed in total fruit (9.01%), coconut water (16.07%), coconut shell (8.41%), and endosperm (7.55%) except on coconut fiber (-1.03%). In S3, inbreeding depression expressed in total fruit (5.20%), coconut fiber (0.58%), and endosperm (6.37%), except on coconut shell (-2.05%) and coconut water (-4.50%). In S4, inbreeding depression expressed in all characters of fruit component, total fruit (47.68%), coconut fiber (45.86%), coconut water (4.00%), coconut shell (51.82%), and endosperm (54.04%). Due to inbreeding depression, morphological performance of S4 generation nearly the same to that of Dwarf coconut.
Biologi dan Tabel Hidup Hama Brontispa longissima var. longissima Gestro (Coleoptera: Chrysomelidae) pada Tanaman Kelapa (Cocos nucifera) nFn RAHMA; JELFINA C ALOUW
Buletin Palma Vol 15, No 1 (2014): Juni, 2014
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v15n1.2014.33-39

Abstract

Hama B. longissima var. longissima Gestro telah dikategorikan sebagai spesies invasif dan hama utama tanaman kelapa karena potensinya dalam menurunkan produksi tanaman kelapa dan menyebabkan kematian tanaman muda, serta kecepatan penyebarannya ke beberapa negara di kawasan Pacifik, Asia Tenggara, dan Asia Timur. Penelitian ini dilakukan untuk mengkonfirmasi dan memutakhirkan data karakteristik biologi serta memprediksi populasi hama B. longissima var. longissima Gestro. Kegiatan penelitian dimulai pada bulan November 2010 sampai bulan Maret 2012 di Laboratorium Entomologi pada Balai Penelitian Tanaman Palma, Manado. Populasi B. longissima dikumpulkan dari tanaman kelapa yang terserang di lapangan kemudian semua tahap perkembangannya dipelihara di laboratorium. Pengamatan dilakukan terhadap 100 individu telur hasil pemeliharaan di laboratorium. Parameter pengamatan meliputi pertumbuhan, perkembangan dan kemampuan hidup setiap tahap perkembangan serta tabel hidup untuk memprediksi kecepatan perkembangannya di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siklus hidup hama B. longissima var. longissima mulai dari telur sampai imago meletakkan telur pertama kali berlangsung sekitar 74,32 hari. B. longissima var. longissima diperkirakan bisa memiliki empat generasi per tahun di lapangan jika lingkungan dalam keadaan optimal. Lama hidup larva dan imago sebagai tahap perkembangan hama yang merusak tanaman bisa mencapai 231 hari, atau 1,7 kali lebih lama dari yang dilaporkan sebelumnya. Laju reproduksi bersih (Ro) berkisar 75,16 sedangkan rataan masa generasi (T) berkisar 91,62 hari dan laju pertambahan intrinsik (r) sebesar 0,05. Populasi cenderung meningkat pada generasi berikutnya jika peran faktor-faktor pengendali populasi diabaikan. Kata kunci: Brontispa longissima var. longissima, kelapa, biologi, tabel hidup.ABSTRACTBiology and Life Table of Brontispa longissima var. longissima Gestro (Coleoptera: Chrysomelidae) on Coconut Palm (Cocos nucifera)Brontispa longissima var. longissima has emerged as an invasive species and major pest of coconut and other palms due to a combination of its high capacity to inflict economic damage and distribution to the Pacific, Southeast and East Asia. The present study was done to confirm its current biology, and study the life table for estimating its developmental rate in the field. The study was conducted at Entomology laboratory of Indonesia Palmae research institute, Manado from November 2010 to March 2012. B. longissima population were collected from coconut palms attacked by the insects in the field. All of the collected developmental stages were reared on young coconut leaflet under laboratory condition. Observation was done on 100 laboratory-reared eggs. Growth, development, longevity of each developmental stages, and life table for predicting developmental rate of the insect in the field were observed. The life cycle of B. longissima var. longissima was about 74,32 days from eggs to pre-oviposition period. The length of time needed by larval and adult as damaging developmental stages of the insect complete their development in coconut leaves was231 days, which is 1,7 times higher than the previous reports. The net reproduction rate (Ro) was 75,16, whereas the mean length of a generation (T) was 91,62 days, and the intrinsic rate of natural increase (r) was 0,05 per day. Lack of the control measure to the population of Brontispa would lead to the increase of the population over time.
Evaluasi Keragaman Plasma Nutfah Kelapa Dalam di Gorontalo Miftahorrachman Miftahorrachman
Buletin Palma No 34 (2008): Juni, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n34.2008.%p

Abstract

Evaluasi keragaman plasma nutfah kelapa Dalam di Gorontalo menggunakan unweighted Pair-Group Method Arithmatic (UPGMA) melalui program Numerical Taxonomy ang Multivariate System versi 2.02 (NTSys).  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan keragaman genetik plasma nutfah yang ada untuk dimanfaatkan dalam perbaikan kultivar kelapa. Observasi dilakukan di tiga kabupaten sentra pertanaman kelapa, yaitu Kabupaten Pohuato, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo. Obervasi dilakukan terhadap 15 karakter vegetatif dan generatif meliputi lingkar batang pada 20 cm dari permukaan tanah, panjang batang pada 11 bekas daun,  panjang pinak daun, panjang tangkai daun (petiole), jumlah daun, panjang rachis (tulang daun), jumlah tandan, jumlah buah, berat buah, berat buah tanpa sabut, berat buah tanpa air, berat daging buah, tebal daging buah, berat kopra per butir, dan potensi produksi kopra per hektar per tahun. Data dianalisis menggunakan analisis pengelompokan data matriks (Cluster Analysis) dan pembuatan dendogram dengan mengguna-kan metode unweighted Pair-Group Method Arithmatic (UPGMA) melalui program Numerical Taxonomy ang Multivariate System versi 2.02 (NTSys). Hasil analisis menunjukkan empat aksesi plasma nutfah kelapa Gorontalo membentuk dua kelompok besar dengan perbedaan genetik yang cukup besar, yaitu 98,0 persen atau hanya memiliki kemiripan genetik sebesar 2.0 persen. Hasil observasi juga menemukan 2 aksesi plasma nutfah kelapa yang memiliki potensi genetik (produksi) yang besar, yaitu kelapa Dalam Coklat Pontolo (DCP) dan Dalam Pontolo (DPO) dengan produksi kopra per ha per tahun berturut-turut 4,1 ton dan 4,7 ton. Kedua aksesi ini bisa dijadikan sebagai tetua untuk perbaikan tanaman dan sumber benih untuk pengembangan kelapa di Gorontalo.
Pengaruh Lama Penyimpanan Terhadap Kecepatan dan Daya Kecambah Benih Pinang (Areca catechu L.) FARIDA OKTAVIA; nFn MIFTAHORRACHMAN
Buletin Palma Vol 13, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v13n2.2012.127-130

Abstract

Benih pinang yang bermutu merupakan salah satu syarat yang menentukan keberhasilan budidaya tanaman tersebut. Oleh karena itu, penanganan buah harus mendapat perhatian serius untuk mendapatkan benih pinang yang bermutu. Salah satu cara yang perlu dilakukan adalah penyimpanan buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lama penyimpanan benih pinang yang ideal terhadap kecepatan berkecambah dan daya kecambah. Penelitian dilakukan pada bulan Juli 2011 hingga September 2011 di Kebun Percobaan Kayuwatu, Balai Penelitian Tanaman Palma. Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan tunggal dengan enam perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dicoba adalah lama penyimpanan benih, yaitu tanpa penyimpanan 0 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, 28 hari dan 35 hari. Parameter yang diamati adalah kecepatan kecambah dan daya kecambah benih pinang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama penyimpanan benih mempengaruhi kecepatan kecambah tetapi tidak mempengaruhi daya kecambah benih pinang. Buah pinang yang disimpan selama 35 hari lebih cepat berkecambah dengan kecepatan kecambah 7,7 hari. Namun, daya kecambah hanya 75%. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa lama penyimpanan benih yang terbaik adalah 14 hari dengan kecepatan kecambah 39,20 hari dan daya kecambah 89%. Kata kunci : Lama penyimpanan, kecepatan kecambah, daya kecambah, benih pinang.ABSTRACTThe Effect of Storage Duration on Germination and Viability of Arecanut Seeds (Areca catechu L.)Certifiable arecanut seed is one of condition determining success of the crop conducting. Therefore handling of fruit of having to gets serious attention to get certifiable arecanut seed. One of way of that need to be done is fruit storage. The research was conducted to know the duration storage that affected vigority and viability of arecanut seeds. Research is done in July 2011 finite of September 2011 at the Kayuwatu Experimental Garden of Indonesian palmae Research Institute. Research is done in the form of single trial with six treatment and three replications. Treatment tried is seed storage, that is without storage 0 day, 7 days, 14 days, 21 day, 28 days and 35 days. Parameter observed is germination and viability of arecanut seeds. Result of research indicates that storage stripper of seed influences speed of sprout but doesn't influence areca seed germinative power. Betelnut kept during quicker 35 days germinated with speed of sprout 7,7 days. But, germination power 75% only. Result of research indicates that storage seed of best seed is 14 days with germination 39,20 days and viability 89%.

Page 10 of 22 | Total Record : 220